Anda di halaman 1dari 5

Politik Perburuhan Pasca Orde Baru

Abis ngerjain UTS Politik Perburuhan dan Hubungan Industrial dan belom bisa
tidur. Iseng-iseng buka Blogspot sambil bikin desain blog yang dari dulu belom
selesai-selesai karena males ngurusnya. hehe : Berhubung baru selesai ngerjain
tugas! sekalian diposting aje sebagai bahan postingan g" di blok ini. #he$k This %ut&
Politik Perburuhan Pasca Orde Baru
Jatuhnya Orde Baru oleh gerakan reformasi sebagai reaksi terhadap krisis multidimensional
seperti krisis ekonomi, sosial, dan politik yang diakibatkan karena berbagai sebab yang
kompleks, termasuk membengkaknya hutang luar negeri, kredit perbankan yang tidak
terkendali, pemusatan kekuasaan eksekutif, merajalelanya korupsi-kolusi nepotisme (KKN),
ekonomi biaya tinggi, konglomerasi. elain itu terdapat semangat pri!atisasi, liberalisasi,
ekonomi pasar, makin tingginya kesadaran akan hak asasi manusia, dan tuntutan
demokratisasi."#$ eluruh faktor tersebut saling terkait dalam hubungan yang kompleks
hingga men%apai titik kulminasi jatuhnya &residen oeharto pada 'ei #(().
ebelumnya erikat &ekerja pada era Orde Baru berusaha untuk di%iptakan homogenitas,
keseragaman, kesatuan asas, dan kesamaan interpretasi. emua itu dilakukan atas semangat
persatuan dan kesatuan yang bahkan sering terkesan dipaksakan. *engan adanya
penyederhanaan partai politik di era Orde Baru maka hal tersebut juga berdampak pada
penyederhanaan dalam organisasi kemasyarakatan termasuk organisasi pekerja. Namun disisi
lain dengan adanya penyederhanaan partai politik juga berdampak pada kemandirian erikat
&ekerja karena mereka tidak terikat atau tergantung pada partai politik. Jika sebelumnya
erikat &ekerja merupakan underbo+ partai politik, kini mereka bebas menentukan asas,
tujuan, dan kebijaksanaan sendiri. 'omentum penyederhanaan dan penyatuan erikat
&ekerja juga dimanfaatkan oleh para pimpinan dan akti!is erikat &ekerja untuk membentuk
persatuan dan kesatuan erikat &ekerja seluruh ,ndonesia, yaitu lahirnya -ederasi Buruh
eluruh ,ndonesia (-B,) pada ./ -ebruari #(01 dengan 2gus udono sebagai ketuanya. ".$
Namun seiring perkembangannya, -B, ini bertransformasi menjadi -ederasi erikat &ekerja
eluruh ,ndonesia (-&,) pada Oktober #((3."1$ 4alaupun buruh dapat disatukan dalam
sebuah kesatuan, namun hal itu tidak membuat -ederasi erikat Buruh dapat meningkatkan
posisi ta+arnya terhadap pemerintah dan pengusaha. 2sosiasi buruh ini tidak lain hanya
digunakan sebagai perpanjangan tangan bagi pemerintah untuk dapat lebih mengontrol
kekuatan buruh. 5al ini sama dengan penggunaan asosiasi pengusaha, Kamar *agang
,ndonesia (K2*,N), yang digunakan oleh re6im Orde Baru agar dapat mengontrol kekuatan
pengusaha.
Bersamaan dengan jatuhnya Orde Baru, mulai banyak didengungkan reformasi di segala
bidang, salah satunya di bidang ketenagakerjaan. &ada hakekatnya reformasi adalah proses
perubahan, koreksi atau perbaikan yang %ukup mendasar menyangkut bentuk yang tidak
sesuai untuk men%apai tujuan yang ingin di%apai serta prinsip pokok yang hendak
dilaksanakan. 7ntuk men%apai semua itu salah satunya adalah adanya jaminan hukum di
bidang ketenegakerjaan. Pertama, adalah kebebasan untuk mendirikan erikat &ekerja Baru
di luar &,. *alam pelaksanaannya dilakukan dengan %ara men%abut Kepmenaker No. 1
8ahun #((1 yang digantikan dengan Kepmenaker No. /9 8ahun #(() yang memberikan
kemudahan organisasi pekerja untuk didaftarkan sebagai erikat &ekerja se%ara resmi. *alam
&ermenaker No. 9 8ahun #(() tersebut diatur juga mengenai pendaftaran ulang bagi erikat
&ekerja yang telah terdaftar sebelumnya. Namun seiring dengan perubahan-perubahan
mendasar di bidang 5ubungan ,ndustrial, &emerintah akhirnya men%abut &ermenaker No. /9
8ahun #(() karena dianggap bertentangan dengan kebebasan berserikat. *alam sidang &leno
:K 8ripartit, pemerintah menetapkan Kepmenaker No. ./#;'<N;#((( tentang Organisasi
&ekerja."3$ *alam Kepmenaker No. ./#;'<N;#((( dikatakan bah+a Organisasi &ekerja
adalah organisasi yang dibentuk se%ara sukarela dari, oleh dan untuk pekerja guna
memperjuangkan hak dan kepentingan kaum pekerja. Organisasi &ekerja mempunyai sifat
mandiri, demokratis, bebas, dan bertanggung ja+ab. elain itu Kepmenaker tersebut juga
mengatur pendaftaran serikat pekerja dengan men%antumkan 2nggaran *asar dan 2nggaran
=umah 8angga> susunan dan nama pengurus> daftar nama pekerja yang menjadi anggota,
dan> surat pernyataan pekerja dan alamat pekerja."9$ *engan adanya erikat &ekerja yang
semakin terpolarisasi, pada dasarnya dimaksudkan agar erikat &ekerja dapat tumbuh dan
berkembang sehingga mampu bersaing se%ara positif untuk men%iptakan hubungan industrial
yang harmonis dan mendorong kemajuan usaha dalam rangka memper%epat proses
peningkatan daya saing ekonomi di pasar internasional.
Kedua, yaitu agar dapat melaksanakan pemberian lebih banyak kebebasan dan kesempatan
untuk mengekspresikan pendapat pekerja dalam memperjuangkan perbaikan atau
peningkatan kesejahteraan anggotanya. alah satu langkah tersebut dilakukan dengan %ara
meratifikasi Kon!ensi ,:O No.)0 tentang kebebasan berserikat dan perlindungan terhadap
hak organisasi (ILO Convention concerning freedom of association and protection of the
right to organize) melalui Keppres No. )1 8ahun #((). *engan meratifikasi Kon!ensi ,:O
No. )0 maka ,ndonesia mengakui bah+a prinsip erikat &ekerja telah sesuai dengan
peratuaran perundang-undangan untuk melakukan kegiatan. *engan kehadiran erikat
&ekerja di perusahaan, mereka harus mampu melindungi, menyalurkan aspirasi serta
meningkatkan kemampuan para pekerja sehingga kesejahteraan para pekerja dan
keluargannya dapat meningkat."?$
etidaknya terdapat tiga buah 7ndang-7ndang Ketenagakerjaan yang diharapkan
men%iptakan iklim kondusif bagi ter%erminnya kebebasan berserikat dalam dunia
ketenagakerjaan yaitu 7ndang-7ndang Nomor .# 8ahun ./// tentang erikat &ekerja,
7ndag-7ndang Nomor #1 8ahun .//1 tentang Ketenagakerjaan dan 7ndang-7ndang Nomor
. 8ahun .//3 tentang &enyelesaian &erselisihan 5ubungan ,ndustrial (&&5,) serta beberapa
peraturan perundang-undangan dan Keputusan 'enteri lainnya. &erangkat hukum tersebut
memastikan komitmen pemerintah ,ndonesia untuk merealisasikan pengakuan terhadap
ketentuan ketenagakerjaan internasional mengenai prinsip-prinsip serta hak-hak mendasar
ditempat kerja. 5al tersebut dilakukan dengan meratifikasi beberapa kon!ensi inti organisasi
perburuhan internasional (,:O) dalam rangka men%iptakan iklim hubungan industrial yang
kondusif sesuai dengan tuntutan masyarakat. 7ndang-undang tersebut dapat digunakan
sebagai instrumen memperkuat hak berserikat maupun berunding bersama, dan pada saat
yang sama saling menjaga, memelihara hubungan industrial yang harmonis agar tetap
kondusif bagi perbaikan ekonomi bangsa ,ndonesia se%ara keseluruhan.
alah satu tantangan dari ketenagakerjaan dan hubungan industrial adalah dengan
diberikannya kebebasan bagi para pekerja untuk mendirikan erikat &ekerja. *i satu sisi hal
tersebut %ukup baik untuk men%iptakan persaingan yang positif, namun disisi lain hal tersebut
justru melemahkan pihak buruh ketika melakukan perundingan tripartit. 'isalnya per+akilan
buruh di *e+an &engupahan akan terpe%ah menjadi beberapa erikat &ekerja yang menjadi
anggotanya. Berbeda dengan +akil dari pengusaha, yaitu 2&,N*O, dan pemerintah yang
ter+akili dalam satu suara. 8erpe%ahnya +akil dari buruh tentu akan melemahkan posisi
ta+ar dalam perundingan tripartit, khususnya dalam masalah ketenagakerjaan.
8antangan lainnya berasal dari buruh kontrak. 7ndang-7ndang Nomor #1 selain memba+a
keterjaminan hak parah buruh, namun juga memba+a ketidakadilan bagi buruh. istem
kontrak setidaknya melemahkan posisi buruh dalam mendapatkan jaminan pekerjaan dan
kesejahteraan. elain itu dengan sistem kontrak akan menghalangi buruh untuk naik pangkat
dalam karier pekerjaan mereka sehingga kesejahteraan buruh hanya akan berkutat di satu titik
tanpa adanya kenaikan.
[1] Sentanoe 'ertonegoro! Gerakan Serikat Pekerja (Trade Unionism): Studi Kasus
Indonesia dan Negara-Negara Industri ()akarta: *ayasan Tenaga 'erja Indonesia!
+,,,- hlm .+
[2] *unus Shamad! Hubungan Industrial di Indonesia ()akarta: PT Bina Sumberdaya
/anusia! +,,0- hlm ,0-,1
[3] Sentanoe 'ertonegoro! %p.! #it.! hlm .2
[4] Sutan /akmur /uins! Damak Kebebasan !erserikat !agi Perlindungan
"rganisasi di Perusa#aan! dalam )urnal 'etenagakerjaan 3ol. 4 5 6o. +- 7disi
)anuari 5 )uni .221! diakses dari
http:88isjd.pdii.lipi.go.id8admin8jurnal84+21++.9.pd: pada tanggal +; April .2+.
pukul .4.20
[5] <ebih jelas lihat 'eputusan /enteri Tenaga 'erja =epublik Indonesia 6omor
'7P-.2+8/768+,,, tentang %rganisasi Pekerja.
[6] Sutan /akmur /uins! %p.! #it.!