Anda di halaman 1dari 4

III.

Hasil dan Pembahasan


A. Analisis data hasil
- Tabel kenaikan larutan dalam pipa kaca berskala
Durasi 1
jam,
selama 6
jam
Pertambahan Cairan dalam Pipa Kaca Berskala
Kontrol 25% Kontrol 50% Kontrol 100%
I 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5
II 1,5 1,5 1,5 1,5 habis 2,5
III 1,4 2,5 1,5 1,5 habis habis
IV 1,4 2,5 1,0 1,0 habis habis
V 1,2 3,5 0,5 0,5 habis habis
VI 1,0 4,5 0,4 0,5 habis habis
JUMLAH

- Grafik kenaikan cairan pada pipa kaca berskala
1. Grafik 25%

0
1
2
3
4
5
6
Jam ke-1 Jam ke-2 Jam ke-3 Jam ke-4 Jam ke-5 Jam ke-6
Garam 25%
Kontrol
- Grafik 50%


- Grafik 100%


0
0.2
0.4
0.6
0.8
1
1.2
1.4
1.6
Jam ke-1 Jam ke-2 Jam ke-3 Jam ke-4 Jam ke-5 Jam ke-6
Kontrol
Garam 50%
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
Jam ke-1 Jam ke-2 Jam ke-3 Jam ke-4 Jam ke-5 Jam ke-6
Kontrol
100%
B. Pembahasan
Pada praktikum ini yaitu praktikum tentang difusi dan osmosis yang menggunakan
kentang sebagai media, dan larutan garam dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 100% sebagai
larutan yang dimasukkan ke pipa kaca untuk dilihat pergerakan difusi dan osmosisnya dengan
kontrol aquadest yang disimpan pada pipa kaca yang satunya. Berdasarkan pada hasil
pengamatan yang dilakukan, terdapat perubahan volume baik pada kontrol ataupun pada
kelompok larutan perlakuan (air garam). Perubahan volume yang terjadi karena adanya proses
perpindahan larutan (air) dari konsentrasi airnya tinggi ke konsentrasi airnya rendah atau sering
disebut dengan osmosis, sehingga menyebabkan volume larutan garam (kelompok perlakuan)
relatif lebih banyak dibandingkan dengan volume pada larutan kontrol (aquadest). Volume
larutan garam dapat meningkat atau bertambah karena air yang berada di larutan kontrol yang
berada pada pipa kaca yang satu berpindah melalui membran yang ada pada kentang sebagai
media osmosis ke pipa yang satunya yang berisi larutan garam, sehingga volume pada pipa kaca
yang berisi larutan garam dapat bertambah sedangkan volume pada pipa kaca yang berisi
aquadest mengurang dan bahkan ada yang habis.
Pada praktikum ini perlakuan yang dilakukan yaitu ada 3 jenis larutan perlakuan yang
dilakukan, yaitu dengan menggunakan larutan garam yang berbeda konsentrasinya, untuk
membandingkan apakah ada pengaruh dari konsentrasi larutan yang diuji atau tidak. Dan setelah
di lakukan pengamatan ternyata perbedaan konsentrasi dari masing-masing larutan dapat
berpengaruh pada tingkat perubahan volume air dan kecepatan pertambahan volume pada pipa
perlakuan. Berdasarkan pada pengamatan yang dilakukan dapat dikatakan bahwa semakin tinggi
konsentrasi larutan (zat terlarutnya), atau semakin rendah konsentrasi airnya maka semakin cepat
perpindahan air dari kontrol yaitu aquadest yang konsentrasi larutannya (zat terlarutnya) rendah
atau konsentrasi airnya tinggi, hal ini sesuai dengan prinsip osmosis dan difusi yang mengatakan
bahwa Difusi merupakan perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah ,
dan Osmosis merupakan perpindahan larutan (air) dari larutan yang berkepekatan rendah
(hipotonis) ke larutan berkepekatan tinggi (hipertonis) melalui membran semi permeabel.
(Campbell, N. A. 2002).
Jadi, dengan demikian pada praktikum ini terjadi proses osmosis dan difusi atau
perpindahan larutan yang menyebabkan larutan pada pipa yang satu berkurang atau bahkan
habis, sedangkan pada pipa yang satunya bertambah banyak.
IV. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
- Adanya proses transport zat dengan proses difusi dan osmosis pada kehidupan sehari-hari
dilingkungan kita.
- Konsentrasi dari larutan dapat berpengaruh pada kecepatan dari proses perpindahan zat atau
difusi.
- Arah gerakan air pada proses difusi-osmosis terjadi sesuai dengan teori dari difusi dan
osmosis yang menyatakan bahwa pergerakan air dari konsentrasi tinggi (baik air maupun zat
terlarut) ke konsentrasi rendah.
- Difusi merupakan proses perpindahan molekul (zat) dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah, sedangkan Osmosis merupakan proses perpindahan larutan (air) dari konsentrasi
airnya tinggi ke konsentrasi airnya rendah melalui membran semi permeabel.

Daftar Pustaka
Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Mitchell. 2002. Biologi Jilid I. Erlangga : Jakarta.