Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan besar
kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar orany yang meminjam
atau biasa disebut dengan debitur atas kredit yang diterima dari bank.
Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga akan membantu debitur
dalam membuat keputusan untuk mengambil kredit yang paling
menguntungkan sesuai dengan kemampuan keuangannya. Dengan mengetahui
perhitungan bunga angsuran tersebut kita tidak akan bingung jikalau bank
menawarkan pinjaman dengan bunga yang diberikan pula.
Setiap bank umunnya memiliki aturan tentang peminjaman yang berbeda-
beda termasuk tentang tingkat bunga yang akan diberikan kepada peminjam
atau debitur. Oleh karena itu, sangat penting dalam mempelajari perhitungan
suku bunga dan mengetahui macam-macam bunga apa saja yang sering
ditawarkan. Dengan ilmu yang dimiliki tersebut kita tidak akan salah dalam
pengambilan keputusan pada saat melakukan peminjaman. Dan dengan
mempelajari perhitungan tersebut pula kita dapat menentukan apakah kita
harus melunasi secara cepat atau tidak, karena tingkat bunga juga
mempengaruhi nilai uang pada waktu tertentu.
Memahami kelemahan dan kekuatan pada tingkat suku bunga juga penting
agar kita tidak terlalu dirugikan dengan peminjaman yang kita lakukan. Dan
dengan memahami suku bunga flat dan annuitas ini kita dapat mengetahui
berapa angsuran yang harus kita bayarkan tiap jangka waktu yang telah
ditentukan. Pentingnya manfaat tingkat suku bunga bagi kehidupan kita agar
peminjaman yang kita lakukan tidak merugikan kita terlalu besar. Oleh karena
itu, penting dalam praktikum analisa suku bunga flat dan suku bunga annuitas
pada beberapa pola peminjaman.

B. Tujuan
1. Praktikan mampu memahami pola suku bunga flat dan annuitas
2. Praktikan mampu mengidentifikasikan beberapa kelebihan dan kelemahan
masing-masing pola peminjaman
3. Praktikan memahami cara kreditur dalam menentukan pola penerapan
suku bunga
4. Praktikan mampu memahami dan dapat menerapkan pola pengembalian
pinjaman dan beberapa kreditur atau bank



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang
dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga
diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran
secara berkala sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah
bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.
Ada beberapa jenis anuitas yaitu Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang
pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir periode, Anuitas jatuh tempo
(due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan di awal
periode, Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity), Nilai Sekarang Anuitas
adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan
secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang
harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah
dana tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu. Anuitas Abadi Anuitas
abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan
akanberlangsung terus menerus. Anuitas Rate juga merupakan Jumlah angsuran
yang kita bayar kepada pihak pemberi kredit tidak berubah selama jangka waktu
yang telah ditetapkan sebelumnya. Akan tetapi walaupun komposisi besarnya
angsuran pokok dengan angsuran bunga akan berbeda setiap bulannya. Tetapi
mengahasilkan jumlah total angsuran yang sama setiap bulannya, dimana
angsuran pokok akan semakin besar sedangkan angsuran bunga akan semakin
mengecil ( Rocha, 2005 ).
Flat atau mendatar, istilah ini digunakan karena pengenaan bunga terhadap
pokok pinjaman adalah sama sepanjang angsuran, jadi menghitung cicilan dan
bunga yang harus dibayar relatif sederhana. Bunga Flat adalah sistem perhitungan
suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok hutang awal. Biasanya
diterapkan untuk kredit barang konsumsi seperti handphone, home appliances,
mobil atau kredit tanpa agunan (KTA). Dengan menggunakan sistem bunga flat
ini maka porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama.
Perhitungan bunga flat biasanya digunakan pada perhitungan cicilan kredit
pemilikan kendaraan. Baik Kredit mobil maupun motor. Selain itu bunga flat
umumnya juga diterapkan pada kredit barang konsumsi seperti handphone, home
appliances, juga Kredit Tanpa Agunan (KTA). Dengan menggunakan sistem
bunga flat ini, maka porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap
sama. Kelebihan sistem bunga flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan
awal, maka porsi pokok utang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah
uang yang telah kita angsur. Namun kelemahannya, bunga itu cukup besar karena
dihitung dari pokok utang awal ( Fuad, 2001 ).
Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan
keputusan jangka panjang, nilai waktu memegang peranan penting. Seiring
dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang ( time value
of money ) telah mendapat tempat yang demekian penting. Beberapa conto
terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uang adalah Tabungan,
Pinjaman bank dan Asuransi penilaian proyek. Konsep nilai waktu uang di
perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan
melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan
menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih. Suatu jumlah uang tertentu
yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai sekarang maka jumlah uang
tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu (discountfactor). Suatu
jumlah uang tertentu saat ini di nilai untuk waktu yang akan datang maka jumlah
uang tersebut harus di gandakan dengan tingkat bunga tertentu ( Compound
factor) ( Loan, 1992 ).
Tingkat Bunga / Interest Rate adalah harga untuk meminjam uang.
Sebagaimana harga telur adalah 12 ribu untuk setiap kilogram, maka harga dari
sebuah pinjaman biasanya dalam bentuk satuan prosentase. Harga adalah hasil
dari proses permintaan (demand) dan penawaran (supply) dalam suatu pasar.
Naik/turunnya harga dipengaruhi oleh naik turunnya permintaan dan/atau
penawaran. Harga telur bisa naik bila demand telur meningkat atau supply telur
berkurang. Permintaan dan penawaran telur dipengaruhi oleh adanya impor telur
ataupun adanya wabah penyakit seperti flu burung. Pasar tidak harus selalu ada
dalam bentuk fisik bangunan. Dua orang yg bertransasksi di tengah hutan bisa
disebut pasar karena dalam transaksi tersebut terjadi proses permintaan dan
penawaran. Permintaan dan penawaran terhadap tingkat bunga dipengaruhi oleh
preferensi waktu (time preference) yaitu tingkat preferensi kepuasan yang
diperoleh dalam menggunakan uang di waktu sekarang daripada di waktu yang
akan datang ( Dinar, 2008 ).
Istilah kredit berasal dari suatu kata dalam bahasa latin yang berbunyi
credere yang berarti Kepercayaan atau Credo yang artinya saya percaya. Jadi
dapat diartikan bahwa suatu pemberian kredit didalamnya terkadang ada
kepercayaan orang atau badan usaha yang diberikan kepada orang lain atau badan
usaha yang diberinya, dengan ikatan perjanjian harus memenuhi segala kewajiban
yang dijanjikan untuk dapat dipenuhi pada waktunya. Bila transaksi kredit terjadi,
maka akan dapat kita lihat adanya pemindahan materi dari yang memberikan
kredit kepada yang akan memberikan kedit. Dalam beberapa literature pun, kita
dapat memperoleh beberapa pengertian tentang kredit, bahwa kemampuan si
peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan datang (
Hadiwijaya, 1990 ).
Perhitungan bunga efektif pada praktiknya dikenal ada dua macam, yaitu
Anuitas dan Anuitas Tahunan. Anuitas, bunga akan dihitung dari sisa saldo pokok
awal setiap bulan dikalikan suku bunga, dimana suku bunga tersebut sudah
merupakan suku bunga per bulan. Besarnya angsuran setiap bulan tetap sepanjang
periode kredit. Sedangkan anuitas tahunan, bunga akan dihitung dari saldo pokok
awal dikalikan suku bunga per bulan, hasilnya, besarnya cicilan akan sama setipa
bulan selama satu tahun. Pada setiap pergantian tahun, proses perhitungan akan
dilakukan kembali dengan mengacu pada besarnya di saldo awal di tahun tersebut.
Besarnya angsuran setiap bulan sama besar selama setahun, tetapi setiap tahun
besarnya angsuran akan berubah semakin kecil ( Ahmad, 2006 )



BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan
1. Alat :
a. Alat tulis
b. Hvs
c. Kalkulator
2. Bahan :
a. Brosur harga traktor
b. Modul
B. Prosedur Praktikum
1. Masing-masing kelompok mencari brosur kreditur untuk pembelian mesin
traktor
2. Memahami brosur kreditur mesin traktor
3. Menghitung bunga flat dengan data yang ada pada brosur
4. Menghitung bunga annuitas dengan data yang ada pada brosur
5. Menghitung angsuran tiap bulan
6. Mencatat hasil perhitungan












BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
1. Menghitung bunga Flat
Diketahui :
a. Harga Rp 14.200.000,00
b. DP RP 5.000.000,00
c. Angsuran (A) Rp 1.795.000,00
d. P = Harga - DP
= Rp 14.200.000,00 - RP 5.000.000,00 = Rp 9.200.000,00
e. n = 10
Ditanyakan : A?
Jawab :
A = P + iP
n
i = ( A x n ) - P
P
= ( 1.795.000 x 10 ) 9.200.000
9.200.000
= 0,951 x 100%
= 95,1 %
2. Angsuran tiap bulan
A = i x P
n
= 95,1 % x 9.200.000
10
= 8.749.200
10
= 874.920

3. Menghitung bunga Annuitas
A = P ( A/P , i, n )
P ( A/P , i, n ) = A/P
= 1.795.000
9.200.000
y = 0,1951
jadi, X1 = 12 % Y1 = 0,1770
X2 = 15 % Y2 = 0,1993
X = X1 + ( X2 X1 ) Y2 - Y
Y2-Y1
= 12 % + ( 15 % - 12 % ) 0,1993 0,1951
0,1993 0,1770
= 12 % + 3 % ( 0,188 )
= 12,56 %
B. Pembahasan
Perhitungan nilai uang dari waktu ke waktu dapat menggunakan dua jenis
uang yaitu bunga sederhana dan bunga majemuk. Kedua jenis bunga ini akan
menghasilkan nilai nominal uang yang berbeda jika perhitungannya dilakukan
dengan lebih dari satu peroide. Flat atau mendatar, istilah ini digunakan karena
pengenaan bunga terhadap pokok pinjaman adalah sama sepanjang angsuran,
jadi menghitung cicilan dan bunga yang harus dibayar relatif sederhana. Bunga
Flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada
pokok hutang awal. Biasanya diterapkan untuk kredit barang konsumsi seperti
handphone, home appliances, mobil atau kredit tanpa agunan (KTA). Dengan
menggunakan sistem bunga flat ini maka porsi bunga dan pokok dalam
angsuran bulanan akan tetap sama. Perhitungan bunga flat biasanya digunakan
pada perhitungan cicilan kredit pemilikan kendaraan. Baik Kredit mobil
maupun motor. Selain itu bunga flat umumnya juga diterapkan pada kredit
barang konsumsi seperti handphone, home appliances, juga Kredit Tanpa
Agunan (KTA). Dengan menggunakan sistem bunga flat ini, maka porsi bunga
dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Kelebihan sistem bunga
flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan awal, maka porsi pokok
utang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah kita
angsur. Namun kelemahannya, bunga itu cukup besar karena dihitung dari
pokok utang awal.
Sedangkan suku bunga annuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau
pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka waktu tertentu.
Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi
memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang telah
Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen
tunai dari suatu saham preferen. Ada beberapa jenis anuitas yaitu Anuitas biasa
(ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada
akhir periode, Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau
penerimaannya dilakukan di awal periode, Nilai Sekarang Anuitas (Present
Value Annuity), Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran
sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara teratur selama waktu yang telah
ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus anda tabung dengan tingkat
bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu secara teratur dalam
jangka waktu tertentu. Anuitas Abadi Anuitas abadi adalah serangkaian
pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akanberlangsung terus
menerus. Anuitas Rate juga merupakan Jumlah angsuran yang kita bayar
kepada pihak pemberi kredit tidak berubah selama jangka waktu yang telah
ditetapkan sebelumnya. Akan tetapi walaupun komposisi besarnya angsuran
pokok dengan angsuran bunga akan berbeda setiap bulannya. Tetapi
mengahasilkan jumlah total angsuran yang sama setiap bulannya, dimana
angsuran pokok akan semakin besar sedangkan angsuran bunga akan semakin
mengecil.
Perbedaan antara suku bunga flat dan suku bung annuitas adalah dalam
metode suku bunga flat, perhitungan bunga selalu menghasilkan nilai bunga
yang sama setiap bulan, karena bunga dihitung dari prosentasi bunga dikalikan
pokok pinjaman awal. Sedangkan pada suku bunga annuitas Merupakan
modifikasi dari metode efektif. Metode efektif merupakan Metode menghitung
bunga yang harus dibayar setiap bulan sesuai dengan saldo pokok pinjaman
bulan sebelumnya. Metode annuitas mengatur jumlah angsuran pokok dan
bunga yang dibayar agar sama setiap bulan. Rumus perhitungannya sama
dengan bunga efektif dengan syarat cicilan per bulan besarnya harus sama
sampai dengan akhir pelunasan. Jika dibandingkan kedua sistem bunga itu,
maka masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem
bunga flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan awal, maka porsi
pokok hutang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah
kita angsur. Namun kelemahannya, bunga itu cukup besar karena dihitung dari
pokok hutang awal. Sistem bunga efektif akan lebih berguna untuk pinjaman
jangka panjang yang tidak buru-buru dilunasi di tengah jalan, karena jika kita
membandingkan nominal bunga yang kita bayarkan, jauh lebih kecil dari
sistem bunga flat. Berdasarkan hitungan nominal yang dihasilkan perhitungan
suku bunga flat kira-kira hampir dua kali suku bunga efektif, misalnya kredit
dengan bunga 5% flat itu kira-kira sama dengan kredit 10% bunga efektif.
Prosedur praktikum pada acara analisa suku bunga flat dan annuitas
beberapa pola pinjaman adalah hal yang pertama dilakukan yaitu masing-
masing kelompok mencari brosur kreditur untuk pembelian mesin traktor,
kemudian memahami brosur kreditur mesin traktor dengan melihat tabel yanag
ada pada brosur, setelah itu melakukan perhitungan bunga flat dengan data
yang ada pada brosur, lalu menghitung bunga annuitas dengan data yang ada
pada brosur, dan perhitungan yang terakhir adalah menghitung angsuran tiap
bulan, serta mencatat hasil perhitungan. Pada perhitunga terdapat hal yang
perlu diperhatikan yaitu tentang angsuran yang dilakuan, harga dari mesin
traktor dan berapa uang muka yang harus dibayar jika pembelian dilakukan
dengan pengkreditan. Setelah mengetahui hal tersebut kita dapat menghitung
bunga angsuran secara flat maupun annuitas dan menghitung berapa besar
angsuran yang harus kita bayar setiap bulannya.
Angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana
pembayaran dilakukan secara bertahap yaitu pada saat barang-barang
diserahkan kepada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama sebagai
bagian dari harga penjualan dan sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran.
Dan didalam penjualan angsuran barang-barang dagangan mempunyai
ketentuannya adalah seperti Pembayaran Uang Muka, yaitu pembayaran uang
muka yang dilaksanakan secara tunai yang jumlahnya sebesar persentase
tertentu dari harga jual barang atau sebesar jumlah rupiah yang telah
ditentukan. Yang kedua adalah Pembayaran Angsuran, yaitu pembayaran uang
tunai periodik sebagai pembayaran angsuran yang besarnya telah ditentukan
sebelumnya atau ditentukan besar kecilnya yang tergantung pada lamanya
jangka waktu angsuran. Induk yang dipinjam atau yang diinfestasikan atau kita
kenal dengan simbol p adalah sejumlah hutang kita pada proses pembelian
angsuran yang kita lakukan. Contohnya jika harga suatu traktor seharga Rp
14.200.000,00 dan kita melakukan pembelian dengan cara angsur dengan uang
muka yang harus dibayarkan sebesar Rp 5.000.000,00 maka induk yang
dipinjam atau diinvestasikan harga traktor dikurangi uang muka sehingga kita
memiliki induk yang dipinjam sebesar Rp 9.200.000,00. Tingkat bunga per
periode adalah biaya bunga yang harus dibayarkan setiap angsurannya atau
setiap bulannya. Tingkat bunga ini bisa berupa bunga flat yaitu bunga yang
sama sepanjang angsuran sedangkan bunga annuitas, bunga yang harus dibayar
berubah-ubah atau tidak tetap karena bunga periode dihitung berdasarkan
besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada
periode sebelumnya. Yang dimaksud dengan jumlah periode ( n ) adalah waktu
yang ditentukan untuk melunasi angsuran. Misalnya jika kita mengangsur
traktor selama 12 bulan, maka pada angsuran ke 12 atau bulan ke-12 harus
lunas terbayar, maka 12 bulan itulah yang dinamakan jumlah periode yang
dilibatkan untuk membayar hutang ( n ). Pada perhitungan bunga annuitas
terdapat X dan Y, dimana X adalah besarnya bunga berapa persen pada
angsuran sedangkan Y adalah hasil perhitungan atau data bisa dilihat dalam
tabel bunga sesuai dengan besar persen bunga.
Praktikum analisa suku bunga flat dan suku bunga annuitas ini
menghitung bepara besar bunga angsuran secara flat maupun annuitas pada
brosur harga traktor dan mencari berapa besar angsuran yang harus dibayarkan
tiap bulannya dengan cara flat. Untuk mencari bunga angsuran secara flat kita
menggunakan rumus dimana tingkat bunga per periode ( i ) adalah perkalian
biaya angsuran ( A ) dikurangi jumlah periode yang dilibatkan ( n ) kemudian
dikurangi induk yang dipinjam atau diinvestasikan ( p ) kemudian hasil
perhitungan tersebut dibagi dengan induk yang dipinjam atau diinvestasikan ( p
). Data pada brosur untuk biaya angsuran sebesar 1.795.000 rupiah, jumlah
peroide yang dilibatkan adalah 10 bulan, dan induk yang dipinjam atau
diinvestasikan sebesar 9.200.000 rupiah yaitu hasil dari harga traktor
14.200.000 rupiah dikurangi uang muka sebesar 5.000.000 rupiah. Setelah
melakukan perhitungan hasil dari bunga angsuran secara flat sebesar 95,1 %.
Jika kita analisa, bunga angsuran secara flat sangat besar bahkan hampir 100
%. Hal ini tetntunya sangat merugikan dan memberatkan konsumen jika
membeli secara angsuran dengan bunga flat yang harus dibayarkan. Dan untuk
angsuran tiap bulannya ( A ) kita dapat menghitung denga rumus perkalian
antara tingkat bunga per periode dikalikan induk yang dipinjam atau
diinvestasikan ( p ) kemudian hasil perkalian tersebut dibagi jumlah periode
yang dilibatkan ( n ). Setelah perhitungan dilakukan, hasil biaya angsuran tiap
bulannya sebesar 874.920 rupiah.
Kemudian kita membandingakan dengan melakukan perhitungan
dengan bunga secara annuitas. Untuk mencari tingkat bunga secara annuitas
kita dapat mencarinya dengan menggunakan rumus dimana angsuran ( A )
adalah perkalian antara induk yang dipinjam atau diinvestasikan ( P ) dengan (
A/P, i, n ). Jadi unutk menghitung tingkat bunga secara annuitas ( A/P, i, n )
atau ( Y ) adalah pembagian antara angsuran ( A ) dengan induk yang dipinjam
atau diinvestasikan ( P ). Hasil yang diperoleh sebesar 0,1951. Kemudian
mencari persen tingkat bunga pada tabel bunga yang disediakan dengan cara
mencari persen bunga diantara hasil ( Y ) yaitu antara bunga 12 % dan 15 %.
Bunga 12 % dinamakan X1 untuk bunga 15 % dinamakan X2. Kemudian
membaca hasil A/P pada bulan ke 10 di persen bunga 12 % dan 15 %. Setelah
itu mencatat hasilnya, untuk persen bunga 12 % sebesar 0,1770 dinamakan Y1,
untuk persen bunga 15 % sebesar 0,1993 dinamakan Y2. Setelah data yang
dibutuhkan terkumpul kita dapat menghitung tingkat bunga secara annuitas ( X
) dengan rumus diman X adalah X1 ditambah dengan hasil pengurangan antara
X2 dengan X1 kemudian dikalikan dengan hasil Y2 dikurangi Y dibagi dengan
Y2 dikurangi Y1. Setelah dilakukan perhitungan, hasilnya sebesar 12,56 %.
Jika kita analisa tingkat bunga annuitas lebih rendah dibandingakan dengan
tingkat bunga pada flat, sehingga suku bunga annuitas lebih baik dari pada
suku bunga flat.
Manfaat perhitungan suku bunga flat dan annuitas adalah kita dapat
mengetahui tingkat bunga apa yang sesuai dengan yang kita harapkan, dengan
mengerti perhitungan bunga tersebut kita mengetahui biaya yang harus kita
bayarkan dari pinjaman yang dilakukan, sehingga tidak merasa terbebani
terlalu besar dengan bunga yang diberikan. Dan juga ketika kita meminjam
uang di bank Perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan
besar kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar Debitur atas
kredit yang diterima dari bank. Pemahaman mengenai berbagai perhitungan
bunga akan membantu Debitur dalam membuat keputusan untuk mengambil
kredit yang paling menguntungkan sesuai dengan kemampuan keuangannya.
Keuntungan suku bunga tetap bagi Debitur adalah adanya kepastian besarnya
suku bunga yang harus dibayar setiap periodenya. Selain itu, apabila suku
bunga pasar mengalami kenaikan maka debitur diuntungkan karena adanya
selisih suku bunga tersebut. Sementara itu keuntungan suku bunga floating
bagi Debitur dapat terjadi apabila suku bunga pasar mengalami penurunan
sehingga besarnya bunga yang harus dibayar Debitur pada periode tersebut pun
menjadi lebih rendah daripada periode sebelumnya.
Konsep aplikasi perhitungan bunga angsuran adalah ketika mengajukan
permohonan kredit ke bank, kita perlu memahami cara bank menghitung bunga
kredit. Hal ini karena masing-masing bank memiliki metode perhitungan bunga
yang berbeda sehingga biaya bunga menjadi berbeda. Perhitungan bunga kredit
yang digunakan bank akan menentukan besar kecilnya angsuran pokok dan
bunga yang harus dibayar Debitur atas kredit yang diterima dari bank.
Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga akan membantu Debitur
dalam membuat keputusan untuk mengambil kredit yang paling
menguntungkan sesuai dengan kemampuan keuangannya.
Aplikasi Akuntansi ini, Aplikasi Perhitungan Bunga Angsuran
berfungsi untuk membantu melakukan perhitungan atas perhitungan angsuran
pembayaran atas pinjaman (kredit) dengan Kriteria dan tingkat suku bunga
tertentu. Aplikasi Perhitungan Bunga Angsuran ini merupakan jenis Aplikasi
Akuntansi yang tidak menggunakan database sehingga pada Aplikasi
Perhitungan Bunga Kredit dilengkapi fitur Export Hasil perhitungan angsuran
ke tabel/file Excel. Fungsi dan tanpilan pada Aplikasi Perhitungan Bunga
Angsuran ini terbagi menjadi 3 bagian (Tab) Utama, yaitu : Tab Perhitungan
Bunga Angsuran (Flat Rate) Tab Perhitungan Bunga Angsuran (Efektif Rate)
Tab Perhitungan Bunga Angsuran (Anuitas Rate), beberapa cara yang
digunakan oleh bank dalam menghitung bunga antara lain: Flat Rate
Perhitungan bunga didasarkan pada plafond kredit dan besarnya bunga yang
dibebankan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan jangka waktu
kredit. Dengan cara ini, jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit setiap
bulan sama besarnya. Efektif (Sliding Rate) Perhitungan bunga dilakukan
setiap akhir periode pembayaran angsuran. Pada perhitungan ini, bunga kredit
dihitung dari saldo akhir setiap bulannya (baki debet) sehingga bunga yang
dibayar debitur setiap bulannya semakin menurun. Dengan demikian, jumlah
angsuran yang dibayar debitur setiap bulannya akan semakin mengecil. Anuitas
Jumlah angsuran bulanan yang dibayar debitur tidak berubah selama jangka
waktu kredit. Namun demikian komposisi besarnya angsuran pokok maupun
angsuran bunga setiap bulannya akan berubah dimana angsuran bunga akan
semakin mengecil sedangkan angsuran pokok akan semakin membesar.
Pada Aplikasi Akuntansi ini, analisa data angsuran berdasarkan nilai
pinjaman (kredit), Jangka waktu pembayaran dan tingkat suku bunga. Hasil
analisa Aplikasi Akuntansi ini terbagi dalam bentuk tabel angsuran, total
angsuran dan total bunga angsuran. Fungsi utama Aplikasi Perhitungan Bunga
Angsuran ditujukan untuk dapat membantu user dalam mengambil keputusan
pinjaman (kredit) dari beberapa kriteria tingkat suku bunga dan periode
pembayaran yang berlaku.
Pada brosur yang kita analisa ini merupakan brosur dari harga chas dan
harga angsuran pembelian traktor. Traktor yang kita analisa adalah traktor jenis
Impala RD 65 T. Harga traktor secara chas atau tidak melalui angsuran adalah
sebesar 14.200.000 rupiah. Jika dilakukan dengan angsuran, kita diwajibkan
untuk membayar uang muka ( DP ), uang muka yang ditawarkan bervariasi
dari yang terkecil sebesar 5.000.000 rupiah hingga yang terbesar adalah sebesar
7.000.000 rupiah. Namun analisa yang kami lakukan mengambil uang muka
sebesar 5.000.000 rupiah. Cara pembayaran angsuran pun bervarisi dari yang
paling kecil yaitu pembayaran dilakukan 3 bulan sekali, 4 bulan sekali, dan 6
bulan sekali. Analisa yang kita ambil adalah yang pembayaran dilakukan 3
bulan sekali dan jumlah periode yang dilibatkan adalah 10 bulan. Dengan
pengambilan periode 10 bulan, kita diwajibkan mengangsur 1.795.000 rupiah
per periodenya.
















BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pola suku bunga flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang
besarannya mengacu pada pokok hutang awal dan suku bunga annuitas
adalah jumlah angsuran yang kita bayar kepada pihak pemberi kredit tidak
berubah selama jangka waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, tetapi
walaupun komposisi besarnya angsuran pokok dengan angsuran bunga
akan berbeda setiap bulannya.
2. Kelebihan suku bunga flat bagi Debitur adalah jumlah pembayaran pokok
dan bunga kredit setiap bulan sama besarnya, adanya kepastian besarnya
suku bunga yang harus dibayar setiap periodenya. Selain itu, apabila suku
bunga pasar mengalami kenaikan maka debitur diuntungkan karena adanya
selisih suku bunga tersebut, sementara itu keuntungan suku bunga annuitas
bagi Debitur adalah jumlah angsuran bulanan yang dibayar debitur tidak
berubah selama jangka waktu kredit, swelain itu juga dapat terjadi apabila
suku bunga pasar mengalami penurunan sehingga besarnya bunga yang
harus dibayar Debitur pada periode tersebut pun menjadi lebih rendah
daripada periode sebelumnya, kelemahan Suku bunga flat apabila suku
bunga pasar berada dibawah suku bunga tetap maka suku bunga kredit
menjadi lebih mahal, sementara Suku bunga annuitas apabila suku bunga
pasar mengalami kenaikan maka suku bunga kredit akan ikut naik.
3. Cara kreditur dalam menentukan pola penerapan suku bunga ada dua cara
yaitu, cara flat dengan rumus i = ( A x n ) P hasil dari perhitungan flat
P
ini sebesar 95,1 %, sedangkan cara annuitas dengan rumus A = P (A/P , i,
n), P ( A/P , i, n ) = A/P , X = X1 + ( X2 X1 ) Y2 Y hasil dari perhi-
Y2-Y1
tungan annuitas ini sebesar 12,56 % .
4. pola pengembalian pinjaman dari beberapa kreditur atau banka adalah Flat
Rate Perhitungan bunga didasarkan pada plafond kredit dan besarnya
bunga yang dibebankan dialokasikan secara proporsional sesuai dengan
jangka waktu kredit, dengan cara ini, jumlah pembayaran pokok dan bunga
kredit setiap bulan sama besarnya, Efektif (Sliding Rate) Perhitungan
bunga dilakukan setiap akhir periode pembayaran angsuran, Pada
perhitungan ini, bunga kredit dihitung dari saldo akhir setiap bulannya
(baki debet) sehingga bunga yang dibayar debitur setiap bulannya semakin
menurun, dengan demikian, jumlah angsuran yang dibayar debitur setiap
bulannya akan semakin mengecil.
B. Saran
1. Diharapkan praktikum dimulai tepat waktu
2. Coass dalam memberi penjelasan harap lebih baik.
3. Jalannya praktikum harap lebih diperhatikan agar lebih efektif.
4. Pembagian kerja praktikan lebih diperhatikan agar dapat merata dan adil.
5. Diharapkan lebih bisa memahami apa yang dipraktikumkan














DAFTAR PUSTAKA

Ahmad. 2006. Aplikasi Exel dalam Pengambilan Keputusan Memilih Kredit. PT
Elex Media Komputindo. Jakarta

Dinar, Muamar. 2008. Tingkat Bunga Pinjaman. Http ://kyantonius.com/at-
work/tingkat-bunga-pinjaman/ diakses pada hari Minggu tanggal 06 Mei
2012, pukul 13.00 WIB

Fuad, Muhammad. 2001. Ekonomi Teknik Jilid I. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta

Hardiwijaya. 1990. Ekonomika dan Bisnis . PT. Rajawali Sejati. Jakarta

Loan. 1992. Engineering Economics. Homewood Illionis. London

Rocha, Roberto. 2005. Developing Annuitas Market. The World Bank. America
















LAPORAN PRAKTIKUM
EKONOMI TEKNIK
ACARA I
ANALISA SUKU BUNGA FLAT DAN ANNUITAS BEBERAPA
POLA PINJAMAN

Disusun oleh :
Nama Mahasiswa : Refianty Amalia Fajjrin
NIM : 11/321500/DTP/00729
Kelompok / Shift : E1 / 2
Hari, tanggal : Kamis, 4 Mei 2012
Asisten : Resti Isma Astuti


LABORATORIUM MANAJEMEN SISTEM INFORMASI
PROGRAM DIPLOMA III AGROINDUSTRI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012