Anda di halaman 1dari 45

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air merupakan unsur vital untuk makhluk hidup. Kira-kira 55-60% dari berat badan
orang dewasa terdiri atas air, dan pada bayi dan anak total air tubuh lebih tinggi lagi
yakni 80% pada bayi baru lahir dan 0% pada anak.
!alam keadaan sehat, tubuh memiliki mekanisme keseimbangan atau homeostasis
yang mengatur asupan dan pengeluaran air. "ebagai #ontoh, $ika kita kurang minum
air maka produksi air kemih akan berkurang untuk men$aga kadar air tubuh dalam
batas-batas normal. %uga, $ika tubuh kekurangan air setelah olah raga maka kita akan
merasa haus dan minum. &ni adalah mekanisme kompensasi tubuh.
'erapi #airan adalah suatu tindakan pemberian air dan elektrolit dengan atau tanpa (at
gi(i kepada pasien-pasien yang mengalami dehidrasi dan tidak bisa dipenuhi oleh
asupan oral biasa melalui minum atau makanan. )ada pasien-pasien yang mengalami
syok karena perdarahan $uga membutuhkan terapi #airan untuk menyelamatkan
$iwanya. *ntuk dehidrasi ringan, umumnya digunakan terapi #airan oral. "edangkan
pada dehidrasi sedang sampai berat, atau asupan oral tidak memungkinkan, misal $ika
ada muntah-muntah atau pasien tidak sadar, biasanya diberikan #airan melaui in+us.
'erapi #airan melalui in+us diker$akan mulai dari ,umah "akit yang paling #anggih
sampai kun$ungan rumah -home visit. yang diberikan oleh )aramedis s/d !okter
ahli. &ni merupakan bagian mana$emen pasien dan salah satu tindakan yang paling
banyak dilakukan untuk 0menolong1 pasien.
Khusus untuk &ndonesia, dimana insiden demam berdarah dan diare yang tinggi dan
semakin banyak penduduk yang teran#am dari tahun ke tahun, pemahaman tentang
produk in+us dan terapi #airan tentunya sangat penting.
B. Tujuan
'u$uan dari penulisan makalah ini adalah2
3. *ntuk mengetahui +isiologis keseimbangan #airan dalam tubuh
4. *ntuk mengetahui patologis keseimbangan #airan dalam tubuh
5. *ntuk mempela$ari tentang terapi #airan dalam pembedahan dan perdarahan
6. *ntuk mengetahui ma#am-ma#am #airan yang dapat digunakan dalam terapi
#airan
BAB II
ISI
A. Fisiologi Keseimbangan airan
'ubuh sebagian besar terdiri dari air. Air dan (at-(at yang terlarut di dalamnya
ber+ungsi sebagai pengangkut (at makanan ke semua sel tubuh kemudian
mengeluarkan bahan sisa dari dalam tubuh. "elain sebagai media pengangkut (at-(at
tubuh, air $uga berperan sebagai regulator suhu serta men$aga agar tubuh tetap dalam
kondisi homeostatis. %umlah air yang terdapat dalam tubuh berbeda-beda tergantung
umur, $enis kelamin, dan dera$at obesitas seseorang atau banyak atau sedikitnya lemak
dalam tubuh.
Laki!laki Perem"uan Ba#i
Total air tubu$
%&'
60 50 5
Dalam sel
Luar sel
60
40
50
40
60
55
Laki!laki Kurus Normal (emuk
Air
Lemak
0
6
60
38
50
54
Perem"uan Kurus Normal (emuk
Air
Lemak
60
38
50
54
64
64
Tabel Distribusi airan )alam Tubu$
"eluruh #airan tubuh didistribusikan ke dalam kompartemen intraseluler dan
kompartemen ekstraseluler. 7ebih $auh kompartemen ekstraseluler dibagi men$adi
#airan intravaskuler, interstitial, dan #airan transeluler.
- airan intraseluler
Adalah #airan yang terkandung di antara sel. )ada orang dewasa, sekitar
duapertiga dari #airan dalam tubuhnya terdapat di dalam intraseluler,
sedangkan pada bayi hanya setengah dari berat badannya merupakan
#airan intraseluler.
- airan ekstraseluler
Adalah #airan yang berada di luar sel. %umlah relati+ #airan ekstraselular
berkurang seiring dengan bertambahnya usia. )ada bayi baru lahir, sekitar
setengah dari #airan tubuhnya terdapat di #airan ekstraseluler. "etelah usia
3 tahun, $umlah #airan ekstraseluler menurun sampai sekitar sepertiga dari
volume total. &ni sebanding dengan sekitar 35 liter pada dewasa dengan
berat rata-rata 0 Kg. #airan ekstraselular dibagi men$adi2
airan interstitial
8erupakan #airan yang mengelilingi sel. "ekitar 33-34 liter pada orang
dewasa, dan sekitar dua kali lipat pada bayi baru lahir. 9airan lim+e
termasuk dalam volume interstitial.
airan intra*askular
8erupakan #airan yang terkandung dalam pembuluh darah. ,ata-rata
volume darah orang dewasa sekitar 5-6 liter dimana 5 liternya merupakan
plasma, sisanya terdiri dari eritrosit, leukosit, dan platelet.
airan transeluler
8erupakan #airan yang terkandung diantara rongga tubuh tertentu seperti
serebrospinal, perikordial, pleura, sendi synovial, intraokular, dan sekresi
saluran pen#ernaan. )ada keadaan sewaktu, volume #airan transeluler
adalah sekitar 3 liter. 'etapi #airan dalam $umlah banyak dapat masuk
dan keluar dari ruang transeluler.
"elain air, #airan tubuh mengandung dua $enis (at yaitu elektrolit dan non elektrolit
yang sangat penting bagi tubuh.
- Elektrolit
8erupakan (at yang terdisosiasi dalam #airan dan menghantarkan arus
listrik. :lektrolit dibedakan men$adi ion positi+ -kation. dan ion negati+
-anion.. %umlah kation dan anion dalam larutan adalah selalu sama.
Kation
Kation utama dalam #airan ekstraselular adalah sodium -;a<., sedangkan
kation utama dalam #airan intraselular adalah potassium -K<.. "uatu sistem
pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa keluar sodium dan
potassium ini.
Anion
Anion utama dalam #airan ekstraselular adalah klorida -9l-. dan bikarbonat
-=9>5-., sedangkan anion utama dalam #airan intraselular adalah ion +os+at
-)>65-..
Karena kandungan elektrolit dalam plasma dan #airan interstitial pada intinya sama
maka nilai elektrolit plasma men#erminkan komposisi dari #airan ekstraseluler tetapi
tidak men#erminkan komposisi #airan intraseluler.
Natrium
;atrium sebagai kation utama didalam #airan ekstraseluler dan paling berperan di
dalam mengatur keseimbangan #airan. Kadar natrium plasma2 355-365m:?/liter.
Kadar natrium dalam plasma diatur lewat beberapa mekanisme2
- 7e+t atrial stret#h reseptor
- 9entral baroreseptor
- ,enal a++erent baroreseptor
- Aldosterone -reabsorpsi di gin$al.
- Atrial natriureti# +a#tor
- "istem renin angiotensin
- "ekresi A!=
- )erubahan yang ter$adi pada air tubuh total -'@AB'otal @ody Aater.
Kadar natrium dalam tubuh 58,5m:?/kg@@. :kresi natrium dalam urine 300-
380m:?/liter, +ae#es 55m:?/liter dan keringat 58m:?/liter. Kebutuhan setiap hari B
300m:? -6-35 gram ;a9l.. ;atrium dapat bergerak #epat antara ruang intravaskuler
dan interstitial maupun ke dalam dan keluar sel. Apabila tubuh banyak mengeluarkan
natrium -muntah, diare. sedangkan pemasukkan terbatas maka akan ter$adi keadaan
dehidrasi disertai kekurangan natrium. Kekurangan air dan natrium dalam plasma
akan diganti dengan air dan natrium dari #airan interstitial. Apabila kehilangan #airan
terus berlangsung, air akan ditarik dari dalam sel dan apabila volume plasma tetap
tidak dapat dipertahankan ter$adilah kegagalan sirkulasi.
Kalium
Kalium merupakan kation utama -CC%. di dalam #airan ekstraseluler berperan penting
di dalam terapi gangguan keseimbangan air dan elektrolit. %umlah kalium dalam tubuh
sekitar 55 m:?/kg@@ dimana CC% dapat berubah-ubah sedangkan yang tidak dapat
berpindah adalah kalium yang terikat dengan protein didalam sel. Kadar kalium
plasma 5,5-5,0 m:?/liter, kebutuhan setiap hari 3-5 m:?/kg@@. Keseimbangan
kalium sangat berhubungan dengan konsentrasi =< ekstraseluler. :kskresi kalium
lewat urine 60-C0 m:?/liter, +ae#es 4 m:?/liter dan keringat 30 m:?/liter.
Kalsium
Kalsium dapat dalam makanan dan minuman, terutama susu, 80-C0% dikeluarkan
lewat +ae#es dan sekitar 40% lewat urine. %umlah pengeluaran ini tergantung pada
intake, besarnya tulang, keadaan endokrin. 8etabolisme kalsium sangat dipengaruhi
oleh kelen$ar-kelen$ar paratiroid, tiroid, testis, ovarium, da hipo+isis. "ebagian besar
-CC%. ditemukan didalam gigi dan < 3% dalam #airan ekstraseluler dan tidak terdapat
dalam sel.
+agnesium
8agnesium ditemukan di semua $enis makanan. Kebutuhan unruk pertumbuhan <30
mg/hari. !ikeluarkan lewat urine dan +ae#es.
Karbonat
Asam karbonat dan karbohidrat terdapat dalam tubuh sebagai salah satu hasil akhir
daripada metabolisme. Kadar bikarbonat dikontrol oleh gin$al. "edikit sekali
bikarbonat yang akan dikeluarkan urine. Asam bikarbonat dikontrol oleh paru-paru
dan sangat penting peranannya dalam keseimbangan asam basa.
! Non elektrolit
8erupakan (at seperti glukosa dan urea yang tidak terdisosiasi dalam #airan.
Dat lainya termasuk penting adalah kreatinin dan bilirubin.
IS ES
Plasma Interstitial
;atrium 35 364 366
Kalium 350 6 6
9alsium 4 5 4,5
8agnesium 4 5 3,5
9lorida 3 305 336
=9>
5
30 4 50
=)>
6
300 4 4
">
6
40 3 3
Asam organik - 5 5
Tabel kom"osisi ,airan intra )an ekstraseluler
+ekanisme -egulasi Tubu$
Ada dua mekanisme utama yang mengatur air tubuh yaitu pengaturan osmoler dan
pengaturan volume non osmoler.
8
- Pengaturan .smoler
"istem pengaturan osmoler dibagi lagi men$ad2
Sistem .smorese"tor ADH
)ada saat volume 9:" berkurang, osmolaritas meningkat, mengakibatkan
pelepasan impuls dari osmoreseptor di hipotalamus anterior yang merangsang
pituitari posterior untuk melepas A!=. )enurunan volume 9:" $uga merangsang
pusat haus yang $uga menstimulasi pelepasan A!=. A!= mengakibatkan
reabsorbsi ;a dan air pada tubulus distal dan tubulus kolektivus, sehingga
menaikkan volume 9:". )eningkatan volumen 9:" akan memberikan umpan
balik ke hipotalamus dan pusat haus sehingga volume 9:" dipertahankan tetap.
Sistem -enin Al)osteron
"aat volume 9:" berkurang, makula densa akan melepaskan renin yang berperan
dalam pembentukan angiotensin &. !engan #onverting en(im angiotensi & diubah
men$adi angiotensin && yang merupakan vasokonstriktor kuat, menstimulasi
kortek adrenal untuk mengeluarkan aldosteron, yang mengakibatkan reabsorbsi
air dan ;a sehingga sirkulasi meningkat.
- Pengaturan Non .smoler
"emua respon hemodinamik akan mempengaruhi re+lek kardiovaskuler, yang
$uga akan mengatur volume #airan dan pengeluaran urin. %ika ter$adi
hipovolemia, re+lek intratorak, re+lekreseptor presor ekstratorak dan respon
iskemik pusat akan mengakti+kan mekanisme hipotalamik dan sistem nervus
simpatis.
Kebutu$an Air Dan Elektrolit
)ada orang dewasa kebutuhan air dan elektrolit setiap hari adalah sebagai berikut 2
4
50-55 ml/kg. Kenaikan suhu 3E9 ditambah 30-35%
)ada anak sesuai berat badan 2
0-30 kg 2 300 ml/kg@@
30-40 kg 2 3000 ml < 50 ml/kg diatas 30 kg
F 40 kg 2 3500 ml < 40 ml/kg diatas 40 kg -*&.
:lektrolit 2 ;a
<
2 3,5 G 4 m:?/kg@@ -300 m:?/hari B 5,C g.
K
<
2 3 m:?/kb/@@ -60 m:?/hari B 6,5 g.
8enurut 9ollins kebutuhan #airan perhari, seperti yang ditun$ukkan dalam tabel
berikut 2
Hluid @alan#e G !aily Aater ,e?uitments
%Base) on alori, onsum"tion / A0ter Darro1'
9alori# ;eeds Aater ;eeds
9al/kg 9al/'otal 8&/300#al 8&/kg
&n+ants
9hildren
Adole#ents
Adult
@ed rest
;on sweating
"weating
Aork
345
300
80

40-45
50
55
65
3000-3400
3500-4000
4400-5000

3600
4300
5500
5000-5000
340
300-350
345

C0
C0-345
366
345-350
345
350
300

45
50
60-5
60
Asu"an )an ke$ilangan ,airan )an elektrolit )alam kea)aan normal
=omeostasis #airan tubuh yang normalnya diatur oleh gin$al dapat berubah oleh stres
akibat operasi, kontrol hormon yang abnormal, atau pun oleh adanya #edera pada
paru-paru, kulit atau traktus gastrointestinal. )ada keadaan normal, seseorang
mengkonsumsi air rata-rata sebanyak 4000-4500 ml per hari, dalam bentuk #airan
maupun makanan padat dengan kehilangan #airan rata-rata 450 ml dari +eses, 800-
3500 ml dari urin, dan hampir 600 ml kehilangan #airan yang tidak disadari
-insensible water loss. dari kulit dan paru-paru.
Kepustakaan lain menyebutkan bahwa asupan #airan didapat dari metabolisme
oksidati+ dari karbohidrat, protein dan lemak yaitu sekitar 450-500 ml per hari, #airan
yang diminum setiap hari sekitar 3300-3600 ml tiap hari, #airan makanan padat
sekitar 800-3000ml tiap hari. "edangkan kehilangan #airan ter$adi akibat ekskresi urin
-rata-rata 3500 ml tiap hari, 60-80 ml per $am untuk orang dewasa dan 0,5 ml/kg
untuk pediatrik., kulit -insensinle loss sebanyak rata-rata 6 ml/kg/46 $am pada rata-
rata orang dewasa yang mana volume kehilangan bertambah pada keadaan demam
yaitu 300-350 ml tiap kenaikan suhu tubuh 3 dera$at #elsius pada suhu di atas 5
dera$at #el#ius dan sensible loss yang banyaknya tergantung dari tingkatan dan $enis
aktivitas yang dilakukan., paru-paru -sekitar 600 ml tiap hari dari insensible loss.,
traktus gastrointestinal -300-400 ml tiap hari yang dapat meningkat sampai 5-6 7 tiap
hari$ika terdapat penyakit di traktus gastrointestinal., third-spa#e loses.
airan #ang +asuk airan #ang Keluar
8etabolisme oksidati+
Konsumsi #airan oral
8akanan padat
500 ml
3300-3600 ml
800-3000 ml
Iin$al
Kulit
)aru-paru
I&'
3400-3500 ml
500-600 ml
600 ml
300-400 ml
Total 4400-400 ml Total 4400-400 ml
Tabel rata!rata $arian asu"an )an ke$ilangan ,airan "a)a orang )e1asa
B. Pato0isiologi Keseimbangan airan
)erubahan #airan tubuh dapat dikategorikan men$adi 5, yaitu 2
2. Peruba$an *olume
De0isit *olume
!e+isit volume #airan ekstraselular merupakan perubahan #airan tubuh yang
paling umum. )enyebab paling umum adalah kehilangan #airan di gastrointestinal
akibat muntah, penyedot nasogastrik, diare dan drainase +istula.
)enyebab lainnya dapat berupa kehilangan #airan pada #edera $aringan lunak,
in+eksi, in+lamasi $aringan, peritonitis, obstruksi usus, dan luka bakar. Keadaan
akut, kehilangan #airan yang #epat akan menimbulkan tanda gangguan pada
susunan sara+ pusat dan $antung. )ada kehilangan #airan yang lambat lebih dapat
ditoleransi sampai de+isi volume #airan ekstraselular yang berat ter$adi.
De$i)rasi
!ehidrasi sering dikategorikan sesuai dengan kadar konsentrasi serum dari
natrium men$adi isonatremik -350-350 m:?/7., hiponatremik -F35C m:?/7. atau
hipernatremik -J350 m:?/7.. !ehidrasi isonatremik merupakan yang paling
sering ter$adi -80%., sedangkan dehidrasi hipernatremik atau hiponatremik
sekitar 5-30% dari kasus.
!ehidrasi &sotonis -isonatremik. ter$adi ketika kehilangan #airan hampir sama
dengan konsentrasi natrium terhadap darah. Kehilangan #airan dan natrium
besarnya relati+ sama dalam kompartemen intravaskular maupun kompartemen
ekstravaskular.
!ehidrasi hipotonis -hiponatremik. ter$adi ketika kehilangan #airan dengan
kandungan natrium lebih banyak dari darah -kehilangan #airan hipertonis.. "e#ara
garis besar ter$adi kehilangan natrium yang lebih banyak dibandingkan air yang
hilang. Karena kadar natrium serum rendah, air di kompartemen intravaskular
berpindah ke kompartemen ekstravaskular, sehingga menyebabkan penurunan
volume intravaskular.
!ehidrasi hipertonis -hipernatremik. ter$adi ketika kehilangan #airan dengan
kandungan natrium lebih sedikit dari darah -kehilangan #airan hipotonis.. "e#ara
garis besar ter$adi kehilangan air yang lebih banyak dibandingkan natrium yang
hilang. Karena kadar natrium tinggi, air di kompartemen ekstraskular berpindah
ke kompartemen intravaskular, sehingga meminimalkan penurunan volume
intravaskular.
Kelebi$an *olume
Kelebihan volume #airan ekstraselular merupakan suatu kondisi akibat iatrogeni#
-pemberian #airan intravena seperti ;a9l yang menyebabkan kelebihan air dan
;a9l ataupun pemberian #airan intravena glukosayang menyebabkan kelebihan
air. ataupun dapat sekunder akibat insu+isiensi renal -gangguan pada IH,.,
sirosis, ataupun gagal $antung kongesti+.C,30 Kelebihan #airan intaseluler dapat
ter$adi $ika ter$adi kelebihan #airan tetapi $umlah ;a9l tetap atau berkurang.
3. Peruba$an Konsentrasi
Hi"onatremia
%ika F 340 mg/7 maka akan timbul ge$ala disorientasi, gangguan mental, letargi,
iritabilitas, lemah dan henti perna+asan, sedangkan $ika kadar F 330 mg/7 maka
akan timbul ge$ala ke$ang, koma. =iponatremia ini dapat disebabkan oleh
euvolemia -"&A!=, polidipsi psikogenik., hipovolemia -dis+ungsi tubuli gin$al,
diare, muntah, third spa#e losses, diuretika., hipervolemia -sirosis, ne+rosis..
Keadaan ini dapat diterapi dengan restriksi #airan -;a< K 345 mg/7. atau ;a9l
5% ssebanyak -360-L.M@@M0,6 mg dan untuk pediatrik 3,5-4,5 mg/kg. Koreksi
hiponatremia yang sudah berlangsung lama dilakukan se#ara perlahan-lahan,
sedangkan untuk hiponatremia akut lebih agresi+.
*ntuk menghitung ;a serum yang dibutuhkan dapat menggunakan rumus 2
Na4 Na2 5 Na6 7 TB8
;a B %umlah ;a yang diperlukan untuk koreksi -m:?.
;a3 B 345 m:?/7 atau ;a serum yang diinginkan
;a0 B ;a serum yang a#tual
'@A B total body water B 0,6 M @@ -kg.
Hi"ernatremia
%ika kadar natrium J 360 mg/7 maka akan timbul ge$ala berupa perubahan
mental, letargi, ke$ang, koma, lemah. =ipernatremi dapat disebabkan oleh
kehilangan #airan -diare, muntah, diuresis, diabetes insipidus, keringat
berlebihan., asupan air kurang, asupan natrium berlebihan. 'erapi keadaan ini
adalah penggantian #airan dengan 5% dekstrose dalam air sebanyak N-L-360. M
@@ M 0,6O2 360.34
Hi"okalemia
%ika kadar kalium F 5 m:?/7. !apat ter$adi akibat dari redistribusi akut kalium
dari #airan ekstraselular ke intraselular atau dari pengurangan kronis kadar total
kalium tubuh. 'anda dan ge$ala hipokalemia dapat berupa disritmik $antung,
perubahan :KI -P," segmen melebar, "' segmen depresi, hipotensi postural,
kelemahan otot skeletal, poliuria, intoleransi glukosa. 'erapi hipokalemia dapat
berupa koreksi +aktor presipitasi -alkalosis, hipomagnesemia, obat-obatan., in+use
potasium klorida sampai 30 m:?/$am -untuk mild hipokalemia QJ4 m:?/7. atau
in+us potasium klorida sampai 60 m:?/$am dengan monitoring oleh :KI -untuk
hipokalemia beratQF4m:?/7 disertai perubahan :KI, kelemahan otot yang
hebat..
,umus untuk menghitung de+isit kalium2
K 4 K2 5 K6 7 693: 7 BB
K B kalium yang dibutuhkan
K3 B serum kalium yang diinginkan
K0 B serum kalium yang terukur
@@ B berat badan -kg.
Hi"erkalemia
'er$adi $ika kadar kalium J 5 m:?/7, sering ter$adi karena insu+isiensi renal atau
obat yang membatasi ekskresi kalium -;"A&!s, A9:-inhibitor, siklosporin,
diuretik.. 'anda dan ge$alanya terutama melibatkan susunan sara+ pusat
-parestesia, kelemahan otot. dan sistem kardiovaskular -disritmik, perubahan
:KI.. 'erapi untuk hiperkalemia dapat berupa intravena kalsium klorida 30%
dalam 30 menit, sodium bikarbonat 50-300 m:? dalam 5-30 menit, atau diuretik,
hemodialisis.
;. Peruba$an Kom"osisi
Asi)osis res"iratorik %"H< ;9=: )an Pa.3> ?: mmHg'
Kondisi ini berhubungan dengan retensi 9>4 se#ara sekunder untuk menurunkan
ventilasi alveolar. Ke$adian akut merupakan akibat dari ventilasi yang tidak
adekuat termasuk obstruksi $alan na+as, atelektasis, pneumonia, e+usi pleura, nyeri
dari insisi abdomen atas, distensi abdomen dan penggunaan narkose yang
berlebihan.
8ana$emennya melibatkan koreksi yang adekuat dari de+ek pulmonal, intubasi
endotrakeal, dan ventilasi mekanis bila perlu. )erhatian yang ketat terhadap
higiene trakeobronkial saat post operati+ adalah sangat penting.
Alkalosis res"iratorik %"H> =9?: )an Pa.3 < ;: mmHg'
Kondisi ini disebabkan ketakutan, nyeri, hipoksia, #edera ""), dan ventilasi yang
dibantu. )ada +ase akut, konsentrasi bikarbonat serum normal, dan alkalosis
ter$adi sebagai hasil dari penurunan )a9>4 yang #epat. 'erapi ditu$ukan untuk
mengkoreksi masalah yang mendasari termasuk sedasi yang sesuai, analgesia,
penggunaan yang tepat dari ventilator mekanik, dan koreksi de+isit potasium yang
ter$adi.
Asi)osis metabolik %"H<=9;: )an bikarbonat <32 mE@AL'
Kondisi ini disebabkan oleh retensi atau penambahan asam atau kehilangan
bikarbonat. )enyebab yang paling umum termasuk gagal gin$al, diare, +istula usus
ke#il, diabetik ketoasidosis, dan asidosis laktat. Kompensasi awal yang ter$adi
adalah peningkatan ventilasi dan depresi )a9>4. )enyebab paling umum adalah
syok, diabetik ketoasidosis, kelaparan, aspirin yang berlebihan dan kera#unan
metanol. 'erapi sebaiknya ditu$ukan terhadap koreksi kelainan yang mendasari.
'erapi bikarbonat hanya diperuntukkan bagi penanganan asidosis berat dan hanya
setelah kompensasi alkalosis respirasi digunakan.
Alkalosis metabolik %"H>=9?: )an bikarbonat >3= mE@AL'
Kelainan ini merupakan akibat dari kehilangan asam atau penambahan bikarbonat
dan diperburuk oleh hipokalemia. 8asalah yang umum ter$adi pada pasien bedah
adalah hipokloremik, hipokalemik akibat de+isit volume ekstraselular. 'erapi
yang digunakan adalah sodium klorida isotonik dan penggantian kekurangan
potasium. Koreksi alkalosis harus gradual selama perode 46 $am dengan
pengukuran p=, )a9>4 dan serum elektrolit yang sering.
. Tera"i airan )alam Pembe)a$an
'erapi #airan dan elektrolit adalah tindakan untuk memelihara, mengganti milieu
interior dalam batas-batas +isiologis dengan #airan kristaloid -elektrolit. atau koloid
-plasma ekspander. se#ara intravena. !e+isit #airan perioperati+ timbul sebagai akibat
puasa pra bedah yang kadang-kadang dapat meman$ang, kehilangan #airan yang
sering menyertai primernya, perdarahan, manipulasi bedah, dan lamanya pembedahan
yang mengakibatkan ter$adinya se?uestrasi atau translokasi #airan. 'u$uan utama
terapi #airan perioperati+ adalah untuk mengganti de+isit pra, selama dan pas#a bedah.
'erapi dinilai apabila pada penderita tidak ditemukan tanda-tanda hipovulemik dan
hipoper+usi atau tanda-tanda kelebihan #airan.
Iangguan dalam keseimbangan #airan dan elektrolit merupakan hal yang umum
ter$adi pada pasien bedah karena kombinasi dari +aktor-+aktor preoperati+, perioperati+
dan postoperati+.
Faktor!0aktor "reo"erati0B
- Kondisi yang telah ada
!iabetes mellitus, penyakit hepar, atau insu+isiensi renal dapat diperburuk oleh
stres akibat operasi.
- )rosedur diagnosti#
Arteriogram atau pyelogram intravena yang memerlukan marker intravena dapat
menyebabkan ekskresi #airan dan elektrolit urin yang tidak normal karena e+ek
diuresis osmotik.
- )emberian obat
)emberian obat seperti steroid dan diuretik dapat mempengaruhi eksresi air dan
elektrolit.
- )reparasi bedah
:nema atau laksati+ dapat menyebabkan peningkatan kehilangan air dan elekrolit
dari traktus gastrointestinal.
- )enanganan medis terhadap kondisi yang telah ada
- ,estriksi #airan preoperative
"elama periode 6 $am restriksi #airan, pasien dewasa yang sehat kehilangan #airan
sekitar 500-500 m7. Kehilangan #airan dapat meningkat $ika pasien menderita
demam atau adanya kehilangan abnormal #airan.
- !e+isit #airan yang telah ada sebelumnya
=arus dikoreksi sebelum operasi untuk meminimalkan e+ek dari anestesi.
Faktor Perio"erati0B
- &nduksi anastesi
!apat menyebabkan ter$adinya hipotensi pada pasien dengan hipovolemia
preoperati+ karena hilangnya mekanisme kompensasi seperti takikardia dan
vasokonstriksi.
- Kehilangan darah yang abnormal
- Kehilangan abnormal #airan ekstraselular ke third spa#e -#ontohnya kehilangan
#airan ekstraselular ke dinding dan lumen usus saat operasi..
- Kehilangan #airan akibat evaporasi dari luka operasi -biasanya pada luka operasi
yang besar dan prosedur operasi yang berkepan$angan.
Iangguan #airan, elektrolit dan asam basa yang potensial ter$adi perioperati+ adalah 2
- =iperkalemia
- Asidosis metabolik
- Alkalosis metabolik
- Asidosis respiratorik
- Alkalosis repiratorik
Faktor "osto"erati0B
- "tres akibat operasi dan nyeri pas#a operasi
- )eningkatan katabolisme $aringan
- )enurunan volume sirkulasi yang e+ekti+
- ,isiko atau adanya ileus postoperati+
Ada beberapa +aktor yang harus diperhatikan dan men$adi pegangan dalam pemberian
#airan perioperati+, yaitu 2
a. Kebutu$an Normal airan Dan Elektrolit Harian
>rang dewasa rata-rata membutuhkan #airan 50-55 ml/kg@@/hari dan elektrolit
utama ;a<B3-4 mmol/kg@@/haridan K<B 3mmol/kg@@/hari.
Kebutuhan tersebut merupakan pengganti #airan yang hilang akibat pembentukan
urine, sekresi gastrointestinal, keringat -lewat kulit. dan pengeluaran lewat paru
atau dikenal dengan insensible water losses. 9airan yang hilang ini pada umumnya
bersi+at hipotonus -air lebih banyak dibandingkan elektrolit..
b. De0isit airan Dan Elektrolit Pra Be)a$
=al ini dapat timbul akibat dipuasakannya penderita terutama pada penderita bedah
elekti+ -sektar 6-34 $am., kehilangan #airan abnormal yang seringkali menyertai
penyakit bedahnya -perdarahan, muntah, diare, diuresis berlebihan, translokasi
#airan pada penderita dengan trauma., kemungkinan meningkatnya insensible
water loss akibat hiperventilasi, demam dan berkeringat banyak. "ebaiknya
kehilangan #airan pra bedah ini harus segera diganti sebelum dilakukan
pembedahan.
,. Ke$ilangan airan Saat Pembe)a$an
Per)ara$an
"e#ara teoritis perdarahan dapat diukur dari 2
@otol penampung darah yang disambung dengan pipa penghisap darah -su#tion
pump.. !engan #ara menimbang kasa yang digunakan sebelum dan setelah
pembedahan. Kasa yang penuh darah -ukuran 6M6 #m. mengandung 30 ml darah,
sedangkan tampon besar -laparatomy pads. dapat menyerap darah300-30 ml.
!alam praktek $umlah perdarahan selama pembedahan hanya bisa ditentukan
berdasarkan kepada taksiran -perlu pengalaman banyak. dan keadaan klinis
penderita yang kadang-kadang dibantu dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan
hematokrit berulang- ulang -serial.. )emeriksaan kadar hemoglobin dan hematokrit
lebih menun$ukkan rasio plasma terhadap eritrosit daripada $umlah perdarahan.
Kesulitan penaksiran akan bertambah bila pada luka operasi digunakan #airan
pembilas -irigasi. dan banyaknya darah yang mengenai kain penutup, me$a operasi
dan lantai kamar bedah.
Ke$ilangan airan Lainn#a
)ada setiap pembedahan selalu ter$adi kehilangan #airan yang lebih menon$ol
dibandingkan perdarahan sebagai akibat adanya evaporasi dan translokasi #airan
internal. Kehilangan #airan akibat penguapan -evaporasi. akan lebih banyak pada
pembedahan dengan luka pembedahan yang luas dan lama. "edangkan
perpindahan #airan atau lebih dikenal istilah perpindahan ke ruang ketiga atau
se?uestrasi se#ara masi+ dapat berakibat ter$adi de+isit #airan intravaskuler.
%aringan yang mengalami trauma, in+lamasi atau in+eksi dapat mengakibatkan
se?uestrasi se$umlah #airan interstitial dan perpindahan #airan ke ruangan serosa
-as#ites. atau ke lumen usus. Akibatnya $umlah #airan ion +ungsional dalam ruang
ekstraseluler meningkat. )ergeseran #airan yang ter$adi tidak dapat di#egah dengan
#ara membatasi #airan dan dapat merugikan se#ara +ungsional #airan dalam
kompartemen ekstraseluler dan $uga dapat merugikan +ungsional #airan dalam
ruang ekstraseluler.
). (angguan Fungsi (injal
'rauma, pembedahan dan anestesia dapat mengakibatkan2
o 7a$u Hiltrasi Ilomerular -IH, B Ilomerular Hiltration ,ate. menurun.
o ,eabsorbsi ;a< di tubulus meningkat yang sebagian disebabkan oleh
meningkatnya kadar aldosteron.
o 8eningkatnya kadar hormon anti diuretik -A!=. menyebabkan ter$adinya
retensi air dan reabsorpsi ;a< di duktus koligentes -#olle#ting tubules.
meningkat.
o Iin$al tidak mampu mengekskresikan R+ree waterS atau untuk menghasilkan
urin =ipotonis
Penatalaksanaan Tera"i
2. airan Pra Be)a$
"tatus #airan harus dinilai dan dikoreksi sebelum dilakukannya induksi anestesi
untuk mengurangi perubahan kardiovaskuler dekompensasi akut. )enilaian status
#airan ini didapat dari 2

Anamnesa 2 Apakah ada perdarahan, muntah, diare, rasa haus. Ken#ing


terakhir, $umlah dan warnya.
)emeriksaan +isik. !ari pemeriksaan +isik ini didapat tanda-tanda obyekti+ dari
status #airan, seperti tekanan darah, nadi, berat badan, kulit, abdomen, mata
dan mukosa.
7aboratorium meliputi pemeriksaan elektrolit, @*;, hematokrit, hemoglobin
dan protein.
!e+isit #airan dapat diperkirakan dari berat-ringannya dehidrasi yang ter$adi.
8
)ada +ase awal pasien yang sadar akan mengeluh haus, nadi biasanya
meningkat sedikit, belum ada gangguan #airan dan komposisinya se#ara serius.
!ehidrasi pada +ase ini ter$adi $ika kehilangan kira-kira 4% @@ -3500 ml air..
Hase moderat, ditandai rasa haus. 8ukosa kering otot lemah, nadi #epat dan
lemah. 'er$adi pada kehilangan #airan 6% @@.
Hase lan$ut/dehidrasi berat, ditandai adanya tanda sho#k #ardiosirkulasi, ter$adi
pada kehilangan #airan -35 % @@. Kegagalan penggantian #airan dan
elektrolit biasanya menyebabkan kematian $ika kehilangan #airan 35 % @@
atau lebih.
9airan preoperati+ diberikan dalam bentuk #airan pemeliharaan, ada dewasa 4
ml/kg@@/$am. Atau 60 ml ditambah 3 ml/kg@@ untuk berat badan lebih dari 40
kg.
30
)ada anak-anak 6 ml/kg pada 30 kg @@ &, ditambah 4 ml/kg untuk 30 kg@@
&&, dan ditambah 3 ml/kg untuk berat badan sisanya.
4,5,
Ke#uali penilaian terhadap keadaan umum dan kardiovaskuler, tanda rehidrasi
ter#apai ialah dengan adanya produksi urine 0,5-3 ml/kg@@.
4
3. airan Selama Pembe)a$an
'erapi #airan selama operasi meliputi kebutuhan dasar #airan dan penggantian sisa
de+isit pra operasi ditambah #airan yang hilang selama operasi. @erdasarkan
beratnya trauma pembedahan dikenal pemberian #airan pada trauma ringan, sedang
dan berat. )ada pembedahan dengan trauma ringan diberikan #airan 4 ml/kg
@@/$am untuk kebutuhan dasar ditambah 6 ml/kg @@/$am sebagai pengganti akibat
trauma pembedahan. 9airan pengganti akibat trauma pembedahan sedang 6 ml/kg
@@/$am dan pada trauma pembedahan berat 8 ml/kg @@/$am.
4,5
9airan pengganti akibat trauma pembedahan pada anak, untuk trauma pembedahan
ringan 4 ml/kg @@/$am, sedang 6 ml/kg@@/$am dan berat 6 ml/kg@@/$am.
4,5
)emilihan $enis #airan intravena tergantung pada prosedur pembedahan dan
perkiraan $umlah perdarahan. )erkiraan $umlah perdarahan yang ter$adi selama
pembedahan sering mengalami kesulitan., dikarenakan adanya perdarahan yang
sulit diukur/tersembunyi yang terdapat di dalam luka operasi, kain kasa, kain
operasi dan lain-lain. !alam hal ini #ara yang biasa digunakan untuk
memperkirakan $umlah perdarahan dengan mengukur $umlah darah di dalam botol
su#tion ditambah perkiraan $umlah darah di kain kasa dan kain operasi. "atu
lembar duk dapat menampung 300 G 350 ml darah, sedangkan untuk kain kasa
sebaiknya ditimbang sebelum dan setelah dipakai, dimana selisih 3 gram dianggap
sama dengan 3 ml darah. )erkiraan $umlah perdarahan dapat $uga diukur dengan
pemeriksaan hematokrit dan hemoglobin se#ara serial.
5
)ada perdarahan untuk mempertahankan volume intravena dapat diberikan
kristaloid atau koloid sampai tahap timbulnya bahaya karena anemia. )ada keadaan
ini perdarahan selan$utnya diganti dengan trans+usi sel darah merah untuk
mempertahankan konsentrasi hemoglobin ataupun hematokrit pada level aman,
yaitu =b G 30 g/dl atau =#t 43 G 50%. 40 G 45% pada individu sehat atau anemia
kronis.
33
Kebutuhan trans+usi dapat ditetapkan pada saat prabedah berdasarkan nilai
hematokrit dan :@T. :@T pada neonatus prematur C5 ml/kg@@, +ullterm 85
ml/kg@@, bayi 80 ml/kg@@ dan pada dewasa laki-laki 5 ml/kg@@, perempuan 85
ml/kg@@.
5
*ntuk menentukan $umlah perdarahan yang diperlukan agar =#t men$adi 50%
dapat dihitung sebagai berikut 2
5
o :@T
o :stimasi volume sel darah merah pada =#t prabedah -,@9T preop.
o :stimasi volume sel darah merah pada =#t 50% prabedah -,@9T%.
o Tolume sel darah merah yang hilang, ,@9T lost B ,@9T preop G ,@T9
50%.
o %umlah darah yang boleh hilang B ,@9T lost M 5
'rans+usi dilakukan $ika perdarahan melebihi nilai ,@9T lost M 5.
"elain #ara tersebut di atas, beberapa pendapat mengenai penggantian #airan akibat
perdarahan adalah sebagai berikut 2
@erdasar berat-ringannya perdarahan 2
5,35
o )erdarahan ringan, perdarahan sampai 30% :@T, 30 G 35%, #ukup diganti
dengan #airan elektrolit.
o )erdarahan sedang, perdarahan 30 G 40% :@T, 35 G 50%, dapat diganti
dengan #airan kristaloid dan koloid.
o )erdarahan berat, perdarahan 40 G 50% :@T, J 50%, harus diganti dengan
trans+usi darah.
Klasi0ikasi S$ok Akibat Per)ara$an 2
33
Intra*enous 0lui) re"la,ement in $aemorr$agi, s$o,k
9lass &
-haemorrhage 50 ml -35%..

9lass &&
-haemorrhage 800-3500 ml -35-50%..

9lass &&&
-haemorrhage 3500-4000 ml -50-60%..


4.5 l ,inger-la#tate solution or 3.0 7
polygelatin

3.0 l polygelatin plus 3.5 7 ,inger-la#tate
solution

3.0. l ,inger-la#tate solution plus 0.5 l whole
blood or 0.3-3.5 l e?ual volumes o+
#on#entrated red #ells and polygelatin

9lass &T
-haemorrhage 4000 ml -68%..
3.0 l ,inger-la#tate solution plus 3.0 l
polygelatin plus 4.0 l whole blood or 4.0 l
e?ual volumes o+ #on#entrated red #ells and
polygelatin or hestastar#h
airan Paska Be)a$
'erapi #airan paska bedah ditu$ukan untuk 2
8emenuhi kebutuhan air, elektrolit dan nutrisi.
8engganti kehilangan #airan pada masa paska bedah -#airan lambung, +ebris..
8elan$utkan penggantian de+isit prabedah dan selama pembedahan.
Koreksi gangguan keseimbangan karena terapi #airan.
;utrisi parenteral bertu$uan menyediakan nutrisi lengkap, yaitu kalori, protein
dan lemak termasuk unsur penun$ang nutrisi elektrolit, vitamin dan tra#e
element. )emberian kalori sampai 60 G 50 K#al/kg dengan protein 0,4 G 0,46
;/kg. ;utrisi parenteral ini penting, karena pada penderita paska bedah yang
tidak mendapat nutrisi sama sekali akan kehilangan protein 5 G 345 gr/hari.
=ipoalbuminemia menyebabkan edema $aringan, in+eksi dan dehisensi luka
operasi, ter$adi penurunan en(ym pen#ernaan yang menyulitkan proses
realimentasi.
6
D. +a,am!ma,am airan #ang Da"at Digunakan )alam
Tera"i airan
2. airan Kristaloi)
9airan ini mempunyai komposisi mirip #airan ekstraseluler -9:" B 9:H..
Keuntungan dari #airan ini antara lain harga murah, tersedia dengan mudah di
setiap pusat kesehatan, tidak perlu dilakukan #ross mat#h, tidak menimbulkan
alergi atau syok ana+ilaktik, penyimpanan sederhana dan dapat disimpan lama.
9airan kristaloid bila diberikan dalam $umlah #ukup -5-6 kali #airan koloid.
ternyata sama e+ekti+nya seperti pemberian #airan koloid untuk mengatasi de+isit
volume intravaskuler. Aaktu paruh #airan kristaloid di ruang intravaskuler sekitar
40-50 menit. @eberapa penelitian mengemukakan bahwa walaupun dalam $umlah
sedikit larutan kristaloid akan masuk ruang interstitiel sehingga timbul edema
peri+er dan paru serta berakibat terganggunya oksigenasi $aringan dan edema
$aringan luka, apabila seseorang mendapat in+us 3 liter ;a9l 0,C%. )enelitian lain
menun$ukkan pemberian se$umlah #airan kristaloid dapat mengakibatkan
timbulnya edema paru berat. "elain itu, pemberian #airan kristaloid berlebihan $uga
dapat menyebabkan edema otak dan meningkatnya tekanan intra kranial.
Karena perbedaan si+at antara koloid dan kristaloid dimana kristaloid akan lebih
banyak menyebar ke ruang interstitiel dibandingkan dengan koloid maka kristaloid
sebaiknya dipilih untuk resusitasi de+isit #airan di ruang interstitiel. 7arutan ,inger
7aktat merupakan #airan kristaloid yang paling banyak digunakan untuk resusitasi
#airan walau agak hipotonis dengan susunan yang hampir menyerupai #airan
intravaskuler. 7aktat yang terkandung dalam #airan tersebut akan mengalami
metabolisme di hati men$adi bikarbonat. 9airan kristaloid lainnya yang sering
digunakan adalah ;a9l 0,C%, tetapi bila diberikan berlebih dapat mengakibatkan
asidosis hiperkloremik -delutional hyper#hloremi# a#idosis. dan menurunnya kadar
bikarbonat plasma akibat peningkatan klorida.
3. airan Koloi)
!isebut $uga sebagai #airan pengganti plasma atau biasa disebut Rplasma substituteS
atau Rplasma eMpanderS. !i dalam #airan koloid terdapat (at/bahan yang
mempunyai berat molekul tinggi dengan aktivitas osmotik yang menyebabkan
#airan ini #enderung bertahan agak lama -waktu paruh 5-6 $am. dalam ruang
intravaskuler. >leh karena itu koloid sering digunakan untuk resusitasi #airan
se#ara #epat terutama pada syok hipovolemik/hermorhagik atau pada penderita
dengan hipoalbuminemia berat dan kehilangan protein yang banyak -misal luka
bakar.. Kerugian dari plasma eMpander yaitu mahal dan dapat menimbulkan reaksi
ana+ilaktik -walau $arang. dan dapat menyebabkan gangguan pada #ross mat#h.
@erdasarkan pembuatannya, terdapat 4 $enis larutan koloid2
3. Koloi) Alami yaitu +raksi protein plasma 5% dan albumin manusia - 5 dan
4,5%..
!ibuat dengan #ara memanaskan plasma atau plasenta 60E9 selama 30 $am
untuk membunuh virus hepatitis dan virus lainnya. Hraksi protein plasma selain
mengandung albumin -85%. $uga mengandung al+a globulin dan beta
globulin.)rekallikrein a#tivators -=agemanUs +a#tor +ragments. seringkali
terdapat dalam +raksi protein plasma dibandingkan dalam albumin. >leh sebab
itu pemberian in+use dengan +raksi protein plasma seringkali menimbulkan
hipotensi dan kolaps kardiovaskuler.
4. Koloi) Sintesis yaitu2
De7tran
!eMtran 60 -,heoma#rodeM. dengan berat molekul 60.000 dan !eMtran
0-8a#rodeM. dengan berat molekul 60.000-0.000 diproduksi oleh bakteri
7eu#onosto#mesenteroides @ yang tumbuh dalam media sukrosa. Aalaupun
!eMtran 0 merupakan volume eMpander yang lebih baik dibandingkan dengan
!eMtran 60, tetapi !eMtran 60 mampu memperbaiki aliran darah lewat sirkulasi
mikro karena dapat menurunkan kekentalan -viskositas. darah. "elain itu
!eMtran mempunyai e+ek anti trombotik yang dapat mengurangiplatelet
adhesiveness, menekan aktivitas +aktor T&&&, meningkatkan +ibrinolisis dan
melan#arkan aliran darah. )emberian !eMtran melebihi 40 ml/kg@@/hari dapat
mengganggu#ro mat#h, waktu perdarahan meman$ang -!eMtran 60. dan gagal
gin$al. !eMtran dapat menimbulkan reaksi ana+ilaktik yang dapat di#egah yaitu
dengan memberikan !eMtran 3 -)romit. terlebih dahulu.
H#)ro7#let$#l Star,$ %Heta star,$'
'ersedia dalam larutan 6% dengan berat molekul 30.000 V 3.000.000, rata-rata
3.000, osmolaritas 530 m>sm/7 dan tekanan onkotik 50 50 mm=g. )emberian
500 ml larutan ini pada orang normal akan dikeluarkan 66% lewat urin dalam
waktu 4 hari dan sisanya 66% dalam waktu 8 hari. 7arutan koloid ini $uga dapat
menimbulkan reaksi ana+ilaktik dan dapat meningkatkan kadar serum amilase
- walau $arang..7ow mole#ullar weight =ydroMylethyl star#h -)enta-"tar#h.
mirip =eta star#h, mampu mengembangkan volume plasma hingga 3,5 kali
volume yang diberikan dan berlangsung selama 34 $am. Karena potensinya
sebagai plasma volume eMpander yang besar dengan toksisitas yang rendah dan
tidak mengganggu koagulasi maka )enta star#h dipilih sebagai koloid untuk
resusitasi #airan pada penderita gawat.
(elatin
7arutan koloid 5,5-6% dalam balan#ed ele#trolyte dengan berat molekul rata-
rata 55.000 dibuat dari hidrolisa kolagen binatang. Ada 5 ma#am gelatin, yaitu2
- 8odi+ied +luid gelatin -)lasmion dan =ema#ell.
- *rea linked gelatin
- >Mypoly gelatin ,merupakan plasma eMpanders dan banyak digunakan pada
penderita gawat. Aalaupun dapat menimbulkan reaksi ana+ilaktik -$arang.
terutama dari golonganurea linked gelatin
Trans0usi
,espon tubuh terhadap perdarahan tergantung pada volume, ke#epatan, dan lama
perdarahan. Keadaan pasien sebelum perdarahan akan berpengaruh pada respon yang
diberikan.
)ada orang dewasa sehat, perdarahan 30% $umlah volume darah tidak menyebabkan
perubahan tanda-tanda +isiknya. Hrekuensi nadi, tekanan darah, sirkulasi peri+er dan
tekanan vena sentral tidak berubah. ,eseptor dalam $antung akan mendeteksi
penurunan volume ini dan menyebabkan pusat vasomotor menstimulasi sistem sara+
simpatik yang selan$utnya menyebabkan vasokonstriksi.
)enurunan tekanan darah pada u$ung arteri kapiler menyebabkan perpindahan #airan
ke dalam ruang interstitial berkurang. )enurunan per+usi gin$al menyebabkan retensi
air dan ion ;a<. =al ini menyebabkan volume darah kembali normal dalam 34 $am.
Kadar protein plasma #epat men$adi normal dalam waktu 4 minggu, kemudan akan
ter$adi hemopoesis ekstra yang menghasilkan eritrosit. )roses kompensasi ini sangat
e+ekti+ sampai perdarahan sebanyak 50%.
)ada perdarahan yang ter$adi di bawah 50% atau hematokrit masih di atas 40%, darah
yang hilang masih dapat diganti dengan #airan koloid atau kombinasi koloid dengan
kristaloid yang komposisinya sama dengan darah yaitu ,inger 7aktat. ;amun bila
kehilangan darah J 50%, biasanya diperlukan trans+usi.
*ntuk mengganti darah yang hilang dapat digunakan rumus dasar trans+usi darah,
yaitu2
C 4 %Hb target / Hb inisial' 7 D6& 7 BB
Kadar =b donor
2. Trans0usi sel )ara$ mera$
&ndikasi trans+usi sel darah merah
Kehilangan darah yang akut
%ika darah hilang karena trauma atau pembedahan, maka baik penggantian sel
darah merah maupun volume darah dibutuhkan. %ika lebih dari separuh volume
darah hlang, maka darah lengkap harus diberikanQ $ika kurang dari separuh,
maka konsentrat sel darah merah atau plasma eMpander yang diberikan.
'rans+usi darah prabedah
Anema de+isiensi besi
)enderita de+isiensi besi tidak dapat ditrans+usikan, ke#uali memang
dibutuhkan untuk pembedahan segera atau yang gagal berespon terhadap
pengobatan pada dosis terapeutik penuh besi per oral.
Anemia yang berkaitan dengan kelainan menahun
Iagal gin$al
Anemia berat yang berkaitan dengan gagal gin$al seharusnya diobati dengan
trans+usi sel darah merah maupun dengan eritropoetin manusia rekombinan.
Iagal sumsum tulang
)enderita gagal sumsum tulang karena leukimia, pengobatan sitotoksik, atau
in+iltrasi keganasan akan membutuhkan bukan sa$a sel darah merah, namun
$uga komponen darah yang lain.
)enderita yang tergantung trasn+usi
)enderita sindrom talasemia berat, anemia aplastik, dan anemia sideroblastik
membutuhkan trans+usi se#ara teratur setiap empat sampai enam minggu,
sehingga mereka mampu men$alani kehidupan yang normal.
)enderita sel bulan sabit
@eberapa penderita penyakit ini membutuhkan trasn+usi se#ara teratur,
terutama setelah stoke, karena 0sindrom dada1 berulang yang mengan#am
$iwa, dan selama kehamilan.
)enyakit hemolitik neonatus
)enyakit hemolitik neonatus $uga dapat men$adi indikasi untuk trans+usi
pengganti, $ika neonatus mengalami hiperbilirubinemia berat atau anemia.
8asalah yang berkaitan dengan trans+usi sel darah merah
a. +asala$ +en)esak
@eban sirkulasi teradi $ika darah ditrans+usikan terlalu #epat sehingga
redistribusi #airan pengganti #epat ter$adi, atau $ika ter$adi gangguan +ungsi
$antung. 'ekanan vena sentral meningkat, dan pada kasus berat ter$adi gagal
ventrikel kiri
Kebo#oran kalium ke luar sel darah merah selama penyimpanan. =iperkalemia
ini dieksaserbasikan karena penyimpanan darah terlalu lama pada suhu kamar
'rans+usi masi+ dapat menyebabkan hipotermia, toksisitas sitrat, beban asam,
dan penyusutan trombosit serta +aktor koagulasi
,eaksi hemolitik dapat menyebabkan demam, takikardi, kesulitan tidur, nyeri
selangkang, rigor, muntah, diare, nyeri kepala, hipotensi, syok, dan akhirnya
gagal gin$al akut serta perdarahan akibat !&9
,aksi non-hemolitik dapat menyebabkan urtikaria, demam dan reaksi
ana+ilaktik berat, walaupun $arang ter$adi
b. +asala$ Eangka +enenga$
Hlebitis lokal dapat ter$adi $ika kanula plastik ditinggalkan pada tempat yang
sama terlalu lama. Kadang-kadang ter$adi in+eksi oleh sta+ilokokus atau
#orineba#terium
=ipertensi dan/atau sindrom ke$ang kadang-kadang ditemukan pada
thalasemia mayor yang menerima trans+usipenderita sel sabit dan teratur
&n+eksi dapat ditularkan melalui trans+usi
,. +asala$ jangka "anjang
@eban besi. "etiap unit darah mengandung 450 mg besi yang tak dapat
diekskresikan tubuh. 'rans+usi teratur yang sering dapat menyebabkan
tertimbunnya besi dalam tubuh sehingga ter$adi pigmentasi, hambatan
pertumbuhan pada orang muda, sirosis hepatik, diabetes, hipoparatiroid, gagal
$antung, aritmia, dan akhirnya kematian. )engobatan dengan khelasi besi harus
dipertimbangkan pada penderita ini sebelum ter$adi kerusakan organ yang serius.
3. Trans0usi Trombosit )an (ranulosit
'rans+usi trombosit dan granulosit diperlukan bagi penderita trombositopenia yang
mengan#am $iwa dan netropenia yang disebabkan karena kegagalan sumsum tulang.
Keadaan ini mungkin akibat langsung dari penyakit penderita, misalnya leukimia
akut, anemia aplastika, atau transplantasi sumsum tulang.
&ndikasi trans+usi trombosit
Iagal sumsum tulang yangdisebabkan oleh penyakit atau pengobatan
mielotoksik
Kelainan +ungsi trombosit
'rombositopenia akibat pengen#eran
)intas kardiopulmoner
)urpura trombositopenia autoimun
:+ek merugikan pada trans+usi trombosit
:+ek merugikan pada trans+usi trombosit adalah timbulnya kere+rakteran trombosit,
aloimunisasi, penularan penyakit dan kadang-kadang gra+t versus host disease.
&ndikasi trans+usi granulosit
;eutropenia persisten dan in+eksi berat G %ika dihitung neutro+il terus-menerus
kurang dari 0,4 M 30C/7 dan terdapat bukti $elas in+eksi bakteri atau $amur
yang tidak dapat dikendalikan dengan pengobatan menggunakan antibotik
yang tepat dalam 68-4 $am.
Hungsi neutro+il abnormal dan in+eksi persisten
"epsis neonatus
:+ek merugikan trans+usi granulosit
:+ek merugikan pada trans+usi granulosit adalah timbulnya aloimunisasi, penularan
in+eksi, in+iltrasi paru dan gra+t versus host disease.
Si0at!Si0at Plasma Substitute #ang I)eal
"i+at-si+at plasma substitute yang ideal adalah2
p=, tekanan onkotik dan viskositas sebanding dengan plasma darah
:+ek volume yang #ukup untuk periode waktu tertentu tanpa resiko overload pada
sistem #ardiovaskuler atau ter$adinya edema
8eningkatkan mikrosirkulasi dan memperbaiki diuresis
'idak mengganggu homeostasis
'idak mengganggu blood grouping dan cross matching
Akumulasi minimal pada sistem retikuloendotelial
7ama penyimpanan produk pan$ang
:konomis
Karakteristik Berbagai Plasma Substitute
Kriteria 8$ole bloo) Larutan
elektrolit
Albumin
36&
Dekstran
?6F26
HES G& Haema,,el
"H ,5 G ,6 5,5 G 6,5 6,6 G ,4 6,5 G 5, 5,0 G ,0 ,0 G ,6
B+ rata!rata - - 66.000 60.000 400.000/
650.000
55.000
Tekanan
osmotik
Hisiologis ;on-
osmotik
&so-
osmotik
=iper-
osmotik
=iper-
osmotik
&so-osmotik
Keseimbangan
,airan
intra*askuler!
interstitial
'erpelihara ,esiko
edema
)erbaikan !ehidrasi !ehidrasi )erbaikan
8aktu "aru$
e0ekti0
@eberapa hari-
minggu
@eberapa
menit
@eberapa
hari
6-8 $am 34 $am 6-6 $am
(angguan
"a)a blood
typing
@iasanya tidak 'idak 'idak )seudoaglu
tinasi
'idak 'idak
(angguan
"a)a
$omeostasis
Ada
kemungkinan
-aktivasi +aktor.
=anya
pengen#e-
ran
=anya
pengen#e-
ran
8enurunkan
+ungsi
trombosit
dan
koagulopati
8enurunkan
+ungsi
trombosit
dan
koagulopati
=anya
pengen#eran
Fungsi ginjal W 8embaik 8embaik 8ungkin
terganggu
'idak
ditemukan
data literatur
8embaik
.*erloa)
,ar)io*askuler
8ungkin 'idak 'idak
mungkin
8ungkin 8ungkin 'idak
mungkin
E0ek sam"ing
#ang mungkin
Ana+ilaksis/
inkompatibilitas
:dema
pulmonal
,eaksi
kutis,
demam,
hipotensi
sementara
Ana+ilaksis
yang perlu
premedikasi
Ana+ilaksis
atau reaksi
ana+ilaksis
,eaksi kulit
lokal,
hipotensi
sementara
Transmisi
"en#akit
,esiko in+eksi
virus seperti
'idak 'idak 'idak 'idak 'idak
=&T, =@T,
=9T
8aktu
"en#im"anan
43 hari 5 tahun 5-5 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun
Su$u
"en#im"anan
6-6
0
9 "uhu
ruangan
4-45
0
9
0
9 "uhu
ruangan
"uhu
ruangan
Akumulasi
"a)a -ES
'idak 'idak 'idak @eberapa
minggu
@eberapa
bulan
'idak
Kelebi$an )an Kekurangan Berbagai Se)iaan Plasma Substitute
1.Whole blood
Kelebihan
Kapasitas angkut oksigen
Kapasitas hemostatik
Kekurangan
)enyediaan lama
Aaktu penyimpanan pendek
,eaksi ana+ilaktik ringan sampai parah
Alloimunisasi
,eaksi hemolisis
,eaksi in+eksi
Tiskositas meningkat
>verload volume
=iperkalium, hiperkalsium, asidosis
=arga mahal
3.Larutan elektrolit
Kelebihan
7ebih mudah tersedia dan murah
Komposisi serupa dengan plasma -,inger Asetat / ,inger 7aktat.
@isa disimpan pada suhu kamar
@ebas dari reaksi ana+ilaktik
Komplikasi minimal
Kekurangan
:dema bisa mengurangi ekspansibilitas dinding dada
>ksigenasi $aringan terganggu karena bertambahnya $arak kapiler dan sel
8emerlukan volume 6 kali lebih banyak
3.Larutan human albumin
Kelebihan
:kspansi volume plasma tanpa ekspansi volume interstitial
:kspansi volume lebih besar
!urasi lebih lama
>ksigenasi $aringan lebih baik
Iradien >
4
alveolar-arterial lebih sedikit
&nsiden edema paru dan atau edema sistemik lebih rendah
Kekurangan
,eaksi ana+ilaksis
Koagulopati
Albumin bisa memperberat depresi miokard pada pasien syok
?.Larutan )ekstran
Kelebihan
:+ek volume pan$ang atau lama
:+ek anti trombotik
Kekurangan
:kspansi ekstravaskuler dan dehidrasi kompartemen interstitial
Iangguan hemostasis
@atasan dosis
,eaksi ana+ilaksis +atal
Iangguan +ungsi renal
Akumulasi pada sistem retikuloendotelial
Iangguan pada blood grouping dan cross matching
:.HES
Kelebihan
:+ek volume pan$ang atau lama
:+ek anti trombotik
Kekurangan
:kspansi ekstravaskuler dan dehidrasi kompartemen interstitial
Iangguan hemostasis
@atasan dosis
,eaksi ana+ilaksis +atal
Akumulasi pada sistem retikuloendotelial
G.Haema,,el
Kelebihan
&so-osmotik
8empertahankan keseimbangan #airan
:+ek volume optimal
)erbaikan +ungsi renal
'idak mengganggu hemostasis
'idak mengganggu blood grouping
'idak ter$adi akumulasi pada ,:"
:konomis
Kekurangan
,eaksi ana+ilaktoid
BAB III
PENUTUP
DAFTA- PUSTAKA
3. "unatrio, 3CC, Terapi Cairan untuk Resusitasi Pasien Traumatik, dalam "ymposium o+
Hluid and ;utrition 'herapy in 'raumati# )atients, @agian Anestesiologi HK *&/,"98,
%akarta.
4. "untoro, A, Terapi Cairan Perioperatif, dalam 8uhiman, 8. dkk., Anestesiologi, 9T.
&n+omedika, %akarta.
5. ;gurah, ;., 3CCC, Terapi Cairan Perioperatif, Aorkshop 9airan, HK *I8, ,"*) !r.
"ard$ito.
6. 8ulyono, &., Jenis-jenis Cairan, dalam "ymposium o+ Hluid and ;utrition 'herapy in
'raumati# )atients, @agian Anestesiologi HK *&/,"98, %akarta.
5. "etiabudi, 8., 3C86, Fisiologi Cairan Tubuh, dalam "imposium 'erapi #airan pada
)enderita Iawat.
6. "ut$ah$o, ,A., "ulistyono, =, "unartomo, '., 3C86, Terapi Cairan Paska Bedah, dalam
"imposium 'erapi 9airan pada )enderita Iawat.
. 'onessen A"., 3CC0, Crystalloids and Colloid, in 8iller, ,!., Anesthesia, :d 5
rd
, Tol. 4.
9hur#hill 7ivingstone, p 2 365C-3665.
8. 9ollins, T&., 3CC6, Fluids and lectrolytes, in )hysi#ologi# and )harma#hologi# @ases o+
Anesthesia, Ailliams X Ailkins, *"A, p 2 365-38.
C. "unatrio, 3CC8, Terapi Cairan Resusitasi, dalam "imposium dan !iskusi )anel Aspek
Klinis )engguna Koloid, &!"A& X &!& 9ab. "leman, Yogyakarta.
30. 7ennon, )., 3CC5, !dministration of "eneral !nesthesia, in !avison, 8!., et all, 9lini#al
Anesthesia )ro#edures o+ the 8assa#husetts Ieneral =ospital, :d 6
th
, !ept. o+ Anesthesia,
8assa#husetts =ospital, *"A, p 2 388-3C.
33. =ansel, A9., 3CC5, Transfusion Therapy, in !avison, 8!., et all, 9lini#al Anesthesia,
8assa#husetts =ospital, *"A, p 2 533-546.
34. @askett, )%H., 3CC0, #anagement of $ypovolenic %hock, @ritish 8edi#al %ournal -@8%.,
Tol. 500 2 3655-365.
35. Air$o Atmad$a, K., 8egwae, ==., ,ahard$o, :., 3C86, Patofisiologi Cairan Tubuh pada
Trauma dan Perdarahan, dalam "imposium 'erapi 9airan pada )enderita Iawat.
(http://joenurse.blog.friendster.com/2009/05/terapi-cairan-elektrolit-transfusi/)
http://harnawatiaj.wordpress.com/200/0!/"#/terapi-cairan-intra$ena/
http://majalah-farmacia.com/rubrik/one%news.asp&'()ews*!!#
http://perawattegal.wordpress.com/2009/0/+0/terapi-cairan-elektrolit-transfusi/