Anda di halaman 1dari 27

Materi 10

Verifikasi dan Validasi Model



Ir. Risma A. Simanjuntak, MT


Teknik Industri
Fakultas Teknologi industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND
Yogyakarta

Kompetensi
Mampu untuk memahami konsep validasi
dan verifikasi
Mampu menginterpretasikan hasil-hasil
simulasi

Pokok Bahasan
Verifikasi pada simulasi
Validasi
Output simulasi


Pengantar
Salah satu dari permasalahan yang paling sulit
dihadapi oleh analis simulasi adalah
menentukan apakah suatu model simulasi
sudah akurat mepresentasikan sistem nyata
yang sedang dipelajari. Jika suatu model tidak
sah, apapun kesimpulan yang diperoleh dari
model tersebut akan diterima dengan ragu.
Pengantar (lanjut)
Verifikasi dan validasi saja tidak cukup untuk
membuat pengguna mau menyakinkan dan
mengimplementasikan solusi yang ditawarkan.
Model yang dibuat dikatajkan kredibel apabila
dapat dipercaya oleh pengguna bahwa model itu
valid dan mau menerimanya untuk digunakan
dalam pengambilan keputusan
Hubungan Validasi Verifikasi dan
Membangin Kredibilitas
System
Conceptual
Model
Simulation
Model
correct
Result
Available
Result
Implemented
Analysis and
Data
Programming Make Model
Runs
Sell Result to
Management
1.2.3
4.5.6.7.8.9
10
Establish
Creadibility
Validation Verification Validation Establish Creadibility
Verifikasi
Sebelum model simulasi diaplikasikan
terlebih dahulu dilakukan verifikasi dan
validasi
Langkah untuk menyakinkan bahwa model
berkelakuan atau bersifat seperti yang
dikehendaki
Tujuan utama verifikasi model :
Untuk menyakinkan bahwa model konseptual
(model yang mepresentasikan sistem nyatanya
dengan asumsi-asumsi pada komponen sistem,
struktur sistem, nilai parameter dan berbagai
simplikasi) ----Sudah secara akurat
direpresentasikan oleh model operasionalnya
(model yang dipresentasikan pada program
simulasi oleh komputer)

Verifikasi berhubungan dengan pertanyaan :
Apakah model sudah diimplementasikan
secara tepat pada komputer

Apakah parameter paramenter input dan
struktur logic model sudah dipresentasikan
secara tepat pada komputer --- untuk
menghindari terjadinya kesalahan logik
yang mungkin timbul pada program
simulasi yang dibuat
Verifikasi model memberi kesempatan :
Mengevaluasi beberapa kesalahan dalam
pemodelan :
Model mungkin saja mencakup variabel-variabel
yang kurang penting
Model mungkin saja mengabaikan suatu variabel
penting
Nilai-nilai numerik yang digunakan tidak benar
Teknik yang digunakan dalam verifikasi
model
1.Dalam mengembangkan model simulasi,
pengecekan terhadap program dilakukan dalam
bentuk modul-modul atau sub program ----
dilakukan bertahap
2. Melakukan cross cheek terhadap model dengan
teman yang ada dalam tim ---pengecekan yang
dilakukan oleh dua atau lebih yang kompoten.
3. Me run simulasi dengan berbagai parameter dn
melihat apakah masuk akal dengan input
parameter yang dimasukkan
Lanjut
4. Melakukan trace pada model. Cara ini cukup
ampuuntuk mengecek program simulasi untuk
simulasi kejadian diskret
5. Melakukan pengecekan asumsi dn kalau karateristik
sebenarnya dari sistem diketahui dapat dapat
dilakukan komputasi untuk melakukan pengecekan
6. Untuk beberapa tipe model simulasi, akan sangat
membantu jika dilakukan animasi pada model
7. Menulis dan menghitung rata-rata sampel dn varians
sample untuk masing-masing distribusi kemudian
membandingkan dengan rata-rata dan varians
historis

Validasi
Hasil simulasi atau uji coba program diteliti
untuk mendeteksi apakah ada kesalahan dalam
model. Cara yang dapat dilaksanakan dengan
melaksanakan program validasi model, yaitu
dengan cara membandingkan hasil simulasi
dengan data historis yang telah didapatkan dari
pengamatan. Jika hasil performansi tidak
berbeda secara signifikan, maka model simulasi
dikatakan valid dan dapat digunakan untuk
eksperimen selanjutnya.
Tujuan Validasi
Menghasilkan suatu model yang benar-benar
dapat mempresentasikan perilaku sistem nyata,
sehingga model dianggap valid untuk
menggantikan sistem nyata.

Untuk meningkatkan tingkat kepercayaan
terhadap model
Cara menentukan derajat validasi suatu
model :
Valid replikatif
Hasil dari model sesuai dengan masa lampau
Valid prediktif
Hasil dari model sesuai dengan data yang belum
dikumpulkan
Valid struktur
Menampilkan hal yang sesuai dengan kenyataan
Membangun model simulasi yang valid dan
kredibel
1. Bangun suatu model yang high face validity --tampilan
sudah kelihatan valid
Beberapa hal yang dilakukan :
a. Orang-orang yang mengerti sistem nyata (model
manufaktur --- dibutuhkan informasi mesin,
persediaan)
b. Melakukan observasi langsung kedalam sistem
Lanjut
c. Memahami dan menguasai teori yang
berhubungan dengan sistem tersebut
(kedatangan berdistribusi eksponensial)
d. Melihat hasil model simulasi lain yang relevan
dengan sistem yang diobservasi
e. Mempunyai pengalaman dan intuisi yang baik
dalam bidang ini.

Lanjut
2. Pengetesan asumsi model secara empirik
Dilakukan tes secara kuantitatif terhadap semua asumsi
yang dibuat dari mulai langkah awal simulasi sampai
tahap pengembangan model. Melakukan analisis
sensitivitas untuk melihat seberapa signifikan perubahan
yang terjadi pada output model jika nilai inputnya diubah
Lanjut
3. Melakukan analisis output untuk melihat
seberapa representatif output
merepresentasikan sistem yang sebenarnya
Meyakinkan bahwa output mempunyai kemiripan
dengan kondisi aktual sistem. Semakin besar kemiripan
antara sistem yang ada dengan model mka kita
mempunyai keyakinan yang cukup untuk mengatakan
bahwa model nya valid. Beberapa uji satitstik dapat
dilakukan untuk membandingkan output dari model
simulasi dengan real-world system
Prosedur statistik untuk membandingkan
pengamatan real world dengan data output
simulasi
Tes statistik
Uji T
Chi Square
Kolmogorov-Smirnov
Mann-Whitney
Analisa Output
Simulasi tidak mengoptimasikan sistem, tidak
juga memberikan solusi. Simulasi hanya
mengevaluasi solusi dengan memberikan
taksiran bagaimana sebuah sistem berlaku
Untuk menggambarkan yang benar dan berguna
dari hasil-hasil simulasi diperlukan data yang
relevan dan diandalkan yang dibangkitkan oleh
simulasi

Analisa Statistik Keluaran Simulasi
Secara umum diperlukan apabila ingin
melakukan satu dari beberapa tipe
eksperimen berikut :
Menemukan kinerja yang diharapkan dari
sebagian desain sistem
Menemukan nilai optimum untuk variabel
keputusan
Lanjut
Menemukan nilai kombinasi optimum untuk dua atau
tiga variabel

Menentukan sensivitas sebuah model karena
perubahan satu atau lebih variabel

Membandingkan konfigurasi-konfigurasi alternatif
sistem

Analisa Simulasi Terminasi
Sampel yang digunakan untuk simulasi
terminasi dilakukan dengan membuat simulasi
pendek berganda yang digunakan selama
periode interest dengan menggunakan sumber
acak berbeda untuk masing-masing statistik
sering ditampilkan pada masing-masing tiruan.
Untuk mendapatkan sampel yang independen,
dimulai dengan nilai terbaik untuk seperti
random yang berurutan harus berbeda untuk
masing-masing tiruan
Rangkuman
Setelah model simulasi dibuat dan dijalankan
langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah
melakukan verifikasi dan validasi model.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa
simulasi berjalan sesuai dengan yang
diinginkan. Validasi dilakukan untuk melihat
apakah model konseptual yang dibuat telah
secara akurat merepresentasikan sistem nyata.
Rangkuman (lanjut)
Menafsirkan hasil simulasi dengan benar,
penting untuk membuat keputusan
berdasarkan hasil pada output simulasi.
Simulasi memberikan informasi yang
berguna tahu bagaimana
menggunakannya dengan benar.
Soal-soal
1. Sebutkan tujuan verifikasi
2. Sebutkan tujuan validasi