Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

Praktikum 1. Penggunaan Mikroskop



1. Buatlah diagram alir prosedur kerja penggunaan mikroskop!











































Siapkan alat dan bahan. 1 potong huruf kertas koran
Gunting huruf pada kertas koran
Diletakkan diatas gelas obyek
Gunting huruf pada kertas koran
Ditetesi 1 tetes akuades di atas obyek
Ditaruh penutup di atas gelas obyek dengan gelas
penutup
Preparat huruf















































Preparat huruf
Diletakkan di atas meja preparat
Diatur hingga tepat pada lingkaran cahaya
Ditentukan pembesaran lensa yang digunakan
(100x, 400x, 1000x)
Obyek diamati dan dicatat/digambar
Hasil
2. Jelaskan peranan kertas koran (huruf) pada praktikum penggunaan mikroskop!
Kertas koran yang diambil hurufnya, pada praktikum penggunaan mikroskop ini
berfungsi sebagai obyek yang akan diamati. Obyek huruf ini digunakan untuk
mengetahui bagaimana posisi atau arah bayangan yang terbentuk dari pengamatan
menggunakan mikroskop terhadap posisi atau arah obyek yang tampak ketika
diamati tanpa menggunakan mikroskop.





3. Mengapa pengamatan obyek dilakukan pada perbesaran terkecil kemudian
dilanjutkan ke perbesaran yang lebih besar?
Pengamatan obyek dilakukan pada perbesaran terkecil kemudian dilanjutkan ke
perbesaran yang lebih besar karena agar bisa diamati obyek dengan pengaturan
fokus dari kecil ke besar. Hal ini menjamin ketelitian dalam pengamatan dan fokus
terhadap obyek.






4. Mengapa permukaan gelas obyek yang sudah bersih tidak boleh disentuh dengan
tangan? Jelaskan!
Permukaan gelas obyek yang sudah bersih tidak boleh disentuh dengan tangan
untuk menghindari adanya kotoran yang menempel pada permukaan gelas obyek
baik karena keringat atau debu yang menempel. Noda yang menempel pada
permukaan gelas obyek dapat menghambat pengamatan dan menyebabkan
pengamatan perganggu karena kurang optimal dan kurang akuratnya perbesaran
pada mikroskop. Akibat dari noda yang ikut terlihat.




5. Selain dengan menggunakan alkohol, apakah gelas obyek dan penutup dapat
dibersihkan dengan bahan lain? Jelaskan!
Dengan menggunakan akuades. Akuades dapat kita gunakan untuk membersihkan
gelas dan penutup obyek karena akuades sendiri bersifat netral dan tidak
mengandung mineral larut yang biasa terkandung pada air biasa. Namun jika
memang menginginkan pembersihan yang baik, alkohol dengan kandungan 70% lah
yang paling baik digunakan.






6. Mengapa pada penyiapan preparat huruf, ditambahkan aquades? Jelaskan!
Pada penyiapan preparat huruf, penambahan akuades bertujuan untuk melekatkan
gelas obyek, potongan huruf, dan penutup gelas sehingga bisa menempel dengan
baik. Dan juga untuk menghindari adanya rongga udara pada preparat. Jika terdapat
rongga udara pada preparat, dikhawatirkan dapat menggangu pengamatan.





7. Jelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan mikroskop cahaya dibandingkan dengan
mikroskop elektron!
Kelebihan:
- Lebih hemat energi
- Lebih murah
- Lebih umum digunakan

Kekurangan:
-Keterbatasan dalam melihat obyek yang berukuran kurang dari 0,2 m
-Obyek harus diiris tipis agar cahaya dapat melalui obyek sehingga dapat dilihat.
-Tampilan gambar perbesaran kualitasnya tidak sebagus dan sebaik dibandingkan
menggunakan mikroskop elektron



8. Jelaskan masing-masing peranan bagian mikroskop!
1. Lensa okuler : untuk membentuk dan memperbesar bayangan benda dari
bayangan benda yang terbentuk lensa obyektif
2. Lensa obyektif : membentuk dan memperbesar bayangan obyek yang diamati dan
bayangan yang terbentuk nantinya akan dianggap obyek bagi lensa okuler.
3. Meja benda : tempat meletakkan preparat
4. Penjepit preparat: untuk menjepit preparat agar tidak bergeser ketika diamati
5. Kondensor : untuk mengumpulkan cahaya dan diteruskan ke lubang pada meja
benda
6. Pengatur lampu: untuk mengatur intensitas cahaya yang digunakan
7. Sumber cahaya: menerangi obyek yang diamati
8. Skrup vertikal: menggeser meja obyek ke arah atas-bawah
9. Skrup horizontal: menggeser benda obyek ke arah kanan-kiri
10. Skrup kasar: menaikkan dan menurunkan meja obyek secara tidak teratur
11. Skrup halus: menaikkan dan menurunkan meja obyek secara halus
12. Pengatur diafragma: mengatur intensitas cahay yang masuk




9. Gambarlah hasil pengamatan preparat huruf anda dengan mikroskop pada tiap
perbesaran!











Perbesaran 100x Perbesaran 400x Perbesaran 1000x

10. Jelaskan sifat bayangan yang dibentuk pada pengamatan preparat huruf! Mengapa
demikian?
Bayangan yang terbentuk pada pengamatan preparat huruf mempunyai sifat maya,
terbalik, dan diperbesar. Dikatakan maya karena bayangan benda terbentuk di
belakang lensa. Terbalik karena posisi huruf yang diamati tanpa menggunakan
mikroskop dengan pengamatan yang menggunakan mikroskop posisinya terbalik.
Diperbesar, karena ukuran obyek saat diamati pada mikroskop lebih besar
dibandingkan ukuran sebenarnya.





Kesimpulan
Mikroskop merupakan alat yang digunakan dalam penelitian khusunya dalam mengamati
mikroorganisme dan berfungsi untuk memperbesar objek mikro(sangat kecil) yang diamati agar
dapat terlihat dengan mata kita dengan bantuan mikroskop.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dalam praktikum penggunaan mikroskop ini,
dapat disimpulkan bahwa pada pembuatan preparat tidak boleh ada gelembung udara
yang muncul. Kaca preparat juga harus dalam kondisi baik dalma artian bebas dari noda
yang dapat mengganggu pengamatan. Dari data primer dan sekunder yang ada, hasil yang
didapat sebagian besar adalah sama mulai dari perbesaran 40 x, 100x, dan 400x. Hasil pada
40 x menunjukkan sifat maya, terbalik, dan diperbesar dan apabila digeser kekanan maka
obyek kekiri, begitupun sebaliknya. Begitu pula dengan 100x juga pada 400x. Hanya saja
pada perbesaran 400x, yang terlihat hanyalah serat-serat dan bercak-bercak karena pada
perbesara ini sangat kuat untuk objek huruf pada koran, yang sebenarnya bisa kita lihat
dengan mata telanjang.
Data hasil praktikum mikroskop,diperoleh data primer pada berbagai perbesaran menunjukan hasil
bayangan maya terbalik diperbesar. Begitu pula dengan data sekunder juga terjadi hasil bayangan
yang sama seperti data primer yaitu maya,terbalik,diperbesar. Suatu objek jika diamati
menggunakan mikroskop dengan perbesaran tertentu makan akan mengalami sifat maya terbalik
dan diperbesar (Aydalina,2010).







Daftar Pustaka

Abdullah, Mikrajuddin. 2004. IPA Fisika Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Akmalia, Hafidha Asni. 2010 Bright Field Microscope. Yogyakarta: FMIPA, UNY
Kadaryanto. 2006. Biologi: Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan. Jakarta: Yudhistira
Sudjadi, Bagod. 2006. Biologi: Sains Dalam Kehidupan. Jakarta: Yudhistir
Wu, Qiang. 2010. Microscope Image Processing. California: Academic Press







Tanggal Nilai Paraf Asisten










LAPORAN PRAKTIKUM
Praktikum 2. Kalibrasi Mikrometer

1. Buatlah diagram alir prosedur/tahapan kerja dalam kalibrasi mikrometer okuler!
a. Persiapan















b. Kalibrasi mikrometer okuler




















Disiapkan mikrometer obyektif
Diletakkan di atas meja obyektif
Lensa okuler diambil dari perangkat lensa okuler
Mikrometer okuler dimasukkan dalam
perangkat lensa okuler
Mikrometer okuler & objektif siap
Mikrometer Objektif dan Mikrometer Okuler
Dicari skala yang berhimpitan kedua kali
Dicari skala mikrometer okuler dan objektif
yang berhimpitan pertama kali dari sisi kiri
Dihitung banyak skala objektif dan okuler
diantaar dua mikrometer yang berhimpitan
Dicari bayangan skala (perbesaran 400x)
Dihitung nilai kalibrasi mikrometer okuler
Hasil

2. Buatlah diagram alir prosedur kerja pengukuran diameter dan luas bidang pandang
obyek mikroskopis!





















3. Mengapa pada proses kalibrasi, skala pada ujung kiri dari mikrometer obyektif harus
berhimpitan dengan mikrometer okuler? Jelaskan!
Karena untuk memudahkan pengamat dalam menentukan jumlah
besaran skala obyektif dalam skala mikrometer okuler sehingga dapat
dilakukan pengkalibrasian skala mikrometer. Kalibrasi digunakan untuk
pengukuran obyek yang diamati. Pengkalibrasian dilakukan dengan cara
:
- Panjang skala total mikrometer obyektif dihitung
- Hitung panjang skala untuk 1 skala mikrometer obyektif
- Hitung jumlah skala mikrometer okuler sepanjang skala mikrometer
obyektif
- Hitung panjang 1 skala mikrometer okulelr dengan rumus
Jumlah skala mikrometer obyektif x 0,01
Jumlah skala mikrometer okuler
Dihitung panjang dan lebar mikroba
Hasil
Diatur perbesaran 1000x
Dihitung panjang diameter bidang pandang (mm)
Dihitung luas bidang pandang (mm
2
)
Dihitung jumlah skala mikrometer objektif pada satu bidang
pandang
Mikrometer objektif diambil dan
diganti preparat mikroba
Mikrometer objektif
Maka akan didapat panjang skala mikrometer okuler


4. Jika banyaknya anak skala pada mikrometer obyektif 100 skala, sedangkan
banyaknya anak skala pada mikrometer okuler 12 skala. Panjang total skala pada
mikrometer obyektif yaitu 1 mm. Hitunglah hasil kalibrasi mikrometer okuler
tersebut!
Diketahui:
Panjang 100 skala mik. Obyektif : 1 mm
Panjang 1 skala mik. Okuler : 0,01 mm
12 skala mik okulelr = 100 skala mik. obyektif
Kalibrasi: 100 x 0,01
12
: 0,083 mm





5. Lengkapilah tabel berikut ini!

Perbesaran
Jumlah skala
pada diameter
bidang pandang
Panjang diameter
bidang pandang
(mm)
Luas bidang pandang (mm
2
)
400x
1000x 2,8 2,8x0,01=0,028


100x

6. Bahas data yang anda peroleh dilihat dari pertumbuhan koloni !
Cara menghitung skala mikrometer (panjang 1 skala) yang nantinya akan
Digunakan untuk menentukan besarnya koloni Aspergillus niger, dengan
cara menghitung panjang skala mikrometer secara keseluruhan dan
jumlah skalanya. Pada praktkum ini, nilai kalibrasi didapat 0,01 mm.
Jumlah skala pada mikrometer obyektif adalah 28 dan panjang diameter
adalah 0,028 mm. Luas bidang pandang (LBP) yang didapat adalah
sebesar 6,5144 mm
2
Jumlah skala pada pengukuran mikroba didaptkan
sebesar 20 mm, untuk menghitung jumlah mikroba yang ada didapatkan
melalui perhitungan

= 3,24.




7. Mengapa dilakukan perhitungan luas bidang pandang dan diameter bidang
pandang? Jelaskan!
Perhitungan laus bidang pandang dan diameter bidang pandang
dilakukan untuk menentukan besar pertumbuhan suatu koloni dan
ukuran sebuah mikroorganisme yang kita amati. Dilakukannya
perhitungan bidang pandang dan diameter bidang pandang adalah
untuk memudahkan dalam mengukur objek yang telah ditentukan
lebar,panjang dan luasnya pada mikrometer objektif. Selain itu,
perhitungan tersebut dilakukan juga agar mengetahui jumlah dan
kerapatan suatu sel (Fauzy,2005).





8. Jelaskan aplikasi pengukuran luas bidang pandang dan diameter bidang pandang
pada ilmu sains!
Pengukuran luas bidang pandang dan diameter bidang pandang pada
ilmu sains digunakan untuk menghitung jumlah koloni mikroorganisme
pada luas tertentu. Sehingga bisa diketahui laju pertumbuhan maupun
jumlah mikrobanya. Pengukuran juga dapat membantu untuk
menentukan ukuran obyek yang diamati.





Kesimpulan
Prinsip kalibrasi mikrometer okuler adalah menentukan nilai 1 skala
mikrometer okuler dengan cara menghitung jumlah skala mikrometer objektif
dan okuler diantara 2 skala yang saling berhimpitan. Mikrometer ada 2 yaitu
mikrometer okuler dan mikrometer objektif. Mikrometer okuler dipasang di
lensa okuler sedagkan mikrometer objektif ditempatkan di meja objek.
Pada prinsipnya skala okuler adalah skala yang terdiri dari 1-100 dimana jarak
antara garis sama tetapi tidak diketahui nilainnya. Skala objektif untuk skala
yang terdiri dari 1-100 dimana jarak antar garis memiliki nilai 0,01 mm. Skala
Okuler tidak berubah ukurannya walaupun perbesaran diubah. Tetapi skala
objektif akan berubah ukurannya apabila perbesarannya diubah. Oleh karena
itu, kalibarasi dilakukan agar skala okuler memiliki nilai dan perbandingan
skala objektif dengan skala okuler.
Setalah dilakukan pengamatan dengan mikroba Aspergillus niger didapatkan
bahwa panjangnya dan lebarnya adalah skala x kalibrasi dan didapatkan 20 x
0,01= 0,2 mm. Jumlah mikroba didapat dari

= 2,24. Dan Luas Bidang


Pandang didapat

mm.


Daftar Pustaka
Aydalina,Regina.2010.Pengamatan Mikroskop. Jakarta:Erlangga.
Charley, Helen. 2008. Food Science. New York: Ronald Press
Fauzy,Akhmad.2005.Penetuan Ukuran Mikroba Mikrometer.Jakarta:Erlangga.
Kadaryanto. 2006. Biologi: Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan. Jakarta: Yudhistira
Ratnawati. 2010. Petunjuk Praktikum Mikroteknik. Yogyakarta: FMIPA, UNY
Susilowarno, Gunawan. 2007. Biologi. Yogyakarta: Grasindo




Tanggal Nilai Paraf Asisten