Anda di halaman 1dari 2

A.

Memindahkan Pasien Pasca Pembiusan (dari OK ke RR)


Pengertian :
Memindahkan pasien yang masih dalam pengaruh obat anestesi dari kereta dorong ke tempat
tidur.
Tujuan :
Memindahkan pasien dengan cara yang aman agar dapat dilakukan pemantauan lanjutan
sampai sadar kembali dan dapat dipindahkan ke ruangan.
Sasaran :
1. Pasien pasca anestesi umum
2. Pasien pasca anestesi regional
3. Pasien yang setelah mendapat premedikasi mengalami depresi napas atau sirkulasi.
Persiapan penolong
Tiga sampai empat orang.
Cara kerja :
( dilakukan bersama : petugas anestesi dan petugas RR )
1. Kereta dorong dinaikkan dan diarahkan tempat di atas tempat tidur yang dituju.
2. Kereta dorong diturunkan sampai menempel kasur semua tali dilepas.
3. Badan kereta ditarik menjauhi tempat tidur
4. Satu penolong berdiri di depan kepala pasien untuk menjaga jalan napas pasien, satu kiri
dan satu kanan.
5. Dengan didahului aba-aba pasien dimiringkan ke kiri pelan-pelan, penolong sebelah
kanan merangkul pasien, alas (kereta dorong) di bawah pasien dilipat ke kanan.
Kemudian dilakukan tindakan yang sama dengan arah yang berlawanan (pasien miring
kanan).
6. Pengamanan dipasang, selimut dirapikan, lampu penghangat dinyalakan.
7. Jalan napas dijaga tetap bebas, oksigen diberikan melalui masker sesuai pesanan terapi.
8. Pemantauan dicatat dalam lembar dokter yang tersedia.
9. Melanjutkan semua instruksi.
10. Registrasi pasien.
11. Timbang terima pasien (lihat protap timbang terima di lampiran).
Perhatian :
1. Perhatikan posisi pasien
2. Pada waktu memindahkan, dijaga jalan napas tetap bebas, infus tetap berjalan dan tidak
terlepas.
3. Apabila pasien masih menggunakan pipa endotrakeal, jangan sampai tercabut
4. Bila pasien muntah segera kepala dimiringkan, hisap muntahan dalam posisi kepala lebih
rendah kecuali bila ada kontra indikasi.
5. Petugas tetap di samping pasien sampai pasien sadar