Anda di halaman 1dari 22

SALINAN

KEPUTUSAN SEKRETARIS KABINET REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 34 TAHUN 2013
TENTANG
STRATEGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN BUDAYA ANTI KORUPSI
SEKRETARIAT KABINET

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SEKRETARIS KABINET REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Instruksi Presiden
Nomor 1 Tahun 2013 tentang Aksi Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi Tahun 2013, terkait pelaksanaan
Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi perlu menetapkan
Keputusan Sekretaris Kabinet tentang Strategi
Komunikasi Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi
Sekretariat Kabinet.

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2010 tentang
Sekretariat Kabinet;
2. Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang
Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan
Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan
Jangka Menengah Tahun 2012-2014;
3. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2013 tentang
Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun
2013;
4. Peraturan Sekretaris Kabinet Republik Indonesia
Nomor 1 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Sekretariat Kabinet, sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Sekretaris Kabinet Nomor 4 Tahun
2012;

4. Keputusan...



- 2 -

5. Keputusan Sekretaris Kabinet Nomor 30 Tahun 2013
tentang Tim Penyusun Aksi Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi (Aksi PPK) dan Strategi
Komunikasi Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi
(Strakom PBAK) Sekretariat Kabinet Tahun 2013;


MEMUTUSKAN:

Menetapkan: KEPUTUSAN SEKRETARIS KABINET TENTANG
STRATEGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN BUDAYA
ANTI KORUPSI SEKRETARIAT KABINET.


KESATU : Menetapkan Strategi Komunikasi Pendidikan dan Budaya
Anti Korupsi Sekretariat Kabinet sebagaimana tercantum
pada Lampiran Keputusan Sekretaris Kabinet ini dan
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Keputusan Sekretaris Kabinet ini.
KEDUA : Strategi Komunikasi sebagaimana dimaksud dalam
Diktum Kesatu digunakan sebagai acuan untuk:
a. Memberikan arah dan panduan bagi unit kerja terkait
agar terjadi keharmonisan dalam penyampaian pesan
pendidikan dan budaya anti korupsi.
b. Mendorong terlaksananya komunikasi pendidikan di
Sekretariat Kabinet yang lebih terarah dan efektif
dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan
kesadaran mengenai nilai-nilai anti korupsi di
kalangan stakeholders sesuai dengan tugas dan
fungsi unit kerja.
c. Mendorong seluruh unit kerja di Sekretariat Kabinet
untuk terlibat aktif dalam aktivitas pendidikan dan
budaya anti korupsi.
KETIGA: ...



- 3

KETIGA : Keputusan Sekretaris Kabinet ini mulai berlaku sejak
tanggal ditetapkan.







Salinan Sesuai dengan Aslinya
Deputi Bidang Administrasi
Sekretariat Kabinet,
ttd.
DJADMIKO














Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 21 Juni 2013
SEKRETARIS KABINET
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
DIPO ALAM
Salinan sesuai dengan aslinya
DEPUTI BIDANG ADMINISTRASI
SEKRETARIAT KABINET RI,






STRATEGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN BUDAYA ANTI KORUPSI
SEKRETARIAT KABINET

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemberantasan korupsi telah menjadi salah satu fokus utama
Pemerintah pasca reformasi. Berbagai upaya telah ditempuh, baik
dengan mencegah maupun memberantas tindak pidana korupsi secara
serentak oleh pemegang kekuasaan eksekutif (melalui Kementerian/
Lembaga dan Pemerintah Daerah), legislatif serta yudikatif.
Pemerintah melalui Presiden telah menerbitkan sejumlah
peraturan dan instruksi untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi,
diantaranya yang terbaru adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun
2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Jangka Panjang Tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-
2014 dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2013 tentang Aksi
Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2013. Peraturan-
peraturan tersebut sebagai acuan bagi Kementerian/Lembaga dan
Pemerintah Daerah dalam memberantas korupsi dengan menekankan
pada upaya-upaya pencegahan dan penindakan sekaligus juga sebagai
pedoman bagi pelaksanaan monitoring dan evaluasi atas program-
program pemberantasan korupsi.
Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang
bersih dan berwibawa, Sekretariat Kabinet terus berkomitmen untuk
melakukan aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi. Komitmen
tersebut diwujudkan salah satunya dengan menandatangani nota
kesepahaman atau MoU dengan Bappenas untuk menetapkan dan
melaksanakan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun
2013. Salah satu hal yang disepakati adalah aksi terkait Pelaksanaan
Strategi Komunikasi Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi (Strakom
PBAK) dengan ukuran keberhasilan:
1. Tersusunnya dokumen Strakom PBAK Sekretariat Kabinet sebagai
sarana operasional komunikasi untuk mendukung pencegahan dan
pemberantasan korupsi secara menyeluruh;

2. Terlaksananya
LAMPIRAN
KEPUTUSAN SEKRETARIS KABINET
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : 34 TAHUN 2013
TANGGAL : 21 JUNIT2013


- 2


2. Terlaksananya Strakom PBAK melalui sosialisasi dan kampanye
budaya anti korupsi di lingkungan internal/seluruh satuan kerja
(satker) Sekretariat Kabinet.
Sesuai dengan tujuan PBAK untuk mengubah budaya aparatur,
maka dibutuhkan strategi yang tepat dan waktu yang memadai agar
budaya anti korupsi bisa berkembang dan diterapkan pada semua unit
kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet. Apalagi budaya anti korupsi
merupakan hasil internalisasi nilai-nilai sembilan anti korupsi yang
meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, sederhana,
kerja keras, berani, dan adil.
Pelaksanaan Strakom PBAK di Sekretariat Kabinet dilaksanakan
dengan menetapkan Biro Administrasi Aparatur pada Deputi Bidang
Administrasi Sekretariat Kabinet sebagai unit kerja yang menjadi lokus
pelaksanaan Strakom PBAK tersebut. Biro Administrasi Aparatur dipilih
karena merupakan unit kerja yang memberikan layanan kepada
masyarakat secara langsung (khususnya terkait pengurusan
administrasi pemberhentian, kepangkatan dan pensiun PNS Golongan
IV/c ke atas) dan merupakan unit kerja yang diidentifikasi sebagai area
layanan publik/area pelaksanaan tugas dan fungsi yang berpotensi
rawan korupsi di lingkungan Sekretariat Kabinet berdasarkan Surat
Inspektur Sekretariat Kabinet Nomor: S-94/PT/III/2013, tanggal 25
Maret 2013.
Biro Administrasi Aparatur selanjutnya dijadikan lokasi untuk
pelaksanaan assessment budaya anti korupsi untuk memahami dan
memetakan budaya anti korupsi aparaturnya berdasarkan
Memorandum Plh. Inspektur Sekretariat Kabinet kepada Kepala Biro
Administrasi Aparatur Nomor: M-164/IPT/V/2013 tentang Assessment
Strategi Komunikasi PBAK dan Surat Tugas Pelaksanaan Assessment
Nomor: ST-10/IPT/V/2013. Assesment dilakukan dengan pemberian
kuesioner dengan responden yang mencakup pimpinan, pejabat eselon,
dan seluruh staf pelaksana di Biro Administrasi Aparatur.

Berdasarkan



- 3 -

Berdasarkan assessment yang dilaksanakan di Biro Administrasi
Aparatur diperoleh hasil bahwa kualifikasi budaya aparatur Biro
Administrasi Aparatur adalah sangat anti korupsi. Mengingat pola
komunikasi anti korupsi pada Biro Administrasi Aparatur termasuk level
penggerakan sehingga strategi komunikasi yang dapat dilakukan
adalah advokasi dengan pendekatan internalisasi untuk
menumbuhkan komitmen aparatur terhadap nilai budaya anti korupsi
yaitu adil dan tanggung jawab.
Atas dasar hasil assessment tersebut, maka Strakom PBAK pada
Biro Administrasi Aparatur Sekretariat Kabinet ini disusun dengan
kegiatan PBAK yang telah ditentukan sesuai dengan budaya anti korupsi
di Sekretariat Kabinet. Diharapkan Strakom PBAK ini dapat
dilaksanakan guna terwujudnya aparatur Sekretariat Kabinet
khususnya aparatur di Biro Administrasi Aparatur dengan budaya yang
berintegritas dan anti korupsi.

B. Pengertian
Strategi Komunikasi
Pengertian strategi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
adalah sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai
sasaran khusus. Kata strategi berasal dari kata Strategos dalam bahasa
Yunani merupakan gabungan dari Stratos atau tentara dan Ego atau
pemimpin. Suatu strategi mempunyai dasar atau skema untuk
mencapai sasaran yang dituju. Jadi pada dasarnya strategi merupakan
alat untuk mencapai tujuan.
Menurut Stephanie K. Marrus, strategi didefinisikan sebagai suatu
proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada
tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau
upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Selanjutnya,
James B. Quinn mengartikan strategi adalah suatu bentuk atau rencana
yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan dan
rangkaian tindakan dalam suatu organisasi menjadi suatu kesatuan
yang utuh.
Strategi


- 4 -

Strategi diformulasikan dengan baik akan membantu penyusunan
dan pengalokasian sumber daya yang dimiliki perusahaan menjadi
suatu bentuk yang unik dan dapat bertahan. Strategi yang baik disusun
berdasarkan kemampuan internal dan kelemahan perusahaan,
antisipasi perubahan dalam lingkungan, serta kesatuan pergerakan
yang dilakukan oleh mata-mata musuh.
Dari kedua pendapat di atas, maka strategi dapat diartikan
sebagai suatu rencana yang disusun oleh manajemen puncak untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Rencana ini meliputi: tujuan,
kebijakan, dan tindakan yang harus dilakukan oleh suatu organisasi
dalam mempertahankan eksistensi dan menenangkan persaingan,
terutama perusahaan atau organisasi harus memilki keunggulan
kompetitif.
Komunikasi sebagai proses karena komunikasi merupakan
kegiatan yang ditandai dengan tindakan, perubahan, pertukaran dan
perpindahan. Bahkan ketika kita mengemukakan gagasan kepada
seseorang, pemahaman timbal-balik atas gagasan tersebut berkembang
sebagai pengaruh dari respons mereka terhadap gagasan tersebut dan
sebagai reaksi kita terhadap respons mereka. Lebih jauh lagi,
komunikasi terus berlangsung setelah kita dan mereka berpisah, karena
setiap pihak terus memikirkan dan merespons apa yang dikatakan
pihak lain. Komunikasi tidak mempunyai awal dan tidak mempunyai
akhir.
Dari beberapa pengertian diatas, maka strategi komunikasi erat
hubungan dan kaitannya antara tujuan yang hendak dicapai dengan
konsekuensi-konsekuensi (masalah) yang harus diperhitungkan,
kemudian merencanakan bagaimana mencapai konsenkuensi-
konsenkuensi sesuai dengan hasil yang diharapkan atau dengan kata
lain tujuan yang hendak dicapai. Dengan kata lain, strategi komunikasi
merupakan panduan dari komunikasi (communication planning) dan
manajemen komunikasi (communication management) untuk mencapai
suatu tujuan.

Pendidikan



- 5 -

Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi
Korupsi berdasarkan pemahaman pasal 2 Undang-Undang Nomor
31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2001 merupakan tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri
sendiri/orang lain (perseorangan atau sebuah korporasi), yang secara
langsung maupun tidak langsung merugikan keuangan atau
perekonomian negara, yang dari segi materiil perbuatan itu dipandang
sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan
masyarakat.
Anti Korupsi merupakan semua tindakan yang melawan,
memberantas, menentang, dan mencegah korupsi.
Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi merupakan upaya
memberikan pemahaman dan penanaman nilai-nilai kepada sektor
swasta, masyarakat, dan aparat pemerintah agar berperilaku anti
korupsi.


C. Maksud dan Tujuan
Maksud dan Tujuan dari Strakom PBAK ini adalah:
1. Untuk mempermudah merancang program dan aktivitas
komunikasi PBAK sesuai fokus kegiatan yang diamanatkan
Undang-Undang, Strategi Nasional Pencegahan dan
Pemberantasan Korupsi, dan peraturan lain yang terkait.
2. Sebagai pedoman untuk memilih dan menetapkan unsur-unsur
komunikasi, antara lain analisis situasi, pemilihan khalayak,
pengemasan pesan, pemilihan media, penentuan waktu dan
alokasi anggaran.
3. Memberikan acuan dalam pelaksanaan komunikasi tentang nilai-
nilai budaya anti korupsi sebagai bagian pembudayaan anti
korupsi dalam mewujudkan birokrasi layanan komunikasi dan
informatika yang profesional di lingkungan Sekretariat Kabinet,
khususnya di Biro Administrasi Aparatur.

4. Merancang ...


- 6


4. Merancang kegiatan-kegiatan komunikasi berdasarkan Cetak Biru
Strakom PBAK yang dapat memperkuat nilai-nilai anti korupsi di
lingkungan Biro Administrasi Aparatur.

D. Ruang Lingkup
Strategi Komunikasi Pendidikan Dan Budaya Anti Korupsi
(Strakom PBAK) Sekretariat Kabinet Tahun 2013 pada Biro Administrasi
Aparatur ini, terdiri dari empat bab dan satu rencana aksi yaitu:
Bab I Pendahuluan
Memuat latar belakang perlunya Strakom PBAK pada Biro
Administrasi Aparatur, maksud dan tujuan penyusunan Strakom
PBAK tersebut beserta ruang lingkupnya.
Bab II Strategi Komunikasi
Memfokuskan penjelasan pada jenis strategi komunikasi yang
dipilih. Bagian ini berisi analisis situasi dengan menggunakan
hasil assessment di Biro Administrasi Aparatur dan berpedoman
pada Cetak Biru Strakom PBAK, penetapan tujuan/sasaran
komunikasi, pemilihan target sasaran, pengemasan pesan
komunikasi PBAK, pemilihan media/aktivitas komunikasi,
penetapan komunikator atau tim pelaksana dan penjelasan secara
mendetail dari pelaksanaan kegiatan.
Bab III Monitoring dan Evaluasi Strakom
Merupakan tahapan monitoring dan evaluasi agar Strakom PBAK
Sekretariat Kabinet Tahun 2013 pada Biro Administrasi Aparatur
sesuai dengan tujuannya dengan berpatokan pada indikator-
indikator yang telah disetujui.
Bab IV Penutup
Memuat saran dan rekomendasi untuk tahap perencanaan
Strakom PBAK Sekretariat Kabinet selanjutnya.
Rencana Aksi Komunikasi dan Materi Komunikasi PBAK di Sekretariat
Kabinet.

BAB II


- 7


BAB II
STRATEGI KOMUNIKASI

A. Analisis Situasi
Proses internalisasi nilai-nilai anti korupsi di lingkungan
Sekretariat Kabinet dikembangkan dan diterapkan secara bertahap
melalui penyusunan Strakom PBAK yang terencana dan tepat sasaran.
Pada tahap awal proses internalisasi dimaksud dilakukan dengan
memilih dan menentukan unit kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet
yang akan dijadikan fokus dalam komunikasi pesan PBAK, sehingga
diharapkan pembudayaan nilai-nilai anti korupsi dapat berjalan secara
efektif dan efisien.
Penentuan unit/satuan kerja yang layak menjadi lokus
pelaksanaan Strakom PBAK didasarkan atas pertimbangan unit kerja
yang memberikan layanan kepada masyarakat berupa layanan dasar
ataupun layanan lain yang menjadi tugas dan fungsi Sekretariat
Kabinet, baik secara langsung maupun aministratif. Pemilihan unit
layanan tersebut dengan mempertimbangkan bahwa layanan dimaksud
merupakan jenis layanan langsung kepada masyarakat dan menjadi
Quick Wins Sekretariat Kabinet. Dalam hal ini ditetapkan bahwa lokus
pelaksanaan Strakom PBAK Sekretariat Kabinet adalah Biro
Administrasi Aparatur.
Berdasarkan hasil pre-assessment yang dilakukan, diperoleh skor
84% yang menunjukkan bahwa kualifikasi budaya anti korupsi pada
Biro Administrasi Aparatur termasuk kualifikasi budaya sangat anti
korupsi dengan arah komunikasi budaya anti korupsi advokasi. Dari
hasil tersebut juga diketahui bahwa skor paling rendah adalah dimensi
sikap kepemimpinan dengan nilai sebesar 78%, hal tersebut
menunjukkan bahwa target khalayak pendidikan dan budaya anti
korupsi diprioritaskan untuk sikap kepemimpinan dengan nilai-nilai
dominan adil dan tanggung jawab.

Hasil


- 8 -

Hasil penilaian terhadap pola komunikasi anti korupsi diperoleh
skor rata-rata sebesar 44,13 yang menunjukkan bahwa pola komunikasi
pada Biro Administrasi Aparatur termasuk level penggerakan. Oleh
karena itu, strategi komunikasi yang dapat dilakukan adalah advokasi
dengan pendekatan internalisasi untuk menumbuhkan komitmen
aparatur terhadap nilai budaya anti korupsi yaitu adil dan tanggung
jawab. Selain itu, aspek komunikasi yang perlu diperhatikan adalah
kebutuhan komunikasi sedangkan tahapan krusial komunikasi yang
perlu mendapat perhatian adalah tahapan dampak.

B. Penetapan Tujuan/Sasaran Komunikasi
Hasil assessment kualifikasi budaya adalah sangat anti korupsi
dengan persentase 84%. Artinya lebih banyak orang yang memiliki
persepsi sangat anti korupsi, dengan asumsi sudah memiliki
pengetahuan yang memadai dan mampu mengambil sikap untuk tidak
melakukan korupsi.
Dengan demikian tujuan komunikasi yang hendak dicapai adalah
memperkuat dan melaksanakan budaya anti korupsi yang sudah ada
dalam organisasi. Sementara sasaran komunikasi adalah meyakinkan
untuk tetap bersikap antikorupsi dan melaksanakannya, memberikan
pendidikan dan keteladanan, serta menggerakkan setiap orang dalam
organisasi untuk mendukung pembuatan keputusan pimpinan
sekalipun dapat menimbulkan pro dan kontra.
Berdasarkan hasil gap analysis diketahui bahwa skor yang
ditargetkan untuk ditingkatkan adalah dimensi sikap kepemimpinan
dari skor rerata 78% menjadi 79%, dimensi rekan sejawat dari skor
rerata 79% menjadi 79,5% dan dimensi kebutuhan pribadi dari skor
rerata 81% menjadi 85%. Sedangkan untuk pola komunikasi dari skor
rerata 44,13 ditargetkan meningkat menjadi 46,31 dimana penekanan
aspek komunikasi yang perlu ditingkat adalah kebutuhan komunikasi
dari skor 8,1 menjadi 10,1. Oleh karena itu, guna mencapai target-target
di atas maka penetapan tujuan/sasaran komunikasi dimaksudkan
untuk meng-endorse atau memperkuat pemahaman dan pelaksanaan
nilai-nilai anti korupsi khususnya adil dan tanggung jawab melalui
aktivitas atau kegiatan PBAK yang telah ditentukan.
C. Pemilihan


- 9 -

C. Pemilihan Khalayak Sasaran
Unit kerja di lingkungan Sekretariat Kabinet yang dijadikan
sebagai lokus pelaksanaan Strategi Komunikasi Pendidikan dan Budaya
Anti Korupsi adalah Biro Administrasi Aparatur yang melaksanakan
fungsi penyelenggaraan dan pengadministrasian pengangkatan dan
pemberhentian dalam dan dari jabatan pemerintahan serta kenaikan
pangkat, pemberhentian, dan pensiun PNS Golongan IV/c ke atas yang
wewenang penetapannya berada di tangan Presiden. Hasil assessment
terhadap lokus dimaksud diperoleh kesimpulan bahwa arah
komunikasi/target khalayak sasaran sebagai bentuk implementasi
strategi yang lebih spesifik dalam komunikasi pesan PBAK adalah Biro
Administrasi Aparatur itu sendiri. Kesimpulan tersebut didasarkan atas
hasil assessment budaya kerja Biro Administrasi Aparatur yang
dilakukan terhadap seluruh pegawai dan dimensi yang memperoleh
penilaian terendah adalah Dimensi I yaitu Pengukuran Terhadap Sikap
Kepemimpinan.
Guna lebih memahami khalayak sasaran Strakom PBAK
Sekretariat Kabinet, berikut ini akan diberikan gambaran tentang
pejabat dan pegawai di lingkungan Biro Administrasi Aparatur beserta
deskripsi pekerjaannya:
Tabel 2.1
Deskripsi Pekerjaan Pejabat dan Pegawai
di Lingkungan Biro Administrasi Aparatur
KATEGORI DESKRIPSI
Pejabat - Policy maker
- Decision maker
Staf Teknis Pemroses Keppres atau Salinan dan Petikan
Keppres tentang mutasi jabatan,
pemberherhentian, kenaikan pangkat dan pensiun
PNS Golongan IV/c ke atas
Staf Umum dan
Pelayanan
Pemberi informasi tentang pemrosesan dan
pengadministrasian Keppres serta bertindak
sebagai penerima tamu (pihak yang datang untuk
berkoordinasi atau mencari informasi terkait
Keppres tersebut).

D. Pengemasan


- 10 -

D. Pengemasan Pesan Komunikasi
Pengemasan pesan komunikasi secara tepat menjadi salah satu
bentuk strategi yang efektif dalam komunikasi untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Pengemasan pesan tersebut perlu disampaikan
dalam bahasa yang mudah dipahami, ringkas dan padat,
membangkitkan kebutuhan khalayak mengenai nilai-nilai anti korupsi,
segmentatif, menggunakan media yang tepat serta dapat memberikan
jalan keluar bagi pemenuhan kebutuhan khalayak.
Berdasarkan Stranas PPK Jangka Menengah, isi pesan utama
PBAK yang harus dikampanyekan pada khalayak pada tahun 2013
adalah keterbukaan. Pesan utama tersebut selanjutnya di-breakdown
kedalam pesan-pesan yang lebih operasional dengan mengacu pada 9
(sembilan) nilai anti korupsi yang telah ditetapkan oleh Komisi
Pemberantasan Korupsi yaitu: jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung
jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.
Berdasarkan hasil assessment yang telah dilakukan Sekretariat
Kabinet, maka nilai anti korupsi yang perlu dikemas untuk disampaikan
kepada khalayak sasaran adalah nilai adil dan tanggung jawab.
Pesan yang mengandung nilai adil dan tanggung jawab tersebut
selanjutnya dikemas dalam bentuk himbauan, perintah dan dialog dan
disampaikan melalui media/aktivitas komunikasi terpilih kepada
khalayak sasaran di Sekretariat Kabinet. Pengemasan atau penyampaian
pesan tersebut dilakukan dengan mengacu kepada pendekatan baik
pendekatan rasional, emosional, sosial maupun pendekatan moral yang
menekankan pentingnya melaksanakan nilai-nilai anti korupsi yang
dikomunikasikan tersebut.

E. Pemilihan Media/Aktivitas Komunikasi
Pemilihan media komunikasi telah disesuaikan dengan khalayak
sasaran di Sekretariat Kabinet utamanya berdasarkan hasil assessment
tentang pola komunikasi dalam Sekretariat Kabinet. Begitu juga dengan
pemilihan aktivitas komunikasi, proses tersebut telah disesuaikan
dengan kondisi dan kebutuhan Sekretariat Kabinet. Gambaran tentang
media/aktivitas komunikasi terpilih dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.2.


- 11 -

Tabel 2.2
Matriks Kegiatan Komunikasi Sekretariat Kabinet
Kegiatan
Komunikasi
Khalayak
Sasaran
Pengemasan
Pesan
Media Komuni-
kator
Waktu
Pelaksanaan
Pelaksana
Kegiatan
Pembuatan
dan
penayangan
jargon dengan
pesan atau
nilai anti
korupsi adil
dan tanggung
jawab
Pegawai
Sekretariat
Kabinet
Himbauan Banner/
display
Seluruh
pimpinan
Eselon II di
Sekretariat
Kabinet
Juli -
September
Biro
Adminis-
trasi
Aparatur,
Biro
Umum,
Pusdatin
Mendorong dan
mengembang-
kan kesadaran
aparatur di
lingkungan
Biro
Administrasi
Aparatur
Pegawai
Biro
Adminis-
trasi
Aparatur
Perintah Surat
edaran
Kepala Biro
Adminis-
trasi
Aparatur
Juli Biro
Adminis-
trasi
Aparatur
Penyelengga-
raan diskusi
tentang
praktek dan
nilai anti
korupsi di Biro
Administrasi
Aparatur
Pegawai
Biro
Adminis-
trasi
Aparatur
Dialog
untuk
mengem-
bangkan
komitmen
terhadap
nilai adil
dan
tanggung
jawab
Forum
diskusi
Narasum-
ber dari
KPK
Agustus Biro
Adminis-
trasi
Aparatur


F. Penetapan Komunikator
Pemilihan pembawa pesan atau komunikator harus sejalan
dengan khalayak sasaran dan saluran yang digunakan. Pemilihan
komunikator tersebut ditujukan untuk mengukuhkan identitas dan citra
PBAK di Kementerian/Lembaga yang dikomunikasikan.
Pemilihan pembawa pesan atau komunikator di Sekretariat
Kabinet telah disesuaikan dengan jenis kegiatan komunikasi yang dipilih
dan khalayak sasaran yang dituju.

Berdasarkan ...


- 12

Berdasarkan data pada tabel 2.2 dapat dilihat bahwa untuk
mengomunikasikan pesan/substansi kegiatan pertama terkait
pembuatan dan penayangan jargon dengan pesan atau nilai anti korupsi
adil dan tanggung jawab, ditetapkan komunikatornya adalah seluruh
pimpinan unit kerja (eselon II) di lingkungan Sekretariat Kabinet.Hal ini
dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa kegiatan tersebut
melibatkan seluruh pegawai Sekretariat Kabinet sehingga penetapan
pimpinan unit eselon II itu dianggap tepat untuk mengoptimalkan
keterlibatan dan partisipasi pegawai Sekretariat Kabinet.
Terkait kegiatan kedua dan ketiga, khalayak sasarannya adalah
pegawai Biro Administrasi Aparatur sedangkan untuk komunikatornya
masing-masing Kepala Biro Administrasi Aparatur dan Narasumber dari
KPK. Pemilihan komunikator ini didasarkan pertimbangan bahwa pada
kegiatan kedua pesan disampaikan dalam bentuk perintah yaitu melalui
surat edaran sehingga tepat jika ditetapkan komunikatornya adalah
pimpinan Biro Administrasi Aparatur itu sendiri, sementara untuk
kegiatan ketiga karena berbentuk forum diskusi maka komunikatornya
lebih tepat jika ditetapkan narasumber dari KPK yang lebih memahami
dan mempunyai pengetahuan tentang praktik dan nilai anti korupsi.

G. Pelaksanaan Kegiatan Komunikasi
Tiga jenis kegiatan PBAK di Sekretariat Kabinet sebagaimana
tercantum dalam tabel 2.2 akan dilaksanakan bulan Juli sampai dengan
September 2013. Kurun waktu tersebut menjadi penting dalam
pelaksanaan aktivitas komunikasi yang memerlukan dukungan serta
koordinasi stakeholder untuk melaksanakan pekerjaan secara aktual,
dimana waktu yang tersedia sangat terbatas. Sekaligus sebagai acuan
pelaksanaan monitoring dan evaluasi.



BAB III



- 13 -


BAB III
MONITORING DAN EVALUASI STRATEGI KOMUNIKASI


Monitoring dan evaluasi bertujuan agar setiap penanggung jawab
dan pengambil keputusan dapat mengetahui keberhasilan maupun
permasalahan yang dihadapi sedini mungkin untuk dapat ditangani
tepat waktu. Monitoring dilakukan untuk memastikan rangkaian
kegiatan komunikasi yang dilakukan mencapai sasaran dan memberi
dampak sesuai yang ditentukan.

A. Monitoring
Kegiatan yang perlu dimonitor meliputi aspek pelaksanaan
strakom PBAK dan pengaruh yang terbentuk, seperti sebagai berikut:
a. Proses sosialisasi dan internalisasi, yaitu memonitor apakah
aktivitas komunikasi yang ada dalam strakom PBAK dilaksanakan
dengan baik
b. Pengaruh yang terbentuk dari komunikasi apakah sudah terbangun
dengan efektif sesuai dengan sasaran komunikasi yang ditentukan.
Gambaran umum secara ringkas tentang mekanisme monitoring yang
akan dilakukan di Sekretariat Kabinet dapat dilihat pada penjelasan
berikut.
Unit yang melakukan monitoring adalah Inspektorat Sekretariat
Kabinet sebagai unit kerja yang bertugas melakukan monitoring dan
evaluasi (monev) penyelenggaraan Strakom PBAK di Sekretariat
Kabinet, yang akan dilakukan bersama-sama dengan Tim Penyusun
Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Aksi PPK) dan
Strategi Komunikasi Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi (Strakom
PBAK) Sekretariat Kabinet yang salah satu tugasnya adalah
memonitor pelaksanaan Strakom PBAK.


Pelaporan ...


- 14

Pelaporan unit kerja terkait dilakukan per 3 (tiga) bulan sesuai
dengan Rencana Aksi dan Jadwal Kegiatan Komunikasi, dan
mengumpulkan bukti dukung berupa foto, laporan, ataupun
berbentuk softcopy ke Tim Penyusun Aksi PPK dan Strakom PBAK
untuk selanjutnya dikompilasi dan dikoordinasikan oleh Biro
Perencanaan dan Keuangan.
Melakukan assessment budaya anti korupsi per semester untuk
memantau progress pergeseran budaya anti korupsi. Pelaksanaan
assessment ini akan dilakukan/dikoordinasikan oleh Inspektorat
terhadap Biro Administrasi Aparatur yang telah ditetapkan sebagai
lokus PBAK Sekretariat Kabinet.
Melakukan wawancara dan polling dengan khalayak sasaran yang
berbeda-beda. Wawancara dilakukan untuk mengetahui lebih dalam
bentuk pengaruh Strakom PBAK baik di dalam maupun di luar
Sekretariat Kabinet. Pertanyaan-pertanyaan diarahkan kesejauh
mana proses sosialisasi dan internalisasi Strakom PBAK sudah
dilaksanakan, bagaimana perubahan yang terjadi di khalayak
sasaran (apakah sudah membentuk sikap dan perilaku yang sesuai
budaya anti korupsi).

B. Evaluasi
Sebagai bagian dari fungsi manajemen, fungsi evaluasi tidaklah
berdiri sendiri. Fungsi-fungsi seperti fungsi pemantauan dan pelaporan
sangat erat hubungannya dengan fungsi evaluasi. Di samping untuk
melengkapi berbagai fungsi di dalam fungsi-fungsi manajemen, evaluasi
sangat bermanfaat agar organisasi tidak mengulangi kesalahan yang
sama setiap kali. Organisasi yang gagal mengidentifikasi kesalahan yang
sama secara terus menerus, tidak akan tumbuh dan berkembang
sebagai organisasi yang unggul.
Evaluasi sama pentingnya dengan fungsi-fungsi manajemen
lainnya, yaitu perencanaan, pengorganisasian atau pelaksanaan,
pemantauan (monitoring) dan pengendalian. Evaluasi yang
komprehensif, dengan mengidentifikasi kendala dan hambatan yang
dihadapi selama pelaksanaan kegiatan untuk peningkatan kinerja
dimasa berikutnya.


Evaluasi ...
- 15 -

Evaluasi Strakom PBAK Biro Administrasi Aparatur dilakukan
untuk menilai sejauhmana keberhasilan pola komunikasi dengan tujuan
komunikasi budaya anti korupsi pada target peningkatan dimensi sikap
kepemimpinan. Dalam hal ini evaluasi dilakukan untuk melihat apakah
ada perubahan persepsi terhadap dimensi sikap kepemimpinan atau
peningkatan kualitas dari dimensi tersebut pada Biro Administrasi
Aparatur dengan tujuan komunikasi budaya anti korupsi.
Hasil evaluasi Strakom PBAK ini nantinya dibuat dalam bentuk
dokumen laporan. Laporan dibuat secara berkala dari hasil pelaksanaan
monitoring terhadap kegiatan komunikasi sesuai jadwal yang sudah
ditentukan dalam kurun waktu Juli September 2013.
Adapun yang dievaluasi adalah apakah sudah efektif pelaksanaan
strakom yang sudah dilaksanakan. Indikator evaluasi melihat rencana
aksi komunikasi, materi komunikasi, jadwal kegiatan komunikasi,
skema pembiayaan yang direncanakan dan dampak dari rencana aksi
komunikasi yang dilaksanakan.











BAB IV




- 16 -

BAB IV
PENUTUP

Biro Administrasi Aparatur pada Deputi Bidang Administrasi di
lingkungan Sekretariat Kabinet merupakan suatu unit kerja yang
bertugas menyelenggarakan dan mengadministrasikan pengangkatan
dan pemberhentian dalam dan dari jabatan pemerintahan serta
kenaikan pangkat, pemberhentian dan pensiun PNS golongan IV/c ke
atas yang wewenang penetapannya berada di tangan Presiden atau
memerlukan persetujuan Presiden.
Mengingat pentingnya keberadaan dan peranan Biro Administrasi
Aparatur dalam memberikan layanan publik kepada stakeholder dan
masyarakat dan terkait rentan/rawannya terjadi gratifikasi atau hal
sejenis, maka unit kerja ini ditetapkan sebagai lokus PBAK di
Sekretariat Kabinet.
Strakom PBAK pada Biro Administrasi Aparatur ini disusun secara
rinci sehingga diharapkan strakom ini jelas, mudah dipahami dan
dilaksanakan, serta memiliki manfaat jelas dalam menentukan prioritas
kegiatan komunikasi dengan menggunakan pendekatan yang tepat yang
sesuai dengan kondisi dan keadaan di lingkungan Biro Administrasi
Aparatur.
Pelaksanaan Strakom PBAK ini akan dapat mencapai tujuan/
sasaran yang ditetapkan apabila terdapat komitmen yang kuat dari
pimpinan, dukungan dari stakeholder maupun pendampingan/
monitoring yang intensif terhadap tim pelaksana Strakom PBAK. Ke
depan untuk mengatasi hambatan atau kendala yang mungkin akan
terjadi dalam pelaksanaan Strakom PBAK diperlukan strategi yang tepat
untuk pengembangan pelaksanaan strakom disertai dengan benchmark
atas best practices pelaksanaan Strakom PBAK.


RENCANA



- 17 -


RENCANA AKSI KOMUNIKASI DAN MATERI KOMUNIKASI PBAK
DI SEKRETARIAT KABINET


Aksi 1 : Mengembangkan jejaring kerjasama kelembagaan komunikasi
untuk efektivitas PBAK di lingkungan Sekretariat Kabinet
dalam bentuk pembuatan dan penayangan jargon dengan
pesan atau nilai anti korupsi adil dan tanggung jawab.
Materi Komunikasi:
1. Mendorong atau menghimbau pada seluruh pegawai
Sekretariat Kabinet untuk berpartisipasi dalam pembuatan
jargon dengan pesan atau nilai anti korupsi adil dan
tanggung jawab.
2. Meningkatkan komitmen jajaran pimpinan di lingkungan
Sekretariat Kabinet dalam membudayakan nilai anti korupsi
khususnya adil dan tanggung jawab di lingkungan unit
kerjanya masing-masing.
3. Mendorong penayangan secara intensif/regular jargon anti
korupsi yang terpilih untuk meningkatkan kepedulian atau
kesadaran pegawai di lingkungan Sekretariat Kabinet akan
pentingnya pelaksanaan nilai-nilai anti korupsi khususnya
nilai anti korupsi adil dan tanggung jawab.
Media: Banner, Display/Standing TV

Aksi 2 : Mendorong dan mengembangkan kesadaran seluruh pegawai di
lingkungan Biro Administrasi Aparatur untuk adil dalam
melayani dan bertanggung jawab dalam melaksanakan
tugasnya serta berani menolak memberikan dan/atau
menerima gratifikasi dan peduli untuk melaporkan tindakan
berindikasi korupsi.
Materi Komunikasi:
1. Menghimbau seluruh pegawai di lingkungan Biro
Administrasi Aparatur agar memberikan pelayanan secara
adil tanpa membedakan status atau latar belakang
PNS/pihak yang dilayani.

2. Mengajarkan ...



- 18 -

2. Mengajarkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Biro
Administrasi Aparatur agar selalu bertanggung jawab dalam
melaksanakan tugas dengan selalu berdisiplin dan mandiri
dalam bertindak, karena yakin bahwa tindakan tersebut
telah sesuai dengan norma yang berlaku (tidak
menyimpang).
3. Mempertebal keyakinan pada seluruh pegawai di lingkungan
Biro Administrasi Aparatur bahwa memberikan dan/atau
menerima gratifikasi adalah perbuatan tercela dan
berindikasi korupsi.
4. Menghimbau atau mengajak kepada seluruh pegawai di
lingkungan Biro Administrasi Aparatur untuk peduli dan
berani melaporkan tindakan-tindakan yang berindikasi
korupsi di dalam organisasi.
Media: Surat edaran

Aksi 3 : Mendorong dan menyelenggarakan diskusi tentang praktik dan
nilai anti korupsi di Sekretariat Kabinet khususnya di Biro
Administrasi Aparatur.
Materi Komunikasi:
1. Ajakan kepada seluruh pegawai khususnya di Biro
Administrasi Aparatur untuk menjadikan diskusi/dialog
bersama sebagai tradisi dalam memecahkan berbagai
persoalan organisasi, termasuk diskusi/dialog tentang
praktik dan nilai anti korupsi yang perlu ditanamkan.
2. Ajakan kepada seluruh pegawai untuk berhati-hati serta
mencermati berbagai kondisi dan bentuk tindakan yang
mengarah pada tindakan koruptif.






Salinan Sesuai dengan Aslinya
Deputi Bidang Administrasi
Sekretariat Kabinet,


SEKRETARIS KABINET
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
DIPO ALAM


DJADMIKO