Anda di halaman 1dari 42

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 1

KONTROL ROOM BERBASIS DCS


1.1 Pendahuluan
Secara umum, instrumentasi itu bertujuan agar semua keinginan process designer
terpenuhi secara proses, artinya produk dari sebuah pabrik/plant yang dihasilkan sesuai dengan
yang diinginkan dan selesai dalam proses yang aman, baik bagi manusia, peralatan maupun
lingkungan. Hal ini dilakukan dengan cara mengendalikan peralatan produksi sesuai dengan
kondisi operasi proses yang telah dirancang dan diinginkan, agar tidak melebihi batas
parameter proses yang diijinkan sehingga proses berjalan sesuai dengan yang diinginkan.
Untuk mengendalikan peralatan produksi (atau biasa disebut juga sebagai process euipment!" maka
diperlukan alat#alat instrumentasi $ang mampu mengukur dan mengendalikan parameter#parameter
proses agar berada pada nilai $ang dike%endaki (setpoint!& Parameter proses dimaksud misaln$a
tekanan (pressure!" laju alir 'luida ('lo(!" ketinggian 'luida)solid (le*el!" temperatur
(temperature!" derajat keasaman (p+!" kelembaban (%umidit$!" kecepatan putar mesin (speed! dan lain#
lain& ,adi de'inisi umum dari kontrol room dalam %al ini untuk selanjutn$a disebut dengan MCR)CCR
(Main Control Room) Central Control Room! adala% tempat ) ruangan $ang peruntukan desain$a
digunakan ole% operator proses kontrol untuk melakukan 'ungsi control ter%adap proses $ang
berlangsung pada sebua% plant&
Pada a(al perkembangan$a" sebua% ruang kontrol tradisional saat itu didominasi ole% peralatan
$ang menggunakan tombol tombol kontrol dengan sin$al pneumatic dan sin$al electric " desain
ruangan$a juga membutu%kan area $ang luas" karena pada dasarn$a sistem kontrol untuk masing#
masing peralatan masing terpisa%#pisa% se%ingga membutu%kan lebi% ban$ak operator untuk
memonitoring proses kontrol&

-ambar &ruangan kontrol tradisional

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 2

Berkembangnya sistem kontrol pada umumnya, dimulai dengan digunakanya sinyal
digital yang memicu perkembangan desain kontrol room yang pada saat ini,yang umum dikenal
dengan kontrol room berbasis DCS ( Distributed Control System) dengan penggunaan
computer sebagai pengganti tombol-tombol, memungkinkan desain ruangan kontrol menjadi
lebih kecil areanya, atau dalam satu ruangan kontrol memungkinkan untuk digunakan sebagai
pusat kontrol yang mengatur beberapa unit proses. Selain itu juga memungkinkan untuk
membutuhkan lebih sedikit jumlah operator dibanding dengan kontrol room tradisional. Dan
tentunya perkembangan DCS juga memungkinkan untuk penyimpanan data operasi , history
sequence even , alarm , dalam bentuk software. Dan juga sistem kontrol room berbasis DCS
memungkinkan untuk dilakukan koneksi dengan sistem kontrol lainya.


Gambar. Kontrol Room berbasis DCS
Dalam pembahasan Control Room ini, akan dibahas secara menyeluruh mengenai
sistem kontrol berbasis DCS. Sedangkan untuk sistem kontrol tradisional tidak dibahas dalam
paket diklat ini.



Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 3

1.2 Komponen Kontrol Room Berbasis DCS
Sistem kontrol room umumnya terdiri dari hardware dan software. Hardware terdiri dari modul-
modul input (menerima analog, diskrit, atau sinyal digital), modul kontrol (yang melakukan
logika), modul output (yang mengirim analog, diskrit, atau sinyal digital), komponen komunikasi,
dan antarmuka operator atau HMI (Human Machine Interface) , peralatan server, printer online
dan panel kontrol.

Gambar . Konfigurasi komponen kontrol room berbasis DCS
Pada umumnya komponen dari kontrol room berbasis DCS seperti terlihat pada gambar diatas
terdiri dari 4 komponen utama yaitu Process Control Unit (PCU) , Engineering Tools , Operator
Interface , dan Control Network.
a. Process Control Unit (PCU) , bagian ini terdiri dari :
- Modul Kontrol,
Control modul merupakan bagian utama dari DCS. Control modul adalah pusat kontrol
atau sebagai otak dari seluruh pengendalian proses. Control modul melakukan proses
komputasi algoritma dan menjalankan ekspresi logika. Pada umumnya control module
berbentuk blackbox yang terdapat pada lemari atau cabinet dan dapat ditemui di control
room. Control module biasanya menggunakan mode redundant untuk meningkatkan
kehandalan control.Fungsi dari control module adalah mengambil input variable yang
akan dkontrol. Nilai variable tersebut akan dikalkulasi. Hasil dari kalkulasi ini akan
dibandingkan dengan set point yang sudah ditentukan. Set point ini adalah nilai yang
diharapkan sebuah proses. Jika hasil kalkulasi berbeda dengan set point, nilai tersebut
harus dimanipulasi sehingga mencapai set point yang sudah ditentukan. Hasil
manipulasi nilai akan dikirim ke input output modul dan untuk disampaikan ke aktuator.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 4

modul ini menyediakan pengolahan data, logika, PID, dan kemampuan matematis untuk
memenuhi maksud fungsional dari DCS. Komponen utama dari modul kontrol adalah
prosesor dan memori. Memori diklasifikasikan sebagai volatile atau non-volatile. Volatile
memori akan kehilangan isinya (gram-pro) ketika kekuasaan hilang jika tidak didukung
oleh cadangan baterai. Untuk fungsi kehandalan biasanya modul ini bersifat redundant
(sebagai primary dan slave)

Gambar control modul ABB bailey Infi (Kiri) , Foxboro ( Kanan)
- Modul I/O (Input/Output) adalah
I/O Module merupakan interface antara control module dengan field instrument. I/O
module berfungsi menangani input dan output dari suatu nilai proses, mengubah sinyal
dari digital ke analog dan sebaliknya. Modul input mendapatkan nilai dari transmitter
dan memberikan nilai proses kepada control modul untuk diproses, sedangkan control
module mengirimkan manipulated value kepada modul output untuk dikirim ke actuator.
Setiap field instrument pasti memiliki alias di I/O module. Setiap field instrument memiliki
nama yang unik di I/O Module

-ambar modul I). /BB
- Modul komunikasi
Modul komunikasi merupakan penghubung komunikasi antara masing PCU dengan
PCU lain, dan juga dengan interface operator, dalam beberapa manufacture modul ini

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 5

bisa tergabung di dalam PCU atau berada diluar. Untuk fungsi kehandalan modul ini
bersifat redundant ( sebagai primary dan slave)
b. Operator Interface
Operator interface merupakan tempat dimana user melakukan pengawasan atau
monitoring proses yang berjalan. Operator interface digunakan sebagai interface dari
sistem secara keseluruhan atau biasa juga dikenal dengan kumpulan dari beberapa HIS
(Human Interface Station). Bentuk HIS berupa komputer biasa yang dapat mengambil
data dari control station. Operator interface dapat memunculkan variable proses,
parameter control, dan alarm yang digunakan user untuk mengambil status operasi.
Operator interface juga dapat digunakan untuk menampilkan trend data, messages, dan
data proses

-ambar .perator Inter'ace
c. Engineering tools
0ngineering tools digunakan untuk melakukan modi'ikasi dari sistem $ang suda% ada" juga untuk
melakukan kegiatan maintenance dari sistem DCS& Bentuk 'isikn$a sama seperti operator
Inter'ace" $ang membedakan adala% so't(are didalamn$a& 0ngineering tools dilengkapi dengan
BUI1D0R sebagai (indo( untuk modi'ikasi&Selama pekerjaan engineering tidak dilakukan"
enginerring tools dapat ber'ungsi sebagai .perator Inter'ace dan 0ngineering 2ools juga dapat
melakukan emulasi) tes 'ungsi secara *irtual&


Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 6

-ambar 0ngineering 2ools

d. Control 3et(ork
Sarana pertukaran data antara operator station" control station dan proses& Sarana komunikasi
ini juga bisa dapat digunakan untuk meng%ubungkan DCS dengan sistem lain seperti P1C
(Programmable Logic Control!" SC/D/ system (Supervisory Control and Acquisition Data!" Asset
Management

-ambar Control 3et(ork 4#3et $ang dikembangkan 5okoga(a
1.2 Pemograman kontrol room berbasis DCS
International Electric Comision (IEC) adalah sebuah Organisasi Standar Interna-sional (ISO)
yang berbasis di Jenewa, Swiss. Ini telah menghasilkan sebuah standar yang
mendeskripsikan lima bahasa pemrograman pabrik yang harus digunakan untuk sistem
kontrol industri. Tujuan dari standar tersebut adalah :
untuk memberikan metode yang konsisten untuk pemrograman
untuk mengembangkan bahasa yang mendorong pengembangan perangkat lunak
yang berkualitas untuk memecahkan berbeda jenis masalah kontrol
untuk memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi dan industri
standar IEC 61131 memberikan tiga bahasa grafis (blok diagram fungsional, tangga dialog-
gram, dan grafik fungsi sekuensial) dan dua bahasa tekstual (teks terstruktur dan daftar
instruksi). Bahasa ini vendor independen dan portabel, dan dapat berjalan di PESs dari
bemacam vendor.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 7


a. Functional Block Diagram (FBD)
Diagram blok fungsional melukiskan aliran sinyal dan data dengan menggunakan blok fungsi.
Sebuah blok fungsi-tion terdiri dari sebuah blok dengan input masuk dari kiri dan output yang
keluar dari kanan, seperti pada diagram sirkuit elektronik. Diagram blok fungsional
menggunakan elemen perangkat lunak yang dapat digunakan kembali, menjelaskan program
tersebut sebagai satu set blok grafis saling berhubungan, dan biasanya digunakan dimana
program melibatkan aliran sinyal antara blok . Diagram blok fungsional dapat digunakan dalam
logika tangga atau grafik fungsi sekuensial dan biasanya mencakup blok umum berikut:
PID controller, controller on-off, generator ramp, mesin penghitung
Equal, lebih besar dari atau sama, kurang dari atau sama, lebih besar dari, kurang dari
Dan, atau, XOR, tidak, minum ASI relay, di delay, off delay, Facebook counter, bawah
counter
Math fungsi (menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, akar kuadrat, rata-rata)




Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 8



B. Ladder Diagram
Diagram Ladder menggambarkan program dalam bentuk grafik. Diagram ini dikembangkan dari
kontak-kontak relay yang terstruktur yang menggambarkan aliran arus listrik. Dalam diagram
ladder terdapat dua buah garis vertical dimana garis vertical sebelah kiri dihubungkan dengan
sumber tegangan positip catu daya dan garis sebelah kanan dihubungkan dengan sumber
tegangan negatip catu daya.Program ladder ditulis menggunakan bentuk pictorial atau simbol
yang secara umum mirip dengan rangkaian kontrol relay. Program ditampilkan pada layar
dengan elemen-elemen seperti normally open contact, normally closed contact, timer, counter,
sequencer dll ditampilkan seperti dalam bentuk pictorial.

Bahasa pemrograman ini biasanya digunakan untuk melibatkan logika AND, OR, dan TIMER
fungsi. representasi grafis diagram ladder adalah mudah dimengerti, dapat dipelajari relatif
cepat, dan diterima dengan baik oleh teknisi karena mirip dengan diagram listrik . Namun,
dengan menggunakan bahasa pemrograman ini membuat lebih sulit untuk memecahkan
sebuah program yang kompleks (terutama jika program besar yang ditulis oleh programmer
yang berbeda) atau untuk menerapkan matematika yang kompleks. Beberapa ciri khas fungsi
adalah sebagai berikut: Terbuka normal Kontak (NO), tertutup normal Kontak (NC), Koil
(menyimpan atau dpt menyimpan non-dpt), dan timer.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 9


..


C. Sequential Function Chart
Grafik fungsi sekuensial menggambarkan urutan logika (untuk urutan waktu dan event-
driven). Hal ini digunakan untuk mewakili-dikirim organisasi internal program bukannya
bahasa pemrograman yang benar. Grafik fungsi sekuensial direpresentasikan sebagai
serangkaian langkah dilambangkan sebagai kotak persegi panjang yang dihubungkan
dengan garis vertikal. Setiap langkah adalah keadaan sistem di bawah kontrol (dengan
langkah awal "Start"), setiap langkah dikaitkan dengan tindakan satu atau lebih (tindakan
masing-masing memiliki nama yang unik), dan setiap garis yang menghubungkan memiliki
bar horizontal yang mewakili transisi (lihat gambar 9-14)
Grafik fungsi sekuensial menggambarkan perilaku berurutan logika (untuk waktu dan acara-
Aliran kontrol biasanya dari atas ke bawah, dengan cabang yang digunakan untuk aliran untuk

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 10

kembali ke atas. Grafik fungsi sekuensial dapat digunakan untuk partisi sebuah program, yaitu
setiap fase dapat dianggap / dilaksanakan secara terpisah
Structured Text
Structured text mirip dengan bahasa pemrograman Pascal Ini secara
khusus dikembangkan untuk kontrol di industri. Structured text
sangat berguna untuk menyatakan persamaan. Hal ini dapat ditulis dengan
pengidentifikasi bermakna / komentar dan berguna untuk perhitungan kompleks. Namun
dalam Structured text ada keterbatasan pada panjang ekspresi, pernyataan, dan komentar.

..

..

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 11


..



Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 12

Instruction List
Instruction List adalah bahasa assembly suka suka dan tidak lazim digunakan dalam
industri proses.
1.5 Industrial Protokol pada Kontrol Room berbasis DCS
Sebelum membahas protocol komunikasi yang umum digunakan dalam industry
otomastis ( automation industry) perlu diberikan penjelasan mendasar bahwa protocol
komunikasi pada dasarnya adalah bahasa komunikasi yang memungkinkan 2 (dua) peralatan
dapat berkomunikasi secara data, bahasa tersebut berisikan aturan/prosedur berkomunikasi
atau format pesan atau data yang dipertukarkan diantara sistem, beberapa contoh protocol
komunikasi adalah sebagai berikut :
Protokol untuk internet : HTTP, FTP, TCP/IP, dll
Protokol untuk Industri : Hart , Modbus,Profibus,Fieldbus , dll
Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai protocol komunikasi yang umum digunakan dalam
industry pembangkit listrik , yaitu protocol HART, MODBUS,PROFIBUS,dan FIELDBUS.

a. Hart Protocol
HART adalah sebuah protocol yang dikembangkan oleh Rosemount yang dibuat
berdasarkan standar komunikasi Bell 202. HART merupakan singkatan dari Highway
Addessable Remote Transducer yang bisa diterjemahkan sebagai transducer berada pada
remote area ( jauh). HART merupakan open protokol yang berarti dapat digunakan dan
dikembangkan oleh siapapun. HART memiliki dua modulasi sekaligus dalam komunikasinya
yaitu menggunakan analoh (4-20Ma) dan digital yaitu FSK ( Frequency Shift Keying)

Gambar. Konfigurasi perangkat HART
Protokol HART menggunakan sinyal analog 4-20mA dari hasil mengkonversi
pengukuran di Transmitter. Dimisalkan pengukuran temperatur memiliki range pengukuran 20

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 13

deg C hingga 100 deg C, maka konversi ke HART akan menjadi 4-20mA yang berarti ketika
temperatur 20 deg C maka sinyal analognya adalah 4mA dan ketika maksimum 100 degC maka
sinyal analognya adalah 20mA. Perubahan sinyal analog linier dengan perubahan
temperaturnya.
Selain itu protokol HART juga menggunakan modulasi digital untuk berkomunikasi
dengan cara mengirimkan data serial yang di modulasi dengan FSK (Frequency Shift Keying).
data Analog di konversi kedalam digital kemudian dikirimkan melalui serial line dan dimodulasi.
Sebelumnya, FSK adalah sebuah metode penyisipan data melalui gelombang sinyal dengan
cara menyisipkan frekuensi. pada komunikasi HART, Frekuensi yang digunakan adalah 2200
Hz dan 1200Hz. frekuensi 2200Hz diterjemahkan sebagai 0 dan 1200Hz diterjemahkan
sebagai 1. Catatan: 4-20mA bukanlah HART protokol melainkan Analog Signaling Standard
(juga terdapat 10-50mA), dan HART menggunakan 4-20mA untuk salah satu signaling nya.
Dalam aplikasinya terdapat 2 (dua) konfigurasi pengiriman data pada protokol HART
yaitu konfigurasi point-to-point dan konfigurasi multi-drop. Titik letak perbedaanya adalah pada
pengiriman sinyal analog dan sinyal digitalnya. untuk Point-to-Point maka sinyal analog dan
digital dikirimkan pada saat yang sama, master dapat mengambil data analog ataupun data
digital pada waktu yang sama. Sedangkan pada saat digunakan untuk multi-drop atau multi
point, maka data yang digunakan hanyalah data digital.

Gambar. Komunikasi Point to Point
Jadi pada saat HART digunakan dengan mode multidrop maka data yang digunakan
adalah data digital sedangkan arus akan tetap pada 4mA dan HART hanya dapat digunakan
untuk 15 Slave Address. Untuk penggunaan dua jenis data sekaligus (Digital dan Analog) untuk
multipoint maka harus digunakan sebuah multiplexer yang berfungsi sebagai pemilih jalur
komunikasi yang sebenarnya ini merupakan komunikasi point to point.



Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 14





Gambar. Komunikasi Multi-point/ Multi drop

Gambar . Komunikasi dengan Multiplexer

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 15

Kembali ke sinyal HART, modulasi FSK dilakukan pada arus (I) dengan Amplitudo +0,5
mA dan -0,5 mA atau pada tegangan (V) 300-500 mV,berikut merupakan paket data dari HART
yang dikirim melalui serial :
Field Name Length (Bytes) Purpose
Preamble 5-20 Synchronization and Carrier Detect
Start Byte 1 Specifies Master Number
Address 1-5
Specifies slave, Specifies Master and Indicates Burst
Mode
Command 1 Numerical Value for the command to be executed
Number of Data
Bytes
1 Indicates the size of the Data Field
Status
Master (0) Slave
(2)
Execution and Health Reply
Data 0-253 Data associated with the command
Checksum 1 XOR of all bytes from Start Byte to Last byte of Data

Keunggulan komunikasi HART:
Data dapat di transmisikan melalui kabel eksisting (yang sudah ada) bisa berupa kabel
power.
HART dapat mengambil data secara analog ataupun digital
Panjang kabel yang digunakan dapat lebih dari 3000 meter (3Km)
Bidirectional & multidrop
Kekurangan:
Komunikasi digital nya cukup lambat yaitu 1200Bps (dibandingkan dengan modbus)
Maksimum slave yang dapat digunakan hanya 15
b. Modbus
Modbus adalah protokol komunikasi serial yang diterbitkan oleh Modicon pada 1979 untuk
diaplikasikan pada programmable logic controller (PLC). Kemudian protokol ini telah menjadi
standar de facto protokol komunikasi di industri, dan sekarang Modbus merupakan protokol
komunikasi dua-arah yang paling umum digunakan sebagai media penghubung dengan
perangkat industri atau media elektronik lainnya dengan komputer. Alasan utama penggunaan
Modbus secara ekstensif sebagai protokol komunikasi adalah:
Modbus diterbitkan sebagai open protocol dan bebas royalti
Modbus relatif mudah untuk digabungkan dengan jaringan industri
Modbus melakukan transfer data raw bits atau words tanpa membatasi jenis vendor
atau jenis merk pabrikan perangkat industri yang digunakan


Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 16


Gambar Aplikasi protokol modbus pada industry
Seperti terlihat pada gambar diatas, modbus memungkinkan adanya komunikasi dua
jalur antar perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama, misalnya suatu sistem yang
mengukur parameter operasi mesin pembangkit dan mengkomunikasikan hasilnya ke computer
(HMI) Modbus sering digunakan untuk menghubungkan supervisory computer dengan remote
terminal unit (RTU) supervisory control dan sistem akuisisi data (SCADA).
Seperti halnya pada protokol komunikasi secara umum, modbus juga mempunyai
beberapa varian. Komunikasi dengan protokol modbus bisa melalui perantara port serial (RS-
232, RS-485,dan Fiber Optik), bisa juga melalui Ethernet (LAN) dan jaringan lainya yang
mendukung protokol internet. Namun kebanyakan perangkat modbus berkomunikasi melalui
serial EIA-485 physical layer, umumnya pabrikan sensor dan transduser tipe compact
menggunakan ini karena jauh lebih sederhana dan low-cost. Berikut adalah beberapa varian
dari Modbus :
Modbus RTU digunakan dalam komunikasi serial & menggunakan representasi nilai
data biner yang dipadatkan sebagai protokol komunikasi. Format RTU mengikuti request
perintah / transfer data dengan cyclic redundancy check checksum sebagai mekanisme
pemeriksaan kesalahan (error-check) untuk memastikan keandalan data. Modbus RTU
adalah implementasi yang paling umum dari semua versi Modbus yang ada. Sebuah
pesan Modbus RTU harus dikirimkan secara terus menerus tanpa jeda antar-karakter.
Setiap pesan Modbus dibingkai atau dipisahkan oleh periode-periode saat idle (tanpa
komunikasi atau Port komunikasi ditutup atau OFF). Komunikasi via Modbus RTU sering
dipakai dalam sistem monitoring skala kecil dimana sensor-sensor dan komputer HMI
letaknya tidak sangat jauh.
Modbus ASCII Protokol Modbus jenis ini digunakan pada komunikasi serial dan
memanfaatkan karakter ASCII dalam berkomunikasi di dalam satu protokol. Format data
ASCII menggunakan sebuah longitudinal redundancy check checksum di dalam
memeriksa kesalahan transfer data. Pesan data pada Modbus ASCII dibingkai oleh

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 17

tanda titik dua atau colon (':') dimuka dan diikuti oleh baris baru (CR/LF). Komunikasi
antar perangkat elektronik dengan komputer melalui Protokol Modbus ASCII umumnya
digunakan dalam jaringan telepon atau pun Modem GSM apabila tidak tersedia
infrastruktur jaringan yang memadai seperti LAN atau jaringan Fiber-Optic disana

Gambar. Aplikasi Modbus RTU dan ASCII pada industry
Modbus TCP/IP or Modbus TCP Protokol Modbus varian ini hanya bisa digunakan
untuk komunikasi melalui jaringan TCP/IP atau umumnya dikenal dengan jaringan LAN.
Modbus TCP/IP tidak memerlukan kalkulasi checksum pada layer terakhir untuk
menangani kesalahan transfer data seperti pada komunikasi serial. Modbus TCP/IP
lebih cepat dalam melakukan transfer data dibanding dengan Modbus RTU apalagi
Modbus ASCII. Pada aplikasi sistem SCADA atau pun Automation yang kompleks
dimana digunakan perangkat IED dalam jumlah yang banyak dan beraneka ragam atau
dimana tingkat traffic transfer data yang padat, saya lebih menyarankan penggunaan
Modbus TCP/IP untuk mencapai tingkat real-time yang lebih tinggi. Tentu saja perangkat
IED dengan Port TCP/IP itu sendiri harganya relatif lebih mahal dibanding dengan Port
RS-485.
Modbus over TCP/IP or Modbus over TCP Ini adalah varian Modbus yang berbeda
dari Modbus TCP dimana digunakan checksum atau kalkulasi kesalahan transfer data
(error-check) yang termasuk dalam payload seperti Modbus RTU.
Modbus Plus (Modbus+ or MB+) Modbus Plus (Modbus + atau MB +) juga ada dan
merupakan versi ekstensi dari semua versi Modbus, namun hanya eksklusif untuk
SCHNEIDER ELECTRIC saja. Modbus ini membutuhkan co-prosesor khusus untuk
menangani rotasi token secara cepat seperti HDLC. Modbus jenis ini menggunakan
kabel twisted pair pada kecepatan 1 Mbit/s dan termasuk trafo isolasi di setiap node.
Antarmuka khusus diperlukan sebagai penghubung Modbus Plus ke komputer, biasanya
menggunakan card ISA (SA85), bus PCI atau PCMCIA yang khusus dibuat untuk MB+.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 18



Gambar. Aplikasi Modbus TCP/IP
Hampir semua implementasi memiliki berbagai jenis variasi dari standar resmi yang ada.
Varietas yang berbeda mungkin tidak dapat berkomunikasi dengan baik antar peralatan
elektronik dari supliers yang berbeda. Untuk memahami implementasi Modbus, sebaiknya
disarankan untuk membuka instruction manual peralatan elektronik atau IED masing-masing. Di
halaman paling belakang biasanya terlampir Modbus Register Map, dimana nilai dan jenis data
pada register yang ada pada peralatan. Perlu diketahui, alamat register beserta nilainya pasti
berbeda dari satu merk dengan merk lainnya meski fungsinya sama, misal: sensor tegangan
tapi berbeda merk
Beberapa variasi nilai data register yang paling umum adalah:
Tipe data:
Floating point IEEE, nilai pengukuran yang lebih presisi dengan pecahan s/d
beberapa angka dibelakang koma
32-bit integer (bilangan bulat 32-bit, terdiri dari dua buah bilangan hexadecimal
yang digabungkan)

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 19

8-bit data (antara 0 s/d 255 atau 00 s/d FF hex)
Tipe data campuran (misal: Merk atau nomor seri peralatan)
Bit fields di dalam integers, nilai bit di dalam bilangan bulat. Misal: Nilai sebaris
channel input/output (Status On-Off) PLC seperti: 00100100
Multipliers atau faktor pengali untuk mengubah data dari nilai integer. 10, 100,
1000, 256 ... 10, 100, 1000, 256 ... Misal: faktor pengali 1000 untuk nilai
tegangan 150 (int) maka tegangan yang dimaksud adalah 150.000 Volts atau
150kV
Protocol extensions:
16-bit slave addresses
32-bit data size (1 address = 32 data dikembalikan)
Word swapped data
Keterbatasan-Keterbatasan Modbus
Semenjak Modbus dirancang pada akhir tahun 1970-an untuk dijadikan perantara atau
bahasa komunikasi standar untuk programmable logic controller (PLC), jumlah tipe data
ini terbatas pada mereka yang mengerti PLC pada saat itu. Sehingga object dengan nilai
biner yang besar tidak didukung.
Tidak ada cara yang standar untuk sebuah node untuk menemukan deskripsi objek
data, misalnya, untuk menentukan bahwa nilai register tersebut merupakan perwakilan
nilai suhu antara 30 dan 175 derajat. Karena data yang diterima hanyalah berupa nilai
desimal, sehingga seorang perancang sistem harus lebih jeli agar tidak salah dalam
membaca register dan alamat slave yang dituju.
Karena Modbus adalah protokol dengan sistem master/slave, slave hanya akan
memberikan data atau pesan jika diperintah oleh master saja, sehingga tidak ada jalan
bagi perangkat elektronik yang ada di lapangan untuk mengirimkan "report by exception"
(kecuali Modbus over Ethernet TCP/IP, dikenal dengan istilah open-mbus). Master node
harus secara rutin meminta atau mengumpulkan data (polling data) kepada setiap
perangkat yang ada di lapangan, dan mencari adanya perubahan data disana. Tentu
saja hal ini akan memakan bandwidth dan waktu pemakaian jaringan yang lebih lama di
dalam konteks dimana aplikasi pemakaian bandwidth yang mungkin mahal, seperti pada
low-bit-rate radio link, modem GSM dlsb.
Modbus RTU dan ASCII dibatasi hanya boleh menangani 247 perangkat elektronik (IED)
saja pada satu link jaringan, dan tentunya akan membatasi jumlah perangkat lapangan
yang mungkin terhubung ke master station (sekali lagi tidak berlaku pada Modbus
Ethernet TCP / IP).
Transmisi Modbus harus bersebelahan yang akhirnya membatasi jenis komunikasi jarak
jauh dengan perangkat elektronik dan hanya dapat dilakukan oleh perangkat elektronik
yang bisa mem-buffer data untuk menghindari kesenjangan atau gaps dalam transmisi.
Di dalam Protokol Modbus tidak terdapat security / pengaman terhadap perintah yang
tidak sah (unauthorized commands) atau intersepsi data. Faktor terakhir inilah yang
membuat banyak industri yang merasa takut atau resah akan adanya pihak-pihak yang

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 20

tidak bertanggung-jawab dan dengan sengaja merusak sistem operasi dan berdampak
pada jumlah kerugian investasi yang sangat besar.
Sehingga munculah standar-standar protokol baru guna menangani segala keterbatasan yang
ada pada Modbus namun tetap bersifat open-protocol agar tidak muncul praktek monopoli
perdagangan pada satu merk dalam bidang Automation.
c. Profibus
Profibus adalah sistem komunikasi digital dengan berbagai aplikasi yang luas,
khususnya dibidang pabrik dan proses otomatisasi. Profibus cocok untuk kedua keunggulan
yaitu, waktu-aplikasi kritis yang cepat dan tugas komunikasi yang kompleks.Komunikasi
Profibus berlabuh dalam standar internasional IEC 61.158 dan 61.784 IEC. Aspek aplikasi dan
engineering ditentukan dalam pedoman umum dari PROFIBUS User Organization (organisasi
pengguna profibus). Pengguna ini memenuhi permintaan untuk produsen independensi dan
adanya keterbukaan serta menjamin komunikasi antar perangkat dari berbagaiprodusen.

Sejarah PROFIBUS bermula kembali ke proyek usaha asosiasi yang didukung oleh
otoritas publik, dan dimulai pada tahun 1987 di Jerman. Dalam kerangka venture ini, 21
perusahaan dan lembaga bergabung dan menciptakan proyek field bus yang strategis.
Tujuannya adalah realisasi dan pembentukan fieldbus bit-serial,yang mana merupakan
kebutuhan dasar standarisasi dari interface perangkat lapangan. Untuk tujuan ini, anggota
perusahaan yang relevan dari ZVEI (Pusat Asosiasi Industri Listrik di jerman)sepakat untuk
mendukung sebuah konsep teknis yang sama untuk pabrik dan proses otomatisasi.
Langkah pertama melihat spesifikasi dari komunikasi kompleks protokol Profibus FMS (Fieldbus
message specification), yang mana disesuaikan dengan tuntutan tugas komunikasi. Langkah
selanjutnya pada tahun 1993 melihat penyelesaian spesifikasi untuk konfigurasi yang lebih
sederhana dan protokol Profibus DP( Decentralized Periphery) yang lebih cepat. Protokol ini
sekarang tersedia dalam tiga fungsional scalable, yaitu versi DP-V0, DP-V1 dan DP-V2

Membangun dua protokol komunikasi, ditambah dengan pengembangan berbagai
aplikasi-berorientasi pada profil dan kecepatan meningkatnya jumlah perangkat, Profibus mulai
menjadi yang terdepan, awalnya dalam otomatisasi pabrik dan sejak tahun 1995 dalam
otomatisasi proses.Saat ini, PROFIBUS adalah pemimpin pangsa pasar fieldbus dunia dengan
lebih dari 20% dari pasar, hampir 500.000 melengkapi aplikasi dan lebih dari 5 juta node. Saat
ini, ada tersedia lebih dari 2000 produk PROFIBUS dari berbagai produsen.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 21


Gb. struktur sistem teknik profibus



Profibus memiliki desain modular dan menawarkan berbagai teknologi komunikasi,
banyak aplikasi dan sistem profil, serta sebagai alat manajemen perangkat. Demikian profibus
mencakup beragam dan tuntutan aplikasi yang spesifik dari bidang pabrik dan proses
otomatisasi. Banyaknya jumlah profibus yang di install di plant adalah bukti dari tingginya
penerimaan teknologi fieldbus ini.Dari sudut pandang teknologi komunikasi di tingkat yang lebih
rendah dari struktur sistem Profibus (lihat gb di atas) didasarkan pada referensi model ISO/ OSI
tersebut.. Ini sengaja memberikan deskripsi abstrak dari langkah komunikasi tanpa memberikan
rincian isi / implementasi praktis. Gambar di atas berisi penerapan model OSI (lapisan 1, 2 dan
7).Di profibus terdapat rincian tentang bagaimana lapisan yang individual dilterapkan /
ditentukan. Spesifikasi yang disepakati antara produsen dan pengguna dalam aplikasi
perangkat yang spesifik disusun di atas 7 lapis (layer) dalam aplikasi profil I dan II.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 22


Gb. aplikasi profibus




PROFIBUS DP (Decentralized Periphery) adalah tujuan utamanya untuk pabrik otomatisasi, hal
itu menggunakan teknologi transmisi RS485. Suatu versi protokol komunikasi DP dan satu atau
lebih type aplikasi profil dari pabrik otomatisasi, adalah seperti ident Sistem atau Robot / NC.

PROFIBUS PA (Process Automation) adalah tujuan utamanya untuk proses otomatisasi,
biasanya dengan teknologi transmisi MBP-IS, protokol komunikasi versi DP-V1 dan perangkat
profil aplikasi PA.
MOTION CONTROL dengan PROFIBUS adalah tujuan utamanya untuk
Teknologi drive (inverter) menggunakan teknologi transmisi RS485, protokol komunikasi versi
DPV2dan profil aplikasi PROFIdrive.
PROFISAFE adalah tujuan utamanya untuk keamanan (penggunaan universal hampir untuk
semua industri), teknologi transmisi menggunakan RS485 atau MBP-IS, salah satu DP tersedia
versi untuk komunikasi dan profil aplikasi PROFISAFE.
Terdapat beberapa teknologi transmisi yang dapat digunakan untuk profibus :
RS 485 , adalah teknologi transmisi yang paling umum digunakan , yaitu dengan
menggunakan shielded twisted pair dan memungkinkan tingkat transmisi sampai
dengan 12 Mbps. Baru baru ini berkembang teknologi RS485-IS yaitu teknologi

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 23

perkembangan dari RS485 yaitu berupa media 4-kawat di jenis perlindungan EEx-i
untuk digunakan dalam area explosion proof. Hal ini dilakukan dengan cara menentukan
tingkat tegangan dan arus yang mengacu pada keselamatan yang relevan. Maksimum
nilai-nilainya tidak boleh melebihi baik dalam perangkat individu atau selama
interkoneksi dalam sistem
Teknologi Transmisi MBP (Manchester coded Bus Powered) , Teknologi ini tersedia
untuk aplikasi dalam proses otomatisasi dengan permintaan untuk bus powering dan
intrinsic keamanan perangkat.
Teknologi Fiber Optik, transmisi fiber optic sangat cocok untuk digunakan didaerah
dengan gangguan elektromagnetik yang tinggi atau di mana jarak jaringan yang lebih
besar (panjang)
gambar & tabel penggunaan teknologi transmisi pada PR.6IBUS
d. Fieldbus
Fieldbus adalah salah satu product technology yang disepakati oleh 300 lebih manufacture
instrument. Konsep paling mendasar dari Teknologi Fieldbus adalah pendistribution fungsi
kontrol pada network. LAN in industrial instrumentation.Jika teknologi terdahulu seperti PLC
memperkenalkan centralized control demikian juga DCS yang mendasarkan pada
pendistribusian fungsi kontrol sistem terdelegasi untuk unit tertentu, maka fieldbus adalah
system yang benar-benar mendistribusikan fungsi kontrol pada network setiap loop.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 24

FieldBus Technology
Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengurangi resiko fault pada banyak loop yang
diakibatkan faulty satu loop saja. Fungsi kontrol dapat dijalankan oleh transmitter atau
linking device, atau dapat juga control valve. Kerusakan PID logic pada satu loop device
sangat tidak berpengaruh kepada loop lain.
Keuntungan lain dari penggunaan teknologi fieldbus adalah pengurangan jumlah routing
cable. Tidak ada multipare cable lagi yang digunakan sebagaimana sistem konvensional.
Junction Box ke Marshalling Panel hanya dihubungkan oleh single pair twisted cable.
Karena addressing system yang dilakukan oleh fieldbus memungkinkan banyak device
dapat berkomunikasi melalui satu pair cable. Penggunaan twisted pair ini adalah untuk
mengurangi interferensi signal.
Transmitter dengan kemampuan fieldbus sebenarnya tidak diperlukan lagi setting kalibrasi
signal untuk melakukan linearisasi transmitter. Yang dimaksudkan di sini adalah jika
dibandingkan dengan HART yang memerlukan setting Zero is 4 mA and Maximum is 20 mA
kemudian dilakukan linearisasi 25%, 50%, 100% maka Foundation Fieldbus tidak
memerlukan kegiatan ini. Yang diperlukan dalam fieldbus adalah kalibrasi sensor bahwa 0
Barg harus terkirim data 0 Barg pula. Begitu pula 100 Barg harus terkirim data digital 100
Barg. Begitu seterusnya tanpa perlu melakukan linearisasi, karena linearisasi hanya ada
dalam teknologi analog.
Data oleh fieldbus dikirimkan melalui data digital 0 and 1 yang diambil dari data increasing
dan decreasing dari gelombang square dari voltage yang dihasilkan oleh Bus Power melalui
kabel H1. Pengambilan data pada puncak dan lembah dari gelombang kotak untuk
menunjukkan 1 dan 0 sebagaimana teknologi digital lama tidak digunakan di fieldbus karena
rawan terhadap interferensi. Bus Power rata-rata pada range rating 24-32 VDC. Terkhusus
pada bus power yang dihasilkan oleh Yokogawa Fieldbus adalah 27 VDC. Pada level
komunikasi lebih tinggi antar module pengontrol fieldbus menggunakan jaringan ethernet
yang dikenal sebagai HSE (High Speed Ethernet). Untuk mengkomunikasinya dengan
intranet atau internet bisa saja dilakukan melalui gateway. Demikian juga dengan jaringan
komunikasi industrial yang lain seperti Modbus.
Kelemahan tapi mungkin dapat juga disebut kelebihan, bahwa Fieldbus terlalu software
base. Seorang teknisi yang sudah terbiasa melakukan troubleshoot secara kasatmata
dengan membandingkan signal 4-20 mA pada device dan action seharusnya didapat dari 4-
10 mA maka sekarang teknisi tidak dapat berbuat banyak. Semuanya tergantung dari
Software Engineer yang harus melakukan download, configure, autocalibration, dlsb.
Teknisi hanya akan membandingkan besaran proses dengan data yang diterima oleh
screen workstation. Jika terdapat deviasi maka semua dikembalikan ke software engineer
untuk melakukan adjustment signal.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 25


..

Untuk industri proses terdapat tiga besar Fieldbus sistem di pasar.
Mereka adalah Yayasan Fieldbus (standar oleh ISA), Hart (yang telah ada untuk sementara
waktu dan hampir Fieldbus benar), dan Profibus (bus terutama Eropa). Dua pertama adalah
yang paling umum di Amerika Utara, dan masing-masing dari tiga memiliki kelebihan dan
kontra. Buku pedoman ini akan menjelaskan yang pertama saja. Berhati-hatilah bila Anda
mengambil sistem Fieldbus. Anda akan terjebak dengan itu untuk waktu yang lama, jadi
pastikan itu yang terbaik untuk aplikasi Anda. tion informasi tambahan pada Fieldbus tersedia
dari 50,02-standar ISA



Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 26

Implementasi Fieldbus memiliki banyak manfaat.
Menghemat pada Wiring (dan tenaga kerja) dibandingkan dengan instalasi 4-20mA
konvensional karena Fieldbus tidak memerlukan satu-ke-satu kabel.
Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lapangan, yang
mengurangi beban pada sistem "pusat" kontrol (yakni, kontrol lebih cepat dengan sistem
yang lebih kecil). Ini adalah kemampuan unik Foundation Fieldbus pemrograman
Non-proprietary berarti bahwa sekali Anda belajar, Anda telah belajar untuk semua-sistem
sys.
Fieldbus menawarkan diagnostik yang sangat kuat untuk perangkat lapangan, yang
menghemat waktu dan mengurangi masalah commissioning dan biaya startup.
komunikasi digital memberikan akurasi yang sangat tinggi tidak lagi dibatasi oleh rentang 4-
20 mA.
Memungkinkan kalibrasi dari jarak jauh

Implementasi Fieldbus juga beberapa kekurangan
Jika kabel komunikasi jaringan failure (jarang terjadi), seluruh jaringan akan shutdown
gagal. Hal ini akan menyebabkan downtime yang cukup lama, sehingga pada saat
desainya perlu diperhitungan kemungkinan jaringan drop.
Investasi sistem fieldbus sangat tinggi
1.6 Topologi Jaringan Komputer pada kontrol room berbasis DCS
Topologi jaringan adalah suatu aturan atau cara untuk menghubungkan komputer yang satu
dengan komputer yang lainnya sehingga membentuk suatu jaringan. Topologi jaringan juga
dapat didefinisikan sebagai gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen
jaringan, yang meliputi Server, Workstation, Hub, dan pengkabelannya.
Dalam pemilihan topologi harus dipertembangkan pada beberapa faktor, hal ini akan
mempengaruhi kualitas, efektivitas dan efisiensi juga, faktor-faktor tersebut diantaranya sebagai
berikut :
1. Biaya
2. Kecepatan
3. Lingkungan
4. Ukuran
5. Konektivitas

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 27


Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server,
hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
2. Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan
perangkat lainnya.
a. Topologi Bus
Pada topologi Bus semua komputer dihubungkan secara langsung pada media transmisi
dengan konfigurasi yang disebut Bus. Kebel untuk menghubungkan jaringan ini biasanya
menggunakan kebel koaksial. Setiap Server dan Workstation yang disambungkan pada Bus
menggunakan konektor T (T-Connector). Pada kedua ujung kabel harus diberi Terminator
berupa Resistor yang memiliki resistansi khusus sebesar 50 Ohm yang berwujud sebuah
konektor, bila resistansi dibawah maupun diatas 50 Ohm, maka Server tidak akan bisa bekerja
secara maksimal dalam melayani jaringan, sehingga akses User atau Client menjadi menurun.
Sekarang ini, topologi bus sering digunakan backbone (jalur utama), dengan menggunakan
kabel Fiber Optik sebagai media transmisi.

gambar Topologi Bus

Keunggulan topologi Bus:
1. Penggunaan kabel sedikit, sehingga terlihat sederhana dan hemat biaya.
2. Pengembangan menjadi mudah.
Kelemahan topologi Bus:
1. Jaringan akan terganggu bila salah satu komputer rusak.
2. Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
3. Membutuhkan Repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh (jika menggunakan kabel
coaxial).

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 28

4. Bila terjadi gangguan yang terlalu serius, maka proses pengiriman data menjadi lambat
karena lalu lintas jaringan penuh dan padat akibat tidak ada pengontrol User.
5. Deteksi kesalahan sangat kecil, sehingga bila terjadi gangguan maka sulit sekali
mencari kesalahan tersebut.
b. Topologi Star
Pada Topologi jaringan Star, setiap Workstation dihubungkan dengan menggunakan alat
penghubung terpusat atau yang disebut dengan konsentrator. Masing masing Workstation
tidak saling berhubungan. Jadi setiap Workstation yang terhubung ke konsentrator tidak akan
dapat berinteraksi atau berkomunikasi sebelum konsentrator dihidupkan. Bila Konsentrator
dimatikan, maka seluruh koneksi jaringan akan terputus. Bila dibandingkan dengan sistem
topologi jaringan Bus, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana,
hanya saja pada sistem ini membutuhkan konsentrator.

Pada topologi ini beban yang dipikul oleh konsentrator cukup berat, dengan demikian tingkat
kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar. Hubungan antar Workstation akan
dilakukan melalui peralatan yang disebut konsentrator, sehingga setiap Workstation
dihubungkan dengan kabel jaringan ke konsentrator. Jadi, tidak ada hubungan kabel antar
Workstation. Pada topologi Star, penambahan Workstation tidak akan mengganggu sistem
yang sedang bekerja, tinggal menambah kabel dari Workstation ke konsentrator. Begitu pula
jika salah satu Workstation kabelnya terputus atau terjadi kerusakan, maka tidak akan
mengganggu Workstation lain yang sedang bekerja. Yang bertindak sebagai konsentrator
dalam Hub dan Switch.

-ambar topologi star

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 29




Keunggulan topologi Star:
1. Fleksibel dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi jaringan yang
sudah ada sebelumnya.
2. Bila salah satu kabel koneksi User putus, maka hanya komputer User yang
bersangkutan saja yang tidak berfungsi dan tidak mempengaruhi User yang lain
(keseluruhan hubungan jaringan masih tetap bekerja).

Kelemahan topologi Star:
1. Boros dalam pemakaian kabel, jika dihubungkan dengan jaringan yang lebih besar dan
luas.
2. Bila pengiriman data secara bersamaan waktunya, dapat terjadi Collision.
c. Topologi Ring
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan
yang lain dan hubungan ini akan membentuk Loop tertutup. Dalam sistem ini setiap
sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan
maupun berjauhan. Dengan demikian topologi ini memiliki kemampuan melakukan
Switching ke berbagai arah Workstation. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara
lain adalah tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana). Topologi ini sering digunakan
untuk jaringan yang luas pada satu kota dengan menggunakan media transmisi kabel
fiber optik, misalnya untuk menghubungkan beberapa ISP pusat dan cabang dalam satu
kota


Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 30

-ambar topologi Ring
Keunggulan topologi Ring:
1. Hemat kabel.
2. Untuk membangun jaringan dengan topologi ini lebih murah bila dibandingkan dengan
topologi Star.
Kelemahan topologi Ring:
1. Sangat peka terhadap kesalahan jaringan.
2. Sukar untuk mengembangkan jaringan, sehingga jaringan tersebut nampak menjadi
kaku.
3. Biaya pemasangan lebih besar
d. Topologi Tree
Topologi Tree atau juga disebut sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini
biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan susunan yang berbeda.
Topologi Tree merupakan pengembangan dari topologi Star. Pada topologi Tree setiap
tingkai atau Node akan dihubungakan pada pusat atau konsentrator (Hub atau Switch)
yang berada pada awal Trafic rangkaian.Pada dasarnya, topologi Tree merupakan
gabungan dari beberapa topologi Star, sehingga keunggulan dan kelemahan dalam
topologi ini hampir sama dengan topologi Star&

Gambar Topologi Tree

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 31


Keunggulan topologi Tree:
1. Mudah dalam pengembangan jaringan.
2. Mudah dalam mendeteksi kerusakan.
3. Jika salah satu kabel sub-Node, maka sub-Node yang lain tidak akan terganggu.
Kelemahan topologi Tree:
1. Jika salah satu konsentrator atau sentral Node mengalami kerusakan, maka sub-Node
yang ada dibawahnya akan terganggu
e. Topologi Mesh
Topologi Mesh merupakan topologi yang dibangun dengan memasang Link diantara
semua Node. Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh
atau Fully-Connected Mesh, yaitu sebuah jaringan dimana setiap Node terhubung
langsung ke semua Node yang lain. Jumlah saluran atau Link yang harus disediakan
untuk membentuk jaringan topologi Mesh adalah jumlah Node (Station) dikurang 1 (n-1,
n = Jumlah Node). Misal, jika semua Node dalam jaringan terdapat 5 Node, maka setiap
Node harus me-Link (menyambung) ke 4 Node lainnya.Topologi Mesh biasanya
digunakan pada ISP (Internet Service Provider) untuk memastikan bila terjadi kerusakan
pada salah satu sistem komputer maka tidak akan mengganggu hubungan jaringan
dengan sistem komputer lain dalam jaringan.


Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 32

Gambar Topologi Mesh
1.7 HMI (Human Machine Interface) kontrol room berbasis DCS
Pada umumnya HMI/MMI adalah berupa komputer dengan display di Monitor CRT/LCD dimana
kita bisa melihat keseluruhan system dari layar tersebut. Layaknya sebuah komputer, HMI/MMI
biasanya dilengkapi dengan keyboard dan Mouse. dan biasa juga diganti dengan touch screen.
Dimana keyboard sendiri juga bisa di ganti dengan tampilan di layar buat penginputan. HMI
(Human Machine Interface) adalah membuat fungsi dari teknologi nyata. Jadi dengan membuat
desain HMI yang sesuai, akan membuat pekerjaan fisik lebih mudah. pada hampir semua solusi
teknis, efektifitas dari HMI adalah dapat memprediksi penerimaan user terhadap seluruh solusi
yang ada. konsep HMI yang Moderen pada industri adalah sebagai media komunikasi antara
operator dengan perancangan yang secara ideal mampu memberikan informasi yang
diperlukan, agar perencanaan yang dilakukan dengan tingkat efisiensi maksimum. HMI
merupakan sarana bagi operator untuk mengakses sistem otomasi di lapangan yang
mencangkup operasional , pengembangan, perawatan troubeleshooting

-ambar& Beberapa conto% +MI pada kontrol room berbasis DCS
Berikut fungsi dari HMI/MMI:
Monitoring, kita dapat memonitor/mengawasi kondisi plant kita secara real time tanpa
perlu keluar dari control room.


Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 33

Gambar. Monitoring proses HMI
Setting (based on security level), kita dapat merubah setting misal settingan alarm high
dan low dari suatu pressure atau bahkan kita bisa merubah settingan trip suatu system.

Gambar. Fungsi Setting pada HMI
Take action (based on security level), kita dapat menjalan suatu proses atau
menshutdown proses tersebut.
Alarm, disediakan Alarm History dan Summary. Sehingga nantinya kita bisa menge-
track alarm2 apa saja yang aktif dan bisa mendapatkan alasan kenapa suatu system
tiba-tiba trip/shutdown.


Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 34

Gambar. Alarm History HMI
Trending, ini adalah graphic dari sebuah process misal temperature dari system yang
bersangkutan. Bisa dilihat secara Real Time atau History

Gambar. Trending pada HMI

1.8 Persyaratan Ruang Kontrol berbasi DCS
Ruang kendali atau juga disebut ruang kontrol memiliki persyaratan khusus terkait dengan jenis
pengoperasian masing-masing industri. Dimana diatur dalam standart ISA-71,01-1.985,
mengenai aspek Kondisi Lingkungan terhadap Proses Pengukuran dan Sistem Pengendalian.
Secara teknis beberapa yang perlu dikendalikan adalah suhu ruangan dan kelembaban.
Persyaratan lain adalah : aspek fisik, keamanan, perlindungan pada bahaya kebakaran,
kelistrikan dan elektronik dan sarana komunikasi.








Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 35

Gambar 39. Contoh Layout Pusat Kontrol.
a. Aspek Fisik
Ketika merancang pusat-pusat kontrol, karakteristik fisik dari operator harus dipertimbangkan.
Misalnya, jarak operator harus bergerak harus dipertimbangkan dan tercermin dalam desain.
Kontrol lokasi daerah-daerah yang sulit dijangkau yang membutuhkan gerakan fisik yang
ekstrim akan menghasilkan kelelahan dan harus dihindari

Gambar desain kontrol room berbasis DCS
. Dimensi ditunjukkan pada gambar diatas sebagaimana ditunjukan pada tabel 1 dan 2,
mencerminkan data antropometrik statis. Ini mungkin disempurnakan untuk mencerminkan
karakteristik fisik dari operator plant sebenarnya yang diberikan itu. Desain ruang kontrol harus
memiliki tata letak ergonomis yang baik. Rincian seperti jenis kursi yang digunakan,
kemampuan mereka untuk menyesuaikan ketinggian dan kemiringan, dan jenis lengan kursi
yang dipilih semuanyaadalah faktor penting. Kenyamanan operator secara langsung
berhubungan dengan kinerja operator dan operasi pabrik efisien.




Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 36












Gambar 40. Dimensi badan berdiri.

Table 1 Dimensi Badan Berdiri
Prosen angka dalam centimeter
5 Prosen 95 Prosen
Pasuka
n
tanah
Penerb
ang
Wanita Pasuka
n
tanah
Penerb
ang
Wanita
Berat (kg) 55.5 60.4 46.4 91.6 96.0 74.5
Dimensi badan berdiri
1 Tinggi badan 162.8 164.2 152.4 185.6 187.7 174.1
2 Tinggi mata (berdiri) 151.1 152.1 140.9 173.3 175.2 162.2
3 Tinggi pundak (acromiale) 133.6 133.3 123.0 154.2 154.8 143.7
4 Tinggi siku (radial) 101.0 104.8 94.9 117.8 120.0 110.7
5 Tinggi ujung jari (dactylion) 61.5 73.2
6 Tinggi pinggang 96.6 97.6 93.1 115.2 115.1 110.3
7 Tinggi selangkang 76.3 74.7 68.1 91.8 92.0 83.9
8 Tinngi tempurung lutut 47.5 46.3 43.8 58.6 57.8 52.5
9 Capaian secara fungsi 72.6 73.1 64.0 90.9 87.0 80.4
1
0
Capaian secara fungsi,
diperpanjang
84.2 82.3 73.5 101.2 97.3 92.7
Prosen angka dalan inchi
Berat (lb) 122.4 133.1 102.3 201.9 211.6 164.3
Dimensi badan berdiri
1 Tinggi badan 64.1 64.6 60.0 73.11 73.9 68.5
2 Tinggi mata (berdiri) 59.5 59.9 55.5 68.2 69.0 63.9

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 37

3 Tinggi pundak (acromiale) 52.6 52.5 48.4 60.7 60.9 56.6
4 Tinggi siku (radial) 39.8 41.3 37.4 46.4 47.2 43.6
5 Tinggi ujung jari (dactylion) 24.2 28.8
6 Tinggi pinggang 38.0 38.4 36.6 45.3 45.3 43.4
7 Tinggi selangkang 30.0 29.4 26.8 36.1 36.2 33.0
8 Tinngi tempurung lutut 18.7 18.4 17.2 23.1 22.8 20.7
9 Capaian secara fungsi 28.6 28.8 25.2 35.8 34.3 31.7
1
0
Capaian secara fungsi,
diperpanjang
33.2 32.4 28.0 39.8 38.3 36.5










Gambar 41 Dimensi Badan Duduk.

Table 2 Dimensi Badan Duduk.
Prosen angka dalam centimeter
5 Prosen 95 Prosen
Pasuka
n
tanah
Penerb
ang
Wanita Pasuka
n
tanah
Penerb
ang
Wanita
Dimensi badan duduk
1
4
Duduk, mencapai lengan lurus
ke atas
128.6 134.0 117.4 147.8 153.2 139.4
1
5
Tinggi duduk, tegak 83.5 85.7 79.0 96.9 98.6 90.9
1
6
Tinggi duduk, santai 81.5 83.6 77.5 94.8 96.5 89.7
1
7
Tinggi mata, duduk tegak 72.0 73.6 67.7 84.6 86.1 79.1
1
8
Tinggi mata, duduk santai 70.0 71.6 66.2 82.5 84.0 77.9
1 Tinggi pundak tengah 56.6 58.3 53.7 67.7 69.2 62.5

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 38

9
2
0
Tinggi pundak, duduk 54.2 54.6 49.9 65.4 65.9 60.3
2
1
Panjang siku-pundak 33.3 33.2 30.8 40.2 39.7 36.6
2
2
Panjang pegangan-siku 31.7 32.6 29.6 38.3 37.9 35.4
2
3
Panjang kuku jari-siku 43.8 44.7 40.0 52.0 51.7 47.5
2
4
Tinggi sandaran siku 17.5 18.7 16.1 28.0 29.5 26.9
2
5
Tinggi jarak paha 12.4 10.4 18.8 17.5
2
6
Tinggi lutut, duduk 49.7 48.9 46.9 60.2 59.9 55.5
2
7
Tinggi bawah lutut 39.7 38.4 38.0 50.0 47.7 45.7
2
8
Panjang lutut-pantat 54.9 55.9 53.1 65.8 65.5 63.2
2
9
Panjang bawah lutut-pantat 45.8 44.9 43.4 54.5 54.6 52.6
3
0
Panjang tumit-pantat 46.7 56.4
3
1
Panjang kaki berfungsi 110.6 103.9 99.6 127.7 120.4 118.6
Prosen angka dalan inchi
Dimensi badan duduk
1
4
Duduk, mencapai lengan lurus
ke atas
50.6 52.8 46.2 58.2 60.3 54.9
1
5
Tinggi duduk, tegak 32.9 33.7 31.1 38.2 38.8 35.8
1
6
Tinggi duduk, santai 32.1 32.9 30.5 37.3 38.0 35.3
1
7
Tinggi mata, duduk tegak 28.3 30.0 26.6 33.3 33.9 31.2
1
8
Tinggi mata, duduk santai 27.6 28.2 26.1 32.5 33.1 30.7
1
9
Tinggi pundak tengah 22.3 23.0 21.2 26.7 27.3 24.6
2
0
Tinggi pundak, duduk 21.3 21.5 19.6 25.7 25.9 23.7
2
1
Panjang siku-pundak 13.1 13.1 12.1 15.8 15.6 14.4
2
2
Panjang pegangan-siku 12.5 12.8 11.6 15.1 14.9 14.0
2
3
Panjang kuku jari-siku 17.3 17.6 15.7 20.5 20.4 18.7
2
4
Tinggi sandaran siku 6.9 7.4 6.4 11.0 11.6 10.6
2 Tinggi jarak paha 4.9 4.1 7.4 6.9

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 39

5
2
6
Tinggi lutut, duduk 19.6 19.3 18.5 23.7 23.6 21.8
2
7
Tinggi bawah lutut 15.6 15.1 15.0 19.7 18.8 18.0
2
8
Panjang lutut-pantat 21.6 22.0 20.9 25.9 25.8 24.9
2
9
Panjang bawah lutut-pantat 17.9 17.7 17.1 21.5 21.5 20.7
3
0
Panjang tumit-pantat 18.4 22.2
3
1
Panjang kaki berfungsi 43.5 40.9 39.2 50.3 47.4 46.7

b. Keamanan
Jika pusat kendali dianggap sebagai daerah dengan keamanan yang tinggi, pintu masuk harus
dibatasidan sarana untuk menjaga keterbatasan ini dimasukkan. Hal ini umumnya dicapai
dengan mewajibkan penggunaan lencana atau kartu magnetik dan hanya mengizinkan personil
yang disetujui masuk ruang kontrol.
Aspek lain dari keamanan adalah akses ke perangkat lunak dan manajemen software. Ini
adalah praktik yang baik memiliki duplikat salinan dari perangkat lunak yang tersimpan di lokasi
yang terpisah dan untuk mempertahankan kontrol atas siapa yang memiliki akses ke daerah-
daerah penyimpanan.
c. Proteksi kebakaran
Penyejuk udara mempertahankan lingkungan kerja yang nyaman bagi para operator dengan
menghilangkan panas yang dilepaskan oleh semua peralatan di pusat kendali. Penyejuk udara
harus mempunyai ukuran untuk mempertahankan suhu dan kelembaban dalam persyaratan
sistem kontrol, misalnya, sekitar 75 F (24 C) dan 50% RH.
Saluran masuk penyejuk udara (AC) harus berada di mana akan ada pasokan udara bersih ke
pusat kontrol bahkan selama situasi abnormal seperti pelepasan dari katup relief di dekatnya. Di
bawah kondisi normal operasi, penyejuk udara mempertahankan lingkungan kerja yang
nyaman, tetapi
selama listrik mati, penyejuk udara (AC) akan berhenti. Panas akan mulai terbangun karena
kebanyakan sistem kontrol akan tetap beroperasi walaupun mungkin berada di posisi power
stand-by. Desain ruang kontrol untuk lingkungan yang kritis terhadap panas harus
mempertimbangkan untuk menginstal lebih dari satu penyejuk udara (unit AC) untuk antisipasi
dalam kasus satu unit gagal. Informasi tambahan pada suhu ruang kontrol dan kondisi
kelembaban tersedia dari ISA-71,01-1.985.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 40

Ruangan bertekanan yang terletak di lokasi yang berbahaya harus sesuai dengan kode dan
persyaratan wajib yang berlaku di lokasi (seperti NFPA 496). Mereka harus secara jelas
ditandai sebagai berikut:
sebuah pemberitahuan yang menyatakan "PERINGATAN RUANGAN BERTEKANAN";
peringatan yang terletak di saklar kontrol untuk sumber bertekanan dan pada titik yang
relevan
untuk isolasi listrik yang menunjukkan waktu dalam menit yang pembilasannya adalah
untuk beroperasi sebelum pasokan listrik dapat dihidupkan atau dikembalikan, dan
memberi peringatan pada semua pintu masuk ke ruang bertekanan dengan
memperkenalkan material apapun yang mudah terbakar.

d. Penyejuk udara (AC)
Penyejuk udara mempertahankan lingkungan kerja yang nyaman bagi para operator dengan
menghilangkan panas yang dilepaskan oleh semua peralatan di pusat kendali. Penyejuk udara
harus mempunyai ukuran untuk mempertahankan suhu dan kelembaban dalam persyaratan
sistem kontrol, misalnya, sekitar 75 F (24 C) dan 50% RH.
Saluran masuk penyejuk udara (AC) harus berada di mana akan ada pasokan udara bersih ke
pusat kontrol bahkan selama situasi abnormal seperti pelepasan dari katup relief di dekatnya. Di
bawah kondisi normal operasi, penyejuk udara mempertahankan lingkungan kerja yang
nyaman, tetapi selama listrik mati, penyejuk udara (AC) akan berhenti. Panas akan mulai
terbangun karena kebanyakan sistem kontrol akan tetap beroperasi walaupun mungkin berada
di posisi power stand-by. Desain ruang kontrol untuk lingkungan yang kritis terhadap panas
harus mempertimbangkan untuk menginstal lebih dari satu penyejuk udara (unit AC) untuk
antisipasi dalam kasus satu unit gagal. Informasi tambahan pada suhu ruang kontrol dan
kondisi kelembaban tersedia dari ISA-71,01-1.985.
Ruangan bertekanan yang terletak di lokasi yang berbahaya harus sesuai dengan kode dan
persyaratan wajib yang berlaku di lokasi (seperti NFPA 496). Mereka harus secara jelas
ditandai sebagai berikut:
sebuah pemberitahuan yang menyatakan "PERINGATAN RUANGAN
BERTEKANAN";
peringatan yang terletak di saklar kontrol untuk sumber bertekanan dan pada titik yang
relevan
untuk isolasi listrik yang menunjukkan waktu dalam menit yang pembilasannya adalah
untuk beroperasi sebelum pasokan listrik dapat dihidupkan atau dikembalikan, dan
memberi peringatan pada semua pintu masuk ke ruang bertekanan dengan
memperkenalkan material apapun yang mudah terbakar.

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 41


e. Pertimbangan Listrik / Elektronik
Desain pusat kontrol harus memastikan bahwa semua fungsi perangkat listrik seperti
grounding, pencahayaan, dan penekanan interferensi elektronik benar-benar dilaksanakan.
Semua power dan pentanahan rangka dan perisai kabel harus dihubungkan ke konduktor
elektroda pentanahan sesuai dengan rekomendasi dari vendor sistem. Pemasangan kabel di
dalam dan di luar ruang kontrol kamar harus melalui penetrasi dinding dan harus disegel untuk
mencegah masuknya air.

Dalam situasi dimana kedua pelayanan daya listrik dan kabel sinyal kontrol didistribusikan
menggunakan tray kabel bawah lantai, desain harus memastikan bahwa tray untuk distribusi
tenaga listrik dan untuk sinyal kontrol dan sinyal komunikasi disimpan terpisah minimal 3 ft (1
m) dan hanya menyilang pada sudut yang benar saja. Ini akan memperkecil potensi noise
listrikyang dihasilkan. Untuk mencegah interferensi elektronik, peralatan peka (seperti
mikrokomputer dan jaringan) harus disimpan jauh dari daya tinggi peralatan listrik.
Persyaratan Pencahayaan harus dievaluasi. Misalnya, pencahayaan yang dibutuhkan untuk
area tampilan monitor biasanya lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk printer dan disk drive.
Namun, untuk tujuan pemeliharaan, pencahayaan yang kuat sangat dibutuhkan di seluruh pusat
kendali. Pencahayaan pusat kontrol mungkin disediakan oleh peralatan neon yang dipasang di
atas tipe kemasan telur parabola (untuk menyebarkan cahaya dan meminimalkan silau pada
layar). Dimmer harus digunakan untuk mengendalikan berbagai bagian dari pusat kendali.
Harus ada setidaknya dua sirkuit independen yang dikendalikan: satu untuk pencahayaan
ruangan umum dan yang kedua untuk penerangan layar monitor. Dan, jika pencahayaan tidak
dipasok dari UPS, harus ada lampu darurat terpisah di pusat kontrol.

f. Komunikasi
Dalam kebanyakan pusat kontrol modern, walkie-talkie tidak diperbolehkan. Sebuah tanda
untuk efek yang mungkin terpasang pada pintu pusat kendali. Hal ini dilakukan untuk
menghindari efek noise listrik yang dihasilkan walkie-talkie. Dalam kasus tersebut, sebuah
antena penerima FM dipasang dilantai atas, disediakan untuk melakukan komunikasi dengan
operator lapangan yang menggunakan walkie-talkie. Di dalam pusat kendali, mikrofon bergerak
(atau handset dengan tali panjang) harus disediakan pada setiap konsol. Walkie-talkie harus
beroperasi pada frekuensi unik untuk menghindari gangguan dari unit lain yang berdekatan dan
beroperasi
1.9 Pemeliharaan Kontrol Room berbasis DCS
Pemeliharaan Kontrol Room berbasis DCS harus dilakukan oleh personil terlatih. Hal ini
biasanya dilakukan pada saat unit sedang shutdown, jika harus dilaksanakan pada saat unit
beroperasi maka harus mengikuti kaedah manual pemeliharaan yang dibuat oleh manufacture .
Peralatan DCS rentan terhadap kontaminasi oleh debu. Penumpukan debu menyebabkan

Materi PIK II Kontrol Room Berbasis DCS 42

kurangnya aliran udara dan kinerja peralatan berkurang, debu juga menyerap kelembaban
sehinga memungkinkan jalur pada peralatan menjadi bersifat konduktif, untuk mengantisapasi
kejadian ini pada umumnya setiap peralatan dilengkapi dengan Fan pendingin yang dilen Di
mana para fans yang digunakan pastikan bahwa filter tetap bersih untuk menghindari
membatasi pendingin udara. Juga pastikan para penggemar berada dalam kondisi baik, yaitu,
tidak ada bantalan berisik lusuh (Anda dapat mendengar suara bising ini) dan tidak ada benda
asing (misalnya, klip kertas, dll) mengajukan dekat inlet fan. Pisau bengkok atau retak harus
diganti. Selain itu, personil pabrik harus membersihkan sirip dari penukar panas untuk
mempertahankan pendinginan konveksi.
Kelembaban corrodes terlindungi papan sirkuit, terutama di mana lain atmosfer kontaminan-
nants ditambahkan, seperti gas korosif dan uap. Oleh karena itu, di mana udara digunakan
untuk mendinginkan testing, gunakan bersih, kering, dan peralatan udara bebas minyak.
koneksi mengakibatkan kinerja sistem. Koneksi grounding harus aman. Untuk membantu
mengurangi biaya perawatan, personil pabrik harus mengikuti rekomendasi vendor;
menghindari suhu berlebihan, debu, getaran, dan kelembaban; tidak pernah membiarkan
makanan atau minuman di workstation operator, dan memastikan bahwa kualitas pasokan listrik
memenuhi rekomendasi vendor