Anda di halaman 1dari 5

A.

Latar Belakang Masalah


Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki sifat universal, dimana
matematika ini memiliki peran penting di semua bidang ilmu pengetahuan. Melalui
perkembangan penalaran dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan,
perhitungan, pengukuran dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-
benda fisika. Matematika secara praktis mendaji salah satu kegiatan manusia sejak adanya
rekaman tertulis. Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di
berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti
ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi
penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat
penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada
pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori
permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika
untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya penerapan di dalam pikiran,
meskipun penerapan praktis yang menjadi latar munculnya matematika murni ternyata
seringkali ditemukan terkemudian.
Salah satu cabang dari Ilmu Matematika yang patut di pelajari adalah Integral. Integral
adalah lawan dari proses diferensial. Integral terbagi atas beberapa jenis yaitu integral
tertentu dan integral tak tentu. Perbedaan antara integral tertentu dan integral tak tentu yaitu
jika integral tertentu memiliki batasan-batasan ,integral tak tentu tidak memiliki batasan
batasan. Penguasaan mata pelajaran Matematika khususnya mengenai integral bagi peserta
didik juga berfungsi membentuk kompetensi program keahlian. Dengan mengajarkan
Matematika khususnya dalam hal integral diharapkan peserta didik dapat menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan diri di bidang keahlian dan pendidikan
pada tingkat yang lebih tinggi.

B. Aplikasi
Kalkulus digunakan di setiap cabang sains fisik, sains komputer, statistik, teknik,
ekonomi, bisnis, kedokteran, kependudukan, dan di bidang-bidang lainnya.
Setiap konsep di mekanika klasik saling berhubungan melalui kalkulus. Massa dari sebuah
benda dengan massa jenis yang tidak diketahui, momen inersia dari suatu objek, dan total
energi dari sebuah objek dapat ditentukan dengan menggunakan kalkulus. Dalam subdisiplin
listrik dan magnetisme, kalkulus dapat digunakan untuk mencari total fluks dari sebuah
medan elektromagnetik . Contoh historik lainnya adalah penggunaan kalkulus di hukum
gerak Newton, diekspresikan dengan laju perubahan yang merujuk pada turunan: Laju
perubahan momentum dari sebuah benda adalah sama dengan resultan gaya yang bekerja
bada benda tersebut dengan arah yang sama. Bahkan rumus umum dari hukum ke-dua
Newton: Gaya = Massa Percepatan, mengandung diferensial kalkulus karena percepatan
bisa diekspresikan sebagai turunan dari kecepatan. Teori elektromagnetik Maxwell dan teori
relativitas Einstein juga diekspresikan dengan diferensial kalkulus.

C. Diferensial
Persamaan diferensial parsial (PDP) adalah persamaan yang di dalamnya terdapat
suku-suku diferensial parsial, yang dalam matematika diartikan sebagai suatu hubungan
yang mengaitkan suatu fungsi yang tidak diketahui, yang merupakan fungsi dari beberapa
variabel bebas, dengan turunan-turunannya melalui variabel-variabel yang dimaksud. PDP
digunakan untuk melakukan formulasi dan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan
fungsi-fungsi yang tidak diketahui, yang merupakan dibentuk oleh beberapa variabel, seperti
penjalaran suara dan panas, elektrostatika, elektrodinamika, aliran fluida, elastisitas, atau
lebih umum segala macam proses yang terdistribusi dalam ruang, atau terdistribusi dalam
ruang dan waktu. Kadang beberapa permasalahan fisis yang amat berbeda memiliki
formulasi matematika yang mirip satu sama
Bentuk paling sederhana dari persamaan diferensial adalah
\ frac { \ part u} { \ part x } = O\,
di mana u suatu fungsi tak diketahui dari x dan y. Hubungan ini mengisyaratkan bahwa nilai-
nilai u(x,y) adalah tidak bergantung dari x. Oleh karena itu solusi umum dari persamaan ini
adalah
u ( x,y ) = f (y),\,
di mana f adalah suatu fungsi sembarang dari variabel y. Analogi dari persamaan diferensial
biasa untuk persamaan ini adalah
\ frac {du} {dx} = O\,
yang memiliki solusi
u ( x ) = c,\,
di mana c bernilai konstan (tidak bergantung dari nilai x). Kedua contoh di atas
menggambarkan bahwa solusi umum dari persamaan diferensial biasa melibatkan suatu
kostanta sembarang, akan tetapi solusi dari persamaan diferensial parsial melibatkan suatu
fungsi sembarang. Sebuah solusi dari persamaan diferensial parsial secara umum tidak unik;
kondisi tambahan harus disertakan lebih lanjut pada syarat batas dari daerah di mana solusi
didefinisikan. Sebagai gambaran dalam contoh sederhana di atas, fungsi dapat ditentukan
jika dispesifikasikan pada sebuah garis

D. Integral
Kalkulus integral adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari
dua konsep yang saling berhubungan, integral taktentu dan integral tertentu. Proses
pencarian nilai dari sebuah integral dinamakan pengintegralan (integration). Dengan kata
lain, kalkulus integral mempelajari dua operator linear yang saling berhubungan.
Integral taktentu adalah antiturunan, yakni kebalikan dari turunan. F adalah integral taktentu
dari f ketika f adalah turunan dari F.
Integral tertentu memasukkan sebuah fungsi dengan outputnya adalah sebuah angka, yang
mana memberikan luas antar grafik yang dimasukkan dengan sumbu x.
Contohnya adalah jarak yang ditempuh dengan lama waktu tertentu
\mathbf { jarak} = \mathbf { kecepatan} \cdot\mathbf { waktu}
Jika kecepatannya adalah konstan, perhitungan bisa dilakukan dengan perkalian, namun jika
kecepatan berubah, maka diperlukan sebuah metode yang lebih canggih. Salah satu metode
tersebut adalah memperkirakan jarak tempuh dengan memecahkan lama waktu menjadi
banyak interval waktu yang singkat, kemudian dikalikan dengan lama waktu tiap interval
dengan salah satu kecepatan di interval tersebut, dan kemudian menambahkan total
keseluruhan jarak yang didapat. Konsep dasarnya adalah, jika interval waktu sangat singkat,
maka kecepatan dalam interval tersebut tidak berubah banyak. Namun, penjumlahan
Riemann hanya memberikan nilai perkiraan. Kita harus mengambil sebuah limit untuk
mengdapatkan hasil yang tepat. Integral dapat dianggap sebagai pencarian luas daerah di
bawah kurva f(x), antara dua titik a dan b.
Jika f(x) pada diagram di samping mewakili kecepatan yang berubah-ubah, jarak yang
ditempuh antara dua waktu a dan b adalah luas daerah S yang diarsir.
Untuk memperkirakan luas, metode intuitif adalah dengan membagi jarak antar a dan b
menjadi beberapa segmen yang sama besar, panjang setiap segmen disimbolkan x. Untuk
setiap segmel, kita dapat memilih satu nilai dari fungsi f(x). Nilai tersebut misalkan adalah h.
Maka luas daerah persegi panjangan dengan lebar x dan tinggi h memberikan nilai jarak
yang ditempuh di segmen tersebut. Dengan menjumlahkan luas setiap segmen tersebut,
maka didapatkan perkiraan jarak tempuh antara a dan b. Nilai x yang lebih kecil akan
memberikan perkiraan yang lebih baik, dan mendapatkan nilai yang tepat ketika kita
menngambil limit x mendekati nol.
Simbol dari integral adalah \int \ , , berupa S yang dipanjangkan (singkatan dari "sum").
Integral tertentu ditulis sebagai
\int_ a b f(x) \, dx
dan dibaca "Integral dari a ke b dari f(x) terhadap x."
Integral tak tentu, atau anti derivatif, ditulis:
\int f (x) \, dx .
Oleh karena turunan dari fungsi y = x
2
+ C adalah y ' = 2x (di mana C adalah konstanta),
\int 2x\, dx = x 2 +c .
E. Penutup
Kalkulus integral adalah ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari
dua konsep yang saling berhubungan, integral taktentu dan integral tertentu. Proses
pencarian nilai dari sebuah integral dinamakan pengintegralan (integration). Dengan kata
lain, kalkulus integral mempelajari dua operator linear yang saling berhubungan.
a. Integral taktentu adalah antiturunan, yakni kebalikan dari turunan. F adalah integral
taktentu dari f ketika f adalah turunan dari F.
b. Integral tertentu memasukkan sebuah fungsi dengan outputnya adalah sebuah angka,
yang mana memberikan luas antar grafik yang dimasukkan dengan sumbu x
Persamaan diferensial parsial (PDP) adalah persamaan yang di dalamnya terdapat suku-
suku diferensial parsial, yang dalam matematika diartikan sebagai suatu hubungan yang
mengaitkan suatu fungsi yang tidak diketahui, yang merupakan fungsi dari beberapa variabel
bebas, dengan turunan-turunannya melalui variabel-variabel yang dimaksud. PDP digunakan
untuk melakukan formulasi dan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan fungsi-fungsi
yang tidak diketahui.





Donald A. McQuarrie . Mathematical Methods for Scientists and Engineers, University Science Books.
2003.
James Stewart . Calculus: Early Transcendentals. 5th ed. Brooks Cole. 2002.