Anda di halaman 1dari 9

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH

NOMOR 4 TAHUN 2006


TENTANG
RETRIBUSI PRAKTEK FARMASIS / APOTEKER
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PRABUMULIH
Menimbang
Mengingat
:
:
a. bahwa dalam rangka meningkatkan PAD dan dalam upaya menunjang
pelayanan dan pembangunan kesehatan masyarakat maka terhadap
Farmasis/Apoteker yang akan praktek perlu dikenakan retribusi;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, perlu ditetapkan Peraturan
Daerah tentang etribusi Praktek Farmasis / Apoteker;
!. "ndang#"ndang $omor %& 'ahun !((% tentang )esehatan *+embaran $egara
epublik ,ndonesia 'ahun !((% $omor !--, 'ambahan +embaran $egara
$omor &.(/0;
%. "ndang#"ndang $omor !1 'ahun !((2 tentang Pajak Daerah dan etribusi
Daerah *+embaran $egara epublik ,ndonesia 'ahun !((2 $omor .!,
'ambahan +embaran $egara $omor &31/0 sebagaimana telah dirubah dengan
"ndang#"ndang $omor &. 'ahun %--- *+embaran $egara epublik ,ndonesia
'ahun %--- $omor %.3, 'ambahan +embaran $egara $omor .-.10;
&. "ndang#"ndang $omor 1 'ahun !((( tentang Perlindungan )onsumen
*+embaran $egara epublik ,ndonesia 'ahun !((( $omor .%, 'ambahan
+embaran $egara $omor &1%!0;
.. "ndang#"ndang $omor 3 'ahun %--! tentang Pembentukan )ota Prabumulih
*+embaran $egara epublik ,ndonesia 'ahun %--! $omor 13, 'ambahan
+embaran $egara $omor .!!&0;
/. "ndang#"ndang $omor !- 'ahun %--. tentang
Pembentukkan Peraturan Perundang#undangan *+embaran $egara epublik
,ndonesia 'ahun %--. $omor /&, 'ambahan +embaran $egara $omor .&1(0;
3. "ndang#"ndang $omor &% 'ahun %--. tentang Pemerintahan Daerah
*+embaran $egara epublik ,ndonesia 'ahun %--. $omor !%/, 'ambahan
+embaran $egara $omor ..&20;
2. "ndang#"ndang $omor && 'ahun %--. tentang Perimbangan )euangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah *+embaran $egara epublik
,ndonesia 'ahun %--. $omor !%3, 'ambahan +embaran $egara $omor
..&10;
1. Peraturan Pemerintah $omor &% 'ahun !((3, tentang 'enaga )esehatan
*+embaran $egara epublik ,ndonesia 'ahun !((3 $omor .(, 'ambahan
+embaran $egara $omor &3&20;
(. Peraturan Pemerintah $omor %/ 'ahun %--- tentang )ewenangan Pemerintah
dan )ewenangan Propinsi sebagai Daerah 4tonom *+embaran $egara
epublik ,ndonesia 'ahun %--- $omor /., 'ambahan +embaran $egara
$omor &(/%0;
!-. Peraturan Pemerintah $omor 33 'ahun %--! tentang etribusi Daerah
*+embaran $egara epublik ,ndonesia 'ahun %--! $omor !!(, 'ambahan
+embaran $egara $omor .!&(0.
!!. Peraturan Daerah )ota Prabumulih $omor &- 'ahun %--& tentang
Pembentukan 4rganisasi Dan 'ata )erja Dinas Daerah )ota Prabumulih
* +embaran Daerah )ota Prabumulih 'ahun %--& $omor .%0;
Menetapkan
:
Dengan Persetujuan 5ersama
D67A$ P67A),+A$ A)8A' DA6A9 )4'A PA5"M"+,9
dan
7A+,)4'A PA5"M"+,9
M6M"'":)A$ :
P6A'"A$ DA6A9 '6$'A$; 6',5":, PA)'6) FAMA:,: /
AP4'6)6
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang di maksud dengan :
!. Daerah adalah Daerah )ota Prabumulih.
%. Pemerintah )ota adalah Pemerintah )ota Prabumulih.
&. 7alikota adalah 7alikota Prabumulih.
.. 7akil 7alikota adalah 7akil 7alikota Prabumulih
/. Dewan Perwakilan akyat Daerah yang selanjutnya disebut DPD adalah
Dewan Perwakilan akyat Daerah )ota Prabumulih.
3. Dinas )esehatan adalah Dinas )esehatan )ota Prabumulih.
2. )epala Dinas adalah )epala Dinas )esehatan )ota Prabumulih.
1. Farmasis adalah :arjana Farmasis yang telah lulus pendidikan tinggi
ke<armasian di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah
epublik ,ndonesia dan telah mengu=apkan sumpah <armasi.
(. :urat Penugasan *:P0 adalah surat yang diberikan oleh Departemen
)esehatan atau :erti<ikat egistrasi )onsil Farmasi.
!-. :urat ,>in Praktek Farmasis adalah :urat ,>in yang diberikan oleh 7alikota
melalui Dinas )esehatan kepada <armasis untuk melaksanakan praktek
pengabdian proses.
!!. Masa 5akti adalah masa pengabdian pro<esi <armasis dalam menjalankan
tugas yang diberikan oleh pemerintah pada suatu sarana pelayanan kesehatan,
pendidikan dan penelitian.
!%. Program )esehatan adalah suatu kegiatan pembangunan kesehatan yang
bersi<at menyeluruh, meliputi penggunaan berbagai sumber yang terintegrasi
dilaksanakan se=ara berkesinambungan dengan penjadwalan waktu yang jelas
guna men=apai tujuan.
!&. Apotek adalah suatu tempat tertentu untuk melakukan pekerjaan ke<armasian
dan penyaluran perbekalan <armasi kepada masyarakat.
!.. etribusi Praktek Farmasis yang selanjutnya disebut etribusi adalah biaya
yang dipungut atas Pemberian ,>in Praktek Farmasis.
!/. 7ajib etribusi adalah orang pribadi yang menurut Peraturan Perundang ?
undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi.
!3. Masa etribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan batas
waktu bagi wajib retribusi untuk meman<aatkan tempat khusus retribusi.
!2. :urat )etetapan etribusi Daerah, yang selanjutnya dapat disingkat :)D,
adalah :urat )eputusan yang menentukan besarnya jumlah retribusi yang
terhutang.
%
!1. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk men=ari, mengumpulkan dan
mengelola data atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan kepatuhan
pemenuhan kewajiban retribusi daerah berdasarkan Peraturan Perundang?
undangan etribusi Daerah.
!(. Penyelidikan 'indak Pidana di 5idang etribusi Daerah adalah serangkaian
kegiatan tindakan yang dilakukan oleh Penyelidik Pengawal $egeri :ipil
yang selanjutnya disebut penyidik untuk men=ari serta mengumpulkan bukti,
dengan bukti itu membuat terang tindak pidana dibidang retribusi daerah yang
terjadi serta menemukan tersangka.
BAB II
PERIZINAN
Pasal %
*!0 Farmasis / Apoteker yang akan melaksanakan pekerjaan ke<armasian wajib
memiliki :urat ,>in Praktek dari 7alikota melalui Dinas )esehatan.
*%0 :urat ,>in Praktek Farmasis/Apoteker *:,PF0 di peroleh dengan mengajukan
permohonan kepada 7alikota melalui )epala Dinas )esehatan dengan
melampirkan :
a. Foto =opy )artu 'anda Penduduk *)'P0 Pemohon;
b. :alinan atau <oto=opy ,jasah dan +apa> :umpah Farmasis/Apoteker,.
yang dilegalisir oleh pimpinan sekolah;
=. :urat )eterangan :ehat dan tidak buta warna;
d. Pas<oto ukuran .@3 sebanyak & *tiga0 lembar;
e. Melampirkan da<tar nama?nama <armasis pimpinan sekolahnya.
<. Membayar peri>inan sesuai ketentuan yang berlaku
*&0 :,PF berlaku untuk jangka waktu / * lima 0 tahun dan dapat diperbaiki dengan
mengajukan permohonan baru
BAB III
SANKSI ADMINISTRASI
Pasal
*!0 7alikota melalui Dinas )esehatan dalam melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap <armasis/Apoteker yang bekerja dalam daerah
berkoordinasi dengan organisasi pro<esi dan se=ara periodik sekurang?
kurangnya setiap tahun mengadakan pertemuan ! *satu0 kali.
*%0 7alikota melalui Dinas )esehatan dan organisasi pro<esi sebagai mana
dimaksud ayat *!0 dapat memberikan peringatan lisan atau tertulis kepada
<armasis/apoteker yang melakukan pelanggaran.
*&0 Farmasis/Apoteker yang telah & *tiga0 kali diberi peringatan dan tidak
menunjukan adanya perbaikan, maka dengan 5erita A=ara Pemeriksaan
7alikota melalui Dinas )esehatan berwenang mengambil tindakan sanksi
berupa Pen=abutan :urat ,>in Praktek tersebut.
*.0 Apabila teguran atau peringatan se=ara sebagaimana dimaksud ayat *&0
tidak diindahkan, 7alikota melalui )epala Dinas )esehatan berwenang
mengambil tindakan sanksi berupa Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasis /
Apoteker *:,PF0.
&
Pasal 4
)lasi<ikasi :anksi Administrasi berupa Pen=abutan :urat ,>in Praktek
Farmsis/Apoteker adalah sebagai berikut :
a. "ntuk pelanggaran ringan, Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasisnya
selama?lamanya & *tiga0 bulan.
b. "ntuk pelanggaran sedang, Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasisnya
selama?lamanya 3 *enam0 bulan.
=. "ntuk pelanggaran berat, Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasisnya
selama?lamanya ! *satu0 tahun.
Pasal !
*!0 :etiap Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasis ditetapkan, 7alikota
melalui Dinas )esehatan terlebih dahulu memperhatikan pertimbangan dari
Majelis Pembinaan 6tika Farmasis / Apoteker Daerah :umatera :elatan dan
)ota.
*%0 Pertimbangan sebagaimana dimaksud ayat *!0 disampaikan ke Dinas
)esehatan dengan dilampirkan 5erita A=ara Pemeriksaan.
Pasal 6
*!0 )eputusan Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasis/Apoteker *:,PF0
disampaikan kepada <armasis /apoteker yang bersangkutan dalam waktu
selambat?lambatnya !. *empat belas0 hari sejak diterima pertimbangan dari
Majelis Pembinaan 6tika Farmasis Daerah *MP6FD0 :umatera :elatan atau
)ota.
*%0 )eputusan sebagaimana dimaksud ayat *!0 disebutkan lamanya jangka waktu
Pen=abutan :urat ,>in Praktek Farmasis / Apoteker *:,PF0.
*&0 8ang bersangkutan dapat mengajukan keberatan kepada 7alikota
melalui Dinas )esehatan dalam waktu !. *empat belas0 hari setelah )eputusan
diterima.
Pasal "
*!07alikota melalui Dinas )esehatan melaporkan setiap Pen=abutan :urat ,>in
Praktek Farmasis *:,PF0 kepada Menteri )esehatan dengan tembusan ke Dinas
Propinsi :umatera :elatan dan 5PD ,katan :arjana Farmasi ,ndonesia
:umatera :elatan dan )ota.
*%0 +aporan sebagaimana dimaksud ayat *!0 dilampiri dengan 5erita A=ara
Pemeriksaan.
BAB I#
PENYELENGGARAAN PRAKTEK FARMASIS / APOTEKER
Pasal $
*!0 Farmasis/Apoteker selama menjalankan tugas pro<esinya wajib mentaati semua
ketentuan Peraturan Perundang?undangan yang berlaku dan kebijakan yang
ditetapkan oleh 7alikota.
*%0 Farmasis/Apoteker selama menjalankan tugas pro<esinya wajib
meningkatkan pengetahuan pro<esinya.
.
BAB #
LARANGAN
Pasal %
Farmasis / Apoteker dilarang:
a. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan )ode 6tik Farmasis.
b. Menjalankan pro<esinya di luar tempat yang ter=antum dalam :urat ,>in Praktek
Farmasis *:,PF0.
BAB #I
NAMA OBYEK DAN SUBYEK RETRIBUSI
Pasal 10
Dengan nama etribusi Praktek Farmasis/Apoteker dipungut retribusi sebagai
pembayaran atas pelayanan pemberian i>in Praktek Farmasis/Apoteker.
Pasal 11
4byek etribusi adalah pelayanan pemberian i>in Praktek Farmasis/Apoteker
Pasal 12
:ubyek etribusi adalah orang pribadi atau badan yang melaksanakan kegiatan
Praktek Farmasis/Apoteker
BAB #II
GOLONGAN RETRIBUSI
Pasal 1
etribusi penyelenggaraan Praktek Farmasis/Apoteker digolongkan sebagai
retribusi Peri>inan tertentu
BAB #III
&ARA MENGUKUR TINGKAT PENGGUNAAN 'ASA
Pasal 14
'ingkat penggunaan jasa dihitung berdasarkan pelayanan yang diberikan.
BAB I(
PRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN STRUKTUR DAN
BESARNYA TARIF RETRIBUSI
Pasal 1!
Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya 'ari< etribusi
didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya
penyelengaraan pemberian i>in yang bersangkutan.
/
BAB (
STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI
Pasal 16
5esarnya 'ari< etribusi yang dikenakan atas pemberian :urat ,>in Praktek
Farmasis /Apoteker *:,PF0 adalah sebesar p. !--.---,# *seratus ribu rupiah0.
BAB (I
MASA RETRIBUSI DAN SAAT RETRIBUSI TERHUTANG
Pasal 1"
*!0 Masa retribusi Praktek Farmasis / Apoteker adalah jangka
waktu tertentu yang lamanya / * lima 0 tahun
*%0 etribusi terutang terjadi pada saat ditetapkannya :)D atau dokumen lain
yang dipersamakan
BAB (II
WILAYAH PEMUNGUTAN RETRIBUSI
Pasal 1$
etribusi yang terhutang dipungut di 7ilayah Daerah tempat pelayanan jasa dan
<asilitas diberikan.
BAB (III
TATA &ARA PEMUNGUTAN
Pasal 1%
*!0 Pemungutan retribusi tidak dapat diborongkan.
*%0 etribusi dipungut dengan menggunakan :urat )etetapan etribusi Daerah
atau dokumen lain yang dipersamakan.
*&0 9asil pemungutan sebagaimana dimaksud ayat *!0 disetor ke )as Daerah
melalui pemegang kas.
BAB (I#
INSTANSI PEMUNGUT
Pasal 20
,nstansi pemungut adalah Dinas )esehatan dan dapat dikerjasamakan dengan unit
kerja / instansi lain atas persetujuan 7alikota.
3
BAB (#
PENGURANGAN) KERINGANAN DAN PEMBEBASAN
Pasal 21
- *!0 7alikota dapat memberikan pengurangan, keringanan, pembebasan
retribusi
! *%0 'ata =ara pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi ditetapkan
7alikota.
BAB (#I
KETENTUAN PIDANA
Pasal 22
*!0 7ajib retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga
merugikan )euangan Daerah dian=am pidana kurungan paling lama 3 * enam 0
bulan atau denda paling banyak . * empat 0 kali jumlah retribusi yang terutang.
*%0 'indakan pidana dimaksud dalam ayat *!0 adalah pelanggaran.
*&0 Denda sebagaimana dimaksud ayat *!0 di setor ke kas daerah.
BAB (#II
PENYIDIKAN
Pasal 2
*!0 Pejabat Pegawai $egeri :ipil tertentu di lingkungan pemerintah daerah di
beri wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak
pidana di bidang retribusi daerah.
*%0 7ewenang penyidikan sebagaimana maksud dalam ayat *!0 adalah :
a. Menerima, men=ari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan
berkenaan dengan tindak pidana di bidang retribusi agar keterangan atau
laporan tersebut menjadi lengkap dan jelas.
b. Meneliti, men=ari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi
atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan
dengan tindak pidana retribusi.
=. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan
sehubungan dengan tindak pidana di bidang retribusi.
d. Memeriksa buku?buku, =atatan?=atatan dan dokumen ? dokumen lain
yang berkenaan dengan tindak pidana di bidang retribusi.
e. Melakukan pengeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukuan
pen=atatan dan dokumen ? dokumen lain serta melakukan penyitaan
terhadap barang bukti tersebut.
<. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan
tindak pidana di bidang retribusi.
g. Menyuruh berhenti melarang seseorang meningkatkan ruang atau tempat
pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang
atau dokumen yang di bawa sebagaimana di maksud pada huru< 6.
h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana etribusi.
i. Memanggil orang untuk di dengar keterangannya dan di periksa
sebagaimana tersangka atau saksi.
j. Menghentikan penyidikan.
k. Melakukan tindakan lain yang dianggap perlu untuk kelan=aran
penyidikan tindak pidana di bidang etribusi menurut hukum yang dapat
di pertanggung jawabkan.
2
*&0 Penyidik sebagaimana di maksud dalam ayat *!0 memberitahukan di
mulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikan kepada penuntut
umum mulai Pejabat Polisi $egara epublik ,ndonesia, sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam undang ?undang nomor 1 tahun !(1! tentang
9ukum A=ara Pidana.
BAB (#III
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 24
9al ? hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai
pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh 7alikota.
Pasal 2!
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Daerah ini dengan penempatannya dalam +embaran Daerah )ota Prabumulih.

Ditetapkan di Prabumulih
pada tanggal %1 Auni %--3
7A+,)4'A PA5"M"+,9
Bap / dto
AB9MA$ DAA+,+,
Diundangkan di Prabumulih
pada tanggal %( Auni %--3
:6)6'A,: DA6A9
)4'A PA5"M"+,9
Bap / dto
A5D"+ +A',6F M6$D,74
+6M5AA$ DA6A9 )4'A PA5"M"+,9 'A9"$ %--3 $4M4 . :6, B
:alinan sesuai dengan aslinya
an. :6)6'A,: DA6A9
A:,:'6$ P6M6,$'A9A$
ub.
)6PA+A 5A;,A$ 9")"M DA$ 4'A+A
7A9,D,$ DA$'A), :9
P6M5,$A ').,
1
$,P. ..- -!3 /(3
(