Anda di halaman 1dari 6

Judul Jurnal: Continuum Mechanics Models of Fractal Porous Media: Integral

Relations And Extremum Principles (by: Martin Ostoja-Starzewski)



Review Jurnal:
A. Intisari
Jurnal ini merupakan kelanjutan dari pengembangan ilmu mekanika
kontinum dan termodinamika, yang mana kedua disiplin ilmu tersebut akan
digunakan untuk meneliti perilaku media berpori yang mengalami retak (fractal).
Penelitian yang dilakukan hanya melibatkan tiga variabel utama yaitu antra lain
dimensi massa (spasial) media fractal (D), dimensi permukaan (surface) media
fractal, dan skala panjang (R). Adapun variabel D juga merupakan bagian dari
orde integral fraksional yang digunakan untuk menyatakan hukum keseimbangan
global. Oleh karena itu, langkah pertama peyelesaian permasalahan ini adalah
dengan mengeneralisasikan pokok teorema integral dari suatu mekanika kontinum
terhadap media yang retak (Stokes, Reynolds, dan HelmholtzZrawski).
Selanjutnya, dilakukan peninjauan kembali terhadap persamaan kesetimbangan
dan pada akhirnya diperoleh suatu ilmu pengembangan untuk beberapa subbidang
dari mekanika kontinum yang berkaitan dengan media yang retak. Hal ini juga
diikuti dengan turunan extremum dan variasi-variasi prinsip elastisitas, serta
melibatkan azas Hamilton untuk material berpori yang mengalami retak. Dalam
semua kasus diperoleh suatu hubungan yang secara ekspilisit hanya bergantung
pada variabel D, d, dan R, serta setelah ditentukan bahwa D=3 dan d=2 dapat
mengurangi bentuk konvensional dari governing equations untuk media kontinum
dengan menggunakan geometri Euclidean.

B. Latar belakang
Istilah kata fractal diciptakan oleh Benot Mandelbrot (1975) yang
digunakan untuk menunjukkan sebuah objek yang patah atau retak dalam suatu
ruang dan atau waktu. Secara fundamental, objek yang mengalami fractal dapat
dibagi lagi ke dalam beberapa bagian, di mana masing-masing diantaranya
ditinjau dalam pengertian yang deterministik atau stochastik. Berdasarkan
pengertian tersebut, objek fractal yang telah tebagi merupakan sebuah salinan
ukuran yang diperkecil dari suatu keseluruhan, yang mana hal ini terkenal dengan
self-similarity property. Secara umum, objek yang fractal yang ditinjau harus
memenuhi beberapa batasan sebagai berikut yaitu struktur halus dalam skala kecil
yang bersifat acak; analisis dengan menggunakan bahasa tradisional geometrik
Euclidean; dimensi Hausdorff lebih besar dibandingkan dengan dimensi
topologisnya; dan peninjauan menggunakan definisi yang sederhana dan bersifat
rekursif.
Penelitian tentang objek yang mengalami fractal sudah dilakukan sejak
akhir tahun delapan puluhan, yang berfokus pada fisika benda terkondensasi.
Akan tetapi, analisis dengan menggunakan metode mekanika kontinum masih
sangat kurang. Beberapa kemajuan diperlihatkan oleh beberapa ilmuwan yang
mulai melakukan analisis dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar kontinum.
Tarasov (2005) mengembangkan beberapa persamaaan kontinum antara lain
mengenai konservasi massa, linier dan momentum sudut, energi untuk kasus
fractal, dan melakukan pembelajaran mendasar untuk beberapa kasus mengenai
teori mekanika fluida dan gelombang. Adapun keunikan dari pendekatan yang
dilakukan oleh Tarasov yaitu bertumpu kepada generalisasi teorema Green-Gauss
untuk objek yang mengalami fractal melalui integral fractional dalam suatu ruang
Euclidean. Keuntungan lainnya adalah pendekatan ini mengakui adanya
pemisahan antara batasan atas dan batasan bawah dari suatu skala fractal.
Berdasarkan semua teori yang telah diuraikan, maka pada jurnal ini akan
dilakukan pembahasan tentang pengujian terhadap teorema integral dari mekanika
kontinum yang telah dibatasi hanya pada kasus media yang mengalami fractal
(Stokes, Reynolds, and HelmholtzZrawski). Adapun langkah kedua dari
pengujian ini adalah memodifikasi derivatif dari material fractional hasil
penemuan Tarasov, untuk kemudian dikembalikan kepada derivative material
konvensional. Pada semua kasus, peneliti memperoleh hubungan yang secara
eksplisit hanya bergantung pada variabel D, d, dan R, yang mana setelah
ditentukan bahwa D=3 dan d=2 dapat mengurangi bentuk konvensional dari
governing equation untuk media kontinum dengan menggunakan geometri
Euclidean.

C. Mekanika Kontinum pada kasus media yang mengalami fractal
Peneliti mengasumsikan bahwa media berpori yang mengalami fractal
memiliki massa yang patuh kepada hukum power law relation seperti yang
terlihat dalam persamaan 2.1.
3 , ) ( D kR R m
D
........................................................................................... (2.1)
Dimana R adalah ukuran segiempat (atau jari-jari bola, secara efektif dinyatakan
sebagai pengukuran skala panjang), D merupakan dimensi massa dari suatu media
fractal, dan k secara proporsional adalah konstanta. Persamaan (2.1) menunjukkan
bahwa persamaan konvensional tersebut memberikan massa dalam region W yang
memiliki 3 dimensi, yang mana harus digeneralisasikan. Adapun setelah
digeneralisasikan, mengindiskasikan bahwa media yang mengalami fractal
dengan dimensi massa (D) yang bersifat noninteger, dijelaskan dengan
menggunakan sebuah integral fractional yang memiliki orde D. Interpretasi dari
media fractal sebagai suatu kontinum haruslah berdasarkan pada reformulasi dari
teorema Green-Gauss.
Dalam penyelesaian kasus ini dilibatkan pula teorema Reynolds (transport)
yang dimaksudkan untuk membentuk suatu persamaan tanpa adanya derivasi.
Secara efektif teorema Green-Gauss dan teorema Reynolds telah membawa
Tarasov untuk memperkenalkan persamaan konvensional baru seperti yang dapat
dilihat dalam persamaan (2-10) pada jurnal kontinum yang sedang dibahas.
Menindaklanjuti teorema Green-Gauss, selanjutnya akan diperoleh sebuah
ekstensi dari teorema Stokes. Sama seperti pada kasus media nonfractal, tetapi
dalam hal ini difokuskan pada region W yang memiliki dimensi massa fractal (D)
dan dibatasi oleh suatu dimensi permukaan (d), maka langkah selanjtunya akan
diperoleh time rate of change dari suatu integral yang melibatkan spatially
distributed quantity f seperti yang ditunjukkan pada persamaan (2-14) pada jurnal
kontinum yang sedang dibahas. Dengan cara yang sama juga diperoleh time rate
of change dari suatu integral permukaan yang melibatkan sebuah quantity Q yang
terdistribusi secara menyeluruh ke suatu permukaan W , kemudian akan
didapatkan suatu persamaan seperti yang ditunjukkan dalam persamaan (2-16)
pada jurnal kontinum yang sedang dibahas. Hal ini menunjukkan bahwa media
stuktur yang mengalami fractal tidak akan mempengeruhi kesimpulan mendasar
dari teori yang diungkapkan oleh HelmholtzZrawski lemma.
Hasil-hasil seperti yang telah didapatkan di atas, membantu peneliti untuk
melakukan modifikasi persamaan kesetimbangan dari media yang mengalami
fractal. Adapun beberapa persamaan yang diperoleh antara lain seperti yang
ditunjukkan dalam persamaan (2-17), (2-18), (2-19), dan (2-20) pada jurnal
kontinum yang sedang dibahas.
Sebagai kelengkapan, peneliti memberikan beberapa persamaan yang pernah
ditemukan olehnya beberapa waktu lalu yang tentunya berkaitan dengan
generalisasi mekanika kontinum untuk media yang mengalami fractal seperti yang
terlihat pada persamaan (3-1) sampai (3-8) pada jurnal kontinum yang sedang
dibahas. Selain itu, untuk memecahkan permasalahan yang dibahas, dibutuhkan
teori extremum and variational principles in elasticity dan Hamiltons principle
for a fractal continuum. Teori mengenai extremum and variational principles in
elasticity terbagi menjadi 2 jenis yaitu antara lain statically admissible fields
dengan beberapa persamaan seperti yang ditunjukkan dalam persamaan (4-1)
sampai (4-12) pada jurnal kontinum yang sedang dibahas, dan kinematically
admissible fields dengan beberapa persamaan seperti yang ditunjukkan dalam
persamaan (4-13) dan (4-18) pada jurnal kontinum yang sedang dibahas. Adapun
teori Hamiltons principle for a fractal continuum memliki beberapa penguraian
persamaan seperti yang ditunjukkan dalam persamaan (5-1) sampai (5-10) pada
jurnal kontinum yang sedang dibahas.

D. Kesimpulan
Mekanika kontinum sebagai metode yang dikehendaki dalam memberikan
gambaran matematis dari struktur mikro yang bersifat random heterogeneous dari
segi bidang homogenisasi. Meskipun sejumlah metode telah dikembangkan
selama beberapa dekade terakhir untuk membuktikan bahwa material memiliki
geometri Euclidean untuk kasus deterministik, akan tetapi pada kasus media yang
fractal dimana hampir di setiap bagiannya bersifat nondifferentiable, beberapa
metode baru di luar mekanika kontinum harus digunakan. Sebagai hasilnya bentuk
baru dari governing equations diperoleh, di mana dimensi fractal dan spatial
resolution muncul melalui beberapa koefisien eksplisit c(D, d, R), c
2
(d, R), dan
c
3
(D, R). Hal ini mengindikasikan material seperti ini sangatlah kompleks dan
bersifat multiscale baik pada tipe elastic maupun inelastic, yang mana sejauh ini
telah menjadi domain dari fisika untuk kasus benda terkondensasi, geofisika, dan
biofisika. Berdasarkan perkembangan tersebut, tidak menutup kemungkinan akan
segera terbuka pembelajaran melalui metode initial-boundary value problems,
untuk dikembangkan lebih lanjut untuk material yang bersifat halus. Hal ini
dimungkinkan berkat pendekatan yang digagas oleh Tarasov dan pada
kenyataanya, memungkinkan seseorang untuk menangani kasus media prefractal
yang sering ditemukan di alam.
Persamaan-persamaan bidang (field equations) yang diperoleh lebih bersifat
umum dibandingkan pada kasus media nonfractal yang sering ditemukan dalam
mekanaik kontinum konvensional. Pada kasus ini dengan mengasumsikan D=3,
d=2, di mana c(D, d, R)=c
2
(d, R)=c
3
(D, R)=1, maka memudahkan seseorang untuk
melakukan recover bentuk konvensional dari persamaan transport, persamaan
kesetimbangan, dan extremum principles dari suatu mekanika kontinum. Dengan
demikian, untuk menghadapi kasus mekanika kontinum pada media yang
mengalami fractal, mengharuskan seseorang untuk berurusan dengan persamaan
diferensial parsial dan atau extremum principles yang mana koefisien-koefisien
c(D, d, R), c
2
(d, R), dan c
3
(D, R) relevan dengan struktur mikro yang akan diteliti.
Pendekatan yang dikembangkan dalam jurnal ini mempunyai beberapa
batasan masalah antara lain: (i) homogenitas spasial, yang sebenarnya
memungkinkan perataan pada beberapa skala panjang yang bersifat terbatas
berkaitan dengan upper cutoff dari media prefractal, (ii) penggunaan formula
Riesz dari integral fractional untuk media fractal pada kasus dimensi yang lebih
besar yang menggunakan satu variabel integral dan skala radial (r), sehingga
membatasi permasalahan hanya pada bentuk bola yang simetris, yang pada
akhirnya menunjukkan respon material isotropi lokal. Adapun batasan lainnya
adalah penghilangan dengan bantuan product measure selain menggunakan Riesz
measure, dan dengan demikian juga memastikan bahwa pendekatan mekanis
untuk mekanika kontinum konsisten dengan pendekatan energetic.