Anda di halaman 1dari 21

Presentasi Fitofarmasi

KELOMPOK 3
1. Wilona Kaulika (051011093)
2. Hikmah Prasasti (051011105)
3. Frida Magdalena (051111019)
4. Nurul Eka Wachdiyati (051111105)
5. Risma Pratiwi (051111051)
6. Erwinda Rahmadhanniar (051111077)
7. Chindya Marcha Ayu (051111081)
8. Siti Husnul Khatimah (051111037)
9. Tita Alvinda (051111107)
PREPARASI SAMPEL
Adalah proses yang harus dilakukan untuk
menyiapkan sampel sehingga siap untuk dianalisis.
(Ganden,2011)
Preparasi sampel merupakan titik kritis untuk
mendapatkan data analisis yang akurat dan dapat
dipercaya (Yash P. Kalra,1998)
Esensi preparasi sampel :
analit HOMOGEN dan TERLARUT

Tahap preparasi sampel :
SOMENATH MITRA AND ROMAN BRUKH
Department of Chemistry and
Environmental Science,
New Jersey Institute of Technology, Newark,
New Jersey
1. Reduksi Ukuran Partikel
Bertujuan untuk memperoleh ukuran serbuk yang
sesuai dan homogen sehingga luas permukaan yang
kontak dengan solven lebih optimal dan efisien.
Reduksi ukuran partikel Meningkatkan luas
permukaan Meningkatkan kecepatan difusi
berdasarkan hukum Ficks:


J=aliran, M= jumlah zat, S= luas penampang, t= waktu
D= koefisien difusi, C= konsentrasi, x= jarak
meningkatkan efektivitas ekstraksi
J = dM = -D dC
S. dt dx

Prinsip reduksi ukuran partikel
Sampel diperkecil ukurannya sampai 0,5-1,0
mm untuk memastikan homogenitas dan
menjamin material organik telah
terdestruksi.
(C.Ray Campbell & C.Owen Plank)

CATATAN : Sampel berupa ekstrak dan fraksi tidak
dilakukan reduksi ukuran partikel.
PENIMBANGAN
Ada 2 cara penimbangan:
1. cara langsung
2. cara tidak langsung
Cara langsung
Timbang wadah kosong dengan neraca (W1).
Masukkan sampel ke dalam wadah yang telah
diketahui beratnya (W2).
Hitung berat sampel yang telah ditimbang. (Ws = W2
W1)

Cara Tidak Langsung
Sampel ditimbang dengan neraca orientasi.
Masukkan sampel yang telah diorientasi beratnya ke
dalam wadah. Timbang wadah+sampel di neraca
analitik.(W1)
Tuang sampel kedalam beaker glas. Timbang
wadah+sisa sampel.(W2)
Hitung berat sampel yang dianalisis (Ws= W1-W2)

Penimbangan saksama:
Menurut Farmakope Herbal Indonesia edisi 1 th 2008:
Dengan pernyataan timbang saksama dimaksudkan
bahwa penimbangan dilakukan sedemikian rupa
sehingga batas kesalahan penimbangan tidak boleh
lebih dari 0,1% jumlah yang ditimbang.
Misalnya dengan pernyataan timbang saksama 50 mg,
berarti bahwa batas kesalahan penimbangan tidak
lebih dari 0,05 mg.
Penimbangan saksama dapat juga dinyatakan dengan
menambahkan angka 0 (nol) dibelakang koma angka
terakhir yang bersangkutan; misalnya dengan
pernyataan timbang 10,0 mg dimaksudkan bahwa
penimbangan harus dengan saksama.
2. Ekstraksi
Ekstraksi adalah kegiatan penarikan kandungan kimia
yang dapat larut sehingga terpisah dari bahan yang
tidak dapat larut dengan pelarut cair.
(PSE, hal: 1)

Metode Ekstraksi Bahan


Accelerated
Extraction
Cold
Extraction
Hot
Extraction
-Maserasi
-Perkolasi
-Dekoksi
-Infusi
-Soklet
-Destilasi

-Microwave Assisted Process
-Sonikasi
-Supercritical Fluid
Ekstraksi Sample untuk analisis
Untuk sample padatan dapat diekstraksi dengan cara :
cara dingin : maserasi, perkolasi
cara panas : refluks, soxhlet
Untuk sample cairan dapat diekstraksi dengan
menggunakan corong pisah


3. Konsentrasi : Pemekatan atau
Pengenceran Ekstrak
Konsentrasi sampel yang akan di analisis minimal
harus 3xLOD (Limit of detection) dan 10xLOQ (Limit
of Quantitation) dari instrumen yang digunakan
untuk analisis.
Oleh karena itu, dilakukan :
a. Pemekatan untuk meningkatkan konsentrasi.
b. Pengenceran untuk menurunkan konsentrasi.




SOMENATH MITRA AND ROMAN BRUKH
Department of Chemistry and
Environmental Science,
New Jersey Institute of Technology, Newark,
New Jersey
Pengenceran

4. Clean Up
Clean up dilakukan untuk menghilangkan
kontaminan yang masih terdapat dalam sampel yang
akan dianalisis.
Prinsip clean up:
Pada proses clean up , analit yang akan dianalisis akan
tertahan pada penjerap yang digunakan, sedangkan
pengotor pengotornya akan terelusi.

Clean up dilakukan untuk menghilangkan pengotor pengotor yang
masih terdapat dalam sampel yang akan dianalisis. Pada proses clean
up kali ini analit yang akan dianalisis akan tertahan pada penjerap yang
digunakan, sedangkan pengotor pengotornya akan terelusi. Analit
akan tertahan pada penjerap karena analit dan penjerap sama sama
bersifat nonpolar. Selanjutnya analit yang tertahan pada penjerap akan
dielusi oleh sebagian kecil pelarut organik.
Tahap pertama menggunakan SPE adalah mengkondisikan penjerap C
18 dengan pelarut metanol dan air. Pengkondisian ini dilakukan untuk
membasahi permukaan penjerap dan untuk menciptakan pH yang
sama, sehingga perubahan perubahan kimia yang tidak diharapkan
ketika sampel dimasukkan dapat dihindari. Selanjutnya larutan sampel
dilewatkan ke penjerap, maka analit yang diharapkan akan tertahan,
sedangkan pengotor pengotornya akan terelusi. Kemudian kolom
(penjerap) dicuci dengan akuades untuk menghilangkan seluruh
komponen yang tidak tertahan oleh penjerap. Tahap terakhir adalah
elusi teobromin dan kafein dari kolom dengan kloroform. Pada tahap
ini analit yang diharapkan yaitu teobromin dan kafein akan terelusi
kedalam kloroform. Kemudian kloroform diuapkan dengan pengangas
air.
Pustaka
Wijesekera ROB, 1991, The Medicinal Plant Industry,
CRC Press , Washington DC
Karla, Y. P., 1998. Handbook of Analysis Plant.
Depkes RI., 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak
Tumbuhan Obat. Jakarta.