Anda di halaman 1dari 7

STRATEGI GRUP ORANG TUA DAN ABC

MEMBANGUN PASAR

Bila kita melihat ke pasaran, kita akan menemukan banyak sekali produk-produk
baik yang buatan negeri sendiri maupun produk buatan perusahaan asing. Karena
persaingan yang umumnya sangat ketat, biasanya tidak semua produk itu akan berhasil di
pasaran. Apalagi untuk produk-produk dalam negeri sendiri yang biasanya sangat sulit
untuk bersaing dengan produk asing tersebut.

Dari banyaknya produk-produk dalam negeri, umumnya hanya sedikit saja atau
hanya sebagian kecil saja yang mampu menguasai pasar dan bertahan di negeri sendiri.
Kalaupun ada produk yang mampu bertahan, biasanya hanya mampu menguasai market
share yang sangat kecil. Perusahaan domestik kebanyakan kalah oleh perusahaan asing
yang tentu saja memiliki modal yang besar untuk mengembangkan merek dan produk
mereka untuk menarik konsumennya.

Dari sebagian kecil perusahaan domestik yang mampu bertahan di pasaran


dan cukup memiliki market share yang besar misalnya Grup Orang Tua dan ABC.
Perusahaan yang berkembang dari usaha kecil skala rumahan yang pada akhirnya mampu
berkembang menjadi perusahaan yang cukup dipertimbangkan. Grup Orang Tua dan
ABC memiliki produk-produk yang bisa menjadi pesaing besar bagi perusahaan asing
yang ada Indonesia.

Grup perusahaan ini adalah salah satu contoh perusahaan kecil yang akhirnya bisa
berkembang menjadi perusahaan yang besar yang bisa berkembang sampai ke manca
negara. Pada kesempatan ini saya ingin memaparkan bagaimana grup ini bisa berhasil
membesarkan perusahaan mereka sehingga bisa sampai seperti sekarang. Bagaimana
strategi yang diterapkan oleh Grup ini sehingga mereka bisa berhasil. Juga bagaimana
grup ini bisa bertahan di pasaran sampai sekarang.
1

A. Company Profile

Grup Orang Tua dan ABC tadinya hanya bermula dari usaha skala rumahan.
Bermula di Medan Sumatera Utara yang berdiri pada tahun 1948. Sekarang usaha dari
grup ini telah berkembang secara luas bahkan telah menyebar sampai ke manca negara.

Grup Orang Tua dan ABC merupakan bisnis keluarga yang dikembangkan
oleh keluarga Djojonegoro. Bisnis ini dimulai oleh dua bersaudara Chandra
Djojonegoro (Chu Sam Yak) dan Chu Sok Sam yang keduanya berasal dari Medan.
Mereka pindahn ke Semarang pada 1948 dan bekerja sama dengan Lim Kok Liang, Lim
Tong Chai, dan Lim Mia Chuan untuk memproduksi anggur Tjap Orang Tua di bawah
bendera NV Handel Maatchappiij May Lian & Co di Semarang. Perusahaan itulah yang
menjadi cikal bakal berdirinya GOT dan kemudian Grup ABC.

Perusahaan ini mulai berkembang secara pesat setelah perusahaan dipegang oleh
generasi kedua dari keluarga ini. Generasi kedua yang menjalankan bisnis ini adalah
putra Chandra Djojonegoro yaitu Husain Djojonegoro dan Pudjiono Djojonegoro yang
memimpin grup ABC untuk produk batu baterai. Di bisnis minuman energi dan
kesehatan, Husain mengelola dua merek yaitu kratingdaeng dan You C-1000. Sepupu
Husain, Kogan Mandala juga ikut mengelola produk sirup, kecap, saus, dan minuman sari
buah dengan merek ABC di bawah bendera PT Heinz ABC.

Sedangkan untuk grup Orang Tua dipimpin oleh Hamid Djojonegoro yang
merupakan putra Chandra yang lain. Produk-produk yang dikelola mencakup consumer
goods, yaitu toiletries, minuman kesehatan, biskuit, dan jelly. Untuk menangani distribusi
produk-produk GOT, Hamid mendirikan perusahaan distribusi PT Arta Boga Cemerlang.

Perusahaan ini yang tadinya hanya berskala rumahan ini sekarang telah meraksasa
dan berhasil bertahan di pasar Indonesia bahkan telah berkembang ke manca Negara.
Grup keluarga ini sekarang diperkirakan telah membawahi sekitar 50 perusahaan. Yang
kesemuanya ada di bawah komando grup Orang Tua dan ABC.

Berikut ini adalah perusahaan-perusahaan yang ada di bawah komando


GOT dan ABC

Pohon bisnis keluarga Djojonegoro (Grup Orang Tua dan ABC)

Investasi PT Anugerahtama Swadaya Makanan dan Minuman PT ABC


mandiri P Artaduta Adipura PT President Enterprise Indonesia PT Asia
Djojonegoro Aditunggal PT Pacific Health Energy Beverages PT Asia Sejahtera
Tunggal Sejati PT Sinarmutira Halim PT Perdana Pharmaceutical PT Asiatic Union
TrimuktiNusantara Prima PT Trijaya Perdana PT Darmex Oil and fats PT Embase
Fajarcemerlang PT Wisesa Prima Food PT Heinz ABC Indonesia PT
Halimmandiri Indo Evergreen Agro Business Corp. PT
Panganmas Inti Persada PT Perindustrian
Bapak Djenggot PT Sidoarjo Ciptanusa
Food Industry PT Ultra Prima Pangan
Makmur PT Uni Djaja PT Djojonegoro C-
1000

Kimia PT Everbright Battery Factory PT


Hari Terang Industrial PT Indonesia Pet
Bottle PT International Chemical Ind.
Co. Ltd. PT Petindo Jaya Sakti

Turisme / Hotel / Restoran PT Toiletries PT Chandramadya Cemerlang PT


Crownprice Jasaboga PT Ika Surya Fajar Ultra Prima Abadi PT Ultra Prima Abadi 4
PT Puri Ngayojokarto PT Happy Day PT Brushindo Cemerlang
Utama

Perdagangan PT Anugrahtama Produk Logam PT Ancol Terang Metal


Binacitra PT Arta Boga Cemerlang PT Printing Industry PT Ancol Terang
Asti Dama Adhimukti PT Borfiah Prima Moderindo PT Ultra Kemas Langgeng
Cemerlang PT Chandrasatya Adiperkasa Bersama
PT Chandrasatya Cemerlang PT
Diaharta Adilmakmur PT Duta Nusa
Idaman PT Dwijaya Fajarcemerlng

Properti / Konstruksi / Real PT Luar Negeri Asia Buana Travel & Co. Azo
Crownprince Perkasa PT Gunarajuli International (Pte) Ltd. (Singapura) Sin
Setia PT Melatitunggal Intiraya Tong Travel Services

Keuangan PT HD Finance Kertas PT Haniwell Murni Company


B. Strategi Perluasan Perusahaan

Grup ABC ini sangat baik dalam usaha pengembangan perusahaannya. Apalagi di
bawah kendali generasi kedua, grup ini mempunyai suatu pandangan yang luas untuk
memperbesar bisnis mereka. Jadi yang dulunya hanya bisnis skala rumahan sekarang
grup ini telah menjadi perusahaan raksasa.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan suatu perusahaan.


Grup Orang Tua dan ABC ini juga mengembangkan strategi-strategi untuk terus
mengembangkan perusahaan. Strategi-strategi ekspansi yang dilakukan oleh grup ini
meliputi tiga cara yaitu akuisisi, usaha patungan (joint venture), dan mendirikan
perusahaan baru.

Untuk bisnis batu baterai yang dipimpin oleh Husain, usaha perluasan yang
dilakukan yaitu menggunakan cara akuisisi dan joint venture. Dengan cara ini
perusahaan berhasil menggaet banyak perusahaan yang pada akhirnya sangat berguna
dalam usaha grup Orang Tua dan ABC untuk menguasai pasar batu baterai di pasar
nasional.

Usaha-usaha akuisisi yang telah dilakukan misalnya, Husain membeli 50% saham
PT Hari Terang Industrial Co.Ltd., Surabaya pada tahun 1982. Selain itu, Hamid juga
berhasil membeli saham PT FDK Indonesia sebesar 22,5% pada tahun 1989. Selanjutnya,
Husain juga memiliki PT Everbright Battery Factory, Medan yang didirikan pada 1959,
dan PT International Chemical Co. Ltd., Jakarta tahun 1968. Dengan memiliki
perusahaan-perusahaan ini maka langkah grup ABC menguasai pasar batu baterai
Indonesia menjadi semakin mudah.

Untuk bidang bisnis lainnya, cara akuisisi juga diterapkan untuk memperluas
pasarnya. Akuisisi yang dilakukan misalnya untuk sepanjang tahun 1990-an, grup ini
membeli PT Gunarajuli Setia (61,5%), PT Melati Tunggal Intiraya (61,5%; untuk jasa),
Asti Dama Adhimukti (97,5%), PT Duta Nusa Idaman (100%), Rajuli Reksa (68,5%;
sampo), Asiatic Union Perdana (75%; mi instan), dan PT Ultra Prima Pangan Makmur
(68,5%; makanan ringan).

Joint Venture yaitu bekerja sama dengan pihak asing dalam mendirikan
perusahaan baru dengan sistem kepemilikan bersama. Untuk joint venture yang
dilakukan misalnya dengan menggaet TC Pharmaceutical Ltd. (Thailand) untuk
menghadirkan Red Bull (Kratingdaeng), Fuji Electrochemical Co.Ltd. dan Alpha
Industries Co.Ltd., serta menggaet FDK untuk membesarkan FDK yang sekarang
menjadi FDK Intercallin.

Dengan Joint venture itu maka grup ini bisa memperbesar bisnisnya tidak
hanya untuk di dalam negeri tapi juga untuk ke luar negeri. Karena dengan joint
venture perusahaan akan lebih mudah untuk memasuki pasar asing. Selain joint venture
di atas, masih ada kerjasama yang lain yang dilakukan. Grup ini juga melaksanakan
partnership dengan HJ Heinz, AS. untuk membentuk PT Heinz ABC Indonesia yang
dilakukan oleh Kogan Djojonegoro yaitu sepupu dari Husain.

Untuk memperbesar usaha, grup ini mengambil langkah dengan membuat


kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain dengan melayani pembuatan produk
perusahaan itu sesuai dengan merek pesanan. Dengan melayani pesanan ini, perusahaan
bisa memperoleh keuntungan dari pemanfaatan idle capacity. Kerjasama yang dilakukan
misalnya dari Kogan dengan melayani order korporat dari sejumlah restoran cepat saji
seperti dari McDonald’s, Pizza Hut, KFC, dan Hoka-Hoka Bento dengan memproduksi
saus merek mereka masing-masing. Husain dengan melayani permintaan produksi batu
baterai melalui system tollmanufacturing, dengan memproduksi merek pesanan.
Cara yang lain yaitu dengan membuka usaha baru. Seperti yang dilakukan
oleh Hamid, yaitu dengan mendirikan usaha distribusi bernama “PT Arta Boga
Cemerlang“ dengan kepemilikan saham pribadi sebesar 25% dan sisanya dimiliki oleh
grup. Usaha baru yang lain misalnya PT Panjang Jiwo Pangan Makmur, Surabaya (1982)
yang memproduksi minuman dan permen seperti kiranti, larutan penyegar panjang jiwo,
dan larutan penyegar orang tua, serta permen tango. Lalu ada PT Brushindo Cemerlang
yang memproduksi sikat gigi dan pasta gigi merek Durodont, ABCdent, dan Formula
junior.
STRATEGI GRUP ORANG TUA DAN ABC
MEMBANGUN PASAR

Anda mungkin juga menyukai