Anda di halaman 1dari 22

STEMI

(Infark Miokard Akut dengan ST Elevasi)


Oktaviana Nenabu
102010144
Anamnesis
Identitas

Keluhan utama: Nyeri dada
Keluhan penyerta: Lokasi, sifat nyeri,
penjalaran, faktor pencetus.

Riwayat penyakit sekarang: sesak napas,
edema, palpitasi, sinkop.


Riwayat penyakit dahulu:
Faktor-faktor resiko penyakit jantung iskemik,
penyakit serebrovaskular, atau penyakit
vaskular perifer.
Riwayat demam reumatik, pengobatan gigi
baru, murmur jantung, penyalahgunaan obat
intravena.
Riwayat penyakit keluarga: riwayat IHD,
hiperlipidemia, kematian mendadak,
kardiomiopati, atau penyakit jantung
kongenital.


Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum: cemas, gelisah, ekstermitas
pucat, keringat dingin. TTV.

Inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.

Pemeriksaan Penunjang
EKG:
Hiperakut T, elevasi segmen ST >0,1 mV pada
2 sadapan atau lebih sadapan ekstremitas,
>0,2 mV pd sadapan prekordial, gelombang Q
patologis & inversi gelombang T.
Pemeriksaan Lab
CKMB (creatinine kinase MB): 3 jam setelah miokard
infark & mencapai puncak dlm 10-24 jam & kembali
normal dlm 2-4 hari.

cTn (cardiac specifik troponin)
:
setelah 2 jam bila ada
infark miokard & mencapai puncak dlm 10-24 jam &
cTn T masih dpt dideteksi setelah 5-14 hari, sedangkan
cTn I setelah 5-10 hari.



Mioglobin: mencapai puncak nya setelah terjadi MCI
selama 8-12 jam. Nilai rujukan : 12-90 mg / ml.

Lanjutan..
LDH: meningkat setelah 24-28 jam bila ada
infark miokard, mencapai puncak 3-6 hari &
kembali normal dlm 8-14 hari.
Kolesterol Serum: sbg indikator penyakit arteri
koroner & aterosklerosis. Nilai ideal <
200mg/dL. Risiko sedang : 200-240 mg/dL.
Risiko tinggi: > 240 mg/dL.

Creatin Kinase: meningkat setelah 3-8 jam bila
ada infark miokard & mencapai puncak dlm
10-36 jam & kembali normal dlm 3-4 hari.



Working Diagnosis
Diagnosis STEMI ditegakkan bila ditemukan 2 dari 3
syarat dibawah ini:
Angina pektoris.
Kelainan yg bermakna pd gelombang EKG, yaitu:
hiperakut T, elevasi segmen ST >0,1 mV pd 2
sadapan atau lebih sadapan ekstremitas, >0,2 mV
pd sadapan prekordial, gelombang Q patologis &
inversi gelombang T.
Evaluas biokimia & kenaikan enzim jantung 2X
dari batas normal.

Differential Diagnosis
Lanjutan..
Perikarditis akut: peradangan primer maupun
sekunder perikardium parietalis/visceralis atau
keduanya.
Etiologi: virus, bakteri, tuberkulosis, jamur, uremia,
neoplasia, autoimun, trauma, infark jantung sampai ke
idiopatik.
Nyeri dada yg tajam, yg menjalar ke bahu kiri dan
kadang ke lengan kiri, bertambah buruk jika berbaring,
batuk atau bernafas dlm rasa sulit bernafas karena
nyeri pleuritik.
Pemeriksaan fisik didapatkan friction rub presistolik,
sistolik /diastolik, EKG; elevasi segmen ST


Lanjutan..
Angina prinzmetals
Nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali
pada pagi hari.
Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh
koroner arterosklerotik.
EKG menunjukan elevasi segmen ST.
Cenderung berkembang menjadi infark
miokard akut, dapat terjadi aritmia.

Etiologi
Proses aterosklerosis
85 % disebabkan oleh pembentukan thrombus
secara akut di stenosis koroner yang
aterosklerotik.
Faktor-faktor yg mempermudah terjadinya
IMAantaralain:merokok,hipertensi,obesitas,hi
perkolesterolemia,Diabetes melitus.
Epidemiologi
PJK terus-menerus menempati urutan
pertama di antara jenis penyakit jantung
lainnya & angka kesakitannya berkisar antara
30-36,1%.

Semakin bertambah umur, semakin >> risiko

Patofisiologi
Manifestasi Klinis
Sakit dada yg terutama dirasakan di daerah
sternum, bisa menjalar ke dada kiri atau
kanan, ke rahang, ke bahu kiri dan kanan dan
pada lengan.
Berlangsung > setengah jam.
Tidak hilang dgn istrahat atau pemberian
nitrat.

Penatalaksanaan
Terapi medikamentosa
Nitrat
Penyekat Beta/Beta Bloker
Antagosis Kalsium
Inhibitor ACE




Lanjutan..
Terapi Bedah
Intra-aortic balloon counterpulsation (IABP) disediakan
untuk pasien yang sulit mencapai terapi obat secara
maksimal & mereka yg menggunakan catheterisasi
kardiak
Percutaneous coronary intervention (PCI) atau
coronary artery bypass graft (CABG) dapat dibuat untuk
menyembuhkan iskemia berlanjut atau berulang &
untuk membantu mencegah perkembangan manjadi
MI atau kematian.
Indikasi & metode yang disukai adalah berada diluar
posedur ini, biasanya berdasarkan atas hasil dari suatu
angiografi.

Lanjutan..
Tindakan PCI; dapat dilakukan pd satu atau lebih
pembuluh darah (multi-vessel). Tindakan PCI pd
pasien PJK stabil dibandingkan dgn obat medis,
tidaklah menambah survival & hal ini berbeda
dibanding CABG.

Coronary Artery Bypass Grafting, atau Operasi
CABG, adalah teknik yg menggunakan pembuluh
darah dari bagian tubuh yg lain untuk memintas
(melakukan bypass) arteri yg menghalangi
pemasokan darah ke jantung.
Komplikasi
Disfungsi Ventrikular: proses remodeling
ventrikular dan umumnya mendahului
berkembangnya gagal jantung secara klinis
dlm hitungan bulan atau tahun pasca infark.

Gangguan Hemodinamik: Gagal pemompaan;
ronki basah di paru dan bunyi jantung S3 dan
S4 gallop, & kongesti paru.





Lanjutan..
Edema Paru Akut:
Bendungan sirkulasi vena sebabkan bendungan
pasif sirkulasi paru.
Tekanan hidrostatik pd pembuluh paru
kebocoran cairan & eritrosit ke dlm jaringan
intersitium dan rongga udara paru edema
paru.

Syok kardiogenik: karena ruptur musculus
papilaris. ditandai dgn tekanan darah ,
pengeluaran urin , laju nadi >60 /menit


Pencegahan
Gaya hidup sehat
Tidak merokok
Hadapi & hindari stress
Melakukan aktivitas fisik & olahraga yg teratur
Makan-makanan sehat & gizi seimbang

Prognosis
Coronary bypass 5-10 tahun, presentase 92% dan
81%
Late cardiac mortality setelah operasi diabetes,
umur yang cepat tua, berkurangnya ejection fraction,
dan tidak dapat digunakannya internal mammary graft.
Revaskularisasi gerakan stabil dinding ventrikular
kiri dan latihan performa dari ventrikular
< 1% pasien mengulang revaskularisasi dalam waktu 4
tahun atau lebih
Coronary bypass prosedur yang terpencil
kemungkinan gagal 2.8%
Perbandingan th/ operasi dan pengobatan 39% dan
17% dari kematian