Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Demokrasi adalah bagian dari khazanah pembuatan keputusan kolektif.
Demokrasi mengejawantahkan keinginan bahwa keputusan-keputusan seperti itu,
yang mempengaruhi perkumpulan secara keseluruhan, harus di ambil oleh semua
anggotanya, dan masing-masing anggota harus mempunyai hak sama dalam proses
pengambilan/pembuatan keputusan-keputusan tersebut. Dengan kata lain demokrasi
mencakup prinsip kembar kontrol rakyat atas proses pembuatan keputusan kolektif
dan kesamaan hak-hak dalam menjalankan kendali itu. Sejauh prinsip-prinsip itu di
laksanakan dalam proses pembuatan keputusan suatu perkumpulan, kita bisa
menyebut perkumpulan itu demokratis.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang disebut sebagai demokrasi?
2. Prinsip-prinsip apa saja yang ada di dalam demokrasi?
3. Apa saja bentuk-bentuk demokrasi?
4. Seperti apa dinamika dalam demokrasi?
5. Bagaimana implementasi demokrasi di dalam masyarakat?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang disebut sebagai demokrasi.
2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pada demokrasi.
3. Untuk mengetahui bentuk-bentuk yang ada di dalam demokrasi.
4. Untuk mengetahui dinamika di dalam demokrasi.
5. Untuk mengetahui berbagai macam implementasi demokrasi di dalam
masyarakat.

2

1.4 Manfaat
1. Dapat digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewarganegaraan.
2. Dapat digunkan sebagai bahan bacaan untuk menembah pengetahuan pembaca.
3. Dapat digunakan untuk kegiatan presentasi dalam mata kuliah Kewarganegaraan.
4. Dapat digunakan sebagai bahan dalam rangka membuat laporan tentang
demokrasi.

























3

BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Demokrasi

Secara etimologis demokrasi berasal dari bahasa yunanidemokratis yang
terdiri dari dua kata, yaitu demos yang artinya kekuatan/ pemerintah. Secara harfiyah
artinya bearti kekuatan rakyat atau suatu bentuk pemerintahan negara dengan rakyat
sebagai pemegang kedaulatan.
Menurut Mohammad Yamin:
Demokrasi sebagai sebuah pergeseran dan pergantian kedaulatan raja menjadi
kedaulatan rakyat.
Menurut Josep A. Schumpeter
Demokrasi merupakan suatu perencanaan institusional untuk mencapai
keputusan politik di mana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk
memutuskan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat.
Sidney Hook:
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan
pemerintah yang penting secara langsung atau tidak langsung di dasarkan pada
kesepakatan mayoritas yang di berikan secara bebas dari rakyat dewasa.
Konsep demokrasi lahir dari pemikiran mengenai hubungan negara dan hukum di
Yunani kuno dan di praktikkan dalam bentuk demokrasi langsung antara abad ke-6
sebelum Masehi hingga abad ke-4 Masehi. Hal ini di sebabkan negara dalam
pengertian Yunani Kuno bernetuk polis (negara kota) dengan populasi penduduk
yang tidak besar, namun demokrasi pada masa itu masih rancau karena masih
mengakui adanya kelas tuan dan kelas budak. Gagasan demokasi ini berakhir ketika
populasi mulai membesar sehingga semakin luas wilayahnya, dan kemudian muncul-
muncul kerajaan-kerajaan besar di seluruh dunia. Hal ini masih di tambah dengan
abad pertengahan yang berlangsung di seluruh Eropa.
Setelah masa Renaiissance dan zaman modern mulai tumbuh pada abad ke -14,
konsep negara yang semula berbentuk kerajaan mulai di gugat. Kekuasaan yang
4

semula mutlak di tangan raja dan kaum bangsawan mulai dikritis dan bahkan direbut
rakyat.
Orang-orang sering berkataDemokrasi, tetapi istilah ini cenderung memiliki
makna yang berlainan bagi orang-orang yang berlainan pula, dan banyak pula
kekacauan pemahaman tentang hal-hal yang menjadi cakupan demokrasi itu. Dalam
dunia pasca- Perang Dingin, demokrasi telah menjadi suatu kerinduan yang universal,
yang sekarang di cita-citakan hampir semua negara.
Demokrasi adalah bagian dari khazanah pembuatan keputusan kolektif.
Demokrasi mengejawantahkan keinginan bahwa keputusan-keputusan seperti itu,
yang mempengaruhi perkumpulan secara keseluruhan, harus di ambil oleh semua
anggotanya, dan masing-masing anggota harus mempunyai hak sama dalam proses
pengambilan/pembuatan keputusan-keputusan tersebut. Dengan kata lain demokrasi
mencakup prinsip kembar kontrol rakyat atas proses pembuatan keputusan kolektif
dan kesamaan hak-hak dalam menjalankan kendali itu. Sejauh prinsip-prinsip itu di
laksanakan dalam proses pembuatan keputusan suatu perkumpulan, kita bisa
menyebut perkumpulan itu demokratis.
Jika di lihat hubungan antara demokrasi, masyarakat dan negara, jadi dapat di
definisikan bahwa demokrasi memiliki dua hal yang tampak jelas. Pertama,
demokrasi tidak hanya menjadi bagian dari lingkup negara atau pemerintah,
sebagamana cenderung kita anggap. Prinsip-prinsip demokratis itu relevan bagi
pembuatan keputusan kolektif pada berbagai perkumpulan. Ada hubungan antara
demokrasi di tingkat negara dengan demokrasi di tingkat lembaga-lembaga
masyaraka yang lain. Meskipun demikian, karena negara adalah
perkumpulan/organisasi yang paling inklusif, dengan hak untuk mengatur urusan
secara keseluruhan, kewenangan menarik pajak yang bersifat wajib serta kekuasaan
atas kehidupan para warganya, maka demokrasi pada tingkatan negara memang
sangat penting. Karena itu perhatian utama harus kita tujukan pada pemerintahan
demokratis.
Butir kedua yaitu demokrasi bukanlah sesuatu yang absolut ada tidak ada, yang
dimiliki secara utuh/ tidak sama sekali oleh suatu perkumpulan. Lebih tepatnya
demokrasi adalah masalah ukuran sejauh mana prinsip-prinsip kendali rakyat dan
5

kesetaraan politis di wujudkan, seberapa besar partisipasi rakyat dalam pengambilan/
pembuatan kolektif. Secara konvesional kita mungkin akan menyebut suatu negara
itu demokratis jika pemerintahannya terbentuk atas kehendak rakyat yang
diwujudkan lewat pemilihan umum yang kompetitif untuk memilih orang-orang yang
akan menduduki jabatan publik, dimana semua orang dewasa mempunyai hak yang
sama untuk memilih dan di pilih, dan hak-hak politis dan sipil dijamin oleh hukum.
Namun demikian banyak terjadi penyelewengan demokrasi seperti pemilu yang
sekarang ini menggunakan sistem suap. Jadi yang menang adala yang mempunyai
suap yang tinggi. Dalam praktek demokrasi negara belum dapat mewujudkan prinsip
kendali rakyat dan kesetaraan politisi dngan sepenuh hati. Sampai sejauh ini, usaha
demokratisasi tidak pernah mengenal kata akhir, dan para demokrat diseluruh
penjuru dunia selalu berjuang keras untuk menkosolidasikan dan menggalakkan
realisasi prinsip-prinsip demokratis, apa pun rezim yang membawa mereka atau
sistem politik yang mereka anut.

2.2 Prinsip- prinsip Demokrasi

A. Menurut Robert A. Dalh
Seorang ilmuan politik terkenal yang secara mendalam mengkaji demokrasi,
Robert A. Dahl, mengemukakan bahwa dalam budaya demokrasi terdapata tiga
prinsip utama.
a. Kompetisi
Budaya demokrasi memberikan peluang yang sama untuk bersaing bagi setiap
individu, kelompok, dan oraganisasi(khususnya partai politik) untuk menduduki
posisi kekuasaan dalam pemerintah. Kompetisi itu berlangsung dalam jangka waktu
yang teratur yang tertib dan damai. Kompetisi itu berlangsung melalui pemilihan
umum( untuk indonesia 5 tahun, Amerika serikat 4 tahun sekali) dan di lakukan tanpa
adanya kekerasan.

6

b. Partisipasi
Budaya demokrasi yang memberikan kesempatan sama bagi semua orang untuk
terlibat dalam pemilihan pemimpin melalui pemilihan yang bebas secara teratur dan
terlibat dalam pembuatan dan pelaksanakan kebijakan publik.
c. Kebebasan
Budaya demokrasi memberikan jaminan kebebasan berpendapat kebebasan pers,
kebebasan mendirikan dan menjadi anggota organisasi yang dijamin dapat menjadi
saluran partisipasi dan berkompetisi. Bapak pendiri negara Bung karno dan Bung
hatta tidak membatasi makna demokrasi terbtas sebagai sistem politik, tetapi juga
sebagai sistem ekonomi dan sistem sosial. Indnesia memiliki dasar negara yaitu
pancasila, pancasila yang di kembangan dalam aturan dasar kehidupan bernegara,
yaitu UUD 45. Oleh karena itu pelaksanaan demokrasi di indonesia harus sesuai
Pancasila dan UUD 45. Hal ini tertuang dalam pancasila sila ke satu. Jadi dalam
pelaksanaan demokrasi tidak boleh bertentangn dengan prinsip-prinsip Pancasila dan
UUD 45.
B. Prinsip-prinsip Demokrasi pancasila
Adapun prinsip-prinsipnya menyangkut
a. Persamaan bagi seluruh rakyat indonesia
b. Keseimbangan antara hak dan kewajiban
c. Pelaksanaan tanggungjawab secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri
sendiri, dan orang lain.
d. Mewujudkan rasa keadilan sosial
e. Pengambilan keputusan dengan musyawarah
f. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan
g. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional




7

2.3 Bentuk-Bentuk Demokrasi
a. Demokrasi Perwakilan Liberal
Prinsip demokrasi ini adalah kebebasan individu sebagai dasar fundamental dalam
pelaksanaan demokrasi.
Menurut Held (2004:10), demokrasi perwakilan liberal merupakan suatu
pembaharuan kelembagaan pokok untuk mengatasi problema keseimbangan antara
kekuasaan memaksa dan kebebasan. Rakyat harus diberikan jaminan atas kebebasan
individu baik dalam kehidupan politik, ekonomi, social keagamaan.
Konsekuensi dari system dan prinsip demokrasi ini adalah berkembangnya
persaingan bebas terutama dalam kehidupan ekonomi sehingga mengakibatkan
individu yang tidak mampu menghadapi persaingan tersebut akan tenggelam.
Akibatnya, kekuasaan kapitalislah yang menguasai kehidupan Negara bahkan
berbagai kebijakan dalam Negara.
b. Demokrasi Satu Partai
Demokrasi satu partai umumnya dilaksanakan di Negara-negara komunis, seperti
Rusia, China, Vietnam.
Menurutkaum komunis, Negara post kapitalis tidak akan melahirkan kemiripan
apapun dengan suatu rezim liberal yaitu rezim parlementer. Semua perwakilan atau
agen akan dimasukkan kedalam lingkungan seperangkat institusi-institusi tunggal
yang bertanggung jawab secara langsung. Partai revolusioner merupakan hal yang
esensial karena partai tersebut merupakan instrument yang dapat menciptakan
landasan bagi sosilisme dan komunisme.


8

2.4 Dinamika Demokrasi di indonesia
a. Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Demokrasi adalah sebuah sistem yang ajaib. Bukan hanya karena ia telah menjadi
pembicaraan yang teramat menyejarah, tetapi juga karena seakan ia bisa menjadi apa
pun. Semacam gelora dalam bahasa Goenawan Muhammad. Demokrasi sering kali
punya posisi kitab wahyu bagi para penganutnya. Ada yang menuliskannya sebagai
obat dari kemiskinan. Negara menjadi miskin karena tidak menjalankan arah
demokrasinya secara kaffah. Perkembangn demokrasi di indonesia telah mengalami
pasang surut. Dipandang dari sudut perkembangan demokrasi, sejarah indonesia
dapat dibagi menjadi tiga masa, yaitu (i) masa Republik Indonesia I, yaitu masa
demokrasi konstitusi (ii) masa Republik Indonesia II yaitu, masa demokrasi
terpimpin , masa Republik Indonesia III yaitu, masa demokrasi pancasila.
Kebanyakan pakar menyatakan matinya demokrasi indonesia di indonesia di
mulai sejak diumumkannya Dekrit Presiden 5 juli 1959 oleh Presiden Soekarno
sampai runtuhnya Presiden Soeharto, 21 Mei 1998. Jadi pada demokrasi terpimpin
pada masa Soekarno dan demokrasi pada masa soeharto sesungguhnya tidak ada.
Demokrasi baru mulai hidup kembali sejak era reformasi setelah lengsernya Soeharto
pada tahun 1998, akibat reformasi yang di prakarsai oleh mahasiswa. Sejak itu bangsa
indonesia mulai belajar demokrasi kembali setelah tenggelam lebih kurang 40 tahun.
Sekarang ini demokrasi belum di praktekkan secara jelas, masih banyak
penyelewengan-penyelewengan.
Menurut Saldi Isra dalam bukunya berjudulMembangun Demokrasi
Membongkar Korupsi, mengatakan bahwa dengan tegaknya demokrasi, korupsi bisa
di hancurkan. Selain itu untuk menjalankan demokrasi di suatu negara harus di
butuhkan partisipasi masyarakat.
Jika di hubungkan antara nasionalisme dan demokrasi, bahwa nasionalisme dan
demokrasi merupakan ideologi-ideologi yang bersaingan ketat dewasa ini. Demokrasi
merupakan doktrin yang bersifat universal, yang menekankan hak setiap manusia
9

untuk menentukan nasibnya sendiri yang sama-sama mereka miliki, terlepas dari
perbedaan-perbedaan di antara mereka, maka nasionalisme, di pihak lain, merupakan
ideologi yang bersifat partikularitis, yang menonjolkan perbedaan-perbedaan di
antara rakyat, perbedaan nilai budaya, tradisi, dan cara hidup rakyat suatu bangsa.
Nasionalisme cenderung eksklusif dan demokrasi cenderung inklusif. Dan
eksklusivitas menjadi sanga tidak demokratis ketika ia mengakibatkan pengingkaran
hak-hak kewarganegaraan penduduk suatu wilayah karena hanya perbedaan bahasa,
agama dan asal usul etnis yang berbeda dari kelompok nasional yang paling besar.
b. Demokrasi di Indonesia Antara Tahun 1945- 1950
Sebulan setelah indonesia diproklamasikan, sistem pemerintahan parlementer
berlaku di indonesia walaupun UUD 45 tidak menghendaki demikian. Hal ini di
tunjang adanya pengumuman dari pemerintah yang memberikan kebebasan kepada
masyarakat untuk mendirikan partai politik yang mendapatkan antusias dari rakyat.
Secara politis lembaga legislatif sebagai pembawa aspirasi rakyat adala Komite
Nasional Indonesia Pusat. Jika di lihat dari historis, kehidupan partai-partai politik
sebenarnya bermula dari penjajaha Belanda dan Jepang. Namun pada awal
kemerdekaan, seluruh masyarakat lebih kosentrasi dalam aksi-aksi militer dan politik
Belanda untuk menguasai kembali Indonesia, sehingga segenap potensi rakyat
dikerahkan untuk mensukseskan revolusi bersenjata.
c. Demokrasi Liberal (1950-1959)
Pada demokrasi Liberal terdapat kebebasan yang di berikan kepada rakyat tanpa
ada pembatasan dan persyaratan yang tegas dan nyata untuk melakukan kegiatan
politik, sehingga berakibat banyaknya partai-partai politik yang bermunculan.
Persaingan anta partai sangatlah jelas dalam panggung politik nasioanl. Masing-
masing partai berusaha mencapai cita-cita politiknya. Akibatnya banyak partai yang
menjadi peserta dalam pemilu yang pertama, hal ini juga berakibat pada kabinet baru
yang akan berjalan, yaitu akan mantap apabila di dalamnya terdapat koalisi. Adanya
koalisi antara berbagai partai di sebabkan karena tidak ada partai yang menangsecara
10

mayoritas mutlak. Efek negatifnya tehadap kabinet adalah jatuh bangunnya kabinet
dalam tempo secara singkat karena partai yang berkuasa kehilangan dukungan di
parlemen dan progam kerja yang bersangkutan tidak di laksanakan.
d. Demokrasi terpimpin (orde lama)
Istialah demokrasi terpimpin telah dikemukakan oleh Presiden Soekarno sewaktu
membuka Konstituante pada tanggal 10 1956. Hal ini menunjukkan tata kehidupan
politik baru yang mengubah segi-segi negatif demokrasi liberal. Struktur demokrasi
terpimpin bertujuan untuk menstabilkan kondisi negara baik kestabilan politik,
ekonomi maupun bidang- bidang lainnya. Sedangkan kostituante tidak berjalan
sebagaimana mestinya. Demokrasi terpimpin lahir ketika di keluarnya Dekrit
Presiden tahun 1959.
e. Demokrasi Pancasila (Era Orde Baru)
Orde baru di bawah pimpinan Soeharto pada awalnya dimaksudkan untuk
mengembalikan keadaan Indonesia yang kacau balau setelah pemberontakan PKI
September 1965. Orde baru lahir dengan tekad untuk melakukan koreksi atas
berbagai penyimpangan dan kebobrokan pada masa demokrasi terpimpin dan pada
masa orde lama.
Pelaksanaan demokrasi Pancasila masih belum sesuai dengan jiwa, semangat, dan
ciri-ciri umumnya. Hal ini terjadi karena presiden begitu dominan baik dalam
suprastruktur maupun dalam insfrastruktur maupun dalam insfrastruktur politik.
Akibatnya, banyak terjadi manipulasi politik dan KKN menjadi membudaya,
sehingga negara Indonesia terjerumus dalam berbagai krisis yang berkepanjangan.
f. Demokrasi Era Reformasi
Pelaksanaan demokrasi langsung pada era orde reformasi
1. Pengertian Demokrasi Secara etimologis demokrasi terdiri dari dua kata yang
berasal daribahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat atau penduduk suatu
11

tempat,dan cratein atau cratos yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Jadi
secarabahasa demos-cratein atau demos-cratos (demokrasi) adalah keadaan
negara dimana dalam sistem pemerintahannya kedaulatan berada di tangan
rakyat,kekuasaan tertinggi berada dalam keputusan bersama rakyat, rakyat
berkuasa,pemerintahan rakyat dan kekuasaan oleh rakyat.
2. Pengertian Reformasi Reformasi secara umum berarti perubahan terhadap suatu
sistem yangtelah ada pada suatu masa. Di Indonesia, kata Reformasi umumnya
merujuk kepada gerakanmahasiswa pada tahun 1998 yang menjatuhkan
kekuasaan presiden Soehartoatau era setelah Orde Baru Kendati demikian, kata
Reformasi sendiri pertama-tama muncul darigerakan pembaruan di kalangan
Gereja Kristen di Eropa Barat pada abad ke-16, yang dipimpin oleh Martin
Luther, Ulrich Zwingli, Yohanes Calvin, dll.
3. Pelaksanaan Demokrasi Masa Reformasi (1998 sekarang) Berakhirnya masa
orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaandari Presiden Soeharto ke Wakil
Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei1998. Demokrasi yang dikembangkan
pada masa reformasi pada dasarnyaadalah demokrasi dengan mendasarkan pada
Pancasila dan UUD 1945, denganpenyempurnaan pelaksanaannya dan perbaikan
peraturan-peraturan yang tidakdemokratis, dengan meningkatkan peran lembaga-
lembaga tinggi dan tertingginegara dengan menegaskan fungsi, wewenang dan
tanggung jawab yangmengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata
hubungan yang jelasantara lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
4. Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan terbentuknya DPR MPR
hasil Pemilu 1999 yang telah memilih presiden dan wakil presiden
sertaterbentuknya lembaga-lembaga tinggi yang lain. Masa reformasi berusaha
membangun kembali kehidupan yangdemokratis antara lain dkeluarkannya :
Ketetapan MPR RI No. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi Ketetapan
No. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum Tap MPR
RI No. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN
Tap MPR RI No. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan
12

Wakil Presiden RI Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I, II, III,
IV
5. Keberhasilan Pelaksanaan Demokrasi Masa Reformasi (1998 sekarang) Pada
Masa Reformasi berhasil menyelenggarakan pemilihan umumsebanyak dua kali
yaitu tahun 1999 dan tahun 2004.Dimana pada tahun 1999sebagai presiden
terpilih adalah Megawati Soekarno Putri dan pada tahun 2004adalah Susilo
Bambang Yudhoyono.
6. Sistematika Pelaksanaan Demokrasi Masa Reformasi (1998 sekarang) Pada
masa orde Reformasi demokrasi yang dikembangkan padadasarnya adalah
demokrasi dengan berdasarkan kepada Pancasila dan UUD1945. Pelaksanaan
demokrasi Pancasila pada masa Orde Reformasidilandasi semangat Reformasi,
dimana paham demokrasi berdasar ataskerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalampermusyawaratan/perwakilan, dilaksanakan dengan rahmat
Tuhan Yang MahaEsa serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan
beradab, selalumemelihara persatuan Indonesia dan untuk mewujudkan suatu
keadilan sosialbagi seluruh rakyat Indonesia.
7. Pelaksanaan demokasi Pancasila pada masa Reformasi telah banyakmemberi
ruang gerak kepada parpol dan komponen bangsa lainnya termasuklembaga
permusyawaratan rakyat dan perwakilan rakyat mengawasi danmengontrol
pemerintah secara kritis sehingga dua kepala negara tidak dapatmelaksanakan
tugasnya sampai akhir masa jabatannya selama 5 tahun karenadianggap
menyimpang dari garis Reformasi. Ciri-ciri umum demokrasi Pancasila Pada
Masa Orde Reformasi:o Mengutamakan musyawarah mufakato Mengutamakan
kepentingan masyarakat , bangsa dan negarao Tidak memaksakan kehendak pada
orang laino Selalu diliputi oleh semangat kekeluargaano Adanya rasa tanggung
jawab dalam melaksanakan keputusan hasil musyawaraho Dilakukan dengan akal
sehat dan sesuai dengan hati yang luhuro Keputusan dapat dipertanggung
jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdasarkan nilai-nilai
kebenaran dan keadilan
13

8. Penegakan kedaulatan rakyat dengan memperdayakan pengawasan sebagai
lembaga negara, lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakato Pembagian
secara tegas wewenang kekuasaan lembaga Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.
Penghormatan kepada beragam asas, ciri, aspirasi dan program parpol yang
memiliki partaio Adanya kebebasan mendirikan partai sebagai aplikasi dari
pelaksanaan hak asasi manusia Setelah diadakannya amandemen, UUD 1945
mengalami perubahan.Hasil perubahan terhadap UUD 1945 setelah di
amandemen :I. PembukaanII. Pasal-pasal: 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal
peraturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan.
9. Sistem Pemerintahan Masa Reformasi (1998 sekarang) Sistem pemerintahan
masa orde reformasi dapat dilihat dari aktivitaskenegaraan sebagai berikut :
Kebijakan pemerintah yang memberi ruang gerak yang lebih luas terhadap hak-
hak untuk mengeluarkan pendapat dan pikiran baik lisan atau tulisan sesuai pasal
28 UUD 1945 dapat terwujud dengan dikeluarkannya UU No 2 / 1999 tentang
partai politik yang memungkinkan multi partai Upaya untuk mewujudkan
pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta bertanggung jawab dibuktikan
dengan dikeluarkan ketetapan MPR No IX / MPR / 1998 yang ditindaklanjuti
dengan UU No 30/2002 tentang KOMISI pemberantasan tindak pidana korupsi.
10. Lembaga MPR sudah berani mengambil langkah-langkah politis melalui
sidang tahunan dengan menuntut adanya laporan pertanggung jawaban tugas
lembaga negara ,UUD 1945 di amandemen,pimpinan MPR dan DPR dipisahkan
jabatannya, berani memecat presiden dalam sidang istimewanya. Dengan
Amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden paling banyak dua kali masa
jabatan, presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat mulai dari
pemilu 2000 dan yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pertama
pilihan langsung rakyat adalah Soesilo Bambang Yodoyono dan Yoesuf Kala,
MPR tidak lagi lembaga tertinggi negara melainkan lembaga negara yang
kedudukannya sama dengan presiden , MA , BPK, kedaulatan rakyat tidak lagi
ditangan MPR melainkan menurut UUD.
14

11. Akibat Pelaksanaan Demokrasi Masa Reformasi (1998 sekarang) Pada
zaman reformasi ini pelaksanaan demokrasi mengalami suatupergeseran yang
mencolok walaupun sistem demokrasi yang dipakai yaitudemokrasi pancasila
tetapi sangatlah mencolok dominasi sistem liberalcontohnya aksi demonstrasi
yang besar-besaran di seluru lapisan masyarakat. Memang pada zaman reformasi
peranan presiden tidak mutlak danlahirnya sistem multi partai sehingga peranan
partai cukup besar, akan tetapidalam melaksanakan pemungutan suara juga
pernah menggunakan votingberarti peranan demokrasi pancasila belumlah
terealisasi. Dengan melihat hal tersebut diatas maka kesimpulan
daripadapelaksanaan demokrasi di Indonesia belum mencapai titik yang pasti
danmasih belajar untuk memulai demokrasi pancasila yang sudah
dilakukanselama 40 tahun sampai sekarang masih belum bisa dilaksanakan secara
baikdan benar.
a. Contoh Demokrasi Di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat
Demokrasi adalah ideologi bangsa kita Indonesia, dan dalam penerapan
sistem demokrasi kita tidak hanya di tuntut untuk negara saja, tetapi juga
berdemokrasi dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, berikut
adalah Contoh Demokrasi Di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat

1. Demokrasi di Lingkungan Keluarga
Berlaku adil terhadap semua anggota keluarga tanpa pilih kasih
Memberikan kesempatan pada anggota keluarga untuk memberikan saran,
kritik demi kesejahteraan keluarga
Mengerjakan tugas rumah sesuai dengan perannya dalam keluarga
Saling menghormati dan menyayangi
Menempatkan Ayah sebagai kepala keluarga
Melakukan rapat keluarga jika diperlukan
15

Memahami tugas & kewajiban masing-masing
Menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya
Mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat.
Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga.
Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

b. Demokrasi di Lingkungan Sekolah
Pemilihan organisasi sekolah dan kelas dengan musyawarah
Pembagian tugas piket yang merata
Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di
lingkungan sekolah
Pelaksanaan upacara dengan bergantian
Menghadiri acara yang diadakan sekolah
Ikut berpartispasi dalam OSIS
Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS,
ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan.
Memberikan usul, saran, dan pesan kepada pihak sekolah
Menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding.
Hadir disekolah tepat waktu
Membayar SPP atau iuran wajib skolah
Saling menghargai pendapat orang lain.

c. Demokrasi di Linkungan Masyarakat

Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat.
Pemilihan organisasi masyarakat melalui musyawarah
Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih.
Mengikuti kegiatan yang diadakan oleh desa
Mengikuti kegiatan kerja bakti
Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat.
16

Saling tenggang rasa sesama warga
Menghargai pendapat orang lain
Memberi usul, kritik, dan saran untuk kesejahteraan desa
Mengimplikasikan dana untuk desa dengan benar
Ikut berpartisipasi dalam iuran desa
Memecahkan masalah dengan musyawarah mufakat

2.5 Implementasi Demokrasi di Masyarakat

A. Implementasi Sistem Demokrasi Dalam Kehidupan Masyarakat
Demokrasi adalah kesamaan hak dan kewajiban, demokrasi juga ditujukan untuk
kepentingan bersama. Adanya kebebasan berpendapat dan menerima kritik adalah ciri
demokrasi yang hakiki. Demokrasi juga bukanlah kebebasan tanpa batas dan
memaksakan kehendak kepada orang lain. Walupun suatu pendapat di nilai benar
absolute, tetap saja pihak yang memahami kebenaran pendapat itu tidak bisa
memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Keberagaman pendapat ini bisa menjadi
bara dalam sekam atau menjadi batu warna-warni dalam kolam jernih sehingga
keindahannya bisa membuat kolam semakin mempesona.
Banyak hal yang dapat kita lihat dalam kehidupan bermasyarakat tentang seperti
apa demokrasi itu dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Setiap orang
memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, serta
memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapat. Setiap warga Negara yang
menganut system demokrasi juga diberikan kebebasan menjadi seorang pemimpin.
Contoh dinegara Indonesia sendiri setiap warga negaranya bebas dalam
menyampaikan pendapat serta bebas dalam berapresiasi dengan bakat dan
kemampuan yang dimilikinya, tidak ada batasan untuk setiap orang dalam berkarya.

B. Sikap Positif terhadap Pelaksanaan Demokrasi dalam Berbagai Lingkungan
Kehidupan
Berbagai sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi dalam berbagai
lingkungan kehidupan adalah sebagai berikut:
17

1. Lingkungan Kehidupan keluarga, misalnya anggota keluarga bertekad untuk:
Membiasakan tidak memaksakan kehendak kepada sesama anggota
keluarga.
Membiasakan bermusyawarah dalam mengambil suatu keputusan untuk
kepentingan bersama.
Mengembangkan diri agar lebih berguna untuk kepentingan keluarga.
Saling menghormati hak dan kewajiban anggota keluarga.
2. Lingkungan kehidupan sekolah, misalnya tiap warga sekolah bertekad untuk:
Memilih pengurus kelas denga musyawarah mufakat dan/atau voting.
Menyelesaikan masalah bersama setiap warga sekolah dengan
mengutamakan kepentingan bersama.
Melaksanakan kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan
lingkungan.
Mendiskusikan materi pelajaran yang sulit untuk dibahas bersama-sama.
3. Lingkungan kehidupan bermasyarakat, misalnya semua warga masyarakat
bertekad untuk:
Memilih pengurus RT dan RW secara demokratis.
Mengambil keputusan secara musyawarah dalam menentukan bantuan
untuk meringankan warga yang tertimpa musibah gempa bumi.
Melaksanakan tugas gotong royong dalam membersihkan sampah di
lingkungannya.
Melaksanakan siskamling yang telah disetujui dengan penuh tanggung
jawab.
4. Lingkungan kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap warga Negara
bertekad untuk
Melaksanakan kegiatan pemilu dengan penuh tanggung jawab.
Menghormati hak asasi manusia.
Melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Memberikan pendapat/usul yang membangun kepada pemerintah.

18

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan dan Saran
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana keputusan-keputusan pemerintah
yang penting secara langsung atau tidak langsung di dasarkan pada kesepakatan
mayoritas yang di berikan secara bebas dari rakyat dewasa. Demokrasi adalah
kesamaan hak dan kewajiban, demokrasi juga ditujukan untuk kepentingan bersama.
Adanya kebebasan berpendapat dan menerima kritik adalah ciri demokrasi yang
hakiki. Demokrasi juga bukanlah kebebasan tanpa batas dan memaksakan kehendak
kepada orang lain. Walupun suatu pendapat di nilai benar absolute, tetap saja pihak
yang memahami kebenaran pendapat itu tidak bisa memaksakan pendapatnya kepada
orang lain. Keberagaman pendapat ini bisa menjadi bara dalam sekam atau menjadi
batu warna-warni dalam kolam jernih sehingga keindahannya bisa membuat kolam
semakin mempesona. Dalam penyusunan makalah ini tentunya masih banyak
kekurangan. Untuk itu, saya berharap ada kritik yang sifatnya membangun guna
memperbaiki makalah ini agar lebih baik lagi.













19

DAFTAR PUSTAKA

Kresna Arya Aryaning dkk, etika dan tertib hidup berwarganegara, 2010, alemba
humanika
Budiyanto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan, erlangga, 2007
Sunarso dkk, pendidikan kewarganegaraan, 2006, UNY PRESS
Boyle Kevin, Beetham, David. 2000. Demokrasi, 2000, Kanisus
Isra Saldi, Membangun Demokrasi membongkar korupsi,2010, Murai kencana
http//:arfinbayu14.wordpress.com A Fine Site for You
http://www.slideshare.net/Arfin14/demokrasi-reformasi
http://irfanfauzi10.wordpress.com/2010/04/09/makalah-demokrasi