Anda di halaman 1dari 4

Faktor Penyebab Stres Kerja pada Pekerja Pabrik Bakso Unique Bekasi Tahun 2014

Latar belakang
Stres kerja adalah suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental terhadap
suatu perubahan di lingkungan kerjanya yang dirasakan mengganggu dan memberi tekanan
pada dirinya. Stres kerja terjadi ketika seseorang tidak dapat memenuhi tuntutan atau
kebutuhan dari pekerjaannya. Terlalu banyak yang harus dilakukan, kurang waktu, dan
kurang tenaga kerja atau sumber daya untuk menuntaskan pekerjaan (Losyk, 2007).
Aamodt (dalam Margiati, 1999) memandang stres sebagai respon adaptif yang merupakan
karaktetistik individual dan konsekuensi dan tindakan eksternal, situasi atau peristiwa yang
terjadi baik secara fisik maupun psikologis.
Stres di tempat kerja dapat menimbulkan berbagai konsekuensi pada individu pekerja.
Menurut Robbins (Yunus, 2011) stres memiliki beberapa dampak negatif yaitu physiological
symptoms seperti meningkatnya tekanan darah, sakit kepala dan merangsang penyakit
jantung, psychological symptoms seperti ketidakpuasan, kebosanan, dan ketegangan serta
behavioral symptoms seperti perubahan pola makan dan sulit tidur.
Bagi organisasi, stres di tempat kerja dapat berakibat pada rendahnya kepuasan kerja,
kurangnya komitmen terhadap organisasi, terhambatnya pembentukan emosi positif,
pengambilan keputusan yang buruk, rendahnya kinerja, dan tingginya turnover. Stres di
tempat kerja pada akhirnya bisa menyebabkan terjadinya kerugian finansial pada organisasi
yang tidak sedikit jumlahnya (Saragih, 2010).
Perkiraan terbaru mengindikasikan bahwa stres kerja menyebabkan pemilik perusahaan harus
mengeluarkan sekitar $200 milyar per tahun karena masalah absen, keterlambatan,
kejenuhan, produktivitas yang semakin rendah, angka keluar-masuk yang tinggi, kompensasi
pekerja, dan peningkatan biaya asuransi kesehatan (National Safety Council, 2003)
Menurut Tunjungsari (2011) stress kerja merupakan kondisi yang muncul dari interaksi
antara manusia dan normal pekerjaannya serta dikarakteristikkan oleh perubahan manusia
yang memaksa mereka untuk menyimpang dari fungsi mereka. Stres dapat menyebabkan
perubahan pada diri seseorang baik secara fisik maupun mental.
Stres kerja dapat diartikan sebagai respon individu yang berhubungan dengan stress yang
berasal dari lingkungan dan juga reaksi stress meliputi fisik, psikis, dan perilaku (Selye,
dalam Dhania, 2010). Stres juga dapat menyebabkan pekerja rentan untuk terkena penyakit
dan akhirnya dapat mengakibatkan tingginya angka absensi pekerja. Baker, dkk (dalam
Dhania) menemukan bahwa stres yang dialami oleh seseorang akan merubah cara kerja
sistem kekebalan tubuh. Stres akan menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit
dengan cara menurunkan jumlah fighting desease cells. Akibatnya, orang tersebut cenderung
sering dan mudah terserang penyakit yang cenderung lama masa penyembuhannya karena
tubuh tidak banyak memproduksi sel-sel kekebalan tubuh, ataupun sel-sel antibodi banyak
yang kalah.
Lingkungan kerja/perusahaan akan memberi suatu tekanan stres yang bervariasi, terutama
berkaitan dengan hubungan antara karyawan dengan pimpinan perusahaan dan antara
karyawan dengan teman kerja, juga adanya persaingan dalam mendapatkan kesempatan
promosi kenaikan jabatan, dan lain-lain. Disadari atau tidak, itu semua akan menimbulkan
tekanan kejiwaan/stres yang berlebihan (Hartono, 2007).

























Rumusan Masalah
Masalah stres kerja merupakan masalah yang saat ini marak muncul dalam dunia kerja.
Kejenuhan, hubungan yang kurang baik dengan atasan, serta gaji yang pas-pasan dapat
berakibat pada munculnya stres pada pekerja. Hal ini dapat berdampak pada penurunan
kualitas produksi suatu perusahaan bila tidak segera ditangani.
Pabrik Bakso Unique Bekasi....





Daftar Pustaka
Dhania, Dhini Rama. "Stres Kerja Buruh Rokok di Kota Kudus." Sosial dan Budaya 3.2
(2010).