Anda di halaman 1dari 11

Madu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Langsung ke: navigasi, cari
Madu
Nilai nurtrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi 1.272 kJ (304 kcal)
Karbohidrat 82.4 g
- Gula 82.12 g
- Serat pangan 0.2 g
Lemak 0 g
Protein 0.3 g
Air 17.10 g
Riboflavin (Vit. B
2
) 0.038 mg (3%)
Niacin (Vit. B
3
) 0.121 mg (1%)
Pantothenic acid (B
5
) 0.068 mg (1%)
Vitamin B
6
0.024 mg (2%)
Folate (Vit. B
9
) 2 g (1%)
Vitamin C 0.5 mg (1%)
Calcium 6 mg (1%)
Iron 0.42 mg (3%)
Magnesium 2 mg (1%)
Phosphorus 4 mg (1%)
Potassium 52 mg (1%)
Sodium 4 mg (0%)
Zinc 0.22 mg (2%)
Shown is for 100 g, roughly 5 tbsp.
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk
dewasa.
Source: Sumberdata Nutrisi USDA


Sarang madu.
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh
lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang
nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan
bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan
ditutup dan terjadi fermentasi.
[1][2]

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa
manis yang hampir sama dengan gula.
[3][4]

Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu
memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya.
[3]
Kebanyakan mikroorganisme
tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.
[5]

Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan
madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada
sumber nektar yang diambil lebah.
[6]

Daftar isi
1 Kandungan nutrisi
2 Lebah
3 Pembentukan
4 Dunia kedokteran
o 4.1 Efek Osmotik
o 4.2 Hidrogen Peroksida
o 4.3 Pengobatan penderita diabetes
o 4.4 Keasaman
o 4.5 Metilglioksal
o 4.6 Efek nutraseutikal
o 4.7 Pengobatan sakit tenggorokan dan batuk
o 4.8 Aplikasi medis lainnya
5 Dalam sejarah, kebudayaan, dan cerita rakyat
6 Topik-topik terkait
7 Referensi
Kandungan nutrisi
Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu
terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%),
[3]
sehingga mirip dengan sirup
gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%.
Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya.
Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya
mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral.
[7][8]
Madu juga mengandung sejumlah kecil
dari beberapa senyawa dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin,
vitamin C, katalase, dan pinocembrin.
[9][10]
Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung
pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.
[7]

Analisa madu secara umum:
[11]

Fruktosa: 38.2%
Glukosa: 31.3%
Maltosa: 7.1%
Sukrosa: 1.3%
Air: 17.2%
Gula paling tinggi: 1.5%
Abu (analisis kimia):0.2%
Lain-lain: 3.2%
Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter. Atau sama dengan 36% lebih kental
daripada air).
[12]

Lebah


Seekor lebah madu
Jenis lebah yang paling efektif menghasilkan madu adalah lebah dengan jenis Apis dorsata.
[13]

Lebah ini termasuk lebah Asia yang paling bagus memproduksi madu.
[13]
Lebah ini hanya
membuat sarang satu lapis yang meggantung di dahan pohon, di langit-langit yang terbuka, atau
di tebing jurang.
[13]
Untuk saat ini Apis dorsata belum bisa dibudidayakan di kandang tertutup.
[13]

Dengan sarang berukuran 2 x 2 m lebah ini bisa menghasilkan 20 kg madu untuk setiap
sarang.
[13]

Apis dorsata berbadan besar, dan hidup di daerah sub-tropis dan tropis Asia seperti Indonesia,
Filipina, India, Nepal dan tidak ditemukan selain di daerah Asia.
[13]
Di Indonesia lebah ini bisa
ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan NTB atau NTT.
[13]

Pembentukan


Madu
Lebah mengubah sakarida menjadi madu dengan proses mengunyah berkali kali sampai setengah
tercerna. Proses ini tidak dilakukan sekaligus. Setelah dikunyah, sakarida masih dalam bentuk
cair dan masin mengandun banyak air, maka proses selanjutnya adalah penguapan sebanyak
mungkin air dan transformasi dengan enzim.
Lebah membuat madu sebagai sumber makanan. Pada musim dingin atau saat makanan langka,
lebah mengambil cadangan madu sebagai sumber energi.
[14]

Secara umum ada tiga jenis tipe lebah dalam satu sarang:
Seekor ratu
Beberapa lebah jantan (untuk membuahi calon ratu baru)
Ribuan lebah betina pekerja.
[15]

Lebah pekerja bertugas mengurus larva, mengumpulkan nektar yang akan dibuat menjadi madu,
serta mencari nektar.
Dunia kedokteran
Sepanjang sejarah, madu sudah digunakan manusia untuk mengobati berbagai jenis penyakit,
namun baru beberapa periode ini antiseptik dan antibakteri yang berasal dari madu bisa
dijelaskan secara kimiawi.
Efek Osmotik
Madu memiliki efek osmotik.
[16]
Pada dasarnya madu merupakan campuran dari monosakarida
dengan aktifitas air yang rendah, kebanyakan molekul air selalu berhubungan dengan gula dan
juga mikroorganisme. Hal ini membuat madu menjadi media yang tidak bagus untuk
mikroorganisme berkembang biak.
Hidrogen Peroksida
Hidrogen Peroksida terbentuk dari pelepasan yang lambat oleh enzim glukosa oksida yang ada di
madu. Hal ini terjadi jika madu dicairkan, dimana oksigen dibutuhkan untuk reaksi ini, aktif
hanya jika keasaman madu dinetralisasi oleh cairan tubuh, dapat dihancurkan oleh adanya enzim
pencerna protein, dan akan hancur jika madu terpapar panas atau sinar.
[17]

Madu juga dapat menonaktifkan logam bebas, yang tidak akan mengkatalisis pembentukan
radikal oksigen bebas dari hidrogen peroksida, yang menyebabkan peradangan. Juga, unsur
antioksidan dalam madu membantu membersihkan radikal bebas oksigen yang ada..
[18]

C
6
H
12
O
6
+ H
2
O + O
2
C
6
H
12
O
7
+ H
2
O
2
(reaksi oksidasi glukosa)
Pada saat madu digunakan (seperti dioleskan pada luka) hidrogen peroksida dihasilkan saat madu
mencair terkena cairan tubuh. Sebagai hasilnya, hidrogen peroksida dilepaskan perlahan lahan
dan menjadi antiseptik.
Pengobatan penderita diabetes
Madu juga sudah terbukti bisa digunakan untuk pengobatan luka pada penderita diabetes dimana
pasien tidak bisa menggunakan antibiotik.
[19]

Karena manisnya dari madu berupa fruktosa dan apabila masuk kedalam tubuh akan langsung
diubah menjadi energi tanpa perlu hormon insulin untuk mengubahnya.Sehingga dapat
menyembuhkan penderita diabetes.
Keasaman
Keasaman (PH) madu berkisar dari 3.2 sampai 4.5.
[20]
Kondisi asam ini dapat mencegah
tumbuhnya bakteri.
Metilglioksal
Aktivitas antibiotik nonperoksida disebapkan oleh metilglioksal (MGO) dan komponen sinergi
yang tidak dikenali. Kebanyakan madu mengandung MGO yang sangat rendah, namun madu
manuka mengandung MGO yang sangat tinggi. Tingkat sinergi dalam madu manuka dua kali
lipat lebih dari aktivitas antibakteri MGO.
[17]

Efek nutraseutikal
Antioksidan dalam madu pernah diujikan pada tikus dan mampu mengurangi kerusakan yang
terjadi di usus besar.
[21]
Hal ini sesuai dengan pengobatan tradisional.
[22]

Pengobatan sakit tenggorokan dan batuk
Madu juga sudah digunakan berabad-abad untuk mengobati sakit tenggorokan dan batuk, dan
sesuai penelitian yang baru dilakukan, madu dapat meredakan batuk.
[23]

Aplikasi medis lainnya
Beberapa studi menunjukkan penggunaan madu dapat mengurangi bau badan, bengkak, dan
mengobati luka.
[20]
Madu telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk konjungtivitis
pada tikus.
[24]
Madu dipasteurisasi secara luas diyakini dapat mengurangi alergi, meskipun tidak
secara komersial disaring atau madu mentah terbukti lebih efektif dibandingkan plasebo dalam
studi terkontrol dari 36 peserta dengan alergi pada mata

Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi
madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam
madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan
kecantikan.

Sampai saat ini banyak orang yang belum benar-benar mengerti memilih madu yang baik dan asli.
Pengertian orang awam tentang madu asli saat ini bila semut tidak mendekat, atau menyala bila dibakar
dengan korek api.

Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen
karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya
terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persenkarbohidrat yang terbuat
dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok
energi sebanyak 64 kalori.

Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak begitu berbahaya dibanding gula. Meski
efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber karbohidrat lain, bagi diabetes
dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke dokter bila mengkonsumsinya.

Selain itu dalam madu terdapat banyak sekali kandungan vitamin, asam, mineral dan enzim, yang sangat
berguna sekali bagi tubuh sebagaii pengobatan secara tradisional, antibodi, dan penghambat
pertumbuhan sel kanker/tumor.

Sementara kandungan asam organik dalam madu antara lain asam glikolat, asam format, asam laktat,
asam sitrat, asam asetat, asam oksalat, asam malat, dan asam tartarat. Dari Beberapa asam tersebut
sangat bermanfaat bagi kesehatan yakni berguna bagi metabolisme tubuh, di antaranya asam oksalat,
asam tartarat, asam laktat, dan asam malat. Bahkan dalam asam laktat terdapat kandungan zat
laktobasilin yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan tumor. Asam amino bebas dalam
madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter
atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak

Kandungan mineral yang ada dalam madu alam, tergantung dari mana sari bunga yang dihisapnya.
Bunga tersebut di tanam pada tanah yang banyak kandungan mineral apa. Sehingga banyaknya
kandungan zat besi, tembaga dan mangan akan menjadikan madu berwarna gelap, sementara zat besi
erat hubungannya dengan pewarnaan darah (hemoglobin).

Beberapa kandungan mineral dalam madu adalah Belerang (S), Kalsium (Ca), Tembaga (Cu), Mangan
(Mn), Besi (Fe), Fospor (P), Klor (Cl), Kalium (K), Magnesium (Mg), Yodium (I), Seng (Zn), Silikon (Si),
Natrium (Na), Molibdenum (Mo) dan Aluminium (Al). Zat tembaga sangat penting bagi manusia
berkaitan dengan hemoglobin, dan kekurangan zat tersebut menyebabkan berkurangnya ketahanan
tubuh, dan memicu meningkatnya kadar kolesterol.

Zat mangan berfungsi sebagai antioksidan, dan berpengaruh besar dalam pengontrolan gula darah serta
mengatur hormon teroid. Magnesium pegang peran penting mengaktifkan fungsi replikasi sel, protein
dan energi. Yodium berguna bagi pertumbuhan dan membantu dalam pembakaran kelebihan lemak
pada tubuh. Jika kekurangan seng biasanya kesehatan menurun, mudah terjadi infeksi dan sering
terjadi gangguan kulit seperti jerawat, dll.

Adapun kegunaan kalsium dan fospor sangat berguna bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Besi (Fe)
membantu proses pembentukan sel darah merah. Magnesium, fospor dan belerang berkaitan dengan
metabolisme tubuh. Molibdenum berguna sekali untuk pencegahan anemia dan penawar racun
(terutama bagi orang yang suka minuman keras/alkohol).

Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of
Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu
pasti mengandung antioksidan. Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian
dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu. Selain asam organik, dalam
madu
juga terdapat kandungan asam amino yang berkaitan dalam pembuatan protein tubuh (asam amino
nonesensial). Selain asam amino nonesensial ada juga asam amino esensial di antaranya: Lysin, Histadin,
triptofan, dll.

Vitamin yang ada dalam kandungan madu, di antaranya: Vitamin B2 (Riboflavin), B5 (asam pantotenat),
B6 (Piridoksin), vitamin A, vit C, vit K, dan betakaroten.

Vitamin A pegang peran penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, serta mempertahankan
kesehatan tubuh. Juga berkaitan dengan hormon andrenalin dan hormon teroid serta mengatur
bekerjanya sel-sel saraf.

B2 (Riboflavin) berfungsi membantu pertumbuhan dan reproduksi. Kekurangan riboflavin
mengakibatkan bibir pecah-pecah, iritasi pada lidah, mata terasa gatal, dan seringkali terjadi katarak. B5
(Pantotenat) pegang peran dalam produksi hormon andrenalin dan sel-sel darah merah. B6 (Piridoksin)
pegang peran
penting sebagai benteng pertahanan keseimbangan hormon dan mengatur fungsi kekebalan. Vit C
(berguna sebagai suplemen) sangat berguna bagi penyembuhan luka, antioksidan serta kekebalan.

Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan antiseptik menjaga luka. Bahkan
madu sarang segera menyembuhkan luka bakar akibat tersiram air mendidih atau minyak panas. Madu
sarang sangat berguna untuk menjaga kesehatan dan penyembuhan terutama penderita jantung, gagal
ginjal, lever, hepatitis, penderita kanker usus, kanker paru, bronchitis, sinusitis, kelelahan
kronis, pusing kronis dan pekerja berat, penderita reumatik, osteoporosis, kekejangan otot terutama
pada olahragawan, penderita stroke, serta tambahan menu bagi balita dan penderita AIDS/HIV. "Sifat
antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat
mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan," kata Dr.
Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand, melalui situs kesehatan. Madu juga merangsang
tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya
parut atau bekas luka pada kulit.

Sekarang banyak pedagang madu yang pandai mengelabuhi pembeli dengan membawa madu dalam
wadah yang diberi sarang lebah di atasnya supaya terlihat madu dagangannya adalah mdalam air. Madu
akan larut setelah diaduk) , tidak mengandung unsur air, kental sekali, ada rasa amis seperti karat besi,
agak asam, agak langu, jika dicampurkan pada kuning telur maka kuning telurnya menjadi matang,
semut akan mati bila masuk ke dalam botol berisi madu sarang, madu asli dari sarang lebah. Bagaimana
bisa memastikan bahwa madu sarang itu betul-betul asli, dapat diteliti dari berat jenisnya (klo di
tuangkan ke dalam air secara perlahan tanpa diaduk tdk keliatan nyata ada gelombang pelarutan
halus seperti gula yang dilarutkan bila disimpan dalam lemari es tidak mengkristal, tambah lama warna
berubah menjadi lebih tua, tidak meletup.


Banyak orang mengenal madu sebagai campuran jamu. Tapi ternyata madu memiliki banyak
khasiat terutama untuk kesehatan tubuh manusia. Hingga sekarang rahasia yang terdapat dalam
kandungan madu masih menjadi misteri.

Bukan hanya orang Timur saja yang memanfaatkan madu tapi masyarakat Barat sering
memanfaatkannya untuk penyembuhan penyembuhan penyakit. Madu bisa di campur dengan
jenis makanan atau minuman lain. Para ilmuwan telah mengakui kalau madu dapat di
manfaatkan sebagai obat yang sangat efektif untuk semua jenis penyakit. Madu dapat digunakan
sebagai obat tanpa menimbulkan efek samping.

Bahkan dalam Islam di QS. An-Nahl: 69 mengatakan :

Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan
bagi manusia.

Madu memiliki banyak kandungan zat gizi seperti karbohidrat , protein , asam amino, vitamin,
mineral, dekstrin , pigmen tumbuhan dan komponen Aromatik. Hasil penelitian ahli Gizi dan
pangan, kalau madu banyak mengandung karbohidrat jika di bandingkan dengan produk ternak
seperti susu, telur , daging, keju atau mentega.

Di dalam setiap 100 gram madu murni mengandung 294 kalori atau perbandingan 1000 gram
madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging. Dan
dari hasil penelitian terbaru mengatakan kalau zat-zat atau senyawa yang ada didalam madu
sangat komplek yaitu mencapai 181 jenis .

Khasiat madu telah banayk dikenal sejak jaman dahulu yaitu sejak pada zaman Mesir Kuno .
Ratu Cleopatra yang sangat terkenal telah menggunakan madu untuk merawat kesehatan dan
kecantikannya.

Salah satu kelebihan dan keunikan dari madu adalah memiliki kandungan zat antibiotik . Hal
tersebut merupakan hasil penelitian dari Peter C Molan ( 1992 ), seorang peneliti yang berasal
dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto , Selandia Baru. Peter C Molan
mengatakan kalau Madu terbukti mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan
berbagai kuman patogen penyebab penyakit.

Beberapa khasiat madu adalah dapat mengatasi infeksi dari berbagai patogen yang dapat dicegah
dan disembuhkan dengan minum madu secara teratur diantaranya : Infeksi saluran pernafasan
atas (ISPA),batuk, demam, penyakit luka tukak lambung, infeksi saluran pencernaan , penyakit
kulit.

Kandungan Madu :

Madu memiliki komponen kimia yang memiliki efek koligemik yakni asetilkolin. Asetilkolin
berfungsi untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi tekanan darah. Gula yang terdapat
dalam madu akan terserap langsung oleh darah sehingga menghasilkan energi secara cepat bila
dibandingkan dengan gula biasa.

Selain itu Madu kaya akan kandungan antioksidan. Antioksidan fenolat dalam madu memiliki
daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative
stress)

Disamping kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41,0 %; glukosa 35 %; sukrosa 1,9 %)
madu juga mengandung komponen lain seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan.
Disamping itu madu juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B2, mineral
seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, juga garam iodine bahkan radium. Selain itu
madu juga mengandung antibiotik dan berbagai asam organic seperti asam malat, tartarat, sitrat,
laklat, dan oksalat. Karena itu madu sangat tinggi sekali khasiatnya.

Khasiat dan Manfaat Madu :

Madu dapat dikonsumsi oleh segala USIA , mulai dari Janin hingga Manula.

1. Memperkuat janin yang lemah dalam kandungan ( rahim ).
2. Membantu menjaga stamina dan kesehatan Ibu Hamil karena memberikan asupan gizi yang
tinggi bagi pertumbuhan janin yang sehat selama dalam kandungan
3. Membantu perkembangan otak bayi, karena setiap harinya otak terus berkembang sampai
dengan usia 5 tahun. Untuk itu ia membutuhkan gizi yang tinggi.
4. Mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory
activity anti)
5. Meningkatkan nafsu makan Anak-anak ( adanya unsur vitamin B yang lengkap dalam madu),
dan mempercepat pertumbuhan fisik sehingga anak tumbuh sehat , lincah dan riang serta tahan
penyakit. ( H.Mohamad , 2002 ).
6. Mengembalikan stamina dari kelelahan dan stress.
7. Makanan terbaik yang sangat diperlukan bagi manula yang organ pencernaannya sudah mulai
berkurang fungsinya, karena madu adalah sumber energi dan gizi yang dapat diserap langsung
oleh tubuh .( Kesehatan 2001 ).
8. Bila digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi,
mengobati sariawan dan gangguan mulut lain.
9. Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali
di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala, diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat
membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan
melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.
10. Mampu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena adanya unsur antioksidan
yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak
terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat
membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan
besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk
memproduksi insulin. Sebaiknya penderita diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk
menentukan takaran yang diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter.
11. Mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung. Madu berperan
baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu
pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori
penyebab tukak lambung di piring percobaan.
12. Amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak,
membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak.
Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan.
13. Madu dicampur dengan habbatus sauda yang sudah ditumbuk dibuat adonan setelah
dicampur air panas kemudian diminum rutin berhari-hari dapat menghancurkan batu ginjal dan
batu kandung kemih, memperlancar air seni, haid dan ASI.

Masih ada pandangan yang salah atau keliru tentang kualitas madu . Ada yang menganggap
bahwa madu yang baik adalah yang menimbulkan letusan ketika tutupnya di buka atau yang
tidak di kerumuni semut. Justeru madu tersebut telah rusak terfermentasi oleh enzim dan
mengarah kepada terjadinya gas dan alkohol itulah sebabnya semut tidak mau mendekatinya.

Madu terbaik adalah yang paling jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu
yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada
yang diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu makanannya