Anda di halaman 1dari 27

SISTEM REPRODUKSI PRIA

Dr. JOHAN
SISTEM REPRODUKSI PRIA
Struktur luar : penis, skrotum (kantung zakar)
dan testis (buah zakar).
Struktur dalam : vas deferens, uretra, kelenjar
prostat dan vesikula seminalis.
Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan
disimpan di dalam vesikula seminalis.
Ketika melakukan hubungan seksual, sperma
yang terdapat di dalam cairan yang disebut
semen dikeluarkan melalui vas deferens dan
penis yang mengalami ereksi.
LANJUTAN REPRODUKSI PRIA
Pembentukan serta pematangan sperma terjadi dalam
testis, terutama dalam tubulus seminiferus.
KELUARNYA SPERMA DARI TUBUH MELALUI
Testis Epididimis (kaput, trunkus, kauda) VAS
DEFERENS kel. Asesoris URETHRA keluar
tubuh.
Kelenjar asesoris pria VESIKULA SEMINALIS,
PROSTAT, BULBO URETHRALIS (COWPERS) &
LITTRE (URETHRALIS)

PENDAHULUAN
Penis merupakan organ seks utama yang
terletak di antara kedua pangkal paha.
Berbentuk bulat panjang dan menonjol ke
depan yang dimulai dari arcus pubis.
Panjang penis (Indonesia) = 9 12 cm
(normal)

PENIS
Penis terdiri dari:
- Akar (menempel pada dinding perut)
- Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
- Glans penis (ujung penis yang berbentuk
seperti kerucut).
Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen
dan air kemih) terdapat di ujung glans penis.
Dasar glans penis disebut korona.
ANATOMI PENIS
PENIS
Penampang horizontal akan terlihat :
penis terdiri dari 3 rongga yakni 2 batang
korpus kavernosa di kiri dan kanan atas,
sedangkan di tengah bawah disebut korpus
spongiosa.
Kedua korpus kavernosa ini diliputi oleh
jaringan ikat yang disebut tunica albuginea,
satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan
di luarnya ada jaringan yang kurang padat
yang disebut fascia buck.

PENIS
Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit
depan (preputium) membentang mulai dari
korona menutupi glans penis.
Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus)
jaringan erektil:
- korpus kavernosus : 2 rongga terletak
bersebelahan yg berukuran lebih besar
- korpus spongiosum : rongga yang
mengelilingi uretra.


EREKSI
Jika rongga tersebut terisi darah, maka
penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak
(mengalami ereksi).
PERDARAHAN
Korpus kavernosa terdiri dari gelembung-
gelembung yang disebut sinusoid. Dinding dalam
atau endothel sangat berperan untuk bereaksi
kimiawi untuk menghasilkan ereksi. Ini diperdarahi
oleh arteriol yang disebut arteria helicina. Seluruh
sinusoid diliputi otot polos yang disebut trabekel.
Selanjutnya sinusoid berhubungan dengan venula
(sistem pembuluh balik) yang mengumpulkan
darah menjadi suatu pleksus vena lalu akhirnya
mengalirkan darah kembali melalui vena dorsalis
profunda dan kembali ke tubuh.

PERSARAFAN
Penis dipersyarafi oleh 2 jenis syaraf yakni syaraf
otonom (para simpatis dan simpatis) dan syaraf
somatik (motoris dan sensoris).
Syaraf-syaraf simpatis dan parasimpatis berasal dari
hipotalamus menuju ke penis melalui medulla spinalis
(sumsum tulang belakang).
Khusus syaraf otonom parasimpatis ke luar dari
medulla spinalis (sumsum tulang belakang) pada
kolumna vertebralis di S 2 - 4. Sebaliknya syaraf
simpatis ke luar dari kolumna vertebralis melalui
segmen Th 11 - L2 dan akhirnya parasimpatis dan
simpatis menyatu menjadi nervus kavernosa. Syaraf
ini memasuki penis pada pangkalnya dan
mempersyarafi otot- otot polos

PENIS
SKROTUM
merupakan kantung berkulit tipis yang
mengelilingi dan melindungi testis.
Bertugas menyangga dan melindungi testis
bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk
testis, karena agar sperma terbentuk secara
normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit
lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.

SKROTUM
Otot kremaster pada dinding skrotum akan
mengendur atau mengencang sehingga testis
menggantung lebih jauh dari tubuh (dan
suhunya menjadi lebih dingin) atau skrotum
akan mengkerut agar lebih dekat ke tubuh (dan
suhunya menjadi lebih hangat).
Sebaliknya pada cuaca panas, skrotum akan
membesar dan kendur. Akibatnya luas
permukaan skrotum meningkat dan panas dapat
dikeluarkan.

TESTIS
berbentuk lonjong, ukuran sebesar buah
zaitun dan terletak di dalam skrotum.
Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari
testis kanan.
Digantung oleh selaput mesorchium
2 fungsi testis :
- menghasilkan sperma
- membuat testosteron (hormon seks pria
yang utama).
TESTIS
EPIDIDIMIS
terletak di atas dan di belakang testis
merupakan saluran sepanjang 6 meter.
Fungsi : mengumpulkan sperma dari testis dan
menyediakan ruang serta lingkungan untuk
proses pematangan sperma.
Setiap testis melalui tubulus seminiferus akan
menghasilkan 200-250 juta spermatozoa
Setiap 3 tubulis seminiferus akan menghasilkan
hormon testosteron (alasan u/ pria jarang terjadi
andropause).

EPIDIDIMIS
VAS DEFERENS
merupakan saluran yang membawa sperma dari
epididimis. sebuah tabung yang dibentuk dari
otot. Vas deferens membentang dari epididimis
ke uretra. Vas deferens berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sperma sebelum
dikeluarkan melalui penis.
Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat
lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk
duktus ejakulatorius.
Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan
saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan
membentuk korda spermatika.

URETRA & kel. PROSTAT
Merupakan bagian dari sistem kemih yang
mengalirkan air kemih dari kandung kemih dan
bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan
semen.
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung
kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian
tengah dari uretra.
Ukurannya sebesar walnut dan akan membesar
sejalan dengan pertambahan usia.

PROSTAT & VESIKA SEMINALIS
Vesikula seminalis
membuat cairan yang akan bercampur dengan
sperma untuk menghasilkan cairan semen
(cairan yang dikeluarkan oleh seorang pria saat
ejakulasi).
Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan
cairan yang merupakan sumber makanan bagi
sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar
dari semen. Cairan lainnya yang membentuk
semen berasal dari vas deferens dan dari
kelenjar lendir di dalam kepala penis.

PROSES PEMATANGAN SPERMA
Spermatogonium Spermatogonium A & B
Spermatogonium A merupakan bakal calon
spermatogonium lagi, sedangkan spermatogonium B
Spermatosit primer Spermatosit sekunder
Spermatid SPERMATOZOA
Peristiwa spermatogonium Spermatozoa
SPERMATOGENESIS
Peristiwa spermatogonium Spermatid
SPERMIOGENESIS
Sedangkan peristiwa Spermatid Spermatozoa
transformasi atau pematangan dengan tumbuhnya ekor
untuk pergerakkan sperma.
TERIMA KASIH