Anda di halaman 1dari 9

DIAC

DIAC, jika dilihat dari strukturnya, bukan termasuk thyristor. Namun, prinsip kerjanya membuat DIAC
digolongkan sebagai thyristor. Struktur DIAC mirip dengan transistor PNP. Perbedaannya, Lapisan N
pada transistor dibuat tipis agar mudah dilewati elektron. Sedangkan pada DIAC, lapisan N dibuat lebih
tebal agar elektron sulit melewatinya. DIAC lebih mirip dengan dioda PN dan NP. Sehingga, DIAC
digolongkan sebagai dioda pada beberapa literatur.

DIAC dimaksudkan agar sukar dilewati arus. DIAC dapat menghantarkan arus dengan tegangan
breakdown tertentu. Arus ini tentu saja dapat bola-balik dari anoda-katoda, dan sebaliknya. Untuk kurva
karakteristiknya sama dengan TRIAC. Namun nilai tegangan breakdown perlu diketahui.

Umumnya, DIAC digunakan sebagai pemicu TRIAC agar ON pada tegangan masukan yang relatif tinggi.
Contoh aplikasinya adalah dimmer lampu.

Jika I
GT
TRIAC diketahui sebesar 10 mA dan V
GT
=0,7 volt, sedangkan V
bo
DIAC sebesar 20 V, maka
TRIAC akan ON pada:

V = I
GT
(R)+V
bo
+V
GT
= 120.7 V

Biasanya, Resistor R pada rangkaian dimmer diganti dengan rangkaian seri resistor dan potensiometer.
Kapasitor C dengan rangkaian R digunakan untuk menggeser fasa tegangan VAC. Lampu dapat
menyala redup dan terang bergantung kapan TRIAC dipicu.

http://adraya.blogspot.com/2010/10/thyristor-scr-triac-dan-diac.html




DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki dua terminal (elektroda) saja, berbeda dengan
saudaranya yang memiliki tiga terminal, TRIAC.
Simbol DIAC pada skema elektronik:

Gambar diagram disamping memperlihatkan struktur dalam pada DIAC.
http://blog.elangcyber.net/elektronika/triac-dan-diac.info


DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki dua terminal (elektroda) saja, berbeda
dengan "saudaranya" yang memiliki tiga terminal, TRIAC.
Simbol DIAC pada skema elektronik:


Gambar diagram dibawah memperlihatkan struktur dalam pada DIAC.

Pada diagram menunjukkan ada lima lapisan dalam DIAC, memiliki dua terminal yaitu terminal 1
(T1) and terminal 2 (T2).

Pada gambar atas diperlihatkan polaritas pada DIAC.
http://najibnecib48.blogspot.com/2013/06/diac.html




DIAC merupakan salah satu jenis dioda SCR, namun memiliki dua terminal (elektroda) saja,
berbeda dengan "saudaranya" yang memiliki tiga terminal, TRIAC.

SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai
pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang
serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). SCR sering disebut
Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif
Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.

Guna SCR:
Sebagai rangkaian Saklar (switch control)
Sebagai rangkaian pengendali (remote control)

Ada tiga kelompok besar untuk semikonduktor ini yang sama-sama dapat berfungsi sebagai
Saklar (Switching) pada tegangan 120 volt sampai 240 volt. Ketiga kelompok tersebut adalah
SCR ini sendiri, DIAC dan TRIAC.

Dioda schottky (diambil dari nama seorang ahli fisika Jerman Walter H. Schottky; juga dikenal
sebagai dioda pembawa panas) adalah dioda semikonduktor dengan tegangan rendah.

Konstruksi

Dioda Schottky adalah tipe khusus dari dioda dengan tegangan yang rendah. Ketika arus
mengalir melalui dioda akan ditahan oleh hambatan internal, yang menyebabkan tegangannya
menjadi kecil di terminal dioda. Dioda normal antara 0.7-1.7 volt, sementara dioda Schottky
tegangan kira-kira antara 0.15-0.45 volt.

Dioda Schottky menggunakan simpangan logam-semikonduktor sebagai sawar schottky (dari
sebuah simpangan semikonduktor-semikonduktor seperti dalam dioda konvensional). Sawar
schottky ini dihasilkan dengan waktu kontak yang sangat cepat dan tegangan yang rendah.
Perbedaan yang paling penting antara p-n dan dioda Schottky adalah dari membalikkannya
waktu pemulihan, ketika beralih dari keadaan tidak menghantarkan ke keadaan menghantarkan
dan sebaliknya. Dimana dalam dioda p-n waktu pemulihan balik dapat dalam orde ratusan
nano-detik dan kurang dari 100 nano-detik untuk dioda cepat.

Aplikasi

Aplikasi termasuk perlindungan muatan pada sel surya yang dihubungkan dengan batere
timbal-asam dan dalam mode saklar-sumber listrik; dalam kedua kasus rendahnya tegangan
akan meningkatkan efisiensi. Dioda silicon standar tegangan kira-kira sekitar 0.7 volt dan dioda
germanium 0.3 volt.
http://arbawahyusejati.blogspot.com/2011/02/diac.html



Dioda AC (DIAC)



Hasil Pembelajaran :
Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik dari Dioda AC (DIAC)

Tujuan
Bagian ini memberikan informasi mengenai karakteristik dan penerapan Dioda AC
(DIAC)


4.1 Pendahuluan
DIAC merupakan salah satu anggota dari thyristor dan termasuk dalam jenis
Bidirectional Thyristor yang juga dikenal sebagai Bilateral Trigger Diode. Istilah
DIAC diambil dari Dioda AC.
DIAC mempunyai dua buah terminal dan dapat menghantar dari kedua arah jika
tegangan breakovernya (V
BB
) terlampaui.

4.2 DIAC
DIAC tersusun dari tiga lapis bahan semikonduktor walaupun beberapa buku
mengatakan bahwa DIAC tersusun dari piranti lapis-empat, namun demikian
pembuatnya menyatakan bahwa DIAC dibuat dari tiga lapis bahan semikonduktor.
Tidak seperti halnya transistor, DIAC mempunyai tingkatan doping sekitar junctionnya
yang sebanding.
Gambar 4-1 menunjukkan ekivalen dan simbol DIAC :






(a) (b) (c)
Gambar 4.1. DIAC
(a) Ekivalen DIAC
(b) DIAC sebagai susunan pengancing (Latch)
(c) Simbol DIAC
DIAC mempunyai impedansi yang tinggi bagi arus dalam dua arah, hingga bias DIAC
melewati breakover arah mundurnya.
Biasanya bias untuk DIAC agar mencapai breakover ini adalah antara 28 sampai 36
volt,namun demikian tergantung dari pada tipenya.
Agar kita mengetahui prinsip kerja DIAC, maka kita nggap pemberian catu dayanya
seperti terlihat pada gambar 4-1.
Jika tegangan yang diberikan pada DIAC menyamai atau melebihi tegangan
breakover, maka salah satu Latch akan menutup juga.
DIAC adalah suatu komponen yang berkelakuan seperti dua buah thyristor yang
dihubungkan saling bertolak belakang. Oleh karena itu DIAC mempunyai dua buah
tegangan penyalaan. Tegangan penyalaan pertama berada pada tegangan maju
(+V
bo
) sedangkan yang kedua ada pada tegangan baliknya (-V
bo
). karakteristik
tegangan terhadap arus dapat dilihat pada Gambar 4-2.














Gambar 4-2. Karakteristik DIAC

Dari kurva diatas kita dapat melihat bahwa DIAC selalu mempunyai karakteristik
tahanan negatif yang secara terus menerus pada saat arus lebih besar daripada arus
breakovernya.

DIAC banyak digunakan sebagai pemicu rangkaian pengendali daya yang
menggunakan TRIAC.
Gambar 4-3, memperlihatkan salah satu contoh rangkaian yang memperlihatkan
peran DIAC dalam rangkaian pengendali daya.








Gambar 4-3. Aplikasi DIAC dalam rangkaian pengendali daya.

Jika tegangan pengisian kapasitor telah mencapai breakover DIAC, maka DIAC akan
menghantar sehingga kapasitor akan menggosongkan muatannya melalui DIAC dan
gate-TRIAC. Arus penggosongan kapasitor merupakan pulsa penyulut yang
digunakan oleh TRIAC sebagai pengendali.
Jika beban sebenarnya bersifat induktif, maka perlu dipasang rangkaian R dan C
secara parallel terhadap TRIAC untuk mengatur komutasi TRIAC.



DIAC
Istilah diac diambil dari Dioda AC yang merupakan salah satu dari keluarga thyristor
dan termasuk dalam jenis Bidirectional Thyristor. Diac mempunyai dua buah
elektroda atau terminal dan dapat menghantar dari kedua arah oleh karenanya diac
dianggap sebagai homo atau non-polar. Diac tersusun dari empat lapis
semikonduktor seperti dioda lapis empat. Gambar ini memperlihatkan ekuivalen dan
simbol diac.

1. Prinsip kerja Diac
Diac mempunyai impedansi yang tinggi dalam dua arah,guna mencapai titik
konduknya diperlukan tegangan antara 28 sampai 36 volt. Kita perhatikan gambar a
diatas, jika tegangan diberikan pada diac menyamai atau melebihi tegangan
konduknya, maka salah satu saklar akan menutup, demikian sebaliknya untuk
kondisi yang sama salah satu saklarnya juga akan menutup.
2. Identifikasi Diac
Karena homopolar, maka untuk menentukan kaki diac adalah sama saja baik yang
kiri maupun yang kanan. Bentuk fisiknya menyerupai dioda rectifier dengan ciri-ciri
seperti yang digambarkan ini

Sistem pengkodeannya tergantung dari pabrik pembuatnya, sebagai contoh
Motorola mengeluarkan tipe 1N5758 sampai 1N5761 sedangka PhilipsAustralia
mengeluarkan tipe BR100.

3.Penggunaan Diac dalam rangkaian
Piranti Diac banyak digunakan sebagai pemicu rangkaian pengendali daya,
misalnya pemicu TRIAC. Gambar dibawah ini memperlihatkan salah satu contoh
rangkaian yang melibatkan Diac