Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Sakit perut (abdominal pain) akut adalah salah satu keadaan darurat bedah umum.
Dokter darurat mungkin akan sulit untuk mendiagnosa apendisitis akut berdasarkan
tanah klinis saja. Sistem penilaian dapat digunakan sebagai alat diagnostik ang dapat
membantu mendiagnosa lebih a!al dan lebih meakinkan para pasien ang akan
membutuhkan penelidikan lebih lanjut" obser#asi atau operasi ang mendadak. Sistem
penilaian klinis merupakan alat pendukung ang baik untuk mendiagnosis apendisitis
akut karena sederhana" mudah digunakan" dan non$in#asi% untuk digunakan dalam
praktek klinis rutin" serta tidak membutuhkan peralatan khusus. Dalam hal ini" beberapa
sistem skoring" model komputer dan algoritma telah dikembangkan untuk mendukung
diagnosis apendisitis akut. Salah satu sistem penilaian tersebut adalah skor Al#arado"
ang didasarkan pada analisis gejala" tanda dan data laboratorium dan mudah untuk
digunakan. &aliditas diagnostik ang baik dari skor Al#arado telah dilaporkan dalam
mendiagnosis apendisitis akut. 'eskipun beberapa laporan telah menemukan bah!a
skor Al#arado saja tidak (ukup sebagai tes diagnostik tunggal dan skor Al#arado
menunjukkan hasil ang kurang dalam menilai !anita" anak$anak " dan pasien lansia"
juga telah dinatakan sebagai alat untuk mengidenti%ikasi pasien ang harus menjalani
studi pen(itraan atau obser#asi akti%. )ujuan dari penelitian ini adalah untuk
menge#aluasi akurasi dari skor Al#arado dalam memprediksi penakit apendisitis di
setup kami.
*AHAN DAN 'E)+DE
Penelitian retrospekti% ini dilakukan di ,-.. tempat tidur pera!atan tersier rumah sakit
pendidikan di Arab Saudi. Penelidikan saat ini men(akup pasien ang berada di ruang
ga!at darurat antara /uni 0.,, sampai /anuari 0.,0 dengan keluhan neri kuadran
kanan ba!ah ang diduga memiliki apendisitis akut. )otal dari ,12 gra%ik pasien ditinjau
ang memenuhi kriteria inklusi. Pro %orma berisi demogra%i" tanda$tanda ang ada" dan
gejala ang didokumentasikan. Pasien dibagi berdasarkan s(oring Al#arado dengan
skor 3 gejala" 3 tanda" dan 0 indikator laboratorium usus buntu ang ter(atat"
berdasarkan skor Al#arado untuk usus buntu. Para pasien dibagi lagi menjadi 3
kelompok" aitu kelompok skor 4 5" 6 1dan 6 3. Sebagai standar pemberian label"
dibagi menjadi pasien dengan skor 4 5 sebagai diagnostik (probabilitas tinggi)" skor 6 1
sebagai diragukan (samar$samar) namun potensi menderita penakit dan skor 6 3 tidak
mungkin (probabilitas rendah) menderita penakit. Selanjutna mereka diklasi%ikasikan
lagi menjadi 0 kelompok 7 kelompok , klinis khas (Al#arado skor 4 5) " kelompok 0 klinis
diragukan (Al#arado skor 6 1) . Para pasien ang memiliki presentasi klinis ang khas
apendisitis dioperasi tanpa menggunakan 8) s(an. )etapi pada pasien dengan
presentasi atipikal atau non$spesi%ik" 8) s(an dilakukan dengan kontras intra#ena dan
pemberian melalui oral. /ika apendektomi atau inter#ensi bedah dilakukan" semua
lampiran dan spesimen lainna akan diserahkan ke departemen patologi. Laporan
resmi dari radiologi" laporan dari patologi bedah" dan (atatan medis ditinjau se(ara
retrospekti%. Pasien akan dikeluarkan jika tidak patuh atau dipindahkan ke rumah sakit
lain. Diagnosis alternati% lainna akan di(atat. /ika apendisitis akut dianggap tidak
mungkin dan tidak ada etiologi akut lainna ditemukan" pasien akan dipulangkan
dengan instruksi untuk datang kembali jika gejala memburuk. Untuk melakukan
tindakan analisis statisti( ang tepat digunakan paket statistik untuk perangkat lunak
ilmu sosial (SPSS #ersi ,5). Sensiti#itas" speksi%itas" nilai prediksi negati#e" nilai
prediksi positi% dan akurasi akan dihitung.