Anda di halaman 1dari 14

STUDI KELAYAKAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA (LPS)

DAN LEMBAGA PENYIARAN KOMUNITAS (LPK) DI INDONESIA

BAGIAN I:

Catatan Sebelum Anda Menulis Visi-Misi dan Aspek-aspek Kelayakan Penyiaran

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 adalah ‘sector specific regulation’ yang


membuka peluang bagi setiap pemain untuk mempunyai kesempatan yang sama dalam
berusaha di sektor informasi, sub-sektor penyiaran (radio dan televisi). Sebelum
menyelenggarakan kegiatannya lembaga penyiaran wajib memperoleh izin
penyelenggaraan penyiaran (IPP). Untuk itu, setiap pemohon IPP wajib mencantumkan
nama, visi, misi, dan format siaran yang akan diselenggarakan serta memenuhi
persyaratan sesuai dengan ketentuan undang-undang ini. Pemberian izin penyelenggaraan
penyiaran sebagaimana dimaksud dalam ayat berdasarkan minat, kepentingan dan
kenyamanan publik, yang dituangkan secara tertulis dalam sebuah berkas studi
kelayakan.

Mengingat, hari ini hanya ada 2 jenis lembaga penyiaran dengan jumlah pemain
yang banyak dan tersebar di pelosok Indonesia, tulisan ini hanya ditujukan bagi lembaga
penyiaran swasta (LPS) dan lembaga penyiaran komunitas (LPK).

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengupas dan memberikan cara mudah
memahami studi kelayakan, yang mungkin bisa disamakan dengan ‘business plan’ dalam
beberapa hal.

Secara umum, ada beberapa aspek penyiaran yang membuat sebuah radio atau
televisi layak. Selain ada visi dan misi yang harus disampaikan dalam Studi Kelayakan,
di bawah ini beberapa aspek penyiaran tersebut:

i. Aspek Pendirian Lembaga Penyiaran

ii. Aspek Perseroan (lembaga penyiaran swasta dan berlangganan) atau Aspek Legalitas
(lembaga penyiaran komunitas)

iii. Aspek Program Siaran (lembaga penyiaran swasta, komunitas, dan publik) atau
Kanal Program Siaran (lembaga penyiaran berlangganan)

iv. Aspek Teknis

v. Aspek Keuangan

vi. Aspek Manajemen (pengelolaan sumber daya manusia)


Tahap selanjutnya adalah Rekomendasi Kelayakan dari KPI ke Forum Rapat
Bersama (FRB) antara KPI dan Pemerintah. Penetapan di dalam FRB adalah
alokasi/penggunaan frekuensi (jika menggunakan frekuensi dan orbit satelit di satu
daerah) atau cakupan wilayah layanan siaran (jika menggunakan kabel di satu daerah).

Tahap ketiga adalah pemberian IPP untuk Masa Uji Coba Siaran, untuk radio
berlaku selama-lamanya 5 (lima) bulan dan untuk televisi berlaku selama-lamanya 1
(satu) tahun.

Tahap terakhir adalah pemberian IPP tetap yang berlaku 5 (lima) tahun dan untuk
televisi berlaku selama-lamanya 10 (sepuluh) tahun.

A. Catatan untuk pengelola lembaga penyiaran swasta (LPS):


Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 16 ayat 1:
‘Lembaga Penyiaran Swasta [sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf b]
adalah lembaga penyiaran yang bersifat komersial berbentuk badan hukum Indonesia,
yang bidang usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran radio atau televisi.’

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 25 ayat 1:


‘Lembaga Penyiaran Berlangganan [sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2)
huruf d] merupakan lembaga penyiaran berbentuk badan hukum Indonesia, yang bidang
usahanya hanya menyelenggarakan jasa penyiaran berlangganan dan wajib terlebih
dahulu memperoleh izin penyelenggaraan penyiaran berlangganan.’

Anda sebagai penanggungjawab sebuah lembaga penyiaran swasta tentu melihat


bahwa menyelenggarakan dan mengelola sebuah radio atau televisi adalah tindakan
prospektif (menguntungkan). Untuk itu, Anda harus menentukan mengapa Anda
mengejar peluang bisnis ini. Alasan bisnis sebuah LPS tentu berkaitan dengan
penerimaan dan potensi laba dalam sebuah pasar tertentu. Karena prospektif, Anda harus
bisa mendeskripsikan apa dan bagaimana Anda akan mengelola LPS radio atau televisi
itu.Deskripsi ini harus bisa Anda tuangkan dalam sebuah Rencana Bisnis.

Berbeda dengan sebuah Rencana Bisnis untuk pengiklan atau investor, Studi
Kelayakan wajib dibuat dengan tujuan agar perusahaan Anda bisa mendapatkan
Rekomendasi Kelayakan (RK) dari KPI untuk mendapatkan IPP.

B. Catatan untuk pengelola lembaga penyiaran komunitas - LPK:


Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 21 ayat 1:
‘Lembaga Penyiaran Komunitas [sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) huruf c]
merupakan lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum Indonesia, didirikan oleh
komunitas tertentu, bersifat independen, dan tidak komersial, dengan daya pancar rendah,
luas jangkauan wilayah terbatas, serta untuk melayani kepentingan komunitasnya.’

Anda sebagai penanggungjawab sebuah lembaga penyiaran komunitas (LPK) akan


melihat penyelenggaraan dan pengelolaan sebuah radio atau televisi komunitas untuk
tujuan yang lebih mulia, jauh dari unsur komersialisme dan konsuntivisme. Anda tetap
akan melihat sisi prospektif, namun dalam kerangka lebih luas, yaitu pemberdayaan
komunitas di sekitar radio atau televisi Anda berada. Pemberdayaan komunitas
diharapkan bisa menjadi tahapan untuk meningkatkan kesejahteraan setiap anggota
masyarakat di dalamnya. Atas alasan ini, Anda harus bisa mendeskripsikan apa dan
bagaimana Anda akan mengelola LPK radio atau televisi itu. Jika deskripsi ini dalam
LPS adalah ibarat sebuah Rencana Bisnis, untuk LPK deskripsi ini adalah penjabaran
lebih luas dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dari sebuah organisasi
terbatas. LPK membutuhkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraannya.

Tujuan pembuatan sebuah Studi Kelayakan adalah agar perkumpulan atau kelompok
Anda bisa mendapatkan Rekomendasi Kelayakan (RK) dari KPI untuk mendapatkan IPP.

BAGIAN II: Menuliskan Visi dan Misi


A. Visi dan Misi
Visi dan misi adalah ide terpenting yang mendasari setiap perilaku perusahaan atau
kelompok kegiatan.

Secara singkat, definisinya adalah:


- Visi menentukan apa yang Anda lakukan dan bagaimana Anda melakukannya. Visi
tersebut juga menentukan budaya perusahaan Anda.
- Misi adalah fokus kegiatan dari Visi Anda.

B. Menulis Sebuah VISI


1. Bentuk: SES

• Sederhana
• Efektif
• Satu paragraf

2. Pernyataan Visi Perusahaan/Kelompok harus dapat:


• menjadi mimpi perusahaan/kelompok tentang pasar/konsumen yang menjadi
target perusahaan/kelompok Anda.
• menjelaskan mengapa perusahaan/kelompok Anda harus ada, yang akan
menentukan arah dan irama seluruh isi Studi Kelayakan

3. Visi yang efektif adalah:


• singkat, satu kalimat, paling banyak satu paragraf
• langsung, tidak memutar-mutar
• fokus, hanya ke satu arah dan tujuan
• mempunyai konsep besar tapi terukur

Contoh:

- PT XYZ mengusung visi yang menjadikan semua ibu-ibu di Kota ABC


mendapatkan informasi dan hiburan berbasis keluarga sejahtera
- Perkumpulan Nelayan Wetar mempunyai visi merangkul masyarakat nelayan
Wetar untuk informasi ketersediaan dan penggunaan usaha perikanan di Wetar
- PT ABG memvisualisasikan diri sebagai radio dengan ragam dan pilihan
informasi dan musik bagi remaja putra yang gemar olahraga

C. Menulis Sebuah MISI


1. Bentuk: SEF
• Spesifik (lebih spesifik dari Visi)
• Efektif
• Fokus (memfokuskan diri pada tipe bisnis Anda)
2. Pernyataan Misi Perusahaan/Kelompok harus:
• terkait langsung dengan Visi (kalau tidak ada hubungan Visi dengan Misi-nya,
tentu bisa dianggap perusahaan atau kelompok Anda kehilangan fokus-arah-
tujuan)
• mendeskripsikan apa dan bagaimana perusahaan/kelompok Anda
• menjadi langkah-langkah untuk meraih Visi atau mimpi Anda

3. Visi yang efektif adalah:


• singkat, satu kalimat, paling banyak satu paragraf
• jelas terhadap tujuan dan langkah-langkah untuk mencapai Visi
• spesifik dalam menentukan parameter keberhasilan
• jelas dalam pengukuran keberhasilan

4. Contoh:

- PT XYZ: akan menjadi penyuplai utama atas informasi dan hiburan berbasis keluarga
sejahtera
- Perkumpulan Nelayan Wetar: mengikutsertakan masyarakat Wetar untuk saling
memberikan informasi tentang pengelolaan usaha perikalan di Wetar
- PT ABG: membuat siaran radio secara off air maupun on air yang berbasis olahraga dan
kesehatan remaja

***

Beda Visi dengan Misi

Visi: bicara tentang pasar yang menjadi target

Misi: bicara tentang diri, kemampuan, dan kemauan untuk menggapai Visi

***
BAGIAN III: Menuliskan Studi Kelayakan LPS dan LPB
A. Latar Belakang Pemikiran
Ada beberapa aspek kelayakan untuk lembaga penyiaran swasta dan berlangganan
secara berdampingan, mengingat nature of business yang tidak jauh berbeda.
Perbedaannya hanya di aspek program siaran (LPS) dan aspek kanal program siaran
(LPB).

Khusus untuk LPS dan LPB ini, ada beberapa hal yang harus diingat sebelum
memaparkan aspek-aspek kelayakan lebih detail, bahkan jauh sebelum menuliskan visi
dan misi, seperti yang dimaksud di Bagian 2, yaitu profit. Bisnis di industri apapun tentu
harus selalu mengingat profit atau keuntungan. Untuk mendapatkan profit setinggi-
tingginya, Anda harus bisa menganalisis pasar dan kemampuan Anda di dalam pasar itu.

B. Apa itu ‘Pasar’ Sebuah Radio atau Televisi?


Untuk menganalisis pasar dan melihat dinamika sebuah pasar, Anda harus bisa
mencari informasi yang dimaksud dengan:

• apa yang dimaksud dengan pasar


• seberapa besar pasar tersebut
• siapa pemain utama lain di dalam pasar tersebut
• bagaimana pasar tersebut akan tumbuh

Mari kita mulai dari yang paling mendasar:


• “Pasar” adalah kata lain untuk dunia konsumen potensial atau pendengar potensial
(radio) atau penonton potensial (televisi) Anda.
• Anda harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen Anda dan
perubahan apa yang terjadi di dalam pikirannya.
• Selain itu, Anda juga harus mampu melihat apa yang dilakukan kompetitor Anda
terhadap konsumen yang sama.

Contoh konkret memahami konsep “pasar”:

1. Mari kita lihat lagi Visi dan Misi Anda di awal, misalnya:
- VISI PT ABG: memvisualisasikan diri sebagai radio dengan ragam dan pilihan
informasi dan musik bagi remaja putra yang gemar olahraga
- MISI PT ABG: membuat siaran radio secara off air maupun on air yang berbasis
olahraga dan kesehatan remaja

Pertanyaannya kemudian adalah:


- Siapa pasar PT ABG? Remaja.
- Baik, remaja yang seperti apa? Remaja yang gemar olahraga.

2. Sebuah pasar biasanya didefinisikan oleh jasa dan barang yang ditawarkan, serta oleh
eksistensi konsumen barang dan jasa tersebut. Jadi, PT ABG menawarkan siaran radio on
air atau produksi off air di satu wilayah layanan siaran.

Pertanyaannya kemudian adalah tentang kompetitor Anda:


- Di wilayah layanan siaran yang sama, apakah ada radio lain yang menyasar pada
remaja?

- Bahkan ada juga yang menyasar pada remaja yang gemar berolahraga?

C. Lebih Lanjut tentang Anda dan Kompetitor Anda


Sesungguhnya, pasar kompetitor adalah pasar Anda juga. Ada beberapa cara
untuk mengenali pasar Anda juga pasar kompetitor Anda lebih jauh. Semua pemain di
pasar yang sama biasanya diukur dengan hal yang berkaitan dengan pemasukan bersih
atau kotor. Setiap bagian dari data harus terkait dengan:

- konsumen (pendengar/penonton),
- tipe konsumen (segmentasi yang menjadi target),
- alur distribusi (cakupan wilayah siaran: apakah ada daerah yang tak bisa
mendengar/menonton siaran Anda dengan baik?)
- aktivitas promosional (apakah Anda atau kompetitor Anda beriklan di media
lain?)
- rata-rata margin pemasukan Anda atau kompetitor Anda (berapa pendapatan,
berape persentase dari iklan dan berapa dari kegiatan off air, dan semua ini akan
membantu Anda untuk mengatur keuangan lebih baik)

Pertanyaannya kemudian adalah:


- Di mana Anda bisa menemukan data yang berkaitan dengan pemasukan bersih
atau kotor setiap pemain?

a. Anda bisa mencarinya sendiri melalui survei pasar (kuesioner). Survei ini tak
sembarang dilakukan karena sudah mempunyai standar baku (metode sampling
atau contoh yang sistematis, atau metode populasi atau menyebarkan kuesioner ke
seluruh masyarakat di daerah Anda).

b. Anda juga bisa meminta jasa yang biasa membuat survei yang ada di wilayah
Anda.

c. Anda juga bisa mendapatkannya di kelompok dagang atau asosiasi terkait dengan
radio atau televisi yang ada di wilayah Anda.

***

Mengenali Pasar Anda

Mari kita lihat bagaimana SEHARUSNYA Anda mengenali pasar Anda dari
kacamata industri lembaga penyiaran swasta atau berlangganan:

1. Langkah pertama adalah menjabarkan setiap segmentasi dengan melihat


kelompok-kelompok masyarakat. Jenis kelamin: lelaki atau perempuan; Usia: tua
atau muda: Tua: 30 - 45 atau 30 - 55? Atau tua sekali, hingga 65 tahun? Muda:
bisa 13 - 18 atau 13 - 21 atau bahkan 13 - 27? Pengeluaran dalam sebulan; Social
Economic Status/SES adalah kelas A hingga E; kelas A paling banyak
pengeluaran sebulannya (di atas RP 10 juta sebulan) menurun ke kelas E paling
sedikit (di bawah UMR (upah minimum regional), atau misalnya di bawah Rp
500.000,- sebulan) Hobi atau kegemaran: olah raga atau memasak? Membaca
buku atau menonton ke bioskop?

2. Langkah selanjutnya adalah menentukan segmentasi yang akan Anda tuju,


misalnya:
PT ABG: Remaja, pria atau wanita, usia 13-21 tahun, gemar olah raga; atau PT
Chicklit Jakarta: Wanita saja, usia rumah tangga (17- 35 tahun), bekerja di luar
rumah, gemar menonton ke bioskop, SES A dan B.

3. Langkah selanjutnya adalah menentukan format siaran yang sesuai: Untuk PT


ABG: Pendengar radio PT ABG tak akan suka informasi berat (boleh ada berita
kebijakan pemerintah tentang transportasi, tapi dalam kerangka transportasi ke
sekolah); Pendengar radio PT ABG diberikan informasi olah raga yang populer di
daerah itu, sepak bola hingga baseball; Pendengar radio PT ABG diberikan musik
yang tidak mendayu-dayu, kalaupun ada mungkin bisa disajikan di saat istirahat
saja. Untuk PT Chicklit Jakarta: Pendengar radio PT Chiklit Jakarta mungkin juga
tak akan suka informasi berat (boleh ada berita kebijakan pemerintah tentang
transportasi, tapi dalam kerangka transportasi ke kantor atau mal atau salon
karena mampu mengeluarkan uang lebih, di luar kebutuhan dasar rumah tangga);
Pendengar radio PT Chicklit Jakarta suka mendengarkan musik dan hiburan yang
terkait gaya hidup jalan-jalan; Pendengar radio PT Chicklit Jakarta suka
mendengarkan informasi yang terkait dengan gaya hidup sehar-hari di kantor (ada
masalah dengan teman kantor dan atasan kantor) ataupun di rumah (ada bayi/anak
kecil, dan ada masalah dengan suami atau mertua)

4. Langkah selanjutnya adalah menentukan komposisi siaran: Untuk PT ABG bisa


menentukan rasio antara musik dan non-musik adalah 80 % berbanding 20%; atau
antara musik baru dan musik lama adalah 90% berbanding 10%. PT Chicklit
Jakarta bisa menentukan antara musik dan non-musik adalah 20% berbanding
80%; atau antara musik dan non-musik adalah 40 % berbanding 60%; atau antara
musik baru dan musik lama adalah 10% berbanding 90%; atau antara musik
populer Indonesia lama dengan populer Indonesia baru 30% berbanding 70%.

5. Selanjutnya, Anda harus menentukan jadwal siaran, bisa dilakukan dengan


tahapan: per tahun, per semester (6 bulan), per triwulan, per bulan, per minggu

6. Terakhir, semua yang Anda tetapkan ini harus dituliskan agar seluruh karyawan
dan pendengar radio Anda bisa mengerti dengan baik.

CATATAN: langkah-langkah yang sama juga bisa diterapkan terhadap televisi LPS atau
LPB melalui kabel
D. Menuliskan Paparan Aspek-aspek Kelayakan yang Sesuai Visi-Misi

Jika Anda telah menentukan Visi dan Misi, serta bisa mengukur pasar Anda dan
Kompetitor Anda, selanjutnya Anda bisa memaparkan aspek-aspek kelayakan (atau
kemampuan Anda) untuk bersiaran di wilayah layanan siaran tertentu. Kenali terlebih
dahulu pembagian paparan informasi secara sistematis:

1. Formulir-formulir (yang telah diisi) sebagai data standar Anda


2. Ikhtisar Ringkas (Executive Summary)
3. Paparan Aspek Pendirian Lembaga Penyiaran

a. Latar Belakang, Visi, Misi, Maksud, dan Tujuan (satu kelompok paparan t
ersendiri)

b. Gambaran umum rencana kerja 5 tahun ke depan: 1) paparan Aspek Perseroan:


kepemilikan perusahaan, permodalan perusahaan, penjelasan ada tidaknya media
cetak dan elektronik yang sudah dimiliki; 2) paparan Aspek Program Siaran:
segmentasi target pendengar atau penonton dan proyeksi pertumbuhan 5 tahun ke
depan, format siaran, komposisi siaran, jadwal program siaran/pola acara siaran,
materi siaran, daya saing (keunggulan dan perbedaan terhadap pesaing); 3)
paparan Aspek Teknis: usulan saluran frekuensi/kanal yang diinginkan dan kontur
diagramnya, gambar tata ruang dan peta lokasi studio, gambar tata ruang dan peta
lokasi stasiun pemancar, daftar inventaris sarana dan prasarana yang akan
digunakan (termasuk peralatan studio dan pemancar, jumlah dan jenis studio serta
perhitungan biaya investasinya), spesifikasi teknik dan sistem peralatan yang akan
digunakan beserta diagram blok sistem konfigurasinya, peta wilayah jangkauan
dan peta wilayah layanan siaran; 4) paparan Aspek Keuangan: rencana kinerja
arus keuangan 5 (lima) tahun ke depan (cash flow & neraca), proyeksi pendapatan
iklan dan pendapatan lain yang sah, analisis Rasio Keuangan; 5) paparan Aspek
Manajemen: struktur organisasi (mulai dari unit kerja tertinggi sampai unit kerja
terendah, termasuk uraian tata kerja yang melekat pada setiap unit kerja),
Penjelasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan keahliannya, susunan dan nama
para pengurus penyelenggara penyiaran, daftar riwayat hidup penanggung jawab
siaran dan fotokopi KTP ybs., penjelasan sistem
penggajian/bonus/lembur/insentif/tunjangan lainnya, analisis SWOT (kekuatan,
kelemahan, kesempatan, dan ancaman).

4. Lampiran-lampiran:

1) Fotokopi berkas perizinan atau rekomendasi perizinan lain yang dikeluarkan


sebelum tanggal 28 Desember 2002 (atau sebelum Undang-undang Nomor 32
Tahun 2002 tentang penyiaran disahkan);

2) Fotokopi Akte Pendirian Perusahaan dan perubahannya (jika ada perubahan);


3) Fotokopi Surat Pengesahan Badan Hukum atau surat telah terdaftar pada instansi
yang berwenang;

4) Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha dan/atau HO (hinder ordonantie/Undang-


undang Gangguan) untuk daerah yang mengatur hal ini;

5) Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan

6) Fotokopi KTP pemegang saham, komisaris, dan direksi; serta

7) Fotokopi perjanjian yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang dengan


penyedia kanal berbayar (paid channel) atau distributor kanal (paid distributor).
Pejabat berwenang yang dimaksud misalnya notaris atau pejabat lainnya.

Bagian Studi Elemen Cerita


Kelayakan

1. Formulir- Anda memulai Studi Kelayakan ini dengan data-data


formulir awal perusahaan Anda, sebagai ringkasan dari semua
paparan aspek kelayakan. Ini semacam biografi singkat
kalau ingin melamar kerja.
2. Ikhtisar Ringkas Singkat padat, inilah isi cerita yang ingin Anda
(Executive sampaikan. Anda meringkas semua paparan menjadi satu
Summary) hingga lima paragraf; Anda akan menceritakan tentang
bisnis Anda…
3. paparan Aspek -> dimulai dari apakah usaha Anda ini memiliki visi dan
Pendirian Lembaga misi, yang penting disampaikan agar KPI dapat
Penyiaran menetapkan mengapa Anda layak mendapatkan IPP
untuk lima atau sepuluh tahun ke depan. Anda akan
melayani publik pendengar atau penonton Anda dengan
segmen tertentu. Tentu harus diberikan izin itu, karena…
4. paparan Aspek -> buktinya jelas juga karena Anda adalah penanggung-
Perseroan jawab penyelenggaraan penyiaran yang sah secara
hukum Indonesia untuk menyelenggarakan bisnis radio
atau televisi…
5. paparan Aspek -> Anda bisa buktikan bahwa Anda mengenal baik setiap
Program Siaran pendengar atau penonton yang menjadi target segmentasi
radio/televisi Anda. Mereka bisa menikmati hiburan atau
mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dengan isi
siaran yang sesuai dan bisa dipasang di peralatan yang
Anda miliki…

6. paparan Aspek -> ini dia buktinya bahwa Anda memiliki perangkat
Teknis teknis yang sesuai, tidak canggih, tapi sesuai…

7. paparan Aspek -> apalagi jika Anda juga bisa buktikan bahwa Anda
Keuangan memiliki manajemen keuangan yang hati-hati dan
memastikan bahwa bisnis ini adalah bisnis yang
menguntungkan Anda ataupun karyawan Anda…
8. paparan Aspek -> buktinya, Anda bisa mengelola dan mengembangkan
Manajemen karyawan Anda di masa depan dengan segala macam
pelatihan dan kepastian hidup! Ini dia penjabarannya…

9. Lampiran- Tidak percaya? Ini dia bukti keseriusan Anda, serta bukti
lampiran sah dan legal dari setiap janji-janji Anda terhadap publik
pendengar/penonton Anda!

BAGIAN IV: Menuliskan Studi Kelayakan LPK


A. Latar Belakang Pemikiran

Ada beberapa aspek kelayakan untuk lembaga penyiaran komunias (LPK) secara
khusus, karena sebelumnya jenis lembaga penyiaran ini belum dikenal secara sah di
dalam peraturan perundangan. Badan legislatif (Dewan Perwakilan Rakyat) dan badan
eksekutif (Pemerintah) menetapkan LPK mengingat negara ini memiliki 17.000 pulau
dan kepulauan yang tersebar di daerah seluas 1,919,440 km². Setiap daerah di Indonesia
tentu memiliki komunitas atau masyarakat dengan ciri khas kegiatan dan budaya tertentu.

Khusus untuk LPK, ada beberapa hal juga yang harus diingat sebelum
memaparkan aspek-aspek kelayakan lebih detail, bahkan jauh sebelum menuliskan visi
dan misi, seperti yang dimaksud di Bagian 2. Jika LPS dan LPB memfokuskan pada
profit (profit-oriented business), maka LPK adalah memfokuskan diri pada komunitasnya
(community-oriented). Pemberdayaan komunitasnya dalam penyelenggaraan penyiaran
harus selalu menjadi tujuan utama.

B. Apa itu Komunitas dari Sebuah Radio atau Televisi Komunitas?

Menganalisis sebuah komunitas dan keunikannya adalah seperti halnya menganalisis


pasar dan melihat dinamika sebuah pasar yang dilakukan oleh LPS atau LPB.

1. Anda harus bisa mencari informasi yang dimaksud dengan:

- apa yang dimaksud dengan sebuah komunitas dan keunikannya (kegiatannya,


budaya dan bahasa, hingga kepercayaan)
- seberapa besar komunitas tersebut

- siapa pemimpin dan warga di dalam komunitas tersebut

- bagaimana keadaan sosial ekonomi komunitas itu tersebut, dan seperti apa
perkembangannya

2. Hal mendasar dari penyelenggaraan sebuah radio atau televisi komunitas adalah:

- Pendengar atau penonton potensialnya hanya terdiri dari warga di dalam


komunitas itu;
- Penyelenggaraan penyiarannya juga berasal dari warga tersebut;
- Sukses Anda menyelenggarakan penyiaran di komunitas ini bisa diukur dari
dampak siaran terhadap komunitas tersebut.

3. Anda harus memahami pasal-pasal Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang


“LPK” (yang juga bisa ditemui di peraturan perundangan negara lain atas jenis lembaga
penyiaran seperti ini):

a. Lembaga Penyiaran Komunitas diselenggarakan:

i. tidak untuk mencari laba atau keuntungan atau tidak merupakan bagian perusahaan
yang mencari keuntungan semata; dan

ii. untuk mendidik dan memajukan masyarakat dalam mencapai kesejahteraan, dengan
melaksanakan program acara yang meliputi budaya, pendidikan, dan informasi yang
menggam-barkan identitas bangsa.

b. Lembaga Penyiaran Komunitas merupakan komunitas nonpartisan yang


keberadaan organisasinya:

i. tidak mewakili organisasi atau lembaga asing serta bukan komunitas internasional;

ii. tidak terkait dengan organisasi terlarang; dan

iii. tidak untuk kepentingan propaganda bagi kelompok atau golongan tertentu.

c. Lembaga Penyiaran Komunitas didirikan atas biaya yang diperoleh dari


kontribusi komunitas tertentu dan menjadi milik komunitas tersebut.

d. Lembaga Penyiaran Komunitas dapat memperoleh sumber pembiayaan dari


sumbangan, hibah, sponsor, dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

e. Lembaga Penyiaran Komunitas dilarang menerima bantuan dana awal mendirikan


dan dana operasional dari pihak asing.
f. Lembaga Penyiaran Komunitas dilarang melakukan siaran iklan dan/atau siaran
komersial lainnya, kecuali iklan layanan masyarakat.

g. Lembaga Penyiaran Komunitas wajib membuat kode etik dan tata tertib untuk
diketahui oleh komunitas dan masyarakat lainnya.

h. Dalam hal terjadi pengaduan dari komunitas atau masyarakat lain terhadap
pelanggaran kode etik dan/atau tata tertib, Lembaga Penyiaran Komunitas wajib
melakukan tindakan sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku.

Secara umum, pengaturan ini bermuara pada satu cerita: suatu komunitas di satu
wilayah layanan siaran tertentu menyelenggarakan penyiarannya, membuat kode etiknya
dan mematuhinya, dan tidak komersial serta tidak tergantung pihak asing (di luar
komunitasnya).

Sebuah komunitas terpencil atau jauh dari distribusi barang/jasa komersial


biasanya menjadi komunitas yang terlupakan. Untuk itu, meningkatkan pengetahuan
tentang peraturan perundangan yang ada hingga kemajuan teknologi di luar komunitas ini
menjadi kewajiban sebuah LPK. Selain itu, LPK juga wajib mengangkat harkat derajat
komunitasnya dengan menyuarakan diri secara jujur.

4. Dengan begitu saat Anda menuliskan Visi dan Misi selalulah mengacu pada hal di atas.
Contoh:

- VISI Kelompok ABCDEF: memvisualisasikan diri sebagai radio dengan ragam


dan pilihan informasi dan musik bagi remaja nelayan di pesisir pantai XYZ123
- MISI Kelompok ABCDEF: membuat siaran radio yang mengangkat kehidupan
remaja nelayan untuk penguatan dan pengembangan usaha perikanan dari “hulu
hingga ke hilir”

Pertanyaannya kemudian adalah:

- Siapa pendengar radio Kelompok ABCDEF? Remaja.


- Baik, remaja yang seperti apa? Remaja yang membantu orang tuanya
mengembangkan usaha perikanan di daerahnya.

Khusus untuk Kelompok ABCDEF, siaran radio on air atau produksi off air yang
ditawarkan ada di satu wilayah layanan siaran kaum nelayan, yang malam melaut, pagi
merapat di darat.

Pertanyaannya kemudian adalah tentang kekuatan Anda memberdayakan komunitas


Anda dalam penyelenggaraan penyiaran:

- Apakah penanggungjawab siarannya (Pelaksana Penyiaran Komunitas) berasal


dari komunitas ini?
- Apakah Pelaksana Penyiaran Komunitas (PPK) bertanggungjawab ke Dewan
Penyiaran Komunitas (DPK)?

C. Lebih Lanjut tentang Dewan Penyiaran Komunitas dan Pengelola Penyiaran


Komunitas

Sesungguhnya, komunitas Anda adalah komunitas unik yang harus ditelusuri lebih jauh:

- Siapa pendengar/penonton Anda?


- Bagaimana segmentasi yang menjadi target dalam komunitas Anda, semua atau
sebagian?
- Cakupan wilayah siaran: apakah ada daerah yang tak bisa mendengar/menonton
siaran Anda dengan baik?
- Aktivitas off air: adakah kegiatan praktek atau simulasi dari setiap informasi yang
diberikan on air?
- Siapa saja anggota Dewan Pengawas Komunitas? Bagaimana Kode Etik
DPK/PPK dibuat? Mulai dari tata cara pemilihan hingga pemaparan transparansi
dan laporan setiap pemasukan dan pengeluaran ke Dewan Pengawas Komunitas.
- Rata-rata pemasukan Anda dari kontribusi warga komunitas Anda (berapa
pendapatan, berape persentase dari warga dan berapa dari donor jika ada, dan
semua ini akan membantu Anda untuk mengatur keuangan lebih baik)

Pertanyaannya kemudian adalah:

Bagaimana Anda menyusun sebuah Kode Etik?

Dimulailah dari rapat seluruh atau sebagian besar warga komunitas secara terbuka.
Disepakati sebagai pelopor sebelum pemilihan anggota DPK dan rancangan Kode Etik.
DPK kelak yang selayaknya merancang Kode Etik juga merancang pemilihan PPK secara
transparan dan obyektif.

Kode Etik merupakan panduan transparan dan obyektif terhadap:

- DPK untuk memilih, mengawasi, dan memecat PPK


- PPK untuk menyelenggarakan siaran, mengelola dan melaporkan keuangan, serta
memberdayakan komunitasnya

D. Menuliskan Paparan Aspek-aspek Kelayakan yang Sesuai Visi-Misi

Jika Anda telah menentukan Visi dan Misi, serta bisa menentukan komunitas,
DPK dan PPK Anda, selanjutnya Anda bisa memaparkan aspek-aspek kelayakan (atau
kemampuan Anda) untuk bersiaran di wilayah layanan siaran tertentu. Kenali terlebih
dahulu pembagian paparan informasi secara sistematis:
Formulir-formulir (yang telah diisi) sebagai data standar Anda
Ikhtisar Ringkas (Executive Summary)
paparan Aspek KELEMBAGAAN: dukungan atau persetujuan tertulis minimal 51 %
atau 250 orang dari jumlah penduduk dewasa di daerah dalam jangkauan siarannya;
PAPARAN Aspek Program Siaran: identifikasi komunitas di daerah Lembaga Penyiaran
Komunitas berada, pola acara siaran, jadwal program siaran, materi siaran;
Aspek Teknis: usulan saluran frekuensi/kanal yang diinginkan, gambar tata ruang dan
peta lokasi studio, gambar tata ruang dan peta lokasi stasiun pemancar, daftar inventaris
sarana dan prasarana yang akan digunakan, termasuk peralatan produksi dan transmisi,
jumlah dan jenisnya serta perhitungan biaya investasinya, spesifikasi teknik dan sistem
peralatan yang akan digunakan beserta diagram blok sistem konfigurasinya;peta wilayah
jangkauan dan peta wilayah layanan siaran;
paparan Aspek Keuangan: kondisi keuangan (pendapatan dan pengeluaran) yang
menggambarkan perencanaan keuangan 1 (satu) tahun;
Paparan Aspek Manajemen: penjelasan struktur organisasi dan alokasi pekerjaan,
penjelasan sumber daya manusia (SDM), keahlian dan perekrutannya, langkah
manajemen, analisis dan program tindak lanjut kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman
Lampiran-lampiran (bisa fotokopi surat-surat terkait, bisa juga cetak foto studio):

i. Fotokopi berkas rekomendasi yang dimiliki. Berkas rekomendasi ini bisa berupa surat
rekomendasi Camat/Kepala Desa/Lurah dan lain-lain;

ii. Fotokopi akta pendirian komunitas yang bersangkutan dan perubahan AD/ART (jika
ada perubahan);

iii. Fotokopi bukti dukungan tertulis sedikitnya 51% (lima puluh satu per seratus) dari
jumlah penduduk dewasa, atau paling sedikit 250 (dua ratus lima puluh) orang dewasa
dalam wilayah jangkauan siaran komunitasnya;

iv. Surat keterangan kepemilikan dana awal pendirian bukan dari donasi asing. Surat
keterangan ini dibubuhi materai secukupnya serta ditandatangani oleh segenap Dewan
Penyiaran Komunitas dan Pelaksana Penyiaran Komunitas; dan

v. Fotokopi KTP Dewan Penyiaran Komunitas dan Pelaksana Penyiaran Komunitas.

vi. Fotokopi Rancangan Awal Kode Etik DPK/PPK.