Anda di halaman 1dari 20

INDERA PENGELIHATAN

ALAT INDERA /SISTEM KOORDINASI/BIOLOGI XI IPA 4/SMAN 1 TUBAN











Anggota Kelompok :
1. Dini Duanasari (10)
2. Farhan Rangga Putra (11)
3. Raviza Indiatama (26)
4. Rifki Dita Wahyu Pradana (27)
MATA
Sel-sel saraf pada mata disebut photoreceptors, terdiri dari
dua sel yaitu sel kerucut dan sel batang
Sel-sel ini dirangsang oleh cahaya dan mengirimkan impuls ke
otak melalui neuron optikus.
Setiap bola mata berbentuk lingkaran dengan diameter + 1
inchi (25 mm)

Struktur Mata

Struktur Mata
KELENJAR LAKRIMAL:
Memproduksi air mata yang bertugas membersihkan mata dan menjaga
kelembapan mata
Air mata juga mengandung zat kimiawi yang mencegah infeksi pada mata

KONJUNGTIVA
Selaput tipis yang mengeluarkan lendir yang berfungsi melindungi
kornea dan menjaga kelembapan dan kebersihan kornea

AQUEOUS HUMOR
Cairan pada mata yang menjaga tekanan pada mata membawa nutrisi ke
lensa dan kornea
Struktur Mata
CORNEA
Struktur bening yang memungkinkan cahaya masuk ke mata
IRIS
Struktur berwarna yang mengatur ukuran pupil
PUPIL
Celah pada iris yang memungkinkan cahaya masuk ke mata
LENSA
Struktur lunak dan bening, memfokuskan cahaya ke retina
Struktur Mata
LIGAMEN SUSPENSORIS
Struktur seperti pita yang menjaga lensa tetap pada tempatnya
CILIARY MUSCLES
Otot yang mengatur perubahan bentuk lensa
VITREOUS HUMOR
Struktur seperti jelly, bening, yang membantu mempertahankan
kekuatan dan ketajaman bola mata
SCLERA
Lapisan pada bagian luar mata, kuat dan berfungsi untuk
melindungi mata dari kerusakan

Struktur Mata
CHOROID
Lapisan berwarna gelap yang mencegah sinar dipantulkan
kembali di bola mata
RETINA
Daerah yang sensitif terhadap cahaya yang terdiri dari sel-sel
fotoreseptor (sel kerucut dan batang) yang mengubah energi
cahaya menjadi pesan-pesan kimiawi
NERVOUS OPTIKUS
Saraf yang menyampaikan informasi visual ke otak

Akomodasi
Proses dimana
kecembungan lensa
mata diperbesar krn
proses aktif otot mata

Melihat jauh/ istirahat :
lensa pipih
Melihat dekat
: lensa cembung

Pupil mata
Cahaya gelap :
pengaruh simpatis
kontraksi otot polos
radialis midriasis /
mlebar
Cahaya terang :
pengaruh parasimpatis
kontraksi otot polos
sirkularis miosis
/menyempit
Retina
Mengandung: Reseptor penglihatan
SEL RODS (BATANG)
mempunyai fotopigmen : rhodopsin
SEL CONES (KERUCUT)
mempunyai fotopigmen :
- erythrolabe; peka terhadap warna merah
- chlorolabe; peka terhadap warna hijau
- cyanolabe; peka terhadap warna biru

Bayangan Retina
Obyek Memantulkan gelombang cahaya (berkas cahaya)
Dibiaskan lensa Retina (reseptor)

Berkas cahaya datang 6 m dibiaskan sejajar ke focus utama
Berkas cahaya datang < 6 m dibiaskan divergen/ menyebar

Berkas cahaya akan berbelok/berbias/mengalami refraksi, bila:
Berjalan dari satu medium ke medium lain yang berbeda
kepadatannya kecuali bila jatuh tegak lurus
Sel batang maupun sel kerucut terdiri dari 3
segmen utama , yaitu :
Segmen luar, berhubungan dengan lapisan
pigmen retina. Di dalamnya terdiri dari ratusan
hingga ribuan lempeng yang mengandung pigmen
peka cahaya.

Segmen dalam, mengandung sitoplasma,
mitokondria beserta organela lainnya dan inti.
Mitokondria berperan dalam menye-diakan energi
untuk berfungsinya foto-reseptor.

Badan sinaps, berhubungan dengan sel neuron
berikutnya, yaitu sel bipolar dan sel horizontal. Di
dalamnya banyak terkandung neurotransmiter.

JALUR PENYAMPAIAN INFORMASI VISUAL KE OTAK
Obyek diterima oleh masing-masing mata lalu kemudian
diteruskan oleh nerus optikus.
Masing-masing mata tidak sama dalam melihat obyek, pesan ini
diteruskan hingga sampai optik kiasma. Di optik kiasma inilah
terjadi penggabungan obyek yang dilihat oleh masing-masing
mata.
Dari optik kiasma akan diteruskan ke badan genikulat lateral yang
berperan sebagai pemerkuat (relay) sinyal/impuls ke korteks
visual (bagian otak yang menerima informasi visual)
Sebelum sampai ke otak (korteks visual), maka impuls akan
sampai ke thalamus. Di thalamus inilah akan diputuskan apakah
informasi perlu disampaikan ke otak atau tidak (terkait gerak
refleks)
CACAT MATA
Yaitu terjadi ketidaknormalan pada mata, dan dapat di atasi
dengan memakai kacamata, lensa kontak atau melalui suatu
operasi

JENISNYA
Rabun Jauh (Miopi)
Rabun Dekat (Hipermetropi)
Astigmatisma
Katarak dan Glaucoma
Buta Warna
RABUN JAUH (MIOPI)
Dapat melihat dengan jelas pada jarak 25 cm tetapi tidak dapat
melihat benda benda jauh dengan jelas.
Karena lensa mata tidak dapat memipih, sehingga bayangan terletak
di depan retina
(a) (b)
Penderita miopi (a) lensa mata terlalu kuat (panjang fokus lensa mata kecil)
dan (b) bentuk mata terlalu memanjang.
Kacamata dengan kekuatan lensa negatif untuk penderita miopi.
RABUN DEKAT (HIPERMETROPI)
Dapat melihat dengan jelas benda jauh tetapi tidak dapat melihat
benda benda dekat dengan jelas.
Karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung, sehingga bayangan
terletak di belakang retina
(a) (b)
Penderita hiperopi (a) lensa mata terlalu lemah (panjang fokus lensa mata
besar), bayangan jatuh di belakang retina dan (b) bentuk mata terlalu pipih
(pendek).
Koreksi penglihatan pada penderita hiperopi dengan pemasangan kacamata
dengan kekuatan lensa positif.
Astigmatisma (Astigmatism)
Astigmatisma merupakan bentuk cacat mata yang umum terjadi dimana kornea
dan lensa mata tidak simetris.
Katarak (Cataracts)
Katarak merupakan terjadinya kondisi lensa mata yang buram. Katarak biasa
terjadi pada usia lanjut, namun dapat juga terjadi akibat terkena radiasi UV,
gelombang mikro, radiasi nuklir dan terkena bahan kimia tertentu. Pada penderita
ini, lensa mata harus diambil dan dapat dibantu dengan menggunakan lensa mata
positif dengan kuat lensa yang besar. Penderita dapat juga dibantu dengan
memasang lensa mata tiruan untuk menggantikan lensa yang diangkat.
BUTA WARNA
Terjadi karena faktor genetik. Terikat pada kromosom X.