Anda di halaman 1dari 4

[KHALISHAH PUTRI HAKIM] 115020300111050

Resume Mata Kuliah 2


Teori Akuntansi Minggu ke 3
Introduction to Financial Accounting Theory
Pengertian teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang saling berkaitan
secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena atau fakta. Dari
pengertian diatas, tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi. Menjelaskan berarti
menganalisis dan memberi alasan mengapa fenomena atau fakta seperti yang diamati. Memprediksi
berarti memberi keyakinan bahwa kalau asumsi-asumsi atau syarat-syarat yang diteorikan dipenuhi
besar kemungkinan suatu fenomena atau fakta tertentu akan terjadi.
Akuntansi adalah suatu sistem yang mengukur aktivitas-aktivitas bisnis, memproses informasi
tersebut ke dalam bentuk laporan-laporan, dan mengkomunikasikannya kepada para pengambil
keputusan. Sedangkan laporan keuangan adalah dokumen-dokumen yang melaporkan kegiatan bisnis
pribadi atau organisasi.
Sedangkan definisi teori akuntansi menurut Hendriksen dan Van Breda (1992)
mendefinisikan teori akuntansi sebagai berikut: penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip-
prinsip yang luas (a set of broad priciples) yang memberikan rerangka referensi umum untuk
mengevaluasi praktek akuntansi dan memberikan pedoman dalam mengembangkan praktek dan
prosedur akuntansi yang baru. Definisi tersebut dapat dilihat bahwa teori akuntansi tidak lepas dari
praktek akuntansi karena tujuan utamanya adalah menjelaskan praktek akuntansi berjalan dan
memberikan dasar bagi pengembangan praktek tersebut. Definisi yang diberikan oleh Hendriksen
sangat mirip dengan Akuntansi Keuangan AS
Definisi menurut Hendriksen serupa dengan definisi Conceptual Framework Project oleh US
Financial Accounting Standards Boards (yang dengan sendirinya dianggap teori normatif akuntansi),
yang didefinisikan sebagai 'sistem yang koheren tujuan saling terkait dan fundamental yang dapat
menyebabkan standar yang konsisten' (FASB, 1976). Penggunaan kata 'koheren' dalam tiga di atas
empat definisi teori menarik dan mencerminkan pandangan bahwa komponen dari teori (mungkin
termasuk asumsi tentang perilaku manusia) harus logis menggabungkan bersama-sama untuk
memberikan penjelasan atau bimbingan dalam fenomena tertentu. Jadi apabila ditarik kesimpulan
teori akuntansi ini mempunyai 4 poin penting yaitu :
1. Teori akuntansi merupakan penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang
memberikan kerangka acuan umum yang dapat digunakan untuk menilai praktek akuntansi
memberi arah pengembangan prosedur dan praktek baru.
2. Pengembangan Rerangka konseptual (conceptual framework) akuntansi sebagai landasan
penyusunan aturan akuntansi.
3. Penilaian kesesuaian rerangka konseptual akuntansi dan prinsip-prinsip lainnya yang menjadi
pedoman dalam penyusunan aturan akuntansi.
4. Penelaahan alasan perusahaan memilih metode akuntansi tertentu diantara alternatif lainnya.


[KHALISHAH PUTRI HAKIM] 115020300111050

Tingkatan Teori Akuntansi
Eldon Hendriksen membagi teori akutansi dalam tiga tingkat sebagai berikut :
1. Teori teori yang mencoba menjelaskan praktek praktek akutansi masa kini dan
meramalkan bagaimana tanggapan para akuntan terhadap situasi situasi tertentu atau bagaimana
mereka akan melaporkan peristiwa peristiwa tertentu. Teori teori ini disebut teori sintaktikal
atau syntactical theories.
2. Teori teori yang memusatkan perhatian kepada hubungan antara fenomena (objek atau
peristiwa) dengan simbol yang mewakili fenomena tersebut. Teori - teori ini disebut teori
semantikal atau interpretasional (semantical theories atauinterpretational theories).
3. Teori teori yang menekankan perilaku atau akibat akibat yang ditimbulkan oleh laporan
keuangan terhadap keputusan yang diambil para pemakai laporan. Teori teori ini disebut teori
perilaku atau teori pragmatis (behavioral theories atau pragmatic theories).
Penalaran Deduktif dan Induktif
1. Penalaran Deduktif
Metode penalaran deduktif dalam akuntansi adalah proses yang bermula dengan tujuan dan
postulat, yang dari sini diturunkan prinsip-prinsip logis yang memberikan landasan bagi penerapan
yang konkret dan praktis. Jadi, aturan atau penerapan praktis berasal dari penalaran logis, postulat
dan prinsip yang ditarik secara logis seharusnya tidak hanya mendukung atau berusaha
menjelaskan kelaziman akuntansi atau praktek yang sekarang telah diterima. Struktur proses
deduktif mencakup hal-hal sebagai berikut:
a) Perumusan tujuan umum dan khusus laporan keuangan
b) Pernyataan mengenai postulat akuntansi yang berhubungan dengan bidang ekonomi, politik,
dan sosial dimana akuntansi harus berperan
c) Seperangkat kendala untuk mengarahkan proses penalaran
d) Suatu struktur, rangkaian simbol, atau kerangka acuan dimana ide-ide dapat dinyatakan dan
diikhtisarkan
e) Pengembangan seperangkat definisi
f) Perumusan prinsip atau pernyataan umum mengenai kebijakan yang diturunkan dari proses
logic
g) Penerapan prinsip-prinsip dalam situasi khusus dan penetapan metode serta aturan prosedural
Dalam proses deduktif, perumusan tujuan sangat penting karena tujuan yang berbeda dapat
mensyaratkan struktur yang sama sekali berbeda dan menghasilkan prinsip-prinsip yang berbeda
pula.
Teori akuntansi harus cukup fleksibel untuk memenuhi berbagai tujuan yang berbeda, tetapi cukup
ketat untuk mempertahankan keseragaman dan konsistensi dalam laporan keuangan kepada
pemegang saham dan masyarakat umum. Kelemahan metode deduktif adalah jika setiap postulat
dan premis ternyata salah, maka kesimpulannya juga akan salah. Metode ini juga dianggap
[KHALISHAH PUTRI HAKIM] 115020300111050

menyimpang dari kenyataan untuk bisa menurunkan prinsip yang realistis dan berguna, atau untuk
memberikan dasar bagi aturan-aturan praktis.
2. Penalaran Induktif
Proses induktif meliputi penarikan kesimpulan umum dari pengamatan dan pengukuran yang
terinci. Pendekatan induktif tidak dapat dipisahkan dari pendekatan deduktif, karena pendekatan
deduktif memberikan petunjuk pemilihan data yang akan ditelaah. Dalam akuntansi, proses
induktif melibatkan pengamatan data keuangan perusahaan. Jika terdapat hubungan yang berulang-
ulang, maka generalisasi dan prinsip dapat dirumuskan, sehingga ide dan prinsip yang baru dapat
ditemukan, khususnya bila pengamatan tidak dipengaruhi oleh prinsip dan praktek yang berlaku.
Misalnya pengamatan terhadap sejumlah perusahaan dapat dibuktikan kecenderungan historis dari
penjualan masa lalu merupakan alat ramal yang lebih baik untuk kas yang akan diterima dari
pelanggan pada masa yang akan datang ketimbang catatan kas yang sesungguhnya diterima pada
masa lalu karena adanya tenggang waktu dalam proses penagihannya.
Keunggulan pendekatan induktif adalah tidak perlu dibatasi oleh model atau struktur yang
ditetapkan terlebih dahulu. Para peneliti bebas mengadakan pengamatan yang dianggap relevan,
generalisasi atau prinsip yang telah dirumuskan harus ditegaskan dengan proses logis pendekatan
deduktif dan pembuktian kesimpulan.
Kelemahan utama prosesi induktif adalah bahan pengamat mungkin dipengaruhi oleh ide-ide di
bawah sadar mengenai hubungan apa yang relevan dan data apa yang harus diamati. Kesulitan
pendekatan induktif dalam akuntansi adalah data mentah mungkin berbeda bagi setiap perusahaan,
yang mungkin hubungannya berbeda sehingga sulit menarik generalisasi dan prinsip-prinsip dasar.
Teori induktif maupun deduktif bersifat deskriptif atau normatif. Teori deskriptif berusaha
menguraikan dan menjelaskan apa dan bagaimana informasi keuangan disajikan serta
dikomunikasikan kepada pemakai data akuntansi. Teori normatif menjelaskan data apa yang
seharusnya dikomunikasikan dan bagaimana data itu harus disajikan.
Beberapa Pendekatan Perilaku Altenatif
Salah satu langkah pertama dalam pengembangan teori akuntansi adalah pernyataan yang jelas
mengenai tujuan perilaku (behavioral objectives) pemakai laporan. Berberapa alternatif
pendekatan perilaku adalah sebagai berikut:
1. Teori-teori Penilaian Investasi
Tujuan utama laporan akuntansi keuangan adalah untuk menyajikan informasi kepada para
pemegang saham dan para calon pembeli saham guna membantu mereka mengambil keputusan
utnuk membeli atau menjual atau menahan saham biasa perusahaan. Teori ini mencakup:
a) Teori-teori nilai intrinsic, untuk menjelaskan harga surat berharga.
b) Hipotesis pasar yang efisien, menyatakan bahwa pasar surat berharga adalah efisien. Tiga
bentuk pasar efisien yang dikenal secara umum adalah (1) bentuk lemah harga-harga surat
berharga mencerminkan informasi yang tersirat dalam urutan harga historis; (2) bentuk semikuat
harga-harga surat berharga mencerminkan sepenuhnya seluruh informasi yang tersedia bagi publik
[KHALISHAH PUTRI HAKIM] 115020300111050

mengenai perusahaan; (3) bentuk kuat harga-harga surat berharga mencerminkan bahkan
termasuk informasi khusus.
c) Teori Portofolio, menyatakan bahwa para investor yang rasional akan lebih suka menyimpan
surat berharga yang memaksimisasi rate of return (tingkat laba) yang diharapkan untuk tingkat
risiko tertentu atau meminimisasi tingkat risiko untuk tingkat laba yang diharapkan.
2. Pemrosesan Informasi Manusia
Tujuan telaah ini adalah:
a) Untuk meningkatkan kemampuan informasi keuangan untuk mencerminkan secara akurat
obyek atau kejadian yang sesungguhnya
b) Untuk memahami bagaimana jumlah, jenis dan format informasi keuangan mempengaruhi
penilaian atau prediksi para pemakai
c) Untuk memahami kemampuan pengambil keputusan untuk bereaksi secara tepat terhadap
persepsi lingkungan (ketepatan reaksi)
d) Untuk memahami bagaimana para individu menangani kerumitan dalam pengambilan
keputusan
e) Indikator prediktif
Ada empat cara untuk mengaitkan data akuntansi dengan masukan model-model keputusan :
a) Prediksi langsung, dibuat oleh akuntan dan pihak manajemen dalam bentuk prakiraan (forecast)
yang dapat diuji akuntan independen.
b) Prediksi tak langsung, merupakan konsep yang paling umum diterapkan. Data masa lalu
dianggap memiliki kemampuan prediktif yang dapat digunakan untuk memperkirakan obyek atau
kejadian masa datang.
3. Pendekatan Kejadian/ events approach
Tiga masalah dalam pengembangan teori akuntansi adalah:
a. Haruskah laporan keuangan ditujukan pada pemakai tertentu dan kebutuhannya atau pada
berbagai pemakai yang kebutuhannya bermacam-macam.
b. Seberapa rinci jenis informasi akuntansi tertentu harus disajikan
c. Jenis informasi apa yang harus dipilih untuk disajikan
4. Pendekatan Etis
Pendekatan etis terhadap teori akuntansi menekankan konsep keadilan, kebenaran, dan kewajaran.
Konsep dasarnya adalah:
a. Prosedur akuntansi harus memberikan perlakuan yang adil (sama rata) bagi semua pihak yang
berkepentingan
b. Laporan keuangan harus menyajikan laporan yang benar dan akurat tanpa kesalahan penyajian
c. Data akuntansi haruslah wajar, tidak menyesatkan, dan tidak memihak pada kepentingan
tertentu.
5. Pendekatan Akuntansi Sosial Perusahaan : Teori akuntansi sosial mensyaratkan suatu
pernyataan tujuan, konsep sosial dan metode pengukurannya, struktur pelaporan dan komunikasi
informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.