Anda di halaman 1dari 17

1

LAPORAN PRAKTIKUM X
METODA DU-NOUY UNTUK MENENTUKAN
TEGANGAN PERMUKAAN ()

A. TUJUAN
- Menentukan tegangan permukaan cairan/cairan (O/W)
- Memperhatikan efek surface active agent terhadap
B. DASAR TEORI
Di dalam zat cair, satu molekul dikelilingi oleh molekul-molekul lainnya
yang sejenis dari segala arah sehingga gaya tarik menarik sesama molekulnya
(gaya kohesi), sama besar. Pada permukaan zat cair terjadi gaya tarik menarik
antara molekul cairan dengan molekul udara (adhesi). Gaya adhesi lebih kecil bila
dibandingkan dengan gaya kohesi sehingga molekul di permukaan zat cair
cenderung tertarik ke arah dalam. Tetapi hal ini tidak terjadi karena adanya gaya
yang bekerja sejajar dengan permukaan zat cair yang mengimbangi besarnya gaya
kohesi antar molekul di dalam zat cair terhadap molekul sejenisnya dipermukaan.
Akibatnya molekul tersebut berada di permukaan. Gaya ini disebut tegangan
permukaan. Atau dengan kata lain tegangan permukaan didefinisikan sebagai
gaya F persatuan panjang L yang harus diberikan sejajar pada permukaanuntuk
mengimbangi tarikan dalam.Sedangkan tegangan antar permukaan adalah
tegangan pada antar permukaan dua cairan yang tidak bercampur atau antara
permukaan zat padat dengan cairan. Simbol yang digunakan untuk
tegangan permukaanadalah dan satuannya adalah dyne cm
-1
(Hendra, 2002).
L
F
2


dimana, = tegangan permukaan
F = gaya
L = panjang keliling permukaan selaput fluida
Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk
menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini
2

dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Sebagai contoh, akan
ditinjau cairan yang berada di dalam sebuah wadah seperti berikut.








Gambar 1. Gaya Tarik Molekul-molekul dalam Cairan
Sebagai contoh, ketika sebuah klip (penjepit kertas) diletakkan secara hati-
hati pada permukaan air di dalam gelas, maka klip tersebut tidak akan
tengggelam. Ketika klip diletakan secara hati-hati ke atas permukaan air, molekul-
molekul air yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip tersebut,
sehingga molekul-molekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih
ke atas untuk menopang klip tersebut. Adanya tegangan permukaan cairan juga
menjadi alasan mengapa serangga bisa mengapung di atas air.
Efek permukaan dapat dinyatakan dalam bahasa fungsi Helmholt dan
Gibbs. Hubungan antara fungsi-fungsi ini dan luas permukaan adalah kerja yang
diperlukan untuk mengubah sejumlah tertentu luas ini dan luas permukaan adalah
kerja yang diperlukan untuk mengubah sejumlah tertentu luas ini dan kenyataan
bahwa pada kondisi berbeda dA dan dG sama dengan kerja yang dilakukan dalam
mengubah energi sistem. Kerja yang dilakukan dalam mengubah sangat kecil d
luas permukaan suatu sampel sebanding dengan d (dw = do). Koefisien
disebut dengan tegangan permukaan (erg/cm
2
atau J/m
2
). Pada volume dan
temperatur tetap, kerja pembentukan permukaan dapat dikenali dengan perubahan
fungsi Helmholtz (yang dinyatakan dengan dA = d. Karena fungsi Helmholtz
berkurang (d < 0), maka secara alamiah permukaan cenderung untuk menyusut
atau menkerut dan menyebabkan permukaan cairan seakan-akan menjadi tegang
(Sukardjo, 1997). Jadi, tegangan muka adalah gaya (dyne) yang bekerja sepanjang
1 cm pada permukaan zat cair.
3

Pengukuran tegangan permukaan atau tegangan antar muka dapat
dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1. Metode kenaikan kapiler
Tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian air/cairan yang
naik melalui suatu kapiler. Metode kenaikan kapiler hanya dapat
digunakan untuk mengukur tegangan permukaan tidak bisa untuk
mengukur tegangan antar muka.
2. Metode tersiometer Du-Nouy
Metode cincin Du-Nouy bisa digunakan untuk mengukur tegangan
permukaan ataupun tegangan antar muka. Prinsip dari alat ini adalah
gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin platina iridium yang
dicelupkan pada permukaan sebanding dengan tegangan permukaan atau
tegangan antar muka dari cairan tersebut.
Pada percobaan tegangan permukaan atau antar muka ini metode yang
digunakan yakni tensiometer Du-Nouy dimana Metode cincin Du-Nouy bisa
digunakan untuk mengukur tegangan permukaan ataupun tegangan antar muka.
Untuk penentuan tegangan permukaan saja dapat menggunakan metode kenaikan
kapiler. Sedangkan prinsip dari alat ini adalah gaya yang diperlukan untuk
melepaskan suatu cincin platina iridium yang dicelupkan pada permukaan
sebanding dengan tegangan permukaan atau tegangan antar muka dari cairan
tersebut. Adapun rangkaian alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu:

(Sumber: Universitas Negeri Surabaya, 2002)

4

Keterangan:
1. Cincin Metal
2. Air
3. Gelas beaker
4. Laboratory stand dan Statif
5. Selang plastik
6. Dynamometer 0,1 N
Pada dasarnya tegangan permukaan suatu zat cair dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya suhu dan zat terlarut. Dimana keberadaan zat terlarut
dalam suatu cairan akan mempengaruhi besarnya tegangan permukaan terutama
molekul zat yang berada pada permukaan cairan berbentuk lapisan
monomolecular yang disebut dengan molekul surfaktan.
Besarnya gaya ke bawah akibat tegangan permukaan diukur.
F = 4R
Dimana merupakan tegangan muka; nilai adalah sebesar 3,14; R adalah jari-
jaari cincin; dan F adalah gaya untuk memisahkan permukaan cairan. Pada saat
cincin lepas, dapat dituliskan persamaan:
F
1
= F
2

F
1
= 4R

R 4
F

Oleh karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya
tegangan permukaan dengan satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan
adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm).
1 dyn/cm = 10
-3
N/m = 1 mN/m
Metode Du-Nouy selain untuk mengukur tegangan muka, juga dipakai
untuk mengukur tegangan muka antara dua fasa cair, misalnya tegangan muka
antara minyak dengan air. Dengan metode Du-Nouy, cincin logam yang
digunakan pada permukaan cairan diangkat ke atas dengan memakai torsion wire.
Gaya yang diperluakn untuk tepat memutuskan film cairan diukur pada skala yang
dihubungkan dengan torsion wire tersebut (Bird, 1986).
5

Untuk sistem ideal, gaya baru bisa memutuskan film cairan bila besarnya
sama dengan 4R. Persamaan ini hanya berlaku untuk cairan yang mempunyai
sudut kontak () sama dengan nol. Dalam prakteknya bentuk cairan film yang
diangkat lingkaran logam berbeda dari sistem ideal dan mempengaruhi harga
tegangan permukaan yang diperoleh, sehingga diperlukan faktor koreksi yang
berkisar antara 0,751,02.
Emulsifier atau zat pengemulsi didefinisikan sebagai senyawa yang
mempunyai kemampuan aktivitas pemukaan (surface activity agents) sehingga
dapat menurunkan tegangan permukaan (surface tension) cairan. Detergen sintesis
modern didesain untuk meningkatkan kemampuan air membasahi kotoran yang
melekat pada pakaian, yaitu dengan menurunkan tegangan permukaan air.
Misalnya, air murni tidak membasahi dan bentuk butiran air ini tidak banyak
berubah, tetapi tetes air yang mengandung detergen (surfaktan) akan membasahi
lilin dan butir air akan menyebar (luas permukaan bertambah).
Suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan. Umumnya ketika terjadi
kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan mengalami penurunan. Hal ini
disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat
sehingga pengaruh interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai
tegangan permukaan juga mengalami penurunan.

C. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan :
Alat Jumlah Bahan Keterangan
Cawan Petri
Gelas kimia 100 mL
Batang Pengaduk
Tensiometer Du-Nouy
Spatula
Labu ukur 100 mL
2 buah
4 buah
1 buah
1 set
1 buah
1 buah
Aquades
Detergen (so Klin
Softergent)
Minyak goreng
Kloroform
500 mL
0,308 gram
100 mL
100 mL



6

D. PROSEDUR DAN HASIL PENGAMATAN
Prosedur kerja Hasil pengamatan
1. Larutan murni
a. Aquades dimasukkan sampai
memenuhi cawan petri kemudian alat
dirangkai seperti gambar disamping.
Cincin dengan dinding cawan dijaga
agar tidak saling bersentuhan
kemudian skala pada tensiometer
pada tarikan pertama diamati.








b. Skala yang ditunjukkan tensiometer
dicatat. Pengamatan berulang-ulang
dilakukan untuk mendapatkan hasil
yang akurat. Prosedur kerja 1 (a) dan
1 (b) diulang untuk larutan murni
lainnya yaitu kloroform dan minyak.
- Sebanyak 50 mL aquades dimasukkan
ke dalam cawan petri.
- Alat dirangkai seperti gambar di
bawah ini dan cincin logam dijaga
agar tidak saling bersentuhan dengan
dinding cawan petri.

Gambar 1. Rangkaian Alat
- Skala yang ditunjukkan tensiometer
untuk aquades sebesar 10 mN

Gambar 2. Skala Tensiometer untuk
Aquades
- Skala yang ditunjukkan tensiometer
untuk kloroform sebesar 6 mN
7

-
Gambar 3. Skala Tensiometer untuk
Kloroform
- Skala yang ditunjukkan tensiometer
untuk minyak goreng 8 mN

Gambar 4. Skala Tensiometer untuk
Minyak Goreng
2. Larutan detergen
- Detergen bubuk yang akan digunakan
disiapkan, dimana detergen ditimbang
masingmasing sebanyak 0,05 g; 0,10
g dan 0,15 g.








- Detergen yang digunakan dalam
percobaan ini adalah so Klin
Softergent berupa bubuk berwarna
putih yang ditimbang masing-masing
sebanyak 0,054, gram 0,104 gram dan
0,150 gram

Gambar 5. Detergen dengan massa
8















- Masing-masing detergen yang
massanya berbeda tersebut dilarutkan
ke dalam aquades hingga volumenya
100 mL. Sehingga mendapatkan
larutan detergen dengan tiga
konsentrasi yang berbeda yaitu
0,05%; 0,10% dan 0,15%.








0,054 g

Gambar 6. Detergen dengan massa 0,104
g

Gambar 7. Detergen dengan massa
0,150 g

- Masing-masing detergen dengan
massa yang berbeda tersebut
dilarutkan dalam aquades hingga
volumenya 100 mL sehingga
didapatkan larutan detergen dengan
konsentrasi 0,05%; 0,10% dan 0,15%
yang berupa larutan putih keruh.

Gambar 8. Larutan Detergen dengan
Konsentrasi 0,05%; 0,10% dan 0,15%.

- Larutan detergen dengan konsentrasi
9

- Perlakuan yang sama ditunjukkan
pada masing-masing larutan detergen
seperti pada langkah 1(a) dan 1(b).
skala yang ditunjukkan dicatat.
0,05%; 0,10% dan 0,15% tersebut
selanjutnya diukur dengan
tensiometer. Adapun skala yang
ditunjukkan tensiometer untuk
masing-masing larutan detergen
adalah konsentrasi 0,05% (6 mN),
konsentrasi 0,10% (5 mN), dan
konsentrasi 0,15% (4 mN).
3. Campuran Minyak dan Air
a. Sebanyak 30 mL air ditambahkan
dengan minyak sebanyak 12,5 mL
pada cawan petri.


b. Cincin logam dicelupkan ke dalam
campuran air dan minyak pada bagian
perbatasan antara lapisan minyak
dengan air. Skala yang ditunjukkan
tensiometer dicatat.
- Sebanyak 30 mL aquades
ditambahkan 12,5 mL minyak goreng
sehingga terbentuk 2 lapisan yang
tidak saling melarutkan, minyak
berada di lapisan atas dan air berada
di lapisan bawah.
- Campuran minyak dan air selanjutnya
diukur dengan tensiometer. Skala
yang ditunjukkan oleh tensiometer
untuk campuran minyak dan air
adalah 9 mN.

Gambar 9. Skala Tensiometer untuk
Campuran Minyak Goreng dan Air
4. Campuran Air dan Kloroform
a. Sebanyak 15 mL air di atas cawan . - Sebanyak 15 mL aquades ditambahkan
10

petri ditambahkan 10 mL kloroform
pada 3 mL air yang telah ditempatkan
pada cawan petri.

b. Cincin logam dicelupkan ke dalam
campuran air dan kloroform pada
bagian perbatasan antara lapisan air
dan kloroform. Skala yang
ditunjukkan tensiometer dicatat.

dengan 10 mL kloroform sehingga
terbentuk 2 lapisan yang tidak saling
melarutkan, air berada di lapisan atas
dan kloroform berada di lapisan
bawah.
- Campuran air dan kloroform
selanjutnya diukur dengan
tensiometer. Skala yang ditunjukkan
oleh tensiometer untuk campuran air
dan kloroform adalah 6 mN.

Gambar 10. Skala Tensiometer untuk
Campuran Air dan Kloroform


Hasil pengamatan
Diameter cincin aluminium:
No. Zat Suhu (
o
C) Berat
jenis
F (mN)
1. Air 28 1 ,00 10
2. Minyak goreng 28 0,911 8
3. Kloroform 28 1,47 6
4. Larutan Detergen 0,05% 28 1,00 6
5. Larutan Detergen 0,1% 28 1,00 5
6. Larutan Detergen 0,15% 28 1,00 4
7. Campuran air dan 28 1,00/1,47 6
11

koroform
8. Campuran air dan
minyak
28 1,00/0,911 9


E. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
E.1 Analisis
Perhitungan Tegangan Permukaan
Diameter cincin yang digunakan dalam percobaan adalah 6 cm (R = 3 cm).
Rumus yang digunakan:
F = m.g
F = 4R . cincin jari jari R ;
R 4
F

m 3768 , 0
m 10 3 3,14 4
cm 3 3,14 4 R 4
2


a. Cairan Murni
Aquades (F =10 mN)
2 2
2
2
3
3
s
gram
5 , 26
s
Kg
10 65 , 2
0,3768m
s
Kg.m
10 10

m 0,3768
N 10 10
4
F


Kloroform (F =6 mN)
2 2
2
2
3
3
s
gram
9 , 15
s
Kg
10 59 , 1
m 0,3768
s
Kg.m
10 6

m 0,3768
N 10 6
4
F


Minyak Goreng (F =8 mN)
2 2
2
2
3
3
s
gram
21,2
s
Kg
10 2,12
m 0,37052
s
Kg.m
10 8

m 0,3768
N 10 8
4
F


12

b. Larutan Detergen
Detergen 0,05% (F =6 mN)
2 2
2
2
3
3
9 , 15
s
Kg
10 59 , 1
0,3768m
s
Kg.m
10 6

m 0,3768
N 10 6
4
F

s
gram


Detergen 0,1% (F =5 mN)





Detergen 0,15% (F =4 mN)
2 2
2
2
3
3
6 , 10 10 06 , 1
3768 , 0
.
10 4

3768 , 0
10 4
4
s
gram
s
Kg
m
s
m Kg
m
N
R
F



c. Campuran
Air dan kloroform (F =6 mN)
2 2
2
2
3
3
s
gram
9 , 15
s
Kg
10 59 , 1
m 0,3768
s
Kg.m
10 6

m 0,3768
N 10 6
R 4
F


Air dan minyak (F =9 mN)
2 2
2
2
3
3
s
gram
9 , 23
s
Kg
10 39 , 2
m 0,3768
s
Kg.m
10 9

m 0,3768
N 10 9
R 4
F




2 2
2
2
3
3
2 , 13 10 32 , 1
3768 , 0
.
10 5

3768 , 0
10 5
4
s
gram
s
Kg
m
s
m Kg
m
N
R
F

13

E.2 Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan pengukuran tegangan permukaan dari
beberapa cairan. Adapun cairan yang diukur tegangan permukaannya adalah
aquades, minyak goreng, kloroform, serta diukur pula pengaruh surfaktan
terhadap tegangan permukaan. Secara teoritis, tegangan permukaan merupakan
gaya per satuan panjang pada permukaan yang melawan ekspansi dari luas
permukaan. Tegangan permukaan dapat dihitung dengan persamaan sebagai
berikut.
F = 4R . cincin jari jari R ;
R 4
F

Adanya tegangan permukaan pada suatu cairan diakibatkan karena kerja
gaya kohesi yang terjadi antar molekul zat cair yang ada pada permukaan dengan
di sebelah dalamnya. Sebagai akibat gaya tersebut maka zat cair akan mengalami
penurunan luas permukaan. Tegangan permukaan ini diukur dengan alat
tensiometer dimana tensiometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
besarnya gaya untuk memisahkan cincin dari cairan atau larutan. Diameter cincin
yang digunakan dalam percobaan adalah 6 cm (R = 3 cm).
Praktikum ini terdiri dari beberapa tahapan, tahapan pertama yang
dilakukan adalah pengukuran tegangan permukaan dari cairan murni yaitu
aquades, kloroform, dan minyak goreng. Pengukuran tegangan permukaan ini
dilakukan dengan suhu ketiga cairan adalah 28
o
C. Berdasarkan hasil pengamatan,
gaya yang diperlukan untuk memisahkan cincin dari ketiga cairan murni (aquades,
kloroform, dan minyak goreng) ini berturut-turut adalah 10 mN, 6 mN, dan 8 mN,
sehingga tegangan permukaan dari ketiga cairan ini adalah 26,5 gr/s
2
; 15,9 gr/s
2
;
dan 21,2 gr/s
2
(perhitungan dapat dilihat pada analisis). Secara teoritis, tegangan
permukaan suatu cairan berbanding terbalik dengan luas permukaan cairan,
dengan demikian dapat diketahui bahwa luas permukaan aquades lebih kecil
dibandingkan luas permukaan kloroform dan minyak goreng. Kecilnya luas
permukaan air ini disebabkan karena kuatnya interaksi antara molekul-molekul
air. Molekul air (H
2
O) adalah molekul polar dengan atom O yang bersifat
elektronegatif dan mampu membentuk ikatan hidrogen dengan atom H dari
molekul air yang lain (ikatan antar molekul). Hal inilah yang menyebabkan gaya
tarik antar molekul air sangat kuat sehingga luas permukaannya kecil. Oleh karena
14

itu tegangan permukaan air besar, sedangkan molekul kloroform dan minyak
merupakan senyawa yang bersifat nonpolar. Sifat nonpolar pada minyak
disebabkan karena adanya rantai alkil yang panjang. Rantai alkil panjang ini
mengurangi keelektronegatifan atom O pada gugus karboksil sehingga gaya tarik
antar molekul minyak dengan molekul minyak yang lain menjadi lebih lemah.
Dengan demikian, luas permukaan minyak lebih besar dan tegangan
permukaannya kecil. Begitu juga dengan senyawa kloroform yang bersifat
nonpolar. Tiga buah atom Cl yang terikat pada atom C menyebabkan senyawa ini
menjadi kurang polar. Dengan demikian, gaya tarik antar molekulnya lebih lemah,
sehingga luas permukaan kloroform lebih besar dan tegangan permukaanya
menjadi lebih kecil.
Tahapan kedua yang dilakukan adalah pengukuran tegangan permukaan
dari larutan detergen, dimana konsentrasi dari detergen ini divariasikan. Adapun
konsentrasi larutan detergen yang diukur adalah 0,05%; 0,1%. dan 0,15%;
Detergen yang digunakan pada praktikum ini adalah So Klin Softergent.
Berdasarkan hasil pengamatan larutan detergen berupa larutan yang berwarna
putih keruh dengan tingkat kekeruhan tertinggi terdapat pada larutan detergen
0,15%. Adapun gaya yang diperlukan untuk memisahkan cincin dari larutan
detergen 0,05%; 0,1% dan 0,15%; berturut-turut adalah 6 mN, 5 mN, dan 4 mN.
Berdasarkan data ini maka dapat dihitung tegangan permukaan dari ketiga larutan
ini berturut-turut adalah 15,9 gr/s
2
; 13,2 gr/s
2
; dan 10,6 gr/s
2
(perhitungan dapat
dilihat pada analisis). Secara teoritis, antara tegangan permukaan aquades dengan
larutan detergen, yang memiliki tegangan permukaan lebih besar adalah aquades.
Pada pengukuran tegangan permukaan larutan detergen, penambahan detergen
pada zat murni aquades dapat menurunkan tegangan permukaan zat tersebut. Hal
ini disebabkan dalam detergen terkandung surfaktan yang berfungsi sebagai
emulsifier. Emulsifier ini dapat meningkatkan kemampuan air (aquades)
membasahi kotoran. Jika di dalamnya terkandung surfaktan, maka bentuk butiran
air murni (aquades) akan berubah (menyebar).
Penggunaan surfaktan ini sangatlah berguna terutama dalam hal
penggunaan detergen untuk membersihkan kotoran pakaian. Bila tegangan
permukaan air turun akibat penggunaan surfaktan, maka akan semakin mudah
15

melarutkan kotoran. Dalam hal ini, makin besar konsentrasi detergen dalam
larutan maka tegangan permukaan akan semakin menurun. Teori ini sesuai
dengan data yang diperoleh dari praktikum, dimana larutan detergen dengan
konsentrasi 0,15% memiliki tegangan permukaan yang paling kecil ( = 10,6
gr/s
2
) sedangkan larutan detergen dengan konsentrasi 0,05% memiliki tegangan
permukaan paling besar ( = 15,9 gr/s
2
). Hal ini disebabkan oleh semakin
tingginya konsentrasi surfaktan yang berfungsi sebagai emulsifier. Semakin
banyak emulsifier, maka semakin banyak gugus aktif yang berikatan dengan
molekul air sehingga gaya kohesi antar molekul air semakin berkurang. Oleh
karena turunnya tegangan permukaan inilah detergen dapat digunakan untuk
memisahkan kotoran yang menempel pada pakaian. Berdasarkan data tegangan
permukaan ini maka detergen So Klin Softener dapat digunakan untuk
memisahkan kotoran pada pakaian.
Pengukuran selanjutnya dilakukan terhadap campuran antara kloroform
dengan aquades dan campuran antara aquades dengan minyak. Campuran pertama
yang diukur adalah campuran antara kloroform dengan aquades. Berdasarkan
hasil pengamatan, campuran kloroform dan aquades membentuk 2 lapisan yang
tidak saling melarutkan dengan aquades berada di lapisan atas. Hal ini
dikarenakan massa jenis air lebih kecil dari kloroform ( massa jenis air adalah 1
gr/mL sedangkan massa jenis kloroform adalah 1,47 gr/mL). Adapun gaya yang
terukur untuk memisahkan cincin dengan larutan adalah sebesar 6 mN sehingga
tegangan permukaannya adalah sebesar 15,9 gr/s
2
(perhitungan dapat dilihat pada
analisis). Campuran kedua yang yang diukur adalah campuran aquades dan
minyak goreng. Berdasarkan hasil pengamatan campuran ini membentuk 2 lapisan
yang tidak melarutkan dengan minyak berada di atas (massa jenis air 1 gr/mL
sedangkan massa jenis minyak 0,911 gr/mL). Adapun gaya yang terukur untuk
memisahkan cincin dengan larutan adalah sebesar 9 mN sehingga tegangan
permukaannya adalah sebesar 23,9 gr/s
2
(perhitungan dapat dilihat pada
analisis). Jika dibandingkan dengan tegangan permukaan air murni, maka
tegangan permukaan campuran zat-zat tersebut adalah lebih kecil daripada zat
murninya. Hal ini disebabkan karena pengukuran tegangan permukaan dilakukan
pada perbatasan antara kedua lapisan yang tidak saling melarutkan dalam
16

campuran air-kloroform/air-minyak goreng. Molekul-molekul kloroform dan
minyak yang tersebar dalam air ini akan mengganggu daya tarik antar molekul-
molekul air. Dengan demikian, gaya tarik molekul air dengan campurannya
(kloroform dan minyak) akan menjadi lebih lemah dibandingkan dengan air
murni. Sehingga luas permukaan campuran air dengan kloroform dan air dengan
minyak akan menjadi lebih besar dan tegangan permukaan akan lebih kecil.

F. SIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa
simpulan sebagai berikut.
1. Tegangan Permukaan cairan antara lain:
- Tegangan permukaan air = 26,5 g/s
2

- Tegangan permukaan kloroform = 15,9 g/s
2

- Tegangan permukaan minyak goreng = 21,2 g/s
2

- Tegangan permukaan larutan detergen 0,05% = 15,9 g/s
2

- Tegangan permukaan larutan detergen 0,1% = 13,2 g/s
2

- Tegangan permukaan larutan detergen 0,15% = 10,6 g/s
2

- Tegangan permukaan campuran air + kloroform = 15,9 g/s
2

- Tegangan permukaan campuran air + minyak = 23,9 g/s
2

2. Penambahan surface active agent (surfaktan) ke dalam air dapat mengurangi
tegangan permukaan () air, dimana semakin besar konsentrasi surfaktan yang
digunakan maka tegangan permukaan air akan semakin kecil.









17

DAFTAR PUSTAKA
Atkins, P.W. 1999. Kimia Fisika Jilid I. Jakarta: Erlangga
Barrow, Gardon M. 1996. Physical Chemistry. USA: Mc Graw-Hill.
Bird, Tony. 1987. Penuntun Praktikum Kimia Fisika untuk Universitas. Jakarta:
PT Gramedia.
Dogra, SK. Alih Bahasa: Umar Mansyur. 1990. Kimia Fisik dan Soal-soal.
Jakarta : Universitas Indonesia Press.
Retug, Nyoman dan Dewa Sastrawidana. 2004. Penuntun Praktikum Kimia
Fisika. Singaraja: IKIP N Singaraja.