Anda di halaman 1dari 3

Pielonefritis tanpa komplikasi

Tingkat kemampuan : 4A

Masalah kesehatan
Pielonefritis adalah inflamasi pada pelvis dan parenkim ginjal yang disebabkan adanya
infeksi oleh mikroorganisme. Infeksi ini paling sering akibat infeksi ascenden dari traktus
urinarius bagian bawah.

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan
Pasien datang dengan keluhan demam, nyeri pinggang belakang, mual dan/atau muntah.
Mungkin juga dapat disertai dengan gangguan buang air kecil, seperti anyang-anyangan,
rasa panas, nyeri perut bawah, air seni berwarna merah. Dapat pula disertai menggigil,
dan rasa lemah.

Faktor Risiko
Jenis kelamin
Kehamilan
Sumbatan
Disfungsi neurogenik kandung kemih
Reflux vesikoureteral
Faktor virulensi bakteri
Faktor genetik

Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik
Demam, biasanya tidak lebih dari 39,5
o
C
Nyeri tekan suprapubik
Flank pain, biasanya unilateral, tergantung pada ginjal yang terinfeksi

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium, dan pencitraan.
Pemeriksaan urinalysis, didapatkan:
Leukositosis, didominasi oleh neutrofil;
Biasanya jg terdapat bakteri-bakteri batang ataupun bakteri bulat;
Pemeriksaan analisa darah, didapatkan:
Leukositosis, didominasi oleh neutrofil
Laju Endap Darah (LED) meningkat
Peningkatan kadar C-reactive protein
Pada kultur darah juga bisa positif
Pemeriksaan pencitraan : rontgen, USG, IVP

Penegakan Diagnosis (Assessment)

Diagnosis Klinis
Diagnosa klinis ditegakkan berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang.

Diagnosis Banding
1. Appendisitis
2. Pankreatitis
3. Nefrolitiasis
4. Endometriosis
5. Prostatitis

Komplikasi
Bakteremia
Septikemia
Hidronefrosis

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan
Pengobatan pielonefritis akut tanpa komplikasi adalah untuk mencegah kerusakan ginjal
yang lebih lanjut, serta memperbaiki keadaan pasien, yaitu dengan pemberian antibiotik
sistemik dan terapi suportif sesuai keluhan pasien.
Pada infeksi yang disebabkan patogen E. Coli:
First-line, golongan fluoroquinolones
Ciprofloxacin : 500mg 2 kali sehari selama 14 hari.
Levofloxacin : 250mg 1 kali sehari selama 10 hari (kontraindikasi: wanita hamil
dan anak-anak).
Second-line, Trimethroprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) :
Dosis : 1 Double strength tablet, 2 kali sehari, selama 14 hari.
Pada infeksi yang disebabkan patogen bakteri gram-positif:
Amoxicillin atau amoxicillin-clavulanic acid :
Dosis : 500mg, setiap 8 jam, selama 14 hari.

Konseling & Edukasi
Edukasi pasien mengenai perjalanan penyakit serta kemungkinan komplikasi yang dapat
terjadi. Istirahat sangat penting pada stadium akut, serta memperbanyak konsumsi air
putih.

Kriteria Rujukan
Pasien dengan keadaan umum serta imunitas yang rendah, dan tidak merespon baik
terhadap pengobatan.

Sarana Prasarana
Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah dan urin.

Prognosis
Prognosis umumnya bonam.

Referensi
1. Longo, Fauci, Kasper, et al. Harrisons Principles of Internal Medicine 18th Editon,
2012.
2. National Kidney & Urologic Diseases Information Clearinghouse (NKUDIC).
Kidney and Urologic Diseases Statistics for the United States.
3. Wein, Kavoussi, Novick, et al. Campbell-Walsh Urology Tenth Edition, 2012.

Anda mungkin juga menyukai