Anda di halaman 1dari 44

1

Dunia Tempat Gereja Timbul



1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah kesatuan, suasana
agama, penyembahan kaisar, filsafat dan masa gelap.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Kekaisaran Romawi merupakan dari kesatuan yang berpusat pada tangan kaisar,
dengan bahasa yang dipakai adalah bahasa Yunani. Pada saat itu terjadi perdagangan
yang besar karena keamanan sangat terjamin.
Akibat perubahan zaman, agama resmi Yunani-Roma dianggap sebagai agama
yang kolot, dan masyarakat menyembah dewa agama-agama lain, dan terjadilah
percampuran agama. Kaisarpun dianggap sebagai anak Illah dan Tuhan.
Selain hal di atas, muncul juga beberapa filsafat. Ada filsafat yang mekankan untuk
percaya kepada satu Allah saja. Tokoh filsafat yang terkenal pada saat itu adalah
Seneca dan Plato.
3. Tanggapan
Akibat dari agama dicampuri oleh pemerintah, maka ada indikasi agama diatur
oleh pemerintah sehingga agama itu tidak berjalan dengan baik, bahkan pemimpin
pemerintah kadang dianggap sebagai wakil Tuhan. Hal yang paling penting adalah
bahwa walaupun terjadi kontak atau terjadinya komunikasi/ kerjasama dengan orang
lain yang notabene berbeda kepercayaan dengan kita, maka kita harus tetap yakin dan
tidak boleh tergoyahkan imannya.

2

Bangsa Yahudi dalam Perserakan
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah jumlah, agama, bahasa,
dan pengaruh.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Gereja Kristus sudah mulai ada di tengah bangsa Yahudi. Sejak pembuangan ke
Babel, mereka terserak di berbagai tempat. Namun walaupun mereka jauh dari
Palestina, mereka tetap taat pada agamanya, dan mereka dibebaskan untuk tetap
mempersembahkan kurbannya kepada Kaisar.
Bahasa yang mereka pakai adalah bahasa Yunani karena mereka sudah lupa bahasa
Ibrani. Keberadaan agama Yahudi membuat banyak orang kafir sakit hati, namun
banyak pula yang mulai menghargai mereka. Orang-orang kafir yang telah menganut
agama Yahudi dan taat kepada taurat disebut orang proselit (mualaf). Orang-orang
proselit yang menyambut pekabaran Injil dan rasul-rasul menjadi jembatan bagi Gereja
untuk memasuki dunia Yunani-Rumawi.
3. Tanggapan
Keterserakkan orang Yahudi membawa dampak negatif dan positf. Kita sebagai
orang percaya harusnya membawa dampak positif. Dengan kita membawa dampak
positif, maka orang lain akan merasakan kasih dan damai yang daripada Tuhan, dan
tidak mustahil mereka akan berpaling menjadi percaya kepada Tuhan, sama seperti
orang-orang Kafir yang akhirnya menjadi proselit karena melihat sikap hidup orang
Yahudi.

3

Jemaat Kristen Yang Muda
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah mulai berdirinya
Jemaat Kristen, lepas dari agama Yahudi, sifat jemaat kristen, karunia roh, dan nasib
kristen Yahudi.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Gereja lahir pada hari turunnya Roh Kudus di Yerusalem. Murid-murid dipenuhi
dengan Roh Kristus. Orang Kristen Yahudi percaya dan mengajarkan bahwa Yesus dari
Nazareth adalah Mesias yang diharpakan itu. Pada awalnya jemaat Kristen di
Yerusalem belum sadar akan panggilannya terhadap dunia, tetapi penganiayaan yang
mereka alami menjadi alat untuk membuka mata mereka untuk melihat tugasnya untuk
mengabarkan injil kepada banyak bangsa.
Permulaan sejarah gereja dapat dilihat di kitab Kisah Para Rasul yang melukiskan
hidup jemaat mula-mula yang indah dan gembira, penuh cinta kasih dan keberanian.
Banyak jemaat yang berkarunia Roh seperti menyembuhkan orang sakit, bernubuat dan
karunia lidah. Jemaat di Yerusalem semakin sedikit dibanding dengan Gereja di luar
Palestina.
3. Tanggapan
Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita akan lepas dari pencobaan, tetapi Tuhan
berjanji akan menolong kita untuk menghadapi semua itu. Pada zaman sekarang ini
(secara khusus di Indoensia), kekristenan semakin ditindas, tapi satu hal yang harus kita
yakini, bahwa di balik semua ini, Tuhan mempunyai rencana yang indah.

4

Gereja Sesudah Zaman Rasul
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah perkembangan gereja,
organisasi, kebaktian, ajaran dan kebajikan, dan kitab apokrif.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Menurut kitab Para Rasul, pada masa rasul-rasul gereja telah sampai ke Syria, Asia
Kecil, Yunani dan Italia. Pauluslah yang paling berjasa dalam pemberitaan injil itu.
Pada awalnya orang-orang Kristen menyangka bahwa kedatangan Kristus kembali
sudah dekat, tetapi karena tidak datang-datang juga, maka mereka mulai menyusun
sistem jemaat. Pada zaman Paulus, pimpinan jemaat dipercayakan kepada rasul dan
pengajar serta nabi. Sesudah zama rasul, pimpinan rohani beralih kepada tiga jabatan
setempat tadi.
Oleh karena Kristus bangkit pada hari minggu, maka kebaktian dilakukan juga
pada hari minggu. Mula- mula belum ada tata kebaktian yang tetap, sehingga kadang-
kadang timbul kekacauan. Tapi lambat laun kebaktian berjalan dengan tertib dengan
memakai liturgi yang lengkap.
3. Tanggapan
Perkembangan gereja akan semakin pesat apabila dilakukan dengan semangat yang
tinggi.




5

Pertikaian Antara Gereja dan Dunia
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah penyebab pertikaian,
peghambatan, sikap jemaat, apologet dan katakombe.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pertikain terjadi karena orang Kristen dianggap sesuatu yang membahayakan
karena mereka tidak berbakti kepada dewa orang Rumawi. Juga tuduhan yang
menganggap bahwa orang Kristen memakan bayi, karena pernah didengar bahwa
mereka makan dan minum darah Anak-manusia.
Pemerintah mencurigai kesetiaan orang Kristen terhadap negara. Pada akhirnya
orang Kristen mengalami penganiayaan. Orang Kristen dituduh kafir, lalu ditangkap
polisi dan dibawa ke pengadilan. Orang kristen semakin disiksa, namun orang Kristen
tetap setia.
Pada abad ke II, orang Kristen yang terpelajar mengarang kitab pembelaan
(apologi) untuk menangkis tuduhan palsu yang dialamatkan kepada orang kafir. Yang
paling terkenal di antara apologet adalah Justinus.
Dari tahun 100 sampai 400 orang kristen di roma membuat kuburannya di bawah
tanah yang disebut dengan Katakombe.
3. Tanggapan
Penindasan sudah dialami orang kristen pada zaman dulu, dan sekarang juga masih
ada. Dengan demikian, kita harus tetap berserah kepada Tuhan, dan juga melakukan
pembelaan. Pembelaan dalam hal ini adalah kita harus mengtahui hak kita sebagai
warga negara (bebas beribadah)
6

Tiga Jenis Godaan
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah ajaran gnostik,
marcion, dan montanus.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pada abad ke II berbagai godaan mengancam gereja, yaitu gnostik, marcion, dan
montanus.
Gnostik merupakan campuran filsafat dan agama kafir, mereka mengajarkan
jemaat untuk berpegang kepada Injil, tetapi sebenarnya manusia harus sampai kepada
pengetahuan/ hikmat yang tertinggi.
Marcion mengajarkan untuk melawan suasana taurat dan menekankan bahwa
manusia dibenarkan oleh iman saja. Namun marcion menghilangkan PL, karena
mereka menganggap bahwa bahwa Allah PL yang menciptakan dunia yang penuh
kejahatan ini kurang sempurna.
Montanus mengajarkan untuk bisa berbahas lidah, dan mengucilkan diri dari dunia
ini.
3. Tanggapan
Seiring berkembangnya gereja, maka timbul pula ajaran-ajaran yang menyimpang
dari ajaran Alkitab. Hal ini diakibtkan oleh tidak mempelajari Alkitab dengan baik.
Oleh karena itu marilah kita mempelajari Alkitab dengan baik, dan menolong orang-
orang agar memahami Alkitab dengan baik.


7

Senjata Gereja
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah kanon, pengakuan, dan
pewarisan jabatan rasul.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Dengan pimpinan Tuhan, maka gereja sanggup menghadapi ajaran-ajaran sesat.
Gereja dulu hanya memiliki PL sebagai ukuran atau kanon, tetapi pada akhirnya gereja
mulai mengatur daftar kitab PB yang ditulis oleh para rasul yang dipercaya sebagai
pengarang yang menerima ilham Roh Kudus. Gereja menetapkan kitab yang dianggap
benar dan sah. Ukuran yang dipakai adalah, apakah kitab itu dikarang oleh rasul atau
murid mereka sendiri.
Selain kanon gereja juga memiliki pengakuan iman untuk menetapkan ajaran
gereja, dan juga gereja menetapkan jabatan uskup sebagai pengganti rasul dan pembela
kebenaran.
3. Tanggapan
Segala masalah yang dihadapi akan terselesaikan dengan berserah hanya kepada
Tuhan. Namun tidak hanya sekedar berserah saja, kita juga harus melakukan aksi, yang
mana aksi tersebut adalah sebagai alat yang dipakai Tuhan untuk menolong kita dalam
menghadapi setiap masalah yang dihadapi.




8

Gereja Katolik Yang Lama
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah kebaktian, siasat,
organisasi, uskup roma, dan cyprianus.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Dinamai gereja katolik yang lama karena terjadi pemisahan pada tahun 1054, yaitu
di bagian barat dan di bagian timur. Pandangan yang menyesatkan adalah bahwa
mereka menganggap roti dan anggur perjamuan berubah menjadi tubuh dan darah
Kristus, dan juga pandangan bahwa roti dan anggur harus dipersembahkan kepada
Allah.
Gereja semakin besar namun mengalami masalah, dimana orang yang kaya masuk
gereja, kemewahan juga ikut, dan juga berbagai masalah lain. namun uskup Roma yaitu
Calixtus (217) memiliki siasat tersendiri. Pusat organisasi gereja ialah uskup.
Pemimpin gereja yang terutama pada abad ke III adalh Cyprianus. Ia mengatur siasat
terhadap orang murtad dengan bijaksana.
3. Tanggapan
Katolik menganggap bahwa roti dan anggur dalam perjamuan kudus sesudah
didoakan akan langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Hal ini sangat
bertentangan dengan iman keskristenan yang berpendapat bahwa roti dan anggur dalam
perjamuan kudus hanyalah lambang tubuh dan darah Kristus.



9

Pergaulan Hidup dalam Gereja Lama
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah mutu kebajikan, rumah
tangga, milik, perbudakan, pergaulan, pengamalan, dan perawatan.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Di tengah-tengah masayarakat yang penuh dosa, gereja Kristen bercahaya seperti
penerang di dunia ini. Selain itu nikah dan rumah tangga dijunjung tinggi, perceraian
dilarang, dan wanita dihormati.
Milik adalah pinjaman dari Tuhan, sehingga orang Kristen bertanggung jawab
kepada Tuhan akan milik itu. Orang kristen juga mempunyai budak, dan budak kristen
dinasihatkan supaya melayani tuannya dengan patuh.
Orang kristen yang ingin hidup menurut Injil sulit menentukan sikap terhadap
masyarakat yang sangat dipengaruhi oleh kafir. Sikap hidup untuk saling menolong
juga ada, dimana banyak bantuan yang diberikan kepada orang yang berkekurangan.
Bahkan karena pada saat itu orang kafir belum memiliki rumah sakit, maka orang
kristen memulai untuk memperhatikan orang yang sakit.
3. Tanggapan
Orang kristen harusnya menjadi terang dan garam di tengah-tengah dunia ini.
Sehingga orang bisa merasakan terang kasih yang dari Tuhan. Sehingga dengan
demikian mereka mengetahui bahwa Tuhan itu baik. Dan satu hal yang harus
diperhatikan adalah bahwa dalam menolong orang harus iklhas.


10

Gereja dan Dunia: Penghambatan dan Perdamaian
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah penghambatan baru
dan kemenangan.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Gereja kristen yang bertambah besar menjadi suatu masalah politik yang sulit bagi
negara. Dimana di Roma hanya mengakui satu agama, sehingga gereja tidak mau
menganutnya karena gereja hanya mengakui hanya Allah Bapa Yesus Kristus saja
Allah yang benar.
Akhirnya gerja menang, sesudah Contantinus yang Agung merebut takhta Roma
pada tahun 312. Pada tahun berikutnya Kaisar Kristen pertam itu mengumumkan
putusannya bahwa gereja mendapat kebebasan penuh, bahkan segala miliknya yang
dirampas oleh negara harus dikembalikan atau dibayar. Mulai pada saat itulah terjadi
perdamaian antara gereja dengan negara, bahkan kaisar-kaisar mengharapkan bantuan
dan berkat dari pihak gereja untuk keamanan dan kemakmuran negara. Lama-kelamaan
gereja mulai dianakemaskan, sehingga menerima perbagai hak dan keuntungan.
3. Tanggapan
Dibalik duka pasti ada suka. Orang kristen sering dianiaya, tetapi dibalik semua
itu, Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi umat-Nya. Satu hal yang harus
diperhatikan dan diingat adalah bahawa jemaat kristen harus bersabar dalam
menghadapi setiap tantangan yang ada.


11

Gereja Negara
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah dunia dimasehikan,
gereja diduniawikan, organisasi, rahib dan biara.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Contantinus membasmi semua bidat Kristen di luar Gereja Katolik. Theodosius
Agung meneruskan politik Constantinus, dimana pada tahun 380 ia membuat peraturan
bahwa semua rakyat harus menganut agama resmi yaitu Gereja-Negara. Namun pada
abad ke VII kekaisran timur dikuasai oleh Islam.
Pertalian antara gereja dan negara menimbulkan masalah, dimana kalau dulu orang
menjadi kristen dengan iman, namun berubah menjadi orang masuk kristen karena
ingin maju dalam masyarakat. Dan juga gereja bukan lagi diatur oleh uskup, melainkan
kaisar sendirilah yang mengatur.
Di Mesir sejak tahun 300 ada orang Kristen yang mengasingkan diri dari godaan
masyarakat yang berdosa menjadi orang pertapa di gurun yang kemudian berkumpul di
biara. Mereka melepaskan segala kemewahan, milik dan nikah, agar dengan demikian
mereka dapat membaktikan diri mereka kepada doa, renungan, ibadat, dan pelajarana
Alkitab.
3. Tanggapan
Negara kalau mengurusi negara akan menimbulkan masalah, karena semua
keputusan di gereja akan ditentukan oleh negara yang notabene dipengaruhi oleh
politik.

12

Pertikaian Dalam Gereja
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Kristus Allah, dua
kodrat Kristus, perpisahan di timur, perpisahan barat-timur.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pada abad ke IV dan V, diadakan konsili oikumenis untuk memutuskan beberapa
masalah yang timbul di lingkungan theologia. Pertikaian yang pertama mengenai
hubungan antara kristus dengan Allah. Origines dan Arius berpendapat bahwa Yesus
hanya setengah Allah dan merupakan makhluk ciptaan yang tertinggi. Namun hal itu
dibantah dengan adanya Pengakuan Nicea yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
Pertikaian yang kedua berkutat dalam masalah tentang hubungan antara kodrat ilahi
dan kodrat insani Kristus.
Akibat pertikain di atas, maka terjadi perpisahan dalam gereja bagian timur
perpisahan itu disebabkan krena tidak setuju dengan keputusan konsili dan untuk
melawan kuasa pusat kekaisaran. Pada tahun 1054, gereja katolik berpisah menjadi dua
yaitu Gereja Katolik Roma dan Gereja Katolik timur.
3. Tanggapan
Pada abad ke IV dan V terjadi beberapa perselisihan teologi mengenai Kristus.
Namun hal ini bisa diselesaikan dengan dibuatnya pengakuan Nicea. Yesus adalah
Tuhan, dan itulah yang harus diyakini dan dipercayai. Perbedaan teologi membuat
perpecahan, oleh karena itu perlu dibuat acuan atau dasar bagi jemaat, agar mereka
mengetahuai teologi yang sesuai dengan kebenaran Alkitab.

13

Zaman Augustinus
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Hieronymus,
Ambrosius, Augustinus, pengejaran kebenaran, pertobatan Augustinus, pengaruhnya,
Pelagius, Donatis, perjamuan dan negara.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Kedua pemimpin Gereja Barat yang terkenal pada abad ke IV adalah Hieronymus
dan Ambrosius.
Augustinus adalah bapa gereja yang paling masyur, segala pikiran dan perasaan
hatinya oleh kitabnya yang bernama Confessiones (pengakuan-pengakuan). Kitab ini
menceritakan riwayat hidupnya sedari masa muda, sampai kepada pertobatannya.
Sekembali di Afrika, Augustinus tak ada niat lain melainkan bersembahyang,
mempelajari Alkitab dan mengarang kitab, tetapi maksud Tuhan lain. Tidak lama
kemudian Augustinus dipilih menjadi uskup di Hippo, dan ditempat terpencil itu ia
menjadi pemimpin besar dari gereja bagian barat, dan ia memperbaharui theologia
gereja.
3. Tanggapan
Augustinus pada awalnya bukanlah orang yang spesial, tetapi karena Tuhan
memilih dia, maka ia menjadi sangat berpengaruh. Kita juga akan mengalami demikian
jika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, sehingga kita yang telah dipilihnya
akan memiliki pengaruh dan akan menghasilkan hal-hal yang sangat bermanfaat bagi
perkembangan gereja.

14

Perkembangan Gereja di Eropa
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah timbulnya kepausan,
Gregorius Agung, berkembangnya gereja, dan Karel Agung.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Dalam abad ke V dan ke VI, Eropa mengalami kekacauan besar. Kerajaan Roma-
Barat runtuh, dan kaisar memindahkan pemerintahannya di Contantinopel, dan dengan
demikian kuasa uskup Roma bertambah di barat. Kuasa dan daerah gereja Roma
bertambah besar di bawah pimpinan paus Gregorius I Agung (5904-604).
Dalam abad-abad berikut, Injil disebarkan ke seluruh Eropa Barat dan Tengah.
Kaum rahib membawa Injil dan kebudayaan kristen ke banyak daerah kafir, sehingga
Gereja Roma berkembang pesat di Britania Raya, Perancis, Belanda dan Jerman.
Karel Martel meluputkan Eropa Barat dari bahaya Islam dengan mengalahkan
tentara Arab di Perancis (732), dan Karel Agung (768-814) memajukan persatuan
segala bagian gereja, pendidikan rakyat, khotbah dalam bahasa daerah, dan penyiaran
Injil.
3. Tanggapan
Perkembangan gereja di Eropa sangat pesat karena orang-orang yang memotorinya
adalah orang-orang yang semangat dan berdedikasi penuh. Untuk sekarang ini, untuk
memajukan pekabaran Injil, maka diperlukan juga yang namanya keseriusan dan
komitmen untuk melakukan pekerjaan yang dipercayakan oleh Tuhan kepada setiap
orang yang percaya kepada-Nya.

15

Pertikaian Antara Paus dan Kaisar
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah pengaruh kaisar,
Gregorius VII, dan Innocentius III.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Kemudian dari Karel Agung, gereja dipimpin oleh paus-paus lemah yang dipilih
oleh kaisar. Hal ini mengakibatkan keadaan buruk, raja dan kaumbangsawan
mencampuri urusan gereja. Dalam abad ke XI paus-paus mengambil tindakan yang
keras, yaitu memulihkan kembali kuasa dan kehormatan Paus.
Paus Gregorius VII berpendirian bahwa pauslah satu-satunya kepala seluruh gereja.
Kaisar Jerman, Hendrik IV tidak suka dengan keputusan itu. Kecongkakan paus-paus
memuncak ketika Innocentius III menduduki jabatan Petrus (1198-1216). Dia
berpendapat bahwa paus kurang besar dari Allah, tetapi lebih besar dari manusia.
Semua raja di Eropa terpaksa taat kepada titah Innocentius. Mulai dari waktu itu paus
diakui sebagai pemimpin, pemberi undang-undang dan hakim yang tertinggi yang
berhak mengucilkan orang dari kerajaan Allah.
3. Tanggapan
Apabila urusan gereja dicampuri oleh pemerintah, maka akan terjadi kekacauan.
Pemerintah yang mengatur semua gereja, namun sebaliknya jika gereja yang
menguasai pemerintah, maka urusan pemerintah diatur oleh gereja, bahkan bisa
membuat pemimpin gereja menjadi sombong dan mengatakan bahwa mereka adalah
wakil Tuhan.

16

Perang-Perang Salib
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah alasan perang salib,
riwayatnya, dan akibatnya.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Kira-kira tahun 1070, Palestina, Siria dan Asia Kecil jatuh ke dalam tangan orang
Turki. Bangsa yang beragama Islam mengancam kebudayaan dan agama kristen di
Eropa. Orang kristen yang berjiarah ke tempat suci mereka ganggu, sehingga paus
mengerahkan perang suci untuk merebut Tanah suci.
Perang salib terjadi tiga kali. Pasukan pertama yang berangkat ke tanah suci tidak
dilengkapi dan tidak mengenal negeri yang dikunjunginya. Perang salib yang kedua
(1147-1149) tidak berhasil. Perang salib yang ketiga juga tidak berhasil, dan pasukan
pulang ke negerinya masing-masing.
Akibat perang salib secara politik tidak ada, kaum Muslim tetap berkuasa di
Palestina. Tetapi ada hasil lain, kebudayaan dan ilmu pengetahuan di Eropa sangat
diperkaya oleh pertemuan dengan kebudayaan timur, dan perdagangan mulai
berkembang dengan tepat.
3. Tanggapan
Perang salib mengakibatkan hal negatif dan positif, perang salib diatasnamakan
agama. Perang salib membuat ilmu pengetahuan dan perdangan berkembang sangat
pesat.


17

Cita-cita Baru
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Bernhard, bidat Kathar
dan Waldens, Franciscus, dan pekabaran Injil.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Bernhard dari Clairvaux memperbaharui suasana biarayang dirasuki oleh roh
duniawi dan kemewahan. Ia memperdalam kesalehan, dan ia juga mengajak manusia
untuk merenungkan hikayat sengsara Tuhan Yesus, supaya meneladani Anak Domba
yang dikorbankan karena dosa dunia ini, dengan penyangkalan diri dengan sepenuh-
penuhnya.
Beberapa bidat menyurakan agar gereja berbalik kepada kemiskinan rasuli. Para
bidat yang menyuarakan hal tersebut di antarnya adalah Kathar dan Waldens. Di dalam
gereja, cita-cita kemiskinan makin lama, makin dijunjung tinggi. Dan muncullah Ordo
Minta-minta yang hidup hanya dari sedekah.
Ordo Minta-minta yang lain adalah ordo Dominikan yang sangat rajin
mengabarkan Injil di antara orang Islam. Fransiskus pernah menyeberang ke Mesir
untuk menobatkan sultan Alkamil, tetapi tidak berhasil.
3. Tanggapan
Kesalahen pada zaman tersebut di atas sangat dijunjung tinggi. Hanya menurut
saya, hal tersebut terlalu dibesar-besarkan, dimana untuk taat kepada Tuhan mereka
seakan-akan menyiksa dirnya sendiri. Padahal untuk mengikut Tuhan, bukan berarti
harus hidup menderita.

18

Bagian Akhir Abad-abad Pertengahan
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah perlawanan terhadap
paus, konsili pembaruan, perintis reformasi, Wiclif, Hus, Savonaroia, Renaissance,
Humanisme, dan Erasmus.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Lama-kelamaan, paus dikuasai oleh Perancis, dan pada tahun 1309 paus
memindahkan istananya di Perancis. Paus akhirnya diserang beberapa pihak, mereka
berpendapagt bahwa gereja harus pisah dengan negara, dan mereka tidak suka melihat
pedang dalam tangan paus di samping tongkat gembala.
Sekembali paus ke Roma, terjadi perpisahan di gereja, disebabkan separuh kardinal
memilih seorang yang lain. Kedua paus saling mengutuki. Untuk menyelesaikan
masalah ini, maka diadakan konsili, dan masalah pun akhirnya selesai.
Dan terjadilah reformasi atau pembaruan gereja. Pada abad ke IV john Wiclif
menjadi jurubicara perlawanan terhadap pemerintahan paus. Kemudian diteruskan oleh
Johanes Hus, Savonaroia. Mucul juga berbagai gerakan yaitu renaissance dan
humanisme. Humanisme dipimpin oleh erasmus.
3. Tanggapan
Pemimpin yang congkak akan mengalami perlawanan dari orang-orang yang tidak
menyukainya. Itulah awal dari reformasi di dalam gereja Roma-Katolik, dimana
mereka melawan pemerintahan sang paus yang sangat nafsu dengan jabatan dan
kekuasaan.

19

Kepercayaan dan Kesalehan dalam Abad Pertengahan
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Scohalistik, Mistik,
kesalehan baru, tujuh sakramen, khotbah dan alkitab, tujuan iman, iman dan amalan,
dan penghapusan siksa.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Teologia abad pertengahan yang diajarkan dalam sekolah-sekolah tinggi adalah
scholastik yaitu bagaimana hubungan pernyataan Tuhan dengan akal budi manusia.
Pada masa itu timbul ajaran mistik di dalam gereja, yang mengajarkan bahwa di dalam
jiwa manusia terdapat sisa zat ilahi. Di Belanda berkembang gerkan yang lain, yaitu
saudara-saudara yang hidup rukun.
Gerakan-gerakan di atas hanya berpengaruh kepada sebagian jemaat Kristen saja.
Kebanyakan orang memberi dirinya dipimpin saja oleh pejabat gereja. Pimpinan itu
dilaksanakan dengan perantaraan sakramen. Sejak abad ke XIII Gereja Roma mengakui
tujuh sakramen.
Khotbah kurang dipentingkan dibanding dengan sakramen. Pada zaman iman,
kuasa gereja ditaati dengan sungguh-sungguh, meskipun ajaran gereja hampir tidak
diketahui. Manusia yang dosanya diampuni, harus membuktikan penyesalannya dengan
rupa-rupa hukuman, dan mungkin hukuman terhapus dengan amalan istimewanya.
3. Tanggapan
Dalam abad pertengahan muncul berbagai kepercayaan dan kesalehan. Sebagian
besar ajaran itu sepertinya baik, namun dibalik itu, ajaran itu sepertinya tidak seratus
persen sesuai dengan ajaran Alkitab.
20

Luther, Sampai Tahun 1517
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah keadaan masyarakat,
riwayat hidup Luther sampai tahun 1517, dan perkembangan kebatinannya.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pada permulaan awal XVI dimana-mana kelihatan tanda-tanda perubahan zaman,
tetapi gereja belum memperlihatkan gejala hidup baru. Pada akhirnya tanggal 10
November 1483 lahirlah Marthin Luther. Pada tahun 1505, Luther masuk sekolah
tinggi di Erfurt. Namun pada tahun 1505 terjadilah perubahan drastis kepada Luther,
dan ia memutuskan untuk masuk biara.
Dalam biara Luther bertanya bagaimana memperoleh keselamatan, dan biaralah
jalannya menurut orang pada saat itu. Tapi Luther tidak puas. Dan pada akhirnya dia
menemukan bahwa keselamatan itu didapatkan hanya karena anugrah Tuhan jua. Dan
pandangan Luther tersebut tersiar hingga di Wittenberg. Oleh pengaruh Lutherlah
Alkitab dan Theologia Augustinus sekarang menjadi asyik untuk dipelajari. Ajaran/
pendapat Luther inilah yang kemudian menjadi awal terjadinya revolusi di dalam
gereja.
3. Tanggapan
Berdasarkan hal tersebut di atas, saya menyimpulkan bahwa Tuhan bertindak di
balik semua yang terjadi. Luther yang pada awalnya diinginkan ayahnya untuk menjadi
sarjana hukum, pada akhirnya dipilih oleh Tuhan untuk membawa perubahan di dalam
gereja, secara khusus mengenai keselamatan yaitu bahwa keselamatan itu adalah
angurah yang Tuhan berikan dengan cuma-Cuma.
21

Mulainya Pembaruan Gereja
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah penjualan surat
penghapusan siksa, 95 dalil, mulainya pertikaian, debat agama di Leipzig, reformasi
berkembang, Melanchton, karanagan, perlawanan dari pihak paus dan kaisar, rapat
kerajaan di Worms, Edik Worms, di Wartburg, pemberontakan kaum petani.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Penjualan surat penghapusan siksalah yang mengawali reformasi. Pada 31 Oktober
1517, mengeluarkan 99 dalil tentang penghapusan siksa. Hal ini membuat penjual surat
penghapusan siksa kehilangan untung, dan terjadilah pertikaian. Luther akhirnya
mendapatkan banyak pengikut dan ia mendapatkan seorang teman yaitu Philipus
Melanchton.
Sementara menunggu kutukan paus, Luther menulis kira-kira 30 karangan. Dan
pada Juni 1520 keluarlah bull (surat resmi) yang berisikan jikalau paulus tidak menarik
ajarannya, maka ia akan dihukum. Namun ia menolak, dan akhirnya Luther dan para
pengikutnya dikucilkan. Dalam masa itu Luther mendapatkan bantuan di Wartburg.
3. Tanggapan
Untuk melakukan sebuah perubahan, maka dibutuhkan yang namanya keberanian.
Walapun mengalami masalah, kita harus tetap maju dan tidak menyerah. Hal itulah
yang dialami oleh Luther, dan pada akhirnya apa yang dicita-citakan oleh Luther
tercapai juga. Tapi dibalik semua itu, libatkanlah Tuhan dalam setiap tindakan yang
kita lakukan.

22

Perkembangan dan Perjuangan Reformasi
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah perkembangan,
Zwingli dan ajalnya, pertikaian tentang perjamuan, protestan, pengakuan Augsberg,
peperangan, perdamaian agama di Augsberg, dan Lutheranisme di luar Jerman.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Gerakan reformasi merambak dengan pesat. Tapi sayangnya Luther kurang radikal,
dimana ia membiarkan gereja dikuasi oleh pemerintah. Hal ini menjadi perhatian bagi
Zwingli yang mengajurkan perubahan tersebut. Tapi terjadi pertikain antara Zwingli
dan Luther mengenai perjamuan. Zwingli mengartikan perjamuan hanya kiasan saja,
tapi Luther tetap mempertahankan bahwa roti dan anggur mengandung tubuh dan darah
Kristus.
Pada tahun 1529, reformasi dilarang. Pengikut Luther protes, maka muncullah
orang Protestan. Selama 25 tahun berlangsung peperangan antara Raja-raja Roma
Katolik dengan raja-raja Injili. Pertikaian antara Roma dan Protestan akhirnya
diselesaikan pada tahun 1555 pada perdamaian agama di Augsberg. Di luar Jerman,
Lutherasime berkembang pesat di Denmark dan Skandinavia.
3. Tanggapan
Perubahan kadang mengalami tantangan, tapi harus tetap bertahan
memperjuangkan perubahan ke araha yang lebih baik. Kalau perubahan yang
diperjuangkan untuk kemuliaan nama Tuhan, maka percayalah semuanya akan berjalan
dengan baik.

23

Calvin, Permulaan Pekerjaannya
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah masa mudanya, Calvin
mengembara, Calvin dipanggil oleh Farel, dua tahun di Jenewa, Calvin di Strasburg,
kembali ke Jenewa.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Johanes Calvin lahir pada tahun 1509 di Peranci. Pada awalnya Calvin pergi ke
Strasburg kemudia ke Basel dengan tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Ia
menyelesaikan kitabnya yang berjudul Pengajaran Tentang Agama Kristen yang
dikenal dengan Institutio. Pada perjalanannya pulang ke Basel, ia menginap di Jenewa
Swis. Saat itu Pendeta Farel meminta Calvin untuk membantunya dalam pelayanan.
Kemudian Calvin menjadi pendeta resmi. Bersama dengan Farel menganjurkan
sebuah rancangan tata gereja. Dari Strasburg, datang seruan supaya Calvin datang ke
sana melayani orang Injili yang lari ke sana dari Perancis karena penganiayaan. Di
Strasburg, Calvin mengarang buku-buku. Di antaranya ia mulai mengarang tafsiran
tentang seluruh Kitab Suci. Di Jenewa, rakyat mulai memihak kepada partai pengikut
Calvin.
3. Tanggapan
Calvin merupakan tokoh reformasi selanjutnya. Semua pekerjaannya bisa dibilang
berjalan dengan baik. Menurut saya semua itu terjadi karena pertolongan Tuhan. Calvin
memiliki banyak pengikut, dan ia mulai mengarang buku-buku mengenai tafsiran Kitab
Suci.

24

Pekerjaan Calvin di Jenewa
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah tahun-tahun organisasi,
tahun-tahun perjuangan, kritik bolsek, perkara servet, tahun-tahun pembinaan, akademi
Jenewa, pengaruh Calvin, dan ciri-ciri calvinisme.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Calvin melanjutkan pekerjaannya yang dulu, dan ia sekarang sudah mendapatkan
gaji. Untuk mencapai maksudnya, yaitu jemaat yang suci, Calvin semakin berjuang
untuk melakukan siasat. Calvin mengalami perselisihan teologi dengan beberapa tabib.
Bolsec seorang tabib dekat Jenewa menyerang ajaran Calvin tentang predestinasi.
Michael servet juga menyerang Calvin mengenai ketritunggalan.
Pada tahun 1555 golongan Calvinis menang dalam pemilihan dewan kota.
Sekarang Jenewa menjadi kota seperti yang dicita-citaka calvin. Calvin membuka
sekolah yang dipimpin oleh Theodorus Beza.
Pengaruh Calvin berkembang sampai jauh di luar Jenewa, bukan saja oleh
Akademi atau buku-bukunya, tetapi karena Calvin bersurat-menyurat dengan para
pemimpin reformasi di negeri lain, maupun dengan para pembesar dan raja. Calvinisme
mempunyai ciri khas.
3. Tanggapan
Calvin mempunyai banyak cara untuk melakukan perubahan, ia menggunakan
berbagai media untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga dengan
demikian semua rencanya bisa berjalan dengan baik. Tapi tentu saja semua itu juga
karena pertolongan Tuhan.
25

Timbulnya Kontra Reformasi
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah kontra reformasi,
konsili di Trente, Ignatius dari Loyola, Ordo Jesuit, suasananya, dan kesalehannya.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Gereja Roma katolik berusaha untuk menghancurkan gerakan reformasi, dan aksi
tersebut disebut kontra-reformasi. Untuk menjalankan usahanya, Gereja Roma Katolok
harus mempunyai dasar yang kuat, sehingga terjadilah konsili di Trente. Dan untuk
membantu berjalannya usaha tersebut Roma Katolik mendapatkan bantuan dari
Ignatius dari Loyola yang mendirikan Ordo Jesuit.
Maksud utama Ordo Jesuit adalah untuk mengembalikan kekuasaan kepada Gereja
Roma Katolik. Semuanya itu dimungkinkan oleh organisasi yang kuat dan saringan
yang keras terhadap bakal anggotanya.
Rahasia kaum Jesuit terdapat dalam kesalehannya yang sangat istimewa, yaitu
Ignatius memberi pimpinan rohani kepada para pengikutnya dengan bukunya Latihan
Rohani, yang mempergunakan angan-angan atau fantasi untuk membina kerohanian
manusia.
3. Tanggapan
Gerakan reformasi mendapatkan tantangan dan halangan dari Gereja Roma
Katolik, mereka berusaha mengembalikan kekuasaan kepada Gereja Roma Katolik. Ini
berarti Roma Katolik lebih mengutamakan kekuasaan dibanding dengan ketaatan
kepada Tuhan.

26

Perjuangan Reformasi di Perancis
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah mulainya pembaruan,
perang hugenot, malam Bartolomeus, Edik Nantes, Tindakan Louis XIV, Edik Nantes
ditiadakan.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Segala aniaya yang didatangkan ke atas kaum Injili tidak memadamkan semangat
reformasi, malah mereka mulai berorganisasi. Pada tahun 1562 mulailah perang
Hugenot. Pada Malam Bartolomeus (24 Agustus) De Guise dengan pasukannya
menyerbu kaum Hugenot. Hendrik dari Navara yang lolos dalam Malam Bartolomeus
naik takhta Perancis selaku Hendrik IV, mengeluarkan Edik Nantes yang mengijinkan
orang Protestan hidup dan bergerak bebas, serta mengakui mereka selaku warganegara
yang mempunyai hak-hak dan pengadilan sendiri.
Tapi Edik Nantes itu pada tahun 1685 dicabut oleh Louis XIV, yang menyebabkan
kebebasan beragama hilang. Baru kemudian tahun 1800 pada zaman Napoleon kaum
protestan merasakan kebebasan, walaupun mereka hanya merupakan kelompok kecil
saja.
3. Tanggapan
Aniaya yang dialami orang kristen seharusnya tidak membuat semangat menjadi
patah, aniaya harus dipahami sebagai bagian dari perjuangan hidup. Dan hal yang harus
diyakini adalah bawah di balik semua yang terjadi, Tuhan mempunyai rencana yang
indah. Tuhan tak akan membiarkan umat-Nya sengsara, Dia akan memberikan
pertolongan tepat pada waktunya.
27

Perkembangan Reformasi di Inggris dan Skotlandia
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah gereja anglikan lepas
dari Roma, reformasi mulai, reformasi Skotlandia, John Knox melawan Maria Stuart,
armada besar, golongan puritan,revolusi, John Bunyon, kebebasan beragama.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Di Inggris pembaruan terjadi dengan berbeda, Raja Hendrik VIII mau bercerai
untuk kawin lagi, namun ditentang oleh Paus. Hal ini membuat Hendrik memisahkan
Gereja Inggris dari Roma, tapi tetap mempertahankan ajran Gereja Katolik. Tetapi
Maria (puteri Hendrik pengganti Eduard) mengembalikan Gereja Inggris ke bawah
kuasa Paus, sehingga pemuka reformasi dibakar dan lari.
Sejak tahun 1527 reformasi berpengaruh di Skotlandia. Dalam abad ke XVII
timbullah ketegangan besar dalam gereja Anglikan oleh karena perjuangan kaum
Calvinis sejati di antara anggotanya.
Pada tahun 1688 rakyat Inggris sudah jemu akan rajanya sendiri, sehingga raja
diturunkan dan diganti oleh menantunya Willem III dari Belanda, yang adalah
pemimpin politik dari kaum Protestan di Eropa Barat.
3. Tanggapan
Gereja mengalami kemajuan dan kemunduran, di saat pemimpin negara
mendukung, maka gereja maju, tetapi sebaliknya di saat pemimpinnya tidak
mendukung, maka gereja mengalami penganiayaan. Walaupun demikian, gereja tetap
bertahan walaupun banyak masalah yang dihadapi, karena Tuhan pasti memberi
pertolongan tepat pada waktunya.
28

Kontra Reformasi di Jerman
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah aksi kontra-reformasi,
kelemahan kaum protestan, perang 30 tahun, Gustaf Adolf.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Sejak perdamaian di Augsburg, reformasi sangat maju di Jerman dan Austria,
dimana 70% penduduk Jerman adalah Injili. Tetapi pada saat itu juga terjadi kontra
reformasi. Orang Jesuit merebut negeri kembali, dan memaksa Raja-raja Roma Katolik
untuk menyingkirkan orang Protestan.
Sementara itu, kaum Injili di Jerman terpecah-pecah karena perbedaan theologia.
Akibatnya kontra reformasi menang, sehingga Austria dan Jerman-Selatan menjadi
Roma Katolik.
Negara Swedia di bawah Raja Gustaf Adolf yang sudah berkembang sebagai suatu
negara protestan memperkokoh rakyat dan tentaranya untuk menjamin kebebasan
pemberitaan Injil di Jerman dan menangkis serangan Roma. Lambat laun ia mendapat
dukungan dari gereja Lutheran. Pada tahun 1631 ia mengalahkan Tilly. Sekarang jalan
menuju Jerman Selatan sangat terbuka baginya. Dengan demikian kontra-reformasipun
mundur dengan cepat.
3. Tanggapan
Seperti tanggapan saya di atas, bahwa gereja mengalami kemajuan dan
kemunduran, tergantung para pemimpin negaranya. Walaupun demikian, gereja tetap
bertahan walaupun banyak masalah yang dihadapi, karena Tuhan pasti memberi
pertolongan tepat pada waktunya.
29

Reformasi di Belanda
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah mulainya reformasi,
hambatan, Philip II, Calvinisme, katekismus Heidelberg, kebaktian di padang,
penghancuran patung, Alvwa, pemberontakan.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Raja Spanyol, Kaisar Karel V yang berkuasa di Belanda membunuh orang-orang
Injil. Tetapi, justru penindasan itu, gereja Injili semakin bertambah kuat dan besar.
Putra Karel V yaitu Philips II juga melakukan hal yang sama, sehingga lahirlah
perlawanan dari masyarakat Belanda.
Penyebab meletusnya pemberontakan terhadap Spanyol adalah Calvinisme. Pada
tahun 1563 Olevianus dan Ursinus mengarang buku pengajaran Calvinis yang terkenal
dnegan Katekismus Heidelberg. Tahun 1566 Calvinisme lebih berani dan mengadakan
kebaktian padang dan penghancuran patung-patung.
Akibatnya Philips II mengirim Alvwa untuk merampas hak-hak orang Injili. Pada
saat itulah mulai perang 80 tahun antara Belanda dan Spanyol. Dan oleh pertolongan
Tuhan, Spayol dapat dikalahkan.
3. Tanggapan
Seperti tanggapan saya di atas, bahwa gereja mengalami kemajuan dan
kemunduran, tergantung para pemimpin negaranya. Walaupun demikian, gereja tetap
bertahan walaupun banyak masalah yang dihadapi, karena Tuhan pasti memberi
pertolongan tepat pada waktunya.

30

Perkembangan Gereja Calvinis di Belanda
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah utara tetap calvinis,
kesabaran, perkara arminius, dan sinode Dordrect.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Tahun 1579 terjadi perpisahan antara Belanda Selatan yang menganut agama Roma
Katolik dan Calvinis di Utara. Secara resmi Calvinis menang di Belanda Utara. Dengan
demikian Belanda menjadi tempat pelarian bagi orang yang dianiaya di negerinya
sendiri karena keyakinannya. Pada sinode yang pertama, Pengakuan Belanda dan
Katekismus Heidelberg diresmikan dan organisasi gereja dirancang menurut asas
presbiterial.
Pada permulaan abad ke XVII muncul pertikaian mengenai predestinasi (manusia
dipilih dari kekal untuk keselamatan atau kebinasaan). Lawan calvinis adalah
Arminius, dimana Arminius mengatakan bahwa usaha manusia dibutuhkan dalam
mendapatkan keselamatan. Akhirnya pada tahun 1618, diadakan Sinode Nasional untuk
membahasnya. Dan diputuskan bahwa ajarana Arminian salah, dan calvinis semakin
berkembang.
3. Tanggapan
Di kalangan gereja terjadi perbedaan theologia, hal ini bisa terjadi karena
kurangnya pemahaman akan kebenaran sejati yang ada di dalam Alkitab. Oleh karena
itu, kita dituntut untuk lebih memahami Alkitab dengan benar, dengan membaca dan
merenungkan Alkitab secara keseluruhan, bukan hanya comot-comot ayat.

31

Misi Roma Katolik dan Kolonisasi di Amerika
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah pembagian dunia,
mulainya misi Roma Katolik, Usaha kaum Jesuit, Rintangan Untuk Misi, Kolonisasi di
Amerika Utara, dan artinya bagi protestantisme
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Semenjak Colombus menemukan benua Amerika, terbukalah daerah itu bagi
perkembangan Kristen. Tahun 1493 paus Alexander VI menetapkan batas bagi Spanyol
dan Portugal. Atlantik (Amerika dan seterusnya) diserahkan kepada penjajahan dan
misi Spanyol, Afrika, Indonesia, India, Timur-Jauh diserahkan kepada Portugal. Dan
mulailah perkembangan misi Roma Katolik yang dipimpin oleh kaum Jesuit. Tapi yang
menjadi masalahnya adalah banyak orang kafir dibaptis, namun tidak bertobat dengan
benar.
Pada abad XVII Protestantisme mulai berkembang di luar Eropa, bukan saja oleh
kareana pekabaran Injil Calvinis di Indonesia, tetapi juga dengan kolonisasi di
Amerika-Utara. Hal ini menjadikana Protestantisme mencapai perkembangannya dan
kedudukannya yang penting di seluruh dunia.
3. Tanggapan
Tuhan mempunyai banyak jalan keluar agar Injil dapat berkembang, sehingga
walaupun banyak rintangan dan hambatan, justru hal itu dijadikan jalan oleh Tuhan
untuk menyebarkan Injil, supaya banyak orang mengenal dan mendapatkan
keselamatan yang merupakan anugrah Tuhan secara cuma-cuma.

32

Misi Portugis di Indonesia
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Portugis tida di
Maluku, misi Fransiskan, Xaverius di Maluku, Misi Jesuit, kemajuan dan kemunduran,
kedatangan Belanda, dan portugis diusir.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pada tahun 1512 Portugis sampai di Maluku. Misionaris yang pertama masuk ke
Maluku adalah beberapa rahib Fransiskan. Namun usaha misi baru berkembang
sesudah kedatangan misionaris Jesuit yaitu Franciscus Xaverius. Ia sangat rajin dan
semangat, namun caranya sangat dangkal. Xaverius berusaha supaya dari Goa di pantai
barat India diutus sejumlah misionaris.
Sampai tahun 1570 pengaruh misi berkembang pesat, namun pada akhir 1570 misi
Roma katolik di Maluku mengalami bencana. Maluku diserang oleh Islam, sehingga
banyak orang yang murtad.
Pada permulaan tahun 1605, kapal Belanda di bawah pimpinan Steven van der
Hagen berlabuh di teluk Ambon, dan mengusir Portugis. Dan kaum Kristenpun
memperoleh kebebasan beragama.
3. Tanggapan
Tuhan mempunyai banyak jalan keluar agar Injil dapat berkembang, sehingga
walaupun banyak rintangan dan hambatan, justru hal itu dijadikan jalan oleh Tuhan
untuk menyebarkan Injil, supaya banyak orang mengenal dan mendapatkan
keselamatan yang merupakan anugrah Tuhan secara cuma-cuma.

33

Pekabaran Injil VOC di Indonesia (1600-1800)
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah VOC, pemeliharaan
rohani, agama protestan berkembang, minat di Belanda, latihan pendeta, usaha pendeta,
jemaat mulai di atur, tata gereja ditetapkan, pertikaian dengan pemerintah, terjemahan
Alkitab, Leydekker, rintangan, perkembangan, VOC bubar.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pada tahun 1602 dibentuk persatuan perkapalan Veregnide Oost Indiche
Compagnie (VOC). Ds. Plancius di Amsterdam mengurus iman anak buah kapal. Dan
kemudian pendeta-pendeta juga dikirim, dan sekolah pendetapun didirikan.
Demikianlah agama Protestab Calvinis mulai disebarkan di Ambon-Lease dan Banda,
di Ternate dan Bacan, di Manado dan Sangir, di Solor dan Timur, di Batam dan
Jakarta, kemudian di Sailan dan Taiwan.
Gereja di Belanda menaruh minat besar terhadap pekabaran Injil di Indonesia. Tata
gereja direncanakan dan ditetapkan. Kemudian timbul perselisihan dengan pemerintah
VOC. Terjemahan Alkitab, Pengakuan Rasuli, Hukum Taurat, dan khotbah mulai
dikerjakan. Meskipun pekabaran Injil di zaman VOC di Indonesia mengalami
rintangan, namun jemaat Tuhan semakin berkembang.
3. Tanggapan
Tuhan mempunyai banyak jalan keluar agar Injil dapat berkembang, sehingga
walaupun banyak rintangan dan hambatan, justru hal itu dijadikan jalan oleh Tuhan
untuk menyebarkan Injil, supaya banyak orang mengenal dan mendapatkan
keselamatan yang merupakan anugrah Tuhan secara cuma-cuma.
34

Pietisme dan Metodisme
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah cita-cita pietisme,
Francke, pekabaran Injil di India, Zinzendorf, pekabaran Injil Herrnhut, metodisme,
John Wesley, dan gereja Metodis.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pietisme mulai ada pada penghabisan abad ke XVII yang inti ajaranny adalah
kesalehan. Pemimpin pietisme adalah August Herman Francke. Di India mengirmkan
dua orang pendeta atas permintaan raja Denmark. Zinzendorf yang juga pemimpin
Pietis mengijinkan orang Protestan yang lari dari Moravia karena penganiayaan untuk
tinggal di daerahnya. Pekabaran Injil juga di Hernhut dilakukan.
Gerakan roahani yang menghidupkan umat Kristen dinamakan Metodisme. Pada
abad XVIII, banyak orang yang kurang menghiraukan ibadah, pengajaran, dan
pimpinan gereja Anglikan. John Wesley (pendeta muda Anglikan) dipengaruhi
kesalehan Hernhut. Mereka berkhotbah dan membangunkan hidup rohani jemaat.
Namun hal ini tidak disukai oleh pejabat Anglikan. Lama kelamaan John Wesley
memisahkan diri dari gereja Anglikan.
3. Tanggapan
Setelah reformasi, gerakan-gerakan rohani semakin banyak yang muncul. Salah
satunya dalah pietisme. Gerakan-gerakan yang muncul diakibatkan karena
ketidakcocokan pengajaran yang lama. Gerakan-gerkan yang baru sebenarnya
bertujuan untuk mengubah ke arah yang lebih baik, hanya kadang-kadang ada gerkan
yang baru itu tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab.
35

Gereja di Belanda sejak Tahun 1800
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah pengaruh liberalisme,
kaum ortodoks, perpecahan, keadaan sekarang, dan roh dunia.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Pada abda ke XIX Gereja Hervormd di Belanda dipengaruhi oleh roh liberalisme
(serba bebas). Di balik itu kaum Calvinis dalam Gereja Hervormd merupakan golongan
ortodoks (yang lurus ajarannya). Akan tetapi sebagian kaum Calvinis tak dapat
bertahan lagi dalam Gereja Hervormd, maka terjadilah perpecahan.
Dalam abad XX kedudukan golongan ortodoks dalam Gereja Hervormd sudah jauh
lebih kuat, kaum liberal hanya merupakan sebagian kecil saja. Sedudah perang dunia ke
II, Gereja Hervormd mendapat organisasi baru, yang lebih sesuai dengan wujud Gereja,
kinni gereja semakin aktif.
Namun pada zaman modern ini, roh dunia sudah menyebabkan banyak orang
menjauhkan diri dari gereja dan Injil Kristus. Keadaan ini menjadi perangsang bagi
gereja untuk lebih semangat lagi untuk memberitakan Kabar Baik/ Kesukaan yang
satu-satunya.
3. Tanggapan
Perkembangan gereja diwarnai dengan terjadinya perbedaan pandangan dan
pengajaran yang dapat mengakibatkan perpecahan. Seharusnya perbedaan janganlah
dijadikan perpecahan, kalau ada perbedaan seharusnya dicarikan solusi dengan
mengembalikan semua pengajaran berdasarkan kebernaran yang sesungguhnya yaitu
Alkitab.
36

Pekabaran Injil di Indonesia Sejak Tahun 1800
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah pekabaran Injil Baru,
NZG, pendeta tukang, usaha lain dari gereja Hervormd, usaha gereja formeerde Kerken
dan gereja belanda yang lain, usaha Jerman, Swis dan Amerika, Misi Roma Katolik.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Minat terhadap Pekabaran Injil yang timbul di Inggris terjadi juga di Belanda, dan
pada tahun 1797 didirikan NZG. Untuk membantu usah pekabaran Injil dibentuk
perhimpunan pendeta tukang, dengan harapan mereka dapat menarik hati orang
Indonesia.
NZG juga membawa Injil ke Jawa Timur, Sulawesi Tengah (Poso), Bolaang
Mongondow, dan Batak Karo, dan kemudian berdirilah beberapa Perhimpunan
Pekabaran Injil yang lain selain NZG yang sama tujuannya.
Pekabaran Injil di Indonesia juga dilakukan oleh Jerman, Swiss, dan Amerika. Misi
Roma Katolik di Indonesia juga berkemang sejak abad yang lalu. Dan pengaruh misi/
Pekabaran Injil semakin berkembang terus dan pesat di seluruh wilayah yang ada di
Indonesia.
3. Tanggapan
Pekabaran Injil di Indonesia berkembang dengan pesat, hal ini terjadi karena
adanya kesatuan dan kesehatian dari beberapa orang/ organisasi yang sangat rindu
untuk menyebarkan Injil/ keselamatan yang ada di dalam Yesus. Dan di Indonesia
semakin banyak jemaat Protestan.

37

Gereja Protestan di Indonesia
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah berdirinya Gereja
Protestan, Maluku, Minahasa, Timor, perpisahan dengan negara, kesatuan tetap
dijunjung.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Sekembalinya pemerintah Belanda ke Indonesia, Raja Willem I memperhatikan
nasib gereja di Indonesia. Itulah sebabnya Gereja Protestan di Indonesia diurus dan
dipimpin oleh pemerintah.
Pada tahun 1870 Gubernumen mengangkat pendeta di Maluku. Dalam abad ini
gereja di Maluku meluas kemana-mana. Ambon-Lease menjadi pusat Gereja rakyat
Maluku yang anggotanya berjumlah 280.000 jiwa lebih. Pekabaran Injil di Minahasa
dilakukan oleh Riedel dan Schwarz. Di Timor, Pekabaran Injil juga dilakukan.
Tahun 1935 terjadilah perpisahan gereja dan negara. Keempat bagian Gereja
Protestan maju menuju kedaulatannya. Gereja-gereja Minahasa, Maluku dan Timor
yang berdiri sendiri, dibentuk berturut-turut pada tahun 1934, 1935, dan 1947, tetapi
mada mulanya msuh tunduk pada sinode umum.
3. Tanggapan
Perpisahan antara gereja dan negara merupakan suatu keharusan, karena kalau
gereja dicampuri oleh pemerintah, maka akan terjadi kekacauan, dimana segala urusan
gereja diurusi oleh pemerintah yang notabene berhubungan dengan politik dan
kekuasaan.

38

Beberapa Gereja Indonesia Yang Lain
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Batak, Nias, Jawa
umumnya, Jawa Timur, Bali, Jawa Tenga-Selatan, Pasundan, Sulawesi Tengah, dan
Irian.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Rasul suku Batak Ludwig Nommensen mulai bekerja di lembah silindung pada
tahun 1862. Di Pulau Nias sudah terdapat 18.000 orang Kristen pada tahun 1915, pada
tahun itu juga lahirlah sutau gerakan pembangunan rohani yang sangat mengagumkan.
Pemberitaan Injil di Jawa lebih sukar, karena penduduknya sudah menganut agama
Islam.
Di Jawa Timur Injil mulai dokhotbahkan di antara orang Jawa pada pertengahan
abad yang lalu oleh dua orang yang bukan pendeta resmi, yaitu Coolen dan Bapa
Emde. Gereja inipun mempunyai daerah Pekabaran Injil yang istimeawa yakni Bali.
Gereja Jawa Tengah sudah lama didik untuk memimpin dirinya sendiri. Di
Pasundan, Islam jauh lebih kuat menguasai batin rakyat dan masyarakat umum.
Kenamaan juga cara membawa Injil di antara bangsa Toraja di Sulawesi Tengah.
Tetapi Pekabaran Injil sangat menarik hati di Irian, karena pada awalnya sangat sulit.
3. Tanggapan
Pekabaran Injil di Indonesia berkembang pesat, hal ini disebabkan karena ada hati
yang rindu di dalam diri pekabar Injil untuk menyampaikan Kabar baik kepada orang
Indonesia, sehingga rakyat Indonesia mengenal dan mengetahui kebenaran yang ada di
dalam Yesus.
39

Gereja di Indonesia Pada Masa Ini
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah perkembangan baru,
latihan pendeta, cita kesatuan, kebebasan beragama, dan tugas depan.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Perkembangan gereja di Indonesia dipercepat oleh perang dunia ke dua. Hal ini
mengakibatkan Gereja terpaksa berdiri sendiri. Pendidikan pendeta sangat dibutuhkan,
Sekolah Tinggi Theoligia Jakarta dan Universitas Nommensen didirikan.
Cita-cita kesatuan sangat kuat diantara Gereja-gereja di Indonesia. Pada tahun 1950
telah dibentuk dewan yang sudah lama diinginkan yaitu Dewan Gereja Indonesia.
Gereja di Indonesia sangat mengharapkan kebebasan agama yang sudah diakui dalam
undang-undang dasar Republik Indonesia senantiasa terjamin.
Saat itu kamu Kristen di Indonesia sudah berjumlah 3 juta ditengah 80 juta
penduduk. Jadi tugas Pekabaran Injil di Indonesia sangat berat. Dengan segala cara,
Gereja di Indonesia bergumul, supaya jalan keselamatan yang satu-satunya dapat
dikenal dan dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia, sehingga mereka juga beroleh
keselamatan.
3. Tanggapan
Ada banyak pekerja Injil yang sudah bekerja keras untuk mengabarkan Injil
keselamatan kepada Indonesia, oleh karena itu kita yang sudah menerima Injil tersebut
bertugas untuk menyampaikannya juga kepada orang yang belum mendengar kabar
baik itu.

40

Gereja Roma katolik dan Beberapa Bidat
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Vatikan, dogma-dogma
baru, beda gereja dan bidat, orang Adventis, Bala Keselamatan, dan gerakan
Pentakosta.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Paus sekarang berkuasa di Vatikan. Gereja Roma Katolik mengembangkan lagi
ajarannya. Pada tahun 1854 paus mengembangkan dogma. Pada hakekatnya ada
perbedaan dasar antara Gereja dan bidat, meskipun seringkali kurang kelihatan di
dalam lapangan. Bidat hanya mengutamakan satu pihak saja, sedangkan Gereja
mengutamakan semua pihak.
Golongan Adventis (hari ketujuh) menganggap bahwa dosa besar gereja ialah
menjadikan hari Minggu jadi hari istrihat dan kebaktian sebagai ganti hari Sabat.
William Booth (1829-1912) yang awalnya seorang pendeta Metodis, telah
menciptakan suatu organisasi dengan bentuk Militer untuk memerangi kerajaan iblis
dan untuk membawa Injil bernama Bala Keselamatan. Gerakan Pentakosta mulai
muncul di Amerika yang mengutamakan Roh.
3. Tanggapan
Seiring berkembangnya Roma Katolik dan Protestan, mucul juga pengajaran-
pengajaran dan ajaran yang baru. Ajaran-ajaran yang baru ini biasanya muncul karena
ketidakcocokan dengan ajaran yang ada yang sedang berkembang di dalam gereja yang
sedang ada.

41

Gerakan Oikumene
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah cita-cita Oikumene,
pokok-pokok perundingan, dewan gereja-gereja sedunia, dan dewan PI Internasional.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Dalam sejarahnya yang panjang, Gereja yang esa sudah terpecah-pecah. Usaha
untuk menyatukannya dibentuklah perserikatan pemuda Kristen tahun 1900, barulah
sesudah perang ke dua gerakan Oikumene lahir.
Untuk merundingkan dan mencapai maksudnya, maka diadakan konferensi tentang
dua pokok yaitu pertama tentang hidup dan usah, kedua tentang iman dan tatagereja.
Pada tahun-tahun perang terjadi, oikumene sangat besar manfaatnya. Dari pusat
oikumene dan oleh gereja-gereja sendiri banyak pertolon gan yang diberikan kepada
kaum pengungsi, orang tawanan dan gereja muda yang dalam kemelaratan.
Dewan Gereja Sedunia juga dibentuk . Sidang Raya DGD diadakan tiap enam atau
tujuh tahun sekali. Kerjasama kaum Kristen di seluruh dunia juga terjalin dengan bagus
dalam lapangan Pekabaran Injil. Dewan Pekabaran Injil Internasional sangat rajin
dalam melakukan pekerjaannya.
3. Tanggapan
Walaupun gereja-gereja mengalami perpecahan, tapi ketika ada kemauan untuk
menyatukannya kembali, maka hal itu bukanlah suatu hal yang mustahil. Bersama
dengan penyerahan diri kepada Tuhan, maka segala sesuatu yang dilakukan demi
majunga Pekabaran Injil, Tuhan pasti memberikan jalan keluar dan kekuatan bagi
gereja-Nya.
42

Gereja Kristen dari India Sampai ke Filipina
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah William Carey, Sundar
Singh, Agama Kristen dan masyarakat Kristen, pengaruh Injil, Gereja India Selatan,
gereja di Travankore, Sailan, Birma, Malaya, Muangthai dan Vietnam, serta Filipina.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Bapa pekabaran Injil di India adalah Willia Carey (1761-1834). Sadhu Singh
pemuda India yang bertobat semasa muda mengabarkan Injil. Orang Kristen Protestan
hanya 1% lebih dari penduduk, sehingga banyak tuduhan mereka membelot kepada
agama asing yang tidak boleh dianut penduduk India.
Gereja Kristen juga berpengaruh di India. Bukti cita-cita oikumene di India adalah
terbentuknya Gereja India Selatan. Di Travankore terdpat Gereja Ortodoks Syria. Di
Birma pemberitaan Injil pada umumnya ditolak, namun hampir semua suku Karen yang
animis telah masuk Kristen.
Dari 6 juta penduduk Malaya 50.000 masuk Protestan (Anglikan, Metodis,
Presbiterian, dll). Di Muangthai dan Vietnam, Gereja Protestan sangat kecil, dari 45
juta penduduk hanya 42.000 jiwa.
3. Tanggapan
Ada banyak pekerja Injil yang sudah bekerja keras untuk mengabarkan Injil
keselamatan kepada berbagai bangsa, oleh karena itu kita yang sudah menerima Injil
tersebut bertugas untuk menyampaikannya juga kepada orang yang belum mendengar
kabar baik itu.

43

Gereja Kristen dari Tiongkok sampai ke Jepang
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah pekabaran Injil baru,
China Inland Mission, pemberontakan Bokser, Gereja Kristen, Gereja di bawah
komunisme, Taiwan, Korea, Jepang, dan Kagawa.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Permulaan abad ke XIX pekabaran Injil di Tionghoa mulai berkembang. Hudson
taylor mendirikan China Inland Mission pada tahun 1865. Sampai tahun 1900 orang
Tionghoa tetap menentang pengaruh peradaban barat, dan terjadilah pemberontakan
Bokser. Gereja Kristen di Tiongkok masih kecil, jumlahnya kira-kira 1,5 juta Protestan
dan 3 juta orang Roma Katolik.
Dengan kemenangan komunis, mulailah bagian baru dari sejarah gereja Tiongkok.
Banyak pendeta yang terpaksa mencari pekerjaan lain untuk mencukupi kebutuhannya,
dan pendeta luar negeri harus pulang.
Di Pulau Taiwan gereja Kristen berjumlah 155.000 jiwa. Di Jepang Gereja Kristen
masih kecil juga, yaitu 492.000 orang Protestan dan 191.000 orang Roma Katolik di
tengah 90 juta penduduk. Pada tahun 1922 seorang pemimpin Kristen mendirikan
Gerakan Kerajaan Allah dengan tujuan menciptakan persaudaraan baru.
3. Tanggapan
Di Tiongkok pekabaran Injil pada awalnya tidak diterima, tapi pada akhirnya Injil
pun dapat masuk. Hal ini terjadi karena semangat pekabaran Injil, dan juga oleh karena
pertolongan Tuhan.

44

Gereja Kristen di Timur Dekat dan Afrika
1. Gagasan dan Garis Besar
Gagasan dan garis besar yang dibahas dalam bab ini adalah Timur Dekat, Iran,
Turki dan Armenia, Mesir, Afrika, dan masa depan.
2. Inti dan Makna Pokok Bahasan
Agama Islam berkuasa di Timur Dekat. Di daerah ini masih terdapat sisa-sisa
Gereja Armenian namun dibiarkan saja karena tidak berkembang lagi. Di Iran agama
Kristen tidak dipandang anti nasional, Gereja Injili yang mudah semakin berkembang
(6400 jiwa) dan sudah mencapai persatuan.
Gereja Protestan di Turki sangat kecil (2700 jiwa) dan menemui banyak masalah.
Ada kurang lebih 1,5 juta jiwa orang Kristen Armenia di Asia Kecil, dan beberapa ratus
ribu tersiar di seluruh dunia. Di Mesir Islam adalah agama negara. Di Afrika Selatan
jemaat Kristen semakin berkembang.
Pada masa depan Gereja Kristen di dunia ini masih menghadapi suatu tugas besar,
tetapi Ia sendiri menghiburkan diri. Tetapkanlah hatimu, aku ini sudah mengalahkan
dunia.
3. Tanggapan
Walaupun gereja-gereja mengalami perpecahan, tapi ketika ada kemauan untuk
menyatukannya kembali, maka hal itu bukanlah suatu hal yang mustahil. Bersama
dengan penyerahan diri kepada Tuhan, maka segala sesuatu yang dilakukan demi
majunga Pekabaran Injil, Tuhan pasti memberikan jalan keluar dan kekuatan bagi
gereja-Nya.