Anda di halaman 1dari 64

Kode FIS.

01
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
Kode FIS.01
Penyusun
Drs. Wasis, MSi.
Dra. Retno Hasanah,
Msi.
Editor:
Dr. Budi Jatmiko, M.Pd.
Drs. Munasir, M.Si.
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENEGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
ii
Kata Pe!ata"
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
karunia dan hidayah!ya" kami dapat menyusun #ahan ajar modul manual
untuk SM$ %idang &dapti'" yakni matapelajaran Fisika" $imia dan
Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pem#elajaran
#erdasarkan kompetensi" se#agai konsekuensi logis dari $urikulum SM$
Edisi
(00) yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency
Based
Training).
Sum#er dan #ahan ajar pokok $urikulum SM$ Edisi (00) adalah
modul" #aik modul manual maupun interakti' dengan menga*u pada
Standar $ompetensi !asional +S$!, atau standarisasi pada dunia kerja
dan industri. -engan modul ini" diharapkan digunakan se#agai sum#er
#elajar pokok oleh peserta diklat untuk men*apai kompetensi kerja standar
yang diharapkan dunia kerja dan industri.
Modul ini disusun melalui #e#erapa tahapan proses" yakni mulai dari
penyiapan materi modul" penyusunan naskah se*ara tertulis" kemudian
disetting dengan #antuan alatalat komputer" serta di.alidasi dan diuji*o#akan
empirik se*ara ter#atas. /alidasi dilakukan dengan teknik telaah ahli +expert-
judgment," sementara uji*o#a empirik dilakukan pada #e#erapa peserta
diklat SM$. 0arapannya" modul yang telah disusun ini merupakan #ahan
dan sum#er #elajar yang #er#o#ot untuk mem#ekali peserta diklat
kompetensi kerja yang diharapkan. !amun demikian" karena dinamika
peru#ahan sain dan teknologi di industri #egitu *epat terjadi" maka modul
ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk #ahan per#aikan atau
dire.isi agar supaya selalu rele.an dengan kondisi lapangan.
Pekerjaan #erat ini dapat terselesaikan" tentu dengan #anyaknya
dukungan dan #antuan dari #er#agai pihak yang perlu di#erikan penghargaan
dan u*apan terima kasih. 1leh karena itu" dalam kesempatan ini tidak
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
iii
#erle#ihan #ilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan
yang se#esar#esarnya kepada #er#agai pihak" terutama tim penyusun modul
+penulis" editor" tenaga komputerisasi modul" tenaga ahli desain gra'is, atas
dedikasi" pengor#anan 2aktu" tenaga" dan pikiran untuk menyelesaikan
penyusunan modul ini.
$ami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di #idang
psikologi" praktisi dunia usaha dan industri" dan pakar akademik se#agai
#ahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. -iharapkan para
pemakai #erpegang pada a3as keterlaksanaan" kesesuaian dan 'leksi#ilitas"
dengan menga*u pada perkem#angan IPTE$ pada dunia usaha dan
industri dan potensi SM$ dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka
mem#ekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat.
-emikian" semoga modul ini dapat #erman'aat #agi kita semua"
khususnya peserta diklat SM$ %idang &dapti' untuk matapelajaran
Matematika" Fisika" $imia" atau praktisi yang sedang mengem#angkan
modul pem#elajaran untuk SM$.
4akarta" -esem#er (00)
a.n. -irektur 4enderal Pendidikan
-asar dan Menengah
-irektur Pendidikan Menengah $ejuruan"
-r. Ir. 5atot 0ari Prio2irjanto" M.S*.
!IP 160 789 :1)
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
iv
Da#ta" I$%
0alaman Sampul ..................................................................... i
0alaman Fran*is ...................................................................... ii
$ata Pengantar........................................................................ iii
-a'tar Isi ................................................................................ .
Peta $edudukan Modul............................................................. .ii
-a'tar 4udul Modul................................................................... .iii
5losary .................................................................................. i;
I. PENDAHULUAN
&. -eskripsi........................................................................... 1
%. Prasarat ............................................................................ 1
<. Petunjuk Penggunaan Modul ............................................... 1
-. Tujuan &khir...................................................................... (
E. $ompetensi ....................................................................... 6
F. <ek $emampuan................................................................ )
II. PEMBELAJARAN
A. Re&aa Be'a(a" S%$)a ................................................... 9
B. Ke!%ata Be'a(a"
1. Kegiatan Belajar 1 ........................................................ 6 a.
Tujuan $egiatan Pemelajaran................................... 7 #.
Uraian Materi ......................................................... 7 *.
=angkuman ........................................................... 1) d.
Tugas.................................................................... 19 e.
Tes Formati' .......................................................... 19 '.
$un*i 4a2a#an ....................................................... 17 g.
>em#ar $erja ........................................................ 18
. Kegiatan Belajar ........................................................ 1! a.
Tujuan $egiatan Pemelajaran................................... 1? #.
Uraian Materi ......................................................... 1? *.
=angkuman ........................................................... 60 d.
Tes Formati' .......................................................... 61 e.
$un*i 4a2a#an ...................................................... 6( '.
>em#ar $erja ........................................................ 6)
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
v
III. E*ALUASI
&. Tes Tertulis ....................................................................... )9
%. Tes Praktik ........................................................................ )7
$U!<I 4&@&%&!
&. Tes Tertulis ....................................................................... )8
%. >em#ar Penilaian Tes Praktik............................................... )?
I/. PE!UTUP................................................................................ 91
-& FT&= PUST&$& ........................................................................... 9(
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
vi
Peta Ked+d+,a Mod+'
FIS.0
1
FIS.02
FIS.0-
FIS.10 FIS.04 FIS.0.
FIS.11 FIS.0/ FIS.00
FIS.12 FIS.01 FIS.02
FIS.1-
FIS.10
FIS.12
FIS.14
FIS.1/
FIS.11
FIS.1.
FIS.20
FIS.21
FIS.22
FIS.2-
FIS.24
FIS.2.
FIS.2/
FIS.21
FIS.20
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
vii
DAFTAR JUDUL
MODUL
No. Kode Mod+' J+d+' Mod+'
1 FIS.01 Sistem Satuan dan Pengukuran
( FIS.0( Pem#a*aan Masalah Mekanik
6 FIS.06 Pem#a*aan %esaran >istrik
) FIS.0) Pengukuran 5aya dan Tekanan
9 FIS.09 5erak >urus
7 FIS.07 5erak Melingkar
8 FIS.08 0ukum !e2ton
: FIS.0: Momentum dan Tum#ukan
? FIS.0? Usaha" Energi" dan -aya
10 FIS.10 Energi $inetik dan Energi Potensial
11 FIS.11 Si'at Mekanik Aat
1( FIS.1( =otasi dan $esetim#angan %enda Tegar
16 FIS.16 Fluida Statis
1) FIS.1) Fluida -inamis
19 FIS.19 5etaran dan 5elom#ang
17 FIS.17 Suhu dan $alor
18 FIS.18
Termodinamika
1: FIS.1:
>ensa dan <ermin
1? FIS.1?
1ptik dan &plikasinya
(0 FIS.(0
>istrik Statis
(1 FIS.(1
>istrik -inamis
(( FIS.((
&rus %olak%alik
(6 FIS.(6
Trans'ormator
() FIS.()
$emagnetan dan Induksi Elektromagnetik
(9 FIS.(9
Semikonduktor
(7 FIS.(7
Piranti semikonduktor +-ioda dan Trans istor,
(8 FIS.(8
=adioakti' dan Sinar $atoda
(: FIS.(:
Pengertian dan <ara $erja %ahan
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
viii
G'o$$a"
3
I$t%'a4 Kete"a!a
&kurasi %erkaitan dengan ketepatan" hasil pengukuran yang
mendekati nilai se#enarnya.
&ngka penting &ngkaangka hasil pengukuran yang terdiri dari angka
pasti dan angka taksiran.
%esaran Sesuatu yang memiliki kuantitasBnilai dan satuan.
%esaran pokok %esaran yang satuannya dide'inisikan sendiri melalui
kon'erensi internasional.
%esaran turunan %esaran#esaran yang satuannya diturunkan dari
#esaran pokok.
-imensi Salah satu #entuk deskripsi suatu #esaran.
4angka sorong &lat ukur panjang dengan nonius geser" umumnya
memiliki ketelitian hingga 0"1 mm atau 0"09 mm.
$ilogram +kg, Satuan SI untuk massa.
Massa #enda 4umlah materi yang terkandung dalam suatu #enda.
Meter +m, Satuan SI untuk panjang.
Mikrometer sekrup &lat ukur panjang dengan nonius putar" umumnya
memiliki ketelitian hingga 0"01 mm.
!era*a lengan &lat ukur massa.
!era*a pegas &lat ukur gaya" termasuk gaya #erat.
!e2ton +!, Satuan SI untuk gaya.
!onius Skala tam#ahan yang mem#agi skala utama menjadi
nilaiBkuantitas le#ih ke*il.
Panjang 4arak antara dua titik.
Paralaks $esalahan yang terjadi karena pemilihan posisi atau
sudut pandang yang tidak tegak lurus.
Pengukuran $egiatan mem#andingkan suatu #esaran dengan
#esaran lain sejenis yang digunakan se#agai
satuan.
Presisi %erkaitan dengan ketelitian" pengukuran yang
mengandung ketidak pastian ke*il.
Sekon Satuan SI untuk 2aktu.
Skala terke*il Skala pada alat ukur yang nilainya paling ke*il" di#atasi
oleh dua garis skala yang paling dekat.
SI Sistem Internasional" sistem satuan yang #er#asis
sistem metrik.
Stop2at*h &lat pengukur 2aktu.
Termometer &lat pengukur temperatur.
@aktu Selang antara dua kejadian atau peristi2a.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
ix
BAB I.
PENDAHULUAN
A. De$,"%5$%
-alam modul ini akan diuraikan tentang pengukuran suatu
#esaran #eserta satuannya. Terle#ih dahulu akan diuraikan tentang
pengertian pengukuran" pengertian #esaran" jenisjenis #esaran" dan
satuan yang sesuai." serta diuraikan juga tentang dimensi suatu
#esaran.
0al lain yang juga sangat penting diperhatikan ketika kita
melakukan pengukuran adalah *ara menuliskan atau
melaporkan hasilnya. $arena #er#agai keter#atasan" hasil
pengukuran tidak mungkin di*apai secara mutla". Tidak semua
angkaangka hasil pengukuran merupakan angka pasti" ada
se#agian merupakan angka taksiran. %agaimana menuliskan hasil
pengukuran yang #enar dan mengoperasikannya ketika hasil
pengukuran satu #esaran terkait dengan #esaran lain" akan kita
diskusikan juga dalam modul ini.
B. P"a$3a"at
&gar dapat mempelajari modul ini dengan #aik" &nda harus
dituntut sudah tuntas melakukan operasi alja#ar matematik" meliputi
penjumlahan" pengurangan" perkalian" dan pem#agian dengan
menggunakan #ilangan #ulat" pe*ahan #entuk desimal" dan #ilangan
#aku.
6. Pet+(+, Pe!!+aa Mod+'
1. Pelajari da'tar isi serta skema kedudukan modul dengan *ermat
dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan
dan keterkaitan modul yang sedang &nda pelajari ini di antara
modulmodul yang lain.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1
(. Perhatikan langkahlangkah dalam melakukan pekerjaan dengan
#enar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses
pekerjaan" sehingga diperoleh hasil yang maksimal.
6. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang
penguasaan suatu pekerjaan dengan mem#a*anya se*ara teliti.
). &pa#ila terdapat e.aluasi" kerjakan e.aluasi terse#ut se#agai
sarana latihan dan re'leksi kemampuan yang &nda *apai.
9. 4a2a#lah tes 'ormati' dengan ja2a#an yang singkat tetapi jelas"
dan kerjakan tes terse#ut sesuai kemampuan &nda setelah
mempelajari modul ini.
7. %ila terdapat penugasan" kerjakan tugas terse#ut dengan #aik dan
jika perlu konsultasikan hasilnya pada guru atau instruktur.
8. <atatlah kesulitan yang anda temui dalam mempelajari modul ini
untuk ditanyakan kepada guru atau instruktur pada saat kegiatan
tatap muka. %a*alah re'erensi lain yang #erkaitan dengan materi
modul ini" agar anda memperoleh pengetahuan tam#ahan.
D. T+(+a A,4%"
Setelah mempelajari modul ini" diharapkan anda mampuC
1. Mem#andingkan #esaran pokok dan turunan" #eserta satuannya.
(. Menemukan dan melakukan analisis dimensi #esaran.
6. Melakukan pengukuran #e#erapa #esaran 'isis dengan #enar
dan menuliskan satuannya.
). Melaporkan hasil pengukuran dengan memperhatikan aturan
penulisan dan pengoperasian angka penting.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran

E. Ko75ete$%
$ompetensi C SISTEM S&TU&! -&!
PE!5U$U=&! Program $eahlian C Program &dapti'
Mata -iklat$ode C FISI$&FIS.01
-urasi Pem#elajaran C 10 jam D )9 menit
S+8 Materi Pokok Pem#elajaran
Ko75ete$%
K"%te"%a K%e"(a L%!,+5 Be'a(a"
S%,a5 Pe!eta4+a Kete"a75%'a
%esaran
Pokok dan
Turunan
%esaran#esaran
pokok dan turunan
teridenti'ikasi
#erdasarkan sistem
satuan internasional
+SI,.
Mengidenti'ikasi
dimensi.
%esaran pokok dan turunan
-imensi
Pengukuran
&ngka penting
-igunakan untuk mendukung
materiC -esain gra'is" Setting"
Foto reproduksi" Pem#uatan
pelat" <etak tinggi" 1'set"
Sa#lon" dan >ipat dan
penjilidan.
Teliti
<ermat
4ujur
%ertanggung
ja2a#
PemahamanC
%esaran pokok dan
turunan
-imensi
$on.ersi antar
#esaran yang
sejenis
>atihan
mengkon.ersi
#esaran yang
sejenis
Pengukuran Menggunakan
ma*amma*am alat
ukur sesuai dengan
'ungsinya
>angkahlangkah
pengukuran dan
pem#a*aan pada alat
ukur.
%esaran pokok dan turunan
-imensi
Pengukuran
&ngka penting
-igunakan untuk mendukung
materiC -esain gra'is" Setting"
Foto reproduksi" Pem#uatan
pelat" <etak tinggi" 1'set"
Sa#lon" dan >ipat dan
penjilidan.
Teliti
<ermat
4ujur
%ertanggung
ja2a#
4enisjenis alat ukur
dan
penggunaannya
Teknik mem#a*a
skala alat ukur
Mengukur
panjang"
massa" 2aktu"
dan temperatur
dengan
menggunakan
alat ukur
Mengukur
kete#alan
kertas" #erat"
.olume.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#
F. 6e, Ke7a75+a
$erjakanlah soalsoal #erikut ini" jika anda dapat
mengerjakan se#agian atau semua soal #erikut ini" maka anda
dapat meminta langsung kepada instruktur atau guru untuk
mengerjakan soalsoal e.aluasi untuk materi yang telah anda kuasai
pada %&% III.
1. &pakah yang dimaksud dengan #esaran" #esaran pokok"
dan #esaran turunanE %erilah masingmasing tiga *ontoh
#esaran pokok dan turunan yang &nda temukan dalam
kehidupan seharihari" #eserta satuannyaF
(. &pakah yang dimaksud dengan dimensiE 4elaskan
#ah2a analisis dimensi sangat #erman'aat dalam menguji
kaitan #er#agai #esaranF
6. &pakah yang dimaksud dengan kegiatan pengukuranE
Mengapa penggunaan satuan #aku dalam suatu
pengukuran adalah hal yang sangat pentingE %erikan ilustrasi
*ontoh untuk memperjelas ja2a#an &ndaF
). &pakah yang dimaksud dengan angka pentingE Se#utkan
kriteria sehingga suatu angka tergolong se#agai angka
pentingF Mengapa angka penting perlu diperhatikan dalam
pelaporan hasil pengukuranE
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$
BAB II.
PEMBELAJARAN
A. Re&aa Be'a(a" Pe$e"ta D%,'at
$ompetensi C Sistem satuan
Su# $ompetensi C 1. %esaran pokok dan turunan
(.
Pengukuran
Je%$
Ke!%ata
Ta!!a' 9a,t+
Te75at
Be'a(a"
A'a$a
Pe"+8a4a
Tada
ta!a
G+"+
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
%
B. Ke!%ata Be'a(a"
1. Ke!%ata Be'a(a" 1
a. T+(+a ,e!%ata 5e78e'a(a"a
Setelah melakukan kegiatan #elajar 1" diharapkan anda dapatC
Menjelaskan pengertian #esaran" #esaran pokok" dan #esaran turunan.
Mengidenti'ikasi *ontoh*ontoh #esaran pokok dan turunan dalam
kehidupan seharihari.
Mengidenti'ikasi satuan si #er#agai #esaran pokok dan turunan.
Mengkon.ersi #er#agai satuan #esaran pokok dan turunan.
Menemukan dan menganalisis dimensi #er#agai #esaran pokok
dan turunan.
8. U"a%a Mate"%
a: Be$a"a da Sat+a
0asil pengukuran selalu mengandung dua hal" yakniC "uantitas atau
nilai dan satuan. Sesuatu yang memiliki kuantitas dan satuan terse#ut
dinamakan &esaran. %er#agai #esaran yang kuantitasnya dapat diukur"
#aik se*ara langsung maupun tak langsung" dise#ut #esaran 'isis"
misalnya panjang dan 2aktu. Tetapi #anyak juga #esaran#esaran yang
dikategorikan non'isis" karena kuantitasnya #elum dapat diukur" misalnya
*inta" #au" dan rasa. -iskusikan dengan temantemanmu" mungkinkah
suatu #esaran non 'isis suatu saat akan menjadi #esaran 'isisE %erilah
penjelasanF
-ahulu orang sering menggunakan anggota tu#uh se#agai
satuan pengukuran" misalnya jari' (asta' "a"i' jeng"al' dan depa.
!amun satuansatuan terse#ut menyul itkan dalam komunikasi "
karena nilainya #er#eda#eda untuk setiap orang. Satuan sema*am
ini dise#ut satuan tak #aku. Untuk ke#utuhan komunikasi " apalagi
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
6
untuk kepentingan ilmiah" pengukuran harus menggunakan
satuan #aku" yaitu satuan pengukuran yang nilai nya tetap dan
disepakati se*ara internasi onal " misal nya meter" li ter" dan ki l ogram.
1: S%$te7 Sat+a
-alam kehidupan seharihari mungkin &nda menemui satuan
satuan #erikutC mem#eli ai r dal am gal on" minyak dal am liter " dan
diameter pipa dalam inc(i. Satuansatuan di atas merupakan
#e#erapa *ontoh satuan dal am sistem Inggris +%ri ti sh,. Selai n
satuansatuan di atas masih ada #e#erapa satuan lagi dal am si stem
Inggris" antara lain ons' )eet' yard' slug' dan pound.
Setel ah a#ad ke18" sekelompok ilmu2an menggunakan si stem
ukuran yang mul amula di kenal dengan nama si stem Metri k. Pada
tahun 1?70" sistem Metrik dipergunakan dan diresmikan se#agai
Sistem Internasional +SI,. Penamaan ini #erasal dari #ahasa
Peran*i s *e +ysteme ,nternationale d-.nites.
Sistem Metrik diusulkan menjadi SI" karena satuansatuan dalam
sistem ini dihu#ungkan dengan #ilangan pokok 10 sehingga le#ih
memudahkan penggunaannya. Ta#el1" di #a2ah ini menunjukkan a2alan
a2alan dalam sistem Metrik yang dipergunakan untuk menyatakan nilainilai
yang le#ih #esar atau le#ih ke*il dari satuan dasar.
Ta8e';1
&2alana2alan dalam sistem metrik yang digunakan dalam SI
Faktor &2alan Sim#ol Faktor &2alan Sim#ol
10
1:
eksa E 10
1
desi d
10
19
peta P 10
(
*enti *
10
1(
tera T 10
6
mili m
10
?
giga 5 10
7
mikro ?
10
7
mega M 10
?
nano n
10
6
kilo k 10
1(
piko p
10
(
hekto h 10
19
'emto '
10
1
deka da 10
1:
atto a
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
/
2: Be$a"a Po,o, da Be$a"a T+"+a
%esaran 'isis di#edakan menjadi dua" yakni &esaran po"o"
dan &esaran turunan. %esaran pokok adalah #esaran yang satuannya
dide'inisikan sendiri #erdasarkan hasil kon'erensi internasional mengenai
#erat dan ukuran. %erdasar $on'erensi Umum mengenai %erat dan Ukuran
ke1) tahun 1?81" #esaran pokok ada tujuh" yaitu panjang" massa"
2aktu" kuat arus listrik" temperatur" jumlah 3at" dan intensitas *ahaya.
Ta#el( di #a2ah ini menunjukkan tujuh #esaran pokok #eserta satuan
dasarnya dalam SI.
Ta8e';2
%esaran pokok #eserta satuansatuan dasar SI
%esaran Pokok Satuan Sim#ol
Panjang meter m
Massa kilogram kg
@aktu sekon s
$uat arus listrik ampere &
Temperatur kel.in $
4umlah 3at mol mol
Intensitas *ahaya *andela *d
Sedangkan #esaran#esaran lain yang diturunkan dari #esaran
pokok" misalnyaC .olume" massa jenis" ke*epatan" gaya" usaha dan masih
#anyak lagi dise#ut #esaran turunan.
Pada #agian selanjutnya" &nda akan melakukan kegiatan dan diskusi
tentang tiga #esaran pokok yaitu C panjang' massa' 0a"tu dan satu #esaran
turunan yaitu volume. %esaran#esaran terse#ut sering kita temui dalam
kehidupan seharihari.
1. Panjang
Panj ang menyatakan jarak antara dua ti ti k" misal nya panjang
mi star adalah jarak antara suatu ti ti k di salah satu ujung mistar
dengan ti ti k di ujung mistar yang lain. Panjang menggunakan satuan
dasar SI meter +m,. Satu meter standar +#aku, sama dengan 1.790.876"86
kali panjang gelom#ang dalam .akum dari radiasi yang #ersesuaian
dengan
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1
transisi atom krypton:7 +$r
:7
, di antara tingkat (p
10
dan 9d
9
. Untuk
keperluan seharihari" telah di#uat alatalat pengukur panjang" seperti terlihat
pada gam#ar1.
Gambar-1: Mistar dan jangka sorong, sebagai alat pengukur besaran
panjang
Selain meter" panjang juga dapat dinyatakan dalam satuan
satuan yang le#ih #esar atau l e#i h ke*i l dari meter dengan *ara
menam#ahkan a2alana2alan seperti ter*antum dalam Ta#el 1.
%erdasar ta#el terse#ut
1 kilometer +km, G 1000 meter +m,
1 sentimeter +*m, G 1B100 meter +m, atau 0"01 m
dan se#ali knya" diperol ehC
1 m G 1B1.000 km G 0"001 km
1 m G 100 *m G 1.000 mm
-alam sistem Inggris" panjang sering dinyatakan dalam in*hi"
'eet" atau yard. $on.ersi satuansatuan terse#ut dengan satuan SI
se#agai #erikutC
1 meter G 6"(:1 'eet G 6?"6 i n*hi
1 i n*hi G ("9) *m.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
!
Pemilihan satuan pengukuran seharusnya sesuai
dengan ukuran #enda yang diukur. %enda ke*il dinyatakan dengan
ukuran ke*il" #enda yang le#ih #esar juga harus dinyatakan dalam
ukuran yang le#ih #esar" sehi ngga tidak menyul itkan dal am
komuni kasi . Mi sal nyaC te#al kertas umumnya di nyatakan dal am
mi li meter" l e#ar #uku dinyatakan dal am sentimeter" dan jarak antar
kota dinyatakan dalam kilometer. Tentu akan merepotkan #ila
te#al kertas dinyatakan dalam kilometer atau jarak antar kota
dinyatakan dalam milimeter.
2. Massa
Setiap #enda tersusun dari materi . 4umlah materi yang
terkandung dalam masingmasing #enda dise#ut massa #enda.
-alam SI" massa menggunakan satuan dasar ,%'o!"a7 +kg,.
Satu kilogram standar sama dengan massa se#uah sili nder yang
ter#uat dari *ampuran pl ati numiridium yang disimpan di Se.res"
Paris" Peran*i s.
-alam kehidupan seharihari" massa sering diran*ukan dengan
#erat" tetapi kedua #esaran terse#ut #er#eda. Massa ti dak
dipengaruhi gra.itasi" sedangkan #erat dipengaruhi oleh gra.itasi .
Seo rang astronot ketika #erada di #ulan #eratnya #erkurang"
karena gra.itasi #ulan le#ih ke*il di#anding gra.itasi #umi" tetapi
massanya tetap sama dengan di #umi .
%ila satuan SI untuk massa adalah ki logram +kg," satuan SI
untuk #erat adalah ne2ton +!,. Mass a diukur dengan nera*a l engan"
#erat diukur dengan nera*a pegas" se#agaimana terlihat pada
gam#ar (. !era*a lengan dan nera*a pegas termasuk jenis
nera*a mekanik. Sekarang" sudah #anyak digunakan jenis nera*a
lain yang le#ih teliti" yaitu nera*a elektroni k.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
12
8
a
Gambar-2 : a. neraca lengan b. neraca pegas
Sel ain ki logram +kg," massa #enda j uga dinyatakan dal am
satuansatuan l ai n" mi sal nyaC gram +g," mi li gram +mg," dan ons
untuk massamassa yang ke*il H ton +t, dan kui ntal +k2, untuk massa
yang #esar.
1 ton G 10 k2 G 1.000 kg
1 kg G 1.000 g G 10 ons
3. Waktu
@aktu adalah selang antara dua kejadi an atau dua peristi 2a.
Misalnya" 2aktu siang adalah sejak matahari ter#it hingga matahari
tenggelam" 2aktu hidup adalah sejak dil ahi rkan hingga meninggal .
Satuan dasar SI untuk 2aktu adalah $e,o +s,. Satu sekon
standar #ersesuaian dengan ?.1?(.761.880 kali periode radi asi
yang dihasilkan oleh transisi di antara tingkat hiperhalus atom
<esium
166 +<s
166
,. %erdasar jam atom ini " dalam selang 600 tahun
hasi l pengukuran 2aktu tidak akan #ergeser le#i h dari satu sekon.
Untuk peri sti 2aperi sti 2a yang selang terjadinya *ukup lama"
2aktu dinyatakan dalam satuansatuan yang le#ih #esar" mi sal nyaC
menit" jam" hari " #ul an" tahun" a#ad dan lainl ai n.
1 hari G () j am
1 j am G 70 meni t
1 meni t G 70 sekon.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
11
Sedangkan" untuk kejadiankejadian yang *epat sekal i #i sa
digunakan satuan milisekon +ms, dan mikrosekon +? s,. Untuk
keperluan seharihari" telah di#uat alatalat pengukur 2aktu" misalnya
stop2at*h dan jam tangan seperti terlihat pada gam#ar6.
Gambar-3 :
Stopwatch dan jam tangan, sebagai
alat pengukur waktu
4. Volume
/olume menyatakan #esarnya ruangan yang terisi oleh
materi. %enda dengan .olume le#ih #esar" dapat menampung materi
le#ih #anyak di#anding #enda lai n yang .olumenya le#ih ke*il.
/olume merupakan #esaran turunan" yang di susun oleh
#esaran pokok panjang. /olume #enda padat yang #entuknya
teratur" misalnya #alok" dapat ditentukan dengan mengukur terle#i h
dulu panjang" le#ar dan tingginya kemudi an mengali kannya. %il a
&nda mengukur panjang" le#ar dan tinggi #al ok menggunakan
satuan sentimeter +*m," maka .olume #al ok yang &nda peroleh
dalam satuan sentimeter ku#ik +*m
6
,. Sedangkan #il a panjang"
le#ar dan tinggi diukur dalam satuan meter" maka .olume yang
kamu peroleh #ersatuan meter ku#ik +m
6
,.
%agaimanakah *ara menentukan .ol ume suatu 3at *airE Aat
*air tidak memiliki #entuk yang tetap. %entuk 3at *air selalu
mengikuti 2adahnya" oleh karena itu #ila 3at *air dituangkan ke
dal am gel as ukur" ruang gel as ukur yang teri si 3at *ai r sama dengan
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1
.olume 3at *air terse#ut. /olume 3at *ai r #iasanya dinyatakan
dal am satuan li ter +l, atau milili ter +ml,.
Aa'%$%$ d%7e$% $+at+ 8e$a"a
-imensi merupakan salah satu #entuk deskripsi suatu #esaran"
misalnyaC panjang memiliki dimensi I>J" massa IMJ" dan 2aktu ITJ. -imensi
suatu #esaran 'isis yang lain dapat dinyatakan se#agai kom#inasi dari
#esaran#esaran dasar panjang" massa" dan 2aktu. <ontohC .olume" memiliki
dimensi I>
6
J" karena .olume G panjang ; le#ar ; tinggi G
I>J;I>J;I>JG I>
6
J.
&nal isi s terhadap dimensi dapat digunakan untuk menguj i
ke#enaran suatu persamaan yang menunjukkan hu#ungan #er#agai
#esaran 'isis. Misalnya" manakah hu#ungan yang #enar C
x 3 at ataukah x 3 at

E
dengan x menyatakan jarak" a #esarnya per*epatan" dan t 2aktu.
-iketahui jarak merupakan #esaran panjang memiliki dimensi I>J.
Per*epatan akan &nda pel aj ari dal am modul Fi s0? memiliki dimensi
I>JBIT
(
J" sedangkan dimensi 2aktu adalah ITJ" sehinggaC
x 3 at
?L?
?
L
?

x T
?
?T
2
?

? ??
?L?
?T?
ternyata x memil iki dimensi I>J" dan at memiliki dimensi I>JBITJ"
#erarti se*ara dimensional persamaan x 3 at ti da" &enar4
Sedangkan
x 3 at

2
?
L
?

?L?
T?

?
x?T
? ?L?
?
2
?
ternyata x dan at memiliki dimensi sama" yai tu I>JBITJ" #erarti
se*ara dimensi onal persamaan x 3 at

adalah &enar4
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1#
Pada modul Fi s0?" anda juga akan menemukan #ah2a
kai tan
antara x' a' dan t yang #enar adalah ? " tetapi merupakan
#ilangan konstan" #ukan #esaran 'isi s" maka ti dak memiliki dimensi .
Sehi ngga kehadiran suatu #il angan tetap atau konstanta tidak
mempengaruhi dimensi suatu #esaran.
0al menarik yang dapat di simpul kan dari anali si s dimensi ini
adalah #esaran 'isis apapun #ila memiliki dimensi sama #erarti
mendeskripsi kan kuantitas 'isi s yang sama. -emikian pula
se#aliknya" #esaran#esaran #er#eda tetapi mendeskripsikan
kuantitas 'isis yang sama" harus memiliki dimensi sama.
<ontohnya" &nda telah mengenal energi potensi al" energi kineti k"
dan energi mekanik. $arena ketiganya mendeskripsikan kuantitas
'isis yang sama" yai tu energi " maka dimensi ketiga jeni s energi
terse#ut juga sama" yaitu IMJI>
(
JBIT
(
J atau IMJI>
(
JIT
(
J. +%uktikanF,.
&. Ra!,+7a
Sesuatu yang memiliki kuantitas dan satuan dinamakan #esaran.
%esaran pokok adalah #esaran yang satuannya dide'inisikan
sendiri #erdasarkan hasil kon'erensi internasional mengenai #erat dan
ukuran.
%esaran pokok ada tujuh" yaitu panjang" massa" 2aktu" kuat arus listrik"
temperatur" jumlah 3at" dan intensitas *ahaya.
%esaran turunan adalah #esaran#esaran yang diturunkan dari
#esaran pokok" misalnya .olume" massa jenis" ke*epatan" dan energi.
Satuan SI untuk #esaran#esaran pokok ditunjukkan ta#el di #a2ah.
Be$a"a Po,o, Sat+a da$a" SI
Panjang meter
Massa kilogram
@aktu sekon $uat
arus listrik ampere
Temperatur kel.in
4umlah 3at mol
Intensitas *ahaya *andela
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1$
Satuan SI untuk #esaran#esaran turunan" diturunkan dari #esaran
pokok.
-imensi merupakan salah satu #entuk deskripsi suatu #esaran"
misalnyaC
panjang memiliki dimensi I>J" massa IMJ" dan 2aktu ITJ.
-imensi suatu #esaran 'isis yang lain dapat dinyatakan se#agai
kom#inasi dari #esaran#esaran dasar panjang" massa" dan 2aktu.
d. T+!a$
1. Massa jenis merupakan massa per satuan .olume. Temukan satuan
dan dimensi massa jenisF %ila massa jenis ka*a adalah ("9 gramB**"
nyatakan massa jenis ka*a terse#ut dalam kgBm
6
.
(. %ila gerak suatu #enda dinyatakan dengan persamaanC
?? ?
dengan x menyatakan jarak yang ditempuh" x
o
jarak atau posisi
a2al " v
o
#esarnya ke*epatan a2al " a #esarnya per*epatan" dan
t 2aktu. Ujil ah se*ara dimensi onal " apakah persamaan gerak
di atas #enarE
e. Te$ Fo"7at%#
1. 4elaskan pengertian #esaran" #esaran pokok" dan #esaran turunanF
(. Identi'ikasi masingmasing 6 *ontoh #esaran pokok dan turunan yang
&nda temukan dalam kehidupan seharihariF
6. Temukan satuan SI dari #esaran#esaran di #a2ah iniC
a. massa
#. massa jenis
*. per*epatan.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1%
). >engkapilah ta#el kon.ersi #er#agai satuan di #a2ah iniC
a. 1"9 km G ................ m #.
1 liter G ................ **
*. (.000 kgBm
6
G .............. gramB** d.
(0 in*hi G ............... *m
e. 67 kmBjam G ............... mBs
9. Temukan dimensi ke*epatan dan per*epatanF %erdasar dimensi
yang telah &nda temukan" analisislah apakah ke*epatan dan
per*epatan mendeskripsikan hal yang samaE
#. K+&% Ja)a8a
1. i,. %esaran adalah sesuatu yang memiliki kuantitas dan satuan.
ii,. %esaran pokok adalah #esaran yang satuannya dide'inisikan sendiri
#erdasarkan hasil kon'erensi internasional.
iii,. %esaran turunan adalah #esaran#esaran yang diturunkan dari
#esaran pokok.
(. 4a2a#an #eragam" misalnyaC
i,. Tiga *ontoh #esaran pokokC panjang" massa" dan 2aktu.
ii,. Tiga *ontoh #esaran turunanC ke*epatan" per*epatan" energi.
6. i,. Satuan SI massa adalah kilogram +kg,
ii,. Satuan SI massa jenis adalah kgBm
6
.
iii,. Satuan SI per*epatan adalah mBs
(
.
). >engkapilah ta#el kon.ersi #er#agai satuan di #a2ah iniC
a. 1"9 km G 1.900 m #.
1 liter G 1.000 **
*. (.000 kgBm
6
G ( gramB**
d. (0 in*hi G 90": *m
e. 67 kmBjam G 10 mBs
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
16
9. -imensi ke*epatanC I>JBIT J atau I>JIT
1
J" sedangkan dimensi per*epatan
adalah I>JBIT
(
J atau I>JIT
(
J. Ternyata dimensi ke*epatan dan
per*epatan #er#eda. 0al ini menunjukkan #ah2a ke*epatan dan
per*epatan tidak mendeskripsikan hal yang sama" per*epatan merupakan
peru#ahan ke*epatan persatuan 2aktu.
!. Le78a" Ke"(a
1. A'at
!era*a tim#ang
Massa tim#ang
!era*a pegas
!era*a lengan +nera*a 1haus,
2. Ba4a
%alok kayu dengan #er#agai ukuran +jangan terlalu #esar,
%atu kerikil B potongan logam
Malam
-. Ke$e'a7ata ,e"(a
0atihati #ekerja dengan #er#agai alat ukurF
Perhatikan peringatan keselamatan kerja pada tiaptiap pengukuran di
#a2ah iniF
!era*a pegas
!era*a Tim#ang
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1/
4. La!,a4 ,e"(a
Mengukur Massa benda
a. Me!!+a,a Ne"a&a T%78a!
1. &m#il #enda#enda yang akan diukur massanya.
(. Tim#ang #enda#enda terse#ut dengan menggunakan
nera*a tim#ang
6. >akukan penim#angan untuk masingmasing #enda tiga kali .
Massa #enda 1 G .............. gr G ......... kg
Massa #enda ( G .............. gr G ......... kg
Massa #enda 6 G .............. gr G ......... kg
8. Me!!+a,a Ne"a&a Pe!a$
1. &m#il #enda#enda yang akan diukur massanya.
(. Tim#ang #enda#enda terse#ut dengan menggunakan
nera*a pegas
6. >akukan penim#angan untuk masingmasing #enda tiga kali .
Massa #enda 1 G .............. gr G ......... kg
Massa #enda ( G .............. gr G ......... kg
Massa #enda 6 G .............. gr G ......... kg
&. Me!!+a,a Ne"a&a Le!a
1. &m#il #enda#enda yang akan diukur massanya.
(. Tim#ang #enda#enda terse#ut dengan menggunakan
nera*a lengan
6. >akukan penim#angan untuk masingmasing #enda tiga kali .
Massa #enda 1 G .............. gr G ......... kg
Massa #enda ( G .............. gr G ......... kg
Massa #enda 6 G .............. gr G ......... kg
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
11
2. Ke!%ata Be'a(a" 2
a. T+(+a ,e!%ata 5e78e'a(a"a
Setelah melakukan kegiatan #elajar (" diharapkan &nda dapatC
Menjelaskan pengertian pengukuran.
Mengidenti'ikasi sum#ersum#er kesalahan pengukuran.
Menuliskan hasil pengukuran dengan #enar.
Menjelaskan hasil pengukuran #erdasarkan angka pentingH
Mengoperasikan angka penting.
Melakukan pengukuran panjang" massa" 2aktu" temperatur" kete#alan
kertas" #erat" dan .olume dengan menggunakan alat ukur yang sesuai.
8. U"a%a Mate"%
a: Pe!+,+"a
Pengukuran merupakan kegiatan sederhana" tetapi sangat penting
dalam kehidupan kita. Pengukuran merupakan kegiatan mem#andingkan
suatu #esaran dengan #esaran lain sejenis yang dipergunakan
se#agai satuannya. Misalnya" &nda mengukur panjang #uku dengan
mistar" artinya &nda mem#andingkan panjang #uku terse#ut dengan satuan
satuan panjang yang ada di mistar" yaitu milimeter atau *entimeter" sehingga
diperoleh hasil pengukuran" panjang #uku adalah (10 mm atau (1 *m.
Fisika merupakan ilmu yang memahami segala sesuatu tentang
gejala alam melalui pengamatan atau o#ser.asi dan memperoleh
ke#enarannya se*ara empiris melalui pan*a indera. $arena itu"
pengukuran merupakan #agian yang sangat penting dalam proses
mem#angun konsepkonsep 'isika.
&da dua hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pengukuran"
pertama masalah ketelitian +presisi, dan "edua masalah ketepatan +akurasi,.
Presisi menyatakan derajat kepastian hasil suatu pengukuran" sedangkan
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1!
akurasi menunjukkan se#erapa tepat hasil pengukuran mendekati nilai
yang se#enarnya.
Presisi #ergantung pada alat yang digunakan untuk melakukan
pengukuran. Umumnya" semakin ke*il pem#agian skala suatu alat semakin
presisi hasil pengukuran alat terse#ut. Mistar umumnya memiliki skala terke*il
1 mm" sedangkan jangka sorong men*apai 0"1 mm atau 0"09 mm" maka
pengukuran menggunakan jangka sorong akan mem#erikan hasil yang
le#ih presisi di#andingkan menggunakan mistar.
Meskipun memungkinkan untuk mengupayakan kepresisian
pengukuran dengan memilih alat ukur tertentu" tetapi tidak mungkin
menghasilkan pengukuran yang tepat +akurasi, se*ara mutlak. $eakurasian
pengukuran harus di*ek dengan *ara mem#andingkan terhadap nilai standar
yang ditetapkan. $eakurasian alat ukur juga harus di*ek se*ara periodik
dengan metode t(e t0o-point cali&ration. Pertama" apakah alat ukur sudah
menunjuk nol se#elum digunakanE $edua" apakah alat ukur mem#erikan
pem#a*aan ukuran yang #enar ketika digunakan untuk mengukur sesuatu
yang standarE
1. Sumber-sumber ketidakpastian dalam pengukuran
&da tiga sum#er utama yang menim#ulkan ketidakpastian pengukuran" yaituC
a. Ketida"pastian +istemati"
$etidakpastian sistematik #ersum#er dari alat ukur yang digunakan atau
kondisi yang menyertai saat pengukuran. %ila sum#er ketidakpastian
adalah alat ukur" maka setiap alat ukur terse#ut digunakan akan
memproduksi ketidakpastian yang sama.
Yang termasuk ketidakpastian sistematik antara lainC
Ketida"pastian 5lat
$etidakpastian ini mun*ul aki#at kali#rasi skala penunjukkan angka
pada alat tidak tepat" sehingga pem#a*aan skala menjadi tidak sesuai
dengan yang se#enarnya. Misalnya" kuat arus listrik yang mele2ati
suatu #e#an se#enarnya 1"0 &" tetapi #ila diukur menggunakan suatu
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
2
&mpermeter tertentu selalu ter#a*a 1"( &. Untuk mengatasi
ketidakpastian alat" harus dilakukan kali#rasi setiap alat terse#ut
dipergunakan.
Kesala(an 6ol
$etidaktepatan penunjukkan alat pada skala nol juga melahirkan
ketidakpastian sistematik. 0al ini sering terjadi" tetapi juga sering
tera#aikan. Pada se#agian #esar alat umumnya sudah dilengkapi
dengan skrup pengaturBpengenol. %ila sudah diatur maksimal tetap
tidak tepat pada skala nol" maka untuk mengatasinya harus
diperhitungkan selisih kesalahan terse#ut setiap kali melakukan
pem#a*aan skala.
7a"tu 8espon 9ang Tida" Tepat
$etidakpastian pengukuran ini mun*ul aki#at dari 2aktu
pengukuran
+pengam#ilan data, tidak #ersamaan dengan saat mun*ulnya data
yang seharusnya diukur" sehingga data yang diperoleh #ukan data
yang se#enarnya. Misalnya" kita ingin mengukur periode getar suatu
#e#an yang digantungkan pada pegas dengan menggunakan
stop2at*h. Selang 2aktu yang kita ukur sering tidak tepat karena
terlalu *epat atau terlam#at menekan tom#ol stop2at*h saat kejadian
#erlangsung.
Kondisi 9ang Tida" +esuai
$etidakpastian pengukuran ini mun*ul karena kondisi alat ukur
dipengaruhi oleh kejadian yang hendak diukur. Misal" mengukur nilai
transistor saat dilakukan penyolderan" atau mengukur panjang sesuatu
pada suhu tinggi menggunakan mistar logam. 0asil yang diperoleh
tentu #ukan nilai yang se#enarnya karena panas mempengaruhi
sesuatu yang diukur maupun alat pengukurnya.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1
&. Ketida"pastian 8andom
$etidakpastian random umumnya #ersum#er dari gejala yang tidak
mungkin dikendalikan se*ara pasti atau tidak dapat diatasi se*ara tuntas.
5ejala terse#ut umumnya merupakan peru#ahan yang sangat *epat dan
a*ak hingga pengaturan atau pengontrolannya di luar kemampuan kita.
MisalnyaC
:lu"tuasi pada &esaran listri". Tegangan listrik selalu mengalami
'luktuasi +peru#ahan terus menerus se*ara *epat dan a*ak,.
&ki#atnya kalau kita ukur" nilainya juga #er'luktuasi. -emikian pula
saat kita mengukur kuat arus listrik"
;etaran landasan. &lat yang sangat peka +misalnya seismogra',
akan melahirkan ketidakpastian karena gangguan getaran landasannya"
8adiasi latar &ela"ang. =adiasi kosmos dari angkasa dapat
mempengaruhi hasil pengukuran alat pen*a*ah" sehingga
melahirkan ketidakpastian random.
;era" aca" mole"ul udara. Molekul udara selalu #ergerak se*ara
a*ak
+gerak %ro2n," sehingga #erpeluang mengganggu alat ukur yang
halus" misalnya mikrogal.anometer dan melahirkan ketidakpastian
pengukuran.
c. Ketida"pastian <engamatan
$etidakpastian pengamatan merupakan ketidakpastian
pengukuran yang #ersum#er dari kekurangterampilan manusia saat
melakukan kegiatan pengukuran. MisalnyaC metode pem#a*aan skala
tidak tegak lurus +paralaks," salah dalam mem#a*a skala" dan
pengaturan atau pengesetan alat ukur yang kurang tepat.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran

B
A
6
Posisi A dan C menimbulkan kesalahan paralaks. Posisi B yang benar.
Seiring kemajuan teknologi" alat ukur diran*ang semakin *anggih
dan kompleks" sehingga #anyak hal yang harus diatur se#elum alat
terse#ut digunakan. %ila yang mengoperasikan tidak terampil" semakin
#anyak yang harus diatur semakin #esar kemungkinan untuk
melakukan kesalahan sehingga memproduksi ketidakpastian yang #esar
pula.
2. Melaporkan hasil pengukuran
Pengukuran tunggal dalam kegiatan eksperimen se#enarnya
dihindari karena menim#ulkan ketidakpastian yang sangat #esar. !amun"
ada alasan tertentu yang mengharuskan sehingga suatu pengukuran
hanya dapat dilakukan sekali saja. Misalnya" mengukur selang 2aktu
kelahiran #ayi kem#ar" atau mengukur ke*epatan mo#il yang le2at.
%agaimana menuliskan hasil pengukuran tunggal terse#utE
Setiap alat memiliki skala terke*il yang mem#erikan kontri#usi #esar
pada kepresisian pengukuran. Skala terke*il adalah nilai atau hitungan
antara dua gores skala #ertetangga. Skala terke*il pada mistar adalah 1
mm.
Umumnya" se*ara 'isik mata manusia masih mampu
mem#a*a ukuran hingga skala terke*il tetapi mengalami kesulitan pada
ukuran yang kurang dari skala terke*il. Pem#a*aan ukuran yang
kurang dari skala terke*il merupakan ta"siran" dan sangat
#erpeluang memun*ulkan ketidakpastian. Menga*u pada logika
#er'ikir demikian" maka lahirlah pandangan #ah2a penulisan hasil
pengukuran hingga setenga( dari s"ala
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#
ter"ecil. Tetapi ada juga kelompok lain yang #erpandangan #ah2a
mem#a*a hingga skala terke*il pun sudah merupakan taksiran" karena
itu penulisan hasil pengukuran paling teliti adalah sama dengan s"ala
ter"ecil. %erapa panjang logam yang terlihat pada gam#ar)E Skala
terke*il
mistar pengukurnya adalah 0"1 *m. Menurut kelompok pertama" panjang
logam dapat dituliskan :"79 *m. Tetapi menurut kelompok kedua panjang
logam hanya dapat ditulis :"7 *m atau :"8 *m.
Ga78a";4 C Mengukur dengan mistar
Skala terkecil jangka sorong
Skala terke*il jangka sorong #ergantung pada pem#agian skala
nonius. 0al ini dapat dilihat pada rahang geser" perhatikan gam#ar9 di
#a2ah ini. Pe"4at%a< sering diha'alBdianggap skala terke*il jangka
sorong G 0"1 mm. 0al ini tida" &enar dan tida" &erman)aat. %ila pada
rahang geser terdapat 11 garisBstrip" #erarti setiap 1 mm skala utama
di#agi menjadi 10 skala nonius. %erarti skala terke*il nonius G 1 mm C 10
G 0"1 mm. Pada jangka sorong model demikian memang #enar #ah2a
skala terke*ilnya 0"1 mm. Tetapi di pasaran sudah #anyak diproduksi
jangka sorong dengan jumlah garisBstrip pada rahang geser le#ih #anyak"
misalnya di#uat (1 strip. %erarti 1 mm skala utama di#agi (0 skala nonius.
Pada jangka sorong model demikian skala terke*ilnya G 1 mm C (0 G 0"09
mm.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$
Gambar-5 : Skala jangka sorong dengan skala nonius ,! mm.
"asil pembacaan ditulis sampai sama dengan skala terkecil.
Skala terkecil mikrometer sekrup
Se#agaimana pada jangka sorong" skala terke*il mikrometer sekrup
juga tidak #erman'aat untuk diha'alkan" karena #ergantung pada
pem#agian skala utama oleh skala nonius pada rahang putarnya.
Perhatikan gam#ar7" rahang putar mikrometer sekrup mem#agi 1 mm
skala utama menjadi 100 skala nonius +diperoleh dari ( putaran ; 90 skal a
nonius,. %erarti skala terke*il mikrometer sekrup terse#ut G 1 mm C 100 G
0"01 mm.
19.980mm
Gambar-6 : Skala mikrometer skrup dengan skala nonius ,! mm.
"asil pembacaan ditulis sampai dengan setengah skala terkecil.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
%
A5a,a4 a!,a 5et%! %t+=
Perhatikan kem#ali gam#ar)E Panjang logam terse#ut pasti
mele#ihi
:"7 *m" dan jika skala terse#ut kita perhatikan le#ih *ermat" ujung logam
#erada kirakira di tengahtengah skala :"7 *m dan :"8 *m. $alau kita
mengikuti aturan penulisan hasil pengukuran hingga setengah skala terke*il"
panjang logam dapat dituliskan :"79 *m.
&ngka terakhir +angka 9, merupakan angka taksiran" karena
ter#a*anya angka terse#ut hanyalah dari hasil menaksir atau memperkirakan
saja. %erarti hasil pengukuran :"79 *m terdiri dari dua angka pasti" yaitu
angka : dan 7" dan satu angka taksiran yaitu angka 9. &ngkaangka hasil
pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran dise#ut ang"a
penting. %ila logam di atas diukur dengan jangka sorong atau mikrometer
skrup" jumlah angka penting yang diperoleh makin #anyak atau makin sedikitE
MengapaE.
Seandainya tepi logam #erada tepat pada garis :"7 *m" hasil
pengukuran harus ditulis :"70 *m #ukan :"7 *mE MengapaE Penulisan
angka nol pada :"70 *m menunjukkan #ah2a hasil pengukurannya tidak
kurang dan tidak le#ih dari :"7 *m dan angka 7 masih merupakan angka
pasti. %ila hanya ditulis :"7 *m" maka angka 7 merupakan angka taksiran.
$arena mem#erikan in'ormasi atau makna tertentu" maka angka nol pada
:"70 termasuk angka penting.
Penulisan angka nol pada angka penting" ternyata mem#erikan
implikasi yang amat #erharga. Untuk mengidenti'ikasi apakah suatu angka
tertentu termasuk angka penting atau #ukan" dapat diikuti #e#erapa kriteria
di #a2ah iniC
a. Semua angka #ukan nol termasuk angka
penting. <ontohC (")9 memiliki 6 angka penting.
#. Semua angka nol yang tertulis setelah titik desimal termasuk angka
penting.
<ontohC ("90 memiliki 6 angka penting 17"00 memiliki ) angka penting.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
6
*. &ngka nol yang tertulis di antara angkaangka penting +angkaangka
#ukan nol," juga termasuk angka penting.
<ontohC (08 memiliki 6 angka penting
10"90 memiliki ) angka penting
d. &ngka nol yang tertulis se#elum angka #ukan nol dan hanya #er'ungsi
se#agai penunjuk titik desimal" tidak termasuk angka penting.
<ontohC 0"9 memiliki 1 angka penting
0"0:70 memiliki 6 angka penting
0asil pengukuran 1:7.000 meter memiliki #erapa angka pentingE Sulit
untuk menja2a# pertanyaan ini. &ngka 7 mungkin angka taksiran dan tiga
angka nol di #elakangnya menunjukkan titik desimal. Tetapi dapat pula semua
angka terse#ut merupakan hasil pengukuran. &da dua *ara untuk
meme*ahkan kesulitan ini. <ertamaC titik desimal diu#ah menjadi satuan"
diperoleh 1:7 km +terdiri 6 angka penting, atau 1:7"000 km +terdiri 7 angka
penting,. KeduaC ditulis dalam #entuk notasi #aku" yaitu 1":7 ; 10
9
m +terdiri
6 angka penting, atau 1":7000 ; 10
9
m +terdiri 7 angka penting,.
4umlah angka penting dalam penulisan hasil pengukuran dapat
dijadikan indikator tingkat ketelitian pengukuran yang dilakukan. Semakin
#anyak angka penting yang dituliskan" #erarti pengukuran yang dilakukan
semakin teliti. %erikut #e#erapa *ontoh penulisan hasil pengukuran dengan
memperhatikan angka pentingC
a. Satu angka penting C (H 0"1H 0"006H 0"01 ; 10
(
#.
-ua angka penting C 1"7H 1"0H 0"010H 0"10 ; 10
(
*.
Tiga angka penting C 101H 1"(9H 0"07(6H 6"0( ; 10
)
d.
Empat angka penting C 1"000H 0"10(0H 1"001 ; 10
:
Perhitungan dengan ngka Penting
Setelah men*atat hasil pengukuran dengan tepat" diperoleh datadata
kuantitati' yang mengandung sejumlah angkaangka penting. Sering kali"
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
/
angkaangka terse#ut harus dijumlahkan" dikurangkan" di#agi" atau
dikalikan. $etika kita mengoperasikan angkaangka penting hasil pengukuran"
jangan lupa hasil yang kita dapatkan melalui perhitungan tidak mungkin
memiliki ketelitian mele#ihi ketelitian hasil pengukuran.
a. <enjumla(an dan <engurangan
%ila angkaangka penting dijumlahkan atau dikurangkan" maka hasil
penjumlahan atau pengurangan terse#ut memiliki ketelitian sama dengan
ketelitian angkaangka yang dijumlahkan atau dikurangkan" yang paling
tida" teliti.
<ontohC
()"7:1 ? ketelitian hingga seperseri#u
("6) ? ketelitian hingga seperseratus
6"( ? ketelitian hingga sepersepuluh
K
60"((1
Penulisan hasil yang #enar adalah 60"( ? ketelitian hingga
sepersepuluh.
%ila ja2a#an ditulis 60"(( ? ketelitiannya hingga seperseratus.
0al ini menunjukkan hasil perhitungan le#ih teliti di#anding hasil
pengukuran" karena hasil pengukuran yang dijumlahkan ada yang
ketelitiannya hanya sampai sepersepuluh" yaitu 6"(. 5pa"a(
mung"in= &palagi #ila hasil perhitungan ditulis 60"((1" #erarti
ketelitian hasil perhitungan hingga seperseri#u.
&. <er"alian dan <em&agian
%ila angkaangka penting di#agi atau dikalikan" maka jumlah angka
penting pada hasil operasi pem#agian atau perkalian terse#ut paling
#anyak sama dengan jumlah angka penting terke*il dari #ilangan#ilangan
yang dioperasikan.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
1
Conto(C
6"(( *m ; ("1 *m G 7"87( *m
(
" ditulis 7": *m
(
.
? ? ?
6 angka ( angka ( angka
penting penting penting
turan pembulatan angka-angka penting
Se#agaimana telah didiskusikan pada #agian se#elumnya"
perhitungan yang meli#atkan angka penting tidak dapat diperlakukan sama
seperti operasi matematik #iasa. &da #e#erapa ram#u yang harus
diperhatikan" sehingga hasil perhitungannya tidak memiliki ketelitian
mele#ihi ketelitian hasil pengukuran yang dioperasikan. MengapaE
Karena (al yang demi"ian jelas tida" mung"in.
$ita am#il kem#ali *ontoh penjumlahan dan perkalian se#elumnyaH
()"7:1 K ("6)6 K 6"(1 G 60"(6) ? ditulis 60"(6
6"(( ; ("1 G 7"87( ? ditulis 7":
Mengapa pada hasil penjumlahan nilai 0"00) dihilangkan"
sedangkan pada hasil perkalian nilai 0"07( di#ulatkan menjadi 0"1E Untuk
mem#ulatkan angkaangka penting" ada #e#erapa aturan yang harus kita ikutiC
a. angka kurang dari 9" di#ulatkan ke #a2ah +ditiadakan,
Conto(C 1("8) di#ulatkan menjadi 1("8
#. angka le#ih dari 9" di#ulatkan ke atas
<ontohC 1("8: di#ulatkan menjadi 1(":
*. angka 9" di#ulatkan ke atas #ila angka se#elumnya ganjil dan ditiadakan
#ila angka se#elumnya genap.
<ontohC 1("89 di#ulatkan menjadi 1(":
1("79 di#ulatkan menjadi 1("7
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
!
d: T+!a$
Pengukuran merupakan kegiatan mem#andingkan suatu
#esaran dengan #esaran lain sejenis yang dipergunakan se#agai
satuannya.
&da tiga sum#er utama yang menim#ulkan ketidakpastian
pengukuran" yaituC
Ketida"pastian sistemati"" meliputiC ketidakpastian alat" kesalahan
nol" 2aktu respon yang tidak tepat" dan kondisi yang tidak sesuai.
Ketida"pastian random" misalnyaC 'luktuasi pada #esaran listrik"
getaran landasan" radiasi latar #elakang" dan gerak a*ak molekul
udara.
Ketida"pastian pengamatan" misalnyaC kesalahan paralaks" tidak
*ermat dalam mem#a*a skala" dan pengaturan atau pengesetan
alat ukur yang kurang tepat.
0asil pengukuran tunggal dapat dituliskan hingga satu skala terke*il
atau setengah skala terke*il.
&ngkaangka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan
angka taksiran dise#ut ang"a penting.
$riteria untuk menentukan angka penting meliputiC
a. Semua angka #ukan nol termasuk angka penting.
#. Semua angka nol yang tertulis setelah titik desimal termasuk
angka penting.
*. &ngka nol yang tertulis di antara angkaangka penting +angka
angka #ukan nol," juga termasuk angka penting.
d. &ngka nol yang tertulis se#elum angka #ukan nol dan hanya
#er'ungsi se#agai penunjuk titik desimal" tidak termasuk angka
penting.
&turan penjumlahan dan pengurangan dengan angka penting
%ila angkaangka penting dijumlahkan atau dikurangkan" maka hasil
penjumlahan atau pengurangan terse#ut memiliki ketelitian sama
dengan ketelitian angkaangka yang dijumlahkan atau dikurangkan
yang paling tida" teliti.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#2
&turan perkalian dan pem#agian dengan angka penting
%ila angkaangka penting di#agi atau dikalikan" maka jumlah angka
penting pada hasil operasi pem#agian atau perkalian terse#ut paling
#anyak sama dengan jumlah angka penting terke*il dari #ilangan
#ilangan yang dioperasikan.
&turan pem#ulatan angkaangka penting
a. angka kurang dari 9" di#ulatkan ke #a2ah +ditiadakan,
#. angka le#ih dari 9" di#ulatkan ke atas
*. angka 9" di#ulatkan ke atas #ila angka se#elumnya ganjil dan
ditiadakan #ila angka se#elumnya genap.
e. Te$ Fo"7at%#
1. &pakah yang dimaksud dengan pengukuranE Mengapa pengukuran
harus menggunakan satuan #akuE
(. Se#utkan dan jelaskan tiga sum#er ketidakpastian pengukuranF
6. Empat orang melakukan pengukuran panjang menggunakan mistar
dengan skala terke*il 1 mm" hasilnya ditulis dalam ta#el di #a2ah ini.
Manakah di antara penulisan hasil di #a2ah ini yang tidak #enarE
&*uan manakah yang dipakai" setengah skala terke*il atau sama
dengan skala terke*ilE %erikan penjelasanF
1rang 0asil Pengukuran
& (("9 mm
% ((": mm
< (("0 mm
- (( mm
). Seseorang mengukur panjang pensil menggunakan mistar yang
#anyak #eredar di pasaran dengan skala terke*il 1 mm. Ternyata
skala yang ditunjuk tepat pada angka 1(. %ila menggunakan aturan
setengah skala terke*il" maka panjang pensil terse#ut
seharusnya ditulis 1( *mH 1("0 *mH 1("00 *m ataukah 1("09
*mE %erikan
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#1
penjelasan" tunjukkan pula manakah pada hasil terse#ut yang
menunjukkan angka pasti dan angka taksiranF
9. Seseorang melakukan pengukuran panjang" le#ar" dan tinggi suatu
#alok menggunakan alat ukur yang #er#eda#eda" sehingga diperoleh
hasil se#agai #erikutC panjang (0"9 *m" le#ar 9"1 *m" dan tinggi ("00
*m. Tentukan .olume #alok terse#utF
#. K+&% Ja)a8a Te$ Fo"7at%#
1. Pengukuran merupakan kegiatan mem#andingkan suatu #esaran
dengan #esaran lain sejenis yang dipergunakan se#agai satuan.
Pengukuran harus menggunakan satuan #aku" karena hasil
pengukuran amat diperlukan untuk komunikasi" sehingga hasilnya
akan mudah diakses dan diterima oleh orang lain.
(. Tiga sum#er ketidakpastian dalam pengukuran" meliputiC
i. ketidakpastian sistematik" merupakan ketidakpastian yang
#ersum#er dari alat" misalnyaC kesalahan nol.
ii. ketidakpastian random" merupakan ketidakpastian yang
#ersum#er dari lingkungan" misalnyaC getaran landasan dan
gerak a*ak molekul udara.
iii. ketidakpastian pengamatan" merupakan ketidakpastian yang
#ersum#er dari pelaku +orang yang melakukan pengukuran,"
misalnyaC kesalahan paralaks dan tidak *ermat dalam
mem#a*a skala.
6. Empat orang melakukan pengukuran panjang menggunakan mistar
dengan skala terke*il 1 mm" hasilnya ditulis dalam ta#el di #a2ah
ini. $omentar terhadap penulisan hasil terse#utC
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#
O"a!
Ha$%'
Pe!+,+"a
Stat+$ Kete"a!a
&*uan setengah skala
& (("9 mm %enar
% ((": mm Salah
< (("0 mm %enar
terke*il" penunjukkan di
antara dua garis skala terke*il
&*uan setengah skala
terke*il" tetapi taksiran 0":
mm tidak di#enarkan.
&*uan setengah skala
terke*il" penunjukkan tepat
pada garis skala terke*il
- (( mm %enar
&*uan sama dengan skala
terke*il
). Seseorang mengukur panjang pensil menggunakan mistar yang
#anyak #eredar di pasaran dengan skala terke*il 1 mm. Ternyata
skala yang ditunjuk tepat pada angka 1(. %ila menggunakan aturan
setengah skala terke*il" maka panjang pensil terse#ut seharusnya
ditulis 1("00 *m atau 1(0"0 mm. &ngka 1" (" dan 0 yang pertama
merupakan angka pastiH sedangkan 0 yang terakhir merupakan
angka taksiran" karena penunjukkan tepat pada garis skala terke*il.
+Ta78a4aC seandainya penunjukkan di antara garis skala terke*il"
hasilnya ditulis 1("09 *m atau 1(0"9 mm,.
9. Seseorang melakukan pengukuran panjang" le#ar" dan tinggi suatu
#alok menggunakan alat ukur yang #er#eda#eda" sehingga
diperoleh hasil se#agai #erikutC panjang (0"9 *m" le#ar 9"1 *m" dan
tinggi ("00 *m.
/olume #alok G panjang ; le#ar ; tinggi
G 10"9 *m ; 9"1 *m ; 1"00 *m
G 96"99 *m
6
ditulis G /4 &7
-
" mengandung ( angka penting"
karena jumlah angka penting pada hasil
operasi perkalian paling &anya" sama
dengan jumlah angka penting terke*il dari
#ilangan #ilangan yang dioperasikan.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
##
!. Le78a" Ke"(a
1. &lat
Mistar 60 *m 4angka sorong
Mikrometer skrup !era*a lengan +nera*a 1haus,
!era*a pegas Stop2at*h manual
Termometer manual
(. %ahan
%alok kayu" jangan terlalu #esar
>em#aran plat atau kertas dengan #er#agai kete#alan
&ir panas dan dingin dalam 2adah #er#eda
6. $eselamatan kerja
0atihati #ekerja dengan #er#agai alat ukurF
Perhatikan peringatan keselamatan kerja pada tiaptiap pengukuran di
#a2ah iniF
). >angkah kerja
5. >engu"ur ?olume Balo"
a. menggunakan mistar
1. Ukur panjang" le#ar" dan tinggi #alok menggunakan mistar.
Perhatikan titik nol mistar harus tepat pada salah satu ujung
#alok. Pem#a*aan skala pada mistar harus tegak lurus
pada skala yang ditunjuk" agar tidak terjadi kesalahan
paralaks. -engan menggunakan aturan setengah skala
terke*il" *atatlah hasilnyaF
Panjang G .............. *m
>e#ar G .............. *m
Tinggi G .............. *m
(. /olume #alok G panjang ; le#ar ; tinggi.
%erdasar hasil langkah 1" tentukan .olume #alok. Perhatikan
aturan pengoperasian angka penting.
/olume #alok G ...............
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#$
#. menggunakan jangka sorongC
1. Ukur panjang" le#ar" dan tinggi #alok menggunakan jangka
sorong.
Se#elum melakukan pengukuran menggunakan jangka
sorong" pahamilah dahulu #agian#agian jangka sorong
#eserta 'ungsinya" dan yakinkan #ah2a &nda dapat
mem#a*a skala yang ditunjukkan jangka sorong se*ara
*ermat dan #enar.
mengukur
diameter
dalam
skala
geser
(nonius)
skala
mengukur
rahang
mengukur
diameter luar
rahang geser
Gambar-7 : Bagian#bagian utama jangka sorong.
Pem#a*aan skala pada nonius jangka sorong" seperti terlihat pada
gam#ar: di #a2ah ini.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#%
garis skala
pada
rahang
tetap
Sehingga ter#a*aC
10 mm K 0"8 mm
G 10>. mm
0"0 mm
garis skala
pada rahang
geserBnonius
Gambar-8 : Pembacaan skala pada jangka sorong
Untuk mengukur panjang sisi suatu #alok menggunakan jangka
sorong" ikutilah prosedur di #a2ah ini.
>etakkan sisi #alok di antara rahang tetap dan rahang geser"
seperti gam#ar? di #a2ah ini.
sekrup
Ga78a";2 C
Mengukur sisi
#alok
menggunakan jangka
sorong
&tur rahang geser hingga #enda Ltepat terjepitM oleh rahang
tetap dan rahang geser" kemudian kun*ilah rahang geser
dengan *ara memutar sekrup pengun*i" seperti gam#ar?.
%a*alah skala yang ditunjukkan dengan *araC pertama" temukan
garis skala pada nonius yang Ltepat lurusM dengan garis skala
pada rahang tetap. 5aris terse#ut menunjukkan 0"0 mm.
Beri"utnya" temukan jarak antara garis skala pada nonius dan
rahang tetap seperti gam#ar: dan *atatlah hasilnya.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#6
>akukan prosedur di atas untuk mengukur panjang" le#ar" dan
tinggi #alok.
Panjang G .............. *m
>e#ar G .............. *m
Tinggi G .............. *m
(. /olume #alok G panjang ; le#ar ; tinggi.
%erdasar hasil langkah 1" tentukan .olume #alok. <er(ati"an
aturan pengoperasian ang"a penting.
/olume #alok G ...............
%andingkan pengukuran .olume #alok menggunakan mistar dan
menggunakan jangka sorong" manakah yang le#ih presisi +teliti,E
MengapaE %erikan penjelasanF
B. >engu"ur "ete&alan "ertas@plat dengan mi"rometer se"rup
Se#elum melakukan pengukuran menggunakan mikrometer skrup"
pahamilah dahulu #agian#agian mikrometer sekrup #eserta
'ungsinya" dan yakinkan #ah2a &nda dapat mem#a*a skala yang
ditunjukkan mikrometer sekrup se*ara *ermat dan #enar.
#enda
skala tetap
silinder pemutar
skrup pemutar
+rat*het,
skala putar +nonius,
poros penjepit
Gambar-10 : Mikrometer skrup dan bagian#bagian utamanya.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#/
Pem#a*aan skala pada mikrometer skrup" seperti terlihat pada
gam#ar11 di #a2ah ini.
0"69 mm
Sehingga
ter#a*aC
17"9 K 0"69
G 11>0/ mm
17"9 mm
Gambar-11: Pembacaan skala pada mikrometer skrup.
Untuk mengukur #esaran panjang menggunakan mikrometer skrup"
ikutilah prosedur di #a2ah ini.
a. >etakkan #enda di antara kedua poros penjepit" kemudian
putarlah silinder pemutar perlahanlahan hingga ujung kedua
poros menyentuh permukaan #enda" seperti terlihat pada
gam#ar10.
#. Setelah ujung kedua poros menyentuh permukaan #enda"
putarlah skrup pemutar +rat*het, se*ara perlahanlahan hingga
terdengar #unyi LklikM. %unyi itu menandakan #ah2a kedua
ujung poros telah menjepit #enda se*ara akurat. <er(atian:
jangan memaksa menggerakkan poros penjepit menggunakan
silinder pemutar ketika ujung poros telah menjepit #enda" hal
ini dapat merusak sistem ulir di dalam mikrometer skrup.
*. %a*alah skala yang ditunjukkan oleh mikrometer skrup" seperti
ditunjukkan pada gam#ar11 dan *atatlah hasilnya.
Te#al platBkertas G .............. mm
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#1
C. >engu"ur massa &enda mengguna"an neraca lengan
Se#elum melakukan pengukuran massa menggunakan nera*a
lengan" pahamilah dahulu #agian#agian nera*a lengan #eserta
'ungsinya" dan yakinkan #ah2a &nda dapat mem#a*a skala yang
ditunjukkan nera*a lengan se*ara *ermat dan #enar.
piring nera*a
anak
tim#angan
lengan nera*a
skrup pengenol
+penyeim#ang,
garis penunjuk
nol +setim#ang,
Gambar-12 : $eraca lengan dan bagian#bagian utamanya.
Pem#a*aan skala pada nera*a lengan" seperti terlihat pada gam#ar
16 di #a2ah ini. Pada *ontoh ini menggunakan nera*a ) lengan
1haus tipe 611 gram.
skala ratusan C 100" (00 g
skala puluhan C 10" (0" 60"N g
skala satuan C 1" (" 6" )" ... g
skala
1
an C 0"01H 0"0(HN g
100
0 g
)0 g
8 g
0"9( g
Sehingga ter#a*aC
0 K )0 K 8 K 0"9( G )8"9( g
Gambar-13 : Pembacaan skala pada neraca % lengan, &haus '!! g.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
#!
Untuk mengukur massa #enda menggunakan nera*a lengan"
ikutilah prosedur di #a2ah ini.
a. Pastikan dahulu #ah2a nera*a dalam keadaan setim#ang.
%ila #elum setim#ang" #uatlah setim#ang dulu dengan *ara
memutar sekrup peyeim#angBpengenol.
#. >etakkan #enda di atas piring nerasa. <er(atian: untuk #enda *air
atau #enda yang #ersi'at korosi'" se#elum diletakkan di atas piring
nera*a" masukkan terle#ih dahulu ke dalam 2adah tertentu.
*. 5eserlah anak tim#angan" dimulai dari yang paling #esar"
#erikutnya yang ke*ilke*il" hingga nera*a setim#ang kem#ali.
d. %a*alah skala yang ditunjukkan oleh nera*a" seperti ditunjukkan
pada gam#ar16 dan *atatlah hasilnya.
Massa #enda G .............. gram
!. Mengukur berat benda menggunakan neraca pegas
Se#elum melakukan pengukuran #erat menggunakan nera*a
pegas" pahamilah dahulu #agian#agian nera*a pegas #eserta
'ungsinya" dan yakinkan #ah2a &nda dapat mem#a*a skala yang
ditunjukkan nera*a pegas se*ara *ermat dan #enar.
#adan
nera*a
pemegang nera*a
pengait
#e#an
skala
nera*a
skrup pengenol
Ga78a";14 C !era*a pegas dan #agian#agian utamanya.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$2
Untuk mengukur #erat #enda menggunakan nera*a pegas" ikutilah
prosedur di #a2ah ini.
1, Pastikan dahulu #ah2a penunjukkan nol pada nera*a pegas sudah
tepat. %ila #elum" lakukan pengenolan dengan *ara memutar
sekrup pengenol menggunakan o#eng.
(, Ikat atau gantungkan pemegang nera*a pada penyangga yang
mantap.
6, 5antungkan #e#an pada pengait #e#an.
), %a*alah skala yang ditunjuk oleh nera*a pegas dengan mata tegak
lurus pada skala yang ditunjuk terse#ut" sehingga tidak terjadi
kesalahan paralaks" seperti terlihat pada gam#ar19. <atatlah hasil
pengukuran &nda hingga setengah skala terke*il.
Posisi mata tegak lurus
pada skala yang ditunjuk
Gambar-15 :
Mengukur berat dengan neraca pegas.
%erat #enda G .............. ne2ton
A. >engu"ur 0a"tu mengguna"an stop0atc(
Se#elum melakukan pengukuran 2aktu menggunakan stop2at*h"
pahamilah dahulu #agian#agian stop2at*h #eserta 'ungsinya" dan
yakinkan #ah2a &nda dapat mem#a*a skala yang ditunjukkan
stop2at*h se*ara *ermat dan #enar.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$1
tom#ol
stop
tom#ol
pengenol
tom#ol
start
jarum
menit
jarum
detikBsekon
Gambar-16 : Stopwatch dan bagian#bagian utamanya.
Untuk mengukur 2aktu menggunakan stop2at*h" ikutilah prosedur
di #a2ah ini.
a. Pastikan dahulu #ah2a semua jarum stop2at*h menunjuk pada
angka nol. %ila #elum" lakukan pengenolan dengan *ara
menekan tom#ol pengenol +#iasanya #er2arna hitam" tom#ol
tengah,.
#. $etika pengukuran dimulai" tekan tom#ol start +#iasanya
#er2arna hijau" tom#ol kanan,.
*. $etika pengukuran selesai" tekan tom#ol stop +#iasanya
#er2arna merah" tom#ol kiri,.
d. %a*alah skala yang ditunjuk oleh stop2at*h" mulailah dengan
penjunjukkan jarum menit kemudian jarum detikBsekon.
Pem#a*aan dan penulisan jarum detik dapat dilakukan hingga
setengah skala terke*il.
e. Sekarang mintalah temanmu untuk mem#a*a suatu paragra'
tertentu" ukurlah #erapa 2aktu yang di#utuhkan mengikuti
prosedur di atas.
@aktu yang di#utuhkan G .............. sekon
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$
<er(atian: untuk stop2at*h manual yang #ekerjanya dengan sistem
spiral" jangan menyimpan stop2at*h terse#ut dalam keadaan spiral
tertekan +putaran masih ada," karena akan memper*epat terjadinya
kerusakan. %iarkan jarum memutar terus hingga tenaga dalam spiral
ha#is.
:. >engu"ur temperatur mengguna"an termometer
Termometer merupakan alat ukur yang relati' le#ih mudah
penggunaannya di#anding jangka sorong" mikrometer skrup" nera*a"
dan stop2at*h. !amun demikian &nda tetap harus paham
#agian #agiannya" hatihati dalam #ekerja" dan *ermat dalam mem#a*a
skala.
kapile
r
*airan
dalam
kapile
skala
tandon *airan
termometer
Ga78a";1. C
Termometer dan #agian#agian
utamanya.
Untuk mengukur temperatur menggunakan termometer" ikutilah
prosedur di #a2ah ini.
a. Pastikan dahulu #ah2a termometer dalam keadaan #aik"
tandanya antara lainC *airan dalam kapiler termometer tidak
putusputus dan garis serta angka skala masih jelas ter#a*a.
#. Upayakan tandon *airan termometer hanya menyentuh sesuatu
yang akan diukur temperaturnya. -alam *ontoh ini" akan diukur
temperatur air" maka tandon termometer tepat di dalam air"
tidak #oleh menyentuh #ejanaB2adah air. Posisi termometer
seharusnya disangga se*ara #enar dan mantap"
misalnya menggunakan stati' penyangga seperti gam#ar1: di
#a2ah ini.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$#
stati'
penyangga
termometer
Gambar-18
Pemasangan termometer yang benar untuk mengukur temperatur air.
*. %a*alah skala yang ditunjuk oleh termometer se*ara tegak
lurus untuk menghindari kesalahan paralaks. Pem#a*aan
dan penulisan hasil pengukuran dapat dilakukan hingga
setengah skala terke*il.
<er(atian: pem#a*aan skala hanya di#enarkan ketika *airan
dalam kapiler sudah tidak #eru#ah lagi.
Temperatur air G ..............
o
<
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$$
BAB III. E*ALUASI
A. Te$ T+'%$
1. >engkapilah ta#el di #a2ah iniF
!ama Termasuk #esaran
#esaran pokok turunan
satuan SI dimensi
$e*epatan
Massa
Massa jenis
Energi
(. Menggunakan modul Fis08 temukan pengertian usaha dan
energi
+misalnyaC energi potensial gra.itasi," kemudian *arilah dimensi kedua
#esaran terse#ut. Selidikilah dengan *ermat dimensi yang telah
&nda temukan" apakah yang dapat &nda jelaskanE
6. Seseorang mengukur sisisisi ku#us suatu #enda menggunakan
jangka sorong" skala yang ditunjuk selalu sama" se#agaimana
terlihat pada gam#ar di #a2ah ini.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$%
skala utama
skala nonius
%erapakah panjang sisi ku#us terse#utE
). %ila massa ku#us pada soal nomor 6 ditim#ang dengan nera*a"
hasilnya
)8"9( gram" #erapakah massa jenis ku#us terse#utE 5unakan
aturan angka penting dalam melakukan perhitungan.
B. Te$ K%e"(a
A'at da 8a4a<
? 4angka sorong
? !era*a lengan
? Sepotong pipa
T+!a$<
1. Ukurlah diameter luar pipa
(. Ukurlah diameter dalam pipa
6. Ukurlah massa pipa
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$6
K+&% Ja)a8a
1. >engkapilah ta#el di #a2ah iniF
!ama Termasuk #esaran
satuan SI dimensi
#esaran pokok turunan
$e*epatan mBs I>JIT
1
J
Massa kg IMJ
Massa jenis $gBm
6
IMJI>
6
J
Energi joule +4, IMJI>
(
JJIT
(
J
(. i,. Usaha G gaya ; perpindahan" memiliki dimensi IMJI>
(
JJIT
(
J
ii,. Energi potensial gra.itasi G massa ; per*epatan gra.itasi ;
ketinggian
memiliki dimensi IMJI>
(
JJIT
(
J
<endapat: ternyata dimensi usaha dan energi $a7a" #erarti usaha
dan energi mendeskripsikan kuantitas 'isis yang sama.
Memang" Usaha menghasilkan peru#ahan energi +@ G ?
E,.
). Seseorang mengukur sisisisi ku#us suatu #enda
menggunakan jangka sorong" skala yang ditunjuk selalu
sama" se#agaimana terlihat pada gam#ar di #a2ah ini.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$/
%erdasar gam#ar di atas skala utama +rahang tetap, menunjuk skala
()
mm" dan skala nonius 0") mm" sehingga panjang sisi ku#us G
() K 0") G ()") mm G (")) *m
). %ila massa ku#us pada soal nomor 6 adalah )8"9( gram" makaC
Massa jenis G
massa
?
volume
47
52,
(2
44,
g
)
3
cm
3
? 3
271,
g / cm
3
ditulis ->2. gB*m
6
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$1
Le78a" Pe%'a%a K%e"(a
1. Mengukur diameter pipa dengan jangka sorong
No E'e7e ,%e"(a D%'a,+,a
T%da,
D%'a,+,a
1 Meletakkan #enda pada rahang yang
#enar" yaituC
Mengukur diameter dalam
menggunakan rahang atas
Mengukur diameter luar menggunakan
rahang #a2ah
(
Mengun*i rahang geser dengan sekrup
pengun*i ketika posisi #enda sudah
akurat
6 Mem#a*a skala se*ara tegak lurus
) 0asil pem#a*aan skala #enar
9
Penulisan skala hasil pengukuran #enar
7 Selalu menyertakan satuan yang sesuai
8
Mengem#alikan posisi nol alat setelah
digunakan
%erdasar elemenelemen kinerja di atas" dirumuskan ru#rik penilaian
se#agai #erikut +*ontoh,C
&% Peserta melakukan semua elemen kinerja dengan
#enar"
seksama" dan akurat.
% Peserta mempu melaksanakan sekitar 89O dari elemen
kinerja
+sekitar 97 elemen yang dikerjakan dengan #aik,
< Peserta hanya mempu melaksanakan sekitar 90O dari
elemen
kinerja +sekitar 6) elemen yang dikerjakan dengan #aik,
$ 0anya se#agian ke*il elemen yang dikerjakan" hanya (
elemen
atau kurang yang dapat dilakukan.
%ila diperlukan" penilaian #entuk huru' dapat dikon.ersi ke #entuk skor
atau angka" misalnyaC
&% C :7100 % C 81:9
< C )780 $ C 0)9
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
$!
(. Mengukur massa pipa dengan nera*a lengan
No E'e7e ,%e"(a D%'a,+,a Td, d%'a,+,a
Menguji dan mengupayakan
1
kesetim#angan nera*a
se#elum digunakan
(
Meletakkan #enda pada tempat yang
#enar se*ara hatihati
6
Memindahkan anak tim#angan
se*ara hatihati dan logis
) Mem#a*a skala se*ara tegak lurus
9 0asil pem#a*aan skala #enar
7 Penulisan skala hasil pengukuran #enar
8 Selalu menyertakan satuan yang sesuai
:
Mengem#alikan posisi nol alat setelah
digunakan
%erdasar elemenelemen kinerja di atas" dirumuskan ru#rik penilaian
se#agai #erikut +*ontoh,C
&% Peserta melakukan semua elemen kinerja dengan #enar"
seksama" dan akurat.
% Peserta mempu melaksanakan sekitar 89O dari elemen
kinerja
+sekitar 78 elemen yang dikerjakan dengan #aik,
< Peserta hanya mempu melaksanakan sekitar 90O dari elemen
kinerja +sekitar )9 elemen yang dikerjakan dengan #aik,
$ 0anya se#agian ke*il elemen yang dikerjakan" hanya 6
elemen atau kurang yang dapat dilakukan.
%ila diperlukan" penilaian #entuk huru' dapat dikon.ersi ke #entuk skor
atau angka.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
%2
BAB I*.
PENUTUP
Setelah menyelesaikan modul ini" anda #erhak untuk mengikuti tes tulis
maupun tes praktik untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari.
apa#ila &nda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan" maka anda #erhak
untuk melanjutkan ke modul yang lain" yaitu modul FIS.0(.
Mintalah guru atau instruktur menguji kompetensi &nda. %ila &nda
menghasilkan produkproduk kinerja selama mempelajari modul ini" tunjukkan
pada guru atau instruktur untuk dipertim#angkan dalam proses e.aluasi.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
%1
Da#ta" P+$ta,a
-jonoputro" %.-." 1?:). Teori Ketida"pastian. Ter#itan kedua. %andungC
Pener#it IT%.
5ian*oli" -.<." 1??9" <B9+,C+ +Fourth Edition,. !e2 4erseyC Prenti*e 0all.
0alliday" -." =esni*k" =." 1??)" <B9+,C+" terjemahanC Pantur Sila#an
dan
Er2in Su*ipto. 4akartaC Erlangga.
0i##ard" M.$. (000. <er)ormance 5ssessment in T(e +cience Classroom.
!e2
YorkC 5>E!<1E M*5ra20ill.
Tim 5>E!<1E. 1??8. 5lternate 5ssessment in T(e +cience Classroom.
!e2
YorkC 5>E!<1E M*5ra20ill.
Tippens" P.E." Ait3e2it3" P.@." $ramer" <. 1??9. *a&oratory >anual
:or
<B9+,+C+. Fi'th edition. !e2 YorkC 5>E!<1E M*5ra20ill.
@ilson" 4. -. dan %u''a" &. 4. 1??8. College <B9+,C+. Third Edition.
Upper
Saddle =i.erC Prenti*e 0all.
Ait3e2it3" P.@." -a.ids" M." 5uitry" !.-." 0ainen" !.1." $ramer" <.@"
!elson" 4.%." !elson" 4im" 1???" <B9+,C+' <rinciples and
<ro&lems +Tea*her @raporound Edition,. US& 5>E!<1E M*5ra2
0ill.
Modul.FIS.01.Sistem Satuan dan Ukuran
%