Anda di halaman 1dari 23

PERANCANGAN DIAGRAM KONTROL

MULTIVARIAT T
2
HOTELLING SUBGRUP
(STUDI KASUS DI PT. X)
Oleh :
M. Auzan Daulay
3333 071248
Latar Belakang Masalah
PT. X adalah perusahaan yang memproduksi pallet kayu untuk kebutuhan
pabrik di Cilegon, tetapi pada prakteknya belum terdapat sistem
pengontrolan kualitas untuk menunjang kualitas pallet yang diproduksi.
Untuk menjamin kualitas pallet yang diproduksi dibutuhkan pengontrolan
kualitas pada proses produksinya. Pengontrolan kualitas multivariat telah
berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Sebelumnya Aristiara (2011) telah melakukan penelitian dalam rangka
mengendalikan kualitas secara multivariat, yaitu dengan metode T2
Hotelling. Sedangkan Widyawati (2012) menambahkannya dengan
perhitungan kapabilitas prosesnya.
Pada penelitian ini akan dirancang aplikasi T2 Hotelling subgrup untuk
menerapkan metode pengontrolan kualitas multivariat agar dapat
diterapkan pada PT. X dengan perhitungan yang cepat.
Tujuan Penelitian
1. Mengetahui karakteristik kualitas yang
mempengaruhi kualitas pallet di PT. X.
2. Merancang aplikasi diagram kontrol T
2

Hotelling subgrup dengan menggunakan
MATLAB.
3. Menerapkan metode T
2
Hotelling subgrup
untuk mengetahui proses produksi sudah
terkontrol atau tidak.
Batasan Masalah
1. Karakteristik kualitas yang berpengaruh pada
produk pallet bergantung pada PT. X.
2. Pengambilan sampel hanya 1 jenis produk
dari produksi terbanyak.
3. Pembuatan aplikasi menggunakan Matlab.
Pengumpulan Data
1. Gambar Pallet
Pengumpulan Data
2. Data Sampel Fase 1
No.
Subgrup
Panjang
PB
Lebar
PB
Tinggi
PB
Panjang
PK
Lebar
PK
Tinggi
PK
Panjang
B
Lebar B Tinggi B
1
103.30 10.00 1.60 102.80 7.80 1.60 102.90 4.40 8.80
102.50 9.40 1.90 102.30 7.40 1.80 102.20 4.10 9.60
102.80 9.80 1.80 102.60 7.60 1.70 102.80 4.30 9.20
102.60 9.40 2.40 102.40 7.10 1.90 102.60 4.20 9.30
2
102.10 9.30 2.10 102.30 7.50 1.80 102.50 4.30 9.10
103.20 9.80 1.90 102.80 8.50 1.60 102.80 4.80 8.60
103.10 9.60 1.90 102.80 7.80 1.60 102.70 4.50 8.50
102.40 9.40 2.10 102.50 7.70 1.70 102.70 4.40 8.90
: : : : : : : : : :
: : : : : : : : : :
25
102.20 8.70 1.50 102.80 7.80 2.20 102.40 4.70 8.50
102.50 8.80 1.70 102.80 7.60 1.90 102.40 4.40 8.80
102.70 9.00 2.00 103.00 7.50 1.80 102.80 4.30 9.00
102.20 8.40 2.20 102.70 7.30 2.50 102.70 4.80 8.50
Pengumpulan Data
3. Data Sampel Fase 2
No.
Subgrup
Panjang
PB
Lebar
PB
Tinggi
PB
Panjang
PK
Lebar
PK
Tinggi
PK
Panjang
B
Lebar B Tinggi B
1
103.00 10.00 1.60 103.10 9.10 1.50 103.10 4.60 8.60
102.90 9.90 1.90 102.90 8.40 2.30 102.80 4.50 8.70
102.70 9.80 2.00 102.80 8.40 2.40 102.70 4.40 8.70
102.70 9.60 2.10 102.70 7.70 2.50 102.70 4.30 9.30
2
102.90 9.60 1.90 102.80 9.00 1.60 102.70 4.40 8.70
102.70 9.60 2.00 102.80 8.20 2.00 102.70 4.70 8.60
102.70 8.70 2.20 102.70 7.70 2.10 102.70 4.90 8.60
103.10 9.70 1.90 102.90 9.10 1.50 102.90 4.30 8.70
: : : : : : : : : :
: : : : : : : : : :
25
102.70 9.20 2.20 102.70 8.30 2.10 102.60 4.40 9.00
102.70 9.20 2.20 102.70 7.80 2.70 102.70 4.30 9.20
102.90 9.60 2.00 102.80 8.80 2.00 102.90 4.40 9.00
102.80 10.00 1.80 102.80 8.90 1.90 102.70 4.60 8.50
Pengolahan Data
1. Analisis korelasi
fase 1

fase 2

Pengolahan Data
2. Uji multinormal
fase 1 fase 2









Data Display
t 0.550000
distribusi data multinormal
25 20 15 10 5 0
25
20
15
10
5
0
dd
q
Scatterplot of q vs dd
35 30 25 20 15 10 5 0
25
20
15
10
5
0
dd
q
Scatterplot of q vs dd








Data Display
t 0.550000
distribusi data multinormal
Pengolahan Data
3. T2 Hotelling subgrup
Fase 1
Input data fase 1 (Karakteristik p,
Subgrup m, Sampel/Subgrup n) X
Peta Kontrol T
2
Hotelling
(Persamaan 2.11)
Terkontrol dgn UCL
(Persamaan 2.12)
no
yes
Identifikasi vektor mean sample ,
vektor grand mean sample , dan
matriks kovarian sample S
X
.
Buang subgrup
out of control
Fase 2
Input data fase 2 (Karakteristik p,
Subgrup m, Sampel/Subgrup n) Y
Selesai
Simpan data fase 1
dan S
X
yang
telah terkontrol
Identifikasi vektor mean sample ,
vektor grand mean sample dan
matriks kovarian sample S
Y
.
Peta Kontrol T
2
Hotelling
(persamaan 2.13)
Mulai
Pengontrolan dgn UCL
Simpan data
UCLfase 1
Perancangan aplikasi T
2
Hotelling subgrup
Layar utama sebagai deskripsi aplikasi
Layar fase 1 untuk menentukan parameter
pengontrolan
Layar fase 2 untuk melakukan proses pengontrolan
proses produksi
Layar report sebagai tampilan hasil perhitungan T
2

Hotelling subgrup
File Window Help
New
Close
Fase 1
Fase 2
Report
Perancangan aplikasi T
2
Hotelling subgrup
1. Layar Utama
Perancangan aplikasi T
2
Hotelling subgrup
2. Layar Fase 1
Jumlah variabel
Tabel input data
Proses
Iterasi ke-
Jumlah subgrup
Nilai alpha
Jumlah sampel
Tabel output data (Nilai T
2
Hotelling dan statusnya)
Nilai UCL Jml out of control Jml subgrup sisa
Data Input
Data Output
Tabel
Add
Perancangan aplikasi T
2
Hotelling subgrup
3. Layar Fase 2
Jumlah variabel
Tabel input data
Proses
Jumlah subgrup
Nilai alpha
Jumlah sampel
Tabel output data (Nilai T
2
Hotelling dan statusnya)
Nilai UCL Jml out of control Jml subgrup sisa
Data Input
Data Output
Tabel
Add
Perancangan aplikasi T
2
Hotelling subgrup
4. Layar Report
Report
List fase
Save
Penerapan aplikasi
1. Fase 1
Masukkan
data fase 1
Tekan tombol Proses
sampai terkontrol
Menghasilkan
parameter
Penerapan aplikasi
2. Fase 2
Masukkan
data fase 2
Tekan tombol Proses
untuk pengontrolan
Mengetahui hasil
pengontrolan
Hasil Perhitungan Fase 1
Iterasi 1
Jumlah subgrup = 25
Nilai UCL = 25.962
Jumlah out = 17

Iterasi 2
Jumlah subgrup = 8
Nilai UCL = 44.656
Jumlah out = 1

Iterasi 3
Jumlah subgrup = 7
Nilai UCL = 52.227
Jumlah out = 0 (terkontrol)

Hasil Perhitungan Fase 2 dan report
Fase 2
Jumlah subgrup = 25
Nilai UCL = 52.227
Jumlah out = 23

Report


Fase Iterasi Jumlah subgrup Subgrup out of control
Jumlah subgroup
out of control
1
1 25
3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 14, 15,
17, 18, 20, 22, 23, 24, 25
17
2 8 7 1
3 7 - 0
2 - 25
1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15,
16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25
23
Analisis
Jumlah subgrup (m) pada fase 1 akan terus berkurang sampai
iterasi terakhir, yaitu saat tidak ada lagi out of control, karena
subgrup out of control akan dieliminasi di tiap iterasi.
Nilai UCL akan semakin bertambah dari iterasi 1 sampai iterasi
terakhir, karena semakin stabil data yang diproses akan
semakin longgar batasannya.
Nilai UCL pada fase 1 yang telah terkontrol digunakan sebagai
parameter pengontrolan untuk perhitungan di fase 2.
Pada perhitungan ditemukan banyak subgrup out of control,
23 dari 25 subgrup yang diproses. Hal ini dapat disebabkan
oleh banyak faktor salah satunya karena belum terdapat
sistem pengontrolan kualitas yang baik sebelumnya.


Simpulan
Karakteristik kualitas (p) ada 9, yaitu panjang papan besar,
lebar papan besar, tinggi papan besar, panjang papan kecil,
lebar papan kecil, tinggi papan kecil, panjang balok, lebar
balok, dan tinggi balok.
Aplikasi T
2
Hotelling dirancang dengan memiliki 4 layar,
yaitu layar utama untuk mendeskripsikan aplikasi, layar fase
1 untuk menentukan parameter pengontrolan, layar fase 2
untuk melakukan pengontrolannya, dan layar report untuk
melihat hasil pehitungannya.
Penerapan metode T
2
Hotelling subgrup hanya menemukan
2 subgrup incontrol dari 25 subgrup dengan UCL 52.227
sehingga kualitas proses produksi dapat dikatakan belum
terkontrol.




Saran
Perancangan dalam pengukuran kapabilitas
proses dapat dilanjutkan pada aplikasi untuk
menilai kemampuan proses perusahaan dalam
mencukupi kebutuhan konsumen sesuai
dengan spesifikasi yang diminta.
Perhitungan dekomposisi dapat dilanjutkan
untuk menganalisa kegagalan pada proses
produksi yang harus segera dilakukan
perbaikan sesuai dengan karakteristik kualitas.




TERIMA KASIH
Sekian