Anda di halaman 1dari 28

Lalu rencana ke pulau Belitung ini saya sebarkan ke beberapa orang rekan fotografer.

Hasilnya kami berenam


(Saya, Wiwied, Anthon, Henny, Fifi & Venny) sepakat untuk bergabung dalam satu rombongan hunting.

Tanggal 4 Juli 2008
Perjalanan ke pulau Belitung. Setelah sebelumnya memesan tiket pesawat (reservasi) untuk keberangkatan
tanggal 4 Juli 2008, maka tepat jam 5 subuh, kami semua berkumpul di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Kami
berenam, lalu telah berada di dalam pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 06:30 WIB. Tepat pukul 06:45 WIB
pesawat Sriwijaya Air take off / berangkat menuju bandara Tanjung Pandan, Belitung.
Tiba di Bandara Tanjung Pandan, Belitung. Saat jam menunjukkan waktu 7:15 WIB, dari balik jendela pesawat,
saya sempat mengamati pantai di pulau Belitung tepat di bawah kami. Tepat pukul 7:35 WIB, pesawat
Sriwijaya Air, yang membawa kami tiba di bandara Tanjung Pandan, begitu menuruni tangga pesawat Sriwijaya
Air, kami langsung disambut oleh sinar matahari pagi yang hangat, langit cukup cerah agak sedikit berawan.
Saya lalu menghubungi tour guide kami (Pak Kusumah) via handphone, mengabari kedatangan kami sembari
kami menunggu barang / bagasi kami muncul di railway bagasi dalam bandara Tanjung Pandan. Cukup lama
juga kami menunggu bagasi kami, saya dan rekan-rekan sempat ngobrol tentang masih manualnya sistem
bagasi di bandara Tanjung Pandan. Tak lama berselang, saya disapa oleh pak Kusumah, yang menjemput
kami, sebelumnya saya memberikan ciri-ciri kami ke Pak Kusumah, via handphone.
Menuju Hotel Lor In, Belitung Barat. Pukul 8:05 WiB, kami telah berada dalam kendaraan, mobil tipe kijang
kapsul, yang disupiri oleh pak Kusumah, sekaligus bertindak sebagai tour guide kami hari ini. Wow, jalanan dari
bandara menuju hotel Lor In, terlihat sangat sepi, dan jalannya berkesan baru dibuat / diaspal. Sepanjang jalan
kami banyak sekali bertanya dan ngobrol dengan pak Suma (panggilan pak Kusumah), tentang pulau Belitung
ini. Di kiri kanan terlihat beberapa lubang / kubangan bekas tambang timah yang dilakukan oleh masyarakan
pulau Belitung secara tradisional. Oiya, provinsi Bangka-Belitung sangat terkenal dengan bahan tambang
timahnya. Hehehe.. sempat ngobrol dengan rekan-rekan, bekas galian tambang itu kayaknya bisa dijadikan
background untuk fotografi khususnya model dan infra red. Tapi, kami tidak menghentikan perjalanan mobil,
karena kepingin cepat sampai di hotel.
Hotel Lor In, Belitung Barat. Tepat pukul 8:30 WIB, kami tiba di hotel Lor In, segera kami melakukan proses
check-in, dan langsung menuju kamar hotel kami masing2x, di kamar hotel saya lalu berganti pakaian,
mengenakan celana pendek / celana basket, serta menggunakan kaos oblong. Langsung menuju ke lobi, kami
lalu kembali naik mobil, perlangkapan kamera telah kami siapkan semuanya. Hehehehe.. ternyata rekan-rekan
semuanya mengenakan pakaian yang hampir sama (celana pendek + kaos oblong), rupanya kita semuanya
satu pikiran.. hehehehe.. bagus.
Pantai Tanjung Tinggi.Begitu kami keluar dari hotel, dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh pak
Suma, pantai indah berbatu besar langsung menyambut kami. Wahh.. luar biasa.. indah sekali, unik banget..
itulah yang rata-rata kami ucapkan. Tak sabar juga, saya langsung menyiapkan kamera saya, memasang
baterai, memory card, lensa dan filter hoodnya. Deg-degan juga, tapi senang banget. sekitar 15 menit
berkendaraan, kami tiba di pantai Tanjung Tinggi. Kami berenam segera turun dari mobil, sambil membawa
peralatan kamera. Saya segera berjalan menuju ke pasir pantai, pemandangan yang luar biasa, pasir putih,
ombak yang kecil, angin yang cukup kencang segera membuat kami berenam "menyebar" mencari posisi
strategis untuk mulai memotret. Hahaha.. benar-benar bagai orang yang lapar.. semuanya berkeliaran ke

berbagai posisi di sepanjang pantai. Sayangnya, cuaca tiba-tiba mulai gelap / mendung. Tak lama kemudian
hujan gerimis mulai turun, buru-buru saya dan rekan-rekan segera bergegas balik lagi ke mobil kami. Saya
sempat memotret kondisi sesaat sebelum hujan mendatangi kami. berikut ini fotonya.

Tanjung Kelayang. Sekitar pukul 10:00 kami langsung menuju ke Tanjung Kelayang, dengan tujuan untuk
makan siang. Makan siang kami putuskan dipercepat karena cuaca sedang tidak mendukung / hujan. Sekitar
pukul 10:10 WIB kami tiba di Tanjung Kelayang, wah cuaca di tanjung ini lumayan cerah, hujan belum turun di
sini. Segera kami buru-buru turun dari mobil sambil membawa kamera dan perlengkapannya. Wow, bagus
banget pantainya, kelihatan ada beberapa yang tertambat di pinggir pantai, dekat sekali, ternyata saat itu
memang air pantai lagi surut, surutnya air membuat pasir pantai menjadi unik, muncul gundukan-gundukan
kecil kelihatannya seperti hasil kerjaan hewan laut yang kecil, saya menduga ini mirip cacing laut. Karena langit
kurang bersih, cukup banyak tertutup awan, lalu saya memutuskan untuk mencoba filter warna yang sengaja
saya bawa, untuk antisipasi cuaca yang kurang baik. Berikut ini fotonya.

Makan Siang di Tanjung Kelayang. Tidak sampai 30 menit kami motret di lokasi ini, hujan deras langsung
menghampiri, segera kami berlari masuk ke dalam restoran / warung makan yang terdapat di lokasi itu.
Rupanya di sini juga kami akan makan siang. hehehehe.. asyik.. ;) sambil memasukkan kamera ke dalam tas,
hujan ternyata deras juga, saya sampai berpikir.. hmm.. wah.. cuaca lagi gak bersahabat. Pak Suma lalu
berkata, tenang saja pak Sonny, hujan pada musim kemarau seperti ini tidak lama, paling lama hanya
berlangsung 30 menit. Wah.. semangat saya langsung bangkit, begitu makan siang kami dihidangkan dimeja,
makin semangat aja :) hehehehe.. Hidangan/Menu utamanya seafood, terdiri dari Udang goreng tepung, cumi
goreng tepung, Kepiting saus kecap dan ikan besar mirip kakap yang digoreng dengan bumbu khusus.. wah
sedapnya..
Pukul 10:45 WIB, hujan berhenti total, cuaca masih sedikit mendung, kami berenam lalu melanjutkan kegiatan
fotografi di seputar Tanjung Kelayang. Pasir pantai sekarang agak terisi air. Hmm.. kembali filter gradual color
yang saya bawa sangat membantu. Saya bahkan sempat "menemukan" sudut pandang unik akibat genangan
air hujan di atas batu besar di pinggir pantai.


Sekitar jam 11:30 WIB kami berenam kembali berkumpul di depan warung makan kami tadi, sambil menikmati
air kelapa muda (kopyor), wah segarnya.. sambil menikmati angin pantai yang berhembus.. hmm.. benar-
benar santai.
Pak Suma, lalu minta ijin ke saya dan pak Anton, sebab pak Suma sebenarnya lagi dalam kondisi sakit, akibat 2
hari sebelumnya non stop menjadi guide tour. Beliau menawarkan kami untuk beristirahat di area pantai
pribadi milik temannya (Private Beach), saya dan rekan-rekan tidak keberatan, karena sekarang memang
waktunya istirahat siang / masih jam makan siang.
Private Beach di Tanjung Kelayang. Sekitar 20 menit berkendaraan mobil, kami semua tiba di lokasi privat
beach milik teman pak Suma. Lokasi private beach agak menjauh dari jalan raya (aspal), masuk melalui jalan
tanah. Dari luar sih kelihatannya seperti semak belukar, tetapi begitu sampai di dalamnya, wah, ternyata bagus
banget. Ada rumah mungil, dengan pekarangan / halaman yang luas. Benar-benar ditata dan dirawat dengan
baik. Kami berenam plus pak Suma, segera menemui teman pak Suma tersebut. Ngobrol cukup lama, bersantai
sembari menikmati kopi dan teh di pekarangan rumah yang teduh. Akhirnya saya dan rekan-rekan segera
menuju pinggiran pantai yang berjarak hanya 10 meter dari rumah. Wow, air lautnya tenang banget,
ombaknya sangat kecil. Warna air lautnya cenderung kehijauan, benar-benar kontras dengan langit biru.
Sayangnya gak sampai 10 menit bermain di pantai hujan langsung turun. Kembali cuaca menjadi penghalang
aktifitas kami.
Hunting lagi di Tanjung Kelayang. Kali ini pak Suma digantikan oleh pak Tata, sebagai guide dan driver kami.
Sekitar jam 13:00 WIB kembali kami telah berada di dalam mobil menuju ke lokasi pantai masih di seputar
Tanjung Kelayang. Perjalanan hanya sekitar 15 menit. Cuaca kali ini cukup bersahabat, matahari agak tertutup
awan mendung. Hujan sudah sama sekali berhenti. Tiba di lokasi, kami langsung berpencar untuk motret.
Berikut ini foto-fotonya.



Menunggu Sunset di Tanjung Binga. Sekitar jam 4 sore (16:00 WIB), kembali kami berada di dalam mobil
menuju ke lokasi terakhir untuk hari pertama ini. Tujuannya menunggu dan motret matahari terbenan di pantai
seputar Tanjung Binga. Berikut ini foto-fotonya.




Jam 18:20 WIB, kami telah selesai melakukan hunting sunset, cuaca di horizon laut juga kurang begitu bagus,
mendung tertutup awan cukup tebal, sehingga harapan melihat dan motret sunset yang bersih tidak terkabul.
Tapi kami cukup puas, karena bisa mendapatkan beberapa sudut pandang yang bagus untuk di foto.
Kembali ke Hotel Lor In. Sekitar jam 18:30 WIB kami tiba kembali di Hotel Lor In, tempat kami menginap
selama kegiatan hunting ini. Wah, capek juga ya.. segera semuanya menurunkan peralatan fotografi dan
beranjak menuju kamar masing-masing. Secara garis besar ruang kamarnya cukup luas, ukuran tempat
tidurnya yang besar bisa untuk dua orang, ditambah fasilitas kamar mandi yang luas juga. Letak dan desain
kamar mandinya sangat unik, terdapat bathtub buat berendam, dan water shower di bagian pojoknya. kamar
mandinya juga disediakan peralatan lengkap seperti cermin / meja rias, hair dryer. Pokoknya komplit banget.
Segera saya mandi air hangat di bagian showernya. Wah segar banget, tapi agak dingin juga soalnya angin
dengan leluasa masuk ke dalam area kamar mandi ini yang desain sebagian atapnya terbuka. Sehingga saya
dapat melihat langit malam.
Makan Malam di Restoran Bukit Perahu. Tepat sekitar jam 19:15 WIB malam, kami berenam, diantar oleh pak
Tata dengan mobil ke Restoran Bukit Perahu. Wah.. udara malam di pantai terasa segar dan sedikit hangat.
Menu kali ini tetap khas laut, yaitu Sea Food. Wow, pengaruh rasa capek akibat seharian motret membuat kami
berenam sanggup menghabiskan hidangan sea food yang cukup banyak itu.
Waktu telah menunjukan pukul 20:15 WIB ketika kami berenam kembali ke kamar hotel Lor In. Jam 22:00 WIB
sambil nonton TV di kamar dan membersihkan peralatan kamera yang sebelumnya digunakan, mata saya mulai
terasa mengantuk. Akhirnya saya tertidur pulas. Niatnya sih bangun jam 4.30 subuh buat motret Sunrise.
Tanggal 5 Juli 2008
Saya dikagetkan oleh bunyi alarm dari Handphone yang saya set berbunyi jam 4.30 subuh. Hmm.. AC di kamar
saya ini cukup dingin juga, akhirnya saya kecilkan, lalu beranjak ke jendela kamar, melongok bentar cuaca
diluar, wah.. masih sangat gelap. Hmm.. saya putuskan untuk mandi. Mandi kali ini ternyata bikin menggigil
juga, soalnya udara subuh yang dingin masuk dari atap kamar mandi yang terbuka setengah itu. brrr..
Jam 05:30 WIB, saya mencoba melihat dari jendela kamar, wah.. pagi ini cuaca mendung, sinar matahari terbit
tidak terlihat, kecewa juga. Tapi saya tetap keluar kamar dengan membawa peralatan kamera lengkap plus
tripod, berjalan ke arah pantai di seberang hotel Lor In. Jaraknya hanya 20 meter saja, tepat berada di
seberang jalan aspal yang sepi banget dari lalu lalang kendaraan bermotor.
Pantainya benar-benar tenang, ombaknya sangat kecil, sangat berbeda dengan pantai Carita di wilayah Anyer,
Jawa Barat. Saya lihat rekan-rekan yang lain juga telah berada di pantai, kayaknya kita semua niatnya sama,
mau motret Sunrise, tapi gagal oleh cuaca mendung. Akhirnya saya memutuskan untuk memotret di seputar
batu besar di pantai ini juga. Berikut fotonya.

Jam 07:00 WIB, saya dan rekan-rekan berkumpul, kami segera ke ruang makan hotel yang tak jauh dari
Lobby, untuk sarapan pagi. Sarapan kali ini ditemani roti bakar dan nasi goreng. Oiya, hampir lupa, di Belitung
ini jenis makanan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan termasuk yang susah didapat, ini mungkin terkait
dengan jenis dan kandungan mineral tanah di Belitung, yang lebih banyak mengandung senyawa logam seperti
timah. Jadi bagi anda yang ingin jalan-jalan ke belitung sebaiknya membawa sendiri buah-buahan bahkan
sayur-sayuran jika anda doyan dengan sayuran.
Jam 08:00 WIB, kami semua kembali ke kamar masing-masing, bersiap untuk hunting hari ini. Tepat jam 09:00
WIB, kami dijemput oleh pak Tata dengan mobil, kegiatan hari ini adalah berperahu ke pulau Burung dan pulau
Lengkuas (Mercu Suar). Sekitar 15 menit perjalanan ke pelabuhan tradisional nelayan tempat perahu yang
akan mengangkut kami. Sesampai di pelabuhan tradisional, air laut ternyata surutnya jauh banget, terpaksa
kami harus menuruni area pantai yang kering menuju ke perahu. Berikut foto-fotonya.


Sekitar jam 09:15 WIB kami telah berada di perahu yang berjalan menuju pulau Burung, perairannya cukup
tenang, saya sempat memotret beberapa kali.

Akhirnya jam 09:40 WIB kami tiba di pulau Burung, kali ini kami punya kesempatan selama 1 jam untuk
mengexplore pantai pulau Burung yang indah ini. Bahkan saya sempat berexperimen dengan low angle sekitar
45 menit.



Sempat juga dapat ide dari Anton untuk foto yang tidak biasa ini. Hahahahaha..

Jam 11:15 WIB kami naik ke perahu kembali, kali ini perjalanan via perahu dilanjutkan menuju ke pulau
Lengkuas (Mercu Suar) Jam 11:35 kami tiba di pulau Lengkuas, wah.. Mercu Suarnya menarik banget, karena
kami tiba saat makan siang, maka kita langsung makan siang. Menu makan siang adalah nasi kotak dengan
porsi ++, hahahahaha.. isinya banyak banget buat satu orang.. Sambil makan siang, kami kenalan dengan
penjaga Mercu Suar. Suasana makan siang di pulau Lengkuas terasa asyik ditemani angin laut yang cukup
kencang. Selesai makan siang, saatnya mengeluarkan peralatan fotografi, langsung aja kami berenam
berpencar mencari spot-spot yang bagus buat difoto. berikut foto-fotonya.
Di pulau lengkuas ini matahari benar-benar terasa terik banget, tapi seperti biasa, kayaknya kalo' sudah asyik
gak peduli lagi dengan sinar matahari yang menyengat kulit. Saya lalu istirahat sebentar, wah.. ditawarin
minum kelapa muda yang segar sama penjaga Mercu Suar. hmm.. nikmat. Ngobrol bentar dengan beliau, lalu
saya memutuskan untuk mencoba memotret dengan menggunakan filter Infra Red. Berikut foto-fotonya.



Sempat motret dan bantu henny untuk motret menggunakan model, kali ini model kita adalah Venny, berikut
foto-foto kegiatannya.


Wah waktu benar-benar tak terasa di pulau Lengkuas ini, tahu-tahu sudah jam 16:00 WIB. Saatnya kami
menuju ke pulau Aji, untuk memotret saat matahari terbenam / Sunset. Perjalanan kali ini cukup pelan, karena
perahu yang kami tumpangi, melalui jalur luar pulau, yang memiliki arus air dan ombak yang cukup besar.
Beberapa kali cipratan air laut membasahi kami, tapi hehehehe.. dasar anak-anak bandel, tetap aja ketawa-
ketawa sambil bercanda. Tas kamera semuanya telah diamankan dengan menggunakan lapisan luar pelindung
airnya. Wah main perahu dengan ombak besar seperti ini mengingatkan saya akan masa kecil.. hahahahaha..
Sekitar jam 16:35 WIB perahu kami tiba di pulau Aji, wah posisi pulau ini benar-benar strategis untuk
menikmati matahari terbenam, tidak ditutupi oleh pulau yang lain. Segera saya dan rekan-rekan menurunkan
peralatan fotografi, kali ini tripod saya benar-benar berfungsi penuh. Berikut foto suasana Sunset di pulau Aji.

Tepat jam 18:00 saat matahari menghilang dari horison lautan karena tertutup sebagian awan, kami lalu
kembali naik ke perahu untuk perjalanan kembali ke pelabuhan Traditional. Ombak masih cukup besar, tapi
terlihat air laut lagi pasang sehingga perahu yang kami tumpangi bisa langsung merapat ke bagian pinggir dari
pantai di pelabuhan tradisional.
Capek, tapi senang banget tentunya, segera peralatan fotografi dimasukkan lagi ke bagasi mobil, lalu kami
segera naik mobil, masih dikemudikan oleh pak Tata. Tujuan mobil kami adalah restoran Sea Food yang baru,
lokasinya cukup jauh juga, sekitar 30 menit. Tiba di restorannya, segera kami menuruni tangga tembok menuju
ke bagian dalam restorannya. Menu malam itu tetap Sea Food, hehehehehe..
Jam 19:15 WIB, selesai makan, dan sempat memesan makanan buat di bawa ke hotel (lagi ;) hehehehehehe).
Lalu kami kembali ke hotel, sempat mampir untuk membeli beberapa minuman ringan dan vitamin.
Jam 19:45 WIB, tiba di hotel. wah badan terasa pegal-pegal juga, sempat saya bercanda dengan pak Tata,
nanya kalo' di hotel ada tukang pijit nggak ?? Hahaha..
Lalu saya dan rekan-rekan kembali ke kamar hotel masing-masing, bersih-bersih kamera dan tripod, mandi lalu
kita berkumpul di kamar Anton dan Wiwied. seperti biasa, review hasil foto-foto sambil ngobrol tentang
kegiatan buat besok (hari Minggunya).
Tanggal 6 Juli 2008.
Pagi hari saya dikagetkan oleh suara anjing yang menggonggong di samping kamar hotel saya. Wah.. udah
pagi lagi rupanya, pulas juga saya tidur. Saat melirik jam, rupanya sudah jam 5.45 pagi. hmm.. telat bangun
nih, tapi sekilas saya liat dari jendela kamar, langit terlihat terang.. Wah Sunrisenya bisa didapat nih, buru-buru
saya ganti baju dan siapin kamera. segera saya keluar kamar menuju ke pantai di seberang hotel kami. Wah
pagi ini indah banget.. langitnya benar-benar bersih, berikut foto-foto sunrisenya.

Sempat bermain-main dengan siluet, berikut fotonya.

Sekitar jam 7 pagi, saya dan rekan-rekan menuju ke ruang makan hotel untuk sarapan. Menu sarapannya
tetap, roti bakar, nasi goreng dan mie goreng. Jam 8 kami kembali ke kamar masing-masing. Kali ini kita punya
waktu 1 jam, sebelum dijemput pak Tata kembali. Saya bersih-bersih perlengkapan dan mandi, setelah itu
semua pakaian dan perlengkapan dimasukkan ke dalam tas. Rencananya hari minggu ini kami semua check out
dari hotel Lor In.
Sekitar jam 9.30 WIB, mobil jemputan kami datang. Lalu kami memuat barang-barang dan perlengkapan
fotografi kami ke mobil. Setelah melakukan proses checkout dan menyerahkan kunci kamar hotel, lalu mobil
mengantar kami ke pantai Tanjung Kelayang. Tujuannya adalah untuk motret di lokasi yang di hari pertama
kami gagal karena hujan. Berikut foto-fotonya.



setelah dirasa cukup, kami lalu berangkat menuju kota di Belitung Barat. Tujuan utama apalagi kalau bukan
makan siang sekaligus membeli oleh-oleh khas belitung. Oleh-olehnya berupa makanan seperti kerupuk udang
/ cumi-cumi dan sejenisnya. Semuanya asli buatan belitung, bahkan rekan-rekan sempat juga membeli sambal
terasi khas Belitung di wilayah kota.
Makan siang kami hari ini tepat jam 12:00 WIB, di warung makan di tengah kota, menunya tetap "serba ikan",
bahkan sempat mencoba pempek khas Belitung. Jadi full wisata kuliner... hehehehe..
Sekitar jam 13:00 WIB mobil kami menuju ke tempat pak Endi, rencananya driver / pengemudi digantikan oleh
pak Endi. Tapi pak Tata tetap kami ajak, karena kelihatannya pak Tata lebih mengenal wilayah belitung Barat
yang akan kami kunjungi sore ini.
Jam 14:00 WIB mobil kami menuju ke Bandara Tanjung Pandan, rencananya mengantar 2 orang rekan yang
pulang / balik ke Jakarta hari ini. saya dan 2 orang rekan yang lain tetap melanjutkan hunting di Belitung,
sampai tgl 7 Juli (senin) 2008.
Jam 14:30 WIB tiba di Bandara Tanjung Pandan, wah kok masih cukup sepi ya ?? Memang pesawat Sriwijaya
Air baru datang sekitar jam 16:00 WIB dari informasi pak Tata, tour guide kami. Dua orang rekan kami, segera
masuk ke dalam ruang checkin bandara, setelah pamit dan salaman dengan 4 orang yg tersisa. Sedih juga
mereka nggak bisa ikut terus.
Setelah acara "pelepasan" di Bandara, kami berempat plus pak Endi dan pak Tata, segera melanjutkan
perjalanan dengan mobil, menuju ke kota di Belitung Barat.
Perjalanannya memakan waktu sekitar 45 menit, kami mampir ke desa Gantong, ke sekolah SD
Muhammadiyah Gantong. Menurut info dari pak Tata sekolah ini adalah sekolah asli dari para tokoh di novel
Laskar Pelangi. Bangunan sekolahnya semuanya terbuat dari kayu, keadaannya benar-benar cukup
memprihatinkan. Bangunan yang atapnya sudah bolong-bolong dan hampir roboh, tetapi yang paling
menggugah adalah cerita anak-anak sekolahnya yang tetap penuh semangat untuk bisa sekolah di sini. Berikut
foto-foto sekolah tersebut.


Perjalanan lalu kami lanjutkan menuju kota kecil Manggar di sebelah timur pulau belitung, sempat mampir
sebentar untuk isi bensin, mobil kami segera menuju ke dalam kota Manggar. Mampir ke hotel di dalam kota,
kami mencek fasilitas penginapan / kamar di hotel tersebut, hanya saja setelah berunding dengan rekan-rekan,
akhirnya kita putuskan balik lagi ke POM Bensin tadi, karena ternyata hotel / penginapan yang ada di area pom
bensinnya lebih nyaman buat kami. Kamarnyapun benar-benar bersih dan cukup luas. Model kamarnya jadi
mengingatkan saya akan kamar model kosan mahasiswa/i / karyawan. Karena hotelnya terbilang baru,
kamarnya pun kelihatan bersih dan nyaman banget.
Setelah menurunkan barang dari bagasi mobil kami segera masuk ke kamar masing2x, kegiatannya bersih-
bersih dan mandi. Sekitar jam 6.30 WIB, mobil datang menjemput kami, acara kali ini adalah makan malam, di
restoran pinggir pantai kota Manggar.
Makan malam selesai jam 7.30 WIB, selanjutnya kami dengan pak Tata & pak Endi meneruskan jalan-jalan
menggunakan mobil ke dalam pusat kota kecil Manggar. Di pusat kota Manggar ini banyak terdapat warung-
warung kopi, di mana masyarakat Manggar sering kali berkumpul saat malam hari, menghabiskan waktu
dengan mengobrol. Sebuah kegiatan yang cukup santai dan menarik terutama bagi kami yang merupakan
"tamu" di sini.
Akhirnya kita memilih duduk dan ngobrol santai di salah satu warung kopi, dari cerita pak Tata, warung kopi ini
telah ada dari sejak tahun 60'an. Wah, lama juga ya usianya..
Saya dan rekan-rekan lalu memesan kopi hangat. Saya amati model warung kopi ini kelihatannya menjadi
semacam "pusat informasi" yang sifatnya tidak resmi. Di sinilah masyarakat kota Manggar bisa berbaur tanpa
dibedakan oleh status sosial. Ramai dan terasa hangat suasananya.
Sekitar jam 9 malam, kami lalu kembali ke hotel The Begallor (area pom bensin) tempat kami menginap malam
ini. Sampai di hotel saya segera bersih-bersih peralatan kamera, dan mencharge bateray untuk digunakan esok
harinya. Badan terasa capek juga, akhirnya saya dan rekan-rekan tertidur di kamar hotel, sekitar pukul 10
malam.
Tanggal 7 Juli 2008
Saya dikagetkan oleh alarm yang saya set di handphone saya. Segera saya cek, wah udah jam 4 subuh, segera
saya bangun, hehehe.. terlihat dua orang rekan saya masih tertidur. Lalu saya segera menuju kamar mandi,
mandi tentunya. Airnya lumayan hangat, terasa segar setelah mandi, keluar dari kamar mandi saya liat kedua
rekan saya telah bangun. Gantian mereka mandi.
Tepat jam 4.30 WIB pak Tata dan pak Endi menjemput kami, rencananya kita akan motret matahari terbit /
Sunrise di pantai Manggar. Perjalanan menuju pantai tidak lama hanya sekitar 20 menit. Begitu tiba di lokasi,
segera saya keluar dari mobil. Cuaca masih gelap, angin berhembus kencang, wah.. dingin juga, untung saya
menggunakan jaket rompi jeans yang cukup tebal.
Segera peralatan kamera dan tripod saya keluarkan, lalu kami berempat segera menuju ke area pasir di pinggir
pantai. Hmm.. cahaya di langit masih kurang terang, matahari masih "sembunyi".
Segera saya pasang tripod, pikiran saya, saatnya tripod ini berguna. Angin kencang dan penggunaan speed
lambat dalam memotret, sangat membutuhkan bantuan tripod yang kuat dan tidak mudah goyang.

Setelah matahari muncul secara utuh, sekitar jam 7.15 WIB, selesailah acara "motret sunrise" kami. Segera
kami berempat kembali ke mobil yang ditunggui oleh pak Tata & pak Endi.
Perjalanan lalu dilanjutkan menuju Pantai Burung Mandi, memakan waktu sekitar 30 menit. Setiba di lokasi
kembali kami berempat bertebaran memotret pantai nelayan yang indah ini. Berikut foto-fotonya.


Perjalanan lalu kami lanjutkan menuju ke kuil / wihara Dewi Kwan Im, tak jauh dari pantai Burung Mandi,
sekitar 15 menit dengan mengendarai mobil. Sampai di kuil ini, kelihatan masih sepi, tapi ada satu orang
penjaga kuil menghampiri dan menyapa kami. Kami lalu minta ijin untuk masuk ke dalam area kuil dan motret.
Berikut foto kuil Kwan Im tersebut.

Tak lama motret, sekitar 20 menit, hujan turun dengan derasnya. Saya dan rekan-rekan berteduh di area parkir
kuil yang kebetulan beratapkan seng. Hmm.. melihat cuaca hujan ini sempat "turun" juga mood motret saya.
Tapi ternyata hujan tidak lama, hanya sekitar 30 menit. Lalu cuaca berangsur terang lagi.
Perjalanan lalu kami lanjutkan menuju ke Bukit Batu, lokasinya bisa dicapai dengan kendaraan mobil sekitar 30
menit. Tiba di lokasi, segera kami menurunkan peralatan fotografi, dan menyusuri jalan setapak (tanah) yang
menurun. Tiba di area bukit yang berbatuan (karena itu dinamakan Bukit Batu), tepat di bawah bukit batu,
pantainya terlihat cantik dan menarik. Penuh dengan bebatuan besar. Hmm.. saatnya bermain dengan filter
infra red nih, pikir saya. Berikut foto-fotonya.



Hmm.. karena proses motret menggunakan filter infra red cukup memakan waktu, saya baru selesai motret
sekitar jam 11:00 WIB. Itupun karena matahari telah tertutup awan mendung, sehingga kurang cocok lagi
untuk motret dengan menggunakan filter infra red.
Saya lalu kembali ke area sawung kecil tepat di atas bukit batu. Rekan-rekan sudah menunggu rupanya.
hehehehe.. sorry kelamaan. Sudah waktunya kita makan nih, tadi subuh di hotel tidak sempat sarapan, karena
langsung ke pantai jam 5 subuh.
Saat kembali ke mobil, hujan mulai turun, cukup deras juga. Akhirnya kami putuskan untuk sarapan (makan
siang ??) di restoran di Bukit Batu. Menu makanannya variatif, ada yang mesan nasi goreng komplit. Tapi saya
malah mesan indomie goreng, maklum pikiran saya nanti balik hotel makan lagi ;) hehehehehe..
Sekitar 45 menit kami habiskan waktu di restoran Bukit Batu, lalu ketika hujan telah berhenti. Kami lalu kembali
ke hotel. Selesailah acara hunting fotografi kami selama 4 hari 3 malam, di pulau Belitung.
Jam 13.30 WIB, kami checkout dari hotel the Begallor. Mobil lalu mengantar kami berempat menuju ke kota
Tanjung Pandan di Belitung Barat. Perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 45 menit. Sewaktu tiba di
bandara Tanjung Pandan, hahahaha.. suasana masih sepi banget, kami lalu memutuskan untuk mencoba
Bakmi Belitung di kota Tanjung Pandan.. hehehehe.. makan lagi.
Tepat jam 15:00 WIB, kami telah berada di Bandara Tanjung Pandan, saya dan rekan-rekan lalu checkin dan
mengurus barang untuk dimasukkan ke bagasi pesawat Sriwijaya Air. Kita lalu berpamitan ke pak Tata & pak
Endi, saya sempat menelpon pak Suma, mengucapkan terima kasih atas bantuan guidenya selama kami di
Belitung.


Jam 16:30 WIB, kami berempat telah berada di dalam pesawat Sriwijaya Air menuju Jakarta, sekitar jam 17:25
WIB tiba di jakarta. Kembali ke peradaban, kembali ke rutinitas kerja lagi, pikir saya. hmm.. ;)
Saya hanya berharap semoga bisa kembali ke Belitung lagi tahun depan, untuk acara hunting fotografi yang
lain.
Sebagai penutup, semoga catatan perjalanan hunting ini bisa memberi inspirasi buat para pecinta fotografi dan
bisa menghasilkan karya-karya foto luar biasa selama perjalanan hunting anda. Di samping itu saya berharap /
berdoa semoga keindahan pantai di kawasan Belitung tetap terjaga, dan harapan saya semoga pengunjungnya
bisa menjaga kebersihan kawasan pantainya yang luar biasa indah itu.
www.belitungisland.com