Anda di halaman 1dari 2

Awas Alquran Palsu!

Adakah Alquran hanya dijaga oleh Allah? Dan ketika muhammad mati, apakah Alquran tidak
pernah direvisi dan dimodifikasi? Ternyata tidak! Alquran telah dipalsukan oleh pengikut
Muhammad sendiri. Sayangnya karena para antek Muhammad tidak cerdas sehingga mereka
tidak sadar bahwa modifikasi atau revisi pada ayat Alquran yang mereka lakukan mudah
terbongkar. Mari kita buktikan kesalahan historis yang fatal dalam Alquran:
Surat Al Israa ayat 1: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada
suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Berdasarkan sejarah Islam itu sendiri:
Konstruksi Umayyah
Masjid Al-Aqsa di sepanjang dinding selatan Bukit Bait Suci. Tidak diketahui secara tepat
kapan Masjid Al- Aqsa pertama kali dibangun dan siapa yang memerintahkan
pembangunannya, namun dapat dipastikan bahwa pembangunannya dilakukan di masa awal
pemerintahan Umayyah di Palestina. Berdasarkan kesaksian Arculf, seorang biarawan Galia
yang berziarah ke Palestina pada 679-82, sejarawan arsitektur Sir Archibal Creswell
berpendapat bahwa Umar bin Khattab mungkin adalah orang yang pertama kali mendirikan
bangunan persegi empat primitif berkapasitas 3.000 jamaah di suatu tempat di Al-Haram
Asy-Syarif (Bukit Bait Suci).
http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al-Aqsa
Kesimpulan:
1. Antek-antek Muhammad lupa bahwa Masjidil Al-Aqsa belum dibangun ketika Muhammad
sudah mati, Muhammad mati pada tahun 632, sedangkan mesjid Al- Aqsa baru dibangun
tahun 679, berarti 47 tahun setelah Muhammad mati
2. Jelas surat Israa ayat 1 menyatakan dengan tegas dan terang menyebut Masjid Al-Aqsa,
dongeng alquran menyatakan semua ayat alquran diturunkan kepada Muhammad ketika
muhammad masih hidup, sedang ketika Muhammad hidup Masjid Al-Aqsa belum ada.
Lantas apakah surat Al Israa ayat 1 difirmankan lewat Jibril setelah Muhammad mati dan
bangkit kemudian mengumpulkan sahabat2nya yg sudah pada bermatian untuk menulis
ayat tersebut?
3. Argumen yang rasional dan logis, adalah surat Al Israa ayat 1 ditambahkan setelah jaman
pemerintahan Umayyah, di atas tahun 679, sekitar kurang lebih 47 tahun Alquran masih
dalam proses perampungan oleh antek-antek Muhammad. Alquran sendiri terakhir diedit
1924 di Mesir yang sekarang menjadi standard Alquran yang dipegang umat Muslim.
Catatan:
Para apologis muslim berasumsi liar (berimajinasi tingkat tinggi) bahwa walau mesjid Al-
Aqsa belum dibangun waktu ayat tersebut turun, mesjid Al-Aqsa adalah semacam kiasan
(lebih tepatnya racauan) mengenai cikal bakal DAERAH yang dimana adalah serambi
Salomo. Jelas itu adalah suatu keabsurdan sebagaimana biasanya argumen dari apologis
muslim. Untuk membenarkan suatu kebohongan, biasanya memang orang akan mengatakan
kebohongan yang lain.
Tanggapan:
Tafsir al-Jalalayn (altafsir.com):
It set off carrying me until I reached the Holy House [of Jerusalem]. [There] I fastened the
animal to the ring where the prophets fasten [their animals]. I then WENT IN and prayed two
units INSIDE IT.
Tafsir Ibnu Katsir (qtafsir.com):
Then I ENTERED and prayed two Rak`ahs there, and came out.
Hadits yang mendasari tafsir-tafsir di atas:
Sejurus kemudian aku MASUK KE DALAM masjid dan mendirikan shalat sebanyak dua
rakaat. (Sahih Muslim Kitab [2] Iman Bab 149, No. 234, lidwa.com)
Jelas sekali yang dimaksud dengan masjid di sini adalah sebuah BANGUNAN, bukan suatu
daerah atau tempat.
Jadi kalau ada yang merasa Alquran itu belum diedit atau belum direvisi atau belum
ditambah-tambahi oleh antek-antek Muhammad, itu berarti dia sendiri tidak paham sejarah
Islam itu sendiri.
Menjadi muslim memang diharuskan dan diwajibkan untuk beriman secara membabi
buta dan membunuh nalar jika hal tersebut menyangkut keabsurdan Alquran dan
Islam.