Anda di halaman 1dari 5

Emmania Novada S / F1312043

Fatma Surya Ardhini / F131046


RMK PENGAUDITAN I
PROFESI CPA
Auditing memainkan peran yang penting dalam masyarakat karena mengurangi risiko informasi
serta memudahkan akses ke modal, dan memberikan layanan tambahan yang bernilai tambah bagi
klien mereka.
Kantor Akuntan Publik
Empat kategori ukuran digunakan untuk menggambarkan Kantor Akuntan Publik (KAP):
Kantor Internasional Empat Besar.
Merupakan kantor akuntan publik internasional yang berada di Amerika Serikat, serta
memiliki cabang di seluruh dunia. Kantor daya untuk hal-hal empat besar mengaudit hampir
semua perusahaan besar maupun kecil baik di Amerika Serikat maupun dunia.
Kantor Nasional.
Kantor nasional memberikan jasa yang sama seperti Kantor Empat besar dan bersaing secara
langsung dengannyan untuk mandapatkan klien, setiap kantor nasional berafiliasi dengan
kantor-kantor di negara lain dan karenanya mempunyai kemampuan bertaraf internasional.
Kantor Regional dan Kantor Lokal yang Besar.
Sebagian hanya memiliki satu kantor dan melayani klien-klien dalam jarak yang tidak begitu
jauh. Banyak kantor regioanl yang berafiliasi dengan asosiasi KAP guna berbagi sumber daya
untuk hal-hal seperti informasi teknis dan pendidikan berkelanjutan.
Kantor Lokal Kecil.
KAP ini melakukan audit dan jasa-jasa terkait terutama untuk usaha kecil dan entitas
nirlaba, meskipun beberapa memiliki satu atau dua klien dengan kepemilikan publik.
Kegiatan Kantor Akuntan Publik
Jasa audit yang diberikan KAP antara lain:
Jasa akuntansi dan pembukuan.
Banyak klien kecil yang memiliki staf akuntansi terbatas mengandalkan KAP untuk menyusun
laporan keuangannya,jika laporan keuangan akan diserahkan kepada pihak ketiga, review
atau audit juga dilakukan maka laporan keuangan akan dilampiri dengan laporan kompilasi
dari KAP, yang tidak memberikan kepastian apapun kepada pihak ketiga.
Jasa perpajakan.
KAP menyiapkan SPT pajak korporasi dan perorangan baik untuk klien audit maupun
nonaudit, yang mungkin mencakup pajak bumi dan yang mungkin mencakup pajak bumi dan
bangunan, pajak hadiah, perencanaan pajak, serta aspek-aspek lain dari jasa perpajakna.
Jasa konsultasi manajemen.
Kebanyakan KAP memberikan jasa tertentu yang memungkinkan kliennya mengoperasikan
bisnis secara lebih efektif. Jasa ini berkisar saran singkat untuk memperbaiki sistem
akuntansi yang menyangkut manajemen resiko, teknologi informasi dan rancangan sistem e-
commerce, uji tunyas merger dan akuisisi, serta konsultasi manfaat aktuaria.
Struktur Kantor Akuntan Publik
Tiga faktor utama yang mempengaruhi struktur organisasional semua KAP adalah:
1. Kebutuhan atau independensi dari klien. Independensi memungkinkan auditor tetap tidak
bisa menarik kesimpulan tentang laporan keuangan.
2. Pentingnya struktur untuk memicu kompetansi. Kompetensi memungkinkan auditor
melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lain secara efisien serta efektif.
3. Meningkatnya risiko tuntutan hukum yang dihadapi auditor.
Beberapa struktur organisasional dapat memberikan tingkat perlindungan tertentu bagi
setiap anggota KAP.
Enam struktur organisasi bagi KAP. Antara lain:
1. Perusahaan Perseorangan ( Proprietorship).
Hanya kantor dengan pemilik tunggal yang dapat beroperasi dalam bentuk ini.
2. Persekutuan Umum (General Partnership).
Bentuk organisasi ini sama seperti perusahaan perseorangan kecuali bentuk ini menyangkut
banyak pemilik.
3. Korporasi Umum.
Keunggulan korporasi adalah pemegang saham hanya bertanggung jawab sampai batas
investasi mereka dalam korporasi itu.
4. Korporasi Profesional.
Korporasi profesional memberikan jasa-jasa profesioanl dan dimiliki oleh satu atau lebih
pemegang saham.
5. Limited Liability Company.
Limited Liability Company (LLC) menggabungkan atribut-atribut yang paling menguntungkan
dari korporasi umum dan persekutuan umum.
6. Limited Liability Partnership.
Limited Liability Partnership (LLP) dimiliki oleh satu atau lebih partner.
Sarbanes-Oxley Act dan Accounting Oversight Board
Sarbanes-Oxley Act membentuk Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), yang ditunjuk
dan diawasi oleh Securities and Exchange Commission (SEC). PCAOB mengawasi auditor perusahaan
publik atau terbuka, menetapkan standar auditing dan pengendalian mutu untuk audit atas
perusahaan terbuka, serta melakukan pemeriksaan atas pengendalian mutu di kantor-kantor yang
melakukan audit tersebut.
Sebelum diberlakukannya Sarbanes-Oxley Act, Auditing Standards Board (ASB) dari AICPA
menetapkan standar auditing untuk perusahaan terbuka dan perusahaan swasta. PCAOB
bertanggung jawab atas standar auditing perusahaan swasta, dan mengeluarkan standar
auditingnya sendiri, mencakup penetapan standar untuk audit tentang efektivitas pengendalian
internal atas laporan keuangan. Sedangkan ASB menyediakan standar auditing bagi perusahaan
swasta, akan tetapi bila ada rujukan pada Statement on Auditing Standards (SAS) yang dikeluarkan
ASB diasumsikan bahwa standar ini berlaku baik untuk perusahaan terbuka maupun swasta kecuali
dinyatakan sebaliknya.
Securities and Exchange Commision
Securities and Exchange Commision (SEC) adalah badan pemerintah federal yang membantu
menyediakan informasi yang andal bagi investor untuk membuat keputusan investasi Securities Act
tahun 1933 dan 1934 menyatakan laporan keuangan yang disertai dengan pendapat akuntan publik
independen, sebagai bagian dari laporan registrasi dan laporan-laporan berikutnya.
SEC sangat berperan dalam penetapan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) dan
persyaratan pengungkapan bagi laporan keuangan, karena kewenangannya menetapkan
persyaratan pelaporan yang dianggap perlu demi wajarnya pengun kapan kepada investor.
American Institute of Certified Public Accounting (AICPA)
AICPA menetapkan standar dan aturan yang harus diikuti seluruh anggota serta akuntan praktisi
lainnya. AICPA memiliki kewenangan untuk menetapkan standar dan pembuat aturan dalam lima
bidang utama berikut ini:
1. Standar Auditing.
Auditing Standards Board (ASB) bertanggung jawab untuk mengeluarkan pernyataan atau
keputusan mengenai permasalahan auditing bagi semua entitas selain perusahaan terbuka.
Pernyataan ASB disebut Statement on Auditing Standards (SAS).
2. Standar Kompilasi dan Review.
Accounting and Review Services Committee bertanggung jawab untuk mengeluarkan
pernyataan tentang tanggung jawab akuntan publik yang terkait dengan laporan keuangan
perusahaan swasta yang tidak diaudit. Pernyataan ini disebut Statement on Standards for
Accounting and Review Services (SSARS).
3. Standar Atestasi Lainnya.
Statements on Standards for Attestation Engagements memberikan suatu kerangka kerja
bagi pengembangan standar untuk penugasan atestasi.
4. Standar Konsultasi.
Management Consulting Services Executive Committee mengeluarkan pernyataan mengenai
jasa konsultasi, dimana akuntan publik memberikan laporan mengenai suatu asersi yang
merupakan tanggung jawab pihak lain.
5. Kode Perilaku Profesional.
Committee on Professional Ethics dalam AICPA menetapkan peraturan perilaku yang wajib
dipenuhi para akuntan publik.
STANDAR AUDITING YANG BERLAKU UMUM
Pedoman umum untuk membantu auditor memenuhi tanggung jawab profesionalnya dalam audit
atas laporan keuangan historis mencakup pertimbangan kualitas profesional seperti kompetensi dan
independensi, persyaratan pelaporan dan bukti. Pedoman ini paling luas tersedia adalah 10 standar
auditing yang berlaku umum (generally accepted auditing standards = GAAS) dikembangkan oleh
AICPA dan terakhir kali diperbaharui dengan SAS 105 dan SAS 113. Standar auditing yang berlaku
umum dibagi menjadi tiga kategori:
- Standar umum
- Standar pekerjaan lapangan
- Standar pelaporan
1. Standar umum
a. Audit harus dilakukan oleh orang yang sudah mengikuti pelatihan dan memiliki kecakapan
teknis yangmemadai sebagai seorang auditor.
b. Auditor harus mempertahankan sikap mental yang independen dalam semua hal yang
berhubungan dengan audit.
c. Auditor harus menerapkan kemahiran profesional dalam melaksanakan audit dan menyusun
laporan
2. Standar pekerjaan lapangan
a. Auditor harus meerencanakan pekerjaan secara memadai dan mengawasi semua asisten
sebagaimana mestinya.
b. Auditor harus memperoleh pemahaman yang cukup mengenai entitas serta lingkungannya,
termasuk pengendalian internal, untuk menilai risiko salah saji yang material dalam laporan
keuangan karena kesalahan atau kecurangan, dan untuk merancang sifat, waktu, serta luas
prosedur audit selanjutnya.
c. Auditor harus memperolehcukup bukti audit yang tepat dengan melakukan prosedur audit
agar memiliki dasar yang layak untuk memberikan pendapat menyangkut laporan keuangan
yang diaudit.
3. Standar Pelaporan
a. Auditor harus menyatakan dalam laporan auditor apakah laporan keuangan telah disajiikan
sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
b. Auditor harus mengidentifikasi dalam laporan auditor mengenai keadaan di mana prinsip-
prinsip tersebut tidak secara konsisten diikuti selama periode berjalan jika dikaitkan dengan
periode sebelumnya.
c. Jika auditor meenetapkan bahwa pengungkapan yang informatif belum memadai, auditor
harus menyatakannya dalam laporan auditor.
d. Auditor harus menyatakan pendapat mengenai laporan keuangan, serta keseluruhan, atau
menyatakan bahwa suatu pendapat tidak bisa diberikan, dalam laporan auditor. Jika tidak
dapat menyatakan satu pendapat secara keeseluruhan, auditor harus menyatakan alasan-
alasan yang mendasarinya dalam laporan auditor. Dalam semua kasus, jika nama seorang
auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, auditor itu harus dengan jelas menunjukkan
sifat pekerjaan auditor, jika ada, serta tingkat tanggung jawab yang dipikul auditor, dalam
laporan auditor.
STATEMENT ON AUDITING STANDARDS
Standar auditing yang berlaku umum dan SAS dianggap sebagai literatur otoritatif, dan
setiap anggota yang melakukan audit atas laporan keuangan historis diharuskan mengikuti standar
menurut Code of Professional Conduct AICPA. Semua SAS diberi dua nomor klasifikasi: satu noomor
AU yang menunjukkan lokasi dalam Codification of Auditing Standards. Kedua sistem klasifikasi ini
digunakan dalam praktik. Sebagai contoh, Statement on Auditing Standards, The Relationship of
Generally Accepted Auditing Standards to Quality Control Standards adalah SAS 25 atau AU 161.
Nomor SAS menunjukan urutan pernyataan itu dikeluarkan jika dihubungkan dengan SAS yang lain:
sementara nomor AU menunjukkan lokasinya dalam kodifikasi seluruh SAS, yang dikeluarkan AICPA.
GAAS dan SAS dipandang oleh para praktisi sebagai standar minimum kinerja, dan bukan
sebagai standar maksimum atau yang ideal. Keberadaan standar auditing tidak berarti bahwa
auditor harus selalu mengikutinya. Jika auditor percaya bahwa persyaratan standar tidak praktis atau
tidak mungkin dilakukan, auditor dibenarkan untuk mengikuti standar alternatif. Demikian pula, jika
masalahnya tidak bernilai material, juga tidak perlu mengikuti standar.
STANDAR AUDITING INTERNASIONAL
International Standards on Auditing (ISA) dikeluarkan oleh International Auditing Practices
Committee (IAPC) dari International Federation of Accountants (IFAC) yang merupakan organisasi
profesi akuntansi sedunia. ISA secara umum serupa dengan GAAS di A.S, meskipun ada beberapa
perbedaan. Jika auditor di Amerika Serikat mengaudit laporan Keuangan historis sesuai dengan ISA,
auditor itu harus memenuhi semua persyaratan ISA yang jauh di luar cakupan GAAS. Namun ISA
tidak mengesampingkan peraturan-peraturan yang berlaku di suatu negara yang mengatur audit
atas informasi keuangan atau informasi lainnya.
PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian mutu terdiri atas metode-meetode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor
itu memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien dan pihak-pihak lain. Pengendalian mutu
berkaitan erat tetapi berbeda dengan GAAS. Untuk memastikan bahwa standar auditing yang
berlaku umum diikuti dalam setiap audit, KAP mengikuti prosedur pengendalian mutu khusus yang
membantu memenuhi standar-standar itu secara konsisten pada setiap penugasan.
Pada tahun 1978, AICPA membentuk Quality Control Standards Comittee dan memberinya tanggung
jawab untuk membantu KAP mengembangkan standar-standar pengendalian mutu. Quality Control
Standards Comittee telah mengidentifikasi lima unsur pengendalian mutu yang harus
dipertimbangkan KAP dalam menetapkan kebijakan dan prosedurnya, antara lain :
1. Unsur Independensi, integritas, dan objektivitas.
2. Manajemen Kepegawaian
3. Penerimaan dan kelanjutan klien serta penugasan
4. Kinerja penugasan konsultasi
5. Pemantauan prosedur
KAP harus mendaftarkan diri dalam program pemantauan praktik yang disetujui AICPA agar para
anggota KAP memenuhi syarat keanggotaan AICPA . Pemantauan praktik dikenal sebagai peer
review, merupakan review oleh akuntan publik, atas ketaatan KAP pada sistem pengendalian mutu
kantor itu sendiri. Tujuan peer review adalah menentukan dan melaporkan apakah KAP yang
direview telah mengembangkan kebijakan dan prosedur yang memadai bagi kelima unsur
pengendalian mutu, dan mengikuti kebijakan serta prosedur itu dalam praktik.