Anda di halaman 1dari 4

TATA NAMA SENYAWA ORGANIK

Urutan Prioritas:
COOH>COO>COH>CO>OH>>SH>NR2 > C=C > CC > R-, C
6
H
5
-, Cl, Br-, -NO
2

Contoh: NH
2
CH
2
CH
2
OH
Jika mengikuti aturan kaidah prioritas Cahn Ingold Prelog adalah 2-aminoetanol. Namun nama
2-hidroksietanaamina juga secara jelas merujuk pada senyawa yang sama.
Nama senyawa diatas dikonstruksi dengan cara sebagai berikut:
1. Terdapat dua karbon pada rantai induk, maka diberi nama dasar "et"
2. Karbon-karbon pada senyawa tersebut berikatan tunggal, maka diberi akhiran "an"
3. Terdapat dua gugus fungsi pada senyawa tersebut, yakni alkohol (OH) dan amina (NH
2
).
Alkohol memiliki nomor atom dan prioritas yang lebih tinggi dari amina, dan akhiran
dari alkohol adalah "ol", maka akhiran majemuk yang terbentuk adalah "anol".
4. Gugus amina tidak berada pada satu karbon yang sama dengan gugus OH (karbon nomor
1), namun melekat pada karbon nomor 2, oleh karena itu ia diidentifikasikan dengan
awalan "2-amino".
5. Setelah awalan, nama dasar, dan akhirannya digabung, kita mendapat "2-aminoetanol".
ALKOHOL
Alkohol (R-OH) dinamakan dengan
menghilangkan huruf paling akhir "a"
dari alkana dan dipasangkan dengan
akhiran "-ol" dengan imbuhan angka
yang mengindikasikan posisi ikatan
gugus alkohol: CH
3
CH
2
CH
2
OH
dinamakan 1-propanol. (Metanol dan etanol tidak memerlukan imbuhan angka karena tidak ada
ambiguasi dalam strukturnya). Akhiran -diol, -triol, -tetraol, dll.
digunakan jika gugus alkohol dalam suatu senyawa lebih dari satu:
Etilena glikol CH
2
OHCH
2
OH dinamakan 1,2-etanadiol.
Jika terdapat gugus fungsi lain yang memiliki prioritas lebih tinggi, maka
awalan "hidroksi" digunakan untuk mengindikasikan gugus fungsi
alkohol: CH
3
CHOHCOOH dinamakan asam 2-hidroksipropanoat.

HALOGENS (ALKIL HALIDA)
Gugus fungsi Halogen diawali dengan kata-kata
fluoro-, kloro-, bromo-, iodo-, dll., tergantung
dari halogennya. Gugus yang lebih dari satu
dinamai dikloro-, trikloro-, etc., dan gugus yang
berbeda dinamai sesuai urutan alfabet.
Contohnya, CHCl
3
(kloroform) adalah
triklorometana. Anestetik Halotana (CF
3
CHBrCl) adalah 2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana.

ETER
Eter (R-O-R) terdiri dari sebuah atom oksigen
yang berada di antara 2 rantai karbon yang
menyambung. Rantai yang lebih pendek di antara
2 rantai karbon itu menjadi awal nama dengan
sufiks "-ana" menjadi "-oksi". Rantai alkana yang lebih panjang menjadi akhir nama eter
tersebut. Sehingga CH
3
OCH
3
disebut metoksimetana, dan CH
3
OCH
2
CH
3
disebut metoksietana
(bukan etoksimetana). Jika oksigen tidak tersambung pada akhir rantai utama alkana, maka
seluruh rantai pendek gugus alkil beserta eter dianggap sebagai rantai samping dan diberikan
imbuhan nomor yang sesuai dengan posisi ikatan rantai tersebut dengan rantai utama. Maka
CH
3
OCH(CH
3
)
2
disebut 2-metoksipropana.

ALDEHID DAN KETON
Penamaan senyawa aldeid secara IUPAC, mengganti akhiran a pada rantai utama alkana
menjadi al. Penamaan untuk rantai aldehid bercabang penomoran rantai utamanya dimulai dari
karbon pada gugus karbonil. Sebagai contoh etana menjadi etanal.
Keton diberi nama dengan mengubah a menjadi on. Bila perlu dipergunakan nomor. Sebagai
contoh sikloheksana menjadi sikloheksanon, 2-pentanon dan lain sebagainya.
Aldehid dan keton lebih dikenal dengan nama trivialnya dalam kehidupan sehari-hari. Aldehid
diberi nama berdasarkan nama asam karboksilat dari induknya dengan mengubah akhiran asam
oat menjadi atau asam at menjadi akhiran aldehida.
Asam karboksilat Aldehid
Asam formiat Formal dehid
Asam asetat Asetal dehida
Asam propionat Propional dehida
Asam butirat Butiral dehida
Asam benzoat Benzal dehida

ASAM KARBOKSILAT
Tata nama asam karboksilat
Berdasarkan IUPAC suatu asam karboksilat alifatik diberi nama berdasarkan nama rantai induk
alkananya dengan akhiran a pada alkana diubah dengan imbuhan asam -oat. Sebagai contoh jika
diambil dari rantai induk propana maka asam karboksilat itu berdasarkan IUPAC namanya
adalah asam propanoat. Untuk empat asam karboksilat pertama nama yang lebih sering di
gunakan adalah nama trivialnya. Yaitu asam formiat, asam asetat, asam propionat dan asam
butirat.
Berikut ini akan diberikan nama trivial dari 10 asam karboksilat pertama dan juga sumber dari
asam karboksilat tersebut.
Banyaknya
atom karbon
Nama trivial
1 Format
2 asetat
3 Propionat
4 Butirat
5 Valerat
6 Kaproat
7 Enantat
8 Kaplirat
9 Pelargonat
10 kaprat

TATA NAMA ESTER
Nama ester terdiri dari dua kata, kata pertama adalah nama gugus alkil yang terikat pada gugus
oksigen ester sedangkan kata yang kedua berasal dari nama asam karboksilatnya dengan
membuang kata asam.
Contoh :
Metil propanoat (IUPAC)
Metil propionat (Trivial)

AMIDA
Suatu amida adalah suatu senyawa yang mempunyai suatu nitrogen trivalen yang terikat pada
satu gugus karbonil.
Tata nama amida
Suatu amida diberi nama dari nama asam karboksilat induknya. Dengan mengubah imbuhan
asam-oat, menjadi amida.
Contoh:
Butanamida (IUPAC)
Butiramida (trivial)
Amida dengan substituen alkil pada nitrogen diberi nama tambahan N-alkil didepan namanya,
dengan N merujuk pada atom nitrogen.
Contoh:
N-metil benzamida
Amida (R-CO-NH
2
) diberi tambahan kata "-amida", atau "-
karboksamida" jika karbon di dalam gugus amida tidak termasuk
dalam rantai utama. Imbuhan kata di depan biasanya diberi kata
"karbamol-" dan "amido-".
Amida sekunder dan tersier juga dinamai sama dengan amina:
rantai alkana yang terhubung dengan atom nitrogen diperlakukan sebagai substituen dengan letak
gugus alkil diberi prefiks N: HCON(CH
3
)
2
disebut N,N-dimetilmetanamida.

NITRIL
Nitril adalah senyawa yang mengandung gugus C dan N yang terikat secara rangkap tiga. Selain
itu nitril juga dikenal dengan nama siano atau sianida.
Tata nama nitril
Dalam sistem tata nama IUPAC, nitril diberi nama berdasarkan rantai induk alkananya, atom c
yang terikat pada atom N juga termasuk kedalam rantai induk. Nama alkana itu diberi nama
akhiran nitril. Beberapa nitril diberi nama menurut nama trivial asam karboksilatnya dengan
menggantikan imbuhan asam-oat menjadi akhiran nitril, atau onitril, jika huruf akhirnya tidak
berupa o.
Contoh;
Etananitril (IUPAC)
Asetonitril (trivial)
Benzanakarbonitril (IUPAC)
Benzonitril (trivial)



AMINA
Amina adalah senyawa organik yang mengandung atom-atom nitrogen trivalen yang terikat
pada satu atom karbon atau lebih ; RNH
2
, R
2
NH, atau R
3
N.
Klasifikasi dan tata nama amina
Amina dapat dikelompokkan menjadi amida primer, sekunder dan tersier menurut banyaknya
substituen alkil atau aril yang terikat pada nitrogen.
Contoh :
CH
3
NH
2
CH
3
NHCH
3
(CH
3
CH
2
)
3
N
Amina primer amina sekunder amina tersier
Perhatikan bahwa klasifikasi ini berbeda dengan klasifikasi alkil halida atau pun alkohol.
Klasifikasi alkil halida dan alkohol berdasarkan banyaknya gugus yang terikat pada karbon yang
memiliki halida atu gugus hidroksil tersebut.
Amina (R-NH
2
) adalah gugus fungsi yang namanya
diambil dari rantai alkana yang mendapatkan imbuhan
"-amina" (contoh: CH
3
NH
2
Metil amina). Jika
dibutuhkan, maka posisi berikatan juga diberi imbuhan:
CH
3
CH
2
CH
2
NH
2
1-propanamina, CH
3
CHNH
2
CH
3
2-
propanamina. Imbuhan di depan adalah "amino-".
Untuk amina sekunder (rumus umum R-NH-R), rantai
karbon terpanjang akan terhubung dengan atom nitrogen
dan menjadi nama utama amina tersebut, rantai yang lainnya dinamai dengan gugus alkil, lokasi
gugus yang berikatan dengan gugus fungsi diberi huruf miring N: CH
3
NHCH
2
CH
3
disebut
dengan N-methiletanamina. Amina tersier (R-NR-R) juga dinamai mirip:
CH
3
CH
2
N(CH
3
)CH
2
CH
2
CH
3
disebut N-etil-N-metilpropanamida. Juga, nama gugus alkil
diurutkan sesuai alfabet.

TATA NAMA BENZENA DAN TURUNANNYA
Penamaan benzena berdasarkan aturan IUPAC adalah sebagai
berikut:
1. Jika hanya terdapat 1 substituen maka penamaannya dilakukan
dengan cara menyebutkan nama gugus substituennya diikuti
dengan kata benzena dan apabila terdapat dua substituen atau
lebih, tentukan gugus utama dan gugus substituennya.
2. Berilah nomor pada atom C dalam cincin benzena dengan
mengatur agar penjumlahan nomor posisi gugus substituen
memiliki jumlah sekecil mungkin.
3. Sebutkan nomor dan nama substituen diikuti dengan nama gugus
utamanya.
Penomoran untuk benzena yang memiliki 2 substituen dapat
diganti dengan awalan o (orto = substituen pada posisi 1,2), m
(meta = substituen pada posisi 1,3) dan p (para = substituen pada
posisi 1,4).