Anda di halaman 1dari 17

Laporan Praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman

Pengukuran Luas Daun dengan Metode Rating dan Metode


Silinder



DISUSUN OLEH:
Nama : Asti Kartikasari
NIM : 115040207111013
Kelompok : Senin 07:30
Asisten : Lutfy



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang berperan penting dalam
proses pertumbuhan pada tumbuhan, umumnya daun berwarna hijau karena
mengandung klorofil, dan berfungsi sebagai penangkap energi cahaya
matahari yang digunakan untuk berfotosintesis. Daun disebut sebagai organ
terpenting bagi tumbuhan karena tumbuhan merupakan organisme autotrof
obligat, yaitu untuk melangsungkan hidupnya tumbuhan harus memasok
energinya sendiri melalui perubahan energi cahaya matahari menjadi energi
kimia (fotosintesis).
Klorofil (dari bahasa Inggris, chlorophyll) atau zat hijau daun (terjemah
langsung dari bahasa Belanda, bladgroen) adalah pigmen yang dimiliki oleh
berbagai organisme dan menjadi salah satu molekul berperan utama
dalam fotosintesis. Klorofil memberi warna hijau pada daun tumbuhan hijau
dan alga hijau, tetapi juga dimiliki oleh berbagai alga lain, dan beberapa
kelompok bakteri fotosintetik. Molekul klorofil menyerap cahaya merah, biru,
dan ungu, serta memantulkan cahaya hijau dan sedikit kuning, sehingga mata
manusia menerima warna ini. Pada tumbuhan darat dan alga hijau, klorofil
dihasilkan dan terisolasi pada plastida yang disebut kloroplas.
Klorofil memiliki beberapa bentuk. Klorofil-a terdapat pada
semua organisme autotrof. Klorofil-b dimiliki alga hijau dan tumbuhan darat.
Klorofil-c dimiliki alga pirang, alga keemasan, serta diatom(Bacillariophyta).
Klorofil-d dimiliki oleh alga merah (Rhodophyta). Selain berbeda rumus
kimia, jenis-jenis klorofil ini juga berbeda pada panjang gelombang cahaya
yang diserapnya.
Faktor yang penting untuk diperhatikan dalam mengukur luas daun adalah
ketepatan hasil pengukuran dan kecepatan pengukuran. Masing-masing faktor
tersebut memiliki kepentingan sendiri dalam penggunaannya, seperti pada
pengukuran laju fotosintesis dan proses metabolisme lain tentunya ketepatan
pengukuran yang diperlukan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini ialah agar mahasiswa dapat mengetahui dan
memahami serta menjelaskan tentang pengukuran luas daun dengan metode
rating dan silinder.























2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 METODE RATING
2.1.1Kelebihan Metode Rating
Kelebihan Metode Rating ialah cepat ketika memproses data dan perolehan
hasil. Tidak terlalu banyak perhitungan yang harus digunakan.
2.1.2 Kekurangan Metode Rating
Kekurangan Metode Rating ialah saat di awal pengukuran membutuhkan
waktu yang lebih lama daripada menggunakan metode lain, karena harus melakukan
rating pada`luas daun serta membuat replica daun dengan kertas.
2.2 METODE SILINDERIS
2.2.1 Kelebihan Metode Silinder
Kelebihan metode silinder ini ialah terdapat pada ketelitian yang baik karena
menghitung juga jari-jari daun tanaman untuk mengetahui luasan.
2.2.2 Kekurangan Metode Silinder
Kekurangan metode ini ialah kurang akuratnya penentuan bagian daun atas
(konikal) dan bawah (silindris) sehingga dimungkinkan terjadi kesalahan
perhitungan.








III. BAHAN DAN METODE
3.1 Alat dan bahan
A. Alat
a. LAM (Leaf Area Meter) : alat yang digunakan untuk menghitung
luas daun pada tanaman sampel yang akan diamati.
b. Penggaris : alat yang digunakan untuk mengukur
diameter daun tanaman.
c. Cutter atau Gunting : alat yang digunakan untuk memotong
daun tanaman kacang-kacangan dan daun bawang prei.
d. Alat tulis : alat yang digunakan untuk
menggambar bentuk daun yang akan diukur luas daunnya.
e. Kalkulator : alat yang digunakan untuk menghitung
rating pada metode rating dan luas daun pada metode silinder.
f. Kamera : alat yang digunakan untuk
dokumentasi kegiatan praktikum.
B. Bahan
a. Tanaman kacang : sampel daun tanaman yang akan
diamati luas daunnya.
b. Tanaman daun bawang prei : sampel daun tanaman yang akan
diamati luas daunnya.
c. Kertas Folio / HVS : merupakan bahan yang digunakan
untuk menggambar replika daun yang akan diamati.
d. Tissue : merupakan bahan yang digunakan
untuk membersihkan alat LAM

3.2 Cara kerja
3.2.1 Metode Rating








Pisahkan daun dari batang, namun masih membentuk trifoliat
LAM daun
Gambar setiap daun pada kertas













3.2.2 Metode Silinder









3.3 Penjelasan diagram alir
3.3.1 Metode Rating
Berdasarkan metode pengamatan dari diagram alir, penegukuran luas
daun menggunakan metode rating diawali dari memisahkan daun dari batang
namun trifoliate masih terbentuk. Pemisahan daun ini masih menyisakan
sedikit batang. Lalau daun di LAM untuk mengetahui liuasnya. Selanjutnya
Rating mulai dari bentuk kecil hingga besar
Dirating menurut : R= 10 log (10.A).
Dimana A merupakan luas daun
Gunting kertas, tulis luas daunnya
Gunakan sebagai acuan untuk mengukur tanaman
di lapang
Siapkan daun bawang
Potong daun menjadi 2 bagian atas
Hitung luas daun
daun digambar pada kertas putih. Lakukan rating luas daun mulai daun yang
terkecil hingga terbesar. Rating dilakukan menurut rumus R= 10 log (10.A).
Dimana A merupakan luas daun yang diperoleh dari hasil LAM. Gunting
kertas dan catat luas daunnya. Setelah semua proses selesai, replica daun yang
telah terbentuk bisa digunakan sebagai acuan untuk mengukur tanaman di
lapang.
3.3.2 Metode Silinder
Pada pengamatan luas daun menggunakan metode silinder, diawali
dengan mempersiapkan daun bawang. Selanjutnya daun dipotong menjadi 2
bagian atas (konikal) dan bawah (silindris). Selanjutnya luas daun langsung
bisa dihitung menggunakan rumus :

Rumus 1 :


Rumus 2 :


Rumus 3 :










L.D Individu = a+b

Silindris -> a= 2 x r1 x h1
Konikal -> b=1/3 x 2 x r2 x h2

L.D pertanaman = n x rata-rata luas individu daun
n = Jumlah daun pertanaman


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Metode Rating
Tabel luas daun kacang menggunakan metode rating
Daun Ke- Luas daun (cm
2
) Rating
1 9.484 33
2 6.768 20
3 16.302 50
4 11.712 40
5 13.273 45
6 12.638 43
7 9.594 35
8 12.343 41
9 8.625 27
10 6.582 18
11 9.308 31
12 13.522 46
13 6.955 23
14 10.731 38
15 8.667 28
16 10.047 36
17 6.878 22
18 8.282 26
19 12.564 42
20 13.135 44
21 9.137 30
22 8.944 29
23 14.166 49
24 4.037 10
25 5.675 15
26 2.532 3
27 3.913 9
28 2.878 6
29 6.793 21
30 5.808 16
31 1.708 1
32 4.787 13
33 9.578 34
34 13.878 47
35 13.957 48
36 11.654 39
37 7.891 25
38 3.452 8
39 7.086 24
40 9.458 32
41 2.734 5
42 2.547 4
43 3.128 7
44 4.396 12
45 4.295 11
46 6.753 19
47 5.581 14
48 5.956 17
49 2.216 2
50 10.275 37
4.1.2 Metode Silinder
Tabel luas daun bawang menggunakan metode silinder
Tan Daun
R H
a b LD LAM
r
1
r
2
h
1
h
2

1
1 0,35 0,25 14,8 27,2 32,53 14,23 46,76 55,17
2 0,25 0,2 9,3 9,5 14,6 3,98 18,58 19,742
3 0,25 0,25 11,5 25,5 18,05 13,34 31,4 49,45
4 0,2 0,2 5,9 15 7,41 6,28 13,69 16,362
5 0,25 0,3 14,4 23,1 22,61 14,51 37,12 45,91
6 0,4 0,4 11 31,5 27,63 26,38 54,01 64,896
2
1 0,35 0,35 16,5 24,3 36,27 17,8 54,07 47,288
2 0,5 0,5 17,5 28,3 54,95 29,62 84,57 172,356
3 0,15 0,2 12,3 4 11,59 1,67 13,26 9,048
3
1 0,25 0,2 11,5 20,5 18,06 8,58 26,64 40,916
2 0,15 0,25 16,5 19,5 15,54 10,21 25,75 31,77
3 0,2 0,15 7,8 14,5 9,8 4,55 14,35 17,28
4 0,2 0,25 14 27 17,58 14,13 31,71 47,77
4
1 0,25 0,15 7,9 15 12,4 4,71 17,11 17,796
2 0,25 0,4 15,2 17,5 23,86 14,65 38,51 53,992
3 0,25 0,2 17,6 22,5 27,63 9,42 37,05 49,554
4 0,2 0,25 18,4 21,5 23,11 11,25 34,36 54,746
5
1 0,2 0,25 13,6 19 17,08 9,94 27,025 46,208
2 0,25 0,2 9,1 15,1 14,29 6,32 20,61 21,246
3 0,3 0,35 23 19,5 43,332 14,287 57,619 55,762
4 0,2 0,25 13,6 19,5 17,0816 10,205 27,2866 44,598



Perhitungan Metode Silinder :
Tanaman 1 :
1. Daun ke-1 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,35 x 14,8 = 32,53
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 27,2 = 14,23
Luas Daun : 46,76 cm
2

2. Daun ke-2 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 9,3 = 14,6
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,2 x 9,5 = 3,98
Luas Daun = 18,58 cm
2
3. Daun ke-3
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 11,5 = 18,05
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 25,5 = 13,34
Luas Daun = 31,4 cm
2
4. Daun ke-4
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 5,9 = 7,41
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,2 x 15 = 6,28
Luas Daun = 13,69 cm
2

5. Daun ke-5
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 14,4 = 22,61
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,3 x 23,1 = 14,51
Luas Daun = 37,12 cm
2

6. Daun ke-6
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,4 x 11 = 27,63
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,4 x 31,5 = 26,38
Luas Daun = 54,01 cm
2
Jadi luas daun pertanaman adalah sebesar : 201,56cm
2

Tanaman 2 :
1. Daun ke-1 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,35 x 16,5 = 36,27
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,35 x 24,3 = 17,80
Luas Daun : 54,07 cm
2
2. Daun ke-2 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,5 x 17,5 = 54,95
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,5 x 28,3 = 29,62
Luas Daun = 84,57 cm
2
3. Daun ke-3
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,15 x 12,3 = 11,59
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,2 x 4 = 1,67
Luas Daun = 13,26 cm
2
Jadi luas daun pertanaman adalah sebesar : 151,9 cm
2
Tanaman 3 :
1. Daun ke-1 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 11,5 = 18,06
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,2 x 20,5 = 8,58
Luas Daun : 26,64 cm
2
2. Daun ke-2 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,15 x 16,5 = 15,54
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 19,5 = 10,21
Luas Daun = 25, 75 cm
2
3. Daun ke-3
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 7,8 = 9,8
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,15 x 14,5 = 4,55
Luas Daun = 14,35 cm
2
4. Daun ke-4
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 14 = 17,58
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 27 = 14,13
Luas Daun = 31,71 cm
2

Jadi luas daun pertanaman adalah sebesar : 98,45 cm
2

Tanaman 4 :
1. Daun ke-1 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 7,9 = 12,4
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,15 x 15 = 4,71
Luas Daun : 17,11 cm
2
2. Daun ke-2 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 15,2 = 23,86
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,4 x 17,5 = 14,65
Luas Daun = 38,51 cm
2
3. Daun ke-3
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,25 x 17,6 = 27,63
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,2 x 22,5 = 9,42
Luas Daun = 37,05 cm
2
4. Daun ke-4
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 18,4 = 23,11
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 21,5 = 11,25
Luas Daun = 34,36 cm
2


Jadi luas daun pertanaman adalah sebesar : 127,04 cm
2

Tanaman 5 :
1. Daun ke-1 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 13,6 = 17,08
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 19 = 9,94
Luas Daun : 27,02 cm
2
2. Daun ke-2 :
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 9,1= 14,29
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,2 x 15,1 = 6,32
Luas Daun = 20,61 cm
2
3. Daun ke-3
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,35 x 23 = 43,33
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,35 x 19,5 = 14,29
Luas Daun = 57,62 cm
2
4. Daun ke-4
a = 2 x r
1
x h
1

= 2 x 3,14 x 0,2 x 13,6 = 17,08
b = (1/3) x 2 x r
2
x h
2

= (1/3) x 2 x 3,14 x 0,25 x 19,5 = 10,21
Luas Daun = 27,29 cm
2

Jadi luas daun pertanaman adalah sebesar : 132,54 cm
2


4.2 PEMBAHASAN
4.2.1 Metode Rating

D Praktikum penghitungan luas daun yang pertama menggunakan
daun kedelai dengan metode LAM yang akan dibandingkan dengan
metode rating. Luas daun yang telah diperoleh dari metode LAM akan
digunakan untuk menghitung luas daun dengan metode rating. Data rating
tertinggi pada daun ke lima dengan rating 45dan luas daun 13.273 cm
2
,
disusul dengan daun peringkat kedua yaitu daun kedua dan ke 34 yaitu
dengan rating 47 dengan luas daun 13.878cm
2
, dan luas paling kecil pada
daun ke 32 dengan rating 1 luas daun sebesar 23 cm
2
.
Jika luas daun telah ddiperoleh selanjutnya data tersebut bisa
digunakan untuk menentukan rating daun yang terdapat dilapang. Berat
biomasaa yang dihasilkan tanaman dan keefektifan tajuk dalam menyerap
radiasi matahari dapat diketahui jika luas daun telah diketahui
sebelumnya. (Suhendry, I. dan N.Alwi. 1987)
Pengukuran dengan metode rating merupakan sebuah alat
bantu penentu atau taksiran laju fotosintesis sebagai parameter
pertumbuhan yang terjadi pada tanaman. Sitompul dan Guritno (1995),
menyimpulkan hal yang sama, bawasannya metode rating adalah salah
satu metode yang digunakan untuk menentukan tahap awal dari
pertumbuhan tanaman. Metode rating dikatakansebagaipersamaan
estimasi laju fotosintesis yang dilihat dari luas daun yang tumbuh dalam
tiap tahapan pertumbuhan tanaman. Metode ini pula memiliki kelemahan
lain, yaitu tidak bisa digunakan untuk mengukur daun yang mempunyai
bentuk silinder seperti daun bawang, dan lain-lain.

4.2.2 Metode Silinder
Dari hasil pengamatan yang dilakukan yaitu tanaman bawang prei,
merupakan tanaman yang memiliki daun berongga, sehingga dilakukan
metode silinder. MenurutHarjadi (1988), metode silinder ini adalah
metode khusus yang digunakan untuk mengukur luas daun pada daun-
daun yang berbentuk silinder atau berongga. Daun berbentuk silinder
memiliki jari-jari seperti daun bawang, kubis, dan lain-lain.
Didapatkan hasil yang berbeda dari setiap daun yang ada pada satu
tanaman tersebut. Daun yang memiliki luas daun yang tinggi adalah
sebesar 84.57 cm
2
dan 57.619 cm
2
. sedangkan yang terkecil adalah pada
13.26 cm
2
. Pengukuran luas daun ini sendiri memiliki tujuan untuk
meminimalkan jarak tempuh CO2 dari permukaan daun ke dalam
kloroplas untuk menunjang proses fotosintesis dan juga untuk mengetahui
kemungkinan suatu daun menangkap cahaya matahari. (Anonymous,
2014). Menurut Goonasekera (1978) Semakin besar luas daunnya
suatutanaman, maka akan mempengaruhi tinggi rendahnya hasil
fotosintesis, dan semakin berat biomassa yang dihasilkan dan lebih efektif
tajuk dalam menyerap radiasi matahari.



















V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang berperan penting
dalam proses pertumbuhan pada tumbuhan, umumnya daun berwarna
hijau karena mengandung klorofil, dan berfungsi sebagai penangkap
energi cahaya matahari yang digunakan untuk berfotosintesis. Faktor yang
penting untuk diperhatikan dalam mengukur luas daun adalah ketepatan
hasil pengukuran dan kecepatan pengukuran. Masing-masing faktor
tersebut memiliki kepentingan sendiri dalam penggunaannya, seperti pada
pengukuran laju fotosintesis dan proses metabolisme lain tentunya
ketepatan pengukuran yang diperlukan.

5.2 Saran
Menurut saya lebih banyak diajarkan menggunakan metode yang lebih
banyak lagi agar bisa mengetahui banyak referensi.















DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2014. Pengaruh Tahanan Daun Terhadap Laju Fotosintesis.
Anonymous. http://www.anakagronomy.com/2013/pengaruh-tahanann-daun-
terhadap-laju.html. Diakses pada tanggal 28 maret 2014
Anonymous. http://id.wikipedia.org/wiki/Klorofil. Diakses pada tanggal 28 maret
2014
Anonymous. http://id.wikipedia.org/wiki/Daun. Diakses pada tanggal 28 maret 2014
Anonymous. http://staff.unila.ac.id/janter/2012/09/07/metode-pengukuran-luas-daun/.
Diakses pada tanggal 28 maret 2014
Goonasekera, G.A.J.P.R. 1978. A General Regression Equation for The Estimation of
Leaf Area. J. Rub. Res. Inst. Srilanka 55:29-33.
Sitompul dan Guritno. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada.
University Press : Yogyakarta.

Suhendry, I. dan N.alwi. 1987. Beberapa Metode Pengukuran Luas Daun Klon.














DOKUMENTASI PRAKTIKUM

Gambar 1. Metode Silinder
pada Bawang Prei
Gambar 2. Metode Rating pada
Daun Kedelai
Gambar 3. Alat LAM