Anda di halaman 1dari 16

TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN
Tanggal : 10/05/2013 Jam : 13.00 WIB
No. Register : 173956
Tempat : Ruang Melati RSUD Majalengka

1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ank. Naz
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Tanggal Lahir : Majalengka, 12-10-2006
Umur : 6 tahun
Anak ke : 1 (Satu)
Nama Ayah : Tn. Akhmad
Nama Ibu : Ny. Iim
Pekerjaan Ayah : PNS
Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Ayah : D3
Pendidikan Ibu : SLTA
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Sunda/Indonesia
Alamat : Desa Salawangi RT 05 RW 03
Kec. Bantarujeg Kab. Majalengka
Tanggal Masuk Rumah Sakit : 09/05/2013
Diagnosa Medis : Bronchopneumonia
Sumber Informasi : Keluarga dan Rekam Medik

2. RIWAYAT KEPERAWATAN (NURSING HISTORY)
1) Riwayat Keperawatan Sekarang
Ank. N dirawat di Ruang Melati RSUD Majalengka sejak tanggal 09/05/2013
atas rujukan dokter spesialis anak dengan keluhan napas sesak, batuk, dahak (+).
Pengkajian dilakukan pada tanggal 10/05/2013 jam 13.00 WIB, pada saat dikaji
klien masih sesak, batuk, dahak (+) kental, terpasang O
2
4 l/menit, sesak berkurang
setelah dilakukan nebulizer.
2) Riwayat Keperawatan Sebelumnya
a. Prenatal, Natal dan Post natal
Menurut pengakuan keluarga pada saat kehamilan Ank. N, ibunya
rajin memeriksakan kehamilanya ke bidan dan puskesmas, imunisasi TT 2
kali, konsumsi fe dan kalsium selama 3 bulan. Pada saat persalinan
ditolong oleh bidan desa setempat, lahir spontan, bayi langsung menangis.
Sejak 0 bulan bayi sudah diberi PASI dengan alasan produksi ASInya
sedikit.
b. Luka/Operasi
Menurut pengakuan keluarga tidak ada riwayat operasi.
c. Alergi
Menurut pengakuan keluarga tidak ada riwayat alergi.
d. Tumbuh Kembang
Imunisasi
Menurut pengakuan keluarga, Ank. Naz pada waktu balita sudah
mendapat imunisasi dasar lengkap (Hepatitis, BCG, DPT, Polio dan
Campak) yang diperoleh di Posyandu.
Status Gizi
Berat badan 18 kg, tinggi badan 104 cm. Analisis status gizi
menurut KMS (BB/PB) berada pada garis hijau atau status gizi baik.
Tahap perkembangan anak menurut Teori Psikososial Erik Erikson
Ank. N sudah sekolah kelas 1 SD, minat untuk belajar tinggi, klien
merasa khawatir dengan sekolahnya, klien mengatakan ingin cepat
pulang, ingin cepat bersekolah dan bermain dengan teman-temanya.
Teori kepribadian anak menurut Teori Psikoseksual Sigmund Freud
Klien berada pada fase laten (5-12 tahun), menurut pengakuan
keluarga klien lebih banyak bermain dengan teman perempuan
sebayanya.





3) Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Komposisi Keluarga
GENOGRAM






Keterangan :
: Perempuan : Laki-laki : Klien
b. Lingkungan rumah dan komunitas
Menurut pengakuan keluarga, klien tinggal bersama ke dua orang tuanya.
Rumah bersifat permanen dengan lantai keramik. Luas rumah kurang lebih 90 m
2

yang terdiri dari 2 kamar tidur, ruang keluarga, dapur dan kamar mandi. Ventilasi
dan pencahayaan rumah melalui jendela kaca yang bisa dibuka tutup. Sumber air
minum dari sumur pompa, sarana pembuangan air limbah (SPAL) menggunakan
septik tank.
c. Kultur dan kepercayaan
Klien dan keluarga beragama islam. Keluarga menyadari bahwa
keadaan sakit anaknya merupakan kehendak dari Allah SWT, karena itu
keluarga selalu berdoa untuk kesembuhan klien, dan berusaha dengan
menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit diharapan klien
dapat segera sembuh dari penyakitnya
d. Fungsi dan hubungan keluarga
Klien tinggal dengan kedua orang tuanya, klien adalah anak pertama
dari dua bersaudara, adik klien perempuan berusia 2 tahun. Keluarga
tampak cemas dengan kondisi klien.
e. Perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan
Ada anggota keluarga (ayah klien) suka merokok.

f. Persepsi keluarga tentang penyakit klien
Keluarga banyak bertanya tentang penyakit anaknya, keluarga merasa
khawatir dengan perkembangan anaknya.

3. KEBUTUHAN DASAR KHUSUS
No Kebutuhan Di Rumah Di Rumah Sakit
1. Pola Nutrisi
NUTRISI
a. Diet
b. Frekuensi
c. Porsi makan
d. Makanan yang
menimbulkan alergi
e. Makanan yang disukai
f. Keluhan



Nasi, lauk pauk, sayur
3 kali/hari
1 piring
tidak ada

Mie & baso
-


Bubur, lauk pauk, sayur
3 kali/hari
1 porsi
tidak ada

-
-

CAIRAN
a. Oral
Jenis
Jumlah
b. Intra vena
Jenis
jumlah



Air putih/susu
4-5gelas/hari

-
-



Air putih
3-4 gelas/hari

Kaen 3B
1000 cc/hari
2. Pola Eliminasi
a. BAB
Frekuensi
Konsistensi
Keluhan


1 x/hari
Lembek
-


1 x/hari
Lembek
-
b. BAK
Frekuensi
Warna
Keluhan

3-4 x/hari
Kuning jernih
-


4-5 x/hari
Kuning jernih
-
3. Personal Hygiene
a. Mandi
Frekuensi
Sabun
b. Oral hygiene
Frekuensi
Waktu
c. cuci rambut
Frekuensi
Sampo
d. potong kuku


2 x/hari
Pakai

2x/hari
Pagi & Malam


1 x/hari
Pakai
1 x/bulan


2 x/hari (diseka)
-
-
-
-


-
-
Kuku pendek
4. Pola Istirahat & Tidur
a. Lama tidur
b. Kebiasaan sebelum tidur
c. Keluhan

+
9 jam/hari
-
-

+
9 jam/hari
-
-
5. Pola Aktivitas
Kegiatan sehari-hari
Kegiatan waktu luang
Keluhan

Sekolah & bermain
Kadang-kadang
Rekreasi
-

Berbaring di tempat tidur
-

-
4. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK
1) Keadaan Umum :
Klien tampak lemah. Kesadaran compos mentis (GCS 15 dengan E4M6V5).
Tinggi badan 104 cm dan berat badan saat dikaji 18 kg.
2) Tanda-tanda Vital :
Suhu : 37,3
o
C
Nadi : 92 x/menit
Respirasi : 42 x/menit
3) Pengkajian
a. Pemeriksaan Fisik
1. Sistem Pengindaran
a Penglihatan
Konjungtiva kedua mata ananemis, sklera kedua mata anikterik, reflex
cahaya (+), reflex kornea (+), ptosis (-), distribusi kedua alis merata, tajam
penglihatan normal (klien dapat membaca huruf pada koran pada jarak
baca sekitar 30 cm), strabismus (-), lapang pandang pada kedua mata
dalam batas normal, tidak ada massa, tidak ada nyeri tekan pada kedua
mata.
b Penciuman
Fungsi penciuman baik ditandai dengan klien dapat membedakan bau
kopi dan kayu putih.
c Pendengaran
Tidak ada lesi pada kedua telinga, tidak ada serumen, fungsi
pendengaran pada kedua telinga baik ditandai dengan klien dapat
menjawab seluruh pertanyaan tanpa harus diulang, tidak ada nyeri tekan
pada tragus, tidak ada nyeri tekan pada kedua tulang mastoid, tidak ada
massa pada kedua telinga.
d Pengecapan/Perasa
Fungsi pengecapan baik, klien dapat membedakan rasa manis, asam,
asin dan pahit.
e Peraba
Klien dapat merasakan sentuhan ketika tangannya dipegang, klien
dapat merasakan sensasi nyeri ketika dicubit.
2. Sistem Pernafasan
Mukosa hidung merah muda, lubang hidung simetris, tidak ada lesi
pada hidung, polip (-), keadaan hidung bersih, sianosis (-), tidak ada nyeri
tekan pada area sinus, tidak ada lesi pada daerah leher dan dada, tidak ada
massa pada daerah leher, bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan pada
daerah leher dan dada, pergerakan dada simetris, tidak tampak pernapasan
cuping hidung, retraksi interkosta (+), pada pemeriksaan auskultasi
terdengar ronchi +/+, wheezing -/-.
3. Sistem Pencernaan
Keadaan bibir simetris, mukosa bibir lembab, stomatitis (-), tidak ada
gigi yang tanggal maupun berlubang, lidah berwarna merah muda, tidak ada
nyeri saat menelan, tidak ada pembesaran hepar, bising usus 10 x/menit.
4. Sistem Kardiovaskuler
Tidak ada peningkatan vena jugularis, Capillary Refill Time (CRT)
kembali kurang dari 2 detik, bunyi perkusi dullness pada daerah ICS 2
lineasternal dekstra dan sinistra, terdengar jelas bunyi jantung S1 pada ICS 4
lineasternal sinistra dan bunyi jantung S2 pada ICS 2 lineasternal sinistra
tanpa ada bunyi tambahan, irama jantung reguler.
5. Sistem Urinaria
Tidak terpasang kateter, tidak ada keluhan nyeri atau sulit BAK, tidak
terdapat distensi pada kandung kemih, tidak ada nyeri tekan pada daerah supra
pubis. Pada saat diketuk dengan kepalan tangan daerah CVA (costo vertebrae
angle) kiri dan kanan tidak ada nyeri.
6. Sistem Endokrin
Pada saat dilakukan palpasi tidak ada pembesaran kelenjar thyroid,
tremor (-), tidak ada tanda-tanda gigantisme ataupun kretinisme.
7. Sistem Kekebalan Tubuh
Tidak ada pembesaran getah bening pada area dasar leher, belakang
telinga dan aksila, pembesaran dan kemerahan pada tonsil (-), tidak
ditemukan tanda-tanda alergi seperti gatal-gatal dan kemerahan, riwayat
alergi (+).
8. Sistem Muskuloskeletal
a) Ekstremitas Atas
Kedua tangan dapat digerakkan, reflek bisep dan trisep positif pada
kedua tangan. ROM (range of motion) pada kedua tangan maksimal, tidak
ada atrofi otot kedua tangan, tonus otot baik, tremor (-), deformitas (-),
terpasang infuse pada tangan kiri.
b) Ekstremitas Bawah
Klien merasa kakinya lemah namun kedua kaki masih bisa digerakkan
dan klien dapat berjalan ke kamar mandi, tidak ada lesi, reflek patella
positif, reflek babinski negative, tidak ada lesi, tidak ada varises, tidak ada
atrofi otot, tonus otot baik, tremor (-), deformitas (-). ROM pada kedua
kaki maksimal.
Kekuatan otot :
5 5
5 5

Keterangan :
Skala 0 : Paralisis berat
Skala 1 : Tidak ada gerakkan, teraba / terlihat adanya kontraksi
otot sedikit
Skala 2 : Gerakan otot penuh menentang gravitasi
Skala 3 : Rentang gerak lengkap / normal menentang gravitasi
Skala 4 : (jari pergelangan tangan dan kaki, siku dan lutut, bahu
dan panggul) gerakan otot penuh sedikit tekanan
Skala 5 : (jari, pergelangan tangan dan kaki, siku dan lutut, bahu
dan panggul) gerakan otot penuh menentang gravitasi dengan
penahanan penuh
9. Sistem Reproduksi
Pertumbuhan payudara (-), menarche (-).
10. Sistem Integumen
Keadaan kulit kepala bersih, rambut tumbuh merata, tidak ada
lesi, integritas dan turgor kulit baik.
11. Sistem Persyarafan
Orientasi klien terhadap orang, tempat dan waktu baik.
a) Nervus I (Olfaktorius)
Fungsi penciuman hidung baik, terbukti klien dapat membedakan bau
kopi dan kayu putih.
b) Nerfus II (Optikus)
Fungsi penglihatan baik, klien dapat membaca koran pada jarak sekitar
30 cm.
c) Nerfus III (Oculomotorius)
Reflek pupil mengecil sama besar pada saat terkena cahaya, klien dapat
menggerakkan bola matanya ke atas.
d) Nerfus IV (Tochlearis)
Klien dapat menggerakkan bola matanya kesegala arah.

e) Nerfus V (Trigeminus)
Klien dapat merasakan sensasi nyeri dan sentuhan.
f) Nerfus VI (Abdusen)
Klien dapat menggerakkan matanya ke kanan dan ke kiri.
g) Nerfus VII (Facialis)
Klien dapat menutup kedua mata, menggerakkan alis dan dahi, klien
dapat tersenyum, ada rangsangan nyeri saat dicubit.
h) Nerfus VIII (Aksutikus)
Fungsi pendengaran baik, klien dapat menjawab pertanyaan perawat
tanpa diulang.
i) Nerfus IX (Glosofaringeal)
Fungsi pengecapan baik, klien dapat membedakan rasa manis, asin dan
pahit.
j) Nerfus X (Vagus)
Reflek menelan baik.
k) Nerfus XI (Asesorius)
Leher dapat digerakkan ke segala arah, klien dapat menggerakkan
bahunya.
l) Nerfus XII (Hipoglosus)
Klien dapat menggerakkan dan menjulurkan lidahnya.

5. DIAGNOSTIC TEST
A. Laboratorium

JENIS PEMERIKSAAN HASIL NILAI NORMAL ANALISA
HB 12,8 12-18 gr/dl Normal
Leukosit 7600 4000-10.000 /mm
3
Normal
PCV 37 37-48 % Normal
Trombosit 219.000 150.000-300.000/mm
3
Normal
LED 23 0-20 mm/jam Normal

B. Radiologi
Rontgen : Cor dan pulmo dalam batas normal
USG : -
C. EKG : -
D. TERAPI :
No. Nama Obat Dosis Jam Cara Pemberiaan Sediaan
1 IVFD : Kaen 3B 16 tts/menit Intravena Flabot
2 Cefotaksim 2x1gr 20-08 Intra vena Flakon
3 Ambroksol 3 x 2 cth 16-24-08 Per oral
Botol
sirup
4 Parasetamol 3 x 2 cth 16-24-08 Per oral
Botol
sirup
5 Nebulizer 3 x sehari 14-22-08 In halasi

5. ANALISA DAN SINTESA DATA
DATA ETIOLOGI MASALAH
Data Subyektif :
Keluarga mengatakan
klien masih sesak
disertai batuk dan dahak
sulit dikeluarkan

Data Obyektif :
Respirasi 42 x/menit
Retraksi interkosta (+)
Ronchi +/+
Tampak klien sering
batuk-batuk
















Inhalasi mikroorganisme dari
udara/penyebaran hematogen,
infeksi saluran pernapasan


Reaksi peradangan


Bercak-bercak careme
menyebar diseluruh
permukaan brochus


Merangsang sel-sel epitel
untuk memproduksi mukus


Instalasi udara kering,
meningkatkan viskositas
mucus sehingga terjadi
pengentalan


Secret tidak dapat dikeluarkan
dari saluran nafas

Obstruksi, ventilasi udara tidak
lancar
Bersihan jalan napas tidak
efektif
DATA ETIOLOGI MASALAH
Data Subjektif :
Keluarga mengatakan
klien masih sesak

Data Obyektif :
Klien tampak sesak
Napas cepat
Respirasi 42 x/menit
Retraksi interkosta (+)
Ronchi +/+

Infeksi pada bagian bronchus

Penimbunan eksudat
mocopurulen


Penurunan ekspansi paru


Peningkatan usaha untuk
oksigenisasi sebagai
kompensasi tubuh


Pola nafas tidak efektif

Pola napas tidak efektif
Data Subyektif :
Keluarga mengatakan
tidak tahu tentang
penyakit anaknya dan
khawatir dengan
perkembangan klien.
Data Obyektif :
Keluarga tampak
cemas dengan
keadaan klien
Keluarga bertanya
tentang kondisi klien.

Dampak hospitalisasi



Keterbatasan kognitif


Kurang informasi yang
diterima


Kurang pengetahuan keluarga
tentang penyakit klien



Kecemasan keluarga

Perubahan proses keluarga

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS
1. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan akumulasi secret pada
Bronkhiolus
2. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan proses inflamasi
3. Perubahan proses keluarga berhubungan dengan hospitalisasi anak dan kurang
pengetahuan keluarga tentang penatalaksanaan penyakit.

III. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
TGL
DIAGNOSA KEPERAWATAN /
DATA PENUNJANG
TUJUAN DAN HASIL
YANG DIHARAPKAN
RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
10/05/2013








Bersihan jalan napas tidak efektif
berhubungan dengan akumulasi
secret pada Bronkhiolus, yang
ditandai dengan:
Data Subyektif :
Keluarga mengatakan klien
masih sesak disertai batuk
dan dahak sulit dikeluarkan

Data Obyektif :
Respirasi 42 x/menit
Retraksi interkosta (+)
Ronchi +/+
Tampak klien sering batuk-
batuk

Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 1 x 24
jam, bersihan jalan napas
efektif, dengan kriteria hasil :
Jalan napas bersih
Suara napas vesikuler
Frekuensi napas 20-40
x/menit (menurut Katreen
Morgan Speer (2008)
Tidak ada dyspneu
Tidak ada ronchi

1. Kaji frekuensi atau
kedalaman pernapasan
dan gerakan dada

2. Hisap secret sesuai
kebutuhan




3. Lakukan fisioterapi dada

4. Auskultasi area paru catat
adanya ronchi




5. Beri peningkatan
kelembaban oksigen
suplemen sesuai
ketentuan.
6. Kolaborasi untuk
pemberian therapy
mukolitik (pengencer
dahak) :
Ambroksol syrup 3x2
cth jam 14, 22, 08
Nebulizer tiap 8 jam,
jam 14, 22, 08.



1. Tachipneu, pernapasan
dangkal dan gerakan dada
sering terjadi karena
ketidaknyamanan
2. Merangsang batuk atau
pembersihan jalan napas
secara mekanik pada
pasien yang tidak mampu
melakukan karena batuk
tak efektif
3. Memudahkan pengeluaran
secret
4. Penurunan aliran udara
terjadi pada area
konsolidasi ronchi terjadi
akibat respon terhadap
secret auskultasi area paru
catat adanya ronchi
5. Untuk mencegah
pengerasan sekresi nasal
dan pengeringan
membrane mukosa.
6. Memudahkan
pengenceran dan
pengeluaran secret



TGL
DIAGNOSA KEPERAWATAN /
DATA PENUNJANG
TUJUAN DAN HASIL
YANG DIHARAPKAN
RENCANA TINDAKAN RASIONAL PARAF
10/05/2013 Pola napas tidak efektif
berhubungan dengan proses
inflamasi, yang ditandai dengan :
Data Subjektif :
Keluarga mengatakan
klien masih sesak

Data Obyektif :
Klien tampak sesak
Napas cepat
Respirasi 42 x/menit
Retraksi interkosta (+)
Ronchi +/+


Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2.x 24
jam, menunjukan fungsi
pernapasan normal, dengan
kriteria :
Frekuensi napas 20-40
x/menit (menurut Katreen
Morgan Speer (2008)
Tidak ada penggunaan otot-
otot aksesori pernapasan
Pernapasan teratur
Anak istirahat dan tidur
dengan baik

1. Posisikan pasien untuk
ventilasi yang maksimum
dalam posisi semifowler
2. Hindari pakaian yang ketat

3. Beri oksigen lembab 4
l/menit
4. Tingkatkan istirahat dan
tidur dengan penjadwalan
yang tepat

5. Kolaborasi dokter untuk
pemberian antibiotik :
Cefotaksim 2x1 gr jam
16 - 04 intravena
1. Memungkinkan ekspansi
paru maksimum

2. Untuk menghindari
penekanan diafragma
3. Meningkatkan
reoksigenasi
4. Memudahkan proses
penyembuhan dan
meningkatkan tahanan
alamiah
5. Membunuh kuman
penyebab inflamasi

10/05/2013 Perubahan proses keluarga
berhubungan dengan hospitalisasi
anak dan kurang pengetahuan
keluarga tentang penatalaksanaan
penyakit bronchopneumonia,
yang ditandai dengan :
Data Subyektif :
Keluarga mengatakan
tidak tahu tentang
penyakit anaknya dan
khawatir dengan
perkembangan klien.
Data Obyektif :
Keluarga tampak cemas
dengan keadaan klien
Keluarga bertanya tentang
kondisi klien.

Setelah dilakukan tindakan
perawatan selama 1.x24 jam,
terjadi pengurangan ansietas
keluarga, dengan kriteria hasil
:
Kecemasan keluarga
berkurang
Secara verbal keluarga
mengatakan cemas
berkurang

1. Kenali kekhawatiran dan
kebutuhan keluarga untuk
informasi dan dukungan
2. Gali perasaan dan masalah
seputar hospitalisasi dan
penyakit anak
3. Berikan penyuluhan/
informasi seputar
kesehatan dan
penatalaksanaan penyakit
anak
4. Berikan dukungan sesuai
kebutuhan

1. Dapat menurunkan stress


2. Memudahkan dalam
pemilihan intervensi

3. Untuk menurunkan
ansietas yang dialami
keluarga


4. Meningkatkan
kemampuan koping



IV. IMPLEMENTASI TINDAKAN KEPERAWATAN
TGL JAM
NO. DX
KEPERAWATAN
TINDAKAN KEPERAWATAN RESPON PARAF
10/05/2013 14.00 WIB 1 1. Mengkaji frekuensi atau kedalaman pernapasan
dan gerakan dada dan mengauskultasi area paru
2. Memonitor humidifikasi oksigen yang diberikan
3. Mengajarkan kepada keluarga untuk melakukan
fisioterapi dada dengan cara menepuk-nepuk
punggung anak pada saat batuk
4. Kolaborasi dokter memberikan therapy mukolitik
(pengencer dahak) :
Ambroksol syrup 2 cth
Nebulizer
1. Frekuensi napas 42 x/menit, retraksi
interkosta (+), ronchi +/+
2. Humidifikasi oksigen terpasang
3. Keluarga dapat mendemonstrasikan
pengajaran yang diberikan.

4. Klien merasa nyaman setelah
dilakukan nebulizer, scret mudah
untuk dikeluarkan saat batuk.

10/05/2013 16.00 WIB 2 1. Mengatur posisi tidur pasien pada posisi
semifowler
2. Memberi oksigen lembab 4 l/menit

3. Kolaborasi dokter memberikan injeksi antibiotik :
Cefotaksim 1 gr intravena
1. Klien merasa nyaman dengan posisi
semifowler
2. Oksigen terpasang 4 l/menit dengan
humidifikasi, klien tampak nyaman
3. Reaksi hipersensitifitas (-)

10/05/2013 17.00 WIB 3 1. Menggali perasaan dan masalah seputar
hospitalisasi dan penyakit anak
2. Memberikan penyuluhan kepada keluarga tentang
bronchopneumonia, yang meliputi :
Pengertian bronchopneumonia
Penyebab
Tanda dan gejala
Peran keluarga dalam penatalaksanaan
bronchopneumonia

1. Keluarga merasa khawatir terhadap
kondisi anaknya.
2. Keluarga dapat menjelaskan kembali
tentang bronchopneumonia, penyebab,
gejala dan peran keluaga dalam
penatalaksanaan brochopneumonia.






V. CATATAN PERKEMBANGAN
TGL JAM
NO. DX
KEPERAWATAN
EVALUASI PARAF
11/05/2013








14.00 WIB




1














Subyektif :
Keluarga mengatakan klien masih sesak, batuk-batuk, dahak (+)
Obyektif :
Respirasi 42 x/menit, Ronchi +/+, Retraksi interkosta (+)
Analisa :
Masalah belum teratasi
Planning :
1. Kaji frekuensi atau kedalaman pernapasan dan gerakan dada
2. Hisap secret sesuai kebutuhan
3. Lakukan fisioterapi dada
4. Auskultasi area paru catat adanya ronchi
5. Beri peningkatan kelembaban oksigen suplemen sesuai ketentuan.
6. Kolaborasi untuk pemberian therapy mukolitik (pengencer dahak) :
Ambroksol syrup 3x2 cth jam 14, 22, 08
Nebulizer tiap 8 jam, jam 14, 22, 08.
Implementasi :
1. Mengkaji frekuensi atau kedalaman pernapasan dan gerakan dada dan mengauskultasi
area paru
2. Memonitor humidifikasi oksigen yang diberikan
3. Mengajarkan kepada keluarga untuk melakukan fisioterapi dada dengan cara menepuk-
nepuk punggung anak pada saat batuk
4. Kolaborasi dokter memberikan therapy mukolitik (pengencer dahak) :
Ambroksol syrup 2 cth
Nebulizer










TGL JAM
NO. DX
KEPERAWATAN
EVALUASI PARAF
11/05/2013 16.00 WIB 2 Subyektif :
Keluarga mengatakan klien masih sesak
Obyektif :
Respirasi 42 x/menit, Retraksi interkosta (+)
Analisa :
Masalah belum teratasi
Planning :
1. Posisikan pasien untuk ventilasi yang maksimum dalam posisi semifowler
2. Hindari pakaian yang ketat
3. Beri oksigen lembab 4 l/menit
4. Tingkatkan istirahat dan tidur dengan penjadwalan yang tepat
5. Kolaborasi dokter untuk pemberian antibiotik : Cefotaksim 2x1 gr jam 16 - 04 intravena
Implementasi :
1. Mengatur posisi tidur pasien pada posisi semifowler
2. Memberi oksigen lembab 4 l/menit
3. Kolaborasi dokter memberikan injeksi antibiotik : Cefotaksim 1 gr intravena


11/05/2013








17.00 WIB




3










Subyektif :
Keluarga mengatakan merasa lebih tenang setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit
anaknya.
Obyektif :
Keluarga lebih kooperatip dalam perawatan klien
Analisa :
Masalah teratasi
Planning :
Hentikan intervensi






VI. EVALUASI
TGL JAM
NO. DX
KEPERAWATAN
EVALUASI PARAF
12/05/2013








14.00 WIB




1














Subyektif :
Keluarga mengatakan sesak klien berkurang, batuk-batuk, dahak encer
Obyektif :
Respirasi 40 x/menit, Ronchi +/+, Retraksi interkosta (-)
Analisa :
Masalah teratasi sebagian
Planning :
Lanjutkan intervensi
1. Kaji frekuensi atau kedalaman pernapasan dan gerakan dada
2. Hisap secret sesuai kebutuhan
3. Lakukan fisioterapi dada
4. Auskultasi area paru catat adanya ronchi
5. Beri peningkatan kelembaban oksigen suplemen sesuai ketentuan.
6. Kolaborasi untuk pemberian therapy mukolitik (pengencer dahak) :
Ambroksol syrup 3x2 cth jam 14, 22, 08
Nebulizer tiap 8 jam, jam 14, 22, 08.


12/05/2013








16.00 WIB




2














Subyektif :
Keluarga mengatakan sesak klien berkurang
Obyektif :
Respirasi 40 x/menit, Retraksi interkosta (-), Ronchi +/+
Analisa :
Masalah teratasi sebagian
Planning :
Lanjutkan intervensi :
1. Posisikan pasien untuk ventilasi yang maksimum dalam posisi semifowler
2. Hindari pakaian yang ketat
3. Beri oksigen lembab 4 l/menit
4. Tingkatkan istirahat dan tidur dengan penjadwalan yang tepat
5. Kolaborasi dokter untuk pemberian antibiotik : Cefotaksim 2x1 gr jam 16 - 04
intravena