Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

PRAKTIKUM MCU & INTERFACE


Program Studi Teknik Telekomunikasi urusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Malang
!osen Penga"ar #
A$AM MU$AK%IM I&IR'MT
!isusun ole( #
E)a No)ianingsi( *+,**,--.*
Kelas #
+A
POLITEKNIK NE/ERI MALAN/
l'Soekarno %atta No'0 Malang 12*3**
Tel4 5-,3*6 3-33+3 7 3-33+2 Fa8 5-,3*6 3-33+-
(tt4#99:::'4oltek;malang'a<'id
=A= I
TEORI !ASAR
Light-Emiting Diode 5LE!6
LED adalah semikonduktor kompleks yang mengubah arus listrik menjadi
cahaya. Proses konversi tersebut cukup efisien sehingga LED tersebut dapat
menghasilkan lebih sedikit panas di bandingkan dengan sumber cahaya pijar.
LED adalah perangkat semikonduktor yang memancarkan cahaya berspektrum
sempit ketika dialirkan listrik dengan arah maju. Efek ini merupakan bentuk dari
electroluminescence. Warna dari cahaya yang dipancarkan tergantung pada komposisi
dan keadaan semikonduktor yang digunakan, dan dapat berupa infra-red, cahaya
tampak atau mendekati ultraviolet.
Karakteristik LE!
LED sangat diminati dalam fiber optik karena karakteristik turunannya.
!. "erukuran kecil
#. $empunyai radiasi tinggi %$enghasilkan banyak cahaya dalam area kecil&
'. (rea pancarannya kecil, sebanding dengan dimensi pada fiber-optik
). $empunyai *aktu hidup yang sangat lama, memberikan reliabilitas tinggi
. Dapat dimodulasikan %dimatikan dan dinyalakan& pada kecepatan tinggi
Ma<am;ma<am LE! #
*' !ioda Emiter Ca(a>a . +ebuah dioda emisi cahaya dapat mengubah arus listrik
langsung menjadi cahaya. Dengan mengubah-ubah jenis dan jumlah bahan yang
digunakan untuk bidang temu P,. LED dapat dibentuk agar dapat memancarkan
cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Warna yang biasa dijumpai
adalah merah, hijau dan kuning.
+' LE! ?arna Tunggal . LED *arna tunggal adalah komponen yang paling banyak
dijumpai. +ebuah LED *arna tunggal mempunyai bidang temu P, pada satu
keping silicon. +ebuah lensa menutupi bidang temu P, tersebut untuk
memfokuskan cahaya yang dipancarkan.
,' LE! Tiga ?arna Tiga Kaki . satu kaki merupakan anoda bersama dari kedua
LED. +atu kaki dihubungkan ke katoda LED merah dan kaki lainnya dihubungkan
ke katoda LED hijau. (pabila anoda bersamanya dihubungkan ke bumi, maka
suatu tegangan pada kaki merah atau hijau akan membuat LED menyala. (pabila
satu tegangan diberikan pada kedua katoda dalam *aktu yang bersama, maka
kedua LED akan menyala bersama-sama. Pencampuran *arna merah dan hijau
akan menghasilkan *arna kuning.
3' LE! Tiga ?arna !ua Kaki Disini, dua bidang temu P, dihubungkan dalam arah
yang berla*anan. Warna yang akan dipancarkan LED ditentukan oleh polaritas
tegangan pada kedua LED. +uatu sunyal yang dapat mengubah polaritas akan
menyebabkan kedua LED menyala dan menghasilkan *arna kuning.
Cara Ker"a LE! #
LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki # kutub yaitu anoda
dan katoda. Dalam hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari
anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila
terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik
berbeda-beda menurut *arna yang dihasilkan. +emakin tinggi arus yang mengalir
pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan
bah*a besarnya arus yang diperbolehkan !-m(-#-m( dan pada tegangan !,./ 0 ',
/ menurut karakter *arna yang dihasilkan. (pabila arus yang mengalir lebih dari
#-m( maka led akan terbakar. 1ntuk menjaga agar LED tidak terbakar perlu kita
gunakan resistor sebagai penghambat arus.
Gambar LED :
Simbol LED:
LED :
Pada saat ini *arna-*arna cahaya LED yang banyak ada adalah *arna merah,
kuning dan hijau.LED ber*arna biru sangat langka. 1ntuk menghasilkan *arna putih
yang sempurna, spectrum cahaya dari *arna-*arna tersebut digabungkan, dengan
cara yang paling umum yaitu penggabungan *arna merah, hijau, dan biru, yang
disebut 23". Pada dasarnya semua *arna bisa dihasilkan, namun akan menjadi
sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain *arna, perlu diperhatikan
tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi daya-nya. 2umah %chasing& LED dan
bentuknya juga bermacam-macam, ada yang persegi empat, bulat dan lonjong.
AT ME/A .2,2
Arsitektur ATMega.2,2
$ikrokontroler ini menggunakan arsitektur 4arvard yang memisahkan
memori program dari memori data, baik bus alamat maupun bus data, sehingga
pengaksesan program dan data dapat dilakukan secara bersamaan %concurrent&,
adapun blog diagram arsitektur (5$ega6'. +ecara garis besar mikrokontroler
(5$ega6' terdiri dari 7
!. (rsitektur 28+9 dengan throughput mencapai !. $8P+ pada frekuensi !.$h:.
#. $emiliki kapasitas ;lash memori !.<byte, EEP2=$ !# "yte, dan +2($
!<byte
'. +aluran 8>= '# buah, yaitu Port (, Port ", Port 9, dan Port D.
). 9P1 yang terdiri dari '# buah register.
. 1ser interupsi internal dan eksternal
.. Port antarmuka +P8 dan Port 1+(25 sebagai komunikasi serial
?. ;itur Peripheral
Kon@igurasi Pin ATMega.2,2
<onfigurasi pin mikrokontroler (tmega6' dengan kemasan )-.
Dari gambar tersebut dapat terlihat (5$ega6' memiliki 6 Pin untuk masing-
masing Port (, Port ", Port 9, dan Port D.
<onfigurasi P8, (5$ega6' +$D
<onfigurasi P8, (5$ega6' PD8P
!eskri4si Mikrokontroler ATMega.2,2
/99 %Po*er +upply& dan 3,D%3round&
@ Port ( %P(?..P(-&
Port ( berfungsi sebagai input analog pada konverter (>D. Port ( juga
sebagai suatu port 8>= 6-bit dua arah, jika (>D konverter tidak digunakan. Pin -
pin Port dapat menyediakan resistor internal pull-up %yang dipilih untuk masing-
masing bit&. Port ( output buffer mempunyai karakteristik gerakan simetris
dengan keduanya sink tinggi dan kemampuan sumber. <etika pin P(- ke P(?
digunakan sebagai input dan secara eksternal ditarik rendah, pin0pin akan
memungkinkan arus sumber jika resistor internal pull-up diaktifkan. Port ( adalah
tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi aktif, sekalipun *aktu habis.
@ Port " %P"?..P"-&
Pin " adalah suatu pin 8>= 6-bit dua arah dengan resistor internal pull-up
%yang dipilih untuk beberapa bit&. Pin " output buffer mempunyai karakteristik
gerakan simetris dengan keduanya sink tinggi dan kemampuan sumber. +ebagai
input, Pin " yang secara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor
pull-up diaktifkan. Pin " adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi
aktif, sekalipun *aktu habis.
@ Port 9 %P9?..P9-&
Pin 9 adalah suatu pin 8>= 6-bit dua arah dengan resistor internal pull-up
%yang dipilih untuk beberapa bit&. Pin 9 output buffer mempunyai karakteristik
gerakan simetris dengan keduanya sink tinggi dan kemampuan sumber. +ebagai
input, pin 9 yang secara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor
pull-up diaktifkan. pin 9 adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi
aktif, sekalipun *aktu habis.
@ Port D %PD?..PD-&
Pin D adalah suatu pin 8>= 6-bit dua arah dengan resistor internal pull-up
%yang dipilih untuk beberapa bit&. Pin D output buffer mempunyai karakteristik
gerakan simetris dengan keduanya sink tinggi dan kemampuan sumber. +ebagai
input, pin D yang secara eksternal ditarik rendah akan arus sumber jika resistor
pull-up diaktifkan. Pin D adalah tri-stated manakala suatu kondisi reset menjadi
aktif, sekalipun *aktu habis.
@ 2E+E5 %2eset input&
@ A5(L! %8nput =scillator&
@ A5(L# %=utput =scillator&
@ (/99 adalah pin penyedia tegangan untuk Port ( dan <onverter (>D.
@ (2E; adalah pin referensi analog untuk konverter (>D.
Flowchart
Program
/*****************************************************
This program was produced by the
CodeWizardAVR V2!""a Ad#a$ced
Automatic Program %e$erator
& Copyright '(()*2!!( Pa#el +aiduc, +P -$.oTech srl
http///wwwhpi$.otechcom
Pro0ect /
Versio$ /
1ate / (/'2/2!'3
Author / 4eVa1a
Compa$y /
Comme$ts/
Chip type / ATmega)535
Program type / Applicatio$
AVR Core Cloc6 .re7ue$cy/ )!!!!!! 8+z
8emory model / 9mall
:;ter$al RA8 size / !
1ata 9tac6 size / '2)
*****************************************************/
<i$clude =mega)535h>
<i$clude =delayh>
// 1eclare your global #ariables here
i$t geser?
#oid mai$@#oidA
B
// 1eclare your local #ariables here
geserC!;!'?
// -$put/Dutput Ports i$itializatio$
// Port A i$itializatio$
// Fu$c2C-$ Fu$cEC-$ Fu$c5C-$ Fu$c"C-$ Fu$c3C-$ Fu$c2C-$ Fu$c'C-$ Fu$c!C-$
// 9tate2CT 9tateECT 9tate5CT 9tate"CT 9tate3CT 9tate2CT 9tate'CT 9tate!CT
PDRTAC!;!!?
11RAC!;!!?
// Port F i$itializatio$
// Fu$c2C-$ Fu$cEC-$ Fu$c5C-$ Fu$c"C-$ Fu$c3C-$ Fu$c2C-$ Fu$c'C-$ Fu$c!C-$
// 9tate2CT 9tateECT 9tate5CT 9tate"CT 9tate3CT 9tate2CT 9tate'CT 9tate!CT
PDRTFC!;!!?
11RFC!;!!?
// Port C i$itializatio$
// Fu$c2CDut Fu$cECDut Fu$c5CDut Fu$c"CDut Fu$c3CDut Fu$c2CDut Fu$c'CDut Fu$c!CDut
// 9tate2C! 9tateEC! 9tate5C! 9tate"C! 9tate3C! 9tate2C! 9tate'C! 9tate!C!
PDRTCC!;!!?
11RCC!;FF?
// Port 1 i$itializatio$
// Fu$c2C-$ Fu$cEC-$ Fu$c5C-$ Fu$c"C-$ Fu$c3C-$ Fu$c2C-$ Fu$c'C-$ Fu$c!C-$
// 9tate2CT 9tateECT 9tate5CT 9tate"CT 9tate3CT 9tate2CT 9tate'CT 9tate!CT
PDRT1C!;!!?
11R1C!;!!?
// Timer/Cou$ter ! i$itializatio$
// Cloc6 source/ 9ystem Cloc6
// Cloc6 #alue/ Timer ! 9topped
// 8ode/ 4ormal topCFFh
// DC! output/ 1isco$$ected
TCCR!C!;!!?
TC4T!C!;!!?
DCR!C!;!!?
// Timer/Cou$ter ' i$itializatio$
// Cloc6 source/ 9ystem Cloc6
// Cloc6 #alue/ Timer' 9topped
// 8ode/ 4ormal topCFFFFh
// DC'A output/ 1isco$
// DC'F output/ 1isco$
// 4oise Ca$celer/ D..
// -$put Capture o$ Falli$g :dge
// Timer' D#er.low -$terrupt/ D..
// -$put Capture -$terrupt/ D..
// Compare A 8atch -$terrupt/ D..
// Compare F 8atch -$terrupt/ D..
TCCR'AC!;!!?
TCCR'FC!;!!?
TC4T'+C!;!!?
TC4T'GC!;!!?
-CR'+C!;!!?
-CR'GC!;!!?
DCR'A+C!;!!?
DCR'AGC!;!!?
DCR'F+C!;!!?
DCR'FGC!;!!?
// Timer/Cou$ter 2 i$itializatio$
// Cloc6 source/ 9ystem Cloc6
// Cloc6 #alue/ Timer2 9topped
// 8ode/ 4ormal topCFFh
// DC2 output/ 1isco$$ected
A99RC!;!!?
TCCR2C!;!!?
TC4T2C!;!!?
DCR2C!;!!?
// :;ter$al -$terrupt@sA i$itializatio$
// -4T!/ D..
// -4T'/ D..
// -4T2/ D..
8CHCRC!;!!?
8CHC9RC!;!!?
// Timer@sA/Cou$ter@sA -$terrupt@sA i$itializatio$
T-89IC!;!!?
// A$alog Comparator i$itializatio$
// A$alog Comparator/ D..
// A$alog Comparator -$put Capture by Timer/Cou$ter '/ D..
AC9RC!;)!?
9F-DRC!;!!?
while @'A
B
// Place your code here
i. @geser>!;)!A
B
geserC!;!'?
J
PDRTCCgeser?
geser==C'?
delayKms@5!!A?
J?
J
+A9-G PRAIT-IH8
Pembahasa$ 1aa$ Iesimpula$
*' PEM=A%ASAN
Ferdasar6a$ hasil pra6ti6um 8CH lampu led geser diatas dapat
dia$alisa bahwa dalam pembuata$ program da$ ra$g6aia$ harus diperhati6a$
pemasa$ga$ port 6are$a hal tersebut dapat mempe$garuhi 6i$er0a dari
ra$g6aia$ ya$g telah dibuat 9etelah pembuata$ program pada so.tware
CodeAVR, perlu disimulasi6a$ pada so.tware Proteus agar dapat me$getahui
be$ar tida6$ya program ya$g telah dibuat Li6a program tersebut berhasil
ma6a tida6 ada MerrorN @$o error a$d $o war$i$gA Li6a program sudah be$ar,
ma6a program tersebut dimasu6a$ pada so.tware proteus Li6a lampu led
tersebut me$yala ma6a program da$ ra$g6aia$ pada simulasi sudah be$ar
Li6a G:1 tida6 me$yala, ma6a perlu diperi6sa ra$g6aia$ da$ program ya$g
dibuat Iemu$g6i$a$ salah pada pemasa$ga$ port dapat 0uga mes6ipu$
program di build pada code#isio$ me$u0u66a$ hasil O$o war$i$g, $o erorP
simulasi$ya lampu$ya tida6 ber0ala$, hal i$i biasa$ya disebab6a$ 6are$a
ada$ya 6ompo$e$ ya$g digu$a6a$ ada ya$g terti$ggal.
+' <E+8$P1L(,
1ari 6ompo$e$*6ompo$e$ ya$g telah 6ita 0elas6a$ mempu$yai 6emiripa$ yaitu tiap2
6ompo$e$ memili6i 6a6i*6a6i atau port*port ya$g mempu$yai .u$gsi ya$g berbeda*
beda
1ari 6ompo$e$*6ompo$e$ diatas 6ita dapat membuat suatu alat seperti 0am digital
atau perga$tia$ lampu G:1 atau ya$g lai$*lai$
1e$ga$ me$ggu$a6a$ so.tware proteus 6ita dapat mudah mesimulasi6a$ ra$g6aia$
ya$g telah 6ita ra$g6ai da$ 6ita dapat me$getahui apa6ah ra$g6ai$ 6ita salah atau
be$ar de$ga$ mesimulasi6a$ ra$g6aia$ 6ita pada so.tware proteus de$ga$ bahasa
pemrograma$ ya$g telah 6ita buat