Anda di halaman 1dari 3

Sejarah Terjadinya Revolusi Perancis

Apakah Anda sudah mengetahui tentang Revolusi Perancis, serta bagaimana kejadian yang
melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis? Di sini penulis akan menjelaskan secara
umum dan khusus terjadinya Revolusi Perancis, hingga berakhirnya Revolusi Perancis serta
pendapat-pendapat para ahli mengenai Revolusi Perancis. Oleh karena itu, penulis berharap
dengan adanya artikel mengenai Sejarah Terjadinya Revolusi Perancis, pembaca dapat lebih
mengetahui dan memahami mengenai Revolusi Perancis. ( Mark dan Engels, 1951 ).
Pengertian Revolusi Perancis
Pengertian Revolusi Perancis menurut Wikipedia Ensiklopedia adalah masa dalam sejarah
Perancis antara tahun 1789 sampai dengan 1799, dimana para demokrat dan pendukung
republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katholik
Roma menjalani restrukturisasi yang radikal.
Penyebab Revolusi Perancis
Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis, diantaranya adalah:
1. Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan.
2. Kemarahan terhadap signeurialisme di kalangan kaun buruh, para petani, dan sampai
batas tertentu kaum borjuis.
3. Bangkitnya gagasan-gagasan kaum pencerahan.
4. Utang nasional yang tidak terkendali, yang disebabkan dan diperparah oleh sistem
pajak yang tidak seimbang.
5. Situasi ekonomi yang buruk, yang sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis,
dan bantuan terhadap Revolusi Amerika.
6. Kelangkaan makanan di bulan-bulan menjelang revolusi.
7. Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam
kehidupan politik oleh kelas profesional yang ambisius.
8. Kebencian terhadap intoleransi agama.
9. Kegagalan Louis XVI menangani gejala-gejala ini secara efektif.
Dari banyak faktor yang ada dan sebab-sebab terjadinya Revolusi Perancis yang paling
mendominasi adalah karena keserakahan Raja Louis XVI dan Maria Antoinette ( istri Raja
Louis XVI ), yang mempergunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya. Oleh karena
itu, ketika rakyat mengetahui tindakan yang dilakukan oleh rajanya yang sewenang-wenang,
rakyat mulai memberontak dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menyerbu
penjara Bastille, dan mengambil kebijakan hukuman mati berupa pemenggalan kepada Raja
Louis XVI dan istrinya Maria Antoinette.
Pada saat menjelang revolusi banyak kerusuhan-kerusuhan yang terjadi yang dilakukan oleh
rakyat karena pada saat itu terjadi perebutan kudeta antara rakyat dan rajanya.
Terjadinya Perang Revolusi Perancis
Tanggal 14 Juli 1789 merupakan puncak kemarahan rakyat yang ditandai dengan penyerbuan
dan sekaligus meluluhlantahkan penjara Bastille. Hari itu pula merupakan awal dimulainya
revolusi Perancis, yang kelak juga menjadi inspirasi revolusi di sejumlah negara Eropa dan
juga revolusi industri. Sebuah era yang menandai hidupnya demokratisasi dalam segala sendi
kehidupan. Bastille seakan menjadi hakim yang mewakili ketimpangan sosial. Tak jelas
benar apakah revolusi di Iran dan China terinspirasi dari Bastille atau tidak. Bagaimana
dengan Indonesia? Menurut seorang ahli sosiologi, Indonesia tidak mempunyai tampang
sedikitpun dalam melakukan revolusi.
Revolusi di Perancis tak bisa dilepaskan dari sosok Napoleon Bonaparte. Ia terlahir dari
keluarga bangsawan, pada tanggal 15 Agustus 1769 di sebuah pulau bernama Corsica.
Kecerdasannya, membuat ia melesat cepat di dunia militer. Hampir seluruh daratan Eropa
berada dalam genggamannya.
Politik, masa menjelang revolusi membawa Perancis secara tak terelakkan ke arah perang
terhadap Austria dan sekutu-sekutunya. Sang Raja, kelompok Feuillant, dan Girondin
khususnya menginginkan perang. Mereka mengharapkan perang akan menaikkan
popularitasnya, mereka juga meramalkan kesempatan untuk memanfaatkan tiap kekalahan,
yang hasilnya akan membuatnya lebih kuat. Kelompok Girondin ingin menyebarkan revolusi
ke seluruh Eropa. Hanya beberapa Jacobin radikal yang menentang perang, lebih memilih
konsolidasi dan mengembangkan revolusi di dalam negeri. Kaisar Austria Leopold II,
saudara Marie Antoinette berharap menghindari perang, namun ia meninggal pada tanggal 1
Maret 1792. Perancis menyatakan perang kepada Austria (20 April 1792). Prusia bergabung
di pihak Austria beberapa minggu kemudian, maka sejak itu perang Revolusi Perancis telah
dimulai.
Setelah pertempuran kecil sebagai awal berlangsungnya perang sengit untuk Perancis, maka
pertempuran militer yang berarti pada perang itu terjadi dengan adanya Pertempuran Valmy
yang terjadi antara Perancis dan Prusia (20 September 1792). Meski hujan lebat menghambat
revolusi namun, artileri Perancis membuktikan keunggulannya. Namun, sejak masa itu,
Perancis menghadapi huru-hara dan monarki telah menjadi sebagai masa lalu.
Berakhirnya Revolusi Perancis
Kemudian Revolusi Perancis berhasil ditaklukkan oleh Napoleon Bonaparte, kemudian
Napoleon di angkat menjadi kaisar Perancis. Revolusi berhasil menguasai istana, pada
tanggal 16 Januari 1793 M. Raja Louis XVI dipenggal dengan pisau Guillotine, kemudian
menyusul Maria Antoinette. Perancis di bawah pemerintahan revolusioner membentuk
negara, dengan tentara milisi dipimpin Napoleon Bonnaparte yang bersemboyan liberte,
egalite, dan fraternette ( yang diabadikan pada warna bendera biru-putih-merah ), sementara
itu rakyat terus mengobarkan revolusi, mereka menyanyikan lagu Merseillaise (menjadi lagu
nasional sekarang).
Dalam perjalanan revolusi, Napoleon Bounaparte menjadi sang Penyelamat,
menyelamatkan Perancis dari gempuran negara-negara berkoalisi, bahkan oleh rakyat
kemudian beliau diangkat menjadi kaisar.
Pada perang koalisi VI, tahun 1814, Perancis dikalahkan oleh pasukan koalisi dan Napoleon
dibuang ke pulau Elba. Pada tahun 1815 Napoleon meloloskan diri dan terjadi perang koalisi
ke VII, akhirnya Perancis dapat dikalahkan kembali dan Napoleon dibuang ke pulau St.
Helena.
Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas , secara politis lahirnya paham-
paham baru seperti liberalism, demokrasi, dan nasionalisme sebagai perkembangan dari
semboyan revolusi liberte, egalite, dan fraternette. Secara ekonomis, penghapusan sistem
ekonomi feodalis, terjadinya industrialisasi di Eropa akibat bloc kade ekonomi Inggris oleh
Napoleon, dan Inggris kehilangan pasar di Eropa. Revolusi Perancis tidak hanya membawa
pengaruh besar di daratan Eropa tetapi juga telah meluas ke berbagai benua hingga ke
Indonesia.
Pendapat mengenai Revolusi Perancis
Menurut Marx mengenai Revolusi Perancis:
Perancis merupakan negeri yang lain daripada yang negeri lain. Perjuangan kelas historis
berakhir sebagai penentu, yang secara konsekuen mewujudkan garis-garis besar bentuk
politik yang berubah-ubah. Pada zaman pertengahan, Perancis dahulu adalah negeri teladan
dalam hal monarki yang bersatu dan bersandar pada pangkat-pangkat sejak zaman
Pencerahan ; namun Perancis kemudian menghancurkan feodalisme pada waktu revolusi
besar. Perjuangan proletariat yang bangkit menentang borjuasi yang berkuasa secara tajam,
dan akurat.
Menurut penulis mengenai Revolusi Perancis :
Pada suatu negara tidak akan terjadi peperangan, bila dalam negara tersebut ada keselarasan
dan saling keterbukaan antara raja atau pemimpinnya dengan rakyatnya. Mereka saling
bekerja sama untuk membangun negaranya menjadi negara yang maju.

Anda mungkin juga menyukai