Anda di halaman 1dari 51

PENYEBARAN INFEKSI BAKTERI

ANAEROB
PADA DAERAH KEPALA-LEHER

Yani Corvianindya Rahayu
Bagian Biologi Oral
ANAEROBIC ORAL BACTERIA

Bakteri normal rongga mulut anaerob >>
31 generasi bakteri 245 spesies
Mikroflora rongga mulut & sal pernafasan atas
>> sulkus gingiva 1,8 X 1011 anaerob
Fusobacterium, Bacteroides, Porphyromonas,
Prevotella, Actinomyces, Gram + cocci
KARAKTERISTIK BAKTERI ANAEROB

life without air (oxygen <)
membutuhkan hemin, vit K, darah & CO2
produksi enzim litik kolagenase
Kapsul polisakarida hambat fagositosis &
potensi pembentukan abses
Cell envelop mengandung toksin
Plak supragingiva, lesi periodontal, abses dental,
pulpa nekrotik, permukaan gigi, saliva, tonsil
INFEKSI ANAEROB

ok surgery, trauma, penyakit
Commonly disease dental infection, gas
gangrene, tetanus
Karakteristik infeksi pembentukan
abses, foul-smelling pus, destruksi
jaringan
Jaringan yg rusak (nekrosis) + suplai
darah oksigen <
bakteri anaerob
DENTAL INFECTIONS

Patologi
melalui patogen ekstra oral
perubahan keseimbangan mikroflora
pulpa yang terinfeksi bakteri

Types of Dental Infections

Localized
(acute periodontal abscess,
periimplantitis)
Spreading
(early cellulitis, deep space infection)
Life-threatening
(fasciitis, Ludwig's angina).

Anaerobic Bacteria

Gram-positive cocci Peptostreptococcus
spp Peptostreptococcus micros
Gram-negative bacilli Veillonella spp
Gram-positive bacilli Actinomyces spp Eubacterium
spp Propionibacterium spp Lactobacillus spp.
Spirochetes Treponema denticola Treponema
sokranskii
Gram-negative bacilli Prevotella spp Prevotella
intermedia Prevotella nigrescens Porphyromonas
spp Porphyromonas gingivalis Bacteroides
spp Bacteroides forsythus Fusobacterium
spp Fusobacterium nucleatum Selenomonas
sputigena
Faktor virulensi bakteri Oral
Anaerobic
Produksi enzim beta-lactamase
Mempunyai kapsul yang berfungsi
menghambat fagositosis
Produksi enzim potensial & produk metabolit :
Succinic acid (hambat migrasi PMN)
Superoxide dismutase
Catalase
Immunoglobulin proteases
Faktor pemicu koagulasi & faktor
penyebaran (hyaluronidase, collagenase,
and fibrinolysin)
Faktor adherence

KARAKTERISTIK INFEKSI ORODENTAL

Pus-production infection
terjadi pada gigi & jar pendukungnya
apeks gigi nekrotik
poket periodontal (periodontal disease)
gigi karies
tergantung interaksi dari :
virulensi kuman penyebab
mekanisme pertahanan host (sistemik / lokal)
anatomi regio yg terlibat
infeksi yg dihasilkan berupa :
abses disekitar gigi penyebab
selulitis yg menyebar sepanjang fascial planes
gabungan keduanya

1. INFEKSI ENDODENTAL

bakteri >> pada gigi nonvital
komplikasi pd Tx sal akar
Karies / fraktur bakteri masuk pulpa
mell tubulus dentin, limfatik, kanal lat,
bakteremia
Setelah kolonisasi menyebar ke jar.
Periapikal/ sal akar
2. ABSES DENTAL
Bakteri masuk lekosit migrasi ke fokus
infeksi Trombosis pembuluh darah
pembentukan dinding fibrinous Supurasi

a. Abses Gingival
Bakteri masuk gingiva mell mukosa yg
rusak ( ok trauma mekanis makanan tajam,
sikat / tusuk gigi / Tx dental
b. Abses Periodontal
Ok Eksaserbasi akut periodontitis kronis
Mikroflora di sulkus ggv / poket periodontal
melewati epitel sulkus ggv masuk jaringan

c. Abses Periapikal
paling sering dijumpai
bakteri dari pulpa terinfeksi ke jar periapikal
mell for apikal/ fraktur/perforasi
abses dpt membentuk traktus fustulous ke
dalam oral cavity / sulkus gingiva/poket
periodontal
3. PERIODONTAL DISEASE
gingivitis
periodontitis

4. DENTAL CARIES
ok interaksi mikroflora plak gigi diet (KH)
KH dimetabolisme bakteri untuk energi
produksi asam organik (laktat,formiat, asetat,
suksinat) & fermentasi gula demineralisasi
enamel
5. SPACE INFECTIONS

Pada kepala-leher berkembang dari
diseminasi mikroflora sal pernafasan atas
ke space potensial yg terbentuk oleh
fascial plane kepala-leher
a. Cervicofacial actinomycosis

inflamasi melibatkan wajah, leher/rongga
mulut
indurasi ekstrem jaringan
mudah menyebar
sampel diambil dari plak gigi, serviks
gingiva,poket, tonsil, saliva
A. israelli flora normal RM yg menjadi
patogen krn kerusakan barier mukosa
(pencabutan gigi M3, surgery, trauma
Melibatkan ramus mandibula, sudut rahang /
submandibula
b. Ludwigs Angina

selulitis dgn indurasi dasar mulut
cepat menyebar
infeksi bilateral
melibatkan space submaksila &
sublingual space meluas dari dasar
mulut ke perlekatan muskular & fascial
tulang hyoid, faring, tonsil, space
mandibula
c. Pharyngeal Space Infections

Abses faring, peritonsilar & retrofaring
Ok komplikasi infeksi sal pernafasan atas
( faringitis, tonsilitis)
Klinis : disfagia, infeksi tenggorokan,
pembengkakan lokal faring
Meluas melibatkan lain spt mastoiditis,
periodontitis, infeksi molar, septicaemia
d. Perimaksila & Perimandibula
Space Infections

portal of entry : infeksi gigi, prosedur
perawatan
melibatkan jar periodontal, menyebar
mell periosteal ke sepanjang mandibula
masa disekitar rahang bawah,
submandibula, nasolabial, mandibular
ridge
e. Mid-Cervical Space Infections

daerah tengah leher cervical fascia,
visceral anterior (esofagus, laring, kelj
tiroid, trachea), carotid sheath( a.carotid,
v.jugularis int, n.vagus)
portal of entry skin selulitis,
limfadenitis
masa inflamasi pada leher, belakang
m.sternocleidomastoid,demam,
septicaemia
f. Suppurative Thrombophlebitis

Vena jugularis interna
anaerobic septicaemia pada jalur
pernafasan atas
predisposisi infeksi molar, abses
periapikal, tonsilitis, faringitis,
mastoiditis, ANUG
Bacteriology and Portal of entry for Space
Infections of lower head & neck
LOKASI SPACE Common portal
of entry
Bacteriology
Mandibula
Mentalis
Buccalis
Submandibular
Sublingual
Masticator
Mandibular
parotid
Gigi anterior bwh
M2, M3 atas
M1, M2 bawah
P bawah
M3
P, M1, M2
Ductus stensen
Oral anaerobes
Oa
Oa
Oa
Oa
Oa
Staph. aureus
Rahang Atas
Canine Gigi anterior, P Oral anaerobes
Posterior
faring
Peritonsilar
Retrofaringeal
Faringomaksilari
Faring
Faring
Faring, mastoiditis, M
Strep. pyogenes
Leher
Superfisial
Visceral anterior

Carotid sheath
Kulit
Faring, trauma pd
esofagus/ laring
Perluasan infeksi DCF
Staph. aureus
Oa

Strep. pyogenes, Oa
DIAGNOSIS
1. Lokasi dan sifat Infeksi
daerah kepala-leher
biasanya kronis
2. Foul-smelling discharge
characteristic odor
berasal dari hasil metabolisme bakteri
3. Pembentukan gas
bakteri memproduksi gas pada daerah infeksi
terdeteksi mell palpasi / x-ray, irigasi H2O2
4. Pembentukan abses / jar nekrotik
5. gram stain of exudates
infeksi polimikrobial
6. Blood tests
7. X-rays deteksi internal infections

TREATMENT

bebaskan jalan nafas
jalan keluar untuk cairan
pada odontogenic infections
endodontic treatment / extraksi
insisi & drainase jar nekrotik / space yg
terlibat
antibiotik selektif

ABSES DENTOALVEOLAR
penyebaran infeksi dari lesi karies dentin
bakteri mencapai pulpa melalui tubulus dentin
Respon pulpa
inflamasi akut : nekrosis
inflamasi kronis : abses dentoalveolar
mikroorganisme mencapai pulpa melalui :
tubulus dentin
gigi fraktur
trauma karena dental Tx (iatrogenik)
membran periodontal & sal akar tambahan
bakteremia (mis. pencabutan gigi)
PENYEBARAN INFEKSI
Direct spread

Pada jaringan lunak superfisial :
terlokalisir sebagai abses
meluas mell mukosa oral ke rongga mulut / wajah
meluas menjadi selulitis
Pada space fascial yg berdekatan melalui
path of least resistance
tergantung anatomi asal abses
menyebar cepat & terletak jauh dari abses awal
dpt menyebabkan gangguan pernafasan (ok odema
mis. pd Ludwigs angina)
Pada space medula tulang alveolar
osteomielitis rahang

Indirect spread

1. Jalur limfatik
ke daerah kepala-leher
(submental, submandibula, deep
cervical,parotid & occipital)
kelenjar yg terlibat : kemerahan, bengkak,
sakit, supuratif
perlu drainase
2. Jalur hematogen
menuju organ lain spt otak (jarang terjadi)
Tanda & gejala klinis tergantung
pada :

site of infection
derajat & pola penyebaran
virulensi mikroorganisme penyebab
daya tahan tubuh host
MIKROBIOLOGI
Abses Dentoalveolar
Isolasi bakteri dari abses dentoalveolar :
Fakultative anaerobs
Streptococcus milleri
Streptococcus sanguis
Actinomyces
Obligate anaerobs
Peptostreptococcus sp
Porphyromonas gingivalis
Prevotela intermedia
Prevotella melaninogenica
Fusobacterium nucleatum
LUDWIGS ANGINA

Suatu penyebaran infeksi dentoalveolar abses
yang melibatkan bilateral space sublingual &
submandibula
ETIOLOGI
90% krn infeksi pasca-pencabutan gigi
Sialadenitis submandibula
Fraktur mandibula
Trauma jar lunak mukosa oral
penyebaran dari abses atau selulitis pada space
fascial
GAMBARAN KLINIS

Infeksi pada space sublingual & submandibula
mencapai dasar mulut & lidah pembesaran
jaringan daerah anterior leher
Komplikasi yg terjadi :
obstruksi jalan nafas ok odema glottis /
pembengkakan lidah shg bloking nasofaring
penyebaran infeksi ke masticator & pharyngeal
space
penanganan tdk adekuat kematian

MAXILLOFACIAL
INFECTIONS


Penyebaran infeksi anaerob rongga
mulut pada daerah kepala-leher
Penyebab 1/3 kematian di dunia

ASPEK MIKROBIOLOGI

Kultur bakteri anaerob perlu tehnik khusus
Pertumbuhan bakteri terjadi ok :
sinergisme antar bakteri
konsumsi O2 oleh aerob kadar O2
PATOGENESA tergantung pada :
konsentrasi / jumlah kuman
faktor virulensi
pertahanan tubuh
Bila keseimbangan berubah DISEASE

ASPEK ANATOMI

infeksi terjadi pada jalur resistensi rendah
Penyebaran tergantung pada :
Posisi geligi yg terlibat
Anatomi tulang / rahang
Perlekatan otot & jar lunak
Fascial layers
Infeksi terjadi pada daerah spesifik SPACE
Space juga berguna menghambat penyebaran

ETIOLOGI

spread from tonsillar and pharyngeal
infections
odontogenic sources
surgical infections
poor dental hygiene

PATOFISIOLOGI

Penyebaran infeksi dari rongga mulut,
wajah,space superficial neck ke space
deep neck space melalui sistem limfatik
Lymphadenopathy supurasi &
pembentukan abses
Jalur penghubung antara space-space
Direct infection trauma.

Tanda Klinis

Pain
Dental procedures
Infeksi pernafasan bagian atas (ISPA)
Trauma pada leher / oral cavity
Gangguan pernafasan
Dysphagia
Imunosupresi


BAGIAN-BAGIAN SPACE MAXILLOFACIAL
1. SPACE FASCIAL

dikelilingi oleh fascial layers
bukan true space infeksi & respon
kimiawi tubuh dapat menyebar
KEPALA terdiri atas :
neurocranium (otak)
viscerocranium (orbita, fossa temporal,
infra-temporal, sinus nasal-
paranasal,rahang)

LEHER terdiri dari :
anterior (visceral) fungsi aerodigestif
posterior (somatic) kolum vertebra &
musculature

Regio Maksilofasial
Melibatkan viscerocranium & visceral neck
2. CERVICAL FASCIA

SUPERFICIAL CERVICAL FASCIA
tdd otot2 intrinsik wajah & leher ( inervasi
oleh N VII)
infeksi yg sering tjd selulitis, foliculitis.
karbunkel, furunkel
Selulitis peradangan jar konektif dgn
eksudasi yg menyebar sepanjang fascial
layers Abses & ulserasi

DEEP CERVICAL FASCIA (DCF)

tdd otot, viscera & neurovaskular
sbg sistem lubrikasi muskuloskeletal
terbagi 3 bagian :
Deep sekeliling post leher
Middle ant. leher (laring, pretiroid,
pretrakheal, bukofaring, otot2)
Superficial mengelilingi deep & middle
A. Superfisial layers of DCF

mengelilingi seluruh leher
perlekatan tulang ( proc. zygomatik,
inf. mandib. proc. hyoid & spinosus)
2 otot : SCM & trapezius
2 space : suprastenal & post neck triangle
2 gland : parotid & submandibular

B. Middle layers of DCF
sekitar faring, esofagus, laring, trakhea, kelj.
tiroid & paratiroid
penyebaran infeksi dpt melibatkan toraks

C. Deep layers of DCF
posterior leher
penyebaran melibatkan thoracoabdomen
Carotid sheath
tdd a. carotid, v.jugularis int, n.vague
infeksi : mediastinitis, empyema, pericarditis
3. SUBMANDIBULAR SPACE

Mandibula, mylohioid
Digastric ant & post
Kelj. Submandibula, a.lingualis, limfatik
Potensial tempat infeksi odontogen, kelj
submandibula
Akibat disfagia, pain, swelling

4. SUBLINGUAL SPACE
mukosa sublingual, inf.mylohiod, lingual sudut
mandib, genioglossus
kelj sublingual, n.lingualis, ductus wharton,
n.hypoglossal
Infeksi dysfagia, pain, swelling dasar mulut,
displacement lidah

5. SUBMENTAL SPACE
Sup. Mylohiod ant. lingual & lat.med,
mandible, post hyoid
6. SUBMASSETERIC SPACE
Zygomatic, mandibula, parotid, masseter
Infeksi trismus, melibatkan fossa
infratemporal

7. PTRERYGOMANDIBULAR SPACE
Infeksi menyebabkan trismus
Melibatkan space lateral faringeal

8. INFRATEMPORAL SPACE

tuberositas maksilaris, kondili mandibula,
proc. Koronoideus
a.maksilaris, v.plexus pterygoid
berhubungan dg space submaseterik &
pterigo-mandibular
infeksi melibatkan displacement M3 RA

9. BUCCAL SPACE
tdd arteri, vena, & nervus fasialis, ductus
Stenson, buccal fat
Buccal fat pad tmp penyebaran infeksi dari
space bukal ke lateral faringeal

10. CANINE SPACE
tdd arteri, & vena angularis, for.infraorbital
sbg jalur komunikasi ke sinuskavernosus mell
vena ophtalmic
Infeksi sinusitis cavernosus, abses otak

11. LATERAL PHARYNGEAL SPACE
manifestasi infeksi berupa trismus, demam,
indurasi sudut mandibula
bila regio post terlibat sepsis, dyspnea,
hearing loss

12. RETROPHARYNGEAL SPACE
daerah infeksi telinga pada anak-anak
gejala : sore throat, neck pain,dyspnea

Pemeriksaan Lab

Pemeriksaan darah (blood cell count, clotting
profile, blood culture )
Kultur abses dg pengecatan Gram

Kultur
Untuk terapi dengan antimikroba
Meliputi kultur : neck, abscess fluid, and
blood.


Pemeriksaan Radiografi

Lateral neck radiography
Deteksi akumulasi cairan & tingkat erosi
vertebra
Mandible series
Radiografi M2 / M3 bawah access to the
submandibular space.
CT scanning
evaluation of deep neck infections.
Ultrasound
membedakan phlegmon and abscess





TERIMA KASIH