Anda di halaman 1dari 9

ARUS DANA INTERNASIONAL

PERTEMUAN KE 2
DRS. JUNAIDI, ME
A. Neraca Pembayaran (BOP)
Terminologi tentang Neraca Pembayaran (Balance of
Payment / BOP) menurut IMF adalah pengukuran dari
seluruh transaksi ekonomi internasional antara
penduduk sebuah negara dengan penduduk negara lain.
Data BOP negara asal dan negara tuan rumah sifatnya
penting bagi manajer bisnis, investor, konsumen dan
pejabat pemerintah, karena mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh variabel-variabel makro ekonomi
kunci, seperti produk domistik bruto (PDB), tingkat
lapangan kerja, tingkat harga, nilai tugas dan tingkat
bunga.
Manajer bisnis dan investor membutuhkan data BOP
untuk membuat antisipasi terhadap dapak negatif yang
muncul akibat perubahaan kebijakan perekonomian di
negara tuan rumah yang disebabkan oleh kejadian-
kejadian dari BOP itu sendiri.
Alasan lain, data BOP penting, karena:
1. BOP adalah indikator penting mengenai adanya
tekanan atau tidak terhadap nilai tukar mata uang
sebuah negara yang mengimplikasikan potensi adanya
keuntungan atau kerugian nilai tukar yang akan
dialami sebuah perusahaan dalam transaksi
internasionalnya.
2. Perubahan dalam BOP suatu negara dapat
memberikan sinyal untuk melakukan penerapan atau
pencabutan kendali terhadap pembayaran dividen dan
bunga, fee lisensi, fee royalti, atau pengeluaran kas
lainnya ke perusahaan asing atau investor.
3. BOP membantu untuk meramalkan potensi pasar
suatu negara., khususnya dalam jangka pendek.
Sebuah negara yang mengalami defisit perdagangan
serius tidak akan menambah impor melainkan akan
meningkatkan ekspor sehingga investasi luar negeri
yang akan menambah kinerja ekspor akan disambut
baik.
BOP harus seimbang. Penawaran dan permintaan untuk
mata uang suatu negara mungkin tidak seimbang dan
hal itu tidak sama dengan BOP. Satu sub-transaksi BOP
seperti neraca perdagangan barang, bisa tidak seimbang,
namun seluruh BOP dari suatu negara selalu seimbang.
Tiga elemen utama dari proses aktual pengukuran
aktivitas ekonomi internasional, yaitu:
1. Mengidentifikasi apa yang termasuk dan tidak
termasuk transaksi ekonomi internasional.
Dalam arti luas transaksi ekonomi internasional
adalah semua bentuk transaksi ekonomi yang
dilakukan oleh seorang warga negara ataupun
institusi suatu negara pada suatu negara lain,
misalnya kegiatan ekspor-impor sampai pada bentuk
transaksi yang dilakukan oleh seorang turis membeli
souvenir, makanan, dll saat melnacong di suatu
negara.
2. Memahami bagaimana aliran barang, jasa, aset,
dan uang menciptakan debet dan kredit ke semua
BOP.
BOP bukan neraca, akan tetapi merupakan sebuah
laporan arus kas. Dengan mencatat seluruh transaksi
internasional selama periode tertentu (mis. 1 tahun),
BOP mengikuti arus pembelian dan pembayaran yang
berkelanjutan antara suatu negara dengan seluruh
negara lainnya.
Dua tipe transaksi bisnis internasional yang mendominasi
neraca pembayaran, yaitu:
1. Pertukaran aset ril (burter); pertukaran barang dan
jasa dengan barang dan jasa lainnya.
2. Pertukaran aset keuangan; klaim keuangan atas
transaksi barang dan jasa.
3. Mengerti prosedur pencatatan untuk akuntansi BOP.
Pencatatan untuk akuntansi BOP secara teori
berdasarkan pada sistim double-entry (jurnal
berpasangan) dimana transaksi pembelian dan
penjualan individual menghasilkan catatan keuangan
dalam neraca pembayaran yang sesuai. Namun dalam
praktek (kenyataan) catatan tersebut dilakukan secara
terpisah (independen) demikian pula untu pencatatan
transaksi berjalan, keuangan dan modal. Sehingga
terjadi perbedaan serius antara debet dan kredit.
Transaksi-transaksi (sub-transaksi) Neraca Pembayaran:
1. Transaksi berjalan (Current Account)
a. Perdagangan barang (ekpor dan impor barang)
b. Perdagangan jasa (ekpor dan impor jasa; jasa keuangan/bank,
jasa transportasi, jasa konstruksi)
c. Pendapatan (pendapatan dividen, gaji dan upah)
d. Transfer berjalan (hadiah atau sumbangan)
2. Transaksi modal dan keuangan (capital and Financial
Account)
a. Investasi langsung (memperoleh kendali dan laba,
kepemilikan 10% ke atas)
b. Investasi portofolio (hanya untuk memperoleh laba,
kepemilikan kurang dari 10%)
c. Investasi aset lainnya (berbagai kredit perdagangan jangka
panjang dan pendek, pinjaman lintas batas, simpanan mata
uang, simpanan bank, utang dan piutang lainnya yang
berhubungan dengan perdagangan lintas batas)
B. Faktor-faktor utama yang Mempengaruhi
Neraca Berjalan
1. PDB (GDP)
= + + +
Jika BOP untuk perdagangan (X-M) positif maka
akan meningkatkan nilai PDB, sebalinya jika
negatif akan menurunkan nilai PDB
2. Nilai tukar
= + + +
Pengaruhnya bergantung pada sistim nilai tukar
yang dianut, yaitu tetap, mengambang atau
mengambang terkendali.
Nilai tukar tetap
Pemerintah memikul tanggung jawab untuk
menjamin BOP mendekati nol. Jika tidak maka
pemerintah akan melakukan intervensi pasar dengan
membeli atau menjual cadangan valas resmi.
Nilai tukar mengambang
Pemerintah tidak memikul tanggung jawab untuk
menjamin BOP mendekati nol. Dengan demikian
BOP tidak sama dengan nol secara otomatis akan
mengubah nilai tukar ke arah yang diperlukan agar
BOP mendekati nol.
Nilai tukar mengambang terkendali
Meskipun masih mengandalkan berbagai kondisi
pasar, pemerintah sering kali mersa perlu untuk
mengambil sejumlah tindakan untuk mempertahankan
nilai tukar yang diinginkan misalnya dengan
mengubah menaikan tingkat suku bunga domistik
untuk menarik tambahan modal dari luar negeri.
3. Tingkat bunga
Tingkat bunga ril yang relatif rendah akan mendorong
aliran modal keluar untuk mencari tingkat bunga yang
lebih tinggi di mata uang negara lain.
4. Tingkat inflasi
Impor memiliki potensi untuk menurunkan tingkat
inflasi suatu negara. Impor barang dan jasa yang
biasanya lebih murah dari barang dan jasa luar negeri
sejenis, sehingga hal ini akan membuat BOP negatif
menjauhi nol.
C. Memperbaiki Defisit Neraca Perdagangan
1. Kebijakan yang akan meningkatkan permintaan asing
atas barang dan jasa yang diproduksi secara domestik.
2. Kurs mata uang mengambang dapat mengkoreksi
ketidakseimbangan perdagangan internasional.
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Neraca Modal
dan Keuangan
1. Investasi langsung
Perubahan batasan
Privatisasi
Potensi pertumbuhan ekonomi
Tarif pajak
Nilai tukar.
2. Investasi portofolio
Tarif pajak atas bunga atau
dividen
Tingkat bunga
Kurs mata uang.
TERIMAKASIH