Anda di halaman 1dari 34

Ekonomi Politik Marxis

EKONOMI-POLITIK MARXIS
PENDAHULUAN
aluri manusia yang pertama-tama ialah mempertahankan hidup. Untuk bisa
mempertahankan dan melanjutkan hidup, manusia butuh makan, pakaian dan
tempat tinggal. Disamping itu juga memerlukan pemeliharaan dan
pengembangan jiwa serta pikiran seperti hiburan, belajar dan
sebagainya.Makan, pakaian dan tempat tinggal disebut kebutuhan materiil dan merupakan
kebutuhan primer bagi manusia hidup. Sedangkan pemeliharaan dan pengembangan jiwa
serta pikiran disebut kebutuhan sprituil dan merupakan kebutuhan sekunder bagi hidup
manusia.Kebutuhan materiil sebagai kebutuhan primer bersifat mutlak bagi kelangsungan
hidup manusia. Sedang kebutuhan spirituil sebagai kebutuhan sekunder bersifat relatif,
tapi perlu dan penting bagi kelangsungan hidup manusia untuk maju dan baik.
Kebutuhan meteriil bisa terpenuhi hanya bila manusia melakukan kerja produksi.
Kerja ialah mengubah objek, alam atau sosial menjadi lain dan berguna. Mengubah alam
dari tanah kosong menjadi menghasilkan, dari sawah-ladang menjadi bendungan-waduk
ataupun lapangan golf, dari padi menjadi beras dan nasi, dari kapok menjadi benang dan
kain, merupakan kerja yang disebut kerja produksi. Sedangkan mengubah keadaan sosial
dari masyarakat terbelakang menjadi maju, dari sistem kapitalis menjadi sosialis, dari
orang sakit menjadi sembuh atau bodoh menjadi pandai, merupakam kerja yang disebut
kerja sosial. Untuk bisa kerja produksi, manusia perlu alat kerja disamping tenaga
kerjanya sendiri. Selanjutnya diperlukan sasaran produksi. Alat kerja ialah alat untuk
bekerja seperti mesin, palu, arit angkul, garu, luku, gergaji, dsb. Sedang sasaran kerja
ialah sesuatu yang dikerjakan, digarap atau diolah seperti tanah atau bahan mentah. Alat
kerja dan sasaran kerja merupakan alat produksi. Selanjutnya alat produksi dan tenaga
kerja manusia merupakan tenaga produktif. Dengan tenaga produktif, manusia siap untuk
berproduksi atau memproduksi sesuatu.
Dalam proses kerja produksi atau dalam proses produksi, manusia memerlukan dan
mengadakan hubungan antara yang satu dengan yang lain disebut hubungan produksi,
yaitu hubungan antara manusia untuk memproduksi sesuatu. maka produksi selalu bersifat
sosial karena suatu produksi selalu sebagai hasil kerja sama atau hasil hubungan bersama
antar manusia. karena itu pula produksi juga berwatak dan bersifat sebagai milik bersama
untuk kepentingan bersama. !ubungan produksi terdapat dua maam bentuk dan sifat,
yaitu hubungan produksi kerja sama dan hubungan produksi kerja penindasan. !ubungan
produksi kerja sama terbentuk seara sukarela untuk kepentingan bersama. Semua
mendapatkan bagiannya dan terpenuhi kepentingannya. Sebaliknya hubungan kerja
penindasan terbentuk seara terpaksa atau dipaksa untuk kepentingan sepihak atau
perorangan, hasilnya sebagai milik sepihak atau perorangan. "idak semua sama
mendapatkan bagiannya dan tidak semua terpenuhi kepentingannya.
#entuk dan sifat hubungan produksi ditentukan oleh bentuk dan sifat pemilikan atas
alat produksi dalam hubungan produksinya, dan bukan oleh tenaga produktifnya. Dalam
hubungan yang alat produksinya sebagai milik bersama atau milik sosial, berlangsung
hubungan produksi kerjasama yang bersifat dan berwatak sosialis sebagaimana
berlangsung didalam masyarakat sosialis atau masyarakat komunis. Didalam masyarakat
sosialis dan komunis, alat produksi merupakan milik sosial masyarakat, dan berlangsung
hubungan produksi sosialis. !asilnya menjadi milik bersama. Semua mendapatkan bagian
1
N
Ekonomi Politik Marxis
sesuai dengan hasil kerjanya. seperti didalam masyarakat sosialis, atau sesuai dengan
kebutuhannya seperti didal$am masyarakat komunis. Sebaliknya, dalam hubungan
produksi yang alat produksinya sebagi milik perorangan, berlangsung hubungan produksi
kerja penindasan yang bersifat dan berwatak penghisapan sebagai mana yang
berlangsung didalam masyarakat pemilikan budak, masyarakat feodal dan masyarakat
kapitalis.
Didalam masyarakat pemilikan budak, alat produksi milik tuan budak dan
berlangsung hubungan produksi pemilikan budak. !asilnya milik tuan budak. #udak-budak
tidak mendapat bagian sama sekali. Didalam masyarakat %eodal, alat produksi milik tuan
%eodal dan berlangsung hubungan produksi %eodal. !asilnya milik tuan %eodal. Kaum tani
mendapat bagian yang tidak ukup. Didalam masyarakat kapitalis, alat produksi milik tuan
kapitalis dan berlangsung hubungan produksi kapitalis. !asilnya milik kapitalis. Kaum
buruh tidak mendapat bagian yang semestinya.
!ubungan produksi dan tenaga produktif merupakan ara produksi. &ara produksi
ialah bentuk proses produksi. 'ersoalannya meliputi apa dan siapa tenaga produktifnya,
siapa pemilik alat produksinya dan bagaimana sifat hubungan produksinya. Dalam ara
produksi, tenaga produktif bersifat aktif. #erperanan sebagai penggerak dan pendorong
bagi perubahan dan perkembangan ara produksi. Sedang hubungan produksi bersifat
pasif tapi mempunyai peranan yang menentukan bentuk ara produksi. "enaga 'roduktif
bersifat aktif mendorong maju ara produksi. Setiap perubahan dan perkembangan maju
ara produksi selalu dimulai dari perubahan dan perkembangan maju tenaga produktif dan
yang pertama sekali dimulai dari perubahan dan perkembangan maju alat kerja.
Alat kerja ikut membentuk watak, sifat dan keahlian kerja manusia sebagai tenaga
kerja yang menggunakannya. Alat kerja yang sederhana, yang bisa digunakan oleh kerja
perseorangan dan bisa menghasilkan seperti angkul, alat pertukangan keil-keilan dsb,
membentuk watak dan sifat indi(idu serta keahlian kerja tingkat rendah pada manusia
tenaga kerja yang menggunakannya. Sedangkan alat kerja yang modern, yang bisa
digunakan hanya oleh kerja kolektif seperti mesin, pabrik, loko kereta api, kapal laut,
pesawat terbang dsb, membentuk watak dan sifat kolektif serta keahlian kerja tingkat tinggi
pada manusia tenaga kerja yang mengunakannya. Makin tinggi tekhnik alat kerjanya, juga
makin tinggi keahlian kerja manusia yang mengunakannya.
Demikianlah keahlian kerja manusia timbul dan ditentukan oleh alat kerja. "imbul
sesudah alat kerjanya ada. Sebagaimana orang bisa menjadi montir atau ahli mesin
sesudah ada mesin. #isa menjadi kapten kapal laut sesudah ada kapal laut. #isa menjadi
pilot sesudah ada pesawat terbang dsb. Alat kerja merupakan unsur yang paling mobile
dan dinamis serta re(olusioner didalam tenaga kerja produktif. Keadannya selalu berubah
dan berkembang maju. "idak pernah tetap selamanya, dan tidak pernah berhenti dalam
waktu yang lama.
Sejarah perkembangan alat kerja menatat, bahwa pada mulanya didalam )aman
komunal primitif, alat kerja terdiri dari batu dan tongkat. *alu berubah dan berkembang
menjadi panah, tombak, sumpit, parang dsb. Sesudah ditemukan logam. Dalam )aman
pemilikan budak, alat kerja berubah dan berkembang lebih maju lagi dengan timbulnya
mesin atau mekanika tangan yang keadannya bertambah maju didalam )aman
feodalisme. Didalam )aman feodalisme, mesin-mesin yang sudah maju menjadi tambah
maju lagi didalam )aman kapitalisme muda, dengan berubah dan berkembangnya mesin-
mesin itu menjadi mesin bertenaga uap dan dan listrik sesudah timbul penemuan uap dan
listrik pada )aman itu. Selanjutnya mesin-mesin itu terus berubah dan berkembang maju
lagi pada )aman kini yang menjadi mesin-mesin atau mekanika teknik yang bertenaga
atom dan nuklir. Setiap kali alat kerja berubah dan berkembang, berubah dan berkembang
2
Ekonomi Politik Marxis
pula watak dan sifat serta keahlian kerja manusia tenaga kerjanya. *alu timbul tuntutan-
tuntutan dari tenaga produktif itu kepada hubungan produksi yang lama untuk juga
berubah dan menyesuaikannya.
#agaimanapun hubuingan produksi tidak akan dengan sendirinya dan tidak akan
pula seara udah begitusaja menyesuaikannya, keualiakhirnya terpaksa atau dipaksa
harus berubah dan berkembang maju sesuai dengan perubahan dan perkembangan maju
tenaga produktif. Dengan berubah dan berkembangnya hubungan produksi sebagai faktor
yang menentukan, berubah dan berkembang pula ara produksi. Sejarah telah
membuktikan hal itu. Ketika )aman komunal primitif, tenaga produktif terdiri dari alat kerja
yang primitif batu dan tongkat, dan tenaga kerja dengan keahlian kerja yang masih sangat
rendah. Keadaan tenaga produktif yang primitif didalam alam yang masih sangat besar
dan luas ketika itu, membentuk watak dan sifat tenaga produktif untuk hidup bersama
dalam hubungan produksi kerja sama yang berlangsung dalam ara produksi komunal
primitif.Dari itu, ketika tenaga produktif berubah dan berkembang terdiri dari alat kerja
logam seperti panah, tombak, parang dann sebagainya. Dan tenaga kerja denmgan
keahlian kerja yang sudah meningkat hingga dengan alat kerja itu perorangan bisa
menghasilkan sendiri, berubahlah watak dan sifat kolektifnya menjadi berwatak dan
bersifat indi(idu . *alu timbul tuntutan baru tenaga produktif untuk merubah hubungan
produksi kolektif menjadi hubungan produksi perorangan yang akhirnya berkembang
menjadi hubungan produksi penindasan dengan berlangsungnya yang kuat menindas
yang lemah.
!ubungan produksi tersebut menjadi kongkrit berubah sebagai sebagai hubungan
produksi penindasan budak pada )aman pemilikan budak. Maka berubah ara produksi
komunal primitif menjadi ara produksi pemilikan budak dengan berlangsungnya budak
sebagai alat kerja yang dimiliki oleh tuan budak. Selanjutnya alat kerja dan keahlian atau
keakapan kerja tenaga kerja terus berkembang dan meningkat. #udak-budak yang
tadinya sebagai alat kerja, berubah menjadi tenaga kerja yang terikat pada tanah-tanah
milik tuan budak. +ni menimbulkan tuntutan-tuntutan baru dati tenaga produktif untuk
merombak hubungan produksi pemilikan budak dan menggantinya dengan hubungan
produksi yang baru,. !ubungan produksi pemilikan budak menjadi berubah diganti dengan
hubungan produksi feodalisme yang berlangsung dengan alat produksi tanah sebagai milik
tuan feodal dan kaum tani hamba sebagai tenaga kerjanya bekerja diatas tanah itu yang
mengikatnya. Dengan begitu, berubah pula ara produksi pemilikan budak menjadi ara
produksi feodalisme.
Dalam )aman feodalisme, alat kerja pertukangan atau alat kerajinan tangan makin
berkembang maju. Keahlian atau keakapan kerja tenaga kerja tukang atau kaum
kerajinan tangan juga meningkat dalam pekerjaan perusahaan rumah dan perusahaan
manufaktur. +ni membentuk watak dan sifat tenaga kerja yang liberal dan menimbulakan
tuntutan baru dari tenaga kerja produktif itu untuk merombak hubungan produksi
feodalisme dan menggantinya dengan hubungan produksi baru yang sesuai dengan
perkembangan tenaga produktifnya. Dengan begitu hubungan produksi feodalisme
berubah diganti denmgan hubungan produksi kapitalisme yang alat kerja atau juga alat
produksi merupakan milik kapitalis dan tenaga kerja buruh diupah serta berada dibawah
kekuasaan tuan kapitalis dan tenaga kerja buruh diupah serta berada dibawah kekuasaan
tuan kapitalis. Maka berubahlah ara produksi feodalisme menjadi ara produksi
kapitalisme.
Dalam )aman kapitalisme, alat kerja berubah dan berkembang menjadi mesin-
mesin modern. ,atak dan sifatnya kolektif. Keahlian atau keakapan kerja buruh
meningkat tinggi. 'erkembangan itu menimbulkan tuntutan baru dari tenaga produktif yang
3
Ekonomi Politik Marxis
bersangkutan untuk merombak hubungan produksi kapitalisme dan menggantinya dengan
hubungan produksi yang baru yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan tenaga
kerja produktif yang berwatak dan bersifat kolektif. Kemudian hubungan produksi kapitalis
berubah menjadi hubungan produksi sosialis dengan berlangsungnya alat produksi
menjadi milik kolektif bersama masyarakat.
&ara produksi yang ditentukan oleh hubungan produksi itu kemudian menentukan
sistem ekonomi masyarakat. Sistem ekonomi masyarakat ini pada hakekatnya juga
ditentukan oleh hubungan produksi. -adi begitu hubungan produksinya, begitu pula ara
produksinya, dan selanjutnya juga begitu sistem ekonomi masyarakatnya. Maka berubah
hubungan produksinya, berubah pula pula ara produksinya, dan selanjutnya juga berubah
sistem ekonomi masyarakatnya.
Sistem ekonomi ialah tata laksana penyelenggaraan keperluan hidup materiil
manusia dalam kehidupan masyarakat. +ni mengandung tiga faktor dan meliputi tiga
persoalan pokok yaitu faktor-faktor dan persoalan-persoalan . pemilikan alat produksi,
pertukaran hasil, dan distribusi hasil produksi.
%aktor pemilikan alat produksi ialah faktor dan persoalan siapa pemilik atau penguasa
alat produksi. Milik atau dikuasai oleh komune, atau oleh perorangan tuan budak,,tuan
feodal, tuan kapitalis dsb, atau oleh masyarakat bersama.
%aktor dan persoalan pertukaran hasil produksi ialah faktor dan persoalan sasaran atau
tujuan produksi. Artinya, produksi itu untuk apa, untuk siapa, atau untuk mana. Untuk
apa/ Untuk persediaan, untuk konsumsi rutin, untuk bantuan solidaritas, atau untuk
keperluan mendesak dsb. Untuk siapa/ Untuk kepentingan memenuhi keperluan umum
masyarakat, menukupi seluruh kebutuhan jiwa, atau hanya untuk keperluan pasar
bagi yang mampu membeli, atau untuk kepentingan perorangan memenuhi keperluan
keluarga, kerabat, aparat aristokrat kekuasaan dsb. Untuk mana/ Untuk keperluan
dalam negeri, untuk keperluan eksport, untuk seluruh daerah, atau hanya untuk
sebagian daerah, untuk kota atau untuk desa dsb.
%aktor dan persoalan distribusi hasil produksi ialah faktor dan persoalan pembagian
hasil kerja dalam satu hubungan produksi. #agaimana hasil kerja dalam satu persoalan
hubungan produksi itu dibagi, apa dasarnya dan berapa jumlah penerimaan masing-
masing pekerja dll. Dibagi berdasarkan kebutuhan seperti dalam hubungan produksi
komunal primitif dan hubungan produksi komunisme modern, atau berdasarkan hasil
kerja seperti dalam hubungan produksi sosialis, atau berdasarkan pemberian seperti
dalam dalam hubungan produksi pemilikan budak, atau berdasarkan sewa alat
produksi seperti dalam hubungan produksi feodal, atau berdasarkan harga tenaga kerja
seperti dalam hubungan produksi kapitalisme.
Dari tiga faktor dan persoalan tersebut, yang paling penting, yang menentukan dan
yang memimpin kelangsungan suatu sistem ekonomi adalah faktor dan persoalan yang
pertama yaitu faktor dan persoalan pemilikan alat produksi. %aktor-faktor dan persoalan
tersebut yang lain, tunduk pada faktor dan persoalan yang pertama itu. Artinya siapa yang
memilki atau menguasai alat produksi, dia pula yang menentukan dan memimpin
pertukaran hasil produksi dan distribusi hasil produksi atau pembagian hasil kerja.
Demikian itu sudah berlangsung sepanjang sejarah ekonomi, sejak ekonomi komunal
primitif dan pemilikan budak sampai ekonomi feodalisme, kapitalisme dan sosialisme.
'ertukaran hasil produksi atau sasaran produksi dan distribusi hasil produksi atau
pembagian hasil kerja dalam hubungan produksi komunal primitif dan sosialisme
4
Ekonomi Politik Marxis
ditentukan bersama dan dipimpin seara kolektif karena alat produksi milik bersama
seluruh masyarakat. Maka berlangsung sistem ekonomi komunal primirtif dan sosialisme.
Dalam hubungan produksi pemilikan budak, hal-hal tersebut ditentukan dan dipimpin oleh
tuan budak karena alat produksi milik tuan budak. Maka berlangsung sistem ekonomi
pemilikan budak. Dalam hubungan produksi feodalisme, ditentukan dan dipimpin oleh tuan
feodal karena alat produksi milik tuan feodal. Maka berlangsung sistem ekonomi
feodalisme.Dalam hubungan produksi kapitalisme, ditentukan dan dipimpin oleh tuan
kapitalisme karena alat produksi milik tuan kapitalis. Maka berlangsung sistem ekonomi
kapitalisme.
Sistem ekonomi pada hakekatnya merupakan sistem masyarakat dan sebagai basis
kehidupan masyarakat yang diatasnya berdiri bangunan atas. #asis ialah alas atau dasar
kehidupan materiil, sumber dan kekuatan hidup masyarakat. Sedangkan bangunan atas
ialah kehidupan sprituil yaitu ide dan pelaksanaannya seperti sistem politik, hukum,
negara, kebudayaan, organisasi sosial masyarakat, partai politik dan sebagainya. #asis
tersebut menentukan bangunan atas. Artinya, begitu basisnya atau sistem ekonominya,
begitu pula ide-idenya, sistem politiknya, hukumnya, negaranya, kebudayaannya,
organisasi sosial masyarakat, partai politiknya dan sebagainya. #ila basisnya komunal
primitif, maka ide-idenya dan sebagainya.. -uga berwatak dan bersifat komunal primitif.
#egitu selanjutnya bila basisnya pemilikan budak, atau feodalisme, atau kapitalisme atau
sosialisme maka ide-idenya dan sebagainya, sistem politinya, hukumnya, maupun
negaranya, kebudayaannya, organisasi sosial masyarakat, partai politiknya dan
sebaginya .-uga berwatak dan bersifat pemilikan budak, feodalis, kapitalis-imperialis, atau
sosialis. "idak bisa lain. Maka bila basisnya berubah, berubah pula ide-idenya dan
sebaginya. +tu semua, lambat atau epat tapi pasti. #asis dan bangunan atasnya itu
disebut atau merupakan suatu sistem masyarakat. Dengan proses berlangsungnya suatu
masyarakat dan ekonominya atau berlangsungnya suatu sistem masyarakat.
#A0A1 +
'23S4S K4!+DU'A1 MAS5A2AKA" DA1 4K313M+15A
MA1US+A
!+DU'
'erlu
MAKA1,
'AKA+A1,
"4M'A"
"+100A*
harus
D+'23DUKS
+
5
Ekonomi Politik Marxis
mengharuskan
MA1US+A
#4K42-A
U1"UK
M4M'23DU
KS+
II. MASYARAKAT KOMUNAL PRIMITIF
asyarakat komunal primitif merupakan masyarakat yang pertama-tama lahir didunia
dalam sejarah perkembangan masyarakat. Disebut masyarakat komunal primitif
karena sistem ekonominya bersifat komunal dan alat kerjanya masih primitif. Sistem
ekonomi komunal primitif ialah sistem ekonomi yang alat produksinya milik komune, tujuan
produksinya untuk kepentingan komune, dan hasil produksinya dibagi menurut kebutuhan
masing-masing anggota komune. Dalam masyarakat komunal primitif, manusia pada
mulanya hidup seara nomaad, yaitu hidup bergerombol dan berpindah-pindah,
mengembara dari satu ke lain tempat. "idak menetap di satu tempat. "empat-tempat
pengembaraan atau tempat tujuannya ialah tempat-tempat yang terdapat makanan, yaitu
buah-buahan dan binatang. Mereka berada di satu tempat hanya selama di situ masih ada
dan ukup makan. Kemudian pindah sesudah makanan di tempat itu habis atau tidak
ukup, dan ditinggalkan begitu saja."araf hidup ekonomi mereka baru pada tingkat
menari yang sudah ada. #elum sampai pada tingkat memproduksi untuk menukupi
keperluannya. Dalam hidup bergerombol, mereka hidup bersama menari makan
bersama, berburu bersama. Mengumpulkan buah-buahan bersama, hasilnya sebagai milik
bersama, dan dibagi bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing. "idak mesti
sama jumlahnya atau tidak tentu sama banyaknya.
M
Mereka hidup ditengah alam yang masih sangat ganas. Ditengah hutan rimba
belantarayang disitu hidup binatang-binatang buas, atau ditepi pantai yang lautan samudra
rayanya berkuasa dengan kejamnya. Sedang alat kerja atau senjata mereka masih sangat
primitif dari tombak, terdiri dari tongkat dan batu. Ditengah alam yang ganas kejam dan
dengan alat kerja atau senjata yang sangat primitif seperti itu, mereka dipaksa untuk hidup
bersama dalam mempertahankan dan melangsungkan hidupnya. Mereka bersama-sama
mengatasi gangguan dan rintangan alam. #ersama-sama menanggulangi gangguan dan
serangan binatang-binatang buas. #ersama-sama menggunakan semua kekayaan alam
dan alat kerja sebagai milik bersama.. Dengan begitu berlangsung hubungan produksi
kerjasama yang hasilnya untuk kepentingan bersama segerombolan. 0erombolan-
gerombolan pengembara antara yang satu dengan yang lain tidak ada dan tidak
mempunyai saling hubungan. Masing-masing hidup sendiri-sendiri. #ila sering bertemu,
timbul perkelahian berebut daerah makanan. 0erombolan yang menang, mengusai daerah
yang dikehendaki. Sedang yang kalah, pergi meninggalkan daerah-daerah itu atau
ditawan. Mereka yang kena ditawan, biasanya lalu dibunuh karena dianggap hanya akan
menambah beban hidup gerombolan yang bisa memberatkan. 0erombolan dalam
6
Ekonomi Politik Marxis
perjalannya mengalami perkembangan. Anggotanya seara berangsur-angsur menjadi
bertambah besar karena perkembangan jumlah keluarga.
0erombolan makin lama makin bertambah besar. !idup mengembara menjadi
bertambah tidak praktis. *alu timbul usaha untuk hidup menetap. Keadaan dan kehidupan
masyarakat menjadi berubah. 0erombolan yang hidup mengembara menjadi gens yang
hidup menetap. Didalam gens mulai berlangsung kehidupan berumah tangga dan
pembagian kerja untuk keperluan hidup dan kehidupan bersama dalam gens. 'ekerjaan
dibagi sesuai dengan keadaan dan kemampuan tenaga kerjanya. ,anita berook tanam
dan mengurus keluarga. Seadangkan laki-laki berburu atau menari ikan dan buah-
buahan. Kehidupan gens adalah kehidupan komune, kehidupan bersama masyarakat
sekelompok. Semua kekayaan alam dan alat kerja milik bersama dan digunakan bersama.
Semua bekerja untuk kepentingan bersama. !asilnya dibagi merata sesuai dengan
kebutuhannya. Kehidupan ekonomi komune bersumber dari hasil kerja ook tanam dan
dari perburuan. ,anita bekerja berook tanam mempunyai hasil hasil seara tetap dan
bisa menukupi kebutuahn komune, sedang laki-laki berburu, hasilnya tidak menetu.
Dengan begitu, pekerjaan wanita, yaitu pekerjaan berook tanam mempunyai peranan
yang penting dan pengaruh yang besar dalam kehidupan ekonomi komune dan dalam
kehidupan gen daripada pekerjaan laki-laki, yaitu berburu. +tu berarti bahwa wanita
memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi komune dan membawa pengaruh
yang besar dalam kehidupan gen daripada laki-laki. 'eranan penting wanita dalam
kehidupan komune komune dan berpengaruh besar dalam kehidupan gen, itu membawa
wanita juga berperanan dan berpengaruh dalam kehidupan keluarga. Dari itu berlaku
sistem matrialhal dalam hubungan keluarga, yaitu garis keturunan menurut darah ibu,
yang itu menunjukan dan berarti bahwa wanita mempunyai 6kekuasaan7 yanglebih dari
pada laki-laki dalam hubungan keluarga.
*aki-laki disamping berburu, di gen atau dirumah juga membantu pekerjaan wanita
dengan ikut berook tanam, keuali itu juga memelihara sementara binatang hasil buruan
sebagai usaha beternak. 'ekerjaan laki-laki demikian itu menambah hasil produksi
keperluan pangan. 'eranan dan hasilnya tampak mengimbangi peranan dan pekerjaan
hasil pekerjaan wanita. #ahkan kemudian menjadi lebih besar. Sejalan denagn itu
pengaruh peranan 6kekuasaan7 ekonomi dalam gen berangsur-angsur beralih ketangan
laki-laki dan menimbulakan pula perubahan dalam sistem hubungan keluarga. Sistem
matrialhal berubah menjadi sistem patrialhal, yaitu garis keturunan menurut darah ayah.
Dengan perubahan itu teratat dua peristiwa penting dalam sejarah. 'ertama,
peranan dalam ekonomi beserta perubahannya membawa dan menentukan peranan
dalam hubuingan sosial atau sistem sosial. Kedua, tidak selalu atau tidak selamanya
peranan perempuan dibawah peranan laki-laki. "idak selalu atau tidak selamanya peranan
dan 6kekuasaan7 ekonomi rumah tangga ataupun masyarakat berada di tangan laki-laki
tapi pernah juga ditangan perempuan. #ahkan itu terjadi pada pertama kali didalam
permulaan sejarah perkembangan masyarakat, yaitu pada masyarakat gen atau komune
yang berlangsung sistem hubungan sosial keluaraga matrialhal. 'eralihan dan perubahan
peranan ekonomi dari kaum perempuan ke kaum laki-laki itu terjadi sesudah kaum laki-laki
mengurangi dan akhirnya meninggalkan pekerjaan berburu sebagai pekerjaan pokok,
kemudian lebih banyak atau menjadi sepenuhnya melakukan pekerjaan berook tanam
dan beternak. #egitu, karena hasil berook-tanam bisa menentu. Sedangkan berburu
tidak pasti hasilnya.
0en berkembang. Kebutuhannyapun berkembang dan bertambah. Untuk
menukupi kebutuhan itu diperlukan pekerjaan yang intensif dan alat kerja yang produktif.
Sejalan dengan perkembangan itu, pekerjaan berternak dan membuat alat kerja atau
7
Ekonomi Politik Marxis
perlengka8pan kerja yang semula dilakukan sebagai pekerjaan sambilan, berkembang
menjadi pekerjaan khusus atau pekerjaan tersendiri. Karena itu lalu timbul kelompok-
kelompok kerja khusus, kelompok kerja khusus beternak, kelompok kerja khusus
berook tanam, kelompok kerja khusus pekerjaan tangan yang merupakan kelompok-
kelompok kerja khusus dalam gen. Kelompok-kelompok kerja khusus itu terus berkembang
sesuai dengan perkembangan masyarakatnya dan kebutuhannya yang dalam proses
selanjutnya membuat kelompok-kelompok kerja khusus dalam gen itu menjadi
berkembang sebagai gen tersendiri. Kelompok kerja khusus berternak menjadi gen
perternakan, kelompok kerja khusus berook tanam menjadi gen pertanian, kelompok
kerja khusus kerajinan tangan menjadi gen kerajinan tangan.
"imbulnya gen-gen baru yang berbeda-beda pekerjaan khususnya atau pekerjaan
pokoknya itu menimbulkan pula penghasilan yang berbeda-beda dari gen-gen tersebut.
0en peternakan mempunyai penghasilan ternak yang ukup untuk memenuhi
kebutuhannya tetapi hasil pangan dan alat kerja kurang dan tidak menukupi
kebutuhannya. Sebaliknya gen pertanian mempunyai penghasilan pangan yang ukup
untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi hasil ternak dan alat kerja kurang dan tidak
menukupi kebutuhannya. #egitu pula, gen kerajinan tangan bisa membuat alat kerja
yang ukup untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi hasil ternak dan pangan kurang dan
tidak menukupi kebutuhannya. Keadaan demikian mendorong gen-gen itu untuk
mengadakan saling tukar penghasilannya. 'enghasilannya yang ukup dan lebih
dipertukarkan dengan penghasilan gen lain yang diperlukan untuk menutup kekurangan
kebutuhannya. Maka terjadi dan berlangsung tukar-menukar penghasilan diantara gen-
gen itu.
'ertukaran itu berlangsung dengan sistem barter, barang tukar barang atau bahan
tukar bahan. Dasar pertukarannya lebih memberat pada kebutuhannya. #elum sampai
pada dasar perhitungan nilai rata-rata yang pas dari yang dipertuakarkan. "ukar menukar
dilakukan mulanya seara langsung oleh orang-orang yang berkepentingan. Kemudian
juga lewat ketua gen, dan akhirnya lewat ketua gen, dan akhirnya lewat ketua gen menjadi
kebiasaan karena praktis dan sederhana daripada masing-masing anggota gen melakukan
sendiri-sendiripertukaran itu. Dengan begitu pertukaran dilakukan bersama-sama dan
dipusatkan lewat ketua gen. Ketua gen mengurus dan mengatur pertukaran itu untuk
keperluan gen, yang berarti untuk kepentingan bersama warga gen.
Kebutuhan gen terus bertambah sesuai dengan perkembangannya. !al ini
mendorong warga gen bekerja lebih intensif meningkatkan produksinya untuk menukupi
kebutuhan. Disamping itu juaga mendorong mereka untuk memperbaiki alat kerjanya
supaya hasilnya lebih produktif. Dari perbaikan-perbaikan alat kerja lalu menimbulkan
perubahan maju alat kerja. Alat kerja batu tumpul menjadi alat kerja batu runing dan
tajam. Dengan begitu periode palaelithium yaitu periode alat kerja batu tumpul, memasuki
periode neolithium yaitu periode alat kerja batu runing dan tajam. Kemudian periode
neolithium itu memasuki periode logam yaitu periode alat kerja terbuat dari logam. +ni
terjadi sesudah ditemukannya bahan logam.
Ditemukannya bahan logam merupakan peristiwa penting dalam sejarah. -uga
merupakan faktor penting bagi perkembangan ekonomi, yang selanjutnya mendorong
perkembangan masyarakat. Alat-alat kerja mulai dibuat dari logam. Daya guna dan
hasilnya lebih produktif. Dengan alat kerja demikian, orang bisa bekerja menghasilkan
lebih dari kebutuhannya sendiri. "imbulnya hasil lebih itu memberikan kesempatan dan
menimbulkan pikiran orang menyimpan hasil lebih tersebut sebagai persediaan untuk
memenuhi kebutuhannya pada waktu-waktu yang akan datang. +ni merupakan gejala
pertama dalam proses perkembangan orang menimbun kekayaan dari hasil lebih. Diawali
8
Ekonomi Politik Marxis
dari menyimpan hasil lebih untuk persediaan, lalu berkembang menimbun hasil lebih untuk
kekayaan.Adanya hasil lebih baik tidak hanya memungkinkan orang . menimbun
kekayaan,tetapi juga memungkinkan orang lain mengambil atau merampas hasil lebih dari
itu. Kemungkinan ini mudah mendorong......orang yang kuat timbul pikiran dan tindakan
untuk melakukan perampasan lebih.
Demikian,ketua gen sebagai orang yang merasa kuat,juga lalu timbul pikiran dan
tindakan untuk mengambil atau merampas sebagian hasil lebih dari warga gen. Dimulai
dari mula-mula mengambil bagian bagian dari hasil pertukaran yang dilakukannya dengan
memungut sebagian dari hasil barang yang dipertukarkan itu. 'emungutan itu dianggap
wajar oleh para warga gen yang menukarkan barang-barangnya karena ketugen yang
melakukan pertukaran. -adi,dianggap sebagai imbalan dari jerih payah ketua gen.
Disamping itu juga dianggap wajar bila ketua gen minta bantuan tenaga warga gen untuk
mengerjakan pekerjaan-pekerjaaan pribadi ketua gen,karena ketua gen juga bekerja untuk
kepentingasn gen dan warga gen.!al ini berlangsung hingga menjadi kebiasaan.
Kemudian ternyata tidak hanya sampai disitu. Sikap dan tindakan ketua gen berkembang
menjadi negatif. 'ungutan sebagian barang-barang pertukaran menjadi ketentuan sebagai
semaam pajak dan tidak lagi sebagai imbalan bantuan. Sedang mengerjakan pekerjaan
untuk kepentingan ketua gen menjadi sebagai kewajiban warga gen dan bukan lagi
sebagai bantuan timbal-balik. Dengan begitu ketua gen mulai menyalahgunakan fungsi
dan tugas kewajibannya sebagai ketua gen. Ketua gen menjadi bersikap dan bertindak
sebagai penguasa yang menjalankan kekuasaan. 'erkembangan ekonomi dan sosial
demikian itu merupakan perkembangan yang negatif bagi kehidupan bersama dalam
masyarakat komune primitif. 'erkembangan negatif itu terus berjalan sesuai dengan
perkembangan tenaga produktif yang menuntut penyesuaian hubungan produksi sebagai
hukum umum perkembangan masyarakat. +tu terjadi sesudah terjadinya rer(olusi alat kerja
dari terbuat batu menjadi terbuat dari logam, yang hal itu memungkinkan orang bekerja
lebih produktif dan bisa memproduksi hasil lebih dari kebutuhannnya sendiri.
2e(olusi atau perubahan re(olusioner alat kerja dari batu menjadi logam itu
merupakan perubahan juga pada watak dan sifat alat kerja, yang
selanjutnya,mempengaruhi dan membawa perubahan pada watak dan sifat tenaga
kerjanya yaitu orang yang mempergunakan Alat kerja itu. 'erubahan watak dan sifat
tenaga kerja serta tenaga kerjanya itu berarti perubahan watak dan sifat tenaga produktif,
yang selanjutnya menuntut penyesuaian dari hubungan produksi yang lama untuk juga
berubah. Alat kerja dari batu sesuai dengan keadaanya,mendorong tenaga kerjanya untuk
bersama-sama supaya bisa memproduksi hasil yang ukup bagi kebutuhan hidupnya.
Sebab bekerja sendirian dengan alat kerja batu seperti itu akan sulit untuk bisa
memproduksi hasil yang ukup bagi kebutuhan hidupnya. Maka itu berlangsung bekerja
sama dan hidup bersama yang membentuk watak dan sifat kolektif dalam kehidupan
komune bagi tenaga kerja dan keluarganya.
Sesudah timbul alat kerja dari logam, tenaga kerjanya merasa bahwa bekerja
sendirian dengan alat kerja logam seperti itu sudah bisa memproduksi hasil yang ukup
untuk kebutuhan hidupnya. #ahkan bisa mempunyai hasil lebih dari kebutuhannya sendiri.
Dari itu lalu timbul benih-benih watak dan sifat pada tenaga kerja yang mersa bisa hidup
sendiri, yang dalam perkembangannya membentuk watak dan sifat indi(idu pada tenaga
kerja itu. 'roses selanjutnya lalu terjadi dan berlangsung kegiatan-kegiatan indi(idual
ekonomi dan sosial, antara lain berbentuk penyimpanan hasil lebih untuk persediaan,
penimbunan hasil lebih untuk dan sebagai kekayaan, penimbunan kekayaan dari hasil
memungut atau mengambil hasil lebih orang lain yang lemah, penyalahgunaan fungsi dan
tugas ketua gen untuk kepentingan pribadinya, pengerjaan tenaga orang lain sebagai
9
Ekonomi Politik Marxis
pembantu atau pengerjaan tenaga orang-orang taklukan oleh ketua gen dan lain-lain.
Sebagai budak, kerjasama mengendor dan menair menjadi kerja sendiri sendiri dan
sebagainya.'erkembangan dan kegiatan-kegiatan seperti itu bersifat kontradiksi dengan
hubungan produksi kerjasama untuk kepentingan hidup bersama kolektif dalam
masyarakat komunal primitif. +tu berarti bahwa hubungan produksi komunal primitif sudah
tidak sesuai dengan perkembangan tenaga produktif.
'erkembangan tenaga produktif terus berjalan kontradiktif dengan hubungan
produksi lama yang komunal primitif. 'erkembangan itu tidak teregah hingga hubungan
produksi komunal primitif menjadi goyah. 'erkembangan tenaga produktif terus
melengkapi syarat-syaratnya dan menjadi matang untuk merombak hubungan produksi
komunal primitif serta menggantinya dengan hubungan produksi baru sesuai dengan
perkembangannya. !ubungan produksi komunal primitif sudah menjadi sempit bagi
perkembangan tenaga produktif. Kontradiksi antara hubungan produksi komunal primitif
dengan perkembangan tenaga produktif yang menimbulkan satu re(olusi tidak bisa
dihindari. !ubungan produksi komunal primitif hanur diganti dengan hubungan produksi
baru yang sesuai dengan perkembangan tenaga produktif yaitu hubungan produksi
pemilikan budak. Maka berlangsunglah hubungan produksi pemilikan budak sesuai
dengan hukum umum perkembangan masyarakat yaitu keharusan sesuainya hubungan
produksi dengan perkembangan tenaga produktif. Dengan begitu masyarakatpun berubah
mengalami perkembangan. Masyarakat komunal primitif berkembang dan berubah dengan
terbentuk dan berlangsungnya masyarakat pemilikan budak.
!ubungan produksi pemilikan budak merupakan hubungan produksi baru sebagai
wadah yang menampung dan memberikan ruang gerak bagi perkembangan tenaga
produktif lebih lanjut yang berwatak dan bersifat indi(idual serta membutuhkan dan
memerlukan kelonggaran kegiatan-kegiatan indi(idual yang tidak lagi terbelenggu oleh
hubungan produksi kerjasama kolektif seperti dalam hubungan produksi komunal primitif.
Dengan hubungan produksi dan masyarakat pemilikan budak terbentuk dan berlangsung
menggantikan hubungan produksi dan masyarakat komunal primitif.
III. MASYARAKAT PEMILIKAN BUDAK
anurnya hubungan produksi dan masyarakat komunal primitif diganti dengan
terbentuknya hubungan produksi dan masyarakat pemilikan budak yang didalamnya
ketua-ketua gen menjadi tuan-tuan budak, orang-orang taklukan dan orang-orang lemah
menjadi budak. Sedang keluarga tuan budal dan lain-lain sebagai orang-orang merdeka.
"uan-tuan budak melengkapi dirinya dengan mengangkat tukang-tukang pukul untuk
menghadapi perlawanan budak-budaknya, dan mengangkat mandor-mandor untuk
mengawasi kerja budak-budaknya itu. "ukang pukul dan mandor itu pada hakekatnya
sama.
H
!ukum ekonomi pokok komunal primitif ialah pemilikan bersama atas alat produksi
dan kerja bersama untuk kepentingan bersama, hasil kerja untuk keperluan bersama atas
pembagian menurut kebutuhan. Sedang ekonomi pokok pemilikan budak ialah pemilikan
budak oleh tuan budak dan kerja budak untuk kepentingan tuan budak. #udak milik
sepenuhnya tuan budak. "idak hanya tenaga kerjanya, tetapi juga manusianya itu sendiri
menjadi milik tuan budak. Karena itu budak tidak hanya boleh dijual, tetapi juga boleh
dibunuh oleh tuan budak.
#udak adalah alat kerja yang bernyawa milik tuan budak. #udak hanya menerima
sekedar ransum atu atas tanggungan tuan budakuntuk tidak mati dan supaya bisa terus
bekerja untuk tuan budak. #udak sama sekali tidak mempunyai kemerdekaan hidup.
!idupnya sepenuhnya menjadi milik dan dikuasai oleh tuan budak untuk kepentingan tuan
10
Ekonomi Politik Marxis
budak. #udak yang tidak ubahnya sebagai barang milik tuian budak merupakan kekayaan
dan sebagainya ukuran kekayaan tuan budak. Kekayaan tuan budak diukur dari banyak-
sedikitnya jumlah budak yang dimiliki serta kualitas atau keadaan budak-budaknya itu.
#udak laki-laki dan muda perkasa nilainya lebih tinggi dari pada budak perempuan dan
anak-anak. #udak yang sudak tidak berguana atau sudah kurang dayagunanya, kurang
produktif kerjanya dan sebagainya. Dijual atau dibunuh oleh tuan budak supaya tidak
menjadi beban yang memberatkan tanggungan tuan budak.
#udak sebagai alat kerja boleh dipakai atau dibuang, dijual atau ditukarkan. Maka
dipelihara baik-baik kalau diperlukan atau dihanurkan sama sekali yaitu dibunuh kalau
sudah tidak diperlukan. +tu terserah sepenuhnya pada tuan budak. "uan budak merampas
dan memiliki sepenuhnya hasil kerja budak-budaknya. "uan budak sendiri lepas sama
sekali dari proses produksi atau sama sekali tidak melakukan kerja produksi. Kerja budak
sepenuhnya atas kehendak tuan budak. "idak ada batas waktu jam kerja. Mereka bekerja
dibawah anaman ambuk dan pukulan mandor dan tukang pukul yang mengawasi
pekerjaannya. Sedikit saja budak-budak itu dianggap teledor, tidak epat, tidak ekatan,
malas dsb, mereka terus saja diambuk dan dipukul oleh mandor atau tukang pukul itu.
Maka budak-budak yang tidak tahan ada yang berusaha melarikan diri dan diantaranya
juga ada yang berhasil. #erhubung dengan itu banyak terjadi budak-budak bekerja dengan
kakinya dalam ikatan rantai atau dalam belenggu borgol diboboti besi supaya sulit untuk
bisa melarikan diri. #udak-budak banyak dipekerjakan di latifandium-latifandium atau di
perkebunan-perkebunan, dipembangunan-pembangunan dsb. 4konomi dalam masyarakat
pemilikan budak mengalami perkembangan maju sejalan dengan perkembangan tenaga
kerja produktif. -uga kebudayaan, seni dan teknik mengalami perkembangan yang pesat
dan menonjol. +ni terjadi dan dimungkinkan karena sudah lahir klas yang berkesempatan
untuk memikirkan dan berkepentingan akan hasil perkembangan kebudayaan, seni, dan
teknik, yaitu klas tuan budak.
"uan-tuan budak dan raja-raja budak sebagai klas penindas dan penghisap sudah
sama sekali lepas dari proses produksi. Karena itu mereka mempunyai banyak waktu dan
sangat berkesempatan untuk memikirkan perkembangan kebudayaan, seni dan teknik.
Mereka sangat berkepentingan akan hal itu untuk bisa lebih meningkatkan eksploitasi
ekonomi dan menikmati hasil penghisapannya dalam kehidupannya. 'erkembangan maju
teknik juga membawa maju perkembangan ekonomi. !asil eksploitasi ekonomi tuan-tuan
budak dan raja-raja budak tambah meningkat. 'ertukaran barang-barang keperluan hidup
yang mereka hasilkan menjadi ramai diantara mereka dan didalam kehidupan masyarakat.
'ertukaran itu masih bersifat langsung, barang tukar barang, sesuai dengan sifat
ekonominya yang masih alamaiah, yaitu sifat ekonomi yang memproduksi barang untuk
keperluan sendiri. 'ertukaran seara langsung demikian itu makin lama makin terasa tidak
praktis. "erasa tidak praktis itu sejak )aman komunal primitif ketika sudah timbul
pembagian kerja kemasyarakatan yang melahirkan gen-gen peternakan, pertanian,
kerajinan tangan dsb, yang hidup saling terpisah dan menimbulkan ara tukar menukar
barangkeperluan hidup diantara gen-gen itu. Ketidak praktisan itu terasa karena barang
yang akan dipertukarkan barang lain harus dibawa kesana kemari. *ebih-lebih terasa
ketika pada )aman pemilikan budak pertukaran itu makin ramai dan luas serta barang-
barang pertukaran banyak maam dan jenisnya. Maka ketika )aman komunal primitif
sudah timbul embriop bagi adanya bentuk uang sebagai alat tukar untuk mengatasi
ketidakpraktisan dalam ara pertukaran )aman itu. #entuk 6uang7 sebagai alat tukar pada
)aman komunal primitif itu bermaam-maam yang masih juga berwujud barang. "etapi
walau begitu, barang yang berfungsi sebagai 6uang7 sebagai alat tukar itu tentu
mempunyai sifat umum yang dibutuhkan dan diperlukan oleh semua orang. Disamping itu
11
Ekonomi Politik Marxis
juga mempunyai ukuran nilai yang seimbang dengan barang yang dipertukarkan. #arang
semaam itu pada )aman komunal primitif anatara lain ialah kulit binatang, kulit, kerang dll.
#arang-barang itu pada )aman komunal primitif dibutuhkan dan diperlukan oleh semua
orang dan mempunyai nilai yang berharga karena kulit binatang merupakan bahan
pakaian yang hangat, kulit kerang merupakan perhiasan, kebangggaan dsb. Keuali itu
barang-barang itu tidak tahan lama. Artinya tidak lekas rusak dan ringan atau ringkas
membawanya, yang itu juga diperlukan sebagai barang yang menjadi alat tukar. #arang-
barang itulah antara lainyang menjadi dan sebagai bentuk 6uang7 pada )aman komunal
primitif.
Dengan timbulnya barang yang berfungsi sebagai 6uang7 sebagai alat tukar, maka
berarti bahwa pertukaran sudah mengambil bentuk dan bersifat tidak langsung, yaitu
bukan barang tukar barang tetapi barang tukar 6uang7. Kemudian , 6uang7 tukar barang.
-adi barang tukar barang. -adi barang tukar barang melalui tukar 6uang7 lebih dulu. #arang
6uang7 sebagai alat tukar dan pertukaran seara tidak langsung itu makin luas dan
mengambil bentuk yang makin sempurna pada )aman pemilikan budak yang pada saat itu
pertukaran sudah menjadi ramai dan sejalan dengan perkembangan maju kebudayaan,
seni dan teknik, barang-barang yang dipertukarkan makin banyak jumlahnya dan
bermaam-maam jenisnya.
Kebutuhan masyarakat terus bertambah dan berkembang. #erhubung dengan itu
pertukaran juga berkembang dan meluas, yang membuat tuan-tuan budak tertarik dan
berkepentingan pula untuk bisa melayani dan mengimbangi dengan menghasilkan barang-
barang lebih banyak. +ni berarti bahwa bahwa tuan-tuan budak juga memerlukan kerja
yang lebih keras dari budak budaknya. Maka lalu terjadi pemerasan yang lebih hebat
terhadap budak-budak oleh tuan-tuan budak. "uan-tuan budak memeras budak-budaknya
lebih hebat lebih hebat untuk kepentingannya sendiri. #udak-budaknya dipaksa untuk kerja
lebih keras lagi dari sebelumnya tanpa mengingat batas kekuatan kerja budak-budaknya
dengan tujuan untuk bisa menghasilkan barang-barang lebih banyak lagi sesuai dengan
kehendak tuan-tuan budak. #udak-budak tidak bisa berbuat lain keuali hanya harus
menuruti keinginan tuan-tuan budaknya dengan terpaksa bekerja lebih keras. #udak-
budak bekerja lebih kerasnya. #udak-budak bekerja begitu kerasnya sampai akhirnya
melampaui batas kekuatannya. 'erlakuan tuan-tuan budak yang memaksa budak-
budaknya untuk kerja keras sampai demikian itu membuat budak-budak akhirnya tidak
bisa bertahan. Mereka disudutkan pada pilihan hidup atau mati yang menyebabkan
bangkitnya keberanian kaum budak dan menunjukan jalan untuk berlawan. "imbulah
disana-sini perlawanan budak terhadap tuan-tuan budak. 'erlawanan budak-budak itu
menadapat pukulan yang setimpal dan kejam dari tuan budak. "uan-tuan budak
melengkapi dan memperkuat dirinya dengan memperbanyak tukang-tukang pukul sebagai
alat kekuasaannya untuk menindas dan mematahkan perlawanan budak-budaknya.
,alau begitu perlawanan budak-budak bukan mereda dan padam, tetapi terus
berjalan disana-sini tidak terkendalikan. #ahkan akhirnya sampai menjadi dan terjadi
pemberontakan-pemberontakan budak yang sama-sama menentang dan menolak kerja
serta merusak dan menghanurkan alat-alat kerja. Sedang yang tidak sampai berontak,
kerjanya menjadi bermalas-malasan karena sudah kehabisan tenaga sehingga tidak bisa
menapai target yang ditentukan oleh tuan budak. #ahkan kerja budak menjadi merosost
jauh dibawah target yang akibatnya perkembangan ekonomi masyarakat pemilkian budak
menjadi terhalang dan rusak. #udak-budak sudah tidak sanggup dan sudah tidak bisa
dipaksa lagi untuk bekerja diluar batas kemampuannya menuruti keinginan tuan-tuan
budak dalam mengejar kekayaan. Mereka bahkan menuntut kebebasan dan kemerdekaan
dirinya untuk menjadi orang-orang merdeka.
12
Ekonomi Politik Marxis
Menghadapi keadaan dan tuntutan budak-budaknya itu, tuan-tuan budak berusaha
untuk mengatasinya dengan melakukan penindasan yanglebih keras, kejam dan
sewenang-wenang. "etapi juga tetap tidak berhasil dan sia-sia. Soalnya juga menjadi tetap
dan tidak terpeahkan. 'erkembangan ekonomi masyarakat pemilikan budak terus
memburuk dan bertambah rusak. Keadaan ini menunjukkan bahwa hubungan produksi
pemilikan budak tidak sesuai lagi dengan perkembangan tenaga produktif. +tu berarti
bahwa hubungan produksi pemilikan budak sudah tidak bisa dipertahankan. #ingkainya
sudah sempit bagi gerak dan perkembangan tenaga produktif. Maka harus di diganti
dengan bentuk hubungan produksi baru yang sesuai dengan perkembangan tenaga
produktif.
'utusnya hubungan budak dari tuan budak dan menjadinya budak-budak itu
sebagai orang merdeka menimbulkan hubungan baru dengan ikatan baruantara bekas
budak dengan bekas tuan budak. #udak merdeka bekerja diatas tanah bekas tuan budak
dalam ikatan baru yaitu budak merdeka sebagai penggarap tanah, sedang bekas tuan
budak sebagai pemilik tanah. !ubungan kerja baru dalam ikatan baru demikian itu
merupakan embrio dari hubungan produksi antara tani hamba sebagai penggarap tanah
dengan tuan feodal sebagai pemilik tanah. Dalam hubungan produksi feodal ini terikat
pada kerja tanah garapannya dan tunduk pada syarat-syaratnya yang ditentukan oleh tuan
feodal. 4mbrio hubungan produksi feodalisme dengan unsur-unsurnya terus berkembang
melengkapi syarat-syaratnya yang sesudah menjadi matang akhirnya menghanurkan dan
menggantikan hubungan produksi serta masyarakat pemilikan budak. Maka terbentuk dan
berlangsunglah hubungan produksi feodalisme yang merupakan bingkai baru bagi ruang
gerak yang longgar dan sesuai dengan perkembangan tenaga produktif. !ubungan
produksi dan masyrakat pemilikan budak hanur diganti oleh hubungan produksi dan
masyarakat feodal.
!ubungan produksi dan masyarakat pemilikan budak merupakan hubungan
produksi dan masyarakt penindasan dan penghisapan yang paling kasar, kejam dan
sewenang-wenang dalam sejarah perkembangan masyarakat. "etapi walau begitu,
masyrakat pemilikan budak merupakan awal dari berkembangnya kebudayaan, seni,
6teknik7, dan politik. %ilsafat, ilmu, sastra, pembangunan, negara, dan sebagainya, *ahir
dan mulai berkembang pada )aman masyarakat pemilikan budak. !al itu telah membawa
kemajuan dan perkembangan lebih lanjut bagi ilmu dan sosial. Masyarakat pemilikan
budak juga merupakan masyarakat pertama yang berklas dan bernegara. Dalam
masyarakat pemilikan budak lahir berbagai ilmu dan pandangan tentang duniayang
mendasari perkembangan ilmu-ilmu dan pandangan-pandangan tentang dunia itu.
#egitulah masyarakat pemilikan budak merupakan masyarakat yang paling negatif, tetapi
juga mempinyai peranan yang sangat positif bagi kehidupan manusia dalam
perkembangan masyarakat.
IV. MASYARAKAT FEODAL
ubungan produksi feodal terbentuk dan berlangsung sesuai dengan tuntutan
perkembangan tenaga produktif sesuai bagi kelonggaran geraknya. H
13
Ekonomi Politik Marxis
Sebagaiman budak yang merupakan tenaga kerja sebagai unsur tenaga produktif telah
mendapat kebebasan dan kemerdekaan sesuai dengan tuntutannya. #udak yang
kemudian menjadi tani hamba dalam hubungan produksi feodal, pada hakekatnya juga
budak. "api bukan lagi budak yang boleh dibunuh dan dijual belikan seperti pada jaman
pemilikan budak. "ani hamba bukan budak yang diikat dengan rantai dikakinya pada waktu
sedang bekerja seperti pada jaman pemilikan budak. "api tani hamba adalah budak yang
hidupnya diikat erat-erat dengan tanah garapan milik tuan feodal. "ani hamba menjadi
sangat sulit untuk bisa melepaskan diri dari ikatan tanah garapannya. Mereka sangat
takut dan tidak berani begitu saja meninggalkan tanah garapannya. 5ang mengikat
hidupnya sangat erat. #agi tani hamba meninggalkan dan melepaskan diri dari ikatan
tanah garapannya berarti kehilangan sumber pangan atau suber hidup, yang itu berarti
mati. Karena mereka tidak punya tanah milik untuk digarap sebagai sumber pangan atau
sumber hidupnya. #erhubung dengan itu tani hamba terpaksa hanya tunduk dan menurut
saja ikut dijual belikan bersama tanah garapannya bila tanah garapannya itu dijual belikan
oleh tuan feodalnya. Mereka ikut berpindah tangan bersama tanah garapannya dan
menjadi tani hamba bersama tuan feodal yang baru bila tanah garapannya itu dijual oleh
tuan feodalnya kepada tuan feodal yang lain. Kemudian sesudah berpindah tangan
menjadi tani hamba pada tuan feodal yang baru, merekapun harus tunduk dan menurut
saja pada ketentuan-ketentuan dari tuan feodalnya yang baru itu.
Dengan kedudukannya yang demikian itu maka pada hakekatnya tani hamba
adalah manusia setengah budak, yaitu manusia yang sudah tidak boleh dibunuh, tetapi
masih bisa di jual belikan bersama tanah garapannya. Dengan begitu tani hamba adalah
manusia yang belum sepenuhnya bebas dan merdeka karena hidupnya masih terikat dan
tergantung pada tanah garapan milik tuan feodal serta tunduk pada ketentuan-ketentuan
dibawah penindasan dan penghisapan tuan feodal. ,alau demikian itu kedudukan dan
keadaannya, tetapi tani hamba sebagai tenaga kerja dan unsur tenaga produktif merasa
masih lebih baik dari pada kedudukan dan keadaan budak dalam hubungan produksi
pemilikan budak. Memang tani hamba masih bekerja beratdan waktu kerjanyapun
panjang, tapi juga masih ringan dan ada kelonggaran bila dibanding dengan kerja budak.
-uga sekalipun penerimaan bagian hasil kerjanya sangat sedikit dan sangat tidak imbang,
tetapipun masih lumayan daripada atu yang diterima oleh budak. Karena itu tani hamba
masih menjadi gairah dan mempunyai semangat kerja yang menyebabkan produksi dalam
hubungan produksi feodal juga berkembang atas dasar hukum ekonomi pokok feodalisme.
!ukum ekonomi pokok feodalisme ialah pemilikan tanah oleh tuan feodal dan kerja
tani hamba dalam ikatan tanah garapan milik tuan feodal dibawah syarat ketentuan dan
kepentingan tuan feodal. "anah-tanah dikuasai dan merupakan milik tuan feodal. Diatas
tanah itulah tani hamba bekerja, hidup diikat dengan tanah garapannya oleh tuan feodal
atas dasar ketentuan dan kepentingan tuan feodal. "uan feodal keuali pemilik dan
penguasa tanah, juga penguasa dan pengendali pemerinthan negara. Dengan
kekuasaannya itu tuan feodal menindas dan menghisap tani hamba serta menjaga
keselamatan pemilikannya atas tanah dan kelangsungan penguasannya aras tanahnya itu
sebagai sumber pokok dan utama bagi pangan, kekayaan, dan biaya pemerintahan.
Dengan begitu tani hamba tani hamba benar-benar sangat sulit bisa hidup lepas dari
ikatan penindasan dan penghisapan dalam hubungan produksi feodalisme. "ani hamba
mengalami berbagai maam bentuk penindasan dan penghisapan feodalisme. Mereka
bekerja menggarap tanah dengan hasilnya sebagian sanagt besar untuk tuan feodal, dan
hanya sebagian sangat keil untuk dirinya sendiri. Mereka bekerja di dua tempat atau di
dua bagian tanah, yaitu diatas tanah tuan feodal dan diatas tanah garapannya sendiri.
Untuk itu, waktu kerja mereka di bagi. #erapa hari dalam satu minggu atau berapa minggu
14
Ekonomi Politik Marxis
dalam satu bulan, dan sebagainya. Mereka bekerja penuh diatas tanah tuan feodal.
Kemudian sisa hari atau minggu sesudah bekerja diatas tanah tuan feodalnya, mereka
bekerja diatas tanah garapannya sendiri dengan hasilnya semua untuk dirinya sendiri.
Disamping itu tani hamba juga masih dikenakan kwajiban-kwajiban lain seperti kerja rodi,
membayar pajak natura atau upeti, dan sebagainya. Kerja rodi ialah kerja tanpa dibayar
untuk kepentingan tuan feodal atau untuk kepentingan pemerintahan feodal seperti gugur
gunung, membuat jalan, membangun benteng, menjaga istana, ronda keamanan,
membangun andi, dan sebagainya.
Demikian ekonomi feodal berlangsung dan berkembang atas dasar penindasan dan
penghisapan oleh tuan feodal terhadap tani hamba. Sifat ekonomi feodal masih alamiah.
"ujuan produksinya untuk keperluan sendiri, baik itu langsung untuk digunakan sendiri ,
maupun untuk ditukarkan dengan barang lain. Kedua-duanya ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan atau keperluan sendiri. Memproduksi sendiri semua bahan atau barang yang
diperlukannya, tidak mungkin. !al itu mendorong timbulnya pembagian kerja
kemasyarkatan dan pertukaran yang sudah mulai ada sejak )aman masyarakat komunal
primitif. Dalammasyarakat feodal hal itu makin berkembang sesuai dengan perkembangan
dan kebutuhan masyarakatnya.
'ertukaran yang terus berkembang, tambah luas jangkauannya. #ahan atau barang
yang diperlukan tambah banyak maam dan jenisnya. !al itu mendorong timbulnya
perantara, yaitu orang yang khusus melayani pertukaran sebagai penghuibung antara
pemakai bahan atau barang yang diperlukan oleh masing-masing. Mereka diperlukan
dalam pertukaran yang semakin ramai dan meluas. Dengan adanya perantara, pertukaran
berlangsung seara sederhana dan praktis. "idak perlu semua orang yang berkepentingan
mesti langsung melakukannya. Dengan begitu mereka bisa mempunyai dan menggunakan
waktu lebih banyak untuk melakukan produksi. Karena itu kegiatan ekonomipun
bertambah.
'ertukaran sudah mulai praktis sejak ditemukannya barang khusus sebagai alat
tukar yang dalam perkembangannya dikenal sebagai 6uang7. Denagn itu, orang tidak perlu
membawa kesana kemari semua barang yang akan ditukarkan. Selanjutnya pertukaran itu
menjadi lebih praktis dan sederhana dengan timbulnya perantara. 'erantara tidak hanya
diperlukan, tetapi juga mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan ekonomi feodal
dan ekonomi pasar atau ekonomi kapitalis. Mereka tambah berkembang yang dalam
proses selanjutnya mereka merupakan golongan tersendiri yang lepas dari kerja produksi,
dan karena itu meereka bukan produsen. 'erantara itu pada mulanya juga produsen, lalu
merangkap sebagai perantara. Kemudian sepenuhnya menjadi perantara dan melepaskan
kerja produksinya sebagai produsen. Mereka selanjutnya hidup dari hasil pertukaran
bahan atau barang yang dilakukannya. Mereka hidup dari hasil pertukaran itu dengan
beberapa maam jalan, yaitu menerima pembagian dari orang-orang yang bahan-bahan
atau barang-barangnya dipertukarkan, atau mengambil sebagian bahan -bahan atau
barang-barang yang dipertukarkan. Artinya, bahan atau barang yang diambil untuk
dipertukarkan, tara tukarnya direndahkan. "etapi sebaliknya, bahan atau barang yang
dibawa untuk dipertukarkan, tara tukarnya ditinggikan. #erbagai maam jalan dalam
menempatkan penghasilan itu, lalu membentuk, mengembangkan, dan mendorong
timbulnya fikiran perantara, bagaimana supaya gerak hidupnya tidak tentu terkendalikan.
Sifat ekonomi feodal masih alamiah. "ujuan produksinya untuk keperluan diri
sendiri, baik itu untuk langsung untuk digunkan sendiri maupun untuk ditukarkan dengan
barang lain. Kedua-duanya ditunjukkan untuk memenuhi keperluan sendiri. Memproduksi
sendiri semua bahan atau barang yang diperlukannya, tidak mungkin. !al ini mendorong
timbulnya pembagian kerja kemasyarakatan dan pertukaran yang sudah mulai ada sejak
15
Ekonomi Politik Marxis
)aman masyarakat komunal primitif. Dalam masyarakat feodal hal itu makin berkembang
sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakatnya.
'ertukaran yang terus berkembang, tambah luas menjangkaunya. #ahan atau
barang yang diperlukan tambah banyak maam dan jenisnya. !al itu mendorong9
timbulnya perantara, yaitu orang yang khusus melayani pertukaran sebagai penghubung
antara pemakai bahanatau barang yang diperlukan oleh masing-masing. Mereka
diperlukan dalam perkembangan pertukaran yang makin ramai dan meluas. Dengan
adanya perantara, pertukaran berlangsung seara sederhana dan peraktis. "idak perlu
semua orang yang berkepentingan mesti langsung melakukannya. Dengan begitu mereka
bisa mempunyai dan bisa menggunakan waktu yang lebih banyak untuk melakukan
produksi. Karena itu kegiatan ekonomi pun bertambah.
'ertukaran sudah mulai praktis sejak diadakannya barang khusus sebagai alat tukar
yang dalam perkembangannya menjadi sebagai 6uang7. Dengan itu, orang tidak perlu
mesti membawa kesana-kemari semua barang yang akan ditukarkan. Selanjutnya
pertukaran itu menjadi praktis dan sederhana dengan timbulnya perantara. 'erantara tidak
hanya diperlukan, tetapi juga mempunyai perantara yang penting dalam kegiatan ekonomi
feodal dan ekonomi pasar atau ekonomi kapitalis. Mereka tambah berkembang yang
dalam proses9selanjutnya mereka merupakan golongan tersendiri yang lepas dari kerja
produksi dan karena itu mereka bukan produsen. 'erantara itu pada mulanya juga
produsen, lalu merngkap sebagai perantara. Kemudian sepenuhnya menjadi perantara
dan melepaskan kerja produksinya sebagai produsen. Mereka selanjutnya hidup dari hasil
pertukaran bahan atau barang yang dilakukannya. Mereka hidup dari hasil pertukaran itu
dengan beberapa maam jalan, yaitu menerima pembagian dari orng-orang yang bahan-
bahan atau barang-barangnya dipertukarkan, atau mengambil sebagian bahan-bahan atau
barang-barang yang dipertukarkan. Atau merendahakan dan meninggikan ara tukar
bahan atau barang-barang yang dipertukarkan. Artinya, bahan atau barang yang diambil
untuk dipertukarkan, ara tukarnya direndahkan. "etapi sebaliknya, bahan atau barang
yang dibawa untuk dipertukarkan, ara tukarnya ditinggikan.
#erbagai maam jalan dalam mendapatkan penghasilan itu, lalu membentuk,
mengembangkan, dan mendorong timbulnya fikiran pada perantara, bagaimana supaya
gerak hidupnya tidak tentu terkendalikan oleh produsen. "etapi justru sebaliknya,
bagaimana mereka bisa mengendalikan gerak hidup produsen, yaitu orang-orang yang
berkepentingan dalam pertukaran barang-barang atau bahan-bahan. Demikianlah
perantara merupakan embrio dari timbulnya tengkulak atau saudagar dalam proses
perkembangan kegiatan ekonomi feodal, atau timbulnya pedagang dalam ekonomi pasar
atau kapitalis.
'erantara, tengkulak, saudagar dan pedagang, merupakan golongan golongan
tersendiri dalam proses kegiatan ekonomi feodal dan ekonomi kapitalis, karena posisi atau
peranannya yang diperlukan, penting, dan tidak terelakkan dalam roda pertukaran itu.
Mereka merupakan komunikator antara produsen dan konsumen sebagaiman 6jari-jari7
yang meghubungkan 6as7 dengan 6hiel7 dalam roda perekonomian feodal dan kapitalis,
yaitu produsen sebagai 6as7 dan konsumen sebagi7hiel7. Dalam posisinya yang demikian
itu mereka berkeinginan dan berusaha untuk menguasai dan mengendalikan sirkulasi
bahan atau barang dalam pertukaran atau dalam masyarakat. Untuk itu mereka berusaha
bisa menguasai produsen dalam hal produksi dan menentukan konsumen dalam hal ara
tukar ara tukar atau harga bahan atau barang yang dipertukarkan atau dipasarkan.
'erantara mendapatkan keuntungan dari hasil pertukaran. Makin ramai pertukaran dan
makin banyak bahan atau barang yang mereka pertukarkan, makin banyak pula
keuntungan yang didapat. +ni menimbulkan kekayaan bagi perantara.
16
Ekonomi Politik Marxis
'erantara melihat perkembangan pertukaran yang menguntungkannya, sama
berusaha untuk menguasai produksi dari produsen supaya tidak sampai terputus dalam
memenuhi permintaan masyarakat. Dengan begitu berarti, supaya tidak terputus dalam
mendapatkan keuntungan. Untuk itu mereka berusaha bisa mendapatkan jaminan dari
produsen supaya produksinya tidak diserahkan kepada perantara lainnya. Agar hal itu
benar-benar terjamin, mereka sama melakukan ikatan terhadap produsen, terutama yang
lemah kehidupan ekonominya. +katan-ikatan itu dilakukan dengan memberikan bahan-
bahan material dsb atau dengan pesanan-pesanan dsb kepada produsen. Maka terjadi
suatu proses timbulnya tengkulak dan saudagar atau pedagang. 'rodusen dengan adanya
ikatan dan pesanan produksi dari perantara menjadi menambah produksinya lebih dari
yang diperlukan sendiri. Mereka mulai memproduksi tidak hanya untuk kepentingannya
sendiri, tetapi juga untuk keperluan konsumen atau untuk keperluan pasar. +ni merupakan
embryo dari perekonomian kapitalis.
4konomi kapitalis yaitu produksi dilakukan tidak untuk memenuhi keperluan sendiri,
tetapi untuk keperluan pasar. 'roses perkembangan demikian menimbulkan kegiatan
produksi keil-keilan rumah tangga dan mengembangkan perusahaan rumah tangga atau
home -industri. 'roduksi keil-keilan rumah tangga tidak hanya dilakukan oleh produsen
yang khusus melakukan hal itu sebagai sumber hidupnya yang pokok atau sebagai
perusahaan rumah tangga, tetapi juga dilakukan oleh kaum tani hamba sebagai kerja
sambilan untuk menutup kekurangan biaya hidupnya. 'roduksi perusahaan rumah tangga
makin berkembang dengan adanya perbaikan-perbaikan alat kerja dan timbulnya alat-alat
kerja baru atau yang diperbaharui. 'rodusen menjadi ahli dalam pekerjaannya atau dalam
kerja produksinya. +ni menambah hasil produksi, yang itu bera rti mengembangkan
produksi.
'erkembangan-perkembangan itu menarik tuan-tuan atau raja-raja feodal untuk
juga bisa mendapatkan keuntungan. Untuk menapai itu, tuan-tuan atau raja-raja feodal
berusahan menambah produksi dengan beban kerja pada tani hamba. Upeti dari tani
hamba ditambah atau beban kerjanya ditambah. +ni berarti tamabah penghisapan terhadap
tani hamba. Disamping itu, pajak tanah juga ditambah. 'ungutan atau pajak hasil produksi
diadakan. *alu diadakan pula pungutan atau pajak ditukarkan. 'enggunaan atau
pemakaian tanah untuk tempat pertukaran sebagai pasar dan sebagainya. -uga dikenakan
pungutan sebagi sewa yang berarti pajak. !al itu menambah beban kaum produsen dan
kaum perantara atau kaum pedagang.
"indakan raja feodal itu menimbulkan ketidakpuasan dan tentangan-tentangan dari
kaum produsen dan perantara atau pedagang. Selanjutnya mendorong mereka untuk
bersatu dalam satu wadah sesuai dengan lapangan kegiatannya dan kepentingannya
masing-masing. Maka timbullah perkumpulan-perkumpulan mereka untuk melindungi diri
dari tindakan-tindakan raja feodal yang memeberatkan dan untuk menapai kepentingan
bersama. 'erkumpulan-perkumpulan itu disebut gilde. Kaum produsen sebagai tukang,
bersatu dalam satu perkumpulan tukang yang disebut gilde tukang. Sedang kaum
perantara atau kaum pedagang, bersatu dalam satu perkumpulan tersendiri yang disebut
gilde dagang. Demikian proses lahirnya gilde-gilde tukang dan gilde dagang.
0ilde dalam perkembangannya tidak hanya digunakan keluar untuk melindungi dan
menapai kepentingan bersama, tetapi juga digunakan kedalam untuk mengatur kegiatan
atau mengorganisasi kerja dan produksi bersama. Maka gilde tukang sebagai
perkumpulan dari produsen atau tukang kerajinan tangan, terdiri dari berbagai maam
gilde tukang sesuai dengan jenis produksi atau kerajinan tangan yang dikerjakan. 0ilde
dalam melakukan kegiatannya dipimpin oleh kepala gilde. Kepala gilde ini mengatur
17
Ekonomi Politik Marxis
kerjasama tukang-tukang anggotanya dalam produksi barang-barang. -uga mengatur
penjualan-penjualan barang-barang hasil produksi tukang-tukang anggotanya. Keuali itu
juga mengatur pembelian bahan-bahan yang diperlukan dan dibutuhkan oleh tukang-
tukang anggotanya bagi produksi.
0ilde pada )amannya merupakan organisasi yang penting bagi anggotanya untuk
melindungi kehidupannya. +tu tampak sekali pada gilde tukang yang melakukan peranan
melindungi hasil kerja dan keahlian tukang anggotanya dari persaingan yang mulai terjadi
dalam perkembangan ekonomi pasar. Untuk melindungi hasil produksi dan keahlian
tukang anggota-anggotanya, gilde mengadakan penilaian dan perbedaan antara barang-
barang buatan-buatan tukang anggota gilde dengan yang bukan, serta mengadakan
pembatasan-pembatasan mengenai mereka yang disebut tukang. 0ilde menentukan
bahwa seseorang bisa disebut tukang, hanya sesudah atau harus mendapat pengesahan
dari gilde tukang. +tu merupakan pukulan bagi barang-barang yang bukan produksi tukang
anggota gilde yang umumnya barang-barang itu di produksi oleh tani hamba seara
sambilan atau di produksi oleh mereka yang baru dalam pekerjaan kerajinan tangan dan
sebagainya. 0ilde tukang nampak berwibawa dalam masyarakat yang sedang mengalami
perkembangan ekonomi pasar, dan berperanan dalam kehidupan tukang anggotanya pada
)aman itu.
Dalam proses perkembangan ekonomi pasar, barang-barang bukan produksi
tukang anggota gilde tidak bisa dibendung dan tetap mengalir ke pasar, tetapi benar-
benar tidak mudah bersaing dan tetap dibawah nilai-nilai barang produksi tukang anggota
gilde. +ni mendorong kaum pekerja kerajinan tangan yang belum sebagai tukang, berusaha
mendapatkan 6gelar7 tukang dari gilde tukang. Sedang untuk mendapatkan 6gelar7 itu,
mereka dan siapa saja harus lebih dulu memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh gilde
tukang dan melaksanakannya dengan baik. Syarat itu ialah bahwa orang untuk bisa
mendapatkan gelar tukang dari gilde tukang harus lebih dulu menjadi magang tukang
dalam gilde tukang. 'ekerjaan magang tukang itu ialah membantu pekerjaan tukang tanpa
dibayar atau tanpa mendapatkan bagian hasil produksi. 'ekerjaannya sebagai magang
tukang dianggap sebagai belajar yang merupakan wajib dan keharusanyang harus dilalui
dan dipenuhi. Sedang pekerjaannya yang tidak dibayar dianggap sebagai atau merupakan
imbalan dari belajarnya. "etapi pada hakekatnya itu suatu unsur dan merupakan satu
penghisapan atas pekerja pembantu oleh tukangnya atau oleh gilde tukang. Selanjutnya
menjadi anggota gilde tukang juga tidak mudah. 3rang untuk bisa diterima menjadi
sebagai anggota gilde tukang harus terlebih dahulu diakui dan mendapat pengakuan dari
gilde tukang sebagai tukang.
0ilde tukang dalam mengorganisasi kerjasama anggota-anggotanya, mula-mula
hanya dalam bertuk koordinasi. Masing-masing anggota membuat barang yang diperlukan
dengan alat kerjanya sendiri. Kapasitas dan kualitas produksi sesuai dengan kemamppuan
dan keadaan masing-masing. !asilnya dipungut sendiri. Disamping itu juga dipungut
sebagian untuk keperluan gilde dan lain-lain. Dalam bentuk kerjasama yang demikian,
hasil dan kualitas produksi sesama anggota gilde tentunya tidak sama. !al itu
menimbulkan perkembangan yang berbeda bagi kedudukan dan penghidupan antara
sesama anggota gilde. Anggota yang alat kerjanya baik, keakapannya ukup dan
kemampuan kerjanya tinggi, bisa mempunyai kedudukan yang kuata dan penghidupan
yang baik. Sedang anggota yang alat kerjanya kalah baik, keakapannya kalah ukup dan
kemampuan kerjanya kalah tinggi, bisa berada pada kedudukan yang lemah dan
penghidupannya sulit. "ukang-tukang anggota gilde yang lemah kedudukannya dan sulit
penghidupannya sering terpaksa minta bantuan gilde atau dari kepala gilde untuk menutup
kebutuhan hidupnya dengan jalan pinjam dan sebagainya. Mereka yang sudakh terlibat
18
Ekonomi Politik Marxis
hutang, biasanya lalu menjadi terikat hidupnya pada gilde atau pada g kepala gilde.
Sangat sedikit yang bisa melepaskan diri dari ikatan itu. 'ada umumnya tetap terikat dan
bahkan tidak sedikit yang akhirnya jatuh karena terpaksa menjual atau mengoperkan alat
kerjanya kepada gilde atau kepada kepala gilde untuk menutup hutangnya. Selanjutnya
sesudah kehilangan alat kerjanya, sebagai tukang yang sudah tidak lagi memiliki alat
kerjanya sendiri, mereka ukup menjadi pekerja 6upahan7 pada gilde atau pada kepala
gilde. +ni merupakan embrio bagi timbulnya buruh dan majikan. Dalam proses
perkembangannya, tukang anggota gilde yang kehilangan alat kerjanya dan menjadi
pekerja 6upahan7 pada kepala gilde, lalu menjadi buruh. Sedang kepala gilde menjadi
majikan.
Sejalan dengan proses perkembangan kehidupan intern gilde yang demikian itu,
dan untuk mengintensipkan serta menyatukan kwalitas produksi, timbullah perubahan
sistem kerjasama dalam gilde. 'roduksi barang tidak lagi dikerjakan oleh seseorang dari
awal samapi akhir jadinya, tetapi dikerjakan bersama atas dasar pembagian kerja khusus
yang hanya mengerjakan satu jenis atau satu tinggkat pekerjaan dari seluruh pekerjaan
pembuatan satu jenis barang. Membuat sepatu tidak seluruh pekerjaan dikerjakan hanya
oleh seseorang. "etapi dibagi-bagi. Seorang hanya khusus memotongi kulitnya. Seorang
lagi hanya khusus menjahitnya. Seorang yang lain lagi hanya khusus membuat setengah
jadi. #egitu selanjutnya samapi orang lain lagi mengakhiri pekerjaan jadi sepetu. Membuat
pakaian, seorang hanya khusus memoting. Seorang lagi menjahit. Seorang lain lagi
membuat lubang kaning dan memasang kaningnya.
"imbulnya pembagian kerja seperti itu dalam gilde merupakan embrio dari
terbentunya manufaktur. !asil produksi meningkat dari sebelumnya sistem pembagian
kerja. Sistem pembagian kerja itu berjalan pada keadaan alat-alat kerja dalam gilde
menjadi milik atau dikuasai oleh kepala gilde hingga kepala gilde itu mempunyai hak dan
bebas mengatur sepenuhnya semua pekerjaan dan lain-lain. Dalam gilde. Derngan
jatuhnya tukang-tukang anggota gilde menjadi pekerja upahan pada kepala gilde karena
sudah memiliki alat kerja, dan berubahnya kepala gilde menjadi satu manufaktur dengan
sistem pembagian kerja yang sudah berjalan sebelumnya. Adanya dan berlangsungnya
manufaktur itu merupakan embrio bagi timbulnya pabrik dalam masyarakat kapitalis yang
situ buruh bekerja, dan majikan atau kapitalis berkuasa atas pabrik itu.
'ertukaran dan perdagangan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi pasar atau
ekonomi kapitalis terus berkembang dalam masyarakat feodal sesuai dengan
perkembangan kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, ekonomi feodal yang sifatnya
alamiah berjalan bersama dengan ekonomi pasar kapitalis. 'erkembangan ekonomi pasar
mempunyai pengaruh pada fungsi alat tukar yang sudah berbentuk uang dalam
pertukaran. Uang yang semula hanya berfungsi sebagai alat tukar semata-mata, menjadi
bertambah fungsinya sebagai kapital dan alat meyimpan serta menimbun kekayaan.
'engaruh ekonomi pasar dan pengaruh uang sebagai kapital serta alat menyimpan
dan menumpuk kekayaan juga samapi pada raja-raja feodal. 2aja-raja feodal selalu
sangat berkepentingan menyimpan dan menumpuk kekayaan untuk membiayai hidup dan
kehidupan pribadinya sekeluarga besarnya , membiayan kekuasaan feodalnya dan alat-
alat kekuasaan aristokratnya feodal. Maka dengan ekonomi pasar, raja-raja feodal tidak
hanya menambah penghisapannya atas tani hamabanya, tetapi juga bermaksud
menguasai dan mengimbangi perkembangan pasar. 2aja-raja feodal menumpuk kekayaan
dan mengembangkannya dalam proses perkembangan ekonomi pasar dengan
membuatnya sebagai kapital. 2aja-raja feodal dalam menumpuk kekayaan dan
membentuk kapital dengan menempuh berbagai jala. Anatar lain dengan menambah
beban penghisapan atas tani hamba, produsen kerajinan tangan, saudagar, manufaktur
19
Ekonomi Politik Marxis
dan sebaginya. Dalam bentuk menaikan upeti, pajak, sewa tanah dan sebagainya. Keuali
itu untuk memperepat proses pembentukan atau penimbunan kapital, ada pula yang
melakukannya seara primitif yaitu dengan melakuan perampasan-perampasan seara
kekerasan atas tanah-tanah garapan tani hamba, atas hasil dari kerja paksa dan
sebagainya.
'enimbunan primitif kapital sangat terkenal dilakuan oleh raja feodal +nggris dalam
memperepat proses pembentukan kapital untuk perdagangan wol. #entuk dan prakteknya
sangat kasar. "indakannya kerjam dan sewenang-wenang. "anah-tanah garapan kaum
tani hamba hamaba dirampas begitu saja untuk dijadikan padang penggembalan domba
yang bulunya merupakan penghasilan besar sebagai bahan baku produksi wol.
'erdagangan wol dengan 4ropa, terutama dengan 'eranis, ketika itu sedang ramai-
ramainya dan dalam perkembangannya. Kaum tani hamba ysng dirampas tanah
garapannya diusir begitu saja. Mereka tidak hanya harus lepas dari tanah garapannya,
ttepai juga terpaksa meninggalkan desanya untuk menari penghidupanm dikota. Dikota
mereka juga sangat sukar menemukan apa yang diharapkan dan banyak yang menjadi
gelandangan. Dari proses itu, timbul dan berlangsung suatu proletariat kaum tani hamba
yang terus berkembang menjadi barisan proletar sebagi adangan atau alon buruh, yaitu
oarang yang hidupnya hanya dari menjual tenaga kerja. Mereka itu di +nggris menjadi
mangsa penghisapan kaum kapitalis pabrik sebagai tenaga murah yang menjual tenaga
kerjanya kepada pabrik-pabrik kapitalis. Demikian juga di kota-kota 4ropa dan lain-lain,
proses itupun terjadi pada waktu industri sedang dalam perkembangan, terutama industri
wol.
Di +ndonesia, penimbunan primitif kapital dilakukan oleh :3& ;(erenigde 3ost
+ndishe &ompagny < 'erhimpunan Dagang !idia "imur= dari kaum pedagang #elanda.
:3& melakukan itu dengan praktek Kongi tohten, yaitu perang lada atau rempah-
remapah, perang untuk merampas hasil tanaman lada atau rempah-rempah atau untuk
menguasai tanaman-tanaman lada atau rempah-rempah dan mengadakan kerja paksa
atau kerja penindasan terhadap kaum tani lada atau petani rempah-rempah. 'erang itu
dilakuan di Ambon, Sulawesi dan lain-lain. Dengan melakuan pembunuhan sear besar-
besaran, melakuan perampasan seara sewenang-wenang atas milik petani alad atau
petani rempah-rempah setempat, mengadakan kerja paksa dan penindasa kejam terhadap
mereka.
'roses proletarisasi dari kaum tani hamba itu adalah proses proletarisasi yang
kedua dalam masyarakat feodal. Sedang proletarisasi yang pertama ialah dari kaum
produsen atau tukang-tukang kerajinan tangan perusahaan rumaha, atau tukang-tukang
anggota gilde yang sama kehilangan alat kerjanya dan menjadi sebagai tenaga 6upahan7
pada gilde atau pada kepala gilde. Dengan timbulnya perdagangan dan lahirnya kaum
pedagang, timbulnya proses proletarisasi dan lahirnya kaum proletar, timbulnya
manufaktur-manufaktur dan lahirnya kaum manufaktur, berarti timbul dan lahirnya klas-klas
baru dalam masyarakat feodal, yaitu klas-klas borjuis dagang, borjuis imdustri atau borjuis
manufaktur, dan proletar. Klas-klas tersebut merupakan satu komponen syarat bagi
berlangsungnya sistem ekonomi kapitalis dan lahirnya masyarakat kapitalis.
Dalam masyarakat feodal sudah berlangsung faktor-faktor atau syarat-syarat kapitalisme
dan sudah berlangsung kegiatan ekonomi pasar yang berjalan disamping ekonomi feodal.
Kegiatan pertukaran dan kegiatan perdagangan sebagai suatu kegiatan ekonomi pasar
terus berkembang tidak hanya didalam batas wilayah kerajaan lain. 'erkembangan itu
mendorong raja-raja feodal untuk juga tidak melewatkan kesempatan mengambil
keuntungan dari padanya. Untuk itu raja-raja feodal saling menentukan pungutan upeti
20
Ekonomi Politik Marxis
atau pajak bagi kegiatan pertukaran dan perdagangan yang keluar dan yang masuk
melewati batas wilayah kerajaannya masing-masing. !al itu menambah beban para
perantara dan kaum pedagang. Ketentuan-ketentuan dan tindakan-tindakan raja-raja
feodal mengenai pungutan upeti atas tani hamba, pungutan atas hasil kerajinan tangan
dan pertukaran, pajak perdagangan dan manufaktur, sewa tanah dan sewa pasar sampai
pungutan atau pajak lalulintas wilayah dan lain-lain, semua itu merupakan beban yang
begitu memberatkan bagi semua yang terkena. Keuali itu, juaga merupakan rintangan
bagi perkembangan kehidupan ekonomi kals-klas baru. Maka lalu mulai timbul ketidak
puasan dari kelas-kelas baru itu dan juga dari kaum tani hamba, kaum produsen kerajinan
tangan dan lain-lain. 0ejala atau keadaan itu menunjukan bahwa feodalisme sudah
merupakan bingkai yang sempit bagi perkembangan tenaga produktif. +tu berarti bahwa
hubungan produksi feodalisme sudah tidak sesuai dengan perkembangan tenaga
produkstif. "etapi tuan-tuan dan raja-raja feodal masih tetap berusaha mempertahankan
kelangsungan kekuasaan ekonomi dan politiknya.
Ketidakpuasan klas-klas baru dan tani hamba serta kaum produsen kerajinan
tangan dan lain-lain. Akhirnya meledak dan menimbulkan aksi-aksi serta perlawanan-
perlawan yang menentang ketentuan-ketentuan dan tindakan-tindakan tuan-tuan dan raja-
raja feodal memberatkan. Aksi-aksi dan perlawanan-perlawanan klas-klas baru yang
didukung oleh tani hamba dan kaum produsen kerajinan tangan dan lain-lain, mengalami
penindasan-penindasan dari tuan-tuan dan raja-raja feodal. "etapi aksi-aksi dan
perlawanan-perlawana itu terus berkembang tidak terbendung dan meyulitkan kehidupan
feodalisme lebih lanjut. Maka akhirnya hubungan produksi feodalisme tidak bisa bertahan,
dan hanurlah hubungan produksi feodalisme itu, di ganti dengan hubungan produksi
kapitalisme yang sesuai dengan perkembangan tenaga produktif.
Dalam proses dan perkembangan perjuangan kaum borjuasi lebih lanjut, timbul
pula gerakan penyatuan beberapa wilayah kerajaan feoda$ menjadi satu wilayah kesatuan
ekonomi dan nasion. Maksud dan tujuan gerakan dan perjuangn itu adalah untuk
menghilangkan batas-batas wilayah kerajaan yang begitu banyak. Dengan begitu berarti
menghilangkan pajak-pajak perbatasan yang menambah beban dan menghambat
perkembangan ekonomi borjuis atau kapitalisme. 0erakan dan perjuang nasionalisme
borjuis itu terkenal di +tali yang banyak berdiri tuan-tuan dan raja-raja feodal nasio keil
dengan wilayah-wilayahnya yang terbagi-bagi. Dari gerakan dan perjuang 1asionalisme
borjuis itu timbul dan terbentuk satu kesatuan wilayah ekonomi dan satu kesatuan wilayah
nasional sebagai satu negara yang menyatukan banyak wilayah-wilayah keil yang
terbagi-bagi, dan menyatukan banyak nasion-nasion keil yang terpeah-peah .
penyatuan-penyatuan itu memperkuat ekonomi borjuis atau kapitalisme dan melanarkan
proses perkembangan lebih lanjut.
Demikian, hubungan produksi dan masyarakat feodal hanur diganti oleh hubungan
produksi dan masyarakat kapitalis sesuai dengan tuntutan perkembangan tenaga
produktif.
V. MASYARAKAT KAPITALIS
asyarakat kapitalis lahir dengan berlangsungnya ekonomi kapitalis yang faktor-
faktornya sudah terkandung didalam masyarakat feodal. %aktor-faktor ekonomi
kapitalis timbul dan berkembangan didalam masyarakat feodal dimulai dari timbulnya
perdagangan dan ekonomi pasar yang berlangsung disamping ekonomi feodal. 4konomi
M
21
Ekonomi Politik Marxis
kapitalis telah menghanurkan dan menggantikan ekonomi feodal. "etapi keping-keping
ekonomi feodal masih bertahan dalam masyarakat kapitalis dalam bentuk sisa-sisa. Sisa-
siasa ekonomi feodal masing berlangsung didesa-desa dibawah peranan ekonomi kapitalis
yang merajai kota.
Di +ndonesia, sisa-sisa ekonomi feodal masih mempunyai serabut akar yang
menyerap kesuburan tanah desa dalam berbagai bentuk yang merupakan penghisapan
terhadap kaum tani penggarap tanah. Antara lain berbentuk sromo bagi alaon pengarap
tanah, maro bagi penggarap tanah, mro-nem atau bahkan mro-wolu, mro-rolas dan
sebaginya bagi pemetik padi dan sebagainya. Sromo yaitu pembayaran sejumlah uang
dari 6pelamar> tanah garapan kepada tuan feodal atau kepada tuan-tanah pemilik tanah
sebagai syarat untuk bisa menggarap tanah milik tuan feodal atau milik tuan tanah
tersebut.
Maro yaitu jumlah atau perbandingan pembagian hasil dari hasil produksi tanah
garapan bagi penggarap tanah dan bagi tuan feodal atau tuan tanah pemilik tanah. Maro
berarti bahwa jumlah perbandingan pembagian hasil itu dibagi dua atau ? . ?, yaitu satu
bagian untuk tani yang menggarap tanah, dan satu bagian lagi untuk tuan feodal atau tuan
tanah yang memiliki tanah. Dalam hal maro tersebut, biaya produksi, biaya penggarapan
tanah sampai pembelian bibit dan pemeliharaan tanaman dibebankan atau dipikul oleh tani
yang menggarap tanah. Sedangkan tuan feodal atau tuan tanah tidak keluar sepeserpun
untuk biaya produksi itu. Mereka tinggal menerima saja hasil pembagian dari hasil produksi
tanah miliknya yang diparokan atau yang digarap oleh tani penggarap itu.
Adapun 6mro-nem7, 6mro-wolu7 dan lain sebagainya, ialah jumlah perbandingan
pembagian hasil petik buah tanaman ;panen= -- padi dan sebagainya.--, bagi yang
memetik dan bagi yang mempunyai hak milik atas buah tanaman atau padi, dan
sebagainya. 6Mro-nem7 berarti hasil petik dibagi enam dalam perbandingan ? . @, yaitu satu
bagian untuk yang memetik dan lima bagian untuk yang mempunyai hak milik atas hasil
tanaman itu. Demikian dalam 6mro-wolu7 berarti hasil petik dibagi delapan dalam
perbandingan ?.A, yaitu satu bagian untuk memetik dan tujuh bagian untuk yang
mempunyai hak milik atas hasil tanaman. Sedang 6mro-rolas7 berarti bahwa hasil petik
dibagi dua belas dalam perbandingan ? .?? yaitu satu bagian untuk yang memetik dan
yang sebelas bagian untuk yang mempunyai hak milik atas hasil tanaman. -umlah
perbandingan bagi hasil petik buah tanaman dari panen padi dan sebagainya itu tidak
tentu. Ada yang 6mro-liman7, yaitu dalam perbanduingan bagi hasil ?.B. "etapi juga ada
yang sampai 6mro-nembelas7, yaitu dalam perbandingan bagi hasil ?.?@.
Sisa-sisa ekonomi feodal demikian itu masih terus dan bisa berjalan didesa-desa
dalam masyarakat kapitalis karena sistem pemilikan feodal atas tanah-tanah didesa tidak
mengalami perombakan sampai pada dasarnya. Sedang perombakan itu sendiri tidak
menjadi urgen selama hal itu tidak merintangi atau tidak mengganggu jalan pembangunan
dan perkembangan industri dan seterusnya.
!ukum ekonomi pokok kapitalis ialah pemilikan perorangan oleh kapitalis atas alat
produksi dan kerja klas buruh dibawah ikatan kepentingan kapitalis. Sifat ekonomi kapitalis
adalah ekonomi barang dagangan, yaitu memproduksi barang untuk kepentingan pasar
atau untuk dijual sebagai jalan untuk mendapatkan keuntungan. Karena itu, masyarakat
kapitalis adalah masyarakat barang dagangan. Artinya, dalam masyarakat kapitalis, semua
menjadi barang dagangan. "ermasuk tenaga kerja buruhpun menjadi sebagai barang
dangan yang dijual belikan dipasar. 'asar adalah tempat penawaran dan permintaan atau
tempat jual beli barang dagangan.
22
Ekonomi Politik Marxis
Masyarakat kapitalis adalah masyarakat penghisapan kaum kapitalis atas kerja
kaum buruh atau masyrakat kapital yang menghisap darah manusia dan masyarakat uang
yang menimbun kekayaan serta masyarakat barang dagangan yang mengejar
keuntungan. Kapital, uang dan barang dagangan itu bergerak dari nafas penghisapan atas
kerja kaum buruh. Ketiga-tiganya merupakan tiga serangkai yang mempunyai peranan
penting dalam gerak masyarakat dan kehidupan kapitalis yang hidup dari nafas
8penghisapan atas kerja kaum buruh. Sebab kapitalis dan kapitalisme tidak bisa hidup
menghisap tanpa kapital dan tanpa peranan uang serta produksi barang dagangan.
'enghisapan kapitalis atas tenaga kerja dan hasil kerja kaum buruh begitu halus, melalui
jalan yang sangat berliku-liku dengan ara-ara yang rumit, sangat terselubung dan penuh
rahasia. Demikian itu penghisapan kapitalis atas buruh menjadi sangat tidak kentara.
#egitu tidak kentaranya sampai bisa tidak dimengerti dan tidak terasa oleh kaum buruh
bahwa sesungguhnya mereka itu hidup bekerja didalam engkeraman dan dibawah
penghisapan kapitalis.
'enghisapan kapitalis yang demikian itu menampakkan diri dengan melantunkan
sangat banyak gejala dalam berbagai maam bentuk yang mengandung sangat banyak
persoalan. 'ersoalannya begitu banyak dan tidak sederhana hingga tidak mudah bisa
dimengerti begitu saja, baik oleh kaum buruh yang terhisap maupun oleh mereka yang
menangkap gejalanya. "api walau begitu dan bagaimanapun, rahasia persoalan
penghisapan kapitalis bukan suatu hal yang tidak bisa diungkap. Satu-per-satu dan semua
bisa diangkat ke permukaan serta bisa diketahui dan dimengerti seara jelas masalah dan
persoalannya.
1. KAPITAL
Kapital ialah segala sesuatu yang dipergunakan untuk mendatangkan nilai baru
disamping nilainya sendiri. Dengan begitu kapital tidak ditinjau dan tidak ditentukan dari
besar keilnya jumlah atau keadaan sesuatu. Kapital bisa besar dan bisa keil. Sesuatu
yang besar belum tentu kapital. Sebaliknya yang keil bisa disebut kapital. +tu ditinjau atau
bergantung dari penggunaannya. Sesuatu yang besar sekalipun, bila tidak digunakan
untuk mendatangkan nilai baru disamping nilainya sendiri, bukan kapital. Sebaliknya,
sesuatu yang keil sekalipun, bila digunakan untuk mendatangkan nilai baru disamping
nilainya sendiri, disebut kapital.
Uang satu milyar rupiah yang hanya digunakan untuk membeli barang-barang
keperluan hidup dan untuk menukupi kebutuhan hidup, atau hanya disimpan sebagai
kekayaan adangan untuk membiayai kebutuhan hidup selanjutnya, itu bukan kapital dan
tidak bisa disebut kapital karena uang itu tidak mendatangkan nilai baru disamping
nilainya sendiri. Uang tersebut tidak akan berkembang menjadi tambah jumlah dan
nilainya, tetapi akan menyusut dan akhirnya akan habis tergunakan. Sebaliknya, uang
seratus rupiah yang dipinjam-bungakan seperti misalnya dipinjamkan dengan bunga lima
persen atau lebih dan sebagainya, itu disebut kapital karena uang itu mendatangkan nilai
baru disamping nilainya sendiri, yaitu mendatangkan uang lima rupiah disamping yang
seratus rupiah sebagai nilainya sendiri. -adi uang itu berkembang menjadi tambah jumlah
dan nilainya, yaitu dari nilai sendiri yang 2p ?CC,- ditambah nilai barunya yang 2p.@,-
menjadi 2p. ?C@,-.
Dalam bentuk lain, misalnya uang 2p. ?CC,- itu digunakan untuk membeli barang.
*alu barang itu dijual lagi dengan harga diatas harga belinya yang 2p. ?CC,-- menjadi 2p.
??C,-- dan sebaginya. Maka uang 2p. ?CC,-- itupun disebut kapital karena mendatangkan
nilai baru yaitu 2p. ?C,-- disamping nilainya sendiri yang 2p. ?CC,--. Atau dalam bentuk lain
23
Ekonomi Politik Marxis
lagi, uang 2p. ?CC,-- itu digunakan untuk membeli bahan mentah dan membayar tenaga
kerja untuk menangani bahan mentah itu dalam satu proses produksi membuat barang.
Selanjutnya sesudah barang itu jadi, lalu di jual dengan harga lebih dari nialinya sendiri
yang 2p. ?CC,-- menjadi 2p. ?DC,-- dan sebaginya. Maka jelas bahwa uang 2p. ?CC,-- itu
disebut kapital karena mendatangkan nilai baru yaitu 2p. DC,-- disamping nilainya sendiri
yang 2p. ?CC,--
Dengan begitu kapital tidak mesti berwujud uang. #isa juaga berwujud barang
karena barangpun bisa digunakan untuk mendatangkan nilai baru disamping nilainya
sendiri. Seperti tanah, rumah, meja-kursi, pakaian, perhiasan, type reorder, kaset dan
sebaginya, yang disewakan, yang hasil seluruh sewanya melebihi nilainya sendiri.
Misalnya satu stel kaset erita wayang seharga 2p E.CC,-- disewakan sehari atau semalam
suntuk 2p. @CC,-- Kekuatan pakai bisa disewakan sampai FC kali hari atau malam suntuk,
yang berarti bisa menapai seluruh sewanya 2p. ?@.CCC,-- Dengan begitu nilai baru yang
didatangkan ialah 2p. ?@.CCC,-- 2p. E.CCC,-- < 2p. A.CCC,-- disamping nilainya sendiri yang
2p. E.CCC,--. maka kaset itu disebut kapital. Atau misalnya satu stel meja-kursi seharga
2p. DC.CCC,-- disewakan sehari atau semalam 2p. ?CC,-. Kekuatan pakai sampai satu
tahun atau FG@ kali hari atau malam, yang berarti bisa menapai seluruh sewanya FG@ H
2p. ?CC,-- < 2p. FG.@CC,--. Dengan begitu mendatangkan nilai baru sebesar 2p. FG.@CC,-- -
2p. DC.CCC,-- < 2p ?G.CCC,-- disamping nilainya sendiri 2p. DC.CCC,--. maka meja-kursi
itupun disebut kapital. Demikian selanjutnya mobil, sepeda motor, beak, sepeda dan
sebagainya yang disewakan, semua disebut kapital karena mendatangkan nilai baru
disamping nilainya sendiri.
A. #entuk Kapital
Dari apa yang diuraikan diatas, jelas bahwa kapital mempunyai dua bentuk pokok,
yaitu uang dan barang. Kapital bentuk uang disebut kapital uang atau kapital %inane.
Sedang kapital bentuk barang disebut kapital barang. Dari kedua bentuk kapital itu, kapital
uang merupakan kapital yang paling linah dan praktis. Mudah dipertukarkan, mudah
dipindahklan, mudah pemeliharaannya, pengamanannya dan pengembangnya dan
sebagainya. Karena itu kapital uang peranannya lebih penting daripada kapital barang.
Maka kapitalis uang atau pengusaha kapital uang seperti tukang mindring atu tukang
meminjamkan uang keil-keilan sampai bankir atau pengusaha uang kapital barang
seperti tukang menyewakan barang dan sebaginya.
#. Maam Kapital
Dari apa yang diuraikan tersebut juga jelas bahwa ada tiga maam kapital, yaitu
kapital riba, kapital dagang, dan kapital usaha. Kapital riba ialah kapital yang dipinjam
bungakan. Kapital ini biasanya berbentuk uang yang dipinjam-bungakan secara kecil-
kecilan oleh tukang-tukang mindring melalui pinjam-meminjam, oleh tukang-tukang gadai
melalui gadai barang, gadai tanah, gadai tanaman, ijon dan sebagainya. Atau dipinjam-
bungakan sanpai seara besar-besaran oleh tuan-tuan bankir melalui bank-bank dengan
kreditnya. Karena itu kapital riba seara besar dan modern disebut juga sebagai kapital
bank. sesuai dengan itu, kapital barang yang dipinjam-sewakan pada hakekatnya juga
termasuk dalam katagori kapital riba.
Kapital Dagang ialah kapital yang digunakan untuk perdagangan barang-barang
atau yang digunakan untuk jual-beli barang tanpa melalui proses produksi. Kapital usaha
ialah kapital yang digunakan untuk suatu produksi barang bagi kepentingan atau
24
Ekonomi Politik Marxis
keperluan pasar, atau kapital yang digunakan untuk jual-beli barang dengan exploitasi
tenaga melalui satu proses produksi. Kapital usaha ini bisa kei dan bergerak dalam
produksi keil-keilan kerajinan tangan oleh tukang-tukang kerajinan tangan atau pekerja-
pekerja tangan keil-keilan rumah tangga dan sebagainya. atau juga bisa besar dan
bergerak dalam produksi besar-besaran industri atau perusahaan oleh kerja buruh atas
usaha kaum industrialis atau pengusaha. Karena itu, kapital usaha seara besar dan
modern disebut juga sebagai kapital industri atau kapital perusahaan.
&. 'eranan Kapital
Kapital mempunyai peranan yang sangat penting dan menentukan dalam sistem
kapitalisme dan dalam kehidupan masyarakat kapitalisme. Sebab tanpa kapital,
kapitalisme tidak akan berjalan dan kehidupan masyarakat kapitalis juga tidak akan
berlangsung. "anpa kapital, seseorang tidak akan bisa mulai menjadi seorang kapitalis,
baik sebagai kapitalis bank, maupun sebagai kapitalis dagang, ataupun sebagai kapitalis
industri.
Untuk menjadi seorang kapitalis, baik kapitalis bank, maupun kapitalis dagang,
ataupun kapitalis industri, orang harus lebih dahulu mempunyai kapital. Sebagaimana
kapitalis bank, untuk memulai dengan membuka kredit-bunganya, kapitalis dagang untuk
mulai membeli dan menjual barang, kapitalis industri untuk mulai dengan produksi barang,
semua harus lebih dahulu mulai dengan mempunyai dan menggunakan kapital. #egitu
besar peranan kapital dalam sistem kapitalisme dan dalam kehidupan masyarakat
kapitalis, maka nilai dan bobot dan peranan seseorang atau seorang kapitalis juga diukur
dari hubungannya dengan kapital. Mempunyai kapital atau tidak, dan kapitalnya itu besar
atau keil.
Dalam kapitalisme dan dalam masyarakat kapitalis, orang yang tidak mempunyai
kapital juga berarti tidak mempunyai nilai atau mempunyai bobot dan tidak mempunyai
peranan. 3arang yang mempunyai kapital akan lebih berharga dan terhormat daripada
yang tidak mempunyai kapital. Sedang orang yang sama-sama mempunyai kapital, tetapi
kalau kapitalnya keil, maka nilai atau bobot peranannya juga keil. Sebaliknya, orang
yang kapitalnya besart, nilai atau bobot dan peranannya juga besar. 3rang yang
kapitalnya besar, nilai atau bobot dan peranannya akan lebih besar serta lebih berharga
dan dihormati daripada yang kapitalnya keil. Makin besar kapitalnya, makin besar pula
nilai atau bobot dan peranannya, makin dihargai dan dihormati, bahkan juga menentukan,
tidak hanya dalam ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat, sosial dan politik.
#egitulah, kapitalis besar atau kapitalis monopoli dalam negeri juga mempunyai
peranan atau pengaruh yang besar, bahkan juga menentukan perkembangan ekonomi,
sosial dan politik dalam negeri. Sedang dalam forum dunia, kapitalis raksasa atau kapital
monopoli dunia atau imperialis, juga mempunyai peranan atau pengaruh yang besar,
bahkan juga menentukan perkembangan ekonomi, sosial dan politik dunia. "entang
peranan kapital tesebut, dari tiga maam kapital, yaitu kapital bank, kapital dagang dan
kapital industri, yang mempunyai peranan dan pengaruh yang paling besar serta paling
menentukan dalam sistem dan kehidupan kapitalisme adalah kapital bank. Kapital bank
yang hidup bergerak dan berkembang dalam bentuk kapital uang atau kapital finane
dengan peranan kapital uang yang sangat penting itu, merupakan entrum atau poros dan
bahkan juga sebagai urat nadi dari gerak dan berkembangnya ekonomi kapitalis dalam
perdagangan dan industri.
25
Ekonomi Politik Marxis
0erak dan berkembangnya perdagangan dan indutri dalam ekonomi kapitalis yang
tidak terpisah dari peranan uang, sangat membutuhkan dan memerlukan uang, menjadi
tidak lepas dari peranan uang. itu berarti tidak lepas dari peranan kapital bank karena
kapital bank yang paling berkuasa atas kapital uang. Dengan begitu, kapaitalis bank
sebagai kapitalis yang berkuasa dan menjalankan kapital uang dengan banknya sebagai
alat pelaksananya juga memegang peranan yang sangat penting dan pengaruh yang
sangat dalam proses produksi industri dan peredaran barang dagangan. #ahkan
memegang peranan dan pengaruh langsung dalam proses pengendalian produksi
terutama, karena kapital bank juga sampai menguasai dan memimpin kapital industri bila
kapital bank dan kapital industri itu berpadu menjadi satu. +tu berarti kapital bank
mempunyai peranan yang sangat penting dan pengaruhnya yang sangat besar atas
sirkulasi atau perputaran serta gerak dan perkembangan ekonomi kapitalis. Demikianlah
peranan kapital bank dalam sistem ekonomi kapitalis. Adapun kapital dagang sebagai
kapital yang bergerak seara langsung dalam perdagangan juga mempunyai paranan
yang penting dalam sistem ekonomi kapitalis dan masyarakat kapitalis karena merupakan
penyalur produksi barang dagangan dalam masyarakat konsumen.
Dalam sistem ekonomi kapitalis, kapital dagang tidak mungkin dan tidak bisa
ditiadakan karena produksi industri tidak akan langsung sampai dan memasuki masyarakat
konsumen tanpa melalui perdagangan. Dengan begitu kapital dagang yang mempunyai
peranan sebagai penghubung atau perantara dan penyalur produksi industri ke
konsumennya. 'eranan demikian itu penting dalam sirkulasi atau perputaran dari
beredarnya barang dagangan dalam kehidupan ekonomi masyarakat kapitalis. Mengenai
peranan kapitalis, ini adalah kapital yang (ital karena langsung mengusai produksi bagi
dan dalam kehidupan masyarakat. tanpa kapital industri tidak akan ada produksi barang-
dagangan bagi keperluan kehidupan masyarakat dalam sistem ekonomi kapitalis. Dengan
kapital-kapital yang lain tidak akan berfungsi tanpa ada dan berjalannya kapital industri,
yang berarti kehidupan kapitalisme pun tidak berfungsi. Sebab sebagaimana dikatakan,
masyarakat kapitalis adalah masyarakat barang-dagangan. Maka tanpa produksi barang-
dagangan, masyarakat kapitalis menjadi tidak berarti. Karena itu kapital industri sebagai
kapital yang langsung mengusahakan dan memproduksi barang dagangan, mempunyai
peranan yang (ital dan merupakan basis dari kehidupan ekonomi kapitalis.
D. ,atak dan Sifat Kapital
,atak dan sifat kapital adalah menghisap atau eHploitatif, mengembang atau anak-
beranak dan memusat atau akumulatif. Kapital berwatak dan bersifat menghisap dan
eHploitatif karena kapital digunakan dan bergerak selalu dengan tujuan dan tuntutan untuk
mendatangkan nilai baru disamping nilainya sendiri, sesuai dengan arti dan pengertiannya
tentang kapital.Selanjutnya nilai baru yang didatangkan disamping nilainya sendiri itu
selalu datang dari mengambil dan mengurangi hasil orang lain atau hasil tenaga dan
keringat manusia. "anpa melalui itu, tidak akan bisa terjadi kapital bisa mendatangkan nilai
baru disamping nilainya sendiri. -elas bahwa kapital itu menghisap tenaga dan keringat
atau darah manusia.Maka tepat sekali bila dikatakan bahwa kapital tidak ubahnya seperti
binatang (ampir yang hidupnya dari menghisap darah manusia. dalam hal ini yang menjadi
sasaran dan mangsa langsung adalah tenaga dan keringat serta manusia pekerja;buruh=.
Kapital berwatak dan bersifat mengembang karena kapital digunakan dan bergerak
untuk mendatangkan nilai baru disamping nilainya sendiri tidak hanya sekali, tetapi
berulangkali dan terus menerus hingga nilai baru yang didatangkan disamping nilainya
sendiri juga datang tidak hanya sekali. Demikian, nilai barau yang berulang kali dan terus-
26
Ekonomi Politik Marxis
menerus datang menjadi bertambah-tambah, dan jumlah tambahan-tambahan itu tidak lalu
dihabiskan atau habis untuk keperluan hidup si kapitalis yang mempunyai kapital tersebut.
"etapi sikapitalis mengambil nilai baru yang terus bertambah dari hasil kapitalnya itu hanya
sebagian, bahkan sebagian keil, untuk keperluan hidupnya sekeluarga dan lain-lain.
Sedang sisanya dijadikan kapital tambahan yang ditambahkan dan disatukan dengan
kapital lama, atau dipenar menjadi kapital anak dari kapital induk atau menjadi kapital
yang 6berdiri sendiri7.Sebagai kapital tambahan yang ditambahkan pada dan disatukan
dengan kapital lama berarti memperbesar kapital dan perusahaanm yang sudah berjalan.
Sedang yang dipenar sebagai kapital naka atau sebagai kapital yang 6berdiri sendiri7
berarti memperluas kapital dan usaha yang sudah berjalan. !al itu misalnya kapital 2p. ?
milyar. 1ilai baru yang dihasilkan disamping nilainya sendiri 2p ?CC juta. Dari nilai baru 2p
?CC juta itu diambil si kapitalis untuk keperluan hidupnya sekeluarga dan lain-lain hanya 2p
?C juta. *alu sisanya yang IC juta ditambahkan pada dan disatukan dengan kapital lama
2p ? milyar menjadi 2p ?,CI milyar. Atau 2p IC juta itu dijadikan anak kapital dari induk
kapital untuk membentuk dan bergerak dalam perusahaan abang dari perusahaan pusat.
Anak perusahaan atau perusahaan abang itu bergerak melayani atau sejalan dengan
kepentingan induk perusahaan atau perusahaan pusat. Umpamanya induk kapital
bergerak dalam induk perusahaan tektil. Anak kapitalnya bergerak dalam anak
perusahaan wenter, perusahaan benang dan sebagainya. +nduk kapital bergerak dalam
induk perusahaan rokok, anak kapitalnya bergerak dalam perusahaan tembakau,
perusahaan engkeh dan sebagainya. Atau bila induk kapital bergerak dalam perusahaan
mobil pusat, anak kapitalnya bergerak dalam perusahaan mobil abang. +nduk kapitalnya
bergerak dalam perusahaan baja pusat, anak kapitalnya bergerak dalam perusahaan baja
abang. Atau bila 2p. IC juta itu dijadikan kapital yang 6 berdiri sendiri7, berarti bisa
bergerak dalam usaha dan bentuk baru. Umpamanya kapital lama ? Milyar bergerak dalam
perusahaan teHtil atau perusahaan rokok dan sebagainya. kapital 2p. IC juta yang
dipenarkan dan 6berdiri sendiri7 itu bisa bergerak dalam perusahaan roti, perusahaan
jobin dan sebagainya. Atau bisa juga disahamkan dalam perusahaan yang sudah berjalan,
atau bisa bekerjasama dalam bentuk bersaham dengan kapital lain membuat perusahaan
baru. Dalam hal ini banyak diketahui kapital-kapital perusahaan yang sudah berjalan
dengan membeli saham-sahamnya. Sebaliknya juga banyak kapital-kapital perusahaan
menamamkan anak kapitalnya kedalam perusahaan-perusahaan bank.
Demikian kapital itu mengembang, membesar dan meluas anak-beranak, tangkar-
tumangkar, abang-berabang, kawin-berpadu membentu jalur-jalur hubungan atau saling
hubungan yang komplek dan tidak sederhana, taut bertaut, tali-temali dalam saru kapital
atau antara yang satu dengan yang lain sampa bisa tidak mudah dimengerti. Selanjutnya
kapital itu berwatak memusat atau akumulatif karena kapital yang bergerak mendatangkan
nilai baru disamping nilainya sendiri tidak hanya satu-dua kapital, tetapi banyak sekali,
besar dan keil. Semua bergerak dalam ruang saling-bersaing dan dimedan saling
bertarung berebut sasaran menjangkau nilai baru. Dalam persaingan dan pertarungan itu
kapital yang keil dan lemak kalah dan hanur dipukul dan dimakan oleh kapital yang
besar dan kuat. Demikian, kapital-kapital yang keil dan lemah sama berjatuhan menjadi
6makanan empuk7 dari kapital-kapital yang besar dan kuat atau kapital-kapital raksasa.
Kapital-kapital yang besar dan kuat atau kapital-kapital raksasa menjadi meraja-raja
merajai ruang dan medan gerak. Seperti misalnya kapital-kapital keil dan lemah dalam
perusahaan teHtil salaing berjatuhan, hanur dan gulung tikar dipukul oleh kapital-kapital
besar dan kauat atau kapital-kapital raksasa perusahaan teHtil dalam persaingan dan
pertarungan. kapital-kapital besar dan kuat atau kapital-kapital raksasa perusahaan teHtil
27
Ekonomi Politik Marxis
menjadi menguasai dan memonopoli ruang dan medan gerak atau pasarn per-teHtilan
serta memonopoli produksi teHtil bagi pasar.
Dengan begitu kapital-kapital industri teHtil menjadi memusat atau berakumulasi
kesatu-dua kapital besar atau kapital raksasa industri tektil. #egitu juga kapital-kapital
dilapangan perusahaan lain akan mengarah pula menuju ke pemusatan atau berakumulasi
menjadi satu-dua kapital besar atau raksasa. Kalanya persaingan dan pertarungan kapital-
kapital keil dan lemah yang menyebabkan kejatuhan dan kehanurannya melawan
kapital-kapital besar dan kuat atau kapital-kapital raksasa itu tidak hanya dalam persaingan
dan pertarungan pemeblian bahan mentah atau bahan baku bagi produksi industrinya.
Kapital-kapital besar dan kapital-kapital raksasa dalam harga penjualan hasil produksi
industrinya dipasar bisa lebih rendah dari pada kapital-kapital keil hingga menyebabkan
hasil produksi kapital-kapital keil tersisih atau tidak laku.Kapital-kapital besar atau kapital-
kapital raksasa bisa menjual hasil produksi industrinya dipasar dengan harga lebih rendah
dari pada kapital-kapital keil karena alat kerja atau mesin-mesinya serba modern denga
kapasitas kerja dan kualitas produksinya yang tinggi dibanding dengan alat kerja atau
mesin-mesin yang sederhana milik kapital-kapital keil dengan kapasitas kerja dan
kualitas produksinya rendah. Sebagai misal, mesin modern sehari bisa menghasilkan ?C
meter kain, sedangkan mesin sederhana hanya D-F meter.
Selanjutnya kapital-kapital besar atau kapital-kapital raksasa dalam pembelian
bahan mentah atau bahan baku bisa lebih murah dan murah dari pada kapital-kapital keil
karena kapital-kapital keil karena kapital-kapital besar atau kapital-kapital raksasa bisa
merebut penguasaan seara monopoli atas sumber atau pasar bahan mentah atau bahan
baku yang diperlukan. Akibatnya kapital-kapital keil menjadi tidak mudah mendapatkan
bahan mentah atau bahan baku yang diperlukan atau membelinya dengan harga tinggi.
-adi berat bagi kapital-kapital keil karena dengan begitu biaya produksi industrinya lebih
tinggi, sedang harga jual hasil produksinya lebih rendah dari pada biaya produksinya.
Menghadapi persaingan dan pertarungan harga penjualan hasil produksi industri dipasar
serta pembelian bahan mentah atau bahan baku keperluan industri, ataupun menguasai
dan memonopoli sumbernya melawan kapital-kapital besar atau kapital-kapital raksasa,
kapital-kapital keil tidak berdaya. Akan menandingi, kapitalnya tidak mampu. Untuk
membeli mesin-mesin modern, harganya begitu tinggi, tidak terjangkau oleh kapital keil.
Maka kapital keil tidak bisa lain keuali jatuh, hanur, dan gulung tikar.
Demikian proses pemusatan atau proses akumulasi kapital. Kapital besar atau
kapital raksasa memukul hanur dan memakan kapital-kapital keil hingga kapital menjadi
memusat dan berakumulasi pada hanya sat-dua kapital besar atau kapital raksasa.
Kemudian kapital itu berwatak dan bersifat menghisap. Karena itu kapital juga berwatak
dan bersifat jahat serta kejam. Maka dengan sendirinya kapitalis, ortang yanga
menjalankan kapital dan hidup dari kapital, juaga berwatak dan bersifat jahat serta kejam.
Segala pernyataan dan tindakan yang tampaknya 6baik7 atau 6bijaksana7 dari kapitalis
hanyalah gejala yang semu dan munafik yang mengemukakan karena terpaksa, dan
bagaimanapun, kapitalis akan tetap hidup berpijak pada dan dari penghisapan tenaga,
keringan dan darah manusia.
Sudah disebutkan bahwa ada tiga maam kapital, yaitu kapital bank, kapital
dagang, dan kapital +mdustri. Semua maam kapital itu berwatak dan bersifat jahat karena
semua menghisap. !anya bentu dan kadar penghisapannya yang berbeda. dalam hali ini,
dari ke-tiga maam kapital itu, kapital bank yang paling jahat. Kapital bank dalam
menghisap bentuknya terang dan kadarnya sangat tinggi. !anya dengan 6mengeram7
sudah bisa seara intensif menghisaf 6dara7 dan keringat sasaranya sampai 6kurus kering7
atau lemah lunglai tidak berdaya. Karena itu kapitalis nak atau bankir adalah reaksioner.
28
Ekonomi Politik Marxis
Kapital dagang dalam menghisap bentuknya sederhana, yaitu 6mengait7 atau
6merogoh7 isi kantong konsumen. "etapi aranya liin, bahkan juga liik dan banyak (ariasi
sehingga sering mengaburkan. "argenya 6mengait7 atau 6merogoh7 kantong konsumen
tidak menentu. Seperti tanpa target. Sering tergantung pada situasi dan mengeHploitasi
situasi itu untuk bisa merogoh isi kantong konsumen lebih dalam dan lebih banyak,
sedalam dan sebanyak mungkin bisa mendapatkannya. Samapi robek seklipun kantong
konsumen itu, tidak menjadi soal bagi kapitalis dagang. Karena itu kapitalis dagang paling
liberal, berbelit-belit, tidak jujur, dan sangat suka bermain pat gulipat dengan banyak
(ariasi kasar dan halus yang meyesatkan.
Kapaital industri dalam mengisap bentuknya paling terselubung dan sangat tidak
kentara hingga tidak mudah dimengerti oleh siapapun. "ermasuk yang terhisap sendiripun,
yaitu kaum buruh, juga tidak mudah untuk bisa mengerti bahwa mereka dihisap.
'enghisapannya juga intensif dengan merampas nilai lebih hasil kerja kaum buruh.
Dengan mempekerjakan kaum buruh, kapital industri bergerak untuk merampas sebagian
hasil kerjanya.Sesuai dengan tujuannya untuk merampas sebagian hasil kerja kaum buruh
tersebut, kapitalis industri selalu berusaha bisa meningkatkan intensitas kerja industrinya.
Maksudnya, dengan begitu supaya bisa merampas sebagian sangat besar hasil kerja
kaum buruhnya yang disebut nilai lebih. -elasnya, nilai lebih hasil kerja buruh yang
dirampas oleh kapitalis.
Untuk bisa mendapatkan lebih banyak nilai lebih kapitalis tidak hanya selalu
berusaha bisa meningkatkan intensitas kerja industrinya, tetapi juga dalam hubungannya
dengan itu, selalu berusaha menari dan menemukan jalan bisa mengintensifkan kerja
kaum buruhnya dan menggunakan alat-alat kerja industri yang benar-benar produktif.
Artinya, si kapitalis harus menggunakan alat-alat kerja yang baik atau yang modern dan
menimbulkan dorongan untuk bisa teripta alat-alat seperti itu. Dengan begitu kapitalis
industri ikut mempunyaoi peranan dalam mendorong maju perkembangan alat kerja
industri menjadi modern. Karena itu kapitalis industri adalah kapitalis yang maju dari pada
kapitalis-kapitalis yang lain. Sebab dengan mendorong maju perkembangan alat kerja
industri menjadi modern berarti juga mendorong maju kehidupan masyarakat, sosial, politik
dan ekonomi.
e. *ahirnya kapital
Kapital adalah kekayaan yang ditimbun dan digunakan untuk mendatangkan nilai
baru disamping nilainya sendiri. 'enimbunan kapital itu bisa dari hasil kerja sendiri, bisa
dari merampas hasil kerja orang lain dan dari merampas milik orang lain, dan sebagainya.
'ada mula sejarahnya, manusia seara pribadi orang seorang tidak mempunyai
milik sesuatu keuali kekayaan alam seisinya sebagai milik bersama seara kolektif. Maka
kalau sampai terjadi ada yang bisa memilik kekayaan yang bertimbun, itu tentu dari hasil
kerjanya sendiri yang melebihi kebutuhan dan keperluan hidupnya, atau dari merampas
hasil kerja orang lain atau dari merampas milik orang lain. Menimbun kekayaan dari hasil
kerjanya sendiri, jelas tidak bisa dalam proses yang epat. 'rosesnya akan sangat lama
untuk bisa menimbun kekayaan dari hasil kerjanya sendiri. 'roses yang lambat dalam
penimbunan kekayaan juga berarti lambat dalam pembentukan kapital. Kelambatan yang
demikian akan tidak bisa menampung gerak epat proses ekonomi ke kapital. Kelambatan
yang demikian akan tidak bisa menampung gerak epat proses perkembangan ekonomi
ke kapitalisme.
Untuk bisa menampung gerak epat proses perkembangan ekonomi ke kapitalisme
perlu ada penimbunan kekayaan seara epat pula sebagai kapital. Sebab tanpa adanya
29
Ekonomi Politik Marxis
kapital, tidak bisa dimulai berlangsungnya produksi kapitalis sebagai sendi dari ekonomi
kapitalis dan kapitalisme. Dengan timbulnya perkembangan untuk menimbun kekayaan
seara epat sebagai kapital, berartiharus melakukan permpasan-perampasan terhadap
hasil kerja orang lain ataumilik orang lain. Maka lalu terjadi proses penimbunan kapital
seara primitif atau penimbuan primitif kapital. 'enimbunan kapital yang sudah sangat
terkenal telah terjadi dan berlangsung di +nggris oleh raja dankaum feodal dalam
menghadapi proses perkembangan perdagangan bulu domba sejalan dengan proses
perkembangan maju industri dan perdagangan wol di 4ropa.
'enimbunan kapital primitif di +nggris itu dilakukan dengan terjadi dan
berlangsungnya pengusiran besar-besaran terhadap kaum tani penggarap daritanah
garapanya. Akibatnya, ratusan dan ribuan kaum tani penggarap menjadi proletar, kaum
yang sudah tidak mempunyai apa-apa lagi keuali tenaga kerja dan anaknya. Mereka
terpaksa menggelandang ke kota-kota karena di desa tidak bisa hidup dengan hilangnya
tanah garapannya yang dirampas oleh raja dan tuan-tuan feodal untuk dijadikan ladang
pengembalaan domba penghasil bulu bahan pembuat wol.
Di +ndonesia juga terjadi dan berlangsung penimbunan primitif kapital ketika )aman
:3& 8:erenigde 3ost-+ndie &ompanyJ, yaitu perhimpunan dagang !india "imur dari laum
pedagang rempah-rempah #elanda. 'enimbunan kapital primitif di +ndonesia pada )aman
:3& itu dilakukan oleh :3& yang sangat terkenal dalam sejarah dengan terjadi dan
berlangsungnya !ongi tohten, yaitu perang rempah-rempah di Sulawesi dll. 'ulau
rempah-rempah untuk menindas perlawana kaum tanirempah-rempah terhadap
perampasan tanaman dan hasilremapah-rempahnya oleh :3&. 2atusan dan ribuan kaum
tani dipulau itu meninggal dipenggal lehernya oleh pedagang atau ditembus dadanya oleh
peluruh :3&.
Demikian kapital lahir pada berabad-abad atau beratus-ratus tahun yang lampau
dari genangan darah dan air mataratusan dan ribuan kaum tani sekeluarganya, baik di
4ropa dan +ndonesia dan negeri-negeri lainnya lagi.
Kelahiran kapital dari proses penimbunan primitif itu telah memperpeepat pula
proses berlangsungnya ekonomi kapitalis dan lahirnya kapitalisme. Sesudah penimbunan
kapital seara primitif itu semakin sulit, tidak populer dan tidak bisa dilakukan sejalan
dengan perkembangan )aman seta berkembangnya kapital itu sendiri, lalu terjadi dan
berlangsung proses dan bentuk-bentuk lain penimbunan kapital, yaitu dengan menyisihkan
sebagian besar nilai baru yang didatangkan oleh kapital disamping nilai sendiri dan
menambahkan pada kapital lama yang disatukan menbjadi besar, atau dipenar menjadi
kapital anak dari kapital lama yangmenjadi kapital induk, atau menjadi kapital yang 6berdiri
sendiri7, atau menjadi kapital abang dari kapital pusat. Keuali itu juga terjadi
pembentukan kapital oleh tuan-tuan feodal yang akan berpindah klas dari klas feodal ke
klas kapitalis dengan melalui penjualan semua atau sebagian besar hak milik tanahnya.
!asil penjualan itu lalu dijadikan kapital yang membuatnya menjadi kapitalis atau orang
yang menjalankan kapital.
Dengan kapital yang dibentuk atas penjualan tanahnya itu, kaum feodal yang akan
berpindah klas menjadi klas kapitalis mulai melakukan kegiatan sebagai kapitalis yang
yang hidup dari kapitalnya. Atau juga tidak sedikit, dan banyak pula dari mereka yang
mengambil jalan yang gampang yaitu menjadi kapitalis riba dengan memasukkan
kapitalnya kedalam bank dan hidup dari bunga kapitalnya itu. Dengan begitu mereka tidak
perlu banyak pikiran seperti merka yang menjadi kapitalis industri atau kapitalis dagang.
Kaum feodal hidup dari penghasilan tanahnya. Sedangkan kapitalis hidup bergantung dari
nilai baru kapitalnya yang didatangkan disamping nilainya sendiri. Maka kaum feodal
dalam menjual tanahnya untuk dijadikan kapital juga menghitung benar-benar supaya
30
Ekonomi Politik Marxis
kapital yang dibentuk dari penjualan tanahnya itu bisa mendatangkan nilai baru disamping
nilainya sendiri, sedikitnya sama dengan hasil tanahnya pada tiap musim sebelum
tanahnya itu dijual. Dengan begitu penghasilan kaum feodal itu tidak akan berkurang bila
mereka berpindah klas menjadi klas kapitalis.#erhubung dengan itu kaum feodal
menetapkan harga tanahnya juga sebesar kapital yang bisa mendatangkan nilai baru
disamping nilainya sendiri, sedikitnya sama dengan hasil tanahnya yang dijual itu menurut
hasilnya satu musim atau satu tahun. 'enetapan harga tanah atas dasar perhitungan
yang demikian itu bisa mengambil ara yang sederhana dengan mengambil pedoman
pada besarnya prosentase bunga simpanan di bank selama satu tahun. Dengan pedoman
itu hasil tanah satu musim atau satu tahun dinilai sama dengan hasil bunga simpanan
dalam bank satu tahun. -adi bila hasil tanah satu musimatau satu tahun disamakan
dengan dengan hasil prosentase bunga uang simpanan sebagai kapital dalam bank satu
tahun, maka berarti harga tanah yang dijual harus sama besarnya dengan uang simpanan
sebagai kapital dalam bank satu tahun yang bisa menghasilkan sejumlah bunga yang
jumlahnya sama dengan hasil tanah satu musim atau satu tahun.
Dengan begitu ara menetapkan harga tanah yang dijual untuk dijadikan kapital
adalah sebagai berikut.
#esarnya hasil tanah
KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
#esarnya prosentase bunga bank
Atau
#esarnya hasil tanah
KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
besarnya prosentase bunga bank
-elasnya, misalkan hasil tanah satu tahun 2p ?.CCC.CCC,CCdan bunga bank satu
tahun ?CL. Mka harga tanah adalah.
2p ?.CCC.CCC,CC < 2p ?.CCC.CCC,CC < 2p ?CCC.CCC,CC . ? < 2p ?.CCC.CCC,CC H ?C
< 2p ?C.CCC.CCC,CC
?C.?CC ?.?C ?C
Dengan harga tanah 2p ?C.CCC.CCC,CC dan bunga bank ?CL satu tahun berarti bila
uang harga tanah sebesar 2p ?C.CCC.CCC,CC itu dimasukkan dalam bank sebagai kapital,
akan mendapatkan bunga 2p ?.CCC.CCC,CC satu tahun. -adi sama besarnya dengan hasil
tanah satu tahun, yaitu 2p ?.CCC.CCC,CC. Atau misalkan hasil tanah satu tahun 2p
?.CCC.CCC,CC dan bunga bank DC L. Maka harga tanah adalah .
2p ?.CCC.CCC,CC < 2p ?.CCC.CCC,CC < 2p ?.CCC.CCC,CC . ?K < 2p ?.CCC.CCC,CC H
@. ? < 2p @.CCC.CCC,CC
DC . ?CC ? . @ @
lalu uang harga tanah rp @.CCC.CCC,CC itu dimasukkan dalam bank dengan bunga DC L
satu tahun, berarti akan mendapat bunga 2p ?.CCC.CCC,CC. -adi sama dengan hasil tanah
selama satu tahun.
31
Ekonomi Politik Marxis
Demikian dasar dan pedoman untuk menetapkan harga penjualan tanah kaum
feodal atau kaum pemilik tanah yang uang hasil penjualan itu akan dijadikan kapital dalam
usahanya berpindah klas sebagai klas kapitalis.
Dari kenyataan-kenyataan sejarah tersebut menunjukkan bahwa lahirnya kapital
melalui tiga maam proses, yaitu.
?. Melalui proses penimbunan kapital seara primitif atau penimbunan primitif
kapital yang berlangsung dengan dilakukannya perampokan atau perampasan
atas tanah garapan kaum tani oleh tuan-tuan feodal, atau atas hasil kerja kaum
tani oleh tengkulak-tengkulak, dan sebagainya.
D. Melalui proses penimbunan nilai baru yang didatangkan kapital disamping
nilainya sendiri yang berlangsung dengan disishkannya nilai baru itu sebagian
demi sebagian setiap kali datang. Kemudian sesudah ukup terkumpul lalu
dijadikan kapital baru oleh si kapitalis.
F. Melalui proses penjualan tanah, dan sebagainya, milik tuan feodal dalam
usahanya berpindah klas menjadi kapitalis yang berlangsung dengan
pembentukan kapitalnya dari hasil penjualan tanah, dan sebagainya tersebut.
'erpindahan klas feodal ke klas kapitalis terjadi karena pekembangan maju
ekonomi kapitalis yang tampak mempunyai persepektif daripada ekonomi feodalisme yang
mulai tampak suram. Disamping itu juga karena aksi-aksi kaum tani dan perlawanan-
perlawanan anti feodalisme yang terasa dan tampak mulai mengkhawatirkan dan
membahayakan feodalisme hingga tidaka akan menguntungkan untuk meneruskan
kehidupan dalam ekonomi feodalisme. Maka sebelum perkembangan negatif bagi ekonomi
feodalisme benar-benar datang dan terjadi, tidak sedikit tuan-tuan feodal yang berpindah
klas menjadi kapitalis dengan menjadikan tanah miliknya sebagai kapital. Dengan begitu
mereka tidak sampai kehilangan tanah miliknya yang mungkin bisa terjadi sebagai akibat
dari adanya aksi-aksi dan perlawanan-perlawanan anti feodalisme.
-adi kepindahan klas tuan-tuan feodal menjadi kapitalis berarti satu ara untuk
menyelamatkan hak miliknya bagi kelangsungan ekonomi pribadinya.
f. 'engertian maam kapital dalam kegiatan industri
Dalam kegiatan produksi industri kapitalis terdapat apa yang disebut kapital konstan
dan kapital (ariabel. Kapital konstan adalah kapital tetap, sedangkan kapital (ariabel
adalah kapital beralir. 'engertian tentang dua maam kapital tersebut terdapat perbedaan
yang saling bertentangan antara teori dari ekonomi kapitalis dengan teori dari 4konomi
'olitik MarHis 84'MJ.
Menurut teori atau ilmu ekonomi kapitalis atau ekonomi borjuis, yang disebut
sebagai kapital konstan adalah kapital yang tidak beergewrak seperti mesin, perlengkapan
kerja, perkakas kerja, bangunan industri, gudang, dan sebagainya. Sedang kapital (ariabel
ialah kapital yang bergerak atau yang beralir, seperti bahan mentah minyak, dan
sebagainya. Adapun tenaga buruh yang juga merupakan satu faktor dalam kegiatan
industri, disebut partnership dari kapitalis. #ukan sebagai kapital.
#erbeda dengan maam kapital tersebut, menurut teori atau ilmu ekonomi politik
MarHis, kapital konstan ialah juga kapital tetap atau tidak bergerak, dalam arti kapital yang
tidak menghasilkan nilai lebih. Dengan begitu menurut teori atau ilmu ekonomi politik
MarHis yang disebut kapital konstan bukan hanya mesin, perlengkapan kerja, perkakas
kerja, bangunan industri, gudang, dan sebagainya. "etapi juga bahn mentah, minyak, dan
32
Ekonomi Politik Marxis
sebagainya. Sebab, semuanya itu merupakan kapital yang pasif, yang tidak menghasilkan
nilai lebih. Adapun kapital yang menghasilkan nilai lebih adalah kapital (ariabel. -adi,
kapital (ariabel ialah kapital yang beralir, dalam arti kapital yang menghasilkan nilai lebih,
kapital yang aktif, dan itu adalah tenaga kerja buruh sebagai satu-satunya maam kapital
yang menghasilkan atau mendatangkan nilai lebih dalam proses produksi industri kapitalis.
+tu bisa dimengerti karena tenaga kerja buruh adalah tenaga yang bekerja menjalankan
mesin, menggerakkan perkakas kerja, mengolah bahan mentah dan sebagainya. "anpa
tenaga kerja buruh tidak akan dihasilkan nilai lebih. Semua mesin, perkakas kerja, bahan
mentah dan sebagainya tidak akan ada artinya tanpa tenaga kerja buruh. Keadaannya
akan tetap sama. "idak akan mendapatkan hasil apa-apa bagi si kapitalis.
-elas, bahwa yang menghasilkan nilai lebih adalah tenaga kerja buruh. Maka untuk
bisa menghasilkan nilai lebih dalam satu proses produksi industrinya, si kapitalis harus
mendapatkan tenaga kerja buruh, yang itu harus dibeli. 'embelian tenaga kerja buruh
oleh si kapitalis dilakukan dalam bentuk yang terselubung dan menyesatkan dengan ara
memberikan uang kepada buruh yang bersangkutan sebagai upah sesudah buruh itu
bekerja dan menghasilkan produksi bagi si kapitalis.Dengan ara demikian, tampaknya
upah sebagai hasil kerja buruh yang menerimanya. !al itu sama sekali tidak dimengerti
oleh si buruh, bahwa sesungguhnya upah yang diterimanya itu tidak lain adalah harga
tenaga kerjanya yang dibayarkan sesudah tenaga kerjanya menghasilkan nilai lebih bagi si
kapitalis.#ahwa sesungguhnya upah itu adalah harga tenaga kerja buruh, dapat diikuti dari
dumulainya satu proses produksi kapitalis sebagai berikut. 'roses produksi kapitalis yang
tujuannya untuk menghasilkan nilai lebih, dimulai dari si kapitalis dengan uang kapitalnya
membeli mesin, perkakas kerja, bahan mentah dan sebagainya. "idak hanya itu, tetapi si
kapitalis juga membeli tenaga kerja buruh sebagai faktor penentu yang bisa menjalankan
mesin, menggerakkan perkakas kerja dan mengolah bahan mentah dalam satu proses
produksi.
'roses produksi yang demikian itu jelas menunjukkan bahwa sesungguhnya upah
adalah harga tenaga kerja buruh. Di samping itu juga menunjukkan bahwa sesungguhnya
buruh adalah penjual tenaga kerja kepada kapitalis. -adi bukan sebagai partner-ship dari
kapitalis dalam proses produksi kapitalis seperti yang biasa dikatakan bahwa kapitalis dan
buruh sama-sama bekerja atau melakukan kerja-sama dalam bentuk pembagian 6andil7.
Kapitalis memberikan kapitalnya, dan buruh memberikan tenaganya. Kata-kata tersebut
begitu sederhana dan enak didengar dengan pengertian seakan-akan dalam bekerja-sama
antara kapitalis dan buruh sama-sama merasakan dan menerima hasil yang seimbang.
'adahal kenyataan menunjukan bahwa tidak pernah ada seorang buruh pun yang
hidupnya sama keadaannya dengan si kapitalisnya. 5ang jelas, selalu berada jauh di
bawahnya. Karena itu apa yang dikatakan sebagai 6 bekerja sama7 antara kapitalis dan
buruh, sebenarnya bukan bekerja sama, sebab si kapitalis mengambil bagian hasil yang
sangat besar, sedang buruh hanya menerima sekedar untuk bis melangsungkan hidupnya.
Dengan begitu berarti bahwa 6bekerja sama7 tersebut merupakan suatu bentuk
penghisapan. Maka mengatakan buruh sebagai partnership si kapitalis dan bukan sebagai
kapital, lalu menyebut bahan mentah sebagai kapital (ariabel dan bukan sebagai kapital
konstan, hanya akan mengaburkan pengertian dan menyelubungkan penghisapan
kapitalis.
'engertian yang benar ialah bahwa bahan mentah adalah kapital konstan, bukan
kapital (ariabel. Sedang tenaga buruh adalah kapital (ariabel, bukan partnership dari si
kapitalis dalam proses produksi kapitalis. 'engertian tersebut merupakan satu kuni yang
bisa mudah membuka dan mengetahui rahasia penghisapan kapitalis yang begitu halus,
rumit, berliku, terselubung dan tertutup atas kaum buruh hingga tidak terasa dan tidak
33
Ekonomi Politik Marxis
mudah diketahui. Dengan kuni pengertian itu tabir rahasia penghisapan kapitalis akhirnya
tersingkap dan isi penghisapan yang sebenarnya menjadi tampak jelas.
D. UA10
a. Arti uang
uang menurut mula sejarah timbulnya, adalah alat pertukaran barang-barang
kebutuhan dan keperluan masyarakat. Karena itu, uang juga merupakan alat ukuran dan
pengukur nilai barang-barang dalam pertukaran. Demikian arti dan fungsi uang pada
tingkat mulanya."etapi arti dan fungsi itu menjadi berkembang pada )aman kapitalisme
sesuai dengan perkembangan ekonomi kapitalis. #egitu selanjutnya arti dan fungsi uang
tersebut juga berubah pada )aman sosialisme sesuai dengan keperluan dan sistim
ekonominya. Kemudian hal itu juga akan berubah lagi pada )aman komunisme, menjadi
sederhana sesuai dengan keperluan dan sistim ekonomi komunisme.
Dengan begitu arti dan fungsi uang berkembang dan berubah sesuai dengan
perkembangan dan keperluan dari satu sistim ekonomi yang berlaku dalam masyarakat.
!al itu bisa diikuti sejak timbul embrionya pada )aman komunal primitif. 'ada )aman
komunal primitif belum timbul uang dalam arti dan fungsinya yang sesungguhnya. 5ang
timbul baru embrionya. %ungsinya hanya sebagai alat pertukaran yang karena itu juga
merupakan atau berfungsi sebagai ukuran 6nilai7.
34