Anda di halaman 1dari 13

4 May 2014 1

Politeknik Negeri Jember


D4 Teknologi Benih

Kuliah : Dasar-Dasar Manajemen

Materi :
PERUBAHAN DALAM ORGANISASI

Dosen : Dr. Rizal, SP.MP.
Pertemuan 6


4 May 2014 2
A. PERUBAHAN ORGANSASI
Faktor-faktor yang menimbulkan atau menyebabkan perubahan berasal
baik dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut

Kekuatan-kekuatan Eksternal Kekuatan-kekuatan Internal


Kebudayaan Pendidikan Sosial


Organisas
i
Kegiatan karyawan


Tujuan
Strategi




Teknologi Politik Teknologi Ekonomi
Organisasi
4 May 2014 3
Kekuatan-kekuatan Eksternal
1. Perubahan organisasi terjadi karena adanya
perubahan-perubahan berbagai variabel eksternal
seperti: sistem politik, ekonomi, teknologi, pasar dan
nilai-nilai.
2. Beberapa tipe khusus kekuatan eksternal penyebab
perubahan:
a. Kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai
sumberdaya alam.
b. Keamanan karyawan dan peraturan-peraturan
anti polusi.
c. Boikot pelanggan.
d. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi pada pasar
tenaga kerja.
e. Tingkat bunga yang lebih tinggi.

4 May 2014 4
Kekuatan-kekuatan Internal
1. Kekuatan-kekuatan internal merupakan hasil dari
faktor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan
manajemen dan teknologi baru, serta sikap dan
perilaku karyawan.
2. Contoh: Keputusan manajer puncak untuk mengganti
tujuan dari pertumbuhan jangka panjang menjadi
pencapaian laba jangka pendek akan mempengaruhi
berbagai tujuan departemen lainnya.
3. Pengenalan peralatan otomatik (robotisasi) akan
menyebabkan perubahan pada layout dan pekerjaan
rutin.
4. Sikap dan ketidakpuasan karyawan (kegiatan-kegiatan
karyawan) dapat menyebabkan berbagai perubahan
dalam kebijaksanaan dan praktek.
4 May 2014 5
B. CARA-CARA PENANGANAN PERUBAHAN
Ada dua pendekatan utama penanganan perubahan organisasi:
1. Proses perubahan reaktif
2. Proses Proaktif

MASALAH
Perubahan
Proaktif
(Dilakukan
sebelum masalah
terjadi)
Perubahan
Reaktif
(dilakukan
setelah masalah
terjadi)
Masalah
4 May 2014 6
1. Proses perubahan reaktif yaitu: Manajemen bereaksi atas tanda-
tanda bahwa perubahan dibutuhkan, pelaksanaan modifikasi
dilaksanakan sedikit demi sedikit untuk mengatasi masalah-
masalah tertentu yang timbul.
Pendekatan ini relatif lebih sederhana dan membutuhkan biaya
yang lebih murah. Contoh: Program pelatihan jangka pendek
untuk membetulkan kesalahan, dan pencarian sumber (input)
baru karena pemasok input lama mengalami kebangkrutan
2. Proses perubahan proaktif (disebut juga perubahan yang
direncanakan atau planned change), dilakukan melalui
pelaksanaan berbagai investasi waktu dan sumberdaya lainnya
untuk mengubah cara-cara tradisional.
Pendekatan ini relatif lebih rumit dan lebih mahal, serta
mempunyai ruang lingkup yang lebih luas.
Merupakan sarana penanganan perubahan-perubahan yang
menyangkut kelangsungan hidup organisasi .
4 May 2014 7
C .PENOLAKAN TERHADAP PERUBAHAN
Berbagai reaksi khas terhadap perubahan:
1. Orang mungkin menyangkal bahwa perubahan sedang terjadi,
bila ini terjadi organisasi kemungkinan akan kehilangan
efektifitasnya.
2. Orang mungkin mengabaikan perubahan, bila ini terjadi Manajer
akan menangguhkan keputusan-keputusan dengan harapan
masalah yang terjadi akan hilang dengan sendirinya.
3. Orang mungkin menolak perubahan, karena beberapa alasan
Manajer dan karyawan mungkin menentang perubahan.
4. Orang mungkin menerima perubahan dan menyesuaikan diri
dengan perubahan tersebut.
5. Orang mungkin mengantisipasi perubahan dan merencanakan,
seperti banyak dilakukan perusahaan-perusahaan progresif .
4 May 2014 8
D. SUMBER PENOLAKAN PERUBAHAN ORGANISASI
Ada tiga sumber umum penolakan perubahan organisasi
yaitu:
1. Ketidakpastian tentang akibat dan pengaruh
perubahan. Para anggota organisasi secara psikologis
menolak perubahan karena menghindari
ketidakpastian. Ketidaksediaan untuk mengubah
tugas dan hubungan yang telah lazim dapat
menyebabkan penolakan terhadap perubahan.
2. Ketidaksediaan melepaskan keuntungan-keuntungan
yang ada. Perubahan yang akan memberikan
banyak manfaat bagi organisasi belum tentu
menguntungkan sekelompok orang atau individu.
3. Pengetahuan akan kelemahan-kelemahan dalam
perubahan yang diusulkan. Para anggota organisasi
akan menolak perubahan karena mereka mengetahui
adanya masalah-masalah potensial yang tidak
diperhatikan para pengusul perubahan.
4 May 2014 9
E. Cara Penanggulangan terhadap Penolakan
Kooter dan Schlesinger Mengemukakan
enam cara Penanggulangan Penolakan
terhadap Perubahan yaitu:
1. Pendidikan dan Komunikasi.
2. Partisipasi dan Keterlibatan.
3. Kemudahan dan Dukungan.
4. Negosiasi dan Persetujuan.
5. Manipulasi dan Kerjasama.
6. Paksaan Implisit dan Eksplisit.
4 May 2014 10
F. Tahap-tahap Proses Perubahan Organisasi
Proses Perubahan Memiliki Enam tahap
sebagai berikut:
1. Tahap 1 : Tekanan dan desakan.
2. Tahap 2 : Intervensi dan reorientasi.
3. Tahap 3 : Diagnosa dan Pengenalan
masalah.
4. Tahap 4 : Penemuan dan komitmen
pada penyelesaian.
5. Tahap 5 : Percobaan dan pencarian
hasil-hasil.
6. Tahap 6 : Penguatan dan Penerimaan.
4 May 2014 11
G. Pemastian Perubahan Menjadi Permanen
Kurt Lewin mengemukakan perubahan ke perilaku yang
efektif akan menyangkut tiga kondisi yang saling
berhubungan:
1. Kondisi Unfreezing, yaitu keadaan orang akan
menjadi siap sedia memperoleh atau mempelajari
perilaku baru, karena telah mengakui ketidak
efektifan pola perilakunya yang sekarang.
2. Changing, terjadi bila orang mulai melakukan
percobaan dengan perilaku baru dengan harapan
akan menaikkan efektifitasnya.
3. Refreezing, terjadi bila orang memandang bahwa
pola perilaku yang baru yang telah dicobanya selama
periode changing menjadi bagian dari orang
tersebut.
4 May 2014 12
Tugas (kerjakan dan dikumpulkan):
Coba Saudara rancang perubahan yang
diperlukan dalam suatu organisasi.
Petunjuk :
Pertama Saudara harus tentukan dahulu apa
organisasi nya, Faktor-faktor apa saja (baik
eksternal maupun internal) yang menyebabkan
organisasi perlu mengalami perubahan, dan
suatu rencana atau langkah-langkah yang harus
dilakukan untuk melaksanakan perubahan
tersebut !!.
4 May 2014 13



TERIMA KASIH