Anda di halaman 1dari 7

ATIKAH KUMALASARI (12587)

ASPEK HUKUM
DALAM PRAKTEK
KEBIDANAN
Praktek kebidanan merupakan inti dari berbagai
kegiatan bidan dalam penyelenggaraan upaya
kesehatan yang harus terus-menerus ditingkatkan
mutunya melalui:
1. Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan
2. Pengembangan ilmu dan teknologi dalam
kebidanan
3. Akreditasi
4. Sertifikasi
5. Registrasi
6. Kompetensi
7. Lisensi
PENDAHULUAN
LANJUTAN . . .
Akuntabilitas bidan dalam praktik kebidanan
merupakan suatu hal yang penting dan di tuntut dari
suatu profesi, terutama profesi yang berhubungan
dengan keselamatan jiwa manusia, adalah pertanggung
jawaban dan tanggung gugat (accountability) atas
semua tindakan yang dilakukuannya.
Semua tindakan yang dilakukan oleh bidan harus
berbasis kompetensi dan didasari suatu evidence
based.
Accountability diperkuat dengan satu landasan hukum
yang mengatur batas-batas wewenang profesi yang
bersangkutan.
DASAR DALAM OTONOMI PELAYANAN KEBIDANAN
Kepmenkes 900/Menkes/SK/VII/2002 tentanng
registrasi dan praktik bidan
UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan
PP No 32/ Tahun 1996 tentang tenaga kesehatan
UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
UU tentang aborsi, adopsi, bayi tabung dan
transplantasi
Permenkes RI No. 1464/ Menkes/ PER/X/2010

LEGISLASI PELAYANAN KEBIDANAN
Pengertian
Legislasi adalah proses pembuatan UU atau
penyempurnaan perangkat hukum yang sudah ada
melalui serangkaian sertifikasi,registrasi dan lisensi.
Tujuan
memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap
pelayanan yang telah diberikan.
Bentuk perlindungan tersebut antara lain
1. Mempertahankan kualitas pelayanan
2. Memberikan kewenangan
3. Menjamin perlindungan hukum
4. Meningkatkan profesionalisme

A
H
T
N
K
S