Anda di halaman 1dari 15

HORMON INSULIN

Kelompok 1 Farmakoterapi 2013


Anggota :
Insulin
Insulin merupakan protein yang terdiri dari 2 rantai peptida
A dan B yang dihubungkan oleh ikatan dua disulfida.


Insulin disintesis dalam R.E dalam sel B
ditranspor ke golgi apparatus insulin
dibungkus dalam bentuk granul membran
yang terikat granul menembus dinding
sel dengan proses yang melibatkan
mikrotubula fusi dengan membran sel
insulin dikeluarkan melalui eksositosis
insulin melewati basal lamina dari sel
B dan kapiler yang berdekatan aliran
darah
Glukosa adalah stimulan fisiologik primer untuk sekresi
insulin. Faktor lain yang juga dapat memicu sekresi
insulin asam amino yang dicerna bersamaan dengan
makanan atau stimulasi vagus.
Glukosa yang menginduksi sekresi insulin dapat
meningkat jumlahnya karena hormon enterik, seperti
hormon glucagon-like peptide-1 (GLP-1).
Sementara itu, sekresi dari insulin dapat dihambat oleh
katekolamin dan somatostatin.
Proses Sekresi Insulin
Insulin disekresi oleh sel pankreas. Sekresi basal terjadi
secara terus menerus dan akan terjadi lonjakan pada
waktu makan. Di dalam sel terdapat channel Kalium
yang meregulasi ATP intraseluler. Ketika kadar glukosa
darah meningkat, banyak glukosa memasuki sel dan
metabolismenya akan memicu peningkatan ATP
intraseluler yang akan menutup channel Kalium.
Depolarisasi sel menginisiasi influx ion Ca
2+
melalui
channel Ca
2+
yang akan memicu sekresi insulin.
Kadar Insulin dalam
tubuh
Kadar Insulin basal pada manusia normal 5-
15 U/ml (30-90 pmol/L), dengan kadar
puncak 60-90 U/ml (360-540 pmol/L) saat
makan
Mekanisme Insulin
Insulin akan menunjukkan efeknya setelah berikatan dengan
reseptor insulin yang berada pada permukaan sel target.
Reseptor insulin terdapat di hati, otot dan lemak.
Aktivasi reseptor insulin menginisiasi fosforilasi dalam sel,
dimulai dengan fosforilasi dari jaringan protein docking
(substrat reseptor insulin) yang mengarah pada efek
biologis dari insulin (misal translokasi GLUT 4 ke
membran plasma dari otot dan sel lemak).
Mekanisme Insulin Normal
Ketika makan, kadar glukosa darah meningkat, dan respon
sekresi insulin terjadi dalam dua fase berikut:
Fase pertama, berlangsung sekitar 10 menit dan berfungsi untuk
menekan produksi glukosa hepatik. Insulin ini meminimalkan
hiperglikemia selama makan dan selama periode postprandial.
Hilangnya respon insulin fase pertama adalah peristiwa awal
perkembangan dari intoleransi glukosa ke DM.
Tahap kedua ditandai dengan peningkatan secara bertahap dalam
sekresi insulin, yang merangsang uptake glukosa oleh jaringan
perifer insulin-dependent. Sekitar 80% sampai 85% dari
metabolisme glukosa terjadi di otot. Pelepasan lambat insulin
memungkinkan tubuh untuk merespon glukosa baru yang masuk dari
pencernaan sehingga kadar glukosa darah tetap terjaga.
THANK YOU
Selama puasa, sirkulasi glukosa diproduksi di liver
melalui proses glikogenolisis. Hal ini terjadi untuk
memastikan suplai glukosa yang cukup untuk otak.
Sekresi insulin selama puasa hanya sedikit, sekitar 0,5 1
units/jam.
Proses Sekresi Insulin
Glukosa memasuki sel B melalui GLUT-2.
Glukosa memasuki siklus glikolisis dan pernapasan, dimana
terdapat molekul ATP kaya energi yang dihasilkan oleh
oksidasi, yang mengarah pada peningkatan rasio ATP:ADP
dalam sel.
Peningkatan rasio ATP:ADP intraseluler menutup saluran K-
ATP. Hal ini menghambat ion K+ meninggalkan sel dengan
mekanisme difusi terfasilitasi sehingga akan terdapat banyak
ion K+. Hal ini menyebabkan bagian dalam sel menjadi
bermuatan positif, sehingga dapat menyebabkan depolarisasi
membran permukaan sel.
Saat depolarisasi, saluran Ca2+ terbuka menyebabkan ion Ca
masuk ke dalam sel melalui difusi terfasilitasi.
Peningkatan konsentrasi ion Ca intraseluler mengakibatkan
aktivasi fosfolipase C yang membelah membrane phospholipid
phosphatidyl inositol 4,5-bisphosphate menjadi inositol 1,4,5-
triphosphate dan diacylglycerol.
IP3 akan berikatan dengan reseptor protein yang berada dalam
membran plasma dari retikulum endoplasma yang
menyebabkan pelepasan ion Ca2+ dan meningkatkan
konsentrasi ion kalsium.
Peningkatan jumlah ion kalsium yang signifikan didalam sel
akan memicu sekresi insulin yang telah disintesis sebelumnya,
yang berada pada jaringan sekretori.