Anda di halaman 1dari 1

Sumber bahan makanan yang banyak mengandung kalium adalah buah,daging, sayur

sayuran, dan kacang kacangan. Bahan makanan yang tinggi kalium ini dapat digunakan untuk
pengobatan secara alternative. Salah satunya dengan mengkonsumsi buah nanas (Ananas
Comosus (L) Merr) yang diyakini berkhasiat sebagai peluruh kencing atau diuretic karena
kandungan kaliumnya.(Suhardjo,1992)
Buah nanas mengandung kalium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan
deposit natrium yang menyangkut di dalam ginjal dan sendi. Buah nanas juga mengandung
vitamin A dan C, kalsium, fosfor, magnesium, besi,natrium,sukrosa, dan enzim bromelin.
Khasiat lain buah nanas antara lain mengurangi asam lambung, anti radang,membersihkan
jaringan kulit yang mati, mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat penggumpalan
trombosit dan mempunyai aktifitas fibrionolitik. Kandungan kalium dari buah nanas
menyebabkan batu ginjal berupa kalsium oksalat tercerai berai, karena kalium akan
menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa oksalat, dan karbonat yang merupakan
pembentuk batu ginjal. Endapan batu ginjal itu dapat larut dan hanyut keluar
bersama urin (Bondi,1987)
Kalium adalah unsur teringan yang mengandung isotop radioaktif alami. Secara umum
fungsi dari kalium adalah metabolisme normal, memelihara volume cairan tubuh. Konsentrasi
pH, hubungan tekanan osmotik, mengaktifkan enzim intraseluler dan pada empede bekerja sama
dengan natrium berfungsi untuk mengemulsikan lemak. Kalium adalah kation (K
+
) utama cairan
intarsel. Dengan demikian, sumber utama kalium adalah materi seluler dari bahan pakan. Kalium
mudah terserap usus halus, sebanding dengan jumlah yang dimakan dan beredar dalam plasma.
Makanan sumber kalium adalah Sayuran, buah-buahan, dan kecap (Parakkasi,1984)

DAPUS
Bondi, A.A., 1987. Animal Nutrition. John Wiley & Sons. Leichester, New York, Brisbane,
Toronto, Singapore.
Suhardjo dan Kusharto, 1992. Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Penerbit Kanisius. Kerjasama PAU
Pangan dan Gizi IPB. Bogor.
Parakkasi, A., 1984. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Angkasa. Bandung.