Anda di halaman 1dari 18

ENERGI MATAHARI

LAPORAN





Oleh
Nur Aini Hariyo Wati
121710201018
TEP-B








JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

BAB 1. METODOLOGI


1.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Energi Matahari dilaksanakan pada:
hari, tanggal : Jumat, 25 April 2014
waktu : pukul 07.30-selesai
tempat : Laboratorium Instrumentasi Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian,
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember.

1.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum Energi Matahari adalah
sebagai berikut:
a. 1 unit slar sel
b. 1 buah lampu 6 volt
c. 1 buah lampu 12 volt

1.3 Prosedur Kerja






Siapkan peralatan.
Hitung intensitas matahari radiasi surya di tempat praktikum (Jember).
A
Mulai








A
Hitung luas solar sel yang digunakan.
Hitung besarnya luas daun dengan metode transect.
Selesai
Hubungkan lampu dan alat pengukur lain pada solar sel.
Berikan cahaya matahari tepat kepada solar sel.
Catat data selama praktikum.
BAB 2. HASIL DAN PEMBAHASAN


2.1 Hasil Praktikum
Menggunakan persamaan-persamaan yang telah dikemukakan, pada hari ini, saat
saudara melaksanakan praktikum, berapakah besarnya intensitas radiasi surya di
kota Jember?
H/Ho = a + b (n/N)
Sehingga:
H = (a + b(n/N))Ho
a = 0,25 (menurut Pardede, 1985)
b = 0,84( menurut Pardede, 1985)
n = 5
N = (2/15) cos
-1
(-tan tan )
= -8,7
= 23,45 sin ((284 + n)/365)
sekarang tanggal 25 April 2013
n = 115
= 23,45 sin (360 ((284 + 115 )/365)
= 23,45 sin (360 (399/365))
= 23,45 sin (360 x 1,093)
= 23,45 sin 393,534
= 23,45 x (-0,704)
= -16,509
N = (2/15) cos
-1
(-tan 8,7 tan )
N = (2/15) cos
-1
(-tan 8,7 tan -16,509)
N = (2/15) cos
-1
((-0,89) x (-1,03))
N = (2/15) cos
-1
0,9167
N = (2/15) 0,41
N = 0,053
Ho = {(24 x 3600 Gsc)} {1 + 0.033 cos(360n/365)} {cos cos sin Ws + (2
x 3.14 Ws/360) sin sin )}/3.14
G
sc
= 4,871
N = 0,053
= -8,7
= -16,509
W
s
dihitung Cos W
s
= - tan tan
Cos W
s
= - tan -8,7 tan -16,509
Cos W
s
= (-0,89) x (-1,03)
Cos W
s
= 0,917
W
s
= 0,61
H
0
= {(24 x 3600 Gsc)} {1 + 0,033 cos(360 n/365)} {cos cos
sin Ws + (2 x 3,14 Ws/360) sin sin )}/3,14
H
0
= {(24 x 3600 4,871)} {1 + 0,033 cos(360 (5/365))} {cos -8,7
cos -16,509 sin 0,61 + (2 x 3,14 0,61/360) sin -8,7 sin -
16,509)}/3,14

1. kerjakan lebih dahulu besarnya intensitas radiasi surya di jember dengan
penyelesaikan perhitungan di atas.
H
0
= {(24 x 3600 Gsc)} {1 + 0,033 cos(360 n/365)} {cos cos sin Ws + (2
x 3,14 Ws/360) sin sin )}/3,14
H
0
= {(24 x 3600 4,871)} {1 + 0,033 cos(360 (5/365))} {cos -8,7 cos -16,509
sin 0,61 + (2 x 3,14 0,61/360) sin -8,7 sin -16,509)}/3,14
H
0
= (420854,4) (1 + 0,033 cos (113,42)) {(-0,75)(-0,696)(0,57)) + (0,01)(-
0,66)(0,72)}/3,14
H
0
= 434025,88 x (0,298 + (-0.005))/3,14
H
0
= (434025,88 x 0,293)/3,14
H
0
= 40499,87
2. Kotak di bawah ini harap ditempeli kertas milimeter, seluas kotak tesebut.
Ambil sehelai daun, gambarkan penampangnya di atas buku laporan/tugas
saudara (perbandingan 1:1). Tentukan luas daun tersebut dengan metode
transect (metode ini dapat dilihat pada appendix). Daun jangan dibuang, nanti
akan digambarkan lagi pada saat saudara sebagai pengerjaan tugas (lihat
praktikum acara ini sub acara 2.6 Tugas).









Dengan metoda transect, hitunglah luas daun saudara.
2. Pasangkan 2 lampu dengan tegangan yang berbeda secara bergantian pada
keluaran solar sel, letakkan solar sel mengenai sinar matahari secara langsung,
usahakan solar sel tegak lurus terhadap sinar datang.
3. Ukur luas solar sel tersebut
Luas solar sel = 100 cm x 100 cm =10000 cm
2

Ukurlah arus dan tegangan pada masing-masing lampu.
Pengukuran
ke
Lampu 6 Volt Lampu 12 Volt
Arus Tegangan Daya Arus Tegangan Daya
1 1,04 2,7 2,808 0,76 2 1,52
2 1,02 2 2,04 0,78 1,8 1,404
3 1,02 1,5 1,53 0,76 1,5 1,14
4 1 1,4 1,4 0,76 1,2 0,912
5 - - - 0,80 0,9 0,72
Total 4,08 7,6 7,778 3,86 7,4 5,696
Rata-rata 1,02 1,9 1,9 0,772 1,48 1,14

2.2 Pembahasan
2.2.1 Tugas
Daun yang diambil saat praktikum, kini digambar lagi. Sebelumnya kotak
dibawah ini harus ditempeli dengan kertas milimeter. Guntinglah daun menjadi
dua bagian yang sama besarnya, arah guntingan searah dengan garis utama kerang
daun. Hitunglah luas daun, gunakan perhitungan analisa numerik dengan metode
Simpson (contoh ada pada bagian apendix dari petunjuk ini, sumber: Stroud,
K.A., 1992, Matematika Teknik: diterjemahkan Erwin Sutjipto, Penerbit
Erlangga)

Luas daun dengan metoda analisa numerik metoda simpson

2.2.2 Total Radiasi yang Diterima Solar Sel
Dari perhitungan radiasi surya (tugas sebelum pelaksanaan praktikum) lalu
dikalikan dengan luas solar sel, berapa energi yang diterima solar sel ?
H/H
0
= a + b (n/N)
H = (a + b (n/N)) H
0

= (0,25 + 0,84 (5/0,053)) 40499,87
= (0,25 + 0,84 (94,34)) 40499,87
= (0,25 + 79,25) 40499,87
= 79,5 x 40499,87
= 3219739,67
Nilai H (hasil perhitungan teoritis) = 3219739,67
Luas solar sel = 1 m
2

Total radiasi yang diterima solar sel = H
0
x L
solar sel

= 40499,87 x 1
= 40499,87

2.2.3 Daya yang Dikeluarkan Solar Sel dengan Menggunakan Lampu 6 Volt
Daya yang dikeluarkan solar sel dengan menggunakan lampu 6volt P
6
= .........watt
P = V x I
= 6 x 1,02
= 6,12 watt

2.2.4 Daya yang Dikeluarkan Solar Sel dengan Menggunakan Lampu 12 Volt
Daya yang dikeluarkan solar sel dengan menggunakan lampu 12 volt P
612
=
.........watt
P = V x I
= 12 x 0,772
= 9,264 watt

2.2.5 Perbedaan Daya Listrik yang Diubah Menjadi Energi Cahaya
Meskipun Intensitas Energi Surya Konstan
Mengapa daya listrik yang diubah menjadi energi cahaya (antara lampu 6 volt dan
12 volt) berbeda, padahal intensitas energi surya yang datang ke solar sel konstan
(dianggap konstan)?
Daya listrik yang diubah menjadi energi cahaya pada lampu 6 volt dengan
12 volt berbeda, lebih besar daya pada lampu 6 volt daripada lampu 12 volt. Hal
ini terjadi karena daya listrik sendiri dipengaruhi oleh tegangan dan arus (P = V x
I). Sedangkan tegangan sendiri bergantung pada arus dan hambatan (V = I x R).
Semakin besar hambatan maka arus yang mengalir semakin kecil, sehingga daya
listriknya juga kecil begitu sebaliknya. Rata-rata tegangan pada lampu 6 volt
adalah 1,9 volt dan arusnya 1,2 Ampere, sehingga dayanya 1,9 watt. Pada lampu
12 volt rata-rata tegangannya 1,48 volt dan arusnya 0,772 Ampere, sehingga
dayanya 1,14 watt.

2.2.6 Besarnya Energi Surya yang Diterima oleh Sehelai Daun
Berapa besarnya energi surya yang diterima oleh sehelai daun yang saudara
gambar, dengan asumsi :
Radiasi konstan sebesar H
0
yang teah anda hitung, dan sinar datang selama 5
jam.
H
0
= {(24 x 3600 Gsc)} {1 + 0,033 cos(360 n/365)} {cos cos sin Ws + (2
x 3,14 Ws/360) sin sin )}/3,14
H
0
= {(24 x 3600 4,871)} {1 + 0,033 cos(360 (5/365))} {cos -8,7 cos -16,509
sin 0,61 + (2 x 3,14 0,61/360) sin -8,7 sin -16,509)}/3,14
H
0
= (420854,4) (1 + 0,033 cos (113,42)) {(-0,75)(-0,696)(0,57)) + (0,01)(-
0,66)(0,72)}/3,14
H
0
= 434025,88 x (0,298 + (-0.005))/3,14
H
0
= (434025,88 x 0,293)/3,14
H
0
= 40499,87
Luas daun = 28,2 cm
2
= 0,00282 m
2

Total radiasi yang diterima daun = H
0
x L
daun

= 40499,87 x 0,00282
= 114,21

2.2.7 Energi Surya yang Diterima Daun Selama Waktu Tersebut
Fakta menunjukkan bahwa intensitas radiasi tidak konstan sepanjang hari. Rendah
saat pagi hari, kemudian naik dan mencapai maksimum tengah hari lalu turun
kembali. Dengan menganggap besarnya intensitas radiasi berupa kurva lengkung
seperti Gambar di bawah ini (kurva parabolik). Bagaimana energi surya yang
diterima daun selama waktu tersebut. Tolong dijelaskan lebih dahulu cara
menghitungnnya.
Intensitas
Radiasi (watt/m
2
)






125
250
375
500
1 2 3 4 5
Jam (pagi siang)

7 8 9 10 11 12
Penjelasan cara menghitung:
(a) Bagilah gambarnya menjadi sejumlah genap (n) buah pita-pita yang sama
lebar (masing-masing selebar s)
(b) Berilah nomor dan tentukanlah masing-masing ordinatnya : y
1
, y
2
, y
3
,
.y
n+1
. banyaknya ordinat tentu satu lebih banyak daripada banyaknya
pita.
(c) Luas A dari bidang gambar tersebut diberikan oleh :



Keterangan: s = lebar masing-masing pita strip
F + L = jumlah ordinat pertama (First) dan terakhir (Last)
4 E = 4X jumlah ordinat bernomor genap (Even)
2 R = 2X jumlah ordinat bernomor ganjil sisanya
(Remains)
Perhitungannya:
s =

= 2,2
Tinggi ordinat
No. Ordinat 1 2 3 4 5 6
Tinggi 292 355 425 438 460 470
Diperoleh
F +L = 292 + 470 = 762
4E = 4(355 + 438) = 4(793) = 3172
2R = 2(425 + 460) = 2(885) =1770
Sehingga
A =

[762 + 3172 + 1770]


= 0,73[5704]
= 4163,92 satuan
2


2.2.8 Sel Surya Beserta Bagiannya
Sel surya atau juga sering disebut fotovoltaik yang merupakan divais yang
mampu mengkonversi langsung cahaya matahari menjadi listrik. Sel surya bisa
disebut sebagai pemeran utama untuk memaksimalkan potensi sangat besar energi
cahaya matahari yang sampai kebumi, walaupun selain dipergunakan untuk
menghasilkan listrik, energi dari matahari juga bisa dimaksimalkan energi
panasnya melalui sistem solar thermal.berikut bagian-bagian sel surya beserta
fungsinya:
1. Substrat (metal backing)
Substrat adalah material yang menopang seluruh komponen sel
surya. Material substrat juga harus mempunyai konduktifitas listrik yang
baik karena juga berfungsi sebagai kontak terminal positif sel surya,
sehinga umumnya digunakan material metal atau logam seperti aluminium
atau molybdenum. Untuk sel surya dye-sensitized (DSSC) dan sel surya
organik, substrat juga berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya sehingga
material yang digunakan yaitu material yang konduktif tapi juga
transparan sepertii ndium tin oxide dan flourine doped tin oxide.
2. Material semikonduktor
Material semikonduktor merupakan bagian inti dari sel surya yang
biasanya mempunyai tebal sampai beberapa ratus mikrometer untuk sel
surya generasi pertama (silikon), dan 1-3 mikrometer untuk sel surya
lapisan tipis. Material semikonduktor inilah yang berfungsi menyerap
cahaya dari sinar matahari. Untuk kasus gambar diatas, semikonduktor
yang digunakan adalah material silikon, yang umum diaplikasikan di
industri elektronik. Sedangkan untuk sel surya lapisan tipis, material
semikonduktor yang umum digunakan dan telah masuk pasaran yaitu
contohnya material Cu(In,Ga)(S,Se)2 (CIGS), CdTe (kadmium telluride),
dan amorphous silikon, disamping material-material semikonduktor
potensial lain yang dalam sedang dalam penelitian intensif
seperti Cu2ZnSn(S,Se)4 (CZTS) dan Cu2O (copper oxide).
Bagian semikonduktor tersebut terdiri dari junction atau gabungan dari
dua material semikonduktor yaitu semikonduktor tipe-p (material-material
yang disebutkan diatas) dan tipe-n (silikon tipe-n, CdS,dll) yang
membentuk p-n junction. P-n junction ini menjadi kunci dari prinsip kerja
sel surya. Pengertian semikonduktor tipe-p, tipe-n, dan juga prinsip p-n
junction dan sel surya akan dibahas dibagian cara kerja sel surya.
3. Kontak metal / contact grid
Selain substrat sebagai kontak positif, diatas sebagian material
semikonduktor biasanya dilapiskan material metal atau material konduktif
transparan sebagai kontak negatif.
4. Lapisan antireflektif
Refleksi cahaya harus diminimalisir agar mengoptimalkan cahaya
yang terserap oleh semikonduktor. Oleh karena itu biasanya sel surya
dilapisi oleh lapisan anti-refleksi. Material anti-refleksi ini adalah lapisan
tipis material dengan besar indeks refraktif optik antara semikonduktor
dan udara yang menyebabkan cahaya dibelokkan ke arah semikonduktor
sehingga meminimumkan cahaya yang dipantulkan kembali.
5. Enkapsulasi / cover glass
Bagian ini berfungsi sebagai enkapsulasi untuk melindungi modul
surya dari hujan atau kotoran.

2.2.9 Aplikasi Sel Surya dalam Bidang Pertanian
Energi surya adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas
surya (matahari) melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya dalam bentuk
lain. Energi surya menjadi salah satu sumber pembangkit daya selain air,
uap,angin, biogas, batu bara, dan minyak bumi (Safrizal, 2011). Selain itu Energi
matahari banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia
khusunya dibidang pertanian diantaranya:
a. Rumah Pengering
Rumah pengering merupakan alat yang digunakan untuk hasil-hasil
perkebunan seperti tembakau, karet, jagung dan yang lain. Dengan adanya
rumah pengering di desa tersebut, bisa meningkatkan produksinya.
Biasanya proses pengeringan bisa memakan waktu 4 5 hari, dengan
rumah pengering hanya membutuhkan 1-2 hari saja. Ukuran rumahnya
pun berbeda-beda menurut keperluan dan bahkan dalam kebanyakan hal
dibuat lebih dari satu tingkat. Wadah bahan digunakan rak-rak, ataupun
tempat-tempat gatungan (disesuaikan keperluan). Cara kerja dari alat ini
bersumber dari panas matahari yang kemudian dihantarkan oleh pipa-pia
yang dialirkan menuju setiap ruang pengering. Media yang melewati pipa
panas tersebut bias berupa air,uap, maupun gas hasil pembakaran. Pipa-
pipa pemanas dipakai untuk memindahkan panas dari dalam ke bagian luar
dari pada pipa guna memanaskan udara di dalam ruang pengering. Untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi perpindahan panasnya, maka pada
pipa pemanas diberikan gelang-gelang dari bahan yang bisa
menghantarkan panas.
b. Kompor Matahari
Hal ini biasanya dilakukan petani di desa-desa daerah tropis
dengan menjemur hasil panennya dibawah terik sinar matahari. Cara ini
sangat menguntungkan bagi para petani karena mereka tidak perlu
mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya. Berbeda dengan
petani di negara-negara empat musim yang harus mengeluarkan biaya
untuk mengeringkan hasil panennya dengan menggunakan oven yang
menggunakan bahan bakar fosil maupun menggunakan listrik.
Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan
panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah
cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat
digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu
bakar.
c. Greenhouse
Teknik ini hampir sama dengan dinding trombe hanya saja jarak
antara dinding masif dengan kaca lebih lebar, sehingga tanaman bisa hidup
di dalamnya. Prinsip kerja greenhouse juga serupa dengan dinding trombe.
Panas masuk melalui kaca ke dalam greenhouse lalu dikonveksikan ke
dalam bangunan untuk menghangatkan ruangan atau menjaga suhu rungan
tetap stabil meskipun pada waktu siang atau malam hari.
d. Distilasi air
Cara kerjanya adalah sebuah kolam yang dangkal, dengan
kedalaman 25mm hingga 50 mm, ditututup oleh kaca. Air yang
dipanaskan oleh radiasi matahari, sebagian menguap, sebagian uap itu
mengembun pada bagian bawah dari permukaan kaca yang lebih dingin.
Kaca tersebut dimiringkan sedikit 10 derajat untuk memungkinkan
embunan mengalir karena gaya berat menuju ke saluran penampungan
yang selanjutnya dialirkan ke tangki penyimpanan.
e. Pembangkit listrik
Prinsipnya hampir sama dengan pemanasan air hanya pada
pembangkitan listrik, sinar matahari diperkuat oleh kolektor pada suatu
titik fokus untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi bahkan bisa
mencapai suhu 3800 C. Pipa yang berisi air dilewatkan tepat pada titik
fokus sehingga panas tersebut diserap oleh air di dalam pipa. Panas yang
sangat besar ini dibutuhkan untuk mengubah fase cair air di dalam pipa
menjadi uap yang bertekanan tinggi. Uap bertekanan tinggi yang di
hasilkan ini kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang
kemudian akan memutar turbo generator untuk menghasilkan listrik.Ada
dua jenis kolektor yang biasa digunakan untuk pembangkitan listrik yaitu
kolektor parabolik memanjang dan kolektor parabolik cakram.
f. Pemanasan air
Kolektor yang digunakan pada pemanas air tenaga panas matahari
ini adalah kolektor surya plat datar yang bagian atasnya terbuat dari kaca
yang berwarna hitam redup sedangkan bagian bawahnya terbuat dari
bahan isolator yang baik sehingga panas yang terserap kolektor tidak
terlepas ke lingkungan. Air panas di dalam kolektor bisa mencapai 82 C
sedangkan air panas yang dihasilkan tergantung keinginan karena sistem
dilengkapi pengontrol suhu.
BAB 3. PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu
sebagai berikut.
a. Besarnya energi radiasi matahari yang diterima di daerah Jember oleh
daun seluas 28,2 cm
2
adalah 114,21.
b. Intensitas radiasi matahari yang diterima di suatu tempat tidak konstan
sepenjang hari.
c. Sel surya atau fotovoltaik merupakan divais yang mampu mengkonversi
langsung cahaya matahari menjadi listrik. Bagian-bagian sel surya terdiri
dari substrat (metal backing), material semikonduktor, kontak metal,
lapisan antireflektif, dan enkapsulasi (cover glass).
d. Aplikasi sel surya dalam pertanian, yaitu rumah pengering, kompor
matahari, greenhouse, distilasi air, pembangkit listrik, dan pemanasan air.
e. Karakteristik sel surya sangat ditentukan oleh intensitas cahaya yang jatuh
pada permukaan sel. Semakin banyak intensitas cahaya yang mengenai
permukaan sel surya maka arus yang dihasilkan akan semakin besar.

3.2 Saran
Untuk menanggulangi energi fosil yang semakin menipis, maka dianjurkan
menggunakan energi alternatif salah satunya yaitu menggunakan tenaga matahari
untuk kehidupan sehari-hari.


DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2013. Teknologi Panel Surya.
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/03/teknologi-panel-surya-
bisa-digunakan-untuk-memperoleh-air-bersih. [Diakses tanggal 3 Mei
2013].
Arismunandar, W. 1995.Teknologi Rekayasa Surya. Bandung: Pradnya Paramita.
Diamanty, F. 2012. Makalah Ilmiah.
http://www.slideshare.net/FanyDiamanti/makalah-ilmiah-osn-262072#.
[Diakses tanggal 3 Mei 2014].
Safrizal. R. 2011. Sumber Daya Energi Surya dalam Bidang Pertanian.
http://reflitepe08.blogspot.com/2011/04/sumber-daya-energi-surya-
dibidang.html. [Diakses tanggal 3 Mei 2014].


LAMPIRAN


Perhitungan luas daun
Luas daun dihitung dengan pendekatan melalui persamaan:
L = (a/b) x luas segi empat transect
dimana :
a = jumlah panjang garis yang dicetak tebal dalam satuan cm,
pada absis 1 panjang garis tebal = 2 cm
pada absis 2 panjang garis tebal = 5,7 cm
pada absis 3 panjang garis tebal = 7,3 cm
pada absis 4 panjang garis tebal = 5,7 cm
pada absis 5 panjang garis tebal = 2,8 cm
total panjang garis tebal = 23,5 cm
b = jumlah panjang garis yang membujur
pada absis 1 panjang garis tebal = 8 cm
pada absis 2 panjang garis tebal = 8 cm
pada absis 3 panjang garis tebal = 8 cm
pada absis 4 panjang garis tebal = 8 cm
pada absis 5 panjang garis tebal = 8 cm
total = 40 cm
Luas segi empat adalah luas yang dibatasi koordinat adalah
(0,1); (6,1); (6,9); (0,9), luasnya = 6 x 8 = 48 cm
2

Luas daun = (23,5/40) x 48 cm
2
= 28,2 cm
2