Anda di halaman 1dari 2

1.

Primer: portoenterostomi hepatic (prosedur kasai)


tujuannya untuk mengupayakan drainase getah empedu
tapi prosedur ini bukan tindakan penyembuhan
2. Suportif: penatalaksanaan medis, dukungan gizi dg susu
formula mengandung trigliserides dan asam lemak
esensial, suplemen vitamin larut dalam lemak,
multivitamin dan mineral (zink, besi, selenium)
3. Preparat asam ursedeoksilat mengatasi pruritus dan
hiperkolesterolemia
Obstruksi saluran empedu ekstrahepatik terbentuk
plug empedu empedu kembali ke hati hati
mengalami peradangan, edema dan degenerasi
degenerasi bertahap menyebabkan jaundice, ikterus
dan hepatomegali
Selain itu, empedu tidak bisa masuk ke usus sehingga
vitamin larut lemak dan lemak tidak bisa terserap
malnutrisi, defisiensi vitamin larut lemak dan gagal
tumbuh
1. Jaundice menunjukkan kolestasis konsentrasi
bilirubin serum total rendah 5mg/dl dan observasi
pertama dilakukan di sclera
2. Urine gelap dan noda pada popok
3. Tinja berwarna lebih cerah, berwarna putih/ cokelat
muda
4. Hepatomegali dan perut kembung kemudian
terjadi splenomegali
5. Metabolism lemak kurang pertambahan BB yang
buruk dan gagal tumbuh
6. Pruritus
7. Iritabilita rewel, sulit tenang dan tidak nyaman
a. Embrio janin
b. Postnatal mungkin dari infeksi/
mekanisme yang di mediasi imun


Proses inflamasi progresif menyebabkan fibrosis saluran
empedu terjadi obstruksi saluran dari kandung empedu
dapat menjadi sirosis hepatis, kegagalan hati dan kematian
A
T
R
E
S
I
A
B
I
L
I
E
R
1. Parameter pertumbuhan dan status gizi
2. Tes darah: HDL, kadar elektrolit, bilirubin dan enzim hati
3. USG abdomen
4. Biopsy hati
5. Diagnostic pasti: laparotomi dan kolangiogram intraoperasi
1. Tipe I atresia sebagian/ totalis (duktus hepatikus komunis, segmen proksimal paten)
2. Tipe IIa obliterasi duktus hepatikus komunis (duktus biliaris komunis, duktus sistikus dan kandung empedu
semuanya
3. Tipe IIb obliterasi duktus bilier komunis, duktus hepatikus komunis, duktus sistikus, kandung empedu normal
4. Tipe III obliterasi pada semua sistem duktus bilier ekstrahepatik sampai ke hilus
1. Kekurangan volume cairan b.d. gangguan absorbs nutrient, mual
muntah
2. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d. anoreksia,
mual muntah
3. Kerusakan integritas kulit b.d. akumulasi garam empedu dalam
jaringan ditandai dengan adanya pruritus
4. Risiko perubahan pertumbuhan dan perkembangan (gagal
tumbuh) b.d. penyakit kronis
5. Risiko ketidakefektifan pola nafas b.d. distensi abdomen
Fokus 6 area utama
1. Dukungan gizi
2. Perawatan kulit
3. Stimulasi pengembangan
4. Pengkajian lanjutan
5. Pendidikan
6. Dukungan emosional
Definisi
Penatalaksanaan
terapeutik
Evaluasi
diagnostik
Klasifikasi
Patofisiologi
Manifestasi
klinis
Etiologi
Diagnosa
keperawatan
Pertimbangan
keperawatan
Tidak diketahui
secara pasti
Home care: orang tua
harus mampu
memikul perawatan
dirumah fokus
seperti di atas

Selfi Ratna P. (131111025)
Resume Atresia Bilier