Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

Teori Politik Hijau


Mata kuliah : Teori Politik II
ILMU POLITIK
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIA!A
MALAN"
BAB #
PEMNDAHULUAN
#$# Latar Belaka%&
Lingkungan saat ini menjadi isu internasional, dikarenakan kegiatan perkonomian yang
cenderung mengeskploitasi sumber daya alam. Salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan
adalah manusia, sebagai peran utama yang menggunakan sumber daya alam untuk memnuhi
kebutuhan hidupnya baik primer, sekunder mapun tersier. Manurut pandangan jakson dan
Sorensen topik menganai lingkungan hidup sekaramg sering muncul dalam agenda
internasioanal. Meningkatnya di era globalisasi secara cepat manusia di tuntut mengejar standar
kehidupan yang lebih tinggi, semua sebuah potensi yang mengancam terhdap lingkungan hidup.
Selama ini dunia internasional hanya terpaku pada kegaitan manusia sebagai perwakilan dari
negara. Akan tetapi para kaum environmentalis melihat pandangan yang lain dalam kajian
hubungan internasional yaitu kegiatan manusia yang berdampak terganggunya kelestrian alam
dan lingkungan. Hal tersebut dalam pembahasan di Hubungan nternasioanal terdapat politik
hijau.
!eori politik hijau muncul memberikan kritik terahadap manusia yang sudah menjadi
aktor dominan dalam kerusakan lingkungan dan untuk mengritisi pemikiran tradi dalam
Hubungan nternasional, seperti realisme, dan liberalisme."isini para enivronmentalis sebagai
pengembang politik hijau dalam kajian Hubungan internasional mempunyai tujuan tersendiri
yaitu untuk memwujudkan pembangunan berkelanjutan. #embangunan berkelanjutan ini
dimaksudkan untuk memikirkan dan mengupayakan kelestarian alam dan lingkungan untuk
generrasi masa depan yang akan datang.
Setelah muncul modernisasi yang terjadi padadab $%, isu menganai lingkungan mulai
menjadi sorotan dalam dunia nternasional. &anyaknya krisi lingkungan yang terjadi di beragai
belahan bumi juga menjadi satu alasan utama di angkatnya mengenai masalah lingkungan dalam
dunia nternasioanal. "alam keseriusannya memabahsa menganai isu lingkungan beberapa kali
mengadakan konferensi Stockholm yang membahas menganai lingkungan Hidup Manusia pada
tahun '()$, Selanjtnya menyelenggaeakan pertemuan tingkat global untuk pertamakalinya
mengenai lingkungan hidup dan pembangunan konferensi *io pada tahun '(($.
#ara teoritis #olitik Hijau mengungakan beberpa asumsi dasar menganai isu lingkungan
yang sudah diperhatikan dalam tingkat internasional. Menurut Steans dan #ettiforda ada tiga
asumsi dasar yang dibawa oleh teoritisi #olitik Hijau. #ertama, politik hiajua lebih menekankan
pada global diatas internasional. "isni #olitik Hijau lebih mengendepankan pentingnya
organisasi non negara yang mampu mengatasi bermaslah masyarakat secara global +reen#eace
dan ,,-. .edua pemikiran #olitik Hijau yang menganggap manusia di /aman modern sudah
tidak lagi beriringan dengan dunia non manusia. 0ang terkahir bahwa kebiasaan manusia saat ini
yang didukung oelh kepercayaan filsafat antroposentris sebagai penyebab utama dari krisis
lingkungan hidup.
"alam teoritis politik Hijau menolak pandangan pemikiran tradisi dalam hubungan
nternasioanal sperti Liberalisme dan *ealisme yang sifatnya negara sebgai pusat dan
mendasarkan pemikiran pada sifatnya manusia. !eori #olitik hijau menurut 1ckersley menganai
Antroposentrisme dan ekosentrisme. Antroposenrtisme merujauk pada ke seerakahan manusia
yang dianggap sebagai konstibusi utama dalam kerusakan lingkungan. Sedangkan ekosentrisme
sebuah pemikkiran dari teortis politik hiajau yangs angat mendukung sekali kegiatan menganai
lingkungan.
#$' Ru(u)a% Ma)alah
'. #emikiran tokoh mengenai teori #olitik Hijau 2
$. Apa pengaruh teori politik hijau terhadap teori lain2
3. &agaiman kritik teori lain terhadap politik Hijau2
4. .ekurangan dan kelebihan dari #olitik Hijau2
#$* Tu+ua% Makalah
Makalah ini diharapkan bisa menjelaskan tentang bagaimana politik hijau itu muncul
sebagai oposisi dari kemajuan industrialisasi yang tidak memperhatikan dampak yaitu
menimbulkan kerusakan lingkungan. makalah ini juga akan mencoba menjlaskan tentang
kelebihan dan kekurangan yang ada pada politik hijau.
BAB II
PEMBAHASAN
'$# De,i%i)i Teori Politik Hi+au
!eori politik hijau merupakan #olitik hijau adalah ideologi politik yang bertujuan untuk
menciptakan masyarakat yang berkelanjutan secara ekologis yang berakar pada kepedulian
terhadap lingkungan hidup, keadilan sosial dan kehidupan demokrasi yang dibangun dari
perilaku dan budaya yang dimiliki setiap individu.
#olitik lingkungan atau politik hijau biasanya berkaitan dengan politik penguasaan dan
pemilikan sumberdaya alam dan perdagangan produknya serta bagaimana cara pemerintah
mengalokasikan sumber daya tersebut dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan. Salah satu
ekspresi politik adalah dalam bentuk partai politik atau institusi yang dapat mempengaruhi
keputusan politik pemerintah. "i dalam bahasa internasional biasa disebut dengan partai hijau
5green party6.
'$# Pe(ikira% Politik Hi+au
!eori politik hijau atau Green Theory muncul setelah berakhirnya #erang "unia , Hal
yang menjadi perhatian utama munculnya teori ini adalah pembangunan rasionalisme serta
pembangunan ekosentris. !eori politik hijau menguraikan secara singkat prinsip dasar
ekosentrisme dan pembatasan pertumbuhan. #ada pandangan ekosentris, yakni sebuah
pandangan yang menitikberatkan pada alam. !eori hijau melihat bahwa struktur ekonomi global
serta kapitalisme menjadi salah satu benang merah permasalahan lingkungan yang selama ini
terjadi. 7egara cenderung akan lebih mengedepankan kepentingan perkembangan negaranya dan
mengabaikan lingkungan.
Ada beberapa pandangan dalam mendefinisikan karakter politik hijau. R. Eckersley
memberikan karakteristik politik hijau dalam kerangka ekosentrisme dan menolak pandangan
antroprosentris yang menitikberatkan bahwa nilai moral berpusat pada manusia. #andangan
ekosentris ini menempatkan fokus utamanya pada lingkungan atau ekosistem dalam aspek
kehidupan.
'
Sementara R.E Goddin juga menempatkan etika sebagai pusat dari posisi politik
'
"avid #epper, 1nvironmentalism, dalam +ary &rownig, etc 5ed6, 8nderstanding 9ontemporary Society 5!heories
and the #resent6, SA+1 #ublication, London, $%%%, 44)
hijau. "alam pandanganya, ia mengedepankan sumber nilai sebagai fakta dari sesuatu yang
dibentuk oleh proses alamiah sejarah dan lebih dari sekedar peran manusia.
Sementara itu, menurut John Barry, dia melihat bahwa #olitik Hijau di dasarkan pada
tiga prinsip utama, antara lain:
$

'. Sebuah teori distribusi 5intergerenasional6 keadilan
$. Sebuah komitmen terhadap proses demokratisasi
3. 8saha untuk mencapai keberlansungan ekologi
!iga prinsip utama ini merupakan konsepsi yang mewakili makna dari pusat politik hijau.
#rinsip ini digunakan sebagai sarana untuk menjelaskan konsepsi dari teori hijau, seperti dalam
memahami kelangsungan dari ekootoritarianisme yang menjadi salah satu usaha keberlanjutan
bagi biaya demokrasi dan keadilan sosial. Selain itu, dalam pandangan A. Dobson. a
memberikan dua definisi karakteristik dari politik hijau. #ertama, menolak pandangan
antroposentrisme seperti yang telah diungkapkan oleh Ekscersly sebelumnya. .edua, perlu
adanya batasan pertumbuhan, yang merupakan penyebab munculnya krisis lingkungan secara
alami.
3
#olitik Hijau atau gerakan ekologi sendiri memiliki sepuluh nilai yang menjadi dasar dan
tujuan gerakan dan sekaligus sebagai acuan bagi artikulasi kebijakan politik.
4
#$ Ke)a-ara% -a% ke.erla%&)u%&a% Ekolo&i
su ini merupakan isu paling utama, yang menghubungkan tradisi pencerahan dengan
pengalaman batasan industrialism sebagai sebuah kompleksitas kesadaran baru yang diambil dari
prinsip;prinsip ekologi. su ini berangkat dari asumsi bahwa manusia harus bertindak
berdasarkan pemahaman bahwa ia merupakan bagian dari alam dan bukan berada di atas alam
lingkungannya. 8ntuk itu, manusia perlu menjaga keseim;bangan ekologi dan hidup dalam
keterbatasan sumber daya serta batas;batas ekologi planet bumi.
'$ De(okra)i Akar Ru(/ut
"alam hal demokrasi, kaum ekologi percaya bahwa demokrasi yang sebaik;baiknya
harus dipraktikkan di tingkat akar rumput. Artinya, di tingkat masyarakat lokal dan bukan di
lembaga perwakilan nasional maupun daerah. Menurut mereka, setiap manusia berhak
$
<ohn &arry, +reen #olitical !heory and !he State ="iscursive Sustainability> !he State 5and citi?en6 of +reen
#olitical !heory, diakses dari http:@@www.psa.ac.uk@cps@'((4@barr.pdf
3
ibid
4
!en .ey Aalue, diakses dari http:@@www.greenparty.org@tenkeyvalue@html
berpendapat terhadap keputusan yang ikut berpengaruh terhadap hidup mereka. #un manusia
tidak boleh menjadi korban dari keinginan segelintir orang saja. "emokrasi diartikan sebagai
interfase antara kebebasan ber;ekspresi pada satu pihak dan penghargaan yang sama di pihak
lain.
*$ Kea-ila% )o)ial -a% Per)a(aa% Ke)e(/ata%
Semua orang memiliki hak dan kesempatan yang sama dari sumber daya yang berasal
dari masyarakat dan lingku;ngannya. 8ntuk itu, perlu dihilangkan hambatan;hambatan sosial,
seperti rasisme, seksualisme dan heteroseksualisme, perti;kaian antar kelas, homophobia, serta
penelantaran kepentingan orang tua dan orang cacat. Sikap yang memberikan perlakuan yang
sama ini harus mendapat perlindungan undang;undang negara.
0$ A%ti kekera)a%
Menyangkut pluralitas manusia, penting untuk dikembangkan alternatif yang efektif
terhadap kebiasaan masyarakat kini dalam menggunakan kekerasan. 8ntuk itu, pandangan ini
memperjuangkan proses demiliterisasi dan penghilangan senjata destruksif masal di dalam
negerinya sendiri, tanpa berniat naBf terhadap niat buruk negara lain. .endati, pandangan ini juga
mengakui bahwa tindakan mempertahankan diri dari orang;orang yang berada situasi terdesak
adalah sah. Maka dari itu, perlu diupayakan penyelesaian konflik secara non kekerasan.
.elompok ekologi berniat guna mewujudkan suatu kedamaian personal, komunitas, dan global
yang abadi
1$ De)e%trali)a)i
&erangkat dari asumsi bahwa sentralisasi kesejahteraan dan kekuasaan berkontribusi
besar terhadap ketidakadilan eko;nomi, perusakan lingkungan, dan militerisasi, politik hijau
mendukung upaya restrukturisasi institusi;institusi politik, sosial dan ekonomi yang dikuasai
oleh segelintir orang kuat 5oligarki6. nstitusi tersebut akan diubah dengan sistem yang lebih
demok;rasi dengan postur birokrasi yang ramping. #engambilan kepu;tusan harus sebisa
mungkin berada pada tingkat individu dan lokal.
2$ Eko%o(i Ber.a)i) Ko(u%ika)i -a% Berkea-ila%
#andangan politik hijau memandang penting untuk menerapkan suatu sistem ekonomi
yang berkelanjutan, yang bisa menciptakan lapangan kerja baru dan standard hidup yang baik
untuk semua orang tanpa mengabaikan keseimbangan ekologis. Sistem ekonomi tersebut harus
bisa memberikan sebuah kebanggaan terhadap pekerjaan =yang berartiC, sehingga bisa
membiayai hidup secara berkeadilan sesuai dengan apa yang dikerjakan. "alam hal ini mereka
sangat membela jenis;jenis pekerjaan termarjinalkan, tetapi sebenarnya sangat penting dalam
menopang harmoni hidup dalam masyarakat. Sebagai, pekerjaan domestik dan pekerjaan
menjaga kebersihan yang selama ini kurang dihargai. ni perlu diarusutamakan dalam perspektif
politik hijau.
3$ Fe(i%i)(e -a% Ke)etaraa% "e%-er
.aum ekologi menyadari sepenuhnya bahwa manusia mewarisi sistem sosial yang
berdasarkan pada dominasi patriarki, baik dalam wilayah dan etika dominasi dan kontrol dengan
cara berinteraksi lebih kooperatif. Artinya, perbedaan pendapat dan gender dihormati. Maka dari
itu, nilai;nilai kemanusian seperti persamaan jenis kelamin, tanggung jawab interpersonal dan
kejujuran harus dikembangkan dengan kesadaran moral. Manu;sia perlu mengingat bahwa
proses yang menentukan keputusan dan tindakan sama pentingnya dengan usaha penyelesaian
dari apa yang diinginkan.
4$ Pe%&hor(ata% Terha-a/ Ke.era&a(a%
Adanya keyakinan akan pentingnya keberagaman budaya, etnis, ras, agama dan
kepercayaan spiritual mengimplikasikan promosi atas hubungan yang saling menghargai diantara
keperbedaan tadi. &erangkat dari kayakinan ini, mereka percaya bahwa perbedaan;perbedaan
yang ada harus pula tercermin dalam organisasi;organisasi dan badan;badan pengambilan
keputusan. .arenanya, pandangan politik hijau sangat mendu;kung kemunculan pemimpin dari
kalangan mereka yang selama ini terpinggirkan dari peran kepemimpinan, misalnya kaum
perempuan.
5$ Ta%&&u%& a6a. Per)o%al -a% "lo.al
.aum ekologi mendukung tindakan individu untuk meningkatkan kesejahteraan hidup,
akan tetapi tindakan terse;but tidak boleh mengabaikan keseimbangan ekologi dan har;moni
sosisal. .arenanya mereka mau bergabung dengan orang;orang dan organisasi yang mau
memperjuangkan perdamaian abadi, keadilan sosial ekonomi, dan menjaga kelestarian bumi.
#7$ Foku) /a-a (a)a -e/a% -a% ke.erla%+uta%
!indakan dan kebijakan kaum ekologi dimotivasi oleh tujuan jangka panjang. Mereka
berjuang dalam perlindungan sumber daya alam yang berharga, mengamankan peraturan atau
tidak melakukan semua pemborosan. "engan mengembangkan sistem ekonomi berkelanjutan
5sustainable development6 yang tidak mengantungkan diri pada ekspansi untuk mampu berta;han
hidup. Mereka pandangan yang mempunyai tujuan keun;tungan jangka pendek atau berorientasi
profit;tanpa memperha;tikan dampak lingkungan. 9aranya, dengan menjaga agar per;kembangan
ekonomi, penggunaan teknologi baru dan kebijakan fiskal ikut bertanggung jawab terhadap
generasi mendatang yang akan mewarisi hasil dari tindakan saat ini
'$' Perke(.a%&a% Teori Politik Hi+au
!eori politik hijau berkembang pada pasca munculnya modernisasi yang terjadi pada
abad ke;$%, isu lingkungan mulai diperhatikan dalam ranah internasional. <ackson dan Sorensen
5'(((:3$D6 menyebutkan bahwa kemunculan #olitik Hijau dilatarbelakangi oleh protes kaum
ekoradikal terhadap kaum modernis yang dianggap telah memperburuk keadaan lingkungan
global yang ditunjukkan dengan adanya degradasi lingkungan yang menyebabkan krisis ekologi,
seperti menipisnya hutan di dunia.
1ra modern juga menunjukkan peningkatan produksi gas 9-9 59hlorofluorocarbon6
yang diakibatkan oleh penggunaan produk elektronik modern yang berakibat fatal terhadap
terjadinya perubahan suhu dunia, yang dipercaya sebagai pemanasan global. #ermasalahn
lingkungan yang dianggap akan membahayakan bumi serta warga bumi ini memicu diadakannya
pertemuan tingkat global untuk pertamakalinya mengenai Lingkungan Hidup dan #embangunan
pada .onferensi *io 5<ackson dan Sorensen, '(((:3$46 pada tahun '(($.
#ada dasarnya, terdapat asumsi;asumsi dasar yang diusung oleh para teoritisi #olitik
Hijau, #ertama, #olitik Hijau lebih menekankan global diatas internasional. .edua, ialah
pemikiran #olitik Hijau berangkat dari pemahaman implisit bahwa kebiasaan manusia masa kini
tidak lagi sejalan dengan dunia non;manusia. !erakhir, ialah #olitik Hijau menekankan bahwa
kebiasaan manusia /aman modern, yang didukung oleh sistem kepercayaan filsafat
antroposentris sebagai penyebab utama dari krisis lingkungan hidup.
#andangan ekosentrisme yang diusung oleh teoritisi #olitik Hijau menolak sistem negara
yang dianggap berperan besar dalam struktur tersebut dan mengusulkan desentralisasi
masyarakat politik dalam negara bangsa yang hanya terhadap organisasi politik, tapi juga sosial
dan ekonomi. .ritik teoritisi #olitik Hijau terhadap negara juga ditunjukkan terhadap
ketidakberhasilan berbagai upaya negara;negara yang bekerjasama dalam sebuah re/im
internasional untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan. Salah satu kegagalan tersebut
ditujukan pada stagnan;nya re/im #rotokol .yoto yang tidak dapat dijalankan secara sempurna
tanpa ratifikasi dari Amerika Serikat.
Asumsi selanjutnya berasal dari "obson mengenai karakteristik #olitik Hijau yang terkait
juga pada pertumbuhan yang diusung Mar?is. "obson juga menegaskan menganai argumentasi
Epembatasan pertumbuhanF terhadap munculnya krisis lingkungan yang dikaitkan dengan tiga
argumentasi penting. 0akni, solusi teknologi adalah tidak berguna, peningkatan pertumbuhan
berarti penumpukan bahaya yang mampu berakhir pada bencana, dan terakhir ialah
permasalahan yang berhubungan dengan lingkungan pada dasarnya saling berhubungan.
'$' Kritik Teori Politik Hi+au Terha-a/ teori lai%
Mo-er%
"alam perkembangan teori politik hijau mengkritik keberadaan negara yang dianggap
sebagai bagian dari dinamika masyarakat modern, yang menyebabkan adanya kerusakan
lingkungan. Salah satu perkembangan modern ini adalah sains dimana inovasi dan teknologi
berkkembang. Hal itu merupakan bagian utama penyebab kerusakan lingkungan.
Tra%-tra-i)io%al
!eori politik hijau menkritik keberadaan kaum tradisonalis, dikarenakan kaum
tradisionalis terlalu berfokus pada kegiatan yang berhubungan dengn power, struktur , dan
negara. *aung lingkup tradisionalisme yang hanya sebatas bagian itu saja sehingga tidak
mengkaji hal yang berkiatan dengan isu Gisu yang baru terjadi dalam dunia internasional
termasuk dalam krisis lingkungan. #adahal krisis lingkungan yang ada butuh suatu pengrobanan
dari negara untuk diperbiki terlebih dahulu. !eori tradisonalis sengaja mengabaikan isu
lingkungan selain menganai kenegaraan.
Neoli.eral
!eori politik hijau juga mengkritik keberadaan neo liberlisme. 7eo liberlisme yang
notebene memounya tujuan peningkatan dalam bidang ekonomi melalui perdagangan bebas dan
melakuka indutrilaisasi. !eori politik hijau memandang dalam pembangunan ekonomi kapitalis
jelas akan menggunakan suber daya alam yang akan tersu teresploitasi.
'$* Kritik 8a%& Sea+ala%
"engan muncul kegiatan;kegiatan radikal dari kiri turunan mar?ist seperti new left 5kiri;
baru6, maupun +erakan feminisme, bahkan sampai anarchisme, yang mengkritik modernitas
dengan proyek industrialisasi telah menimbulkan permasalahan baru dalam kalangan manusia.
Seperti kritik Ma? Hokheimer dan !heodor Adorno dalam "ialektik der Auflarunk 5"ialektika
#encerahan6, dengan tegas mereka melontarkan bahwa berbagai industri kebudayaan ala
pencerahan tidak lebih sebagai penipuan masa, ketika film;film dan radio tidak lagi berpretensi
seni, berbagai teknologi, mesin penjawab bukan lagi diasumsikan sebagai pencapaian
rasionalitas modernitas akan tetapi tidak lebih dari bagian dari pengekangan mitos;mitos baru.
#engukuhan kapitalisme sebagai ide utama dalam masyarakat modern begitu kritik ma/hab
-rankfurt ini. mbasnya muncul lingkaran manipulatif kebudayaan yang tidak lain dijadikan
komoditas industrialisasi yang punya nilai jual beli, bukan lagi pada porsi sesungguhnya, untuk
menjadikan manusia sebagai makluk yang bermartabat. &erbagai kelompok radikal tersebut
mulai mengkritik kapitalisme malalui pisau analisa lingkungan hidup. Secara sederhana, dalam
pandangan mereka, prilaku serakah manusia membuat bukan saja manusia menjadi korban tetapi
juga lingkungan tempat manusia itu hidup. <ika lingkungan menjadi korban, bukan manusia yang
hidup sekarang saja yang bakal menjadi korban, akan tetapi manusia yang hidup di masa
mendatang.
&erawal dari kesadaran tersebut, gerakan;gerakan lingkungan yang berasal dari tradisi
kiri mulai marak bermunculan awal '()%;an, inspirasinya berawal dari kalangan akademis dan
ilmuan yang sadar akan bahaya krisis lingkungan. Sebelumnya gerakan ini hanya menyadarkan
diri pada kitik .arl Mar? terhadap kapitalisme, menurut Mar?, kepemilikan adalah sumber dari
segala bencana manusia, selama manusia masih serakah mengumpulkan harta untuk dimilikinya
praktek penghisapan si kaya terhadap si miskin akan terus berlansung.
"eraka% !a%& Me%&u)u%& "ree% Politik
#ermasalahan lingkungan yang terjadi pada D%;an dan )%;an telah menjadi isu global
dalam masyarakatdi seluruh dunia. &anyak protes yang dilakukan oleh beberapa kaum
minoritas pecinta lingkungan seperti ilmuan, aktivis gerakan dan kelas menengah telah mampu
membawa isu lingkungan ini ke isu internasional. "engan terealisasinya konferensi Lingkungan
Hidup #&& untuk pertama kalinyan pada tahun '()$ di Stockholm, yang membahas Hukum
nternasional Lingkungan, dan mulai kerjasama nternasional dalam permasalahan lingkungan
hidup. &ahkan dari konferensi ini dimulai debat internasional akan permasalahan lingkungan
hidup. #ara aktivis yang mengusung gerakan lingkungan hidup terus berkembang dan
bertambah, khususnya di kawasan 1ropa dan Amerika. Mereka yang termasuk dalam aktivis
lingkungan mengklaim modernitas dengan produk industrialisasinya sebagai faktor utama yang
menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan yang semakin kuat.
Ada alsan tersendiri dengan munculnya kelompok;kelonpok tau para aktivis lingkungan
yang ada saat ini. bahwa para aktivis lingkungan atau kelompok yang berkepntingan dalam
perubahan lingkungan yang bermunculan di sekitar masalah lingkungan adalah kelompok yang
sangat peduli dengan kepentingan masyarakat umum, dan tidak menonjolkan pamrih individu
atau kelompok tertentu. .elompok dalam peduli lingkungan ini tidak terikat oleh pemerintah
melinkan independen yang berupaya mempbnatu msyrakat dalam menghadapi krisis
lingkungan. Alsan selanjutnya bahwa jumlah kelompok atau organisasi lingkungan baik kecil
maupun besar, nasional maupun sampai keluar batas negara yang berupaya mengadakan
perubahan sosial dalam tahun '()%;an, adalah kelompok yang belum dikenal sebelumny akan
tetapi organisasinya sangat bertumbuh pesat. "i mulai dnegan beberapa ratus saja pada awal
tahun '()%;an menjadi sekitar 3%%% pada akhirnya, dan. "iantara sekian banyak kelompok;
kelompok gerakan lingkungan hidup dengan berbagai variasi kegiatan.
Senada dengan gerakan itu pula, isu lingkungan pun menjadi komoditas dalam ranah
politik baik dalam tingkatan lokal, nasional bahkan internasional. #olitik lingkungan yang lebih
sering disebut politik hijau 5+reen #olitics6 mulai melakukan perubahan;perubahan. Awalnya
yang hanya berupa bentuk gerakan aksi, mencoba melembagakan diri ke dalam bentuk institusi
partai politik. Asumsinya. +erakan aksi saja tidaklah cukup untuk mempengaruhi proses
pengambilan kebijakan. Sehingga dibutuhkan institusi seperti partai politik yang bisa menjadi
bagian pengambilan kebijakan 5stake holder6. "us, gerakan politik hijau yang awalnya hanya
dalam bentuk gerakan aksi dijalan akhirnya bermetamerfosis ke dalam bentuk institusi partai.
-enomena ini awalnya berkembang di negara;negara 1ropa, Amerika, dan di negara;negara
Scandinavia. 8ntuk 1ropa misalnya, perkembangan sangat dinamis terjadi di negara *epublik
-ederal <erman. &ahkan kesuksesan #artai Hijau 5&undnis (%@"ie +runen6 menjadi inspirasi
bagi gerakan;gerakan lingkungan di berbagai negara lain, !H1 MHH!H1* H- +*117
#A*!0 G panggilan yang diberikan oleh partai hijau sedunia bagi "ie +rune. +reen #arty
8nited State Hf America 5+#8SA6, misalnya yang awalnya dibentuk sebagai 9ommittes Hf
9orrespondence pada suatu pertemuan di Minneapolis pada tahun '(I4, meniru model organisasi
serupa di <erman, +erman +reens, yang pada tahun sebelumnya berhasil memenangkan $) kursi
di #arlemen <erman 5&undestag6.
"alam kaijian teori politik hijau juga !idak terbatas pada isu lingkungan, politik hijau
juga memiliki tujuan atas ketidakadilan yang terjadi. !eori politik hijau juga memiliki fokus
mengenai menciptakan sebuah keadilan. .eadilan yang dimaksudkan adalah yakni melalui
adanya perhatian krisis lingkungan yang tidak merata di dunia. "engan mengekspos wilayah;
wilayah yang tidak memiliki kebutuhan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya
diharapkan menyadarkan manusia bahwa masih terdapat ketimpangan sumber daya bagi
masyarakat lainnya. 9ontohnya adalah adanya krisis pangan yang terdapat di Afrika karena
krisis lingkungan yang terjadi mengakibatkan tidak meratanya kesejahteraan yang ada. Hal
tersebut dapat membuka wawasan masyarakat dunia bahwa isu lingkungan dan krisisnya sangat
perlu untuk diperhatikan agar dapat menciptakan sebuah kesejahteraan dan keadilan.
kontribusi teoritisi #olitik Hijau dalam Hubungan nternasional secara nyata telah mempelopori
munculnya kesadaran akan pentingnya isu lingkungan di dunia sebagai ruang yang kita tempati.
7amun, realitanya #olitik Hijau tidak dapat menghasilkan perbaikan yang signifikan atas
permasalahan lingkungan yang terjadi sekarang ini. !ak heran jika &urchill dan Linklater
5'(():33D6 menyebut #olitik Hijau sebagai perspektif yang tidak berkembang dalam Hubungan
nternasional. ,ardhani 5$%'36 juga menyebutkan bahwa #olitik Hijau yang mengusung isu;isu
kerusakan lingkungan seringkali dikritisi sebagai konstruksi negara;negara sehingga dianggap
sebagai suatu mitos
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
#olitik hijau adalah sebuah teori yang menggagaskan tentang kepeduliannya kepada
lingkungan. .erusakan lingkungan yang terjadi akibat pesatnya perkembangan ekonomi
sehingga kerusakan lingkungan terjadi. !entang study hubungan internasional, dewasa ini
negara;negara hanya membahas tentang bagaimana meningkatkan power mulai dari politik,
ekonomi sampai militer demi kemakmuran masyarakatnya, salahs satunya dengan cara
mengeksploitasi sumber daya alam yang ada sebesar;besarnya. !anpa mempertimbangkan
dampak yang ditimbulkan.
Setelah isu tentang kerusakan lingkungan seperti pemanasan globa, barulah teori politik
hijau ini muncul untuk menekan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan memasukan masalah
lingkungan ini dalam hubungan internasional. "i sisi lain ada suatu isu bahwa politik hijau ini
hanya sebagai strategi negara maju untuk mengembangkan atau meningkatkan industrinya.
.etika antar negara membuat suatu keputusan untuk mengurangi industrialisasi, malah
digunakan oleh negara;negara maju untuk memompa lebih keras industrinya.
!eori politik hijau ini muncul sebagai kritikan atas munculnya Modernis, !radisionalis
dan 7eo;Liberalis. #enulis masih belum menemukan solusi atas kritikan masalah lingkungan,
hanya saja penulis menemukan bahwa munculnya teori hijau ini menimbulkan sebuah kesadaran
bagi masyarakat, seperti munculnya 7+H yang bergerak atau peduli lingkungan. #enulis belum
menemukan tantangan atau kritik kepada politik hijau.
<elasnya politik hijau unu adalah suatu gerakan yang mengkritisi keserahan manusia
dalam memanfaatkan apapun yang ada dibumi seperti eksploitasi bumi tanpa memperdulikan
lingkungin. 7amun asumsi hijau disini tidaklah sama dengan environmentalise. .aum
environmentalisme menerima keberadaan suatu struktur politik baik dalam tingkatan negara
maupun internasional, dan ia berupaya memperbaiki permaslahan lingkungan yang ada melalui
struktur yang ada tersebut. Sedangkan #olitik Hijau justru menganggap struktur politik yang ada
adalah salah satu sumber dari krisis lingkungan yang terjadi dan menetapkan struktur politik
tersebut sebagai objek yang perlu diuji
"A-!A* #8S!A.A