Anda di halaman 1dari 93

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu kondisi atau
faktor yang mempengaruhi atau dapat mempengaruhi kesehatan dan
keselamatan karyawan atau pekerja lainnya (termasuk pekerja sementara dan
kontraktor), tamu, atau orang lain di tempat kerja. (OHSAS 18001:2007).
Di era globalisasi dan pasar bebas Word Trade Organization (WTO) dan
General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) yang akan berlaku tahun 2020
mendatang, K3 merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan dalam
hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus
dipenuhi oleh seluruh negara anggota, termasuk bangsa ndonesia. !elaksanaan
K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk men"iptakan tempat kerja yang aman,
sehat, bebas dari pen"emaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau
bebas dari ke"elakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat
meningkatkan efisiensi dan produkti#itas kerja. $aktor keselamatan kerja menjadi
penting karena sangat terkait dengan kinerja karyawan dan pada gilirannya pada
kinerja perusahaan. %emakin tersedianya fasilitas keselamatan kerja semakin
sedikit kemungkinan terjadinya ke"elakaan kerja. Ke"elakaan kerja tidak saja
menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha,
1
tetapi juga dapat mengganggu proses produksi se"ara menyeluruh, merusak
lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas.
Dalam undang & undang 'o. ( tahun ()*0 mengamanatkan bahwa
pengurus+pengusaha wajib melaksanakan K3 di tempat kerja. ,paya
pelaksanaan kesehatan kerja yang merupakan bagian dari pelaksanaan K3,
dituangkan dalam undang&undang 'o. 3- tahun 200) tentang Kesehatan. Dalam
undang . undang ini dijelaskan bahwa upaya kesehatan kerja ditujukan untuk
melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan
serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan. ,paya kesehatan
meliputi / pen"egahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga
kerja.
%egala bentuk upaya kesehatan wajib dilakukan oleh pengelola tempat
kerja dan pekerja wajib men"iptakan dan menjaga kesehatan tempat kerja yang
sehat dan mentaati peraturan yang berlaku di tempat kerja, agar tidak terjadi
gangguan kesehatan bagi pekerja, keluarga, masyarakat dan lingkungan
disekitarnya.
0emperhatikan isi dari pasal tersebut maka jelaslah bahwa 1umah %akit
(1%) termasuk ke dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai an"aman bahaya
yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya terhadap para pelaku
langsung yang bekerja di 1%, tapi juga terhadap pasien maupun pengunjung 1%.
%ehingga sudah seharusnya pihak pengelola 1% menerapkan upaya . upaya K3
tidak terke"uali 1% Kanker 2Dharmais3.
2
1% Kanker 2Dharmais3 sebagai !usat Kanker 'asional yang sekaligus
merupakan pusat rujukan tertinggi jaringan pelayanan kanker di ndonesia
memiliki misi melaksanakan pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang bermutu
tinggi di bidang penanggulangan kanker. %ejalan dengan misi tersebut, maka
dengan menga"u pada !eraturan !erundang&undangan di bidang K3, Direksi
!erjan 1% Kanker 2Dharmais3 telah menerbitkan %urat Keputusan 'omor/ 4K.
00.0-.(. 03- tanggal 5 6anuari 2005 tentang Kebijakan dan Ketentuan !okok
!enyelenggaraan dan !engelolaan K3 di 1% Kanker 2Dharmais3. Kebijakan dan
Ketentuan !okok tersebut menjadi dasar dalam pengelolaan dan pelaksanaan
program K3 dan komitmen Direksi untuk melaksanakan program K3 di 1%
Kanker 2Dharmais3 se"ara konsisten juga merupakan dukungan untuk
terselenggaranya kebijakan K3 se"ara menyeluruh.
Dalam rangka penerapan prinsip&prinsip K3 se"ara berhasil guna dan
berdaya guna di lingkungan 1% Kanker 2Dharmais3, telah ditetapkan Keputusan
Direksi !erjan 1% Kanker 2Dharmais3 'o. 78.00&02.(.3)59 tanggal 2*
Desember 2009 terntang %usunan 7rganisasi dan 8ata Kerja !erjan 1% Kanker
2Dharmais3, yang mana di dalamnya antara lain ditetapkan pembentukan/
a. nstalasi Kesehatan :ingkungan sebagai satuan kerja yang mengelola
kegiatan penyehatan lingkungan rumah sakit yang merupakan salah
satu komponen dari kegiatan K3;
3
b. nstalasi K3 dan Keselamatan !asien (K3K!), sebagai satuan kerja
yang bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan program kegiatan
K3 di lingkungan 1% Kanker 2Dharmais3.
nstalasi K3K! mempunyai tugas menyusun dan melaksanakan program
keselamatan kerja, penanggulangan kebakaran dan kewaspadaan ben"ana di
1% Kanker 2Dharmais3 serta memberikan usulan, saran, dan masukan, baik
kepada Direksi maupun kepada satuan&satuan Kerja terkait dalam pelaksanaan
kegiatan dan penanggulangan masalah K3 di 1% Kanker 2Dharmais3.
<erkaitan dengan tugas tersebut nstalasi K3K! berfungsi untuk
menghimpun dan mengolah data, menganalisis dan memberikan solusi masalah
berkaitan dengan kegiatan K3, serta melakukan pengawasan, pengendalian,
penilaian, penyuluhan dan pelatihan di bidang K3.
K3 di 1% Kanker 2Dharmais3 pada dasarnya adalah menjadi tanggung
jawab semua pegawai disetiap unit kerja dan merupakan salah satu faktor
penting dalam menunjang produkti#itas rumah sakit. !egawai yang bekerja di
rumah sakit sehari&harinya sering terpajan oleh berbagai pajanan seperti pajanan
fisik, kimia, biologis dan sebagainya. =gar pegawai menjadi tetap sehat, produktif
dan mempunyai lingkungan kerja yang sehat serta aman, 1% Kanker 2Dharmais3
menyelenggarakan program pemeliharaan kesehatan bagi seluruh pegawai
se"ara berkala, mulai pegawai dari awal bekerja sampai purna bakti (pensiun).
!rogram ini diselenggarakan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap
tenaga kerja, serta untuk menunjang terlaksananya akti#itas pelayanan yang
4
dapat memenuhi peraturan perundangan bidang K3. !rogram pemeliharaan
kesehatan karyawan di 1% Kanker 2Dharmais3 menga"u pada dasar hukum
!emeriksaan Kesehatan 8enaga Kerja dalam !enyelenggaraan Keselamatan
Kerja yaitu !ermenakertrans 'o. !er. 02+0en+()>0.
!enyelenggaraan pemeliharaan kesehatan merupakan salah satu program
dari nstalasi Kesehatan Keselamatan Kerja dan Keselamatan !asien (K3K!) 1%
Kanker 2Dharmais3. Kegiatan yang dilakukan berupa !elayanan Kesehatan
,mum, !elayanan Kesehatan ?igi dan !emeriksaan Kesehatan Karyawan.
!emeriksaan kesehatan karyawan dilakukan mulai awal bekerja sampai
karyawan purna bakti atau pensiun, sehingga didapat data dan informasi tentang
kesehatan karyawan dari awal bekerja sampai purna bakti.
Dari :aporan %asaran 0utu nstalasi K3K! tahun 20(0, ditemukan data &
data sebagai berikut /
!rogram !emeriksaan Kesehatan <erkala + Medial !"e# $% (M!$)
Direktorat
8arget
(orang)
1ealisasi
(orang)
!ersentase
0edis dan Keperawatan -90 29> 3)@
%D0 dan !enelitian 25 2 >@
,mum dan 7perasional (25 5> 9-@
:ain . lain (%!, KA4) ) 3 (*@
6umlah *)) 3(( (00@
S&m'er : (a%oran Sasaran M&t& )nstalasi *+*,
5
=kar masalah tidak ter"apainya target program ini dikarenakan antara lain
adalah rendahnya kesadaran karyawan tentang K3 khususnya kesehatan kerja.
B. FOKUS PERMASALAHAN
Dari obser#asi tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian yang berjudul Komitmen karyawan terhadap !elaksanaan K3 di 1%KD
tahun 20(0. Dan fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana
Tingkat Komitmen Karyaan ter!a"a# #elak$anaan Ke$e!atan "an
Ke$elamatan Ker%a &K'( "i RS Kanker )D!armai$) *akarta+
,. TU*UAN DAN MANFAAT PENELITIAN
-. T.%.an Penelitian
8ujuan yang ingin di "apai dalam penelitian ini adalah /
a. ,ntuk mengetahui pelaksanaan program K3 di 1% Kanker 2Dharmais3
6akarta.
b. ,ntuk mengetahui tingkat keper"ayaan, kontribusi dan komitmen
karyawan terhadap pelaksanaan program K3 di 1% Kanker 2Dharmais3
6akarta.
6
/. Man0aat Penelitian
a. 0anfaat terhadap dunia akademik / diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap ilmu pengetahuan tentang 0anajemen %umber
Daya 0anusia (0%D0) khususnya tentang Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3).
b. 0anfaat terhadap kepentingan praktisi / diharapkan dapat memberikan
sumbangan informasi dan sumber data bagi pimpinan 1% Kanker
2Dharmais3 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) untuk
memperbaiki situasi yang ada saat ini sehingga dapat menjadi lebih
baik.
Dengan dilakukannya penelitian tentang komitmen terhadap K3 ini,
diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi peneliti lain agar lebih sempurna.
7
BAB II
KERAN1KA TEORI
-( TIN*AUAN TEORI DAN KONSEP KUN,I
-. Mana%emen S.m2er Daya Man.$ia &MSDM(
%umber Daya 0anusia (%D0) memiliki potensi sangat strategis dalam
organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan
akti#itas untuk pen"apaian tujuan. 7rganisasi yang maju tentu dihasilkan oleh
pegawai yang dapat mengelola organisasi tersebut kearah kemajuan yang
diinginkan organisasi, sebaliknya tidak sedikit organisasi yang han"ur dan gagal
karena ketidakmampuannya dalam mengelola sumber daya manusia yang
berada dalam organisasi.
0enurut 0angkunegara (2000/2). 0anajemen sumber daya manusia
adalah suatu peren"anaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan,
dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka
men"apai tujuan organisasi.
%edangkan menurut 4asibuan (200(/(0) manajemen sumber daya manusia
adalah lmu dan seni mengatur hubungaan dan peranan tenaga kerja agar efektif
dan efisien, membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan
masyarakat.
8
<erdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
dengan 0anajemen %umber Daya 0anusia adalah lmu dan seni mengatur
proses atau rangkaian kegiatan / peren"anaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan,
pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan
pemisahan tenaga kerja untuk men"apai tujuan&tujuan organisasi se"ara terpadu
dan efisien.
%D0 di dalam organisasi perlu dikelola se"ara professional agar terwujud
keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan
organisasi. Keseimbangan tersebut merupakan kun"i utama oraganisasi agar
dapat berkembang se"ara produktif dan wajar. %alah satu kebutuhan pegawai
adalah jaminan K3.
K3 merupakan suatu keharusan untuk dilaksanakan, karena peranannya
sangat penting dalam meningkatkan produkti#itas perusahaan. jika tingkat
kesehatan pekerja terpelihara dengan baik, maka angka kesakitan, absensi,
ke"a"atan, keluar masuk (t&rn o-er) dan ke"elakaan kerja serta kerugian materi
dapat diminimalkan.
/. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KER*A &K'(
K3 adalah upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan
meningkatkan derajat kesehatan pekerja dengan "ara pen"egahan ke"elakaan
9
dan !enyakit =kibat Kerja (!=K), pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi
kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.
stilah K3 mempunyai dua sisi pengertian. !engertian yang pertama
mengandung arti sebagai suatu pendekatan ilmiah (sientifi a%%roa") dan
disisi lain mempunyai pengertian sebagai suatu terapan atau suatu program
yang mempunyai tujuan tertentu. Karena itu K3 dapat digolongkan sebagai suatu
ilmu terapan (a%%lied siene).
!andangan yang melihat K3 dalam kerangka sebagai suatu pendekatan
ilmiah tampak seperti misalnya pada definisi berikut/
O&%ational Healt" and Safet. onern t"e a%%liation of sientifi
%rini%les in &nderstanding t"e nat&re of ris# to t"e safet. of %eo%le and
%ro%ert. in 'ot" ind&strial / non ind&strial en-ironments0 )t is m&lti
disi%linar. %rofession 'ased &%on %".sis1 "emistr.1 'iolog. and
'e"a-ioral sienes 2it" a%%liations in man&fat&ring1 trans%ort1 storage
and "andling of "azardo&s material and domesti and rereational
ati-ities0 (OSHA1 $SA)
Dari definisi tersebut terlihat adanya uraian yang menekankan prinsip ilmiah
yang mendasari K3 serta keilmuan dasar yang menjadi pendukungnya.
%edangkan pandangan melihat K3 dalam kerangka sebagai suatu pendekatan
praktis atau suatu program dapat dilihat dari definisi K3 menurut )(O / WHO /
2The promotion and maintenance of t"e "ig"est degree of %".sial1
mental and soial 2ell 'eing of 2or#ers in all o&%ations3 the prevention
among 2or#ers of de%art&res from "ealt" a&sed '. t"eir 2or#ing
onditions3 the protection of 2or#ers in t"eir em%lo.ment from ris#s
res&lting from fators ad-erse to "ealt"3 the placing and maintenance of
t"e 2or#er in an o&%ational en-ironment ada%ted to "is %".siologial
e4&i%ment3 to s&mmarize: the adaptation of work to man and each man
to his job0
10
K3 sebagai suatu program didasari pendekatan ilmiah dalam upaya
men"egah atau memperke"il terjadinya bahaya (hazard) dan risiko (risk)
terjadinya penyakit dan ke"elakaan, maupun kerugian & kerugian lainnya yang
mungkin terjadi. 6adi dapat dikatakan bahwa K3 adalah suatu pendekatan ilmiah
dan praktis dalam mengatasi potensi bahaya dan risiko kesehatan dan
keselamatan yang mungkin terjadi. Dengan kata lain hakekat dari K3 adalah
tidak berbeda dengan pengertian bagaimana kita mengendalikan risiko (risk
management) agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
a. Ke$e!atan Ker%a
!rogram kesehatan kerja merupakan suatu hal yang penting dan perlu
diperhatikan oleh pihak pengusaha. Karena dengan adanya program kesehatan
yang baik akan menguntungkan para karyawan se"ara material, karena
karyawan akan lebih jarang absen, bekerja dengan lingkungan yang lebih
menyenangkan, sehingga se"ara keseluruhan karyawan akan mampu bekerja
lebih lama.
0enurut 0angkunegara (2000/(-() !rogram kesehatan kerja menunjukkan
pada kondisi yang bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang
disebabkan oleh lingkungan kerja. 1esiko kesehatan merupakan faktor&faktor
dalam lingkungan kerja yang bekerja melebihi periode waktu yang ditentukan,
:ingkungan yang dapat membuat stress emosi atau gangguan fisik.
11
!rogram kesehatan fisik yang dibuat oleh perusahaan sebaiknya terdiri dari
salah satu atau keseluruhan elemen&elemen (1anupandojo dan 4usnan,
2002/2-3) berikut ini /
() !emeriksaan kesehatan pada waktu karyawan pertama kali diterima bekerja.
2) !emeriksaan keseluruhan para karyawan kun"i (#e. %ersonal ) se"ara
periodik.
3) !emeriksaan kesehatan se"ara sukarela untuk semua karyawan periodik.
9) 8ersedianya peralatan dan staff media yang "ukup.
5) !emberian perhatian yang sistematis yang pre#entif masalah ketegangan.
-) !emeriksaan sistematis dan periodi" terhadap persyaratan&persyaratan
sanitasi yang baik.
%elain melindungi karyawan dari kemungkinan terkena penyakit atau
kera"unan, usaha menjaga kesehatan fisik juga perlu memperhatikan
kemungkinan&kemungkinan karyawan memperoleh ketegangan atau tekanan
selama mereka bekerja. %tress yang diderita oleh karyawan selama kerjanya,
sumbernya bisa dikelompokkan menjadi empat (1anupandojo dan 4usnan,
2002/2-9 ) /
() Bang bersifat kimia
2) Bang bersifat fisik
3) Bang bersifat biologis
9) Bang bersifat so"ial
12
Ketegangan ini tidak hanya menyerang tubuh manusia tetapi juga pikiran
manusia. Kalau manusia tidak tahan terhadap ketegangan ini mereka akan
menjadi sakit. Karenanya usaha yang perlu dilakukan adalah untuk
menghilangkan sumber ketegangan.
,saha&usaha untuk men"egah dan mengendalikan tekanan di dalam
tempat kerja dapat dijalankan dengan "ara (1anupandojo dan 4usnan,
2002/2-9) sebagai berikut/
() 0en"ari sumber dari tekanan
2) 0en"ari media yang menjadi alat penyebaran tekanan tersebut.
3) 0emberi perawatan khusus pada karyawan yang menderita tekanan tersebut.
,saha untuk menjaga kesehatan mental perlu juga dilakukan (1anupandojo
dan 4usnan, 2002/2-5) yaitu dengan "ara/
() 8ersedianya %s.i"iatrist untuk konsultasi.
2) Kerjasama dengan %s.i"iatrist diluar perusahaan atau yang ada di lembaga&
lembaga konsultan.
3) 0endidik para karyawan perusahaan tentang arti pentingnya kesehatan
mental.
9) 0engembangkan dan memelihara program&program "&man relation yang
baik.
Dalam bekerja diperlukan usaha&usaha untuk meningkatkan kesehatan
kerja, =dapun usaha&usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja
(0angkunegara, 2000/(-2) adalah sebagai berikut/
13
() 0engatur suhu, kelembaban, kebersihan udara, penggunaan warna ruangan
kerja, penerangan yang "ukup terang dan menyejukkan, dan men"egah
kebisingan.
2) 0en"egah dan memberikan perawatan terhadap timbulnya penyakit.
3) 0emelihara kebersihan dan ketertiban, serta keserasian lingkungan kerja.
!erusahaan memperhatikan kesehatan karyawan untuk memberikan
kondisi kerja yang lebih sehat, serta menjadi lebih bertanggung jawab atas
kegiatan&kegiatan tersebut, terutama bagi organisasi&organisasi yang
mempunyai tingkat ke"elakaan yang tinggi, dibawah ini dikemukakan beberapa
sebab yang memungkinkan terjadinya ke"elakaan dan gangguan kesehatan
pegawai (0angkunegara , 2000/(-3 ) yaitu /
() Keadaan 8empat :ingkungan Kerja
& !enyusunan dan penyimpanan barang&barang yang berbahaya kurang
diperhitungkan keamanannya.
& 1uang kerja yang terlalu padat dan sesak.
& !embuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.
& !ergantian udara diruang kerja yang tidak baik (ruang kerja yang kotor,
berdebu, dan berbau tidak enak).
& %uhu udara yang tidak dikondisikan pengaturannya.
2) !engaturan !enerangan
& !engaturan dan penggunaan sumber "ahaya yang tidak tepat.
& 1uang kerja yang kurang "ahaya, remang&remang.
14
3) !emakaian !eralatan Kerja
& !engaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak.
& !enggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik.
9) Kondisi $isik dan 0ental !egawai
& Kerusakan alat indera, stamina pegawai yang usang atau rusak.
& Amosi pegawai yang tidak stabil, kepribadian pegawai yang rapuh, "ara
berfikir dan kemampuan persepsi yang lemah, moti#asi kerja rendah,
sikap pegawai yang "eroboh, kurang "ermat, dan kurang pengetahuan
dalam penggunaan fasilitas kerja terutama fasilitas kerja yang membawa
resiko.
2. Ke$elamatan Ker%a
!erlindungan tenaga kerja meliputi beberapa aspek dan salah satunya yaitu
perlindungan keselamatan, !erlindungan tersebut bermaksud agar tenaga kerja
se"ara aman melakukan pekerjaannya sehari&hari untuk meningkatkan produksi
dan produkti#itas. 8enaga kerja harus memperoleh perlindungan dari berbagai
soal disekitarnya dan pada dirinya yang dapat menimpa atau mengganggu
dirinya serta pelaksanaan pekerjaannya.
0enurut 0angkunegara (2000/(-() 2Keselamatan kerja menunjukkan pada
kondisi yang aman atau selamat dari penderitaan, kerusakan atau kerugian di
tempat kerja3. %edangkan %umaCmur (())3/() mengemukakan bahwa
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat,
15
alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan
lingkungannya serta "ara&"ara melakukan pekerjaan3.
!erusahaan perlu menjaga keselamatan kerja terhadap karyawannya
karena tujuan program keselamatan kerja (%umaCmur, ())3/() diantaranya
sebagai berikut /
() 0elindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan
pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta
produkti#itas nasional.
2) 0enjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja.
3) %umber produksi dipelihara dan dipergunakan se"ara aman dan efisien.
!erusahaan juga harus memelihara keselamatan karyawan dilingkungan
kerja dan syarat&syarat keselamatan kerja adalah sebagai berikut/
() 0en"egah dan mengurangi ke"elakaan.
2) 0en"egah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
3) 0en"egah dan mengurangi bahaya peledakan.
9) 0emberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran
atau kejadian&kejadian lain yang berbahaya.
5) 0emberikan pertolongan pada ke"elakaan.
-) 0emberi alat&alat perlindungan kepada para pekerja.
*) 0en"egah dan mengendalikan timbul atau menyebarluaskan suhu,
kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin , "ua"a, sinar
atau radiasi, suara dan getaran.
16
>) 0en"egah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik
maupun psikis, pera"unan, infeksi, dan penularan.
)) 0emperoleh penerangan yang "ukup dan sesuai.
(0) 0enyelenggarakan penyegaran udara yang "ukup.
(() 0emelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.
(2) 0emperoleh kebersihan antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, "ara
dan proses kerjanya.
(3) 0engamankan dan memperlan"ar pengangkatan orang, binatang, tanaman
atau barang.
(9) 0engamankan dan memelihara segala jenis bangunan. 0engamankan dan
memelihara pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
(5) 0en"egah terkena aliran listrik.
Dari uraian tersebut diatas, maka pada dasarnya usaha untuk memberikan
perlindungan keselamatan kerja pada karyawan dilakukan 2 "ara
(%oeprihanto,())-/9>) yaitu/
() ,saha pre#entif atau men"egah
Baitu mengendalikan atau menghambat sumber&sumber bahaya yang
terdapat di tempat kerja sehingga dapat mengurangi atau tidak menimbulkan
bahaya bagi para karyawan.
:angkah&langkah pen"egahan itu dapat dibedakan, yaitu /
a. %ubtitusi (mengganti alat+sarana yang kurang+tidak berbahaya)
b. solasi (memberi isolasi+alat pemisah terhadap sumber bahaya)
17
". !engendalian se"ara teknis terhadap sumber&sumber bahaya.
d. !emakaian alat pelindung perorangan (e.e %rotetion1 safet. "at and
a%1 gas res%irator1 d&st res%irator1 dan lain&lain).
e. !etunjuk dan peringatan ditempat kerja.
f. :atihan dan pendidikan K3.
2) Kuratif
Kegiatan yang bersifat kuratif berarti mengatasi kejadian atau
ke"elakaan yang disebabkan oleh sumber&sumber bahaya yang terdapat
di tempat kerja. !ada saat terjadi ke"elakaan atau kejadian lainnya sangat
dirasakan arti pentingnya persiapan baik fisik maupun mental para
karyawan sebagai suatu kesatuan atau team kerja sama dalam rangka
mengatasi dan menghadapinya. %elain itu terutama persiapan alat atau
sarana lainnya yang se"ara langsung didukung oleh pimpinan organisasi
perusahaan.
<erdasarkan uraian tersebut maka tujuan utama K3 adalah agar masing&
masing karyawan dapat melakukan pekerjaannya kelak lebih efisien, dan
mendapat jaminan atas K3 baik se"ara fisik, sosial dan psikologis. !rogram K3
memang sangat diperlukan (khususnya pekerja) untuk hidup sehat dan selamat.
Keselamatan kerja bertalian erat dengan ke"elakaan kerja, yaitu
ke"elakaan yang terjadi di tempat kerja. Ke"elakaan kerja ini se"ara umum dapat
18
diartikan sebagai suatu kejadian tidak diduga dan tidak dikehendaki semula
sehingga dapat menga"aukan proses yang telah diatur dari suatu akti#itas.
0enurut 4adiguna (200)), ke"elakaan kerja merupakan ke"elakaan
seseorang atau kelompok dalam rangka melaksanakan kerja di lingkungan
perusahaan, yang terjadi se"ara tiba&tiba, tidak diduga sebelumnya, tidak
diharapkan terjadi, menimbulkan kerugian ringan sampai yang paling berat, dan
bisa menghentikan kegiatan pabrik se"ara total.
!enyebab ke"elakaan kerja dapat dikategorikan menjadi dua /
a. Ke"elakaan yang disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak melakukan
tindakan penyelamatan.
Dontohnya / pakaian kerja, penggunaan peralatan pelindung diri, falsafah
perusahaan, dan lain&lain.
b. Ke"elakaan yang disebabkan oleh keadaan lingkungan kerja yang tidak
aman.
Dontohnya / penerangan, sirkulasi udara, temperatur, kebisingan, getaran,
penggunaan indikator warna, tanda peringatan, sistem upah, jadwal kerja,
dan lain&lain.
Dasar hukum terkait dengan K3, antara lain/
a. ,, 'o.( tahun ()*0 8entang K3
b. ,, 'o.23 tahun ())2 8entang Kesehatan
". ,ndang&undang 'omor (3 8ahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
19
d. !eraturan !emerintah 'omor -3 8ahun 2000 tentang Keselamatan dan
Kesehatan 8erhadap !emanfaatan 1adiasi !engion
e. !eraturan 0enteri 8enaga Kerja 'o./ !A1.05+0A'+())- 8entang
%istem 0anajemen K3
f. Keputusan !residen 'omor 22 8ahun ())3 tentang !enyakit yang
8imbul =kibat 4ubungan Kerja
g. Keputusan 0enteri Kesehatan 'omor (2(*+0enkes+%K+E+200(
tentang !edoman !enanganan Dampak 1adiasi
h. Keputusan 0enteri Kesehatan 'omor 35(+0enkes+%K++2003 tentang
Komite K3 %ektor Kesehatan
i. Keputusan 0enteri Kesehatan 1epublik ndonesia
'o.932+0A'KA%+%K+F+200* 8entang !edoman K3 di 1umah %akit
j. ,ndang&,ndang 'omor 3- tahun 200) tentang Kesehatan
k. Keputusan 0enteri Kesehatan 1epublik ndonesia
'o.(0>*+0A'KA%+%K+F+20(0 8entang %tandar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di 1umah %akit
'. Ke$e!atan "an Ke$elamatan Ker%a "i R.ma! Sakit &K'RS(
0enurut ,, 'o. 99 tahun 200), yang dimaksud 1umah %akit (1%) adalah
institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan
20
perorangan se"ara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat
jalan, dan gawat darurat.
%edangkan harian %indo ((2+((+0)) mendefinisikan 1% sebagai tempat
dimana orang&orang sakit berkumpul dalam suatu area terbatas dan mereka
membawa berbagai sumber infeksi, beberapa bahkan sangat serius.
Dalam !ermenkes 'o. (0>*+0enkes+%K+F+20(0 dijelaskan bahwa 1%
merupakan tempat kerja yang padat karya, pakar, modal, dan teknologi, namun
keberadaan 1% juga memilik dampak negati#e terhadap timbulnya penyakit dan
ke"elakaan akibat kerja, bila 1% tersebut tidak melaksanakan prosedur K3.
1% sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan
karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan
kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan so"ial ekonomi masyarakat yang
harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau
oleh masyarakat agar terwujud derajad kesehatan yang setinggi&tingginya.
%elain dituntut mampu memberikan pelayanan dan pengobatan yang bermutu,
1% juga dituntut harus melaksanakan dan mengembangkan program K3 di
1umah %akit (K31%) seperti yang ter"antum dalam %tandar !elayanan 1umah
%akit dan dalam instrument akreditasi 1umah %akit.
%elain itu seperti yang ter"antum dalam pasal * ayat (() ,ndang&,ndang
'o. 99 tahun 200) tentang 1umah %akit, bahwa 21umah %akit harus memenuhi
persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian
dan peralatan3, yang mana persyaratan&persyaratan tersebut salah satunya
21
harus memenuhi unsur K3 didalamnya. Dan bagi 1umah %akit yang tidak
memenuhi persyaratan&persyaratan tersebut tidak diberikan iGin mendirikan,
di"abut atau tidak diperpanjang iGin operasional 1umah %sakit (pasal (*).
4asil laporan 5ational Safet. !o&nil (5S!) tahun ()>> menunjukkan
bahwa terjadinya ke"elakaan di 1% 9(@ lebih besar dari pekerja di industri lain.
Kasus yang sering terjadi adalah tertusuk jarum, terkilir, sakit pinggang,
tergores+terpotong, luka bakar, dan penyakit infeksi dan lain&lain.
:aporan lainnya yakni di srael, angka pre#alensi "edera punggung tertinggi
pada perawat ((-.>@) dibandingkan pekerja sektor industri lain. Di =ustralia,
diantara >(3 perawat, >*@ pernah lo2 'a# %ain, pre#alensi 92@ dan di =%,
insiden "edera m&s&los#eletal 9.-2+(00 perawat per tahun.
Data dan fakta K31% di ndonesia (!ermenkes, (0>*+20(0)/
a. ?aya berat yang ditanggung pekerja rata&rata lebih dari 20 kg. Keluhan
s&'.e#tif lo2 'a# %ain didapat pada >3.3@ pekerja. !enderita terbanyak
usia 30&9) / *-3.3@. (nstalasi bedah sentral di 1%,D di 6akarta 200-).
b. -5@ petugas pembersih suatu 1umah %kait di 6akarta menderita Dermastitis
Kontak ritan Kronik 8angan (2009).
". !enelitian dr. 6oseph tahun 2005&200* men"atat bahwa angka K=K '%
men"apai 3>&*3@ dari total petugas kesehatan.
d. !re#alensi gangguan mental emosional (*.*@ pada perawat di suatu 1umah
%akit di 6akarta berhubungan bermakna dengan stresor kerja.
22
e. nsiden akut se"ara signifikan lebih besar terjadi pada !ekerja 1umah sakit
dibandingkan dengan seluruh pekerja di semua kategori (jenis kelamin, ras,
umur dan status pekerjaan (?un ()>3).
0enurut "atatan ?un (()>3) terdapat beberapa kasus penyakit kronis yang
diderita petugas 1%, yakni hipertensi, #arises, anemia (kebanyakan wanita),
penyakit ginjal dan saluran kemih (-)@ wanita), dermatitis dan urtikaria (5*@
wanita) serta nyeri tulang belakang dan pergeseran diskus inter#ertebrae.
Ditambahkan juga bahwa terdapat beberapa kasus penyakit akut yang diderita
petugas 1% lebih besar -.3 kali dari petugas atau pekerja lain, yaitu penyakit
infeksi dan parasit, saluran pernafasan, saluran "erna dan keluhan lain, seperti
sakit telinga, sakit kepala, gangguan saluran kemih, masalah kelahiran anak,
gangguan pada saat kehamilan, penyakit kulit dan sistem otot dan tulang rangka.
<ahaya kesehatan tidak hanya terhadap para pelaku langsung yang
bekerja di 1%, tapi juga terhadap pasien maupun pengunjung bahkan
masyarakat sekitarnya. %ehingga sudah seharusnya pihak pengelola 1%
menerapkan upaya&upaya K3 di 1%. !otensi bahaya di 1%, selain penyakit&
penyakit infeksi juga ada potensi bahaya&bahaya lain yang mempengaruhi situasi
dan kondisi di 1%, yaitu ke"elakaan (peledakan, kebakaran, ke"elakaan yang
berhubungan dengan instalasi listrik, dan sumber&sumber "idera lainnya),
radiasi, bahan&bahan kimia yang berbahaya, gas&gas anastesi, gangguan
psikososial dan ergonomi. %emua potensi bahaya tersebut di atas, jelas
23
mengan"am jiwa dan kehidupan bagi para karyawan di 1%, para pasien maupun
para pengunjung yang ada di lingkungan 1%.
Dari berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu upaya untuk
mengendalikan, meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya, oleh karena
itu K3 1% perlu dikelola dengan baik (Kepmenkes 932, 200*).
K3 di rumah sakit merupakan upaya untuk memberikan jaminan
keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja di rumah sakit
dengan "ara pen"egahan ke"elakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian
bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.
a. Ba!aya Poten$ial "i RS
<ahaya !otensial di 1% dapat mengakibatkan penyakit dan ke"elakaan
akibat kerja. !enyakit =kibat Kerja (!=K) di 1% umumnya berkaitan dengan /
- $aktor biologi"
0isalnya kuman pathogen, umumnya berasal dari pasien.
- $aktor kimia
!emaparan dalam dosis ke"il namun terus menerus seperti antiseptik pada
kulit, gas anestasi pada hati.
- $aktor ergonomi
24
0isalnya / "ara duduk yang salah, "ara mengangkat pasien yang salah,
!enataan tata ruang yang kurang tepat, pen"ahayaan dan suhu yang
kurang atau berlebihan dll.
- $a"tor fisik
dalam dosis ke"il yang terus menerus / misalnya panas pada kulit,
tegangan inggi pada sistem reproduksi, radiasi pada sistem pemproduksi
darah.
- $aktor psikologis
ketegangan di kamar bedah, penerimaan pasien, gawat darurat dan
bangsal penyakit jiwa.
25
<ahaya potensial berdasarkan lokasi dan pekerjaan di 1% meliputi /
No Ba!aya Poten$ial Loka$i Peker%a yang #aling 2eri$iko
(
2
3
9
5
FISIK 4
<ising
?etaran
Debu
!anas
1adiasi
KIMIA 4
Disinfektan DytotoHi"s
Athylene oHide
$ormaldehyde
0ethyl /
0etha"rylate, 4g (amalgam)
%ol#ents
?as&gas anaestesi
BIOLO1IK 4
=D%, 4epatitis <
dan 'on =non <
Dytomegalo#irus
1ubella
8uber"ulosis
ER1ONOMIK 4
!ekerjaan yang dilakukan
se"ara manual
!ostur yang salah dalam
melakukan pekerjaan
!ekerjaan yang berulang
PSIKOSOSIAL
%ering kontak dengan pasien,
kerja bergilir, kerja berlebih,
an"aman se"ara fisik
!%1%, laundri, dapur, D%%D, gedung
genset boiler, !=:
ruang mesin&mesin dan peralatan yang
menghasilkan getaran (ruang gigi dll)
genset, bengkel kerja, laboratorium
gigi, gudang rekam medis, in"inerator
D%%D, dapur, laundri, in"inerator,
boiler
E&1ay, 7K yang menggunakan "&arm,
ruang fisioterapi, unit gigi
%emua area $armasi, tempat
pembuangan limbah, bangsal
Kamar operasi :aboratorium, kamar
mayat, gudang farmasi
1uang pemeriksaan gigi
:aboratorium, bengkel
kerja,semua area di 1%
1uang operasi gigi, 7K, ruang
pemulihan (11)

?D, 7K, ruang pemeriksaan gigi,
laboratorium, laundry
1uang kebidanan, ruang anak
1uang ibu dan anak
<angsal, laboratorium, ruang isolasi
=rea pasien dan tempat penyimpanan
barang (gudang)
%emua area
%emua area
%emua area
Karyawan yang bekerja di lokasi tsb
!erawat, "leaning ser#i"e dll
!etugas sanitasi, teknisi gigi, petugas
!% dan rekam medis
!ekerja dapur, pekerja laundry, petugas
sanitasi dan !1%
=hli radiologi, radioterapist dan
radiografer, ahli fisioterapi dan petugas
roentgen gigi.
!etugas kebersihan, perawat, pekerja
farmasi, perawat, petugas pengumpul
sampah
Dokter,perawat !etugas kamar mayat,
petugas laboratorium dan farmasi
!etugas+dokter gigi, dokter bedah,
perawat
8eknisi, petugas laboratorium, petugas
pembersih
Dokter gigi, perawat, dokter
bedah, dokter+perawat anaestesi
Dokter , dokter gigi, perawat, !etugas
laboratorium, petugas sanitasi dan
laundry
!erawat, dokter yang bekerja di bagian
bu dan anak
Dokter dan perawat
!erawat, petugas laboratorium,
fisioterapis
!etugas yang menangani pasien dan
barang
%emua karyawan
Dokter gigi, petugas pembersih,
fisioterapis, sopir, operator komputer,
yang berhubungan dengan pekerjaan
juru tulis
%emua karyawan
26
2. U#aya K' "i RS
,paya K3 di 1% menyangkut tenaga kerja, "ara+metode kerja, alat kerja,
proses kerja dan lingkungan kerja. ,paya ini meliputi peningkatan, pen"egahan,
pengobatan dan pemulihan. Kinerja setiap petugas kesehatan dan non
kesehatan merupakan resultante dari tiga komponen K3 yaitu kapasitas kerja,
beban kerja dan lingkungan kerja.
Bang dimaksud dengan /
a) Kapasitas kerja adalah kemampuan seorang pekerja untuk
menyelesaikan pekerjaannya dengan baik pada suatu tempat kerja dalam
waktu tertentu.
b) <eban Kerja adalah suatu kondisi yang membebani pekerja baik se"ara
fisik maupun non fisik dalam menyelesaikan pekerjaannya, kondisi
tersebut dapat diperberat oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung
se"ara fisik atau non fisik.
") :ingkungan Kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi
fa"tor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial yang mempengaruhi
pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.
,paya dan !rogram K31% meliputi /
a) ,paya pelayanan kesehatan kerja paripurna bagi pegawai 1%
27
b) !engembangan dan pembinaan %D0 K31%
") ,paya kesehatan lingkungan kerja 1%
d) ,paya sanitasi rumah sakit
e) ,paya pengelolaan limbah medis I non medis (padat, "air I gas)
f) ,paya pengelolaan, pemeliharaan I sertifikasi sarana, prasarana I
peralatan 1%
g) ,paya keamanan pasien I pengunjung
h) ,paya pengelolaan jasa, bahan bera"un I barang berbahaya
i) ,paya pen"egahan I pengendalian kebakaran
j) ,paya kewaspadaan I upaya pen"egahan pengendalian ben"ana
k) !engumpulan, pengolahan, dokumentasi data I pelaporan Kegiatan
!rogram K31% (untuk e#aluasi).
,paya pelayanan kesehatan paripurna di 1% meliputi /
a) !emeriksaan kesehatan pra kerja
b) !emeriksaan kesehatan berkala / ( kali + (&2 tahun
") !emeriksaan kesehatan khusus /
- petugas 1adiasi / pemeriksaan darah tepi
- petugas :ab, laundry / 4bs=g
- petugas in"enarator / test fungsi paru
d) !emeriksaan kesehatan pas"a kerja + sebelum pensiun
28
4asil pemeriksaan kesehatan petugas+pegawai 1% dapat dijadikan bahan /
a) Data dasar kesehatan pegawai 1%.
b) ,ntuk mendeteksi dini bila kemungkinan adanya kelainan (penyakit
tertentu)
") ,ntuk penanganan yang "epat I tepat bila ditemukan kelainan+ penyakit
d) %ebagai bahan peren"anaan untuk melakukan promosi kesehatan.
e) !emenuhan perundang&undangan I peraturan pemerintah
!enyelenggaraan K3 di rumah sakit menga"u pada %urat Keputusan
0enteri Kesehatan 1epublik ndonesia 'omor / 932+0enkes+%K+F+200* tentang
!edoman 0anajemen K3 di 1umah %akit.
:angkah&langkah penyelenggaraan manajemen K3 di 1% adalah, sebagai
berikut /
?ambar (
SISTEM MANA*EMEN KESEHATAN DAN KESELAMAT KER*A &SMK'(
29
*e%men#es : 6+27Men#es7S*7)872007 tentang Sistem Mana9emen *+:S
5. Komitmen Karyaan "an B."aya Ker%a
0enurut %teers (()>5/50), Komitmen karyawan terhadap organisasi
memiliki 3 (tiga) aspek utama, yaitu /
a. dentifikasi, merupakan keyakinan dan penerimaan terhadap serangkaian
nilai dan tujuan organisasi.
b. Keterlibatan yaitu kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi
kepentingan organisasi yang bersangkutan.
". :oyalitas yaitu keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi.
%ementara menurut !orter (0owday.()>2/2*) Komitmen Karyawan adalah
kekuatan yang bersifat relatif dari indi#idu dalam mengidentifikasikan keterlibatan
dirinya ke dalam bagian organisasi. 4al ini dapat ditandai dengan tiga hal yaitu /
a. !enerimaan terhadap nilai&nilai dan tujuan organisasi.
30
b. Kesiapan dan kesediaan untuk berusaha dengan sungguh&sungguh atas
nama organisasi.
". Keinginan untuk mempertahankan keanggotaan di dalam organisasi
%teers berpendapat bahwa komitmen karyawan merupakan kondisi di mana
pegawai sangat tertarik terhadap tujuan, nilai&nilai, dan sasaran organisasinya.
Komitmen karyawan lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi
sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya
yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pen"apaian tujuan.
6adi komitmen karyawan men"akup unsur loyalitas terhadap organisasi,
keterlibatan dalam pekerjaan, dan identifikasi terhadap nilai&nilai dan tujuan
organisasi. Di samping itu komitmen karyawan mengandung pengertian sebagai
suatu hal yang lebih dari sekedar kesetiaan yang pasif melainkan menyiratkan
hubungan pegawai dengan perusahaan se"ara aktif. Karena pegawai yang
menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk memberikan tenaga dan
tanggungjawab yang lebih dalam menyokong kesejahteraan dan keberhasilan
organisasinya.
a. *eni$ Komitmen Karyaan
6enis komitmen menurut =llen dan 0eyer (Dunham.())9/3*0) terbagi atas
tiga komponen, yaitu /
31
() Komponen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi, dan
keterlibatan pegawai di dalam suatu organisasi. !egawai dengan afektif
tinggi masih bergabung dengan organisasi karena keinginan untuk tetap
menjadi anggota organisasi.
2) Komponen normatif merupakan perasaan pegawai tentang kewajiban
yang harus diberikan kepada organisasi. Komponen normatif berkembang
sebagai hasil dari pengalaman sosialisasi, tergantung dari sejauh apa
perasaan kewajiban yang dimiliki pegawai. Komponen normatif
menimbulkan perasaan kewajiban kepada pegawai untuk memberikan
balasan atas apa yang pernah diterimanya dari organisasi.
3) Komponen "ontinuan"e berarti komponen yang berdasarkan persepsi
pegawai tentang kerugian yang akan dihadapinya jika meninggalkan
organisasi.
!egawai dengan dasar organisasi tersebut disebabkan karena pegawai
tersebut membutuhkan organisasi. !egawai yang memiliki komitmen organisasi
dengan dasar afektif memiliki tingkah laku yang berbeda dengan pegawai
dengan dasar "ontinuan"e. !egawai yang ingin menjadi anggota akan memiliki
keinginan untuk berusaha yang sesuai dengan tujuan organisasi. %ebaliknya
pegawai yang terpaksa menjadi anggota organisasi akan menghindari kerugian
finan"ial dan kerugian lain, sehingga mungkin hanya melakukan usaha yang
tidak maksimal.
32
0enurut 0owdey, !orter dan %teers, komitmen karyawan dikenal sebagai
pendekatan sikap terhadap organisasi. Komitmen karyawan memiliki dua
komponen yaitu sikap dan kehendak untuk bertingkah laku.
b. Sika# .nt.k 2ertingka! lak.
%ikap men"akup identifikasi dengan organisasi yaitu penerimaan tujuan
organisasi, di mana penerimaan ini merupakan dasar komitmen karyawan.
dentifikasi pegawai tampak melalui sikap menyetujui kebijaksanaan organisasi,
kesamaan nilai pribadi dan nilai&nilai organisasi, rasa kebanggaan menjadi
bagian dari organisasi. %ikap juga men"akup keterlibatan seseorang sesuai
peran dan tanggungjawab pekerjaan di organisasi tersebut. !egawai yang
memiliki komitmen tinggi akan menerima hampir semua tugas dan
tanggungjawab pekerjaan yang diberikan padanya. %elain itu sikap juga
men"akup kehangatan, afeksi, dan loyalitas terhadap organisasi merupakan
e#aluasi dari komitmen, serta adanya ikatan emosional dan keterikatan antara
organisasi dengan pegawai. !egawai dengan komitmen tinggi merasakan
adanya loyalitas dan rasa memiliki terhadap organisasi.
6. Ke!en"ak .nt.k 2ertingka! lak.
%edangkan yang termasuk kehendak untuk bertingkah laku adalah
kesediaan untuk menampilkan usaha. 4al ini tampak melalui kesediaan bekerja
33
melebihi apa yang diharapkan agar organisasi dapat maju. !egawai dengan
komitmen tinggi, ikut memperhatikan nasib organisasi. Keinginan juga termasuk
kehendak untuk tetap berada dalam organisasi. !ada pegawai yang memiliki
komitmen tinggi, hanya sedikit alasan untuk keluar dari organisasi dan
berkeinginan untuk bergabung dengan organisasi yang telah dipilihnya dalam
waktu lama.
6adi seseorang yang memiliki komitmen tinggi akan memiliki identifikasi
terhadap organisasi, terlibat sungguh&sungguh dalam pegawai dan ada loyalitas
serta afeksi positif terhadap organisasi. %elain itu tampil tingkah laku yang
berusaha ke arah tujuan organisasi dan keinginan untuk tetap bergabung
dengan organisasi dalam jangka waktu lama.
<entuk komitmen karyawan bisa diujudkan antara lain sebagai berikut /
(. Komitmen dalam men"apai #isi,misi, dan tujuan organisasi.
2. Komitmen dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur kerja
standar organisasi.
3. Komitmen dalam mengembangkan mutu sumber daya manusia
bersangkutan dan mutu produk.
9. Komitmen dalam mengembangkan kebersamaan tim kerja se"ara efektif
dan efisien.
5. Komitmen untuk berdedikasi pada organisasi se"ara kritis dan rasional.
34
!ada dasarnya melaksanakan komitmen sama saja maknanya dengan
menjalankan kewajiban, tanggung jawab, dan janji yang membatasi kebebasan
seseorang untuk melakukan sesuatu. 6adi karena sudah punya komitmen maka
dia harus mendahulukan apa yang sudah dijanjikan buat organisasinya
ketimbang untuk hanya kepentingan dirinya. Di sisi lain komitmen berarti adanya
ketaatan seseorang dalam bertindak sejalan dengan janji&janjinya. %emakin
tinggi derajad komitmen karyawan semakin tinggi pula kinerja yang di"apainya.
'amun dalam prakteknya tidak semua karyawan melaksanakan komitmen
seutuhnya. =da komitmen yang sangat tinggi dan ada yang sangat rendah.
". Faktor70aktor yang mem#engar.!i "era%a" komitmen
(. $aktor&faktor intrinsik karyawan dapat meliputi aspek&aspek kondisi sosial
ekonomi keluarga karyawan, usia, pendidikan, pengalaman kerja, kestabilan
kepribadian, dan gender.
2. $aktor ekstrinsik yang dapat mendorong terjadinya derajad komitmen tertentu
antara lain adalah keteladanan pihak manajemen khususnya manajemen
pun"ak dalam berkomitmen di berbagai aspek organisasi. %elain itu juga
dipengaruhi faktor&faktor manajemen rekrutmen dan seleksi karyawan,
pelatihan dan pengembangan, manajemen kompensasi, manajemen kinerja,
manajemen karir, dan fungsi kontrol atasan dan sesama rekan kerja. $aktor
ekstrinsik di luar organisasi antara lain aspek&aspek budaya, kondisi
perekonomian makro, kesempatan kerja, dan persaingan kompensasi.
35
<erdasarkan uraian diatas komitmen pegawai terhadap program K3 dapat
diidentifikasi menjadi 3 aspek /
(. Keper"ayaan terhadap organisasi
2. Keikutsertaan dan keterlibatan
pegawai terhadap program K3
3. Kontribusi pegawai dalam
penyelenggaraan !emeriksaan Kesehatan Kerja

B. Mo"el Ber#ikir
Didalam pedoman penulisan skripsi %8= :=' (200(/20) dijelaskan
bahwa /
0odel berpikir sebagai penjelasan se"ara deskriptif naratif yang
menggambatkan keterkaitan antara konsep&konsep kun"i, yang se"ara
integral merupakan 3potret3 (manifestasi) fokus permasalahan. <ila perlu,
model berpikir ini digambarkan se"ara diagfragmatik.
%esuai dengan judul penelitian, maka obyek penelitian dari komitmen
karyawan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan mengidentifikasi
aspek keper"ayaan terhadap organisasi, aspek keikutsertaan dan keterlibatan
pegawai terhadap program K3 dan aspek kontribusi pegawai dalam
penyelenggaraan !emeriksaan Kesehatan Kerja.
36
Dengan demikian, model penelitian ini adalah sebagai berikut/
MODEL PENELITIAN
KOMITMEN KAR8A9AN TERHADAP K'
,. Pertanyaan Penelitian
!ertanyaan penelitian yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut /
(. <agaimana tingkat keper"ayaan karyawan terhadap nilai&nilai organisasi J
2. <agaimana keikutsertaan dan keterlibatan karyawan terhadap program
K3J
3. <agaimana kontribusi karyawan terhadap penyelenggaraan pemeriksaan
kesehatan berkala+Medial !"e# $% (M!$) di 1% Kanker 2Dharmais3
6akarta J
37
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Meto"ologi Penelitian
0etodologi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode
"ampuran (mi;ed met"od) dengan pengambilan data melalui sur#ey. Dalam
rangka pengambilan data dilakukan dengan perangkat kuisioner dengan model
pertanyaan tertutup. 0etode %ur#ey digunakan untuk mengetahui sejauh mana
tingkat komitmen karyawan 1%KD terhadap pentingnya Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3).

B. Teknik Peng.m#.lan Data
38
8eknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sbb /
(. Data !rimer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan termasuk
laboratorium ('asution, 2003/(93). Data primer penelitian ini diperoleh
dengan menyebar kuesioner kepada para karyawan 1% Kanker
2Dharmais3.
2. Data %ekunder adalah data atau sumber yang didapat dari bahan ba"aan
('asution, 2003/(93). Data sekunder penelitian ini diperoleh dari
dokumentasi 1% Kanker 2Dharmais3, buku&buku referensi, dan informasi
lain yang berhubungan dengan penelitian.
3. 0etode !engumpulan Data
a) Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang didistribusikan untuk diisi
dan dikembalikan atau dapat juga dijawab dibawah pengawasan
peneliti ('asution, 2003/(2>)
b) (i'rar. :esear"
!enelitian yang dilakukan dengan "ara mempelajari literatur atau
referensi lain yang berhubungan dengan pokok bahasan sehingga
dapat digunakan sebagai a"uan analisa untuk meme"ahkan masalah
dalam penelitian.
,. Po#.la$i "an Sam#el
-. Po#.la$i
39
!opulasi adalah keseluruhan elemen yang hendak dijelaskan oleh peneliti
melalui penelitiannya (rawan,()))/(*)). %edangkan menurut %ugiono dalam
bukunya tentang 0etoda =dministrasi (2000/5*).=rikunto (())3/(02) bahwa
populasi adalah 2Keseluruhan subyek penelitian. =pabila seseorang ingin
meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya
merupakan penelitian populasi.3
<erdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh karyawan 1% Kanker 3Dharmais3 6akarta sebanyak
(.(>- orang.
/. Sam#el
%ehubungan dengan adanya keterbatasan penulis, baik dana, waktu
maupun kemampuan untuk meneliti populasi maka dalam penelitian ini penulis
menentukan sampel yang akan mewakili jumlah populasi yang ada. 0engenai
ukuran sampel, sampai saat ini tidak pernah mendapatkan penjelasan yang
memuaskan. %ebagian pakar mangatakan sampel minimal yang diambil 25&30@
(rawan, ()))/(>3).
6umlah sampel menurut Krej"ie dan 0organ (()*0) dalam ,ma %ekaran
(())2) menyebutkan bahwa /
2populasi (') / (.(00 s+d K (.200 maka sampel (n) adalah 2>53
40
%edangkan menurut bnu Lidyanto dalam bukunya yang berjudul !ointers
0etodologi !enelitian penerbit <adan penerbit ,ni#ersitas Diponegoro
%emarang (200>), menyebutkan bahwa /
6ika jumlah populasi adalah (000 orang dan sampling error
ditetapkan (0@ maka jumlah sampel adalah
n M (000 + N ( O (000 (0.()P Q
n M (000 + (( M )0,)0
n M )(
D. Pengola!an "an Anali$i$ "ata
-. Pengola!an "ata
Data yang diperoleh dari responden mengenai tingkat komitmen karyawan
terhadap pelaksanaan K3 dikumpulkan, kemudian data negati#e di olah menjadi
data positif, sehingga didapatkan keseragaman satuan data. %elanjutnya data
diberi kode (#oding)0 Kegiatan #oding adalah usaha mengklarifikasi jawaban para
responden menurut ma"amnya dengan "ara menandai masing . masing
jawaban itu dengan kode tertentu, laGimnya berbentuk angka dari yang paling
tinggi ke paling rendah.
41
8ahap selanjutnya adalah tabulasi. 8abulasi merupakan tahap lanjutan
dalam rangkaian proses analisa data. !ada tahap ini, data dapat dianggap telah
selesai diproses dan sudah dapat disusun kedalam suatu pola formal yang telah
teran"ang. Data yang didapat dari hasil kuisioner dikumpulkan dan disajikan
dalam bentuk table&tabel.
/. Anali$i$ "ata
=nalisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif
dengan metode penyajian persentase dan rata&rata (mean) dari keseluruhan
parameter yang di ukur.
0enurut %ugiono (2000/((2) statistik deskriptif adalah /
%tatistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan "ara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana
adanya, tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum +
generalisasi.
<erdasarkan pendapat tersebut, 0oh. 'asir (()>>/-3) mengatakan bahwa
metode deskriptif adalah /
3suatu metode penelitian status sekelompok manusia, suatu kelas peristiwa
pada masa sekarang3.
Dalam penelitian ini penulis hanya bermaksud menggambarkan se"ara
umum dari suatu keadaan atau obyek yang diteliti se"ara logis dan sistematis
untuk selanjutnya disimpulkan.
42
BAB I:
HASIL PENELITIAN
A. 1am2aran Um.m RS Kanker ;D!armai$)
-. Se%ara! R.ma! RS Kanker ;D!armai$)
1% Kanker 2Dharmais3 dibangun pada tahun ())(&())3 oleh yayasan
2Dharmais3 di atas tanah milik pemerintah seluas 3>.)20 02 dan diresmikan
pada tanggal 30 7ktober ())3. 1% Kanker 2Dharmais3 merupakan rumah sakit
milik pemerintah yang pengelolaannya diserahkan kepada yayasan 2Dharmais3,
43
diselenggarakan oleh Dewan !enyantun dan sehari&harinya dilaksanakan oleh
<adan !elaksana 4arian Dewan !enyantun 1% Kanker 2Dharmais3. 4al ini
tertuang dalam %urat Keputusan 0enteri Kesehatan 1 'omor
*2+0enkes+%K++())3 tanggal 25 6anuari ())3 tentang organisasi dan tata kerja.
Dalam %urat Keputusan 0enteri Kesehatan 1 tersebut ditetapkan pula 1%
Kanker 2Dharmais3 sebagai !usat Kanker 'asional (!K') yang merupakan
pusat rujukan tertinggi jaringan pelayanan kanker di ndonesia.
%ejalan dengan perkembangan pemerintahan di ndonesia, pada tahun
())> yayasan 2Dharmais3 menyerahkan pengelolaan 1% Kanker 2Dharmais3
sepenuhnya kepada pemerintah melalui Departemen Kesehatan 1, dan
kemudian pada tanggal (3 6uni 2005 pemerintah memberlakukan !! 1 nomor
23 8ahun 2005, tentang !engelolaan Keuangan <adan :ayanan ,mum (<:,)
terhadap (3 1umah %akit, dimana salah satunya adalah 1% Kanker 2Dharmais3.
/. Pro0il RS Kanker ;D!armai$)
1% Kanker 2Dharmais3 adalah rumah sakit khusus kanker milik pemerintah
dibawah Kementerian Kesehatan yang terletak di 6l. :etjen %.!arman Ka# >9&>-
Kelurahan Kota <ambu %elatan Ke"amatan !almerah, Kotamadya 6akarta
<arat. 8elepon 02(5->(5*0.
'. :i$i< Mi$i< Motto "an Fal$a0a! RS Kanker ;D!armai$)
44
a. Fisi 1% Kanker 2Dharmais3 adalah 0enjadi 1umah %akit dan !usat Kanker
'asional yang menjadi panutan dalam penanggulangan kanker di ndonesia.
b. 0isi 1% Kanker 2Dharmais3 adalah 0elaksanakan pelayanan, pendidikan,
dan penelitian yang bermutu tinggi di bidang penanggulangan kanker.
". 0otto 1% Kanker 2Dharmais3 adalaha8ampil lebih baik, ramah, dan
professional
d. $alsafah 1% Kanker 2Dharmais3 adalah 1asa kebersamaan menyertai
kegiatan terpadu demi mewujudkan pelayanan prima di bidang kesehatan
5. Ke2i%akan m.t.< lingk.ngan "an K' RS Kanker ;D!armai$)
1umah %akit dan !usat Kanker 'asional yang melakukan pelayanan,
pendidikan dan penelitian yang bermutu tinggi di bidang kanker melalui
aktualisasi SMILE = I , yaitu /
S M %enyum dan selalu siap melayani.
M M 0engutamakan mutu pelayanan, pen"egahan pen"emaran dan
pengendalian dampak lingkungan, pen"egahan ke"elakaan dan
penyakit akibat kerja untuk kepentingan dan keselamatan pengunjung,
pasien dan karyawan.
45
I M khlas dalam melaksanakan tugas.
LM :oyal pada pimpinan dan berdedikasi dalam tugas, serta taat pada
peraturan perundangan yang berlaku.
EM AH"ellent dalam pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta disiplin
administrasi yang tertib dan efisien.
=M merupakan simbol optimis yang berarti mempunyai sikap selalu optimis
menghadapi segala tantangan dan
Contin&all. )m%ro-ement, senantiasa melakukan perbaikan mutu
pelayanan, lingkungan dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) se"ara
berkesinambungan.
3. T.%.an RS Kanker ;D!armai$)
8ujuan didirikannya 1% Kanker 2Dharmais3 adalah /
a. 0endukung terlaksananya program kesehatan nasional Departemen
Kesehatan 1 dalam rangka meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat
melalui penyediaan fasilitas kesehatan.
b. 0emenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah DK 6akarta dan daerah
sekitarnya dengan menyajikan pelayanan rumah sakit dengan keunggulan
penyakit kanker yang berkualitas dengan biaya relati#e terjangkau.
Keunggulan pelayanan penyakit kanker tersebut diwujudkan dengan
46
dijadikannya 1% Kanker 2Dharmais3 menjadi rujukan nasional penyakit
kanker.
>. T.ga$ "an F.ng$i RS Kanker ;D!armai$)
a. 8ugas 1% Kanker 2Dharmais3
adalah menjadi pusat rujukan nasional di bidang penanggulangan kanker di
ndonesia dan untuk menyelenggarakan pelayanan penyembuhan dan
perawatan penderita se"ara paripurna, pendidikan dan pelatihan serta penelitian
dan pengembangan di bidang kesehatan kanker se"ara menyeluruh, terpadu,
dan berkesinambungan dengan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta
upaya&upaya peningkatan status kesehatan lainnya.
b. 1% Kanker 2Dharmais3 menyelenggarakan fungsi/
() !elaksanaan upaya peningkatan kesehatan
2) !elaksanaan upaya pen"egahan terjadinya penyakit kanker
3) !elaksanaan penyembuhan terhadap pasien penyakit kanker
9) !elaksanaan upaya rehabilitasi terhadap pasien penyakit kanker
5) !elaksanaan asuhan dan pelayanan keperawatan
-) !elaksanaan rujukan kesehatan kanker
*) !engelolaan sumber daya manusia rumah sakit
47
>) !elaksanaan pendidikan dan pelatihan
)) !elaksanaan penelitian dan pengembangan
(0)!elaksanaan urusan administrasi umum dan keuangan
?. Str.kt.r Organi$a$i RS Kanker ;D!armai$)
1% Kanker 2Dharmais3 dipimpin oleh seorang Kepala yang disebut Direktur
,tama. Direktur utama membawahi 9 (empat) Direktorat, yakni / Direktorat 0edik
dan Keperawatan, Direktorat %umber Daya 0anusia, Direktorat Keuangan,
Direktorat ,mum dan 7perasional, serta unit&unit 'on %truktural yang terdiri dari
Dewan !engawas, Komite 0edik, Komite Atik dan 4ukum (KA4), %atuan
!emeriksa lnternal (%!), %taf 0edik $ungsional(%0$), dan nstalasi.
a. Direktorat Me"ik "an Ke#eraatan.
8ugas Direktorat 0edik dan Keperawatan adalah melaksanakan
pengelolaan pelayanan medis, pelayanan dan asuhan keperawatan serta
penyelenggaraan rekam medik.
Direktorat 0edik dan Keperawatan terdiri dari / <idang 0edik
(membawahi 3 seksi / %eksi pelayanan medik, %eksi !enunjang 0edik dan
%eksi !eningkatan dan !engendalian 0utu !elayanan 0edik), <idang
Keperawatan (membawahi 3 seksi yaitu %eksi Keperawatan 1awat 6alan,
%eksi Keperawatan 1awat nap, %eksi Keperawatan 1awat Khusus),
48
<idang 1ekam 0edik (membawahi 3 seksi yaitu seksi Datatan 0edik, %eksi
=dmisi, seksi pengkodean dan penyimpanan), ,nit 'on %truktural (terdiri
dari / nstalasi 1awat 6alan, nstalasi 1awat nap, nstalasi ?awat Darurat,
nstalasi 1awat ntensif, nstalasi <edah %entral, nstalasi 1adioterapi,
nstalasi 1adiodiagnostik, nstalasi Andoskopi, nstalasi 1ehabilitasi 0edik,
nstalasi !atologi Klinik dan 0ikrobiologi, nstalasi !atologi =natomi dan
!emulasaran 6enaGah, nstalasi <ank Darah dan =feresis, nstalasi
$armasi, nstalasi Deteksi Dini dan 7nkologi %osial) dan Kelompok 6abatan
$ungsional.
2. Direktorat S.m2er Daya Man.$ia "an Pen"i"ikan.
8ugas Direktorat %umber Daya 0anusia dan !endidikan adalah
melakukan pengelolaan sumber daya manusia serta pelayanan pendidikan,
pelatihan, penelitian, dan pengembangan.
Direktorat %umber Daya 0anusia dan !endidikan terdiri dari / <agian
%umber Daya 0anusia + %D0 (membawahi / %ub bagian =dministrasi
Kepegawaian, %ub bagian !engembangan %umber Daya 0anusia, %ub
bagian !eren"anaan %umber Daya 0anusia, <agian !endidikan dan
!elatihan+Diklat (membawahi / %ub bagian !engelolaan !endidikan dan
!elatihan, %ub bagian !engelolaan %arana !endidikan dan !elatihan, %ub
bagian !erpustakaan dan Dokumentasi), <agian !enelitian dan
!engembangan+:itbang (membwahi / %ub bagian !enelitian, %ub bagian
!engembangan %arana !enelitian, %ub bagian 1egistrasi Kanker).
49
6. Direktorat Ke.angan.
8ugas Direktorat Keuangan adalah melakukan pengelolaan keuangan
rumah sakit yang meliputi penyusunan dan e#aluasi anggaran,
perbendaharaan, dan mobilitas dana serta akuntansi dan #erifikasi.
Direktorat Keuangan terdiri dari/ <agian !enyusunan dan A#aluasi
=nggaran (membawahi / %ub bagian !enyusunan =nggaran, %ub bagian
A#aluasi =nggaran), <agian !erbendaharaan dan 0obilisasi Dana
(membawahi / %ub bagian !erbendaharaan, %ub bagian 0obilisasi Dana),
<agian Ferifikasi dan =kuntansi (membawahi / %ub bagian =kuntansi
Keuangan dan %ub bagian =kuntansi 0anajemen dan Ferifikasi).
". Direktorat Um.m "an O#era$ional
8ugas Direktorat ,mum dan 7perasional adalah melaksanakan
pengelolaan layanan umum, peren"anaan, dan pemasaran.
Direktorat ,mum dan 7perasional terdiri dari / <agian ,mum (membawahi
%ub %ub bagian 8ata ,saha %ub bagian 1umah 8angga dan 4ubungan
0asyarakat %ub bagian !erlengkapan), <agian !rogram dan %istem
nformasi 0anajemen 1umah %akit+%01% (membawahi / %ub bagian
!engembangan %istem nformasi 1umah %akit, %ub bagian !enyusunan
!rogram, %ub bagian Data dan :aporan), <agian !elayanan !elanggan
(membawahi / %ub bagian !romosi, %ub bagian !engembangan ,saha, %ub
50
bagian !emasaran), ,nit&,nit 'on %truktural (terdiri dari / nstalasi
!emeliharaani %arana, nstalasi ?iGi dan 8ata <oga, nstalasi Kesehatan
:ingkungan, nstalasi :ogistik, nstalasi %terilisasi %entral dan <inatu).
e. Dean Pengaa$
Di lingkungan 1% Kanker 2Dharmais3 dibentuk Dewan !engawas,
pembentukan tugas, fungsi, tata kerja, dan keanggotaannya ditetapkan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang&undangan yang berlaku
0. Komite
Komite adalah wadah non struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau
profesi yang dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada
Direktur ,tama dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan
rumah sakit.
Komite di 1% Kanker 2Dharmais3 terdiri dari / Komite 0edik, Komite Atik
dan 4ukum dan Komite 0utu.
g. Sat.an Pemerik$a Intern &SPI(
%atuan !emeriksa ntern merupakan %atuan Kerja $ungsional yang
bertugas melaksanakan pemeriksaan internal rumah sakit.
!. Sta0 Me"i$ F.ng$ional &SMF(
%taf 0edik $ungsional adalah kelompok dokter yang bekerja di bidang
medis dalam jabatan fungsional dan bertugas untuk melaksanakan
51
diagnosa, pengobatan, pen"egahan akibat penyakit, peningkatan dan
pemulihan kesehatan, penyuluhan, Diklat,, penelitian dan pengembangan.
@. Ketenagaan "i RS Kanker ;D!armai$)
Data ketenagaan di 1% Kanker 2Dharmais3 tahun 20(0, diketahui /
Ta2el -
Kom#o$i$i Pegaai Ber"a$arkan Unit Ker%a "an Stat.$ Ketenagaan
,nit Kerja !'% D!'% 47'71 K7'81=K 8otal
Direksi 5 5
0edik dan Keperawatan 550 5> *0 (2) >0*
,mum dan 7perasional (-) 3) (5 (> 29(
Keuangan 95 * (2 0 -9
%D0 3> 0 9 (- 5>
%! 5 0 ( -
Komite 5 0 0 0 5
52
8otal .. >(* (09 (0( (-9 ((>-
S&m'er : <agian S=M :S*= ta"&n 2010
Dari tabel tersebut terlihat bahwa pada tahun 20(0, karyawan terbanyak 1%
Kanker 2Dharmais3 adalah di Direktorat 0edik dan Keperawatan kemudian diikuti
oleh Direktorat ,mum dan 7perasional. 4al ini dikarenakan 1% Kanker
2Dharmais3 sebagai tempat penyedia jasa pelayanan kesehatan maka yang
menjadi prioritas adalah tenaga medis dan keperawatan serta tenaga penunjang
medis, kemudian ditunjang oleh tenaga penunjang non medis dan tenaga
lainnya. %edangkan status karyawan terbanyak adalah !egawai 'egeri %ipil
(!'%). Dilihat dari sejarah 1% Kanker 2Dharmais3, banyaknya jumlah karyawan
yang berstatus !'% ini disebabkan oleh status 1% Kanker 2Dharmais 2 yang
merupakan rumah sakit milik pemerintah sehingga karyawannya adalah !'%.
A. Sarana RS Kanker ;D!armai$)
1% Kanker 2Dharmais3 terdiri dari * blok bangunan, yaitu bangunan utama,
bangunan asrama dan litbang, bangunan auditorium, bangunan penunjang,
bangunan teknik dan umum, bangunan genset, bangunan rumah duka, serta
8empat !embuangan %ampah (8!%) dan in"enerator, dan !=:+%8!.
<angunan utama terdiri dari > lantai dan ditambah 2 lantai basement. %aat
ini lantai yang sudah dioperasikan adalah lantai basement, lantai (, 2, 3, 9, 5,
dan > sedangkan lantai lainnya masih dalam tahap persiapan pengembangan
fisik.
53
-B. Ke$e!atan Ker%a "i RS Kanker ;D!armai$)
!emeliharaan kesehatan karyawan di 1% Kanker 2Dharmais3 menga"u
pada dasar hukum !emeriksaan Kesehatan 8enaga Kerja dalam
!enyelenggaraan Keselamatan Kerja yaitu !ermenakertrans 'o. !er.
02+0en+()>0.
a. T.%.an Ke$e!atan Ker%a
() 8ujuan ,mum
0enyerasikan kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja, agar setiap
pegawai dapat bekerja se"ara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri
maupun masyarakat di sekelilingnya, serta diperoleh produkti#itas kerja yang
optimal.
2) 8ujuan Khusus
a) memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja pegawai di
semua satuan kerja yang setinggi&tingginya, baik fisik, mental maupun
kesejahteraan sosialnya.
b) men"egah timbulnya gangguan kesehatan pada pegawai yang
diakibatkan oleh keadaan + kondisi lingkungan kerjanya.
") memberikan perlindungan bagi pegawai dalam melaksanakan
pekerjaan&nya dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor&
faktor yang membahayakan kesehatan.
d) menempatkan dan memelihara pegawai di suatu lingkungan pekerjaan
54
yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis pegawainya.
e) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pegawai di bidang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
2. Sa$aran
%asaran pelaksanaan kesehatan kerja adalah seluruh pegawai dan
lingkungan kerja di 1% Kanker 2Dharmais3.
6. Target
8arget yang hendak di"apai dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan kerja
adalah 5il ke"elakaan kerja dan !enyakit =kibat Kerja di 1% Kanker
2Dharmais3.
". Kegiatan
-( Pelayanan Ke$e!atan Um.m
0emberikan pelayanan kesehatan umum setiap hari kerja bagi karyawan
1umah %akit Kanker 2Dahrmais3 dan keluarganya, yaitu/ pemeriksaan
fisik, pengobatan, rujukan, pemeriksaan penunjang, pemberian surat
keterangan sakit+sehat.
/( Pelayanan Ke$e!atan 1igi
memberikan pelayanan kesehatan gigi pada setiap hari kerja bagi
karyawan dan keluarganya, yaitu/ pen"abutan, penambalan, perawatan
"aries gigi, dll.
3) Pemerik$aan Ke$e!atan Pegaai
55
0elaksanakan program pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pegawai
sesuai dengan ketentuan !ermenaker 'o.!er&02+0A'+()>0 tentang
!emeriksaan 8enaga Kerja dalam !enyelenggaraan Keselamatan Kerja,
yaitu /
a) Pemerik$aan Ke$e!atan AalCPra Ker%a< adalah pemeriksaan
kesehatan "alon pegawai kontrak sebelum bekerja dan merupakan
salah satu tahap dalam proses rekruitment pegawai.
8ujuannya adalah untuk mendapatkan "alon pegawai yang sehat,
tidak mempunyai penyakit menular dan sesuai untuk jenis pekerjaan
yang akan dilakukan. 6enis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan
dengan kebutuhan pekerjaan yaitu /
(() 8enaga medis
(a) pemeriksaan fisik lengkap
(b) foto rontgen dada
(") laboratorium / darah rutin (, fungsi hati, fungsi ginjal, dan
4<s=g.
(2) 8enaga paramedis keperawatan
(a) pemeriksaan fisik lengkap
(b) foto rontgen dada
(") laboratorium / darah rutin (, fungsi hati, fungsi ginjal, dan
4<s=g.
(3) 8enaga paramedis non keperawatan
56
(a) pemeriksaan fisik lengka
(b) foto rontgen dada
(") laboratorium / darah rutin (, fungsi hati, fungsi ginjal
(9) 8enaga administrasi
(a) pemeriksaan fisik lengkap
(b) foto rontgen dada
b) Pemerik$aan Ke$e!atan Peningkatan Stat.$ &"alon pegawai tetap),
adalah pemeriksaan kesehatan pegawai kontrak yang sudah bekerja
minimal 3 tahun yang akan ditingkatkan statusnya menjadi pegawai
tetap.
8ujuannya adalah untuk mendapatkan "alon pegawai tetap yang
sehat, tidak mengidap penyakit menular dan sesuai dengan jenis
pekerjaan yang akan dilakukan.
6enis pemeriksaan yang dilakukan adalah /
(() pemeriksaan fisik lengkap
(2) foto rontgen dada
(3) laboratorium / darah rutin 2, fungsi hati, fungsi ginjal, urin rutin
") Pemerik$aan Ke$e!atan Berkala< adalah pemeriksaan kesehatan
se"ara berkala bagi pegawai lama, diprioritaskan untuk pegawai yang
57
bekerja di tempat yang berisiko, dilakukan minimal satu kali dalam
setahun.
8ujuannya adalah untuk mempertahankan derajat kesehatan pegawai
setelah bekerja dan untuk mendeteksi dini adanya !enyakit =kibat
Kerja (!=K).
6enis pemeriksaan yang dilakukan adalah /
(() 8enaga pekerja radiasi (nstalasi 1adiodiagnostik dan 1adioterapi),
mengikuti ketentuan pemeriksaan dari <=!A8A' (!eraturan
<=!A8A' 'o.0(+Ka <=!A8A'+F&()))), yaitu / pemeriksaan fisik
lengkap, foto rontgen dada, mata, AK?, dan laboratorium/ darah
rutin 2, fungsi hati, funsi ginjal, lemak darah, gula darah, urin rutin.
(2) 8enaga laboratorium (nstalasi !atologi Klinik dan !atologi
=natomi)
58
(a)pemeriksaan fisik lengkap, dan foto rontgen dada
(b) laboratorium / darah rutin 2, fungsi hati, fungsi ginjal, urin rutin
(3) 8enaga farmasi
(a)pemeriksaan fisik lengkap, dan foto rontgen dada
(b) laboratorium / darah rutin 2, fungsi hati, fungsi ginjal, urin rutin
Khusus untuk pegawai yang bertugas sebagai pelaksana
handling obat kemoterapi, pemeriksaan laboratorium dilakukan
setiap - bulan meliputi/ darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal,
urin rutin.
(9) !etugas :ingkungan dan :aundry
(a) pemeriksaan fisik lengkap, foto rontgen dada
(b) laboratorium/ darah rutin 2, fungsi hati, fungsi ginjal, urin rutin
(5) 8enaga !erawat
(a) pemeriksaan fisik lengkap dan foto rontgen dada
(b) laboratorium / darah rutin 2. fungsi hati, funsi ginjal, urin rutin
d) Pemerik$aan Ke$e!atan K!.$.$< adalah pemeriksaan se"ara
khusus terhadap pegawai tertentu, bertujuan untuk menilai adanya
pekerjaaan tertentu terhadap pegawai atau golongan pegawai tertentu,
yaitu /
(() !egawai yang mengalami ke"elakaan atau penyakit yang
memerlukan perawatan lebih dari 2 minggu.
59
(2) !egawai yang berusia diatas 90 tahun atau pegawai wanita dan
pegawai "a"at.
(3) !egawai yang diduga mendapat gangguan kesehatan tertentu.
(9) !egawai yang mengalami keluhan gangguan kesehatan saat
bekerja.
*eni$ #emerik$aan yang "ilak.kan 4
(() pemeriksaan fisik lengkap
(2) pemeriksaan fisik khusus pada organ tubuh yang terganggu
(3) AK? bagi pegawai diatas 90 tahun
(9) pemeriksaan penunjang khusus wanita : mammografi1 %a%>s smear
(5) pemeriksaan laboratorium rutin dan lainnya yang dianggap perlu
9) Im.ni$a$i< adalah kegiatan memberikan kekebalan tubuh pada pegawai,
terutama pegawai yang bekerja di tempat yang berisiko untuk penularan
suatu penyakit.
6enis imunisasi yang diberikan/
a) munisasi 4epatitis = pada food "andlers (nstalasi ?iGi, petugas
kantin) diberikan dalam 2 dosis dengan jarak - sampai (2 bulan.
b) munisasi 4epatitis < pada dokter, perawat, pramuhusada,
pembantu orang sakit, diberikan dalam 3 dosis dengan jadwal 0, (
dan - bulan. <ila setelah imunisasi terdapat respon yang baik maka
60
tidak perlu dilakukan pemberian 'ooster. Dilakukan s#rinning
4<s=g terlebih dahulu dengan menggunakan stri% test1 dengan
kategori hasil/
(() 4<s=g (&) anti 4<s=g (&) / dapat diimunisasi
(2) 4<s=g (O) anti 4<s=g (&) / tidak dapat diimunisasi
(3) 4<s=g (&) anti 4<s=g (O) / tidak dapat diimunisasi
") munisasi nfluenGa pada dokter, perawat, pegawai front liner,
sebaiknya diberikan setiap tahun.
d) munisasi Tifoid pada food "andlers (nstalasi ?iGi, petugas kantin),
diberikan setiap 3 tahun.
5) Pemanta.an Alat Pelin".ng Diri &APD( adalah kegiatan pemantauan
"ara pemakaian =!D yang benar, in#entarisasi =!D yang tersedia dan
pemantauan ke unit kerja yang berisiko.
-) Pemanta.an tem#at ker%a "an kon"i$i ker%a, meliputi pemantauan dan
penilaian faktor fisik, biologis, ergonomis dan psikososial, melakukan
upaya pengendalian tehnis dan administratif.
!emantauan dilakukan terhadap/
(() faktor fisik/ bising, "ahaya, suhu, radiasi
(2) faktor biologis/ bakteri, parasit, #irus, jamur
(3) faktor kimia/ gas anestetik, formaldehid, merkuri dan debu
61
(9) faktor ergonomi/ pembebanan kerja fisik, sikap tubuh dalam bekerja,
mengangkat dan mengangkut, pola kerja gilir
(5) faktor psikososial/ stress
*) Penyeli"ikan "an i"enti0ika$i 2a!aya ri$iko ke tempat kejadian
ke"elakaan kerja membuat laporan penyelidikan, melakukan upaya
perbaikan dan pen"egahan.
>) Penin%a.an "an i"enti0ika$i 2a!aya ri$iko ke tempat kerja pegawai
yang diduga menderita !enyakit =kibat Kerja, membuat laporan kejadian,
dan melakukan upaya pengendalian tehnis dan administrati#e.
A( So$iali$a$i "an #elati!an K'
%osialisasi untuk seluruh pegawai tentang !en"egahan !enyakit =kibat
Kerja (!=K) dan Ke"elakaan Kerja, !elatihan Dasar&dasar K3 untuk
seluruh perwakilan setiap satuan kerja.
-B(La#oran "an eDal.a$i
0embuat laporan bulanan, triwulan dan tahunan serta e#aluasi
kegiatan+program dengan rapat bulanan dan setiap triwulan.
--. Ke$elamatan Ker%a "i RS Kanker ;D!armai$)
1isiko bahaya yang terjadi di rumah sakit adalah akibat faktor&faktor
lingkungan kerja yang bersumber dari bahan&bahan yang dipergunakan dalam
62
suatu proses produksi, hasil produksi, sisa produksi serta peralatan dan sarana
dalam melakukan pekerjaan serta keadaan "ua"a ditempat kerja.
$aktor&faktor lingkungan kerja di 1% Kanker 2Dharmais3 terdiri dari faktor
fisik, faktor kimia, faktor biologi. $aktor&faktor lingkungan kerja yang nilainya
melampaui 'ilai =mbang <atas ('=<), maka kemungkinan dapat
mengakibatkan gangguan kenyamanan kerja, gangguan kesehatan bahkan
dapat mengakibatkan penyakit akibat kerja.
Pengen"alian 2a!aya 0i$ik
!engendalian bahaya fisik akibat iklim kerja di 1% Kanker 2Dharmais
dilakukan sebagai berikut/
a) 8erhadap lingkungan kerja / 0enyempurnakan sistem
#entilasi, 0enyediakan tempat istirahat yang "ukup, 0emberikan warna yang
"erah pada peralatan yang memberikan sumber panas, 0emasang shielding
(penyekat) antara sumber panas dan tenaga kerja
b) 8erhadap tenaga kerja
(() 0emberikan air minum dekat tempat kerja yang memenuhi syarat artinya
"ukup dan mudah di"apai dari lokasi kerja
(2) !ada lingkungan kerja yang mempunyai suhu radiasi rendah dianjurkan
dengan pakaian kerja ringan, sedang untuk radiasi tinggi dianjurkan
63
dengan pakaian kerja dengan tertutup seluruh permukaan kulit dan
berwarna putih
(3) Dihindari bagi tenaga kerja yang harus bekerja dilingkungan panas
apabila berbadan gemuk sekali dan menderita penyakit "ardio&#as"uler
") 8erhadap lingkungan kerja yang bersuhu dingin
(() Disediakan intermediate room dengan perubahan suhu yang tidak
terlalu besar sebelum masuk ke tempat kerja bersuhu dingin
(2) 0en"egah pengeluaran panas dari tubuh dengan pakaian pelindung
(3) 0emperbesar A reR dengan menaikan metabolisme melalui pem&berian
makanan tambahan dan dalam hal&hal tertentu meningkatkan akti#itas
!engendalian bahaya fisik akibat kebisingan dengan mengurangi tingkat
dan atau lamanya pemaparan. 0engurangi kebisingan pada sumbernya,
misalnya memasang peredam pada tempat&tempat sumber bising
a) 0erawat mesin&mesin se"ara teratur
b) $ondasi mesin harus baik, dijaga agar baut dan sambungan tidak ada yang
goyang
") !engaturan se"ara administratif dilakukan dengan mengatur waktu
pemaparan yaitu tidak berada dilingkuan kerja yang mempunyai kebisingan
dengan intensitas melampaui 'ilai =mbang <atas ('=<
64
d) !engendalian se"ara medis / !emeriksaan sebelum bekerja, !emeriksaan
berkala
e) !enggunaan alat pelindung diri / Aar muff (tutup telinga), Aar plug (sumbat
telinga)
!engendalian bahaya fisik akibat ntensitas "ahaya dengan "ara /
0embersihkan se"ara rutin instalasi penerangan termasuk lampunya,
%e"epatnya mengganti dan memperbaiki instalasi penerangan dan lampu&lampu
yang rusak, jika memakai penerangan alami atau sinar matahari diupayakan
agar jendela tempat jalannya masuk sinar matahari tidak terhalang atau tertutup,
penambahan penerangan lokal apabila penerangan umum tidak men"ukupi
untuk jenis pekerjaan&pekerjaan tertentu
!engendalian bahaya fisik akibat ?etaran / solasi sumber getaran, bila
mungkin pekerjaan dilaksanakan se"ara remote "ontrol, mengurangi waktu
pemaparan terhadap getaran, diselingi dengan waktu istirahat yang "ukup,
melengkapi peralatan mekanis yang dapat menahan atau menyerap getaran,
merawat mesin se"ara rutin
!engendalian bahaya fisik akibat 1adiasi / solasi sumber radiasi, bila
mungkin pekerjaan dilaksanakan se"ara remote "ontrol, mengurangi waktu
pemaparan terhadap radiasi, diselingi waktu istirahat yang "ukup, menggunakan
65
alat pelindung diri, merawat mesin se"ara rutin dan !emberian makanan
tambahan.
Pengen"alian 2a!aya kimia "i lingk.ngan R.ma! $akit
!ada dasarnya bahan kimia berpotensi untuk menimbulkan ke"elakaan
atau penyakit. <ahan kimia penyebab ke"elakaan pada umumnya bersifat
mudah terbakar (flammable); atau mudah meledak (eksplosi#e); atau "epat
bereaksi dengan bahan lain (reaktif); atau berupa senyawa asam yang kuat dan
pekat (korosif) atau senyawa basa kuat (kaustik); atau bisa juga berupa 2gas
asphyHiant3 yaitu gas yang sangat banyak memenuhi suatu ruangan membuat
kadar oksigen menjadi sangat rendah (kurang dari ) @) sehingga orang sulit
bernapas dan lemas.
<ahan kimia yang dapat menimbulkan penyakit umumnya bersifat irritant
terhadap kulit+mata dan sistem pernapasan; atau menyebabkan radang+ infeksi;
atau menimbulkan efek sistemik yaitu tidak menimbulkan efek lansung pada
bagian tubuh yang terpapar(kulit,mata atau saluran pernapasan) melainkan
memberi efek pada organ&organ yang berada di dalam tubuh, seperti %ystem
%yaraf !usat (%%!), ginjal, al#eoli, darah, janin dll. 'ilai =mbang <atas ('=<)
$aktor Kimia di udara :ingkungan Kerja telah diatur dengan %urat Adaran
0enteri 8enaga 'omor / %A . 0( +0A'+())* tanggal (- 7ktober ())*. $aktor
kimia dilingkungan kerja rumah sakit terdapat banyak diruang ruang seperti /
66
a) :aboratorium (bahan kimia, gas untuk pemeriksaan)
b) 1uang 7perasi (?as =nastesi,"airan pen"u"i hama dll)
") 1uang ntensi#e Dare (Dairan anti septi", ?as dll)
d) <agian !emeliharaan %arana (Dat, ?as untuk mengelas, Dairan pembersih
alat)
e) <agian $armasi (bahan kimia, obat dll)
f) 1uang %terilisasi (?as, Dairan anti septi" dll)
g) 1uang !en"u"ian (<ahan kimia untuk men"u"i)
!engendalian bahaya kimia
a) 0engetahui 0aterial %afety Data %heets (0%D%) dari setiap material atau
bahan.
b) 8empat penyimpanan bahan&bahan kimia harus dikelompokan dan disimpan
dengan baik. 1uang penyimpanan sebaiknya terbuat dari bahan tahan api,
mempunyai #entilasi yang "ukup baik untuk men"egah terjadinya akumulasi
gas&gas yang berbahaya. %uhu ruang penyimpanan juga harus disesuaikan,
setiap kali harus diamati apakah kondisi ruang penyimpanan selalu bersih,
tidak ada bo"oran atau tumpahan Gat kimia.
") 0aterial 4andling yang baik yaitu membawa atau memindahkan bahan kimia
dari suatu tempat ke tempat lain harus dilakukan dengan hati&hati, karena
dapat menimbulkan bahaya bila sampai terjatuh atau tumpah.
67
d) 1uang tempat kerja harus mempunyai sistem #entilasi yang "ukup dimana
aliran udara masuk dan keluar "ukup bersih. !enerangan dan suhu ruang
kerja juga harus diperhatikan.
e) !emantauan se"ara berkala konsentrasi gas di ruangan yang dapat
memapar pekerja
f) %ebelum bekerja dengan bahan&bahan kimia, terlebih dahulu para pekerja
harus diberikan pelatihan yang memadai agar dapat bekerja sesuai dengan
%tandart 7perating !rosedur (%7!) yang berlaku.
g) !enggunaan alat pelindung diri
h) !emeriksaan pra kerja, pemeriksaan berkala dan pemeriksaan khusus
terhadap pekerja
Pengen"alian 2a!aya 0aktor70aktor 2iologi$ "i lingk.ngan R.ma! $akit
Dalam lingkungan rumah sakit terdapat berbagai ma"am penyakit yang di
sebabkan oleh agent biologi atau 0ikro organisme.
%e"ara garis besar agent & agent biologi dapat digolongkan sebagai berikut /
a) Kelompok <akteri , misalnya/ %trepto"o""us, %almonella, %taphylo"o""us
b) Kelompok Firus, misalnya/ 4F, 4<F
") Kelompok 6amur, misalnya/ <lastomy"etes, ="tinomy"etes
d) Kelompok !arasit, misalnya/ =n"ylostoma, =s"aris
68
e) Kelompok 1i"ketsia dan Dhlamydia, misalnya/ :?F, !sitta"osis
Dara penularan penyakit dari seseorang kepada orang lain dapat terjadi
dengan berbagai "ara, misalnya/
a) 0elalui saluran pernapasan
b) 0elalui kontak kulit
") 0elalui saluran pen"ernaan
d) 0elalui peredaran darah
<agian&bagian tubuh penderita yang dapat menjadi sumber penularan
antara lain adalah / ,rine, 8inja, Keringat, dan %putum
!engendalian bahaya biologi
a) !eningkatan pengetahuan dan kepedulian petugas kesehatan terhadap
penyakit infeksi nosokomial
b) !rotap untuk setiap pekerjaan dan tindakan
") !rosedur pengelolaan spesimen (darah, urine, tinja, sputum, dan lainnya)
d) %terilisasi, desinfeksi, dekontaminasi peralatan medis, meja, lantai dan
sebagainya
e) solasi pasien (penyakit khusus)
f) %anitasi lingkungan 1umah %akit
g) !emeriksaan kesehatan berkala untuk petugas
69
h) 0elaksanakan pengelolaan limbah rumah sakit
i) !elatihan pengendalian nfeksi 'osokomial
j) !enggunaan alat pelindung diri
B. Data !a$il #enelitian
-. Data Re$#on"en
1esponden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan 1% Kanker
3Dharmais3 (1%KD)0 !engambilan sampel menggunakan metode random
sam%ling terhadap karyawan 1%KD dengan menga"u pada tabel ,ma %ekaran
(())2) dimana untuk populasi (') / ((00 & K(200 maka sampel (n) M 2)(.
Dari 2)( lembar kuisioner yang didistribusikan kepada responden, kuisioner
yang kembali sebanyak ((2. 4al ini terjadi karena kesibukan responden dan
keterbatasan waktu peneliti. 0enurut bnu Lidyanto dalam bukunya yang
berjudul !ointers 0etodologi !enelitian penerbit <adan penerbit ,ni#ersitas
Diponegoro %emarang, 200> /
9i#a 9&mla" %o%&lasi adala" 1000 orang dan sam%ling error diteta%#an 10?
ma#a 9&mla" sam%el adala" n @ 1000 7 A (1B1000 (001)C D @ B E10
%ehingga ukuran sampel dapat memenuhi persyaratan pada teori dan
penelitian ini penulis lanjutkan.
70
Karakteristik responden terdiri dari * (tujuh) kategori, yaitu / ,nit kerja,
,mur, 6enis kelamin, 8ingkat pendidikan, :ama bekerja, %tatus kepegawaian
dan !rofesi. !enghitungan berdasarkan jawaban responden.
Karakteristik responden yang didapat adalah sebagai berikut /
Ta2el /
Per$enta$e %.mla! re$#on"en 2er"a$arkan Unit Ker%a C Direktorat
Direktorat $rekuensi @
0edik dan Keperawatan 5> 5(,>
%umber Daya 0anusia () (*,0
Keuangan (( ),>
,mum dan 7perasional 29 2(,9
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel diatas menggambarkan bahwa responden berjumlah ((2 orang,
terdiri dari Direktorat 0edik dan Keperawatan sebanyak 5> orang (5(.>@), 29
orang (2(.9@) dari Direktorat ,mum dan 7perasional, () orang ((*@) dari
Direktorat %umber Daya 0anusia dan Direktorat Keuangan yakni (( orang
().>@).
Ta2el '
Per$enta$e re$#on"en 2er"a$arkan U$ia
,sia $rekuensi @
Kurang dari 30 tahun (2 ((,)
30 . 90 tahun 93 92,-
9( . 50 tahun 3) 3>,-
:ebih dari 50 tahun * -,)
8idak ada data (( 0
71
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel diatas menggambarkan bahwa usia responden kurang dari 30 tahun
sebanyak (2 7rang (((,)@), kelompok usia 30 sampai 90 tahun sebanyak 93
orang (92,-@), kelompok usia 9( sampai 50 tahun sebanyak 3) orang (3>,-@),
kelompok usia responden lebih dari 50 tahun sebanyak * orang (-,)) dan ((
responden tidak menjawab untuk kelompok usia.
Ta2el 5
Per$enta$e re$#on"en 2er"a$arkan *eni$ Kelamin
6enis Kelamin $rekuensi @
:aki . laki 33 30,3
!erempuan *- -),*
8idak ada data 3 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel data tersebut menjelaskan bahwa responden yang yang berjenis
kelamin laki & laki sebanyak 33 orang (30,3@) dan perempuan sebanyak *-
orang (-),*@) sementara responden yang tidak menjawab sebanyak 3 orang.
Ta2el 3
Per$enta$e re$#on"en 2er"a$arkan tingkat #en"i"ikan
!endidikan $rekuensi @
%0, 3* 33,)
Diploma 29 22
%arjana 33 30,3
!as"a %arjana (5 (3,>
72
8idak ada data 3 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel diatas menggambarkan bahwa tingkat pendidikan %0, sebanyak
3* orang (33,)@), Diploma sebanyak 29 orang (22@), %arjana 33 orang
(30,3@) dan (5 orang ((3,>@) perpendidikan !as"a %arjana. 3 responden tidak
menjawab .
Ta2el >
Per$enta$e re$#on"en 2er"a$arkan lama 2eker%a
:ama bekerja $rekuensi @
Kurang atau sampai 5 tahun (9 (5
- sampai (0 tahun (3 (9
:ebih dari (0 -- *(
8idak ada data () 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel diatas menggambarkan bahwa lama bekerja responden adalah
kurang dari atau sampai 5 (lima) tahun sebanyak (9 responden ((5@), - sampai
(0 tahun sebanyak (3 responden ((9@) dan masa kerja paling lama yaitu lebih
dari (0 tahun sebanyak -- responden (*(@). (0 responden tidak menjawab.
Ta2el ?
Per$enta$e re$#on"en 2er"a$arkan $tat.$ ke#egaaian
!endidikan $rekuensi @
Kontrak 9 3,-
4onorer > *,(
73
D!'% 2 (,>
!'% )> >*,5
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel ini menggambarkan status kepegawaian responden adalah !'%
sebanyak )> orang (>*,5@), D!'% sebanyak 2 orang ((,>@), 4onorer sebanyak
> orang (*,(@), dan kontrak sebanyak 9 orang (3,-@).
Ta2el @
Per$enta$e re$#on"en 2er"a$arkan Pro0e$i
!rofesi $rekuensi @
Dokter 9 3,-
!erawat (9 (2,5
!aramedis non keperawatan (0 >,)
'on 0edis >9 *5
6umlah ((2 (00
S&m'er : data .ang tela" diola"
8abel ini menggambarkan status jabatan (profesi) kepegawaian responden,
yaitu / non medis sebanyak >9 orang (*5@), !erawat sebanyak (9 orang
((2,5@), !aramedis non perawat sebanyak (0 orang (>,)@) dan dokter
sebanyak 9 orang (3,-@).
/. Penilaian ter!a"a# a$#ek #enelitian
=spek penelitian yang dinilai untuk mengetahui tingkat komitmen karyawan
terhadap program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ini adalah (). 8ingkat
keper"ayaan responden terhadap nilai . nilai organisasi, 2) 8ingkat keikutsertaan
74
dan keterlibatan karyawan terhadap program K3, dan 3) 8ingkat kontribusi
karyawan terhadap penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan berkala di 1%
Kanker 3Dharmais3.
!enilaian dikategorikan menjadi 9 (empat), yaitu /
%angat %etuju / 9
%etuju / 3
8idak %etuju / 2
%angat 8idak %etuju / (
1esponden yang menjawab ragu . ragu tidak dihitung, karena menurut
penulis responden yang menjawab ragu . ragu adalah respon yang berada pada
kondisi setuju dan tidak setuju, sehingga penulis berikan nilai 0 (nol).
-(. Tingkat ke#er6ayaan re$#on"en ter!a"a# nilai E nilai organi$a$i
,ntuk melihat tingkat keper"ayaan karyawan terhdap nilai . nilai dalam
organisasi, responden diberikan 5 (lima) butir pernyataan yaitu (() perlunya
mendapatkan jaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), (2) dukungan
terhadap program K3, (3) pentingnya sosialisasi program K3, (9) perlunya M!$
se"ara rutin dan (5) perlunya jadwal M!$0
Dalam tabel dan grafik dibawah ini diperoleh data tentang tingkat
keper"ayaan responden terhadap nilai . nilai pada organisasi.
75
Ta2el A
Sika# re$#on"en ter!a"a# #erl.nya K'
6aminan Kesehatan frekuensi @
%angat !erlu )9 >9
!erlu (> (-
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 1
Data diatas menggambarkan bahwa )9 orang (>9@) yang sangat
memerlukan dan (> orang ((-@) memerlukan jaminan Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3). 8idak ada responden yang menyatakan tidak perlu dan
sangat tidak perlu pada pernyataan ini.
Ta2el -B
Sika# ter!a"a# #rogram K'
!rogram (K3)
frekuens
i
@
%angat 0endukung *( -3
0endukung 9( 3*
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 2
76
8abel diatas menggambarkan bahwa *( orang (-3@) sangat mendukung
dan 9( orang (3*@) mendukung program K3 di 1umah %akit dan sisanya tidak
menjawab atau ragu . ragu.
Ta2el --
Sika# re$#on"en ter!a"a# #entingnya $o$iali$a$i #rogram K'
%osialisasi !rogram K3 frekuensi @
%angat !enting 9* 93
!enting -2 5*
8idak menjawab+ragu&ragu 3 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 +
8abel diaatas menggambarkan bahwa responden yang menyatakan
sosialisasi program K3 sangat penting sebanyak 9* orang (93@) dan
menyatakan penting sebanyak -2 orang (5*@) dan sisanya tidak menjawab atau
ragu . ragu.
Ta2el -/
Sika# re$#on"en ter!a"a# #erl.nya MCU $e6ara r.tin
0D, rutin frekuensi @
%angat !erlu 3) 35,5
!erlu -0 59,5
8idak !erlu - 5,5
77
%angat 8idak !erlu 5 9,5
8idak menjawab+ragu&ragu 2 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 6
8abel diatas memperlihatkan bahwa responden yang yang perlu M!$
se"ara rutin sebanyak -0 responden (55@), 3) responden (35@) menyatakan
sangat perlu, - responden (5@) menyatakan tidak perlu rutin dan 5 responden
(5@) menyatakan sangat tidak perlu untuk melakukan M!$ se"ara rutin.
Ta2el -'
Sika# re$#on"en ter!a"a# %a"al MCU
6adwal M!$ frekuensi @
%angat !erlu 2> 2-
!erlu -> -3
8idak !erlu (2 ((
%angat 8idak !erlu 0 0
8idak menjawab+ragu&ragu 9 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 F
Data diatas menggambarkan bahwa dari (0> responden, terdapat 2> orang
(2-@) menyatakan sangat perlu dibuat jadwal M!$, -> orang (-3@)
menyatakan perlu dibuat jadal M!$ dan (2 orang lainnya menyatakan (((@)
M!$ tidak perlu dibuatkan jadwal.
78
<erdasarkan data tersebut dapat diketahui rata . rata tingkat keper"ayaan
karyawan terhadap nilai . nilai dalam organisasi berada pada rentang nilai 3,9
sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keper"ayaan karyawan terhadap nilai
. nilai dalam organisasi "ukup tinggi. %ebagaimana tampak pada tabel sebagai
berikut /
Ta2el -5
Tingkat ke#er6ayaan ter!a"a# nilai E nilai Organi$a$i
'o.
1A%!7'DA'
8'?K=8 KA!A1D=B=='
p( p2 p3 p9 p5 1ataP
( 9 3 3 3 3 3.2
2 9 3 3 3 3 3.2
((2 9 3 3 3 3 3.2
8otal 930 90* 3*9 353 390 3>0.>
3.>9 3.-3 3.39 3.(5 3.09 3.9
S&m'er : diola" dari data %rimer
1am2ar /
Tingkat ke#er6ayaan ter!a"a# nilai E nilai Organi$a$i
/(. Tingkat keik.t$ertaan "an keterli2atan re$#on"en ter!a"a# #rogram K'
,ntuk melihat sikap responden terhadap program K3, responden diberikan
5 (lima) butir pernyataan yaitu (() keterlibatan dalam program K3 di 1% Kanker
79
3Dharmais3, (2) sosialisasi dan pelatihan K3, (3) penggunaan =lat !elindung Diri
(=!D), (9) kepatuhan terhadap %tandar 7perasional !rosedur (%!7) + nstruksi
Kerja (K) dan (5) M!$ se"ara teratur.
Ta2el -5
Sika# Keterli2atan re$#on"en "alam #rogram K'
Keterlibatan dalam program K3 $rekuensi @
%angat terlibat 3 3,2
8erlibat 23 29,*
8idak terlibat -( -5,-
%angat 8idak terlibat - -,5
8idak menjawa+ragu&ragu () 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 G
8abel diatas menggambarkan bahwa -( responden (--@) menyatakan
tidak terlibat dalam program K3, 23 responden (25@) menyatakan terlibat, -
responden (-@) menyatakan sangat tidak terlibat dan 3 responden (3,2@)
menyatakan sangat terlibat dalam program K3.
80
Ta2el -3
Sika# ter!a"a# $o$iali$a$i "an #elati!an K'
%osialisasi dan pelatihan K3 frekuensi @
%elalu mengikuti 0 0
0engikuti 2- 2-,>
8idak 0engikuti 5) -0,>
8idak pernah mengikuti (2 (2,9
8idak menjawab+ragu&ragu (5 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 7
Data diatas menggambarkan bahwa 5) responden (-0,>@) menyatakan
tidak mengikuti sosialisasi dan pelatihan tentang K3, 2- responden (2-,>@)
menyatakan pernah, dan (2 responden ((2,9@) responden menyatakan tidak
pernah mengikuti sosialisasi dan pelatihan tentang K3.
Ta2el ->
Sika# ter!a"a# #engg.naan Alat Pelin".ng Diri &APD(
!enggunaan =!D frekuensi @
%elalu menggunakan =!D 2 2
0enggunakan =!D 30 2)
8idak 0enggunakan =!D 9- 95
8idak pernah menggunakan =!D 25 29
8idak menjawab+ragu&ragu ) 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 8
81
8abel diatas menunjukan bahwa 9- responden (95@) menyatakan tidak
menggunakan =!D, 30 responden (2)@) menyatakan menggunakan =!D, 25
responden (25@) tidak pernah menggunakan =!D dan 2 responden (2@)
menyatakan selalu menggunakan =!D.
Ta2el -?
Sika# re$#on"en ter!a"a# SOP "an In$tr.k$i Ker%a
Kepatuhan terhadap %7! dan K frekuensi @
%angat !atuh - 5,)
!atuh (3 (2,)
8idak !atuh 59 53,5
8idak pernah !atuh 2> 2*,*
8idak menjawab+ragu&ragu (( 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 E
8abel diatas menunjukan bahwa 59 responden (53.5@) menyatakan tidak
patuh untuk terhadap %7! dan K, 2> responden (2>@) menyatakan tidak
pernah patuh, (3 responden ((2.)@) patuh dan - responden (5.)@) menyatakan
sangat patuh terhadap %7! dan K.
82
Ta2el -@
Sika# ter!a"a# #elak$anaan MCU $e6ara terat.r
M!$ se"ara teratur frekuensi @
%angat <ersedia 3 2,)
<ersedia 25 23,>
8idak bersedia 5- 53,3
Keberatan 2( 20
8idak menjawab+ragu&ragu * 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 10
Data diatas menunjukan bahwa 3 responden (3@) menyatakan sangat
bersedia untuk melakukan M!$ se"ara teratur, 25 responden (29@)
menyatakan bersedia, 5- responden (53@) menyatakan tidak bersedia untuk
melakukan M!$ se"ara teratur dan 2( responden (20@) keberatan untuk
melakukan M!$ se"ara teratur.
<erdasarkan data . data diatas dapat diketahui rata . rata tingkat
keikutsertaan dan keterlibatan pegawai terhadap program K3 berada pada
rentang nilai 2.5>, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keikutsertaan dan
keterlibatan pegawai terhadap program K3 masih perlu ditingkatkan lagi. 8erlihat
pada tabel dan grafik yang menunjukan bahwa responden yang tidak mengikuti
sosialiasi K31% memiliki persentase sangat tinggi didukung dengan tingkat
kepatuhan terhadap %tandar !rosedur 7perasional (%!7) dan nstruksi Kerja
83
(K) terkait dalam program K31%. 1endahnya tingkat keterlibatan responden
juga terlihat pada ketidak pedulian terhadap keselamatan diri sendiri dari risiko
dan bahaya dengan tidak dipatuhinya kewajiban penggunaan =!D dalam setiap
pelaksanaan kegiatan dan tidak bersedia melakukan M!$ se"ara teratur. <erikut
tabelnya adalah/
Ta2el /5
Tingkat keterli2atan karyaan ter!a"a# Program K'
'o.
1A%!7'DA'
8'?K=8 KA8A1:<=8='
p- p* p> p) p(0 1ataP
( 3 3 3 3 3 3.0
2 3 3 3 9 3 3.2
((2 3 3 9 3 3 3.2
8otal 25- 2** 300 30- 305 2>>.>
2.2) 2.9* 2.-> 2.*3 2.*2 2.5>
S&m'er : diola" dari data %rimer
1ra0ik /
Tingkat keterli2atan karyaan ter!a"a# Program K'

'(. Tingkat kontri2.$i re$#on"en ter!a"a# #rogram MCU
84
,ntuk melihat tingkat kontribusi responden terhadap program M!$,
responden diberikan 9 (empat) butir pernyataan yaitu (() memberikan kritik dan
saran tentang isi dan pelaksanaan program K3 di 1%KD, (2) tentang program K3
di 1%KD, (3) mengingatkan rekan sekerja untuk menggunakan =!D, (9)
mengingatkan rekan sekerja untuk melakukan M!$0
Ta2el -A
Pernyataan ter!a"a# Kritik "an Saran tentang #rogram K'
Kritik dan saran K3 $rekuensi @
%angat %ering ( (
%ering () 22
8idak %ering -( -)
8idak pernah * >
8idak menjawab+ragu&ragu 29 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 11
8abel diatas menunjukan bahwa -( responden (-)@) menyatakan tidak
sering memberikan kritik dan saran tentang pelaksanaan program K3 di 1%KD,
() responden (22@) menyatakan sering, * responden (>@) tidak pernah dan (
responden ((@) menyatakan sangat sering memberikan kritik dan saran tentang
pelaksanaan program K3 di 1%KD.
Ta2el /B
85
Pernyataan re$#on"en ter!a"a# In0orma$i K'
nformasi program K3 $rekuensi @
%elalu men"ari informasi 3 3
0en"ari informasi () 20
8idak men"ari informasi -9 -*
8idak pernah men"ari informasi (0 (0
8idak menjawab+ragu&ragu (- 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 12
8abel diatas menunjukan bahwa dari )- responden, terdapat -9 responden
(-*@) menyatakan tidak men"ari informasi tentang program program K3 di
1%KD, () responden (20@) menyatakan men"ari informasi, (0 responden ((0@)
tidak pernah men"ari informasi dan hanya 3 responden (3@) menyatakan selalu
men"ari informasi tentang program K3 di 1%KD.
Ta2el /-
Sika# $aling mengingatakan ter!a"a# #engg.naan APD
!enggunaan =!D $rekuensi @
%elalu mengingatkan =!D 2 2,0
0engingatkan (( (0,>
8idak mengingatkan -> --,*
8idak pernah mengingatkan =!D 2( 20,-
8idak menjawab+ragu&ragu (0 0
86
6umlah ((2 (00,0
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 1+
8abel diatas menunjukan bahwa -> responden (--,*@) menyatakan tidak
pernah mengingatkan rekan sekerja untuk menggunakan =!D, 2( responden
(20,-@) menyatakan tidak pernah, (( responden ((0,>@) mengingatkan dan 2
responden (2@) menyatakan selalu mengingatkan rekan sekerja untuk
menggunakan =!D.
Ta2el //
Sika# ter!a"a# #elak$anaan MCU
M!$ frekuensi @
%elalu mengingatkan 0D, ( (
0engingatkan 2 2
8idak mengingatkan *5 *2
8idak pernah mengingatkan 2- 25
8idak menjawab+ragu&ragu > 0
6umlah ((2 (00
S&m'er : 9a2a'an %ertan.aan no0 16
8abel diatas menunjukan bahwa *5 responden (*2@) menyatakan tidak
mengingatkan rekan sekerja untuk melakukan 0D,, 2- responden (25@)
menyatakan tidak pernah, 2 responden (2@) mengingatkan dan ( responden
((@) menyatakan selalu mengingatkan rekan sekerja untuk melakukan 0D,.
87
Dari pernyataan . pernyataan responden terhadap aspek kontribusi
pegawai terkait penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan kerja di 1% Kanker
3Dharmais3 pada skor nilai rata . rata yang berada pada rentang nilai 2,-(.
%ehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kontribusi karyawan terkait
penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan kerja di 1% Kanker 3Dharmais3 "ukup
tinggi. %eperti terlihat pada tabel berikut ini /
Ta2el /3
Tingkat Kontri2.$i Karyaan ter!a"a# Penyelenggaraan M,U
'o.
1A%!7'DA'
8'?K=8 K7'81<,%
p(( p(2 p(3 p(9 1ataP
( 3 2 3 3 2.>
2 3 3 3 3 3.0
((2 3 3 3 9 3.3
8otal 250 2*3 3(2 339 2)2.3
2.23 2.99 2.*) 2.)> 2.-(
S&m'er : diola" dari data %rimer
1ra0ik '
Tingkat Kontri2.$i Karyaan ter!a"a# Penyelenggaraan M,U
88
,. Pem2a!a$an
-. Penilaian ter!a"a# a$#ek #enelitian
<erdasarkan hasil s&r-e. terhadap ((2 sampel, didapatkan data sebagai
berikut /
Dari tabel dan gambar diatas menunjukan bahwa tingkat keper"ayaan
responden terhadap nilai . nilai organisasi "ukup tinggi. 8abel dan grafik diatas
menunjukan responden menginginkan adanya jaminan kesehatan yang
dilaksanakan dalam program K31% dimana hal tersebut perlu disosialisaikan
kepada seluruh karyawan khususnya program pemeriksaan kesehatan
berkala+Medial !"e# $% (M!$) se"ara terjadawal.
Dari tabel dan grafik diatas menunjukan bahwa tingkat keterlibatan
karyawan terhadap program K3 terlihat rendah. 8erlihat dari tabel dan grafik
diatas responden yang tidak mengikuti sosialiasi K31% memiliki persentase
89
sangat tinggi didukung dengan tingkat kepatuhan terhadap %tandar !rosedur
7perasional (%!7) dan nstruksi Kerja (K) terkait dalam program K31%.
1endahnya tingkat keterlibatan responden juga terlihat pada ketidak pedulian
terhadap keselamatan diri sendiri dari risiko dan bahaya dengan tidak
dipatuhinya kewajiban penggunaan =!D dalam setiap pelaksanaan kegiatan dan
tidak melakukan pemeriksaan kesehatan se"ara berkala (0D,) se"ara teratur.

Dari tabel dan grafik diatas menunjukan bahwa tingkat kontribusi karyawan
terhadap penyelenggaran program M!$ juga rendah. 8erlihat dari tabel dan
grafik yang menunjukan -)@ responden tidak bersedia untuk memberikan kritik
dan saran terhadap pelaksanaan program K31%. Kurangnya kontribusi
responden juga terlihat pada rendahnya kebutuhan responden terhadap
informasi tentang program K3 di 1%. Kepedulian responden terhadap K3 di
lingkungan kerjanya maupun sesama pekerja masih rendah. 4al ini dapat
diindikasikan dengan tidak adanya keinginan untuk saling mengingatkan dalam
hal menggunakan =!D dan melakukan M!$ sesama rekan sekerja, terlihat
pada data dan grafik yaitu hanya sekitar 2@ responden yang mengingatkan
rekan sekerja untuk menggunakan =!D dan (@ saja responden yang
mengingatkan rekan sekerja untuk melakukan M!$.
BAB :
KESIMPULAN DAN SARAN
90
A. Ke$im#.lan
<erdasarkan uraian dan analisis data yang telah dipaparkan pada bab
sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa /
(. !elaksanaan program K3 di 1%
Kanker 3Dharmais3 sudah memenuhi peraturan perundang&undangan.
8erlihat dari program&program dan kegiatan yang sudah diren"anakan dan
sudah dikelola oleh suatu unit kerja khusus yang menangani K3.
2. 8ingkat komitmen karyawan
terhadap pelaksanaan program K3 di 1% Kanker 3Dharmais3 tahun 20(0
adalah rendah, se"ara singkat dapat diuraikan sebagai berikut /
a. 8ingkat keper"ayaan karyawan terhadap organisasi sangat tinggi.
8erbukti dari persentase karyawan yang sangat per"aya men"apai 5(@
dan per"aya terhadap nilai . nilai dalam organisasi men"apai 95@.
b. 8ingkat keikutsertaan dan keterlibatan karyawan terhadap program K3
rendah. 8erbukti dari 5-@ karyawan tidak terlibat dalam program K3
". 8ingkat kontribusi karyawan terhadap penyelenggaraan M!$ juga
rendah, terbukti dari -)@ karyawan 1% Kanker 3Dharmais3 tidak
memberikan kontribusinya terhadap penyelenggaraanK3, khususnya
program M!$.
!enelitian ini sangat terbatas dan banyak kekurangan, diantaranya adalah /
91
a. !eneliti tidak meneliti se"ara khusus terhadap mengapa karyawan
tidak melakukan M!$0
b. <agaiman sarana, prasarana 0D,, apakah sudah layak dan
memenuhi kebutuhan karyawan.
". dan apakah pelaksana (%D0) yang menangani K3 sudah memenuhi
standar kompetensi.
7leh karena itu untuk penelitian selanjutnya perlu diteliti se"ara
menyeluruh.

B. Saran
<erdasarkan kesimpulan diatas, diketahui bahwa akar masalah dari
kegagalan pelaksanaan program K3 terutama program M!$ di 1% Kanker
3Dharmais3 adalah faktor keterlibatan dan kontribusi dari karyawan. %ehingga
penulis memberikan saran sebagai berikut /
(. !rogram K3 khususnya M!$ harus tetap
dipertahankan dan ditingkatkan dengan memoti#asi pegawai untuk
melakukan M!$ se"ara teratur. %ehingga kesehatan para pegawai lebih
terpelihara dan meminimalkan terjadinya ke"elakaan selama bekerja.
2. 8ingkatkan kegiatan sosialisasi, promosi dan
pelatihan tentang K3, berkoordinasi dengan masing . masing satuan
kerja.
92
3. 0ewajibkan semua karyawan untuk mengikuti
sosialisasi tentang K3.
9. !enegakan disiplin penggunaan =lat !elindung
Diri (=!D) dan %tandar 7perasional !rosedur (%7!) atau nstruksi Kerja
(K).
5. !emantauan terhadap pelaksanaan K3 di
setiap satuan kerja harus lebih ditingkatkan.
-. Kepada pihak :embaga =dministrasi 'egara
(:=') diharapkan agar K3 menjadi materi perkuliahan.
93