Anda di halaman 1dari 5

1

SKEMA

























MEROKOK
PEROKOK
AKTIF
PEROKOK
PASIF
EFEK FISIOLOGIS DARI MEROKOK PADA SISTEM PERNAPASAN
KOMPONEN

PENYAKIT
DAMPAK
2

Efek Fisiologis dari merokok di dalam Sistem Pernafasan

Pengetahuan tentang efek berbahaya dari merokok untuk paru-paru sangat penting bagi
generasi sekarang. Kerusakan yang ditimbulkan dapat terjadi baik secara aktif maupun pasif.
Meskipun secara pengetahuan kita belum terlalu banyak, tetapi kita sudah memiliki beberapa
pengetahuan tentang bagaimana kandungan racun pada setiap batang rokok yang bekerja pada
jaringan paru-paru.
Merokok menyebabkan berbagai penyakit fatal yang dapat berkembang di dalam tubuh
termasuk kanker dari sistem pernafasan atas maupun bawah (mulut,nasopharynx, larynx, dan
paru-paru) esophagus dan ginjal. Dua penyakit yang sering timbul pada penyakit pernafasan
adalah kanker paru paru dan paru-paru kronis.

Menurut World Health Organization (WHO), anak usia dini (5-7 tahun) dapat menjadi
perokok pasif yang meningkatkan resiko terkena asma, batuk, dan infeksi pernafasan bawah
termasuk bronchitis dan pneumonia, selain itu juga dapat meningkatkan resiko dari penyakit
telinga akut maupun kronis. Sedangkan bagi perokok pasif pada orang dewasa dapat
meningkatkan resiko kanker paru paru dan jantung istemik.

Komponen beracun asap tembakau
Untuk menguji pemahaman kita mengenai hubungan antara kanker paru-paru dan
merokok, pertama-tama kita harus melihat komponen beracun yang terkandung dalam asap
tembakau. Ketika daun tembakau dibakar, perokok terkena lebih dari 4.000 bahan kimia. Asap
rokok dibagi menjadi fase gas dan partikular. Zat karsinogenik (pemicu kanker) terdapat dalam
fase partikular yang membentuk tar. Zat zat beracun lebih banyak di asap yang dilepaskan di
udara dibandigkan asap yang dihirup perokok. Zat aditif yaitu nikotin yang terdapat dalam rokok
dapat mengakibatkan kecanduan.
Banyak unsur pokok gas rokok sangat membahayakan untuk jalur respirasi ketika
dihirup. Kandungan asap rokok membahayakan pernafasan dari bronkus, bronkiolus hingga
alveolus sampai sistem kekebalan tubuh. Serta terjadi perubahan pembuluh darah arteri dan
kapiler didalam bronkiolus dan alveolus.



3

Penyakit paru paru karena merokok
1. COPD (chronic obstructive pulmonary disease).
Penyakit ini ditandai dengan adanya obstruksi pada aliran udara.
Perubahan yang terjadi yaitu:
- Batuk terus menerus
- Infeksi pada dada
- Sesak napas
Penyakit ini biasanya pada orang diatas 35 tahun. Penderita biasanya tidak menunjukan
gejala sampai 50-60 tahun merokok. Defisiensi alpa-1 antitripsin adalah salah satu faktor
genetic yang mengakibatkan COPD.
Diagnosa dini dan berhenti merokok adalah satu satunya cara untuk menurunkan angkan
penderita COPD.
2. Asma
Perokok pasif pada anak anak dan dewasa dapat meningkatkan resiko asma. Merokok
mempunya kerugian pada kapasitas paru paru orang yang memiliki asma. Penderita asma
harus diberi nasihat agar tidak merokok.

3. Pneumonia
Resiko pneumonia meningkat dengan efek iritasi menghirup asap serta hipertropi kelenjar
mukosa dan kerusakan system kekebalan tubuh. Pada tahun 1995, 9.990 penderita
pneumonia mengalami kematian akibat merokok.

4. Kanker paru paru.
Resiko kanker paru paru diakibatkan oleh berapa lama orang tersebut merokok.
Pada tahun 1999, 22% penderita kanker mengalami kematian. 80% dari angka tersebut
adalah penderita kanker paru paru yang mengalami kematian akibat merokok.

Faktor penyebab kanker paru paru
Menghirup zat karsinogenik dari rokok sangat berperan terhadap pertumbuhan kanker
paru paru. Gaya hidup dan faktor genetik juga dapat mengakibatkan kanker paru paru. Setelah
10 tahun berhenti merokok, resiko terkena kanker paru paru sampai dari orang yang
merokok.


4

Kesimpulan
Maka berhentilah merokok untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari fungsi paru-paru
dan peningkatan peradangan saluran pernafasan.
































5

Daftar Pustaka
- Milner, D. 2004, The physiological effects of smoking on the respiratory system, NT,
vol. 100, no. 24, pp. 56, 57-59
- Althius, M.D. 1999, Cigarette smoking and asthma symptom severity among adult
asthmatics, J Asthma, vol. 36, no. 3, pp. 257-264
- Cancer Research Campaign. 2001, CancerStats: Mortality UK, CRC, London
- Doll, R. et al. 1994, Mortality in relation to smoking: 40 years observations on male
British doctors. British Med J , vol. 309, no. 6959, pp. 901-911
- Fletcher, C., Peto, R. 1977, The natural history of chronic airflow obstruction, British
Med J, vol. 1, no. 6077, pp. 1645-1948
- Health Education Authority. 1998, The UK Smoking Epidemic: Deaths in 1995, HEA,
London
- Jaakola, M.S. et al. 2003, Environmental Tobacco Smoke and Adult-Onset Asthma: A
population based incident case control study, American J Pub Health, vol. 93, no. 12,
pp. 2055-2060
- National Institute for Clinical Excellent. 2004, Clinical Guidelines CG 12. Chronic
Obstructive Pulmonary Disease: Management of Chronic Obstructive Pulmonary
Disease in Adults in Primary and Secondary Care, NICE, London. From:
www.nice.org.uk
- Poswillo, D. 1998, Great Britain Scientific Committee on Tobacco and Health, The
Stationery Office, London
- Thun, M.J, et al. 1997, Cigarette smoking and changes in the histopathology of lung
cancer, J National Cancer Institute, vol. 89, no. 21, pp. 1580-1586
- World Health Organization. 1999, Tobacco Free Initiative: International Consultation on
Enviromental Tobacco Smoke (ETS) and Child Health Consultation Report, WHO,
Geneva. From: www.who.int/tobacco/areas/research/en/ets_report.pdf
- Willemse, B.M.W. et al. 2004, The impact of smoking cessation on respiratory
sysmptoms, lung function, airway hyperresponsiveness and inflammation, European
Respiratory J, vol. 23, no. 3, pp. 464-476