Anda di halaman 1dari 5

Ruptur Ureter

Trauma pada ureter jarang terjadi tetapi berpotensi menimbulkan luka yang
mematikan. Trauma sering kali tak dikenali pada saat pasien datang atau pada
pasien dengan multipel trauma. Kecurigaan adanya cedera ureter bisa ditemukan
dengan adanya hematuria paska trauma.
Mekanisme trauma tumpul pada ureter dapat terjadi karena keadaan tiba-tiba
dari deselerasi/ akselerasi yang berkaitan dengan hiperekstensi, benturan
langsung pada Lumbal ! ", gerakan tiba-tiba dari ginjal sehingga terjadi
gerakan naik turun pada ureter yang menyebabkan terjadinya tarikan pada
ureteropel#ic junction. $ada pasien dengan kecurigaan trauma tumpul ureter
biasanya didapatkan gambaran nyeri yang hebat dan adanya multipel trauma.
%ambaran syok timbul pada &"' kasus, yang menandakan terjadinya
perdarahan lebih dari ((( cc. )iagnosis dari trauma tumpul ureter seringkali
terlambat diketahui karena seringnya ditemukan trauma lain, sehingga tingkat
kecurigaan tertinggi ditetapkan pada trauma dengan gejala yang jelas.
$ilihan terapi yang tepat tergantung pada lokasi, jenis trauma, *aktu kejadian,
kondisi pasien, dan prognosis penyelamatan. +al terpenting dalam pemilihan
tindakan operasi adalah mengetahui dengan pasti ,ungsi ginjal yang kontralateral
dengan lokasi trauma
Gejala dan Tanda
%ejala tanda dari trauma abdomen sangat tergantung dari organ mana
yang terkena, bila yang terkena organ-organ solid -hati dan lien. maka akan
tampak gejala perdarahan secara umum seperti pucat, anemis bahkan sampai
dengan tanda-tanda syok hemoragic. /yeri dapat terjadi mulai dari nyeri sedang
sampai yang berat. /yeri dapat timbul di bagian yang luka atau tersebar. Terdapat
nyeri saat ditekan dan nyeri lepas. Mual dan muntah. $enurunan kesadaran
-malaise, letargi, gelisah..
0namnesa yang selengkap mungkin sehingga membantu dalam
penegakkan diagnosis. 0namnesa terutama mengenai cara terjadinya kecelakaan,
arah tusukan atau tembakan, senjata yang digunakan dan deskripsi nyeri. 1ering
ditemukan kesulitan dalam memperoleh anamnesa akibat penderita dalam
keadaan syok, kesadaran menurun ataupun akibat gangguan emosi akibat trauma
tersebut.
$ada pemerikasaan ,isik2
3. Mungkin ditemukan syok dan penurunan kesadaran sehingga muncul kesulitan
pemeriksaan abdomen.
. 4nspeksi mulai dari keadaan umum klien, ekspresi *ajah, tanda-tanda #ital,
sikap berbaring, gejala dan tanda dehidrasi, perdarahan, syok, serta ri*ayat
mekanisme cedera -tanda cedera tumpul berupa memar atau jejas, cedera
tusuk, dan luka tembak serta tempat keluarnya peluru... $asien yang kurus jika
terjadi trauma abdomen akan tampak perut membesar. $ada trauma abdomen
bisa ditemukan kontusio, abrasio, lacerasi dan echimosis. 5chimosis
merupakan indikasi adanya perdarahan di intra abdomen.Terdapat 5chimosis
pada daerah umbilikal disebut 67ullen8s 1ign8 sedangkan echimosis yang
ditemukan pada salah satu panggul disebut sebagai 6Turner8s 1ign8. Terkadang
ditemukan adanya e#iserasi yaitu menonjolnya organ abdomen keluar seperti
usus, kolon yang terjadi pada trauma tembus atau tajam.
". 0uskultasi ada atau tidaknya bising usus pada ke empat kuadran abdomen.
9ika adanya ekstra#asasi darah menyebabkan hilangnya bunyi bising usus,
juga perlu didengarkan adanya bunyi bruits dari arteri renalis, bunyi bruits
pada umbilical merupakan indikasi adanya trauma pada arteri renalis.
:. $erkusi untuk melihat apakah ada nyeri ketok. 1elain itu bisa ditemukan
adanya bunyi timpani bila dilatasi lambung akut di kuadran atas atau bunyi
redup bila ada hemoperitoneum. $ada *aktu perkusi bila ditemukan Balance
sign dimana bunyi resonan yang lebih keras pada panggul kanan ketika pasien
berbaring ke samping kiri menunjukkan tanda adanya rupture limpa.
1edangkan bunyi resonan lebih keras pada hati menandakan adanya udara
bebas yang masuk.
&. $ada saat palpasi pasien mengeluh nyeri dari mulai nyeri ringan sampai
dengan nyeri hebat pada seluruh regio abdomen, nyeri tekan dan kadang nyeri
lepas, de,ans muskular -kaku otot. menandakan adanya perdarahan intra
peritoneal. 0danya darah, cairan atau udara bebas dalam rongga abdomen
penting dicari, terutama pada trauma tumpul. ;ila yang terkena organ
berlumen -gaster. gejala peritonitis dapat berlangsung cepat tetapi gejala
peritonitis akan timbul lambat bila usus halus dan kolon yang terkena. Tanda
rangsang peritoneum sering sukar dicari bila ada trauma penyerta, terutama
pada kepala< dalam hal ini dianjurkan melakukan la#ase peritoneal. 1elain
memantau ketat progresi distensi abdomen perlu pula memeriksa cedera pada
bagian lain yang berkaitan seperti cedera thoraks yang sering mengikuti cedera
intra abdomen.
$emeriksaan lain2
3. Rectal toucher. 9ika adanya darah menunjukkan kelainan usus besar. 7olok
dubur dilakukan pada obstrusi usus dengan disertai paralysis akan ditemukan
ampula melebar. $ada laki-laki terdapat prostate letak tinggi menandakan
patah panggul yang sigini,ikan dan disertai perdarahan.
. Kuldosentesis. Mencari adanya darah, cairan atau udara dalam rongga perut..
". 1onde lambung. Mencari adanya darah dalam lambung, sekaligus mencegah
aspirasi bila muntah.
:. Kateterisasi untuk mencari lesi saluran kemih. $ada trauma ginjal biasanya
ada hematuri, nyeri pada costa #ertebra, dan pada inspeksi biasanya jejas -=..
$emeriksaan penunjang2
3. $emeriksaan darah meliputi +b, +t dan Leukosit< pada perdarahan +b dan +t
akan terus menurun, sedangkan jumlah leukosit terus meningkat< oleh karena
itu pada kasus yang meragukan sebaiknya dilakukan pemeriksaan berkala.
$emeriksaan +b diperlukan untuk base-line data bila terjadi perdarahan terus
menerus. )emikian pula dengan pemeriksaan hematokrit. $emeriksaan
leukosit yang melebihi (.(((/mm tanpa terdapatnya in,eksi menunjukkan
adanya perdarahan cukup banyak kemungkinan ruptura lienalis. 1erum
amilase yang meninggi menunjukkan kemungkinan adanya trauma pankreas
atau per,orasi usus halus. Kenaikan transaminase menunjukkan kemungkinan
trauma pada hepar.
. $emeriksaan urin penting untuk mengetahui adanya lesi saluran kemih.
$emeriksaan urin rutin menunjukkan adanya trauma pada saluran kemih bila
dijumpai hematuri. Urine yang jernih belum dapat menyingkirkan adanya
trauma pada saluran
". $emeriksaan radiologi tidak perlu dilakukan bila indikasi laparotomi sudah
jelas. $emeriksaan 4>$ atau sistogram hanya dilakukan bila ada kecurigaan
terhadap trauma saluran kencing. $emeriksaan plain abdomen posisi tegak
mempelihatkan udara bebas dalam rongga peritoneum, udara bebas
retroperineal dekat duodenum, corpus alineum dan perubahan gambaran usus.
;iasanya dilakukan pemeriksaan ,oto polos abdomen dalam posisi tegak dan
miring ke kiri untuk melihat2
Keadaan tulang belakang dan panggul.
0danya benda asing -pada luka tembak.
;ayangan otot psoas.
Udara bebas-intra---/ekstraperitoneal.
:. $arasentesis abdomen dilakukan pada trauma tumpul abdomen yang diragukan
menimbulkan kelainan dalam rongga abdomen. Merupakan pemeriksaan
tambahan yang sangat berguna untuk menentukan adanya perdarahan dalam
rongga peritoneum. Lebih dari 3((.((( eritrosit/mm dalam larutan /a7l yang
keluar dari rongga peritoneum setelah dimasukkan 3((!(( ml larutan /a7l
(.?' selama & menit, merupakan indikasi untuk laparotomi
Teknik2
;uli-buli terlebih dahulu dikosongkan
$arastesi dilakukan dengan jarum pungsi /o. 3@ atau (, ditusukkkan di
kuadran ba*ah atau di garis tengah di ba*ah pusat.
;ila pada aspirasi ditemukan darah, empedu, cairan empedu, cairan usus
atau udara berarti ada lesi dalam rongga abdomen.
&. $emeriksaan Laparoskopi )ilaksanakan bila ada akut abdomen untuk
mengetahui langsung sumber penyebabnya.
A. ;ila dijumpai perdarahan dan anus perlu dilakukan rekto-sigmoidoskopi.
B. )iagnostic $eritoneal La#age -)$L. dapat membantu menemukan adanya
darah atau cairan usus dalam rongga perut. +asilnya dapat amat membantu.
Tetapi )$L ini hanya alat diagnostik. ;ila ada keraguan, kerjakan laparatomi
-gold standart..
4ndikasi untuk melakukan )$L sbb.2
/yeri abdomen yang tidak bisa diterangkan sebabnya
Trauma pada bagian ba*ah dari dada
+ipotensi, hematokrit turun tanpa alasan yang jelas
$asien cedera abdominal dengan gangguan kesadaran -obat,alkohol, cedera otak.
$asien cedera abdominal dan cedera medula spinalis -sumsum tulang belakang.
$atah tulang pel#is
)iagnostic $eritoneal La#age dilakukan melalui kanula yang dimasukkan le*at
insisi kecil di garis tengah di ba*ah pusat< bila pada aspirasi tidak keluar apa-apa,
dimasukkan kira-kira 3( ml/kg-maksimum 3((( ml. -lebih baik hangat. kemudian
larutan /a7l (,?'. ;iarkan selama & sampai 3( menit jika pasiennya cukup stabil.
1ensiti#itas bertambah dengan menggulingkan pasien ke samping kanan dan kiri
selama beberapa menit jika kondisi pasien memungkinkan. +al ini akan
memungkinkan cairan bercampur dengan darah yang mungkin terkumpul setempat.
+asil positi, jika ditemukan hal berikut2
7airan yang keluar kemerahan.
Terdapat empedu.
)itemukan bakteri atau eritrosit C 3((.(((/mm
"
)itemukan leukosit C &((/mm
"
)itemukan amilase lebih dari 3(( U/ 3(( ml cairan.
Kontraindikasi relati, untuk )iagnostic $eritoneal Lar#age adalah ri*ayat operasi
abdomen, koagulopati dan kehamilan.
9ika pasien kurang stabil diba*a ke radiologi, 7T abdomen dan pel#is sangat berman,aat
untuk mendeteksi darah intra abd